tanpa prioritas, kualitas: c

Peristiwa Asyura (menurut data statistik)

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari

Peristiwa Asyura (bahasa Arab: واقعة عاشوراء) adalah pertempuran antara pasukan Imam Husain as dan pasukan Yazid bin Muawiyah yang dikomandani oleh Umar bin Sa'ad. Pertempuran ini terjadi pada hari ke-10 bulan Muharram tahun 61 H/681 di Karbala. Akibat dari pertempuran itu, Imam Husain as, keluarga dan para penolong setianya gugur syahid. Orang-orang yang selamat, perempuan-perempuan dan anak-anak, ditangkap dan dibawa ke Kufah dan Syam. Kejadian ini sangat penting bagi kaum Syiah dan mereka setiap tahun di semua tempat mengadakan acara duka dengan mengingat keutamaan-keutamaan Imam Husain as dan para syahid Karbala.

Jumlah Surat Masyarakat Kufah kepada Imam Husain as

Para ahli sejarah menuliskan surat yang sampai kepada Imam Husain as di Mekkah dalam jumlah yang berbeda-beda:

  • Sekelompok orang menuliskan 150 surat dimana setiap surat mencakupi satu, dua atau 4 orang.[1]
  • Thabari berpendapat surat yang sampai kepada Imam Husain as sebanyak 50. [2]
  • Baladzuri berpendapat ada 50 surat.[3]
  • Ibnu Sa'ad berpendapat jumlah penulis surat 18 ribu orang. [4]

Dalam menyimpulkan pandangan sejarawan tentang hal ini, tampaknya jumlah 150 surat lebih mendekati kenyataan atas dasar banyaknya orang-orang yang meyakini hal itu dan sumber-sumber rujukan yang klasik.

Di Kufah

Orang-orang yang Membaiat Muslim

Jumlah masyarakat Kufah yang membaiat Muslim bin Aqil juga dinukilkan secara berbeda-beda:

  • Sangat banyak sumber-sumber referensi yang mengatakan bahwa jumlah orang yang membaiat Muslim adalah 18 ribu orang.[5]
  • Sebagian menuliskan 12 ribu orang. [6]
  • Pada hadis yang dinukil oleh Imam Baqir as jumlah orang yang membaiat Muslim adalah 2 ribu orang. [7]
  • Ibnu A'tsam dan Al-Khawarizmi menulis 20 ribu orang. [8]
  • Ibnu Syahr Asyub mencatat 25 ribu orang. [9]
  • Ibnu Qutaibah dan Ibnu Abdurabah lebih dari 30 ribu orang. [10]
  • Ibnu 'Asakir dan Ibnu Nama Hilli melaporkan (ditempat lain menurut nukilan Sya'bi) 40 ribu orang. [11]

Pada sebuah laporan, Zaid bin Ali dalam menjawab pertanyaan Salmah bin Kuhail, jumlah orang-orang Kufah yang membaiat kakeknya, Imam Husain as sebanyak 80 ribu orang. [12] Nampaknya jumlah ini mendekati dengan orang-orang yang mengumumkan kesiapan diri untuk bertempur melawan pasukan Yazid. Laporan Thabari dari Abu Mikhnaf yang melaporkan 18 ribu orang memiliki kebenaran yang lebih banyak, khususnya hal itu juga merupakan referensi klasik sehingga membuat laporan ini lebih bisa diterima.

Warga Kufah yang bersiap Perang

Pada sebagian laporan ditulis bahwa jumlah masyarakat Kufah yang siap berperang melawan pasukan Yazid adalah 100 ribu orang. [13]

Orang-orang yang Mengadakan Perlawanan bersama Muslim bin Aqil

Abul Faraj Isfahani menulis: "Ketika Muslim keluar, masyarakat Kufah mengelilingi Muslim hingga masjid dan gang-gang Kufah penuh". [14]

  • Ibnu Sa'ad Dzahabi: "Orang-orang yang menyertai Muslim dalam perlawanan di Kufah adalah 400 orang". [15]
  • Thabari dan Syaikh Mufid: 4 ribu orang. [16]
  • Ibnu A'tsam, Mas'udi dan Al-Khawarizmi: 18 ribu atau lebih. [17]
  • Ibnu Syahr Asyub, 8 ribu orang. [18]
  • Ibnu Hajar Asqalani menulis 40 ribu orang. [19]

Laporan Thabari dari Abu Mikhnaf dan Syaikh Mufid, yaitu 4 ribu orang lebih bisa dipercaya.

Pengepung Muslim

Dalam peristiwa ditangkapnya Muslim oleh pasukan pemerintah Kufah, sebagian sumber menulis orang-orang yang bertanggung jawab untuk menangkap Muslim adalah 60 atau 70 orang[20] dan menurut sebagian sumber rujukan yang lain 100 orang[21] atau 300 orang.[22]

Durasi Perlawanan Imam Husain

Perlawanan Imam Husain as dimulai semenjak hari ketika Imam Husain as tidak bersedia memberi baiat kepada Yazid hingga hari Asyura yaitu dalam rentang waktu selama 175 hari. Selama masa itu, 12 hari berada di Madinah, 4 bulan 10 hari di Mekah dan 23 hari berada di perjalanan antara Mekah hingga Karbala dan 8 hari berada di Karbala (tanggal 2 hingga [10 Muharram]]).

Jumlah Rumah yang disinggahi

Imam Husain as untuk sampai hingga Karbala singgah di 18 rumah antara Mekah hingga Kufah (kira-kira 430 km). Jarak antara dua tempat persinggahan itu antara 3 hingga 5 farsakh (16 hingga 27 km).

Jumlah Sahabat Imam Husain as

Sayangnya, tidak ada metode yang akurat untuk mengetahui jumlah secara pasti tentang penolong Imam Husain as. Sumber-sumber dokumen dan sumber-sumber pertama yaitu orang-orang yang menyaksikan dengan mata kepala sendiri tidak mencatat secara teratur dan tidak mengikuti kaedah-kaedah tertentu dalam menulis jumlah penolong Imam Husain dan dalam melakukan pencatatan terhadap nama orang-orang yang terlibat dalam sejarah dan kejadian itu. Kadang-kadang seseorang ditulis dengan berdasarkan kriteria yang bermacam-macam seperti: nama, julukan, nama ayah, nama ibu, warna kulitnya yang gelap, silsilah keluarga. Dari sisi lain, jumlah penolong Imam Husain as dalam semua tahapan perlawanan tidak dicatat. Dengan memperhatikan apa-apa yang telah dijelaskan, supaya laporan mengenai jumlah sahabat Imam Husain as menjadi sebuah laporan yang jelas, maka akan dibagi menjadi 4 tahapan zaman dan tempat semenjak tahapan perlawanan dimulai:

Keluar dari Madinah

Sangat banyak dari literatur-literatur yang ada, tidak memberitakan tentang jumlah sahabat-sahabat yang menyertai Imam Husain as. [23] Jumlah yang ada dalam kaitannya dengan hal ini hanya riwayat yang berasal dari Imam Shadiq as tentang jumlah penolong dan Ahlul Bait as yang menyertai Imam Husain as, yaitu sebanyak 21 orang. [24]

Keluar dari Mekah

  • Ibnu Sa'ad menulis jumlah orang-orang yang menyertai Imam Husain as sebanyak 60 orang dan 19 orang berasal dari Bani Hasyim (perempuan, laki-laki dan anak-anak). [25]
  • Ibnu 'Asakir dan Ibnu Katsir dalam laporannya tidak menuliskan jumlah Ahlul Bait as secara jelas, namun jumlah penolong Imam Husain as adalah 60 orang yang berasal dari Kufah. [26]
  • Ibnu Qutaibah Dainawari dan Ibnu Abdu Rabah menulis berdasarkan nukilan dari perkataan Muslim bin Aqil ketika ia gugur sebagai syahid (bertepatan dengan zaman keluarnya Imam Husain as dari Mekah) bahwa orang-orang yang menyertai Imam Husain as, baik laki-laki maupun perempuannya adalah 90 orang. [27]
  • Ibnu A'tsam, Al-Khawarizmi, Muhammad bin Thalhah Syafi'i, Arbili dan Ibnu Sabagh Maliki menulis orang-orang yang menyertai Imam Husain as ketika beliau keluar dari Mekah adalah 82 orang. [28]
  • Ibnu Katsir ditempat lainnya menulis bahwa orang-orang yang menyertai Imam Husain as ketika keluar dari Mekah adalah 300 orang.[29]

Di Karbala

  • Ammar Dehnawi menukil dari Imam Baqir as menulis bahwa penolong Imam Husain as ketika memasuki Karbala adalah 145 (45 orang penunggang kuda dan 100 orang pejalan kaki). [30]
  • Sebagian sejarawan menulis 89 orang, dengan penjelasan sebagai berikut: 50 orang adalah sahabat Imam, 20 orang pasukan musuh (yang akhirnya bergabung dengan pasukan Imam Husain as) dan 19 orang berasal dari keluarga Ahlulbait as. [31]

Sebelumnya, sebagian mereka menuliskan bahwa jumlah penunggang kuda menuju Karbala adalah 32 orang. [32]

  • Ya'qubi melaporkan bahwa jumlah sahabat dan Ahlul Bait as Imam adalah 62 atau 72 orang.[33]
  • Mas'udi satu-satunya orang yang menuliskan bahwa jumlah sahabat Imam Husain as ketika memasuki Karbala bersamaan dengan pasukan Hur sebanyak 500 penunggang kuda dan kira-kira sebanyak 100 orang pejalan kaki. [34]
  • Ibnu Syahr Asyub menulis jumlah penolong Imam Husain as di Karbala sebelum Tragedi Asyura adalah 82 orang. [35]
  • Ibnu Abar Balansi[36] menulis lebih dari 70 penunggang kuda dan 70 orang pejalan kaki. [37]

Dari laporan-laporan lainnya yang ada, bisa disimpulkan bahwa penolong Imam Husain as adalah antara 70 hingga 90 orang.

Hari Asyura

  • Yang paling terkenal dan paling banyak nukilan tentang jumlah sahabat Imam Husain as pada hari Asyura adalah 72 sahabat. Dzahak bin Abdullah Masyriqi menulis penolong Imam Husain as pada hari Asyura adalah 72 orang (32 orang penunggang kuda dan 40 pejalan kaki). [38]
  • Laporan Hashin bin Abdurahman dari Sa'ad bin Ubaidah bahwa pasukan Imam Husain as hampir berjumlah 100 orang. [39]
  • Thabari menukil dari Abu Mikhnaf dari perkataan Zaid bin Ali menulis bahwa penolong Imam Husain as adalah 300 orang. [40]
  • Qadhi Nu'man Maghribi menulis kurang dari 70 orang. [41]
  • Mas'udi penulis kitab Itsbat al-Washiyah menulis sebanyak 61 orang. [42]
  • Al-Khawarizmi berdasarkan sebuah riwayat menulis bahwa penolong Imam Husain as pada hari Asyura adalah 114 orang. [43]
  • Sabath bin Jauzi, 145 orang (45 orang penunggang kuda dan 100 orang pejalan kaki. [44]
  • Ibnu Hajar Haitami (w. 974 H/1566) menulis lebih dari 80 orang. [45]

Laporan jumlah penolong Imam Husain as pada hari Asyura sebanyak 72 orang dari sisi keklasikan referensi dan validnya sumber dan juga banyaknya yang menukilkannya, lebih bisa dipercaya.

