Konsep:Haji Berdarah
|| ||
||
||
|| - ||
|| ||

Haji Berdarah (bahasa Persia: حج خونین) adalah pembantaian Jemaah haji di Kota Makkah oleh pasukan Arab Saudi, selama Musim Haji Tamattu pada tahun 1366 HS/1987 dalam upacara Bara'ah min al-Musyrikin (Berlepas Diri dari Kaum Musyrikin). Berdasarkan pernyataan Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, dalam peristiwa ini, 325 warga Iran yang sebagian besar adalah perempuan, tewas. Peristiwa ini memicu reaksi keras dari Imam Khomeini dan berujung pada pemutusan hubungan politik kedua negara serta penghentian pengiriman jemaah haji.
Pembantaian Jemaah Haji
Pada 9 Murdad 1366 HS/31 Juli 1987, bertepatan dengan 6 Dzulhijjah 1407 H, saat penyelenggaraan upacara Bara'ah min al-Musyrikin di Musim Haji,[1] polisi Arab Saudi menyerang para demonstran[2] dan menurut laporan media Republik Islam Iran, di sepanjang rute pawai, batu dan batu bata dilemparkan dari atap rumah ke arah jemaah haji[3] dan setelah itu, menargetkan jemaah dengan gas beracun dan senjata api.[4]

Berdasarkan beberapa informasi yang dipublikasikan, beberapa demonstran juga menambah panas konflik ini. Dalam hal ini, Ezzatollah Sahabi dalam memoarnya merujuk pada peran Organisasi Mujahidin Rakyat Iran (MKO).[5] Ayatullah Khamenei juga dalam sebagian pidatonya merujuk pada peran Organisasi Mujahidin Rakyat Iran dalam pembantaian Haji Berdarah 66.[6]
Peristiwa ini dianggap sebagai pembantaian jemaah haji terbesar dalam upacara haji dalam sejarah kontemporer[7] dan juga dikenal sebagai "Jumat Berdarah".[8]
Korban Jiwa
Berdasarkan pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri Saudi, dalam peristiwa ini 275 jemaah haji Iran, 85 warga Saudi termasuk pasukan polisi, dan 45 jemaah haji dari negara lain tewas, serta banyak lainnya terluka.[9] Statistik ini diragukan oleh Republik Islam Iran, dan sumber-sumber Iran melaporkan tewasnya 325 warga Iran (203 perempuan dan 122 laki-laki) dalam peristiwa tersebut.[10] Di antara mereka yang tewas terdapat istri dan ibu dari para syuhada Perang Iran-Irak dan beberapa veteran perang (janbazan).[11]
Reaksi
Terbunuhnya jemaah haji Iran oleh polisi Arab Saudi memicu reaksi keras dari Imam Khomeini, Pemimpin Revolusi Islam Iran.[12] Beliau menganggap peristiwa ini telah mematahkan hati Nabi saw.[13] Beliau juga menyebutkan dalam pidatonya:
- Semua bangsa menghormati Ka'bah... Ka'bah adalah Ka'bah yang telah ada sejak awal penciptaan dan semua nabi menjadi pelayan di dalamnya. Menodai Ka'bah bukanlah masalah yang bisa diabaikan begitu saja. Jika kita bisa mengabaikan masalah Al-Quds, jika kita bisa mengabaikan Saddam, jika kita bisa mengabaikan semua orang yang berbuat jahat kepada kita, kita tidak bisa mengabaikan masalah Hijaz. Masalah Hijaz adalah bab lain.[14]
Sebagai protes atas pembantaian jemaah haji Iran, Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran diserang dan seorang petugasnya tewas.[15] Masyarakat, buruh, dan mahasiswa melakukan demonstrasi dan menuntut balas dendam. Akbar Hasyimi Rafsanjani berpidato di tengah kerumunan di depan Majlis Syura Islami dan mengajak masyarakat untuk bersabar serta memberikan reaksi keras terhadap para penguasa Arab Saudi.[16] Setelah kejadian ini, hubungan Iran dan Arab Saudi serta pengiriman jemaah haji Iran terputus selama empat tahun.[17] Selain itu, Mahdi Karroubi, kepala rombongan haji Iran, diusir dari Arab Saudi.[18]
Lihat Juga
Catatan Kaki
- ↑ «Bara'at-e Iranian az Hajj-e Istikbari», Kantor Berita Majlis Syura Islami.
