Kullu Yaumin 'Asyura

Prioritas: b, Kualitas: b
tanpa foto
Dari wikishia

Kullu Yaumin 'Asyura wa Kullu Ardhin Karbala (bahasa Arab: کُلُّ یَومٍ عاشورا و کُلُّ أرضٍ کَربَلا )Artinya "Setiap Hari adalah Asyura dan Setiap Bumi adalah Karbala" adalah Ungkapan terkenal yang dinisbahkan kepada Imam Shadiq as dan beberapa ulama juga menggunakannya dalam ceramah-ceramah mereka. Menurut beberapa penelaah, kalimat ini tidak disebutkan sama sekali dalam satu sumber rujukan hadis Syiah.

Asal Usul

Tidak diketahui siapa yang pertama kali menggunakan ungkapan ini, Muhammad bin Sa'id Shanhaji Bushiri telah menggunakan ungkapan "setiap hari dan setiap tanah adalah dua karb yaitu Karbala dan Asyura" dalam syairnya yang dikenal sebagai Hamziyah.[1] Ali Syari'ati dalam bukunya "Husain Pewaris Adam" menisbahkan ungkapan itu kepada Imam Sadiq as.[2] ungkapan ini, juga telah digunakan dalam ceramah beberapa ulama pada periode belakangan ini. Imam Khomeini menggunakan ungkapan ini dalam ceramah dan surat-suratnya.[3] Ayatullah Khamenei juga telah menggunakan ungkapan ini dalam ceramah-ceramahnya dan tidak menganggapnya sebagai hadis.[4] Sama halnya seperti Murtadha Muthahari juga menggunakan ungkapan ini dan tidak menyebutkan apakah itu hadis atau bukan.[5]

Sumber Rujukan

Beberapa penelaah percaya bahwa ungkapan ini tidak hanya tidak ditemukan dalam hadis, tetapi juga bertentangan dengan keyakinan Syiah, karena tidak ada tanah yang lebih bernilai dari Karbala dan tidak ada hari yang dapat dibandingkan dengan hari Asyura.[6] Oleh karena itu, mereka berasumsi bahwa ungkapan ini berasal dari Zaidiyah karena tidak dapat dinisbahkan kepada Syiah Dua Belas Imam.[7]

Penafsiran

Dalam ceramah-ceramahya, Imam Khomeini tidak menganggap makna dari kalimat ini sebagai keharusan untuk selalu menangisi musibah Imam Husain as; Sebaliknya, beliau percaya bahwa kalimat ini menjelaskan keharusan untuk berjuang terus-menerus melawan kezaliman,[8] meskipun beliau telah memaparkan interpretasi lain dalam beberapa kasus.[9] Dalam menjelaskan kemenangan sesungguhnya Imam Husain as dalam peristiwa Asyura, Muthahari mengatakan bahwa gerakan ini selalu mendapatkan kemenangan baru dan makna "setiap hari adalah Asyura" adalah bahwa setiap hari atas nama Imam Husain as, penindasan dan kebatilan diperangi, kebenaran dan keadilan dihidupkan kembali.[10] Ayatullah Khamenei juga mengartikan ungkapan ini sebagai berikut bahwa “di setiap masa, manusia memiliki peran, jika mereka memainkan peran itu dengan benar, tepat dan pada waktunya, maka semuanya akan teratur, bangsa akan tumbuh, dan umat manusia akan berkembang.” [11]

Catatan Kaki

  1. Qathifi, al-Rasail al-Ahmadiah, jld. 2, hlm. 273; Amin, A'yan al-Syiah, jld. 1, hlm. 652
  2. Syari'ati, Husainun Waritsa Adam, hlm. 49
  3. Imam Khomeini, Sahifeye Emam, jld. 9, hlm. 445, jld. 10, hlm. 10, 122, 191, 315, jld. 16, hlm. 151
  4. Bayanat dar Marasim-e Musytarak-e Danesh Amukhtegi-e Danesyjuyan Danesygah-e Emam-e Husain (as) Site Ayatullah Khamenei
  5. Muthahari, Majmueye Asar, jld. 3, hlm. 434
  6. Shihhati Sardrudi, Can Hadis-e Ma'ruf Darbareye Asyura, hlm. 136-137
  7. Shihhati Sardrudi, Bazkhani-e Can Hadis-e Masyhur Darbareye Asyura Site Markaz Ta'limat-e Islami Washington
  8. Imam Khomeni, Sahifeye Emam, jld. 9, hlm. 445, jld. 10, hlm. 19, 122, 315
  9. Imam Khomeini, Sahifeye Emam, jld. 10, hlm. 191, jld. 16, hlm. 151
  10. Muthahari, Haq va Bathil, Majmueye Asar, jld. 3, hlm. 434
  11. Bayanat dar Marasim-e Musytarak-e Danesh Amukhtegi-e Danesyjuyan Danesygah-e Emam-e Husain (as) Site Ayatullah Khamenei

Daftar Pustaka

  • Amin. A'yan al-Syiah. Riset: Hasan Amin. Beirut: Dar al-Ta'arif li al-Mathbu'at, tanpa tahun
  • Imam Khomeini, Sayid Ruhullah. Sahifeye Emam. Daftar Maqam-e Muazam-e Rahbari Yayasan Tandzim va Nashr Asar-e Emam Khomeini. Site kantor Muazam-e Rahbari
  • Muthahari, Murthada. Nabard-e Haq va Bathil (Dar Majmueye Asar jild-e 3). Teheran: Penerbit Shadra
  • Qathifi, Ahmad Ali Tha'an. al-Rasail al-Ahmadiah. Riset: Dar al-Musthafa li Ihya al-Turats. Cetakan Amin, tanpa tempat, 1419 HS
  • Shahhiti sardrudi, Muhmmad. Can Hadis-e Ma'ruf Darboreye Asyura. Dalam majalah Ulum-e Hadis, vol: 26
  • Syari'ati, Ali. Husainun Waritsa Adam (Majmueye Asar no. 19). Teheran: Penerbit Qalam, 1380