Jumlah Pasukan Umar bin Sa'ad

Jumlah Pasukan

  • Sebagian sumber rujukan menulis nama komandan pasukan musuh beserta dengan jumlah anak buahnya adalah 22 orang. [46]
  • Syaikh Shaduq menuliskan berdasarkan dua riwayat yang berasal dari Imam Shadiq as jumlah pasukan Umar bin Sa'ad adalah 30 ribu orang. [47]
  • Mas'udi, penulis kitab Itsbat al-Washiyah melaporkan 28 ribu orang. [48]
  • Thabari Syi'i melaporkan 14 ribu orang. [49]
  • Ibnu Syahr Asyub 35 ribu orang, namun ketika ia menuliskan nama komadan setiap bagian, jumlah orang-orang yang berada dibawah satuannya adalah 25 ribu orang. [50] [51]
  • Sibth bin Jauzi menulis 6 ribu orang
  • Laporan lain menyebutkan jumlah pasukan musuh hingga hari ke-6 Muharram adalah 20 ribu orang. [52]
  • Ibnu 'Anbah melaporkan 31 ribu orang. [53]
  • Mulla Husain Kasyifi juga melaporkan sebanyak 32 ribu orang dan 17 ribu orang. [54]

Nampaknya, laporan yang bisa diterima dalam hal ini adalah riwayat dari Syaikh Shaduq yang menukil dari Imam Shadiq as dan Imam Sajjad as yaitu 30 ribu orang.

Jumlah Orang-orang yang Terbunuh

Syaikh Shaduq (w. 381 H/991) dan orang-orang yang mengikuti pendapatnya yaitu Muhammad bin Fattal Naisyaburi (w. 508 H/1114) jumlah orang-orang yang terbunuh dari pihak musuh oleh penolong Imam Husain as adalah:

Berdasarkan laporan ini, jumlah pihak musuh yang terbunuh oleh sebagian penolong Imam Husain as adalah 225 atau 226 orang. Ibnu Syahr Asyub menulis jumlah pihak musuh lebih banyak dari pada yang ditulis oleh Syaikh Sahduq, sebagai contoh, Ibnu Syahr Asyub melaporkan pihak musuh yang terbunuh oleh sahabat-sahabat Imam Husain as, adalah:

  • Hur membunuh lebih dari 40 orang
  • Habib bin Muzhahir membunuh 62 orang
  • Zuhair bin Qain membunuh 120 orang
  • Hujaj bin Masyruq membunuh 25 orang
  • 'Aun bin Abdullah bin Ja'far membunuh 21 orang
  • Ali Akbar membunuh 70 orang
  • Abdullah bin Muslim bin Aqil membunuh 98 orang. [59]

Jumlah Syahid

Sebagian penulis berusaha untuk menuliskan jumlah secara rinci syuhada Karbala, namun karena adanya keterbatasan sumber rujukan dalam melakukan penelitian, mereka tidak berhasil memberikan jumlah secara tepat tentang jumlah syuhada di Karbala.

Jumlah Keseluruhan Syuhada

  • Laporan yang paling terkenal adalah 72 orang [60]
  • Fudhail bin Zubair, sahabat Imam Shadiq as dan Imam Baqir as menulis jumlah syuhada semenjak permulaan hingga selesainya pertempuran Asyura (dengan orang-orang yang terluka kemudian akhirnya gugur sebagai syahid) adalah 106 orang (20 orang berasal dari Bani Hasyim dan 86 lainnya adalah sahabat setia Imam Husain as). [61]
  • Abu Mikhnaf bin Zubair menukil dari Zahr bin Qais jumlah syuhada (selain Imam Husain as) adalah 78 orang. [62] Namun para sejarawan yang lainnya, berdasarkan laporan dari Zahr menulis bahwa jumlah syuhada Karbala dalah 32 orang [63] dan 70 orang penunggang kuda [64] dan juga 77 orang [65] atau 82 orang [66] dan 88 orang. [67]
  • Balkhi (w. 322) dan Mas'udi melaporkan jumlah syuhada adalah 87 orang [68]
  • Sayid Muhsin al-Amin, menulis nama-nama syuhada Karbala dalam pertempuran Asyura semenjak awal hingga akhir adalah 139 orang. [69]
  • Syaikh Muhammad Mahdi Syamsuddin dengan analisa yang diberikan dalam hal ini menulis bahwa jumlah syuhada Karbala lebih dari 100 orang. [70]
  • Syaikh Dzabihullah Mahalati mengatakan, jumlah Syuhada Karbala sejak awal hingga akhir perlawanan Asyura 228 orang, meskipun jumlah tersebut di tambah dengan syahidnya Abdullah bin 'Afif saat ia menjadi tawanan Kufah. [71]
  • Penulis lainnya melaporkan jumlah syuhada Karbala adalah 182 orang semenjak permulaan hingga akhir perlawanan Karbala. [72]

Berdasarkan sumber rujukan yang paling klasik dan juga kemasyhurannya jumlah syuhada Karbala yaitu 72 orang, lebih bisa diterima dari pada pendapat lainnya.

Bani Hasyim

Laporan sumber rujukan tentang jumlah syuhada dari kalangan Bani Hasyim sangat berbeda bahkan tercatat dari 9 hingga 30 orang. Laporan termasyhur yang tercatat di literatur-literatur yang ada adalah 17 orang [73] karena nukilan ini berasal dari riwayat-riwayat yang berasal dari para Imam. Pada literatur paling klasik sumber sejarah disebutkan bahwa jumlah syuhada Bani Hasyim dengan Muslim bin Aqil dan Imam Husain as adalah 20 orang. [74] Jumlah yang berbeda-beda tentang hal ini disebutkan bahwa jumlah syuhada Bani Hasyim mulai dari 30 orang hingga 90 orang. [75] Dengan memperhatikan tentang masyhurnya laporan bahwa jumlah syuhada Bani Hasyim adalah 17 orang berdasarkan literatur terklasik dan banyaknya literatur yang menukil tentang jumlah itu, maka pendapat ini lebih bisa diterima karena jumlah ini juga terdapat pada riwayat-riwayat para Imam.

Para Ibu Syuhada

Para ibu syuhada yang hadir pada hari Asyura di Karbala dan menyaksikan syahadahnya putra-putranya adalah:

Demikian juga berdasarkan riwayat, Laila (ibunda Ali Akbar) meskipun kehadirannya tidak bisa dipastikan.

Syuhada yang belum sampai pada Umur Baligh

Di Karbala, terdapat 5 remaja yang belum baligh

  • Ali Asghar
  • Abdullah bin Hasan
  • Muhammad bin Abi Sa'id bin 'Aqil
  • Amru bin Janadah al-Anshari

Para Tawanan Perang

Dua tawanan Imam Husain as pada awalnya merupakan tawanan pihak musuh, namun pada akhirnya mereka syahid. Dua sahabat Imam Husain as itu adalah Sawar bin Mun'im dan Mun'im bin Tsamanah Shaidawi.

Sahabat Setia Imam Husain as yang Syahid setelah Kesyahidan Imam Husain as

Empat sahabat setia Imam Husain meneguk cawan syahadah setelah kesyahidan Imam Husain, mereka adalah:

  • Sa'ad bin al-Harts dan saudaranya, Abul Hautuf
  • Suyad bin Abi Matha' (yang luka parah)
  • Muhammad bin Abi Sa'id bin 'Aqil

Sahabat yang Kesyahidannya disaksikan oleh Ayahandanya

Sejumlah sahabat Imam Husain as syahid dengan disaksikan oleh ayahanda mereka:

Susunan Kabilah-kabilah Pasukan Imam Husain as

Salah seorang peneliti kontemporer, membuat daftar 140 kabilah syuhada Bani Hasyim dan lainnya, semenjak permulaan perlawanan Asyura:

  • Hasyimiyan dan Muwali mereka (termasuk Muslim bin Aqil) 36 orang
  • Asadiyan 7 orang
  • Hamdaniyan 4 orang
  • Madzhijiyan 8 orang
  • Anshar 7 orang
  • Bajaliyan dan Khats'amiyan 4 orang
  • Kandah 5 orang
  • Ghifariyan 3 orang
  • Kalbiyan 3 orang
  • Azdiyan 7 orang
  • Abadiyan 7 orang
  • Taimiyan 7 orang
  • Thaiha 2 orang
  • Tsaghliban 5 orang
  • Tamimiyan 2 orang
  • Juhaniyan 3 orang
  • Dari kabilah-kabilah lain 3 orang [76]

Para Syahid dalam Serangan Pertama

Sebagian sumber menulis jumlah syuhada dalam serangan pertama pasukan musuh lebih dari 50 orang. [77]

Jumlah Kuda yang Menginjak-Injak Badan Mulia Imam Husain as

Sebagian sejarah hanya menuliskan bahwa kuda-kuda musuh telah menginjak-injak badan suci Imam Husain as, tanpa menyebutkan jumlah kuda itu. [78] Namun sangat banyak sumber referensi yang menuliskan bahwa ada 10 kuda yang menginjak-injak badan Imam Husain as. [79]

Luka Badan Imam Husain as

Para Sejarawan menulis tentang jumlah luka yang ada pada badan Imam Husain as dengan pendapat yang berbeda-beda:

  • Dari Imam Shadiq as diriwayatkan bahwa beliau bersabda: Jumlah luka pada badan Imam Husain as adalah 33 luka tombak dan 34 pukulan pedang. [80] Pada riwayat yang lain masih dari beliau, beliau bersabda bahwa jumlah luka pada badan Imam Husan as adalah 33 luka tombak dan 44 pukulan pedang dan luka karena panah. [81] Masih dari beliau juga, di riwayat lain dituliskan bahwa badan Imam Husain as terkena lebih dari 70 tebasan pedang. [82]
  • Pada riwayat yang berasal dari Imam Sajjad as, luka yang mengenai badan Imam Husain as sebanyak 320 [83] dan pada hadis lain diberitakan badan Imam Husain as terkena 63 tebasan pedang atau tusukan tombak atau terkena anak panah. [84]
  • Pada riwayat dari Imam Sajjad as dikatakan bahwa jumlah luka pada badan Imam Husain as sebanyak 40 pukulan pedang dan dikatakan pula terkena luka tombak. [85]
  • Sebagian referensi memberitakan bahwa terdapat lebih dari 110 robekan karena terkena anak panah, tusukan tombak dan pukulan pedang atas badan Imam Husain as atau baju beliau. [86]
  • Sebuah referensi menuliskan terdapat 120 luka pada badan Imam Husain as karena pukulan pedang, terkena anak panah dan dilempar/dipukul dengan batu. [87]
  • Ibnu Sa'ad menulis terdapat luka sebanyak 33. [88]
  • Ali bin Muhamad Umari dan Ibnu 'Anbah (w. 828/1426) menulis ada 70 luka dibadan Imam Husain as. [89] Sayid Ibnu Thawus menulis 72 luka pada badan suci Imam Husain as. [90]

