Lompat ke isi

Konsep:Ayat 10 Surah Al-Insan

Dari wikishia
Ayat 10 Surah Al-Insan
Informasi Ayat
Juz29
Informasi Konten
TentangDeskripsi kaum Abrar bahwa mereka takut akan azab kiamat


Ayat 10 Surah Al-Insan adalah gambaran bagi orang-orang yang berbuat baik bahwa mereka takut akan azab[1] dan siksaan[2] Tuhan, pada hari Kiamat.[3] Ayat ini turun mengenai kedudukan Imam Ali (as) dan keluarganya.[4] Dalam ayat ini, Kiamat disebut dengan ungkapan hari yang sulit[5] dan keras.[6] Ungkapan "Qamtharira" bermakna keras (sangat berat) dalam keburukan.[7]

Ayat 10 Surah Al-Insan adalah kelanjutan dari ayat-ayat sebelumnya seperti Ayat Ith'am[8] dan memiliki asbabun nuzul yang sama dengan ayat-ayat ini yang turun mengenai Imam Ali (as), Sayyidah Zahra (sa), Hasanain dan budak perempuan mereka Fidhah.[9] Asbabun nuzul ini didasarkan pada riwayat-riwayat dan tulisan-tulisan para mufasir dari seluruh mazhab Islam.[10]

Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, mufasir Syiah meyakini bahwa terlepas dari asbabun nuzulnya, ayat ini dapat diterapkan pada berbagai orang di setiap waktu dan tempat.[11] Dikatakan bahwa ketakutan terhadap Kiamat membuat manusia tetap teguh di jalan tanggung jawab mereka dan menyebabkan mereka mendahulukan setiap urusan yang menghindarkan mereka dari azab Kiamat.[12]

Ayat 10 Surah Al-Insan dianggap sebagai alasan (sebab) dari ayat-ayat sebelumnya; dengan cara ini bahwa pemberian makan pada ayat-ayat sebelumnya, semata-mata dilakukan karena Allah; sebab orang-orang yang memberi makan merasa takut akan hari Kiamat yang keras dan sulit.[13] Nashir Makarim Syirazi, mufasir Syiah meyakini bahwa ungkapan "keras" dan "sulit" adalah termasuk sifat-sifat manusia. Penggunaan dua ungkapan ini untuk hari Kiamat adalah untuk menekankan kengerian hari Kiamat. Peristiwa-peristiwa pada hari itu sedemikian keras dan menyusahkan sehingga tidak hanya manusia yang bermuka masam pada hari itu, tetapi seolah-olah hari itu sendiri juga bermuka masam.[14]

Telah diingatkan tentang poin ini bahwa penukilan ketakutan terhadap hari Kiamat dari lisan orang-orang yang mana ayat tersebut turun tentang mereka, bukanlah ucapan mereka (secara langsung), melainkan itu adalah lisan al-hal (bahasa keadaan) mereka[15] atau bahwa Allah telah mengetahui apa yang ada di dalam batin mereka dan Dia telah menjelaskannya.[16]

Catatan Kaki

  1. Husaini Syirazi, Tabyin al-Qur'an, 1420 H, hlm. 599.
  2. Syaikh ath-Thusi, At-Tibyan, Beirut, jld. 10, hlm. 210.
  3. Makarim Syirazi, Tafsir Nemouneh, 1374 HS, jld. 25, hlm. 355.
  4. Faiz Kasyani, Tafsir ash-Shafi, 1415 H, jld. 5, hlm. 261.
  5. Makarim Syirazi, Tafsir Nemouneh, 1374 HS, jld. 25, hlm. 355.
  6. Faiz Kasyani, Tafsir ash-Shafi, 1415 H, jld. 5, hlm. 260.
  7. Syaikh ath-Thusi, At-Tibyan, Beirut, jld. 10, hlm. 210.
  8. Surah Al-Insan, ayat 8: "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan".
  9. Faiz Kasyani, Tafsir ash-Shafi, 1415 H, jld. 5, hlm. 261.
  10. Mudarrisi, Min Huda al-Qur'an, 1419 H, jld. 17, hlm. 180.
  11. Fadhlullah, Tafsir Min Wahy al-Qur'an, 1419 H, jld. 23, hlm. 273.
  12. Fadhlullah, Tafsir Min Wahy al-Qur'an, 1419 H, jld. 23, hlm. 271.
  13. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 20, hlm. 128.
  14. Makarim Syirazi, Tafsir Nemouneh, 1374 HS, jld. 25, hlm. 355.
  15. Mughniyah, Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 7, hlm. 482.
  16. Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur'an al-'Azhim, 1419 H, jld. 8, hlm. 296.

Daftar Pustaka

  • Ibnu Katsir ad-Dimasyqi, Ismail bin Amru. Tafsir al-Qur'an al-'Azhim. Riset: Muhammad Husain Syamsuddin. Beirut, Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, Mansyurat Muhammad Ali Baidhun, Cetakan Pertama, 1419 H.
  • Husaini Syirazi, Sayyid Muhammad. Tabyin al-Qur'an. Beirut, Dar al-'Ulum, Cetakan Kedua, 1423 H.
  • Syaikh ath-Thusi, Muhammad bin Hasan. At-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an. Pengantar: Syaikh Agha Bozorg Tehrani. Riset: Ahmad Qashir Amili. Beirut, Dar Ihya' at-Turats al-'Arabi, T.t.
  • Thabathaba'i, Sayyid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Qom, Daftar Intisyarat Islami, Cetakan Kelima, 1417 H.
  • Fadhlullah, Sayyid Muhammad Husain. Tafsir Min Wahy al-Qur'an. Beirut, Dar al-Malak lit-Thiba'ah wa an-Nasyr, Cetakan Kedua, 1419 H.
  • Faiz Kasyani, Mulla Muhsin. Tafsir ash-Shafi. Riset: Husain A'lami. Teheran, Intisyarat ash-Shadr, Cetakan Kedua, 1415 H.
  • Mudarrisi, Sayyid Muhammad Taqi. Min Huda al-Qur'an. Teheran, Dar Muhibbi al-Husain, Cetakan Pertama, 1419 H.
  • Mughniyah, Muhammad Jawad. Tafsir al-Kasyif. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Cetakan Pertama, 1424 H.
  • Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir Nemouneh (Tafsir Teladan). Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Cetakan Pertama, 1374 HS.