- ↑ «Bara'at-e Iranian az Hajj-e Istikbari», Kantor Berita Majlis Syura Islami.
- ↑ Salimi, Hajj-e Khunin, Koran Jam-e Jam, No. 4086, 1393 HS.
- ↑ «Bara'at-e Iranian az Hajj-e Istikbari», Kantor Berita Majlis Syura Islami.
- ↑ «Naqsh-e Munafiqin dar Kusytar-e Khunin-e Makkeh dar Sal-e 66», Situs Pusat Dokumen Revolusi Islam.
- ↑ «Naqsh-e Munafiqin dar Kusytar-e Khunin-e Makkeh dar Sal-e 66», Pusat Dokumen Revolusi Islam.
- ↑ Yaghoubi, «Jum'eh-ye Khunin-e Makkeh; Masiri baraye Sudur-e Inqilab», Situs BBC.
- ↑ Salimi, Hajj-e Khunin, Koran Jam-e Jam, No. 4086, 1393 HS.
- ↑ «Hajj-e Khunin-e 66 ra az Yad Nabrim», Kantor Berita IQNA.
- ↑ Salimi, Hajj-e Khunin, Koran Jam-e Jam, No. 4086, 1393 HS.
- ↑ «Tasawir-e Muntasyer Nasyudeh az Syuhada-ye Jum'eh-ye Khunin-e Makkeh», Mashregh News.
- ↑ Rezai, entri «Bara'at az Musyrikan», Daneshnameh Hajj wa Haramain Syarifain.
- ↑ Shahifah Imam, 1378 HS, jld. 20, hlm. 350.
- ↑ Shahifah Imam, 1378 HS, jld. 20, hlm. 369.
- ↑ «Khaterat-e Diplomat-e Irani az Hajj-e Khunin», Situs Tarikh Irani.
- ↑ Hasyimi Rafsanjani, Difa' wa Siyasat (Khaterat Sal 1366 HS), 1389 HS, hlm. 209.
- ↑ Rezai, entri «Bara'at az Musyrikan».
- ↑ «Khaterat-e Diplomat-e Irani az Hajj-e Khunin», Situs Tarikh Irani.
Daftar Pustaka
- «Bara'at-e Iranian az Hajj-e Istikbari», di Kantor Berita Majlis Syura Islami. Tanggal posting: 11 Khordad 1395 HS, diakses: 20 Isfand 1396 HS.
- «Hajj-e Khunin-e 66 ra az Yad Nabrim», di Kantor Berita Internasional Quran (IQNA). Tanggal posting: 28 Syahriwar 1394 HS, diakses: 20 Isfand 1396 HS.
- «Khaterat-e Diplomat-e Irani az Hajj-e Khunin», di Situs Tarikh Irani. Tanggal posting: 4 Aban 1394 HS, diakses: 21 Isfand 1396 HS.
- Rezai, Hasan. «Bara'at az Musyrikan», dalam Daneshnameh Hajj wa Haramain Syarifain.
- Salimi, Shahab. «Hajj-e Khunin», dalam Koran Jam-e Jam, No. 4086, 1393 HS.
- Muassasah Tanzim wa Nasyr Atsar Imam Khomeini. Shahifah Imam. Teheran: Muassasah Tanzim wa Nasyr Atsar Imam Khomeini, 1378 HS.
- «Naqsh-e Munafiqin dar Kusytar-e Khunin-e Makkeh dar Sal-e 66», di Situs Pusat Dokumen Revolusi Islam. Tanggal posting: 20 Murdad 1395 HS, diakses: 21 Isfand 1396 HS.
- Warai, Sayid Jawad. «Bara'at az Musyrikan (1)», dalam Majalah Miqat Hajj, No. 26, Musim Gugur 1377 HS.
- Hasyimi Rafsanjani. Akbar, Difa' wa Siyasat (Khaterat Sal 1366 HS). Teheran: Daftar Nashr Ma'arif Inqilab, 1389 HS.
- Yaghoubi, Jalal. «Jum'eh-ye Khunin-e Makkeh; Masiri baraye Sudur-e Inqilab». di Situs BBC Persia. Tanggal posting: 9 Murdad 1396 HS, diakses: 21 Isfand 1396 HS.