Nampaknya jumlah luka pada badan Imam Husain as lebih dari 100 buah. Laporan-laporan yang mengatakan bahwa badan Imam Husain as sangat banyak menderita luka dan terhujani oleh anak panah, menjadi bukti atas pendapat ini. [91]

Keluarga-Keluarga yang Hadir di Pertempuran Karbala

Sebagian penulis kontemporer menyebutkan ada tiga keluarga yang hadir di Padang Karbala: [92]

Namun penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada bukti yang bisa dipercaya tentang hadirnya keluarga Muslim bin Ausajah, meskipun sebagian sumber melaporkan kehadiran pelayan Muslim bin Ausajah di Karbala. [95]

Sahabat Nabi Muhammad saw yang Syahid

Di antara sahabat Imam Husain as, terdapat pula beberapa orang yang juga merupakan sahabat Nabi Muhammad saw. Fudhail bin Zubair menulis ada 6 orang [96] sahabat Nabi saw yang syahid di Karbala, Mas'udi menulis 4 orang [97] yang berasal dari kalangan Anshar. Sementara para penulis masa kini menulis terdapat lima orang. [98] yaitu:

Kepala yang Terpenggal

Mengenai jumlah kepala suci Syuhada Karbala yang dipenggal kepalanya oleh pasukan Umar bin Sa'ad, terdapat perbedaan dalam sumber-sumber sejarah:

  • Baladzuri, Dainawari, Thabari, Syaikh Mufid, Al-Khawarizmi dan Ibnu Nama menulis bahwa jumlah kepala yang dipenggal oleh pasukan Umar bin Sa'ad mencapai 72 tidak termasuk kepala suci Imam Husain as. [104]
  • Dainawari dalam laporannya terkait dengan pembagian kepala antara kabilah-kabilah sebanyak 75 kepala, Baladzuri dengan menukil perkataan Abu Mikhnaf, 82 kepala. [105]
  • Sabath Ibnu Jauzi menukil dari Hisyam Kalabi menulis terdapat 92 kepala. [106]
  • Sayid Ibnu Thawus dan Muhammad bin Abi Thalib Musawi melaporkan ada 78 kepala. [107]
  • Thabari dan Ibnu Syahr Asyub menukil dari Abu Mikhnaf dan Ibnu Sabagh Maliki melaporkan bahwa jumlah kepala yang diberikan kepada Ubaidillah bin Ziyad adalah 70. [108]

Nampaknya, pendapat pertama karena menukil dari sumber yang lebih klasik, memiliki kebenaran lebih kuat.

Cara-cara Pembagian Kepala-kepala

Kepala-kepala ini diambil sebagai harta rampasan perang sehingga dengan memberikan kepala-kepala itu, mereka akan mendapatkan hadiah.

Budak-budak yang Syahid

Fudhail bin Zubair menulis budak-budak Imam Husain as yang syahid ada 3 orang [109], sedangkan Ibnu Sa'ad dan Thabari melaporkan ada 2. [110] Ia juga menulis bahwa ada seorang budak Hamzah bin Abdul Mutthalib yang juga syahid. [111] Ibnu Syahr Asyub menuliskan 10 orang dari budak Imam Husain as gugur sebagai syahid di padang Karbala dan 2 orang budak lainnya adalah budak Amirul Mukminin Ali as. [112] Seorang peneliti yang lain menulis bahwa jumlah budak yang syahid di Karbala adalah 15. [113]

Orang-orang yang Terluka dari Pasukan Imam Husain as

A. Orang terluka parah namun selamat. Menurut penuturan Sejarawan, satu-satunya orang yang tetap hidup pasca peristiwa Asyura adalah Hasan bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib (Hasan Mutsanna) [114]

B. Orang yang menderita luka-luka pada akhirnya menemui kesyahidannya:

Orang-orang yang ditawan dan Selamat

Pria

Para Wanita

Ibnu Sa'ad berkata jumlah wanita Ahlul Bait as yang ditawan adalah 6 orang. [132] Qadhi Maghribi 4 orang [133] sementara menurut Abul Faraj Isfahani meyakini ada 3 wanita yang ditawan. [134] Nama-nama wanita itu adalah:

  • Putri-putri Imam Ali as
  1. Zainab [135]
  2. Fathimah [136]
  3. Ummu Kultsum [137]
  4. Ummu Hasan [138]
  • Putri-putri Imam Husain as
  1. Fatimah [139]
  2. Sukainah [140]
  3. Fatimah Sughra [141]

Para Wanita yang Berpartisipasi dalam Pergerakan Imam Husain as

  • Mariyah [144] binti Sa'ad dengan atau Munqadz 'Abadiyah, rumahnya menjadi tempat berkumpul kaum Syiah di Bashrah
  • Thau'ah [145] Ia adalah pelayan Asy'ats bin Qais yang memberikan kesempatan kepada Muslim untuk berlindung di rumahnya disaat Muslim sendirian di gang-gang kota Kufah
  • Dailam [146] atau Dalham [147] istri Zuhair bin Qain yang memberi semangat supaya suaminya bergabung dengan pasukan Imam Husain as
  • Wanita-wanita Kufah yang menyediakan baju-baju dan hijab-hijab mereka bagi tawanan Ahlul Bait as. [148]

Para Wanita yang Melakukan Protes

Semuanya ada 5 wanita yang melakukan protes keras terhadap tindakan pasukan Yazid:

  • Ummu Abdullah binti Hur Badi Kandi, istri Malik bin Nusair [149] melakukan protes kepada suaminya karena telah merampas baju perang bertopi milik Imam Husain as (burnus).
  • Shafiyah binti Abdullah bin Afif Azdi. [150] Ketika ayahnya di kepung oleh orang-orang Ibnu Ziyad, ia melakukan protes keras dan membela ayahnya.
  • Wanita dari kabilah Bani Bakr bin Wail. [151] Ia melakukan protes keras ketika pasukan musuh merampas kemah-kemah Ahlul Bait as.
  • Nawar (istri atau putri Ka'ab bin Jabir bin Amru Azadi) [152] dengan disertai oleh suaminya, ia memprotes terhadap pasukan Umar bin Sa'ad karena telah membunuh Burair bin Hudhair. Protes ini disaksikan oleh Imam Husain as.
  • Nawar (Putri Malik bin Aqrab Hadhrami, istri Khauli) [153] Ia memporotes suaminya karena membawa kepala suci Imam Husain as dan memperlihatkan ekspresi kegembiraannya karena telah berhasil membawa kepala Imam Husain as ke rumahnya.

Wanita Syahid

Di Karbala, terdapat seorang wanita yang syahid membela Imam Husain as. Wanita itu adalah Ummu Wahab, istri Abdullah bin Umair Kalabi.

Lama Perjalanan dari Karbala hingga ke Syria

Terdapat 14 tempat persinggahan antara Kufah hingga Syria yang disinggahi para tawanan Ahlul Bait as selama mereka di arak bagaikan tawanan dari Karbala hingga ke Syria.

Lama Tinggal dan Ratapan Ahlul Bait as di Syria

  • Sebagian seperti Ibnu A'tsam, Syaikh Mufid dan ulama-ulama yang mengikuti pendapat Syaikh Thabarsi dengan hanya mengatakan "beberapa hari" tentang berapa lama para tawanan Karbala tinggal di Karbala. [154]
  • Ibnu Sa'ad, Thabari, Khawara (berdasarkan nukilan Abu Mikhnaf), Ibnu 'Asakir, Sabath bin Jauzi, Ibnu Katsir, Majlisi mengatakan bahwa lama majelis duka di Syria yang diadakan oleh Ahlul Bait as dan para wanita keluarga Muawiyah adalah 3 hari. [155]
  • Qadhi Nu'man Maghribi (363 H) lama tinggal Ahlul Bait as di Syiria adalah 45 hari. [156]
  • Sayid Ibnu Thawus (w. 664) dan Majlisi (di kitab lain) menulis: Ahlulbait as tinggal di penjara Syria selama satu bulan. [157]
  • Imaduddin Thabari (w. 701) dan Majlisi (di kitab lain) menulis: Ahlul Bait as selama 7 hari meratapi syuhada Karbala. Majlisi menambahkan pada hari ke-7 Yazid setelah mengadakan konsolidasi dan menenangkan mereka, mempersiapkan tawanan Ahlul Bait as untuk kembali ke Madinah [158]

Laporan-laporan masa tinggal selama satu bulan dan juga 45 hari tidak didukung sumber-sumber referensi yang kuat karena orang-orang yang meyakini hal itu berbeda-beda. Juga dari sisi bahwa para wanita keluarga Muawiyah meratapi Ahlul Bait as dan mengakui kebenaran Ahlul Bait as semenjak hari ke-5 bersama dengn Ahlulbait Nabi saw dan mereka juga ikut meratapi Ahlul Bait as. Jadi bisa diambil kesimpulan bahwa semenjak masuknya kota Syria, tawanan Ahlulbait Nabi saw tidak tinggal lebih dari 10 hari.

