Prioritas: c, Kualitas: b

Tsiql Asghar

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari

Tsiql Asghar (bahasa Arab: الثِقْل الاصغر) adalah itrah dan Ahlulbait Nabi saw. Dalam hadis Tsaqalain, Rasulullah saw menamakan Ahlulbait dengan Tsiql Asghar. Hadis ini dijelaskan dengan pelbagai redaksi dan kalimat. Dalam 11 nukilan, Ahlulbait disebut sebagai Tsiql Asghar.

Tsiql Asghar

"Tsiql" berarti beban. "Tsaqala" berarti segala sesuatu yang bernilai dan berharga. [1] Istilah Tsiql Ashgar digunakan dalam sabda Rasulullah saw dan para Imam dengan arti Ahlulbait as:

Hadis Tsaqalain

Dalam hadis Tsaqalain, Rasulullah saw bersabda:

"Sesungguhnya aku telah tinggalkan kepada kalian tsaqalain (dua peninggalan yang sangat berharga), yang salah satu dari keduanya lebih besar daripada yang lain. Adapun yang lebih besar adalah Kitabullah dan yang lebih kecil adalah itrahku, yakni Ahlulbaitku. Jagalah kehormatanku tentang mereka, dimana apabila kalian berpegang teguh kepada mereka, maka kalian tidak akan pernah tersesat." [2]

Khutbah Ghadir

Dalam khutbah al-Ghadir, Rasulullah saw bersabda:

"Wahai manusia, sesungguhnya aku tinggalkan di tengah-tengah kalian dua hal mulia yang jika kalian berpegang teguh kepada keduanya maka kalian tidak akan tersesat. Hadirin berkata, apa dua perkara tersebut? Beliau berkata, Tsiql Akbar adalah Kitabullah (Alquran) dan Tsiql Asghar adalah itrah dan Ahlulbaitku dan dua hal ini tidak akan pernah terpisah sampai kalian menemuiku di Telaga al-Kautsar (Haudh al-Kautsar)." [3]

Ucapan Imam Ali as

Imam Ali mengisyaratkan dua kali akan hal ini:

  • Dalam mensifati dirinya, beliau berkata: "Aku telah beramal atas Tsiql Akbar, yakni Alquran dan aku tinggalkan di tengah kalian Tsiql Asghar.” [4]
  • Dalam pesan kepada Kumail beliau juga berkata: "Wahai Kumail! Kami adalah Tsiql Asghar dan Alquran adalah Tsiql Akbar. Tsiql Akbar adalah saksi Tsiql Asghar dan Tsiql Asghar adalah saksi dan bukti Tsiql Akbar. Setiap satu darinya, masing-masing adalah keniscayaan bagi yang lainnya dan keduanya tidak akan terpisah sehingga mereka bertemu menghadap Allah swt dan menghukum antara kedua Tsiql tersebut dan hamba-hamba-Nya." [5]

Hikmah Penyifatan dengan Tsiql Asghar

Menurut keyakinan Syiah, Alquran adalah firman Allah swt dan tolok ukur kebenaran, sedangkan Rasulullah dan Ahlulbait diutus untuk menyampaikan, menjelaskan, menafsirkan dan menerangkan Alquran.

Dengan demikian, Alquran adalah pokok dan Tsiql Akbar sementara Ahlulbait adalah penjelas dan penerang serta Tsiql Asghar. Abdullah Jawadi Amuli terkait alasan penamaan itrah dengan Tsiql Asghar menuliskan sebagai berikut:

"Itrah yang suci kendati dari aspek makam spiritual dan alam batin, menurut para pemuka agama seperti pemilik Jawahir dan Kasyf al-Ghitha tidaklah kurang dari Alquran dan ucapan Amirul Mukminin, "Tuhan tidak memiliki tanda yang lebih besar dariku" [6] juga menjadi bukti akan klaim ini, namun dari aspek alam nyata dan dalam ajaran agama, Alquran adalah Tsiql Akbar dan mereka Ahlulbait adalah Tsiql Asghar. Di alam ini, mereka juga mengorbankan tubuh mereka untuk menjaga Alquran.” [7]

Terkait hal ini, sebagian kontemporer menulis sebagai berikut:

"Ucapan Rasulullah saw ini melihat pada pemahaman manusia. Alquran bagi para audien Nabi, dari aspek pemahaman, lebih besar dari Ahlulbait as, karena Alquran adalah kitab yang "shamit" (diam) dan Ahlulbiat adalah kitab Allah yang "natiq" (berbicara). Menjadi lebih besar dan lebih kecil untuk Alquran dan Ahlulbait as berkaitan dengan satu sama lain bukan melihat tentang esensi dari dua perkara ini. Demikian juga, berat Alquran dan Ahlulbait as sehubungan dengan audien, begitu juga sebutan lebih besar dan lebih kecil dua hal tersebut juga berkaian dengan audien, bukan tentang esensi mulia keduanya." [8]

Lihat Juga

Catatan Kaki

  1. Ibnu Mandzur, Lisan al-Arab, jld. 2, hlm. 112; Fairuzabadi, al-Qamus al-Muhit, jld. 3, hlm. 468; Husseini Dashti, Ma'arif wa Ma’arif, jld, 4, hlm. 15.
  2. Ayasyi, Tafsir al-Ayasyi, jld. 1, hlm. 5.
  3. Ya'qubi, Tarikh Ya'qubi, jld. 2, hlm. 112.
  4. Nahjul Balaghah, khutbah 87.
  5. Majlisi, Bihār al-Anwār, jld. 74, hlm. 375.
  6. Shaffar, Bashair al-Darajat, hlm, 97.
  7. Jawadi Amuli, Tasnim, jld. 1, hlm. 76.
  8. Makalah kenapa Alquran dinamakan dengan Tsiql Akbar dan Ahlulbait dengan Tsiql Asghar.

Daftar Pustaka

  • Ayasyi, Muhammad bin Mas'ud. Tafsir al-Ayasyi.Riset. Sayyid Hasyim Rasuli Mahallati. Tehran: Cet. Ilmiah, 1380 H.
  • Bahrani, Ibnu Maitsam. Syarh Nahjul Balaghah. Qom: cet. Haidari, 1404 H.
  • Fairuzabadi. Al-Qamus al-Muhith.Beirut: Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1412 H.
  • Husaini Dashti, Sayyid Mustafa. Ma'arif wa Ma'arif Dairat al-Ma'arif Jami' Islami.Tehran: Muassasah Farhanggi Araheh, 1379 HS.
  • Ibnu Mandzur, Muhammad bin Mukarram. Lisan al-Arab. Beirut: Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1411 H.
  • Jawadi Amuli, Abdullah. Tasnim. Qom: Markas Nasyr Isra', 1385 HS.
  • Khui, Mirza Habibullah. Minhaj al-Bara'ah fi Syarh Nahjul Balaghah. Editor Sayyid Ibrahim Miyanji. Teheran: Maktabah al-Islamiyyah, 1400 H.
  • Majlisi, Muhammad Bagir. Bihar al-Anwar. Tehran: Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1390 H.
  • Ya’qubi, Ahmad. Tarikh Ya'qubi. Beirut: Dar Shadir, tanpa tahun.