Prioritas: b, Kualitas: a

Kumail bin Ziyad

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Sahabat Imam
Kumail bin Ziyad
کمیل بن زیاد.jpg
Makam Kumail bin Ziyad di Kufah, Irak
Nama Lengkap Kumayl bin Ziyad bin Nahik al-Nakha'i al-Shuhbani al-Kufi
Sahabat dari Imam Ali asImam Hasan as
Garis keturunan Kabilah Nakha'
Tempat Tinggal Kufah
Wafat/Syahadah 82 H/701-2
Penyebab
Wafat / Syahadah
Dibunuh atas perintah Hajjaj bin Yusuf
Tempat dimakamkan Kufah
Aktivitas Wali kota Hit • Berpartisipasi dalam Perang Shiffin


Kumail bin Ziyad bin al-Nahik al-Nakha'i al-Shuhbani al-Kufi (Bahasa Arab:کُمَیل بن زِیاد بن نَهِیک النَخَعي الصُهباني الکوفي ) termasuk dari tabi'in dan sahabat terkemuka Imam Ali as dan Imam Husain as. Dia orang pertama yang mengusulkan penurunan Utsman dan pengangkatan Ali as sebagai khalifah. Pada masa pemerintahan Imam Ali as ia menjadi gubernur kota Hit [1]. Ketika pasukan Muawiyah merebut kota Hit, Imam Ali as menyalahkan Kumail akibat keteledorannya dalam mempertahankan kota itu. Dalam referensi-referensi Syi'ah banyak riwayat-riwayat yang dinukil darinya yang mana Doa Kumail adalah riwayat termasyhur darinya, namun dalam sumber-sumber Ahlusunnah dia tergolong dari para rawi yang sedikit meriwayatkan hadis dan terkadang dicela. Ia dikenang sebagai orang yang berada di barisan orang-orang yang sangat zuhud (zuhhād) dan banyak beribadah (ubbād).

Nasab dan Keluarga

Kumail adalah putra Ziyad bin Nahik dari suku Nakha'. Rasulullah saw berkenaan dengan suku Nakha' bersabda: "Ya Allah berkahilah suku Nakha'".[2] Muhammad Dasyti menyebutkan Haris bin Ziyad, pembunuh anak-anak kecil Muslim dan pendukung Ubaidillah bin Ziyad, sebagai saudara Kumail. [3]

Dalam sumber-sumber historis tidak disebutkan tahun lahirnya Kumail, namun Zirikli menuliskan bahwa ia lahir tahun 12 H.[4]

Periode Imam Ali as

Kumail tergolong dari Tabi'in dan sahabat khusus Imam Ali as dan Imam Husain as. [5] Dia termasuk orang-orang Syi'ah yang diawal kekhilafahan Imam Ali as berbaiat kepada beliau dan ikut serta dalam peperangan-peperangannya seperti perang Shiffin. [6] Ia juga penjaga rahasi Amirul Mukminin as. [7]

Dia dan Amr bin Zurarah, anak dari Qais Nakha'i termasuk dari orang-orang yang pertama mengusulkan penurunan Usman dan pengangkatan Imam Ali as Ali as. [8] Kumail termasuk dari sepuluh orang yang di zaman Usman diasingkan dari Kufah ke Syam.[9]

Pejabat Imam Ali as

Pada pemerintahan Imam Ali as ia menjabat sebagai gubernur kota Hit di pinggiran Bagdad. [10]

Sewaktu Kumail dikabarkan bahwa Muawiyah yang dipimpin oleh Sufyan bin Auf ingin menyerang kota Hit, dengan anggapan bahwa mereka ada di Qerqesa, tanpa izin Imam Ali as ia menaruk 50 prajurit bersenjata di kotanya dan dia sendiri beserta para pendukungnya bergerak menuju ke Qerqesa. Pasukan Muawiyah memanfaatkan kesempatan ini dan menyerang kota Hit. Imam Ali as dalam sepucuk surat yang dilayangkan mencela Kumail lantaran perbuatan ini. [11] Surat ini dengan nomer 61 tercatat dalam Nahjul Balaghah. [12]

Setelah syahadah Imam Ali as, ia bergabung dalam barisan sahabat-sahabat Imam Hasan Mujtaba as. [13]

Riwayat

Kumail meriwayatkan hadis dari Imam Ali as, Umar, Ibnu Mas'ud dan yang lain.Abdurrahman bin 'Abis, Abu Ishak Sabi'i, A'masy dan yang lain meriwayatkan hadis darinya (Kumail). [14]

Dalam referensi-referensi Syi'ah banyak hadis yang dinukil darinya, namun Ahlusunnah mayakini sedikit hadis yang dinukil darinya. Ibnu Hibban dan Ibnu Mu'in menyakini Kumail sebagai orang yang dipercaya (tsiqah) namun disebagian sumber-sumber Ahlusunnah dicel dan riwayat-riwayatnya tidak dapat dijadikan sandaran. [15]

Doa Kumail

Kumail meriwayatkan doa nabi Khidr ini dari Imam Ali as. Karena ia belajar dan meriwayatkan doa ini dari Imam Ali as maka terkenal dengan Doa Kumail.