Lihat Pula

Catatan Kaki

  1. Ibnu A'tsam, Kitāb al-Futuh, jld. 5, hlm. 29; Syaikh Mufid, al-Irsyād fi Ma'rifah Hujajillah ala al-'Ibād, jld. 2, hlm. 38; Ibnu Syahr Asyub, Manāqib Ali Abi Thalib, jld. 4, hlm. 98; Ibnu Jauzi, Al-Muntazham fi Tārikh al-Muluk wa al-Umam, jld. 5, hlm. 327; Khawarizmi, Maqtal al-Husain As, jld. 1, hlm. 283; Kasyf al-Ghummah, jld. 2. Hlm. 253; Muhammad Thalhah Syafi'i, Mathālib al-Su'ul fi Manāqib al-Rasul Saw, jld. 2, hlm. 146; Sayid ibnu Thawus, Al-Luhuf ala Qatli al-Thufuf, hlm. 24; Ibnu Katsir, Al-Bidāyah wa al-Nihāyah, jld. 8, hlm. 162; Ibnu Hajar 'Asqalani, Tahdzib al-Tahdzib, jld. 2, hlm. 302.
  2. Thabari, Tārikh al-Umam wa al-Muluk, jld. 4, hlm. 262. Thabari menulis: "Mereka membawa tiga dan lima puluh halaman". Namun para peneliti pada masa sekarang ini kalimat «ثلاثه» (tiga) adalah kalimat yang telah didistorsi dan aslinya adalah «مائه» (sedikit/kurang) dan laporan Thabari juga mengabarkan bahwa surat itu berjumlah 150. Bukti hal ini adalah keterangan dari Syaikh Mufid, Ibnu A'tsam, Khawarazmi dan Sabath Ibnu Jauzi yang mengatakan bahwa jumlah surat itu adalah 150, kemungkinan keterangan jumlah ini diperoleh dari Abu Mikhnaf (Muhammad Hadi Yusufi Gharawi, Waq'ah al-Thaf, hal. 93). Namun sebagaimana yang tertulis di teks itu, Baladzuri melaporkan 50 orang meskipun ia menukil dari Abu Mikhnaf. Demikian juga Sabath bin Jauzi melaporkan 150 surat yang dinukil dari Ibnu Ishaq, bukan Abu Mikhnaf (Ibid, hlm. 244).
  3. Baladzuri, Ansāb al-Asyrāf, jld. 3, hlm. 370.
  4. Muhammad bin Sa'ad, Terjemah al-Husain as wa Maqtaluhu, periset: Sayid Abdul Aziz Thabathabai, Fasl Nāmeh Turatsuna, tahun ke-3, no. 1, 1408, hlm. 147.
  5. Thabari, Tārikh al-Umam wa al-Muluk, jld. 4, hlm. 275; Abu Hanifah Dinawari, Al-Akhbār al-Thiwāl, hlm. 235; Syaikh Mufid, al-Irsyād, jld. 2, hlm. 41, Ibnu Jauzi, Ibid, jld. 5, hlm. 325; Sabath Ibnu Jauzi, Tadzkirah al-Khawāsh, jld. 2, hlm. 141; Ibnu Nama Hilli, Matsar al-Ahzān, hlm. 21; Sayid Ibnu Thawus, Al-Luhuf ala Qatli al-Thufuf, hlm. 25; Dzahabi, Sair A'lām al-Nubala, jld. 3, hlm. 299; Ibnu Unabah, 'Umdah al-Thālib fi Ansāb Ali Abi Thālib As, hlm. 191-192.
  6. Thabari, Tārikh al-Umam wa al-Muluk, jld. 4, hlm. 259 menurut nukilan Amar Dahani, Ibnu Asakir, terjemah Imam Husain as, hlm. 302; Ibnu Syahr Asyub, Manāqib Ali Abi Thalib, jld. 4, hlm. 99; Dzahabi, Sir I'lam al-Nubala, jld. 3, hlm. 306; Ahmad Hajar Haitami, Al-Shawā'iq al-Mahraqah fi Radd Ahlu Bada' wa al-Zindiqiyah, hlm. 196; Mas'udi, Muruj al-Dzahab wa Ma'ādin al-Jawāhir, jld. 3, Sabath bin Jauzi, Tadzkirah al-Khawāsh, jld. 2, hlm. 141 dituliskan bahwa terdapat 18 ribu orang menurut pendapat lain.
  7. Ibnu Abil Hadid, Syarah Nahj al-Balāghah, jld. 11, hlm. 43 Majlisi, Bihār al-Anwār, jld. 44, hlm. 68. Namun sebagian sumber mengatakan 18 ribu orang, bukan 20 ribu orang (Salim bin Qais kitab Sulaim bin Qais al-Halali, hlm. 188; Majlisi, Bihār al-Anwār jld. 27, hlm. 212). Khan Mir juga mengisyaratkan tentang pendapat ini (Ghiyāts al-Din bin Hamam al-Din Husaini (Khan Mir), Tārikh Habib al-Sir fi Akhbār Afrad Basyar, jld. 2, hlm. 42.
  8. Ibnu A'tsam, jld. 5 hlm. 40; Maqtal al-Husain As, jld. 1, hlm. 290.
  9. Ibnu Syahr Asyub, Op cit, jld. 4, hlm. 99. Ia melaporkan data ini setelah Muslim tinggal di rumah Urwah.
  10. Ibnu Qutaibah Dinawari, Al-Imāmah wa al-Siyāsah, jld. 2, hlm. 8; Ahmad bin Muhammad bin 'Abdurabbihi Andalusi, Al-'Iqd al-Farid, jld. 4, hlm. 354.
  11. Ibnu 'Asakir, Terjemah Imam Husain as, hlm. 284, Ibn Nama Hilli, Matsar al-Ahzān, hlm. 16.
  12. Thabari, ibid, jld. 5, hlm. 489 (Peristiwa tahun 121 H)
  13. Ibnu Sa'ad, Terjemah al-Husain wa Maqtalahu, hlm. 174; Baladzuri, Ansāb al-Asyrāf, jld. 3m hlm. 422; Thabari, Tārikh al-Umam wa al-Muluk, jld. 4, hlm. 294; Syaikh Mufid, al-Irsyād, jld. 2, hlm. 71, Ibnu Nama Hilli, Matsir al-Ahzān, hlm. 16; Sabath Ibnu Jauzi, Tadzkirah al-Khawāsh, jld. 3, hlm. 133; Dzahabi, Sir I'lam al-Nubala, jld. 3. Hlm. 299.
  14. Abul Faraj Isfahani, Maqātil al-Thālibin, hlm. 70-71.
  15. Ibid, hlm. 175; Dzahabi, Sair A'lām al-Nubala, jld. 3, hlm. 299.
  16. Thabari, Tārikh al-Umam wa al-Muluk, jld. 4, hlm. 26, menurut nukilan Abu Mikhnaf; Syaikh Mufid, al-Irsyād, jld. 2, hlm. 52.
  17. Ibnu A'tsam, Al-Futuh, jld. 5, hlm. 49; Khawarizmi, Maqtal al-Husain As, jld. 1, hlm. 297. Mas'udi berkata 18 ribu orang (Muruj al-Dzahab wa Ma'ādin al-Jawāhir, jld. 3, hlm. 68.
  18. Manāqib Ali Abi Thalib, jld. 4, hlm. 101.
  19. Tahdzib al-Tahdzib, jld. 2, hlm. 303.
  20. Thabari, Ibid, jld. 4, hlm. 279; Abul Faraj Isfahani, Maqātil al-Thalibin, hlm. 69; Mas'udi, Muruj al-Dzahab, jld. 3, hlm. 69; Syaikh Mufid, al-Irsyād, jld. 2, hlm. 57; Thabarsi, I'lām al-Wara bi I'lām al-Hudā, jld. 1, hlm. 443, Ibnu Nama Hilli Matsir al-Ahzān, hlm. 240. Berkata hanya 70 orang.
  21. Dinawari, Al-Akhbār al-Thiwāl, hlm. 240.
  22. Ibnu I'tsam, Ibid, jld. 5, hlm. 53.
  23. Dinawari, Al-Akhbār al-Thiwāl, hlm. 228; Thabari, Tārikh al-Umam wa al-Muluk, jld. 4, hlm. 253; Syaikh Muid, al-Irsyād, jld. 2, hlm. 34; Ibnu A'tsam, Ibid, jld. 5, hlm. 22; Fital Naisyaburi, Raudhah al-Wā'idzin, hlm. 171; Thabarsi, I'lām al-Hudā, jld. 1, hlm. 435; Khawarizmi, ibid, jld. 1, hlm. 373; Sabath Ibnu Jauzi, ibid, hlm. 236.
  24. Syaikh Mufid, al-Amāli, majelis 30, hadis 1, hlm. 217, Majlisi, Bihār al-Anwār, jld. 24, hlm. 313.
  25. Ibnu Sa'ad, ibid, hlm. 170.
  26. Ibnu 'Asakir, Terjemah Imam Husain as, hlm. 299; Ibnu Katsir, ibid, jld. 8, hlm. 178.
  27. Ibnu Qutaibah Dinawari, Al-Imāmah wa al-Siyāsah, jld. 2, hlm. 10, Ibnu 'Abduiyah, Al-'Iqd al-Farid, jld. 4, hlm. 355.
  28. Ibnu A'tsam, ibid, jld. 5, hlm. 69; Khawarizmi, Maqtal al-Husain As, jld. 1, hlm. 317; Muhammad bin Thalhah Syafi'i, Mathālib al-Soal fi Manāqib Ali al-Rasul, jld. 2, hlm. 73; Arbeli, Kasyf al-Ghumah, jld. 2, hlm. 253; Ibnu Sabbagh Maliki, al-Fushul al-Muhimmah, jld. 2, hlm. 73; Arbeli, Kasyf al-Ghumah, jld. 2, hlm. 6. Namun sumber-sumber literatur ini menyebutkan bahwa yang menyertai Imam Husain as, baik laki-laki maupun perempuan Ahlul bait as menulis jumlah ini.
  29. Ibnu Katsir, ibid, jld. 6, hlm. 259.
  30. Thabari, Tārikh al-Umam wa al-Muluk, jld. 4, hlm. 292; Yahya bin Husain bin Ismail Jarjani Syajari, al-Amāli al-Khamisiyah, jld. 1, hlm. 191-192; Sayid Ibnu Thawus, Al-Luhuf fi Qatla al-Thufuf, hlm. 60; Dzahabi, Sir I'lām al-Nubala, jld. 3, hlm. 308; Ibnu Katsir, ibid, jld. 8, hlm. 214; Ibnu Hajar 'Asqalani, al-Ashābah fi Tamiz al-Shahabah, jld. 2, hlm. 71; Ibid, Tahdzib al-Tahdzib, jld. 2, hlm. 304; Ibnu Nama, Khabar 'Amar Dahani dari Imam Baqir as terkait dengan peristiwa Asyura (Matsir al-Ahzān, hlm. 39).
  31. Ibid, hlm. 178; Ibnu 'Asakir, ibid, hlm. 329; Dzahabi, Sir I'lām al-Nubala jld. 3, hlm. 298 dan 300.
  32. Ibid, hlm. 177.
  33. Ya'qubi, Tārikh Ya'qubi, jld. 2, hlm. 243.
  34. Mas'udi, Muruj al-Dzahab, jld. 3, hlm. 71. Demikian juga Sabath bin Jauzi, ibid, jld. 2, hlm. 161; Majlisi, Bihār al-Anwār, jld. 45, hlm. 74. Menurut laporan Mas'udi, namun bukan 500 penunggang kuda melainkan 1000 penunggang kuda.
  35. Ibnu Syahr Asyub, Manāqib Ali Abi Thalib, jld. 4, hlm. 107.
  36. Balansiyah, sebuah kota yang berada di sebelah timur negara Spanyol, pada masa sekarang ini adalah kota Valensia.
  37. Ibnu Abbar, Muhammad bin Abdullah bin Abu Bakar Qadha'i, Durar al-Samath fi Khabar al-Sabbath, hlm. 104.
  38. Thabari, ibid, hlm. 320; Syaikh Mufid, ibid, jld. 2, hlm. 95. Diantara para sejarawan yang meyakini pendapat ini adalah: Baladzuri, Ansāb al-Asyrāf, jld. 3, 395; Dinawari, al-Akhbār al-Thiwāl, hlm. 256; Ibnu A'tsam, Kitāb al-Futuh, jld. 5, hlm. 101; Qadhi Nu'man Maghribi, Syarah al-Akhbār, jld.3, hlm. 155; Thabari, I'lām al-Wara bi I'lām al-Hudā, jld. 1, hlm. 457; Thabari, ibid, hlm. 320; Syaikh Mufid, ibid, jld. 2, hlm. 95. Sangat banyak ahli sejarah yang mempercayai pendapat ini: Baladzuri, Ansāb al-Asyrāf, jld. 3, 395; Dinawari, al-Akhbār al-Thiwāl, hlm. 256; Ibnu A'tsam, Kitab al-Futuh, jld. 5, hlm. 101; Qadhi Nu'man Maghribi, Syarah al-Akhbār, jld. 3, hlm. 155; Thabari, Dalāil al-Imamah, hlm. 178; Fital Nisyaburi, Raudhah al-Wa'idhin, hlm. 184; Khawarizmi, Maqtal Thabarsi, I'lam al-Wara bi A'lam al-Hudā, jld. 1, hlm. 475; Al-Husain As, jld. 2, hlm. 6; Ibnu Jauzi, A,-Muntadham, jld. 2, hlm. 6, Imaduddin Thabari, Kamil Bahai (al-Kāmil al-Bahai fi al-Saqifah), jld. 2, hlm. 281; Ibnu Katsir, jld. 8, hlm. 192.
  39. Thabari, Tārikh al-Umam wa al-Muluk, jld. 4, hlm. 295; Baladzuri, Ansāb al-Asyrāf, jld. 3, hlm. 424; Syamsuddin Dzahabai, Tārikh al-Islām, jld. 5, hlm. 15.
  40. Syamsuddin Dzahabi, jld. 5, hlm. 459 (terkait dengan kejadian tahun 121 H).
  41. Ibid, jld. 3, hlm. 154; Abu Zaid Ahmad bin Sahal Balhi, Al-Bada wa al-Tārikh, jld. 2, hlm. 241.
  42. Ali bin Husain Mas'udi, Itsbāt al-Wasiyah, hlm. 166.
  43. Muhammad bin Abi Thalib Husaini Musawi, Tasliyah al-Mujalis wa Zinah al-Majālis, jld. 2, hlm. 275; Majlisi, Bihār al-Anwār, jld. 45, hlm. 4.
  44. Tadzkirah al-Khawāsh, jld. 2, hlm. 160.
  45. Al-Shawa'iq al-Muhriqah, hlm. 197.
  46. Ibnu A'tsam, ibid, jld. 5, hlm. 84-90 dan hlm. 101; Khawarizmi, ibid, jld. 1, hlm. 341-345. Ibnu ‘Imad Hanbali, Syadzarat al-Dzahab, jld. 1, hlm. 67; Majlisi, ibid, jld. 44, hlm. 386.
  47. Syaikh Shaduq, Al-Amāli, majelis 24, hlm. 177, hadis 3, majelis 70, hlm. 547, hadis 10, Sayid Ibnu Thawus, Al-Luhuf, hlm. 70.
  48. Itsbāt al-Washiyah, hlm. 166.
  49. Dalāil Imāmah, hlm. 178.
  50. Manāqib Ali Abi Thalib, jld. 4, hlm. 106.
  51. Tadzkirah al-Khawāsh, jld. 2, hlm. 161.
  52. Ibnu Sabagh Maliki, Al-Fushul al-Muhimmah, hlm. 191.
  53. Umdah al-Thālib fi Ansāb Ali Abi Thalib, hlm. 192.
  54. Ibid, hlm. 346.
  55. Baladzuri, ibid, jld. 3, hlm. 405
  56. Thabari, jld. 4, hlm. 340. Jumlah orang yang tewas adalah 5 orang.
  57. Baladzuri, jld. 3, hlm. 404, ibid, jld. 4, hlm. 336, Jumlah orang yang dibunuh oleh Nafi' adalah 12 orang.
  58. Al-Amāli, Majlis, 30, hadis 1, hlm. 223-226; Fital Nisyaburi, Raudhah al-Wa'idzin, hlm. 186-188.
  59. Ibnu Syahr Asyub, ibid, jld. 4, hlm. 109-114.
  60. Ibnu Sa'ad, Terjemah al-Husain wa Maqtalihi, hlm. 184; Baladzuri, Ansāb al-Asyrāf, jld. 3, hlm. 411; Thabari, Tārikh al-Umam wa al-Muluk, jld. 4, hlm. 348; Abu Ali Maskuyah Razi, Tajārub al-Umam wa Ta'aqub al-Hamām, jld. 2, hlm. 73; Thabarsi, Taj al-Mawalid, hlm. 31; Khawarizmi, ibid, jld. 2, hlm. 44; Ibnu Katsir, ibid, jld. 8, hlm. 205.
  61. Fudhail bin Zubair bin Umar bin Dirham Kufi Asadi, Tasmiyah min Qatl ma'a al-Husain as, periset: Sayid Muhammad Ridha Husaini Jalali, Fasl Nāmeh Taratsana, no. 2, 1406, hlm. 149-156.
  62. Thabari, Tārikh al-Umam wa al-Muluk, jld. 4, hlm. 351; Dinawari, ibid, hlm. 260; Syaikh Mufid, ibid, jld. 2, hlm. 118, Ibnu 'Asakir, Tarikh Madinah Damisyq, Periset: Ali Syiri, Beirut, Dar al-Fikr, 1415, jld. 18, hlm. 445; Ibnu Katsir, ibid, jld. 8, hlm. 208; Shafadi, al-Wāfi bi al-Wāfiyat, jld. 14, hlm. 189; Ibnu Sabagh Maliki, Al-Fushul al-Mahmah, hlm. 193; Mir Khand, Tārikh Raudhah al-Shafa, jld. 5, hlm. 2270.
  63. Ibnu A'tsam, ibid, jld. 5, hlm. 127.
  64. Sabath Ibnu Jauzi, ibid, jld. 2, hlm. 193.
  65. Ibnu Abdur Rabbihi, Al'Iqd al-Farid, Muthi' al-Janah al-Ta'lif wa al-Tarjumah wa al-Nasyar, 1365, jld. 4, hlm. 328.
  66. Khawarizmi, ibid, jld. 2, hlm. 62.
  67. Ibnu Sa'ad, ibid, hlm. 190.
  68. Abu Zaid Ahmad bin Sahal Balkhi, Al-Bada wa al-Tārikh, jld. 2, hlm. 241; Mas'udi, Muruj al-Dzahab wa Ma'adin al-Jawahir, jld. 3, hlm. 72.
  69. Sayid Muhsin Amili, A'yān al-Syiah, jld. 1, hlm. 610-612.
  70. Syaikh Mahdi Syamsuddin, Anshār al-Husain As, hlm. 49 dan 52.
  71. Dzabihullah Mahalati, Farsan al-Haija, jld. 2, hlm. 154.
  72. Ghulam Husain Zargari Nejad, Nehdhat Imām Husain as wa Qiyām Karbalā, hlm. 291-386.
  73. Ibnu Sa'ad, ibid, hlm. 196, hadis 305; Khalifah bin Khayath 'Ashfari, Tārikh Khalifah bin Khayāth, hlm. 179; Sulaiman bin Ahmad Thabrani, al-Mu'jam al-Kabir, jld. 3, hlm. 104 dan 119; Syaikh Shaduq, Kamāluddin wa Tamām al-Ni'mah, hlm. 533; ibid, Al-Amāli, Majlas 87, hlm. 694; Al-Iryad, Syaikh Mufid, jld. 2, hlm. 125-126; Muhammad bin Hasan Thusi, Al-Amāli, hlm. 162 dan 268; Imaduddin Thabari, Bisyarah al-Musthafa, hlm. 426; Khawarizmi, ibid, jld. 2, hlm. 53; Arbeli, ibid, jld. 2, hlm. 267; Ibnu Katsir, ibid, jld. 8, hlm. 205. Dalam sebagian literatur ini jika dihitung tanpa syahidnya Imam Husain as maka jumlahnya adalah 17 orang.
  74. Tasmiyah min Qatal ma'a al-Husain As, hlm. 149-151; Syaikh Sahduq, al-Khishal, hlm. 519, ibid, jld. 4, hlm. 179; Ibnu Abil Hadid, ibid, jld. 15, hlm. 251. Jumlah ini jika tanpa syahidnya Muslim bin Aqil.
  75. Ibnu Abi Khatam Razi, al-Sirah al-Nabawiyah, hlm. 588.
  76. Muhammad Samawi, Ibshar al-'Ain fi Anshar al-Husain As, hlm. 49 dst.
  77. Khawarazmi, ibid, jld. 2, hlm. 11.
  78. Mas'udi, Muruj al-Dzahab, jld. 3, hlm. 73.
  79. Baladzuri, ibid, jld. 3; Thabari, Tārikh al-Umam wa al-Muluk, jld. 4, hlm. 347; Syaikh Mufid, al-Irsyād, jld. 2, hlm. 113; Thabarsi, I'lam al-Wara bi A'lam al-Huda, jld. 1, hlm. 470; Khawarizmi, ibid, jld. 2, hlm. 44; Ibnu Syahr Asyub, ibid, jld. 4, hlm. 121; Sayid ibnu bin Thawus, ibid, hlm. 79; Majlisi, Bihār al-Anwār, jld. 45, hlm. 59.
  80. Thabari, Tārikh al-Umam wa al-Muluk, jld. 4, hlm. 346; Khawarizmi, ibid, jld. 2, hlm. 120; Ibnu Nama, ibid, hlm. 58; Sayid Ibnu Tahwus, ibid, hlm. 76; Hamid bin Ahmad Muhalli, ibid, jld. 1, hlm. 212.
  81. Qadhi Nu'man Magribi, ibid, jld. 3, hlm. 164; Thabari Dalāil al-Imāmah, hlm. 178. Menurut nukilan dari Thabari disebutkan bahwa terdapat luka 33 tombak dan 44 luka tebasan pedang.
  82. Syaikh Thusi, al-Amāli, hlm. 677, hadis 10.
  83. Syaikh Shaduq, al-Amāli, majlas 31, hadis 1, hlm. 228 Fital Nisyaburi, ibid, hlm. 189; Thabarsi, Taj al-Mawalid, hlm. 31; Ibnu Syahr Asyub, ibid, jld. 4, hlm. 120; Majlisi, Bihār al-Anwār, jld. 45, hlm. 82. Ibnu Syahr Asyub juga melaporkan bahwa 1-360 luka; 2-1900 luka; 3-33 tebasan pedang dan tidak termasuk tusukan tombak (ibid, hlm. 120).
  84. Syaikh Kulaini, al-Kafi, jld. 6, hlm. 452, hadis 9; Majlisi, Bihār al-Anwar, jld. 45, hlm. 92, hadis 36.
  85. Qadhi Nu'man Maghribi Da'āim al-Islam, jld. 2, hlm. 154.
  86. Qadhi Nu'man, Syarah al-Akhbār, jld. 3, hlm. 164; Thabari, Dalāil al-Imāmah, hal 178; Khawarizmi, ibid, jld. 2, hlm. 42; Abul Faraj Abdurahman bin Jauzi, al-Rad' ala Muta'ashun al-'Anid, hlm. 213. Terdapat pula kabar yang dibawa oleh Ibnu Sa'ad (ibid, hlm. 184).
  87. Muhalli, ibid, jld. 1, hlm. 213.
  88. Ibid, hlm. 184; Ibnu Nama, hlm. 57-58; Qadhi Nu'man. Terdapat nukilan yang serupa dengan nukilan ini (Ibid, jld. 3, hlm. 164).
  89. Muhammad Ali bin Umari, Al-Majdi fi Ansāb al-Thalibin, hlm. 13; Jamaluddin Ahmad bin Ali Husaini, Umdah al-Thalib fi Ansāb Ali Abi Thalib, hlm. 192.
  90. Sayid Ibnu Thawus, ibid, hlm. 71.
  91. Thabarsi, I'lām al-Wara bi A'lām al-Huda, jld. 1, hlm. 269; Ibnu Syahr Asyub, ibid, jld. 4, hlm. 120.
  92. Muhammad bin Thahir Samawi, Ibshar al-'Ain fi Anshar al-Husain As, hlm. 220-221.