Pada sebagian referensi-referensi Syi'ah ada beberapa wasiat Imam Ali as dinukil darinya [16] yang ringkasannya dimuat dalam kitab Tuhaf al-'Uqul. [17]

Syahadah

Imam Ali as mengetahui tentang terbunuhnya Kumail. [18] Mayoritas sejarawan menyebutkan wafatnya Kumail terjadi pada tahun 82 H. [19] Tetapi Thabari [20] meyakininya tahun 83 dan Asqalani sesuai penukilan Yahya bin Mu'in menyakini tahun 88. [21] Ia meninggal dunia pada umur 70 tahun. [22]

Dia terbunuh atas perintah Hajjaj bin Yusuf Tsaqafi [23]. Ketika Hajjaj memanggil Kumail, ia sembunyi, namun ketika Hajjaj menekan kabilah dan keluarganya, Kumail menyerahkan diri kepadanya. Dan setelah terjadi dialog diantara keduanya, Hajjaj mengeluarkan perintah supaya ia dibunuh. [24] Kuburnya berada di jalan Najaf menuju Kufah di daerah Tsawwaih (Hay al-Hannanah) dekat masjid Hannanah. [25]

Catatan Kaki

  1. Hit adalah salah satu kota perbatasan antara Irak dan Syam di pinggir sungai Efrat yang sekarang menjadi bagian dari provinsi Ramadi, yang darinya rombongan-rombongan bergerak menuju Halab. Hit adalah kota subur dan mempunyai pagar tembok kokoh.
  2. Asad al-Ghābah, jld. 1, hlm. 75; al-Thabaqāt al-Kubrā, jld. 1, hlm. 261
  3. Muhammad Dasyti, hlm. 599, catatan kaki surat no. 61
  4. Zarikili, jld. 5, hlm. 234.
  5. Quthb Rawandi, Minhāj al-Barā'ah, jld. 1, hlm. 219; Mufid, Ikhtishāsh, hlm. 7.
  6. Al-Ishābah, jld. 5, hlm. 486; Thabaqāt Ibn Sa'ad, jld. 6, hlm. 217; Mufid, Ikhtishāsh, hlm. 108
  7. Husaini Zubaidi, Tāj al-'Arus(1414 H), jld. 15, hlm. 668.
  8. Ansāb al-Asyraf, jld. 5, hlm. 517
  9. Tārikh al-Thabari/terjemah, jld. 6, hlm. 2195 , 2199
  10. Muhammad Dasyti, hlm. 591.
  11. Ansāb al-Asyraf, jld.2, hlm. 473.
  12. Muhammad Dasyti, hlm. 599 (surat no. 61).
  13. Syaikh Thusi, hlm. 97. 486.
  14. Al-Ishābah, jld. 5, hlm. 486.
  15. Al-Ansāb, jld. 13, hlm. 68.
  16. Wasāil al-Syi'ah, jld. 5, hlm. 354; Bihār al-Anwār, jld. 1, hlm. 187, 189, 223, dan 258; jld. 2, hlm. 298; jld. 23, hlm. 44, 47- 48; jld. 33, hlm. 399; jld. 58, hlm. 84; jld. 63, hlm. 424-425; jld. 71, hlm. 314-319; jld. 74, hlm. 276, 271, 278; jld. 74, hlm. 714; jld. 74, hlm. 414; jld. 75, hlm. 75; jld. 80, hlm. 284; jld. 81, hlm. 229
  17. Tuhaf al-'Uqul, hlm. 171-176.
  18. Bihar al-Anwār, jld. 41, hlm. 316; al-Manāqib, jld. 2, hlm. 271.
  19. Al-Ishābah, jld. 5, hlm. 486; Tarikh Khalifah, hlm. 182; Dzahabi, Tarikh al-Islam, jld. 6, hlm. 177
  20. Thabari, jld. 8, hlm. 3716
  21. Tahdzib al-Tahdzib, jld. 8, hlm. 402.
  22. Al-Ishābah, jld. 5, hlm. 486.
  23. Al-Ishābah, jld. 5, hlm. 486.
  24. Al-Ishābah, jld. 5, hlm. 486.
  25. Alawi, Rahnamāye Mushawwar Safare Ziyārati-e Iraq, hlm. 145.

Daftar Pustaka

  • Ibnu Hajar Asqalani, al-Ishābah fi Tamyiz al-Shahābah, riset: Adil Ahmad Abdul Maujud dan Ali Muhammad Muawwadh, Bairut, Dār al-Kutub al-Ilmiyah, cet. 1, 1415 H/ 1995 M.
  • Ibnu Syahr Āsyub Mozandarani, Manāqib Āle Abi Thālib, Muassasah Intisyārāte Allamah, Qom, 1379 H.
  • Abu Sa'id Abdulkarim bin Muhammad bin Mansur Tamimi Sam'ani, al-Ansāb, riset: Abdurrahman bin Yahya Muallimi Yamani, Haidarabad, Majlis Dāirah al-Ma'ārif al-Utsmaniyah, 1382 H/ 1962 M.
  • Hasan bin Syu'bah Harrani, Tuhaf al-'Uqul, satu jilid, Intisyārat Jami'ah Mudarrisin, Qom, 1404 H.
  • Zirikili, Khairuddin, al-A'lām Qamus Tarājum Li Asyhār al-Rijāl wa al-Nisa' min al-Arab wa al-Mustaghribin wa al-Mustasyriqin, Bairut, Dār al-Ilm li al-Malāyin, cet. 8. 1989 M.