  93. Khawarizmi, ibd, jld. 2, hlm. 25.
  94. Thabari, ibid, jld. 4, hlm. 334.
  95. Ibid, hlm. 332; Khawarazmi, ibid, jld. 1, hlm. 19, Majlisi, Bihār al-Anwār, jld. 45, hlm. 20.
  96. Fudhail bin Zubair, Tasmiyah min Qatal ma'a al-Husain, periset: Sayid Muhammad Ridha Jalali, Fasl Nāmeh Taratsana, no. 2, hlm. 153-154.
  97. Mas'udi, Muruj al-Dzahab wa Ma'ādin al-Jawahir, hlm. 72.
  98. Samawi, ibid, hlm. 221.
  99. Fudhail bin Zubair, ibid, hlm. 152; Syaikh Thusi, Rijāl Thusi, hlm. 21; Ibnu Syahr Asyub, ibid, jld. 1, hlm. 184; Muhib Din Ahmad bin Abdullah Thabari, Dakhair al-Uqba fi Manaqib Dzawil Qurba, hlm. 146.
  100. Ibnu Hajar, Tabshir al-Muntabah, jld. 4, hlm. 214.
  101. Abdullah Manaqani, Tanqih al-Maqal, jld. 3, hlm. 214.
  102. Ibnu Hajar 'Asqalani, Al-Ashabah fi Tamiz al-Sahabah, jld. 6, hlm. 445, no. 9051; Ghiyats al-Din bin Hamam al-Din Husaini, Tārikh Habib al-Sir fi Akhbar Afrad Basyar, jld. 4, hlm. 43; Mamaqani, ibid, jld. 3, hlm. 288.
  103. Ibnu Hajar, ibid, jld. 5, hlm. 8.
  104. Thabari, Tārikh al-Umam wa al-Muluk, jld. 4, hlm. 349; Baladzuri, ibid, jld. 3, hlm. 412; Dinawari, ibid, hlm. 259; Syaikh Mufid, al-Irsyād, jld. 2, hlm. 113; Khawarizmi, ibid, jld. 2, hlm. 45; Ibnu Nama, ibid. Thabari pada halaman 348 dan Khawarizmi pada halaman 44 menulis tentang terpisahnya kepala Imam Husain as dari badannya dan kemudian pada dua halaman selanjutnya bahwa kepala-kepala syuhada yang lain pun ditebas, di mana yang jelas bahwa yang dimaksud dengan yang lain adalah selain Imam Husain as. Oleh itu, jika kepala suci Imam Husain as dihitung, maka jumlahnya adalah 72 kepala. Demikian juga perkataan Dinawari, Syaikh Mufid dan Ibnu Nama menguatkan bahwa jumlah kepala itu adalah 73.
  105. Baladzuri, ibid, jld. 3, hlm. 412; Dinawari, ibid, hlm. 259.
  106. Sabath ibnu Jauzi, Tadzkirah al-Khawāsh, hlm. 256.
  107. Sayid bin Thawus, ibid, hlm. 85; Tasliyah al-Majalis wa Zainah al-Majalis, jld. 2, hlm. 331; Majlisi, Bihār al-Anwār, jld. 45, hlm. 62.
  108. Thabari, Tārikh al-Umam wa al-Muluk, jld. 4, hlm. 358, Ibnu Syahr Asyub, Manāqib Ali Abi Thalib, jld. 4, hlm. 121, Ibnu Sabagh Maliki, Al-Fushul al-Mahimmah, hlm. 198.
  109. Fudhail bin Zubair, ibid, hlm. 152.
  110. Ibnu Sa'ad, ibid, hlm. 186; Thabari, Tārikh al-Umam wa al-Muluk, jld. 4, hal 359.
  111. Fudhail bin Zubair, ibid.
  112. Ibnu Syahr Asyub, ibid, jld. 4, hlm. 122.
  113. Samawi, ibid, hlm. 221-222.
  114. Fudhail bin Zubair, ibid, hlm. 150; Ibnu Sa'ad, ibid, hlm. 186; Thabari, Tārikh al-Umam wa al-Muluk, jld. 4, hlm. 359; Ibnu Hibban, Al-Tsiqat, jld. 2, hlm. 310; Abul Faraj Isfahani, ibid, hlm. 79; Ibnu Syahr Asyub, ibid, jld. 4, hlm. 122. Ia berkata tangannya terpotong.
  115. Fudhail bin Zubair, ibid, hlm. 156; Mahalli, al-Hadaiq al-Wardiyah, jld. 1, hlm. 212.
  116. Fudhail bin Zubair, ibid, Mahalli, ibid.
  117. Baladzuri, Ansāb al-Asyraf, jld. 11, hlm. 183 (Namanya adalah Marqa' bin Qamamah bin Khuwalid). Ibnu Katsir, ibid, jld. 8, hlm. 205 (tertulis sebagai Ibnu Katsir Marqa bin Yamanah). Namun Thabari (ibid, jld. 5, hlm. 347) dan Baladzuri di tempat lain (ibid, jld. 411) dan juga Dinawari (Al-Akhbār al-Thiwāl, hlm. 259) menulis bahwa Marqa' dengan menerima surat jaminan keamanan dari salah seorang kabilahnya bergabung dengan mereka dan Ibnu Ziyad mengasingkan ia ke Zurarah, namun tidak dijelaskan tentang kesyahidannya).
  118. Dinawari, al-Akhbār al-Thiwāl, hlm. 259; Ibnu Atsir, ibid, jld. 8, hlm. 212.
  119. Baladzuri, ibid, jld. 3, hlm. 411; Ibnu Abdurabbihi Andalusi, al-Iqd al-Farid, jld. 4, hlm. 360.
  120. Abul Faraj Isahani, ibid, hlm. 79; Sayid Ibnu Thawus, ibid, hlm. 86.
  121. Ibnu Sa'ad, ibid, hlm. 186; Thabari, Tārikh al-Umam wa al-Muluk, jld. 4, hlm. 353 dan 359; Ibnu Hibban, ibid, jld. 2, hlm. 310; Abul Faraj Isfahani, ibid, hlm. 79; Khawarizmi, ibid, jld. 2, hlm. 41. Ibnu 'Asakir, Tārikh Madinah Damisyq, jld. 45, hlm. 484; Sabath Ibnu Jauzi, Tadzkirah al-Khawāsh, jld. 2, hlm. 178; Sayid Ibnu Thawus, ibid, hlm. 86; Syaikh Mufid menilainya sebagai bagian dari syuhada (al-Irsyad, jld. 2, hlm. 26).
  122. Fudhail bin Zubair, ibid, hlm. 150 dan 157; Abul Salah Halabi, Taqrib al-Ma'ārif, hlm. 252; Ibnu Katsir, ibid, jld. 8, hlm. 205.
  123. Ibnu Qutaibah Dinawari, Al-Imāmah wa al-Siyāsah, jld. 2, hlm. 8.
  124. Qadhi Nu'man Maghribi, ibid, jld. 3, hlm. 198.
  125. Ibnu Sa'ad, Ibid, hlm. 187, Dzahabi, Ibid, jld. 3, hlm. 303.
  126. Qadhi Nu'man Magribi, Ibid, jld. 3, hlm. 197.
  127. Ibnu Sa'ad, ibid; Ibnu 'Asakir, ibid, jld. 54, hlm. 226, Dzahabi, ibid, jld. 3, hlm. 303.
  128. Baladzuri, ibid, jld. 3, hlm. 411; Dinawari, ibid, hlm. 259; Thabari, Tārikh al-Umam wa al-Muluk, jld. 4, hlm. 347.
  129. Thabari, ibid, jld. 4, hlm. 321.
  130. Ibnu Asakir, Tārikh Madinah Damisq, jld. 14, hlm. 223.
  131. Syaikh Sahduq, Kamaluddin wa Tamām al-Ni'māh, hlm. 546.
  132. Ibnu Sa'ad, hlm. 187, Dzahabi, ibid, jld. 3, hlm. 303.
  133. Qadhi Nu'man, Syarah al-Akhbār, jld. 3, hlm. 198-199.
  134. Abul Faraj Isfahani, Mawatil al-Thalibin, hlm. 79.
  135. Ibnu Sa'ad, ibid, hlm. 187; Abul Faraj Isfahani, ibid, hlm. 79; Syaikh Shaduq, al-Amāli, majlas 31, hlm. 229.
  136. Ibnu Sa'adm ibid; Syaikh Shaduq, al-Amāli, hlm. 231.
  137. Abul Faraj Isfahani, ibid, hlm. 79; Qadhi Nu'man Magribi, Syarah al-Akhbār, jld. 3, hlm. 198.
  138. Qadhi Nu'man Maghribi, ibid, jld. 3, hlm. 198.
  139. Ibnu Sa'ad, ibid, hlm. 187; Thabari, al-Mu'jam al-Kabir, jld. 3, hlm. 104; Qadhi Nu'man Maghribi, ibid, hlm. 198; Syaikh Shaduq, al-Amāli, hlm. 228.
  140. Ibnu Sa'ad, ibid, Abul Faraj Isfahani, ibid, hlm. 79; Thabrani, ibid, hlm. 104; Qadhi Nu'man Maghribi, hlm. 199; Syaikh Shaduq, ibid, hal 230.
  141. Thabarsi, al-Ihtijaj, jld. 2, hlm. 27; Khawarizmi, ibid, jld. 2, hlm. 105; Ibnu Nama, ibid, hlm. 67; Sayid Ibnu Thawus, ibid, hlm. 88.
  142. Ibnu Sa'ad, ibid, hlm. 187.
  143. Ibnu Sa'ad, ibid, hlm. 187.
  144. Thabari, Tārikh al-Umam wa al-Muluk, jld. 4, hlm. 263.
  145. Ibid, hlm. 277-278.
  146. Baladzuri, ibid, jld. 3, hlm. 378-379.
  147. Thabari, ibid, jld. 4, hlm. 298.
  148. Ibnu Nama, ibid, hlm. 66; Sayid Ibnu Thawus, ibid, hlm. 190, Majlisi, Bihār al-Anwār, jld. 45, hlm. 108.
  149. Thabari, ibid, jld. 4, hlm. 342; Ibnu Nama, ibid, hlm. 57.
  150. Ibnu Nama, ibid, hlm. 73; Sayid Ibnu Thawus, ibid, hlm. 205; Majlisi, Bihār al-Anwār, jld. 45, hlm. 120.
  151. Ibnu Nama, ibid, hlm. 58; Sayid Ibnu Thawus, hlm. 180.
  152. Thabari, ibid, jld. 4, hlm. 329.
  153. Baladzuri, Ansāb al-Asyraf, jld. 3, hlm. 411; Thabari, Tārikh al-Umam wa al-Muluk, jld. 4, hlm. 348; Khawarizmi, ibid, jld. 2, hlm. 114; Ibnu Nama, ibid, hlm. 65-66; Ibnu Katsir, ibid, jld. 8, hlm. 206.
  154. Ibnu A'tsam, Kitāb al-Futuh, jld. 5, hlm. 133; Syaikh Mufid, al-Irsyād, jld. 2, hlm. 122; Thabarsi, I'lām al-Wara bi A'lām al-Hudā, jld. 1, hlm. 475.
  155. Muhammad bin Sa'ad, ibid, hlm. 192; Thabari, ibid, jld. 4, hlm. 353; Khawarizmi, ibid, jld. 2, hlm. 81; Ibnu 'Asakir, Terjemah al-Imam al-Husain As, hlm. 338; Sabath Ibnu Jauzi, ibid, jld. 2, hlm. 199; Abul Fida Ismail bin Katsir Damisyqi, al-Bidayah wa al-Nihayah, jld. 8, hlm. 212; Muhammad Baqir Majlisi, Jala' al-'Uyun, hlm. 405.
  156. Abu Hanifah Nu'man bin Muhammad Tamimi Maghribi, Syarah al-Akhbār fi Fadhāil Aimah al-Athhār, jld. 3, hlm. 269.
  157. Sayid Ibnu Thawus, Al-Iqbāl bi al-A'mal, jld. 3, hlm. 101.
  158. Thabari, Kāmil Bahai (Al-Kāmil al-Bahāi fi Saqifah), jld. 2, hlm. 302; Majlisi, Bihār al-Anwār, jld. 45, hlm. 196, ibid, Jala' al-Uyun, hlm. 409.

Daftar Pustaka

  • 'Asfari, Khalifah bin Khayath, Tārikh Khalifah bin Khiyath, periset: Suhail Zakar, Beirut, Dar al-Fikr, 1414 H.
  • 'Umari, Ali bin Muhammad, al-Majdi fi Ansāb al-Thalibin, cet. 1, Qum, Maktabah Ayatullah Mar'asyi Najafi, 1409 H.
  • Abu Hanifah Dinawari, al-Akhbār al-Thiwāl, periset: Abdul Mun'im 'Amir, Qahirah, Dar Ihya al-Kitab al'Arabiyah, 1960.
  • Abul Faraj Isfahani, Maqātil al-Thalibin, Qum, Muasasah Dar al-Kitab, 1385.
  • Abul Shalah Halabi, Taqrib al-Ma'ārif, periset: Fars Tabrizan Hasun, tanpa tahun, 1375.
  • Amili, Sayid Muhsin Amin, A'yan al-Syiah, Beirut, Dar al-Ta'ari lil Mathbu'at, 1406 H.
  • Arbeli, Ali bin Isa bin Abi al-Futuh, Kasyf al-Ghumah fi Ma'rifah al-Aimah, Beirut, Dar a-Adhwa, 1405 H.
  • Azdi Ghamidi Kufi, Abu Mikhnaf Luth bin Yahya, Waqi'ah al-Thaf, periset: Muhammad Hadi Yusufi Gharawi, cet. 3: Qum, Muasasah al-Nasyar al-Islami, 1417.
  • Ba'uni, Muhammad bin Ahmad, Jawahir al-Mathalib fi Manāqib al-Imam Ali bin Abi Thailb, periset: Muhammad Baqir Mahmudi, Qum, Majma' Ihya al-Tsuqafah al-Islamiyah, 1415 H.
  • Baladzuri, Ahmad bin Yahya Jabir, Ansāb al-Asyraf, periset: Suhail Zakar wa Riyadh Zarkali, Beirut, Dar al-Fikr, 1417 H.
  • Balhi, Abu Zaid bin Sahal, al-Bada wa al-Tārikh, Beirut, Dar al-Kitab al-Ilmiyah, 1417 H.
  • Biruni Khawarazmi, Abu Raihan Muhammad bin Ahmad, al-Atsar al-Baqiyah 'an al-Qurun al-Khaliyah, Beirut, Dar al-Shadir, tanpa tahun.
  • Dulabi, Muhammad bin Ahmad, al-Dzari'ah al-Thahirah, periset: Sa'ad Mubarak Hasan, Kuwait, Dar al-Salifah, 1407 H.
  • Dz Syamsuddin, Tārikh al-Islām, periset: Umar Abdusalam Tadmuri, cet. 2, Beirtu, Dar Kitab al-Arabi.
  • Dzahabi, Sir I'lam al-Nubala, Beirut, Muasasah al-Risalah, 1413 H.
  • Hadi bin Ibrahim Wazir, Nihāyah al-Tanawiyah fi Azhaq al-Tanawiyah, periset: Ahmad bin Dirham bin Abdullah Hauriyah dan Ibrahim bin Majiduddin bin Muhammad Muayadi, cet. 1. Yaman, Mansyurat Markaz Ahlulbait li Darasatil Islamiyah, 1421 H.
  • Haitami, Ahmad bin Hajar, Aā-Shawā'iq fi Radd Ahli Bada' wa al-Zindiqah, editor: Abdul Wahab Abdul Latif, cet. 2, Maktabah al-Qahirah, 1385.
  • Hilli, Radhiddin 'Ali bin Yusuf Muthahhar, al-'Adad al-Qawiyah, periset: Sayid Mahdi Rajai, cet. 1, Qum, Maktabah Ayatullah Mar'asyi Najafi, 1408 H.
  • Husaini, Musawi, Muhammad bin Abi Thalib, Tasliyah al-Mukalis wa Zainah al-Majalis, periset: Fars Hassun, cet. 1, Qum, Muasasah al-Ma'arif al-Islamiyah, 1418 H.
  • Ibnu 'Abdul Barr Qurthubi, al-Isti'āb fi Ma'rifah al-Ashhāb, periset: Syaikh 'Adil Ahmad Abdul Maujud dan Syaikh Muhammad Ma'udh, cet. 1, Beirut, Dar al-Kitab al-Ilmiyah, 1415.
  • Ibnu 'Anbah, Sayid Jamaluddin Ahmad bin Ali Hasani, 'Umdah al-Thalib fi Ansāb Ali Abi Thalib, editor: Muhammad Hasan Ali Thaliqani, Najaf, Mathbu'ah al-Haidariyah, 1380.
  • Ibnu 'Asakir, Tārikh Madinah Damisyq, periset: Ali Syiri, Beirut, Dar al-Fikr, 1415.
  • Ibnu 'Asakir, Terjemah al-Imām al-Husain, periset: Muhammad Baqir Mahmudi, Qum, Majma' Ihya al-Tsaqafah al-Islamiyah, 1414.
  • Ibnu A'tsam, Kitab al-Futuh, periset: Ali Syiri, Beirut, Dar al-Adhwa, 1411.
  • Ibnu Abbar, Muhammad bin Abdullah bin Abu Bakar Qadha'i, Durara al-Samath fi Khabar al-Sabath, periset: Izaddin Umar Musa, cet. 1, Beirut, Dar al-Gharb al-Islami, 1407 H.
  • Ibnu Abdurabbihi, Al-'Iqd al-Farid, Mathbu'ah lil Janah al-Ta'lif wa Tarjumah wa Nasyr, 1365.
  • Ibnu Abil Hadid, Syarah Nahj al-Balāghah, periset: Muhammad Abul Fadhl Ibrahim, Beirut, Dar Ihya al-Kitab al-Arabiyah, 1378 H.
  • Ibnu Hajar 'Asqalani, al-Ashāah fi Tamiz al-Sahābah, Periset: Syaikh 'Adil Ahmad Abdul Maujud dan Syaikh Ali Muhammad Ma'udh, cet. 1: Beirut: Dar al-Kitab al-Ilmiyah, 1415 H.
  • Ibnu Hajar 'Asqalani, Tabsharah al-Muntabah, Qahirah, Dar al-Qaumiyah al-Arabiyah.
  • Ibnu Hajar al-'Asqalani, Tahdzib al-Tahdzib, cet. 1: Beirut,, Dar al-Fikr, 1404 H.
  • Ibnu Jauzi, Abul Faraj Abdurrahman Ali bin Muhammad, al-Muntadhim fi Tārikh al-Muluk wa al-Umam, Beirut, Dar al-Kitab al-Ilmiyah, 1412 H.
  • Ibnu Katsir, Abul Fada Ismail, al-Bidāyah wa al-Nihāyah, periset: Ali Syiri, Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1410 H.
  • Ibnu Nama Hilli, Matsir al-Ahzān, Najaf, Mathbu'ah al-Haidariyah, 1369.
  • Ibnu Qutaibah Dinawari, al-Imāmah wa al-Siyāsah, periset: Ali Syiri, Beirut, Dar al-Adhwa, 1410.
  • Ibnu Sa'ad, Terjemah al-Husain wa Maqtaluhu, periset: Sayid Abdul Aziz Thabathabai, Fasl Nameh Taratsana, tahun ke-3, no. 10, 1408 H.
  • Ibnu Sabagh Maliki, Al-Fushul al-Muhimmah, Tehran, Muasasah al-A'lami, tanpa tempat.
  • Ibnu Syahr Asyub, Manāqib Ali Abi Thalib, Periset: Yusuf Baqa'i, Beirut, Offset, Dar al-Adhwa, 1421 H.
  • Ja'fariyan, Rasul, Taamuli dar Nehdhate Asyurā, cet. 2, Qum, Anshariyan, 1381.
  • Jarjani Syajari, Yahya bin Husain bin Ismail, al-Amāli al-Khamisiyah, Beirut, 'Alam al-Kitab.
  • Kaf'ami, Taqiyuddin Ibrahim bin Ali, al-Misbah, Qum, Mansyurāt al-Syarif al-Radhi wa Zahidi.
  • Kasyifi, Mula Husain, Raudhah al-Syuhadā, Qum, Nuyad Islam, 1381.
  • Khan Mir, Ghiyats Din bin Hamam Din Husaini, Tārikh Habib al-Sir fi Akhbaā Afrad Basyar, Tehran, Intisyarat Kitab Khaneh Khayyam, 1333.
  • Khawarazmi, Maqtal al-Husain, periset: Muhammad Thahir Samawi, Dar Anwar al-Huda, 1418 H.
  • Kufi Asadi, Fudhail bin Zubair bin Umar bin Dirham, Tasmiyah min Qatli ma'al Husain, periset: Sayid Muhammad Ridha Husaini Jalali, Fasl Nameh Tarasana, no. 2, 1406 H.
  • Ma'luf, Louis, al-Munjid fi al-I'lam, cet. 12, Beirut, Offset, Dar al-Masyraq, tanpa tempat.
  • Magribi, Qadhi Nu'man, Da'āim al-Islam, periset: Ashf Ali Asghar Faidhi, Qahirah, Dar al-Ma'arif, 1383.
  • Mahalati, Dzabihullah, Farsan al-Haija, cet. 2, Markaz Naysar Kitab, 1390.
  • Majlisi, Muhammad Baqir, Bihār al-Anwār, cet. 2, Beirut, Muasasah al-Wafa, 1403 H.
  • Majlisi, Muhammad Baqir, Jala' al-Uyun, cet. 1, Tehran, Rasyidi, 1362.
  • Mamaqani, Abdullah, Tanqih al-Maqāl, Tehran, Intisyarat Jahan, tanpa tahun.
  • Maskuyah Razi, Abu Ali, Tajārub al-Umam wa Ta'aqub al-Humam, periset: Abul Qashim Imami, cet. 1, Tehran, Surusy, 1366.
  • Mas'udi, Ali bin Husain, Itsbāt al-Washiyah, Qum, Intisyarat Anshariyan, 1417.
  • Mas'udi, Muruj al-Dzahab wa Ma'adin al-Jauhar, periset: Sa'id Muhammad Lahham, Beirut, Dar al-Fikr, 1421.
  • Masyhadi, al-Mazar al-Kabir, periset: Jawad Qayumi Isfahani, cet. 1, Qum, Muasasah al-Nasyar al-Islami, 1419 H.
  • Mir hand, Tārikh Raudhah al-Syafa, editor: Jamsyid Kiyan Far, cet. 1, Tehran, Asathir, 1380.
  • Muhalli, Hamid bin Ahmad, al-Hadaiq al-Wardiyah fi Manāqib Aimah al-Zaidiyah, periset: Murtadha bin Zaid Mahthuri Hasani, cet. 1, Shan'a, Maktabah Badr, 1423.
  • Musawi Khui, Abul Qashim, Mu'jam Rijāl al-Hadits wa Tafshil Thabaq al-Rāwah, cet. 5, tanpa tempat, tanpa tahun, 1413 H.
  • Nawiri, Syahabuddin Ahmad bin Abdul Wahhab, Nihāyah al-Arbāb fi Funun al-Adab, Qahirah, Maktabah al-'Arabiyah, 1395.
  • Neisyaburi, Muhammad bin Fital, Raudhah al-Wa'idhin, periset: Sayid Muhammad Mahdi Khurasan, Qum, Mansyurat al-Syarif al-Radhi, tanpa tahun.
  • Qazwini, Zakariya Muhammad bin Mahmud, 'Ajaib al-Makhluqāt wa Gharāib al-Maujudāt, yang dicetak dalam kitab Hayat al-Haiwan Damiri, tanpa tempat, tanpa tahun.
  • Sabath bin Jauzi, Tadzkirah al-Khawash min al-Umah Khashāisy lil Aimah, periset: Taqi Zadeh, cet. 1, tanpa tempat, Markaz al-Thaba'ah wa al-Nasyar lil Majma' al-Alami li Ahli al-Bait, 1426.
  • Salim bin Qais, Kitab Salim bin Qais al-Halali, periset: Muhammad Baqir Anshari Zanjani, tanpa tahun.
  • Samawi, Muhammad bin Thahir, Ibsyār al-Ain fi Anshār al-Husain, periset: Muhammad Ja'far Samawi, Qum, Markaz al-Darasat al-Islamiyah lil Haras, al-Tsaurah, 1377.
  • Sayid Ibnu Thawus, al-Iqbāl bi A'mal al-Hasanah fi ma Marah fi al-Sanah, periset: Jawad Qayumi Isfahani, tanpa tempat, Maktab al-I'lam al-Islami, 1416 H.
  • Sayid Ibnu Thawus, al-Malhuf 'Ali Qatla al-Thufuf, periset: Fars Hassun, cet. 4, Tehran, Dar al-Uswah, 1383.
  • Sepahr, Muhammad Taqi, Nasikh al-Tawārikh, cet. 3, Kitab Furusyi Islamiyah, 1368.
  • Shafadi, Salahuddin Khalil bin Abika, al-Wāfi bi al-Wāfiyat, Beirut, al-Ma'had al-Mani.
  • Sibth ibnu Jauzi, Tadzkirah al-Khawāsh, Qaddam lahu Sayid Shadiq Bahrul Ulum, Tehran, Maktabah Nainawa al Haditsah, tanpa tahun.
  • Syafi'i, Muhammad bin Thalhah, Kifayah al-Thālib fi Manāqib Amiral Mukminin, periset: Hadi Amini, Tehran Dar Ihya Turats Ahlulbait, 1404 H.
  • Syafi'i, Muhammad bin Thalhah, Mathālib al-Soal fi Manāqib al-Rasul, periset: Majid bin Ahmad al-Athiyah, Beirut, Muasasah Ummul Qura, 1420 H.
  • Syaikh Kulaini, al-Kāfi, periset: Ali Akbar Ghifari, Tehran, Dar al-Kitab al-Islamiyah, 1363.
  • Syaikh Mufid, al-Irsyad fi Ma'rifah Hujajullah ala al-'Ibad, Muasasah Ali al-Bayt li Ihya al-Tsurats, Qum, Dar al-Mufid, 1413 H.
  • Syaikh Mufid, al-Irsyād fi Ma'rifah Hujajullah ala al-'Ibad, periset: Muasasah al-Islamiyah, 1363.
  • Syaikh Mufid, Masarr al-Syiah, dicetak pada jilid ke-7 karya Syaikh Mufid, periset: Mahdi Najaf, cet. 2, Beirut, Dar al-Mufid, 1414 H.
  • Syaikh Shaduq, 'Uyun Akhbār al-Ridhā, periset: A'lami, Beirut, Muasasah al-A'lami lil Mathbu'at, 1404 H.
  • Syaikh Shaduq, al-Amali, periset: Muasasah al-Bi'tsah, cet. 1, Qum, Muasasah al-Bi'tsah, 1417 H.
  • Syaikh Shaduq, al-Khishāl, Editor: Ali Akbar Ghifari, Qum, Mansyurat Jama'ah al-Mudarisin, 1362.
  • Syaikh Shaduq, Kamāluddin wa Tamām al-Ni'mah, editor: Ali Akbar Ghifari, Qum, Dar al-Tsaqafah, 1414.
  • Syaikh Thusi, Rijāl Thusi, periset: Jawad Qayumi, Qum, Muasasah Nasyar Islami, 1415 H.
  • Syamsuddin, Muhammad Mahdi, Anshār al-Husain, cet. 2, al-Dar al-Islamiyah, 1401 H.
  • Tamimi, Basti, Muhammad bin Hibban bin Ahmad, al-Tsiqat, cet. 1, tanpa tahun, Muasasah al-Kitab al-Tsaqifah, 1393.
  • Tamimi, Maghribi, Abu Hanifah Nu'man bin Muhammad, Syarah al-Akhbār fi Fadhāil Aimah al-Athhār, Sayid Muhammad Husaini Jalali, Qum, Muasasah al-Nasyar al-Islami, tanpa tahun.
  • Thabari, Abu Ja'far Muhammad bin Jarir, Tārikh al-Umam wa al-Muluk, Beirut, Muasasah al-A'lami lil Mathbu'at, 1409 H.
  • Thabari, Imaduddin Hasan bin Ali, Kāmil Bahai (al-Kāmil al-Bahai fi Saqifah), Tehran, Maktabah al-Musthafawi, tanpa tahun.
  • Thabari, Imaduddin, Bisyarah al-Musthafa, periset: Jawad Qayumi Isfahani, cet. 1, Qum, Muasasah al-Nasyar al-Islamiyah, 1420 H.
  • Thabari, Muhammad bin Jarir bin Rustam, Dalāil Imāmah, periset: Muasasah al-Bi'tsah, cet. 1, Qum, Muasasah al-Bi'tsah, 1413 H.
  • Thabari, Muhib Din Ahmad bin Abdullah, Dzakhāir al-Uqba fi Manāqib Dzawi al-Qurba, Qahirah, Maktabah al-Qudusi, 1356 H.
  • Thabarsi, Abu Manshur Ahmad bin Ali bin Abi Thaib, al-Ihtijāj, Sayid Muhammad Baqir Khurasani, Najaf, Dar al-Nu'man, 1386.
  • Thabarsi, Fadhl bin Hasan, I'lām al-Wara bi A'lam al-Hudā, cet. 1, Qum, Muasasah Ali al-Bait li Ihya al-Tsurats, 1417 H.
  • Thabarsi, Fadhl bin Hasan, Taj al-Mawālid, Qum, Maktabah Ayatullah Mar'asyi Najafi, 1406 H.
  • Thabrani, Sulaiman bin Ahmad, al-Mu'jam al-Kabir, periset: Hamdi Abdul Majid Salafi, cet. 2, Qahirah, Maktabah bin Taimiyah, tanpat tahun.
  • Thusi, Muhammad bin Hasan, Misbah al-Mutahajjid wa Salah al-Muta'abbad, cet. 1, Beirut, Muasasah Fiqh al-Syiah, 1411.
  • Yusufi Gharawi, Muhammad Hadi, Waq'ah al-Thāf cet. 3: Qum, Muasasah al-Nasyar al-Islami, 1417.
  • Zargari Nejad, Ghulam Husain, Nehdhate Imām Husain wa Qiyam Karbala, cet. 1, Tehran, Semat, 1383.

Pranala Luar

Makalah ini diadaptasi dari makalah Asyura dar Aine Amar wa Arqam yang dimuat dalam Majalah Tarikh dar Aine Pazuhesy.