Konsep:Masjid al-Ijabah(Makkah
| Lokasi | Makkah |
|---|---|
Masjid al-Ijabah (bahasa Arab:مسجدُ الإجابَة) yang juga dikenal dengan nama "Masjid al-Istirahah" atau "Masjid Alu Qunfudz", merupakan salah satu masjid kuno di Makkah. Tidak ada keterangan pasti mengenai alasan penamaan masjid ini dengan "Al-Ijabah", namun diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw pernah melakukan salat di sini dan tempat ini termasuk salah satu masjid di mana Doa dipandang akan dikabulkan. Selama berabad-abad, Masjid al-Ijabah sempat dalam kondisi rusak dan hanya sesekali mengalami perbaikan kecil, hingga akhirnya dibangun kembali secara total pada tahun 898 H sehingga memiliki bentuk bangunan masjid yang layak. Setelah itu, bangunan ini terus mengalami pemugaran dan renovasi di berbagai tahun. Bangunan masjid saat ini memiliki luas 400 meter persegi dan lingkungan di sekitar masjid tersebut kini dikenal dengan nama lingkungan Al-Ijabah.
Sejarah dan Kedudukan
Masjid al-Ijabah adalah masjid bersejarah di Makkah yang diriwayatkan menjadi tempat Nabi Islam melakukan Salat[1] dan termasuk tempat di mana doa-doa akan diijabah.[2] Sebagian orang juga meyakini bahwa ayat-ayat terakhir Surah Al-Hijr diturunkan kepada Nabi Muhammad saw di lokasi ini.[3] Berdasarkan teks prasasti yang berada di samping Mihrab, disebutkan nama Abdullah Jamali sebagai pembangun kembali masjid ini pada hari Minggu, 11 Safar tahun 898 H.[4]
Nama-nama
Meskipun asal-usul penamaan masjid ini tidak ditemukan secara detail, namun dapat dipastikan bahwa masjid ini sejak dulu tidak dikenal dengan nama "Al-Ijabah". Dalam kitab Akhbar Makkah yang ditulis pada abad ke-3 Hijriah, masjid ini disebut dengan nama "Masjid Alu Qunfudz", karena letaknya yang berada di samping syi'b (lembah kecil) yang dikenal sebagai Syi'b Alu Qunfudz.[5]

Nama lainnya adalah "Masjid al-Istirahah" (Masjid Tempat Beristirahat); karena masyhur dikabarkan bahwa Nabi saw beristirahat di tempat ini sekembalinya dari Umrah atau Haji Wada'. Pendapat lain menyatakan bahwa saat Nabi saw berada di Gua Hira pada siang hari, beliau menghabiskan malam harinya di tempat ini bersama Sayidah Khadijah sa.[6] Dalam beberapa riwayat juga disebutkan bahwa para Jin pernah bertemu Nabi saw di lokasi ini, atau bahwa Rasulullah saw saat masa kanak-kanak pernah menggembalakan domba di sana.[7]
Renovasi

Renovasi masjid ini telah dilakukan sejak masa lampau hingga tahun-tahun terakhir. Dalam kitab "Ithaf al-Wara" disebutkan bahwa Masjid al-Ijabah diperbaiki pada tahun 720 H[8] dan setelah itu mulai mengalami pelapukan serta kerusakan,[9] hingga akhirnya pada tahun 831 H, Amir Saifuddin Syahin al-Utsmani melakukan pemugaran kembali.[10]
Selain itu, berdasarkan prasasti lain di samping Mihrab, Sultan Ahmad pada tahun 1124 H dan Syaikh Bashri pada tahun 1134 H juga melakukan renovasi masjid.[11] Pada tahun 1394 HS, bangunan lama masjid dihancurkan sepenuhnya dan masjid baru dibangun di lokasi yang sama.[12] Masjid al-Ijabah pada tahun 1421 H, setelah renovasi terakhir, dibangun kembali menggunakan batu putih dan gelap yang indah.[13]
Kondisi Saat Ini
Masjid al-Ijabah terletak di jalur menuju Masjidil Haram, di bawah alun-alun Ma'abdah dan di awal jalan Abthah, di mana lingkungan tersebut juga dikenal dengan nama Al-Ijabah. Bangunan masjid saat ini memiliki luas 400 meter persegi dan papan nama "Masjid al-Ijabah" telah terpasang di sana.[14]
Catatan Kaki
- ↑ Ibnu Fahd, Ithaf al-Wara, 1408 H, jld. 3, hlm. 172.
- ↑ Chalabi, Al-Rihlah al-Hijaziyyah, 1999 M, hlm. 252.
- ↑ Qa'idan, Darsnameh-ye Amaken-e Madzhabi-ye Makkah al-Mukarramah va Madinah al-Munawwarah, 1390 HS, hlm. 30.
- ↑ Haritsi, Al-Atsar al-Islamiyyah fi Makkah al-Mukarramah, 1430 H, hlm. 186.
- ↑ Fakihi, Akhbar Makkah, 1424 H, jld. 4, hlm. 146.
- ↑ Jafarian, Atsar-e Eslami-ye Makkah wa Madinah, 1389 HS, hlm. 136.
- ↑ Ibnu Fahd, Ithaf al-Wara, 1408 H, jld. 4, hlm. 20.
- ↑ Ibnu Fahd, Ithaf al-Wara, 1408 H, jld. 3, hlm. 172 dan 683.
- ↑ Fekri, Farhang-ge Estelahat-e Hajj va Umrah, 1393 HS, hlm. 179.
- ↑ Ibnu Fahd, Ithaf al-Wara, 1408 H, jld. 4, hlm. 19.
- ↑ Jafarian, Atsar-e Eslami-ye Makkah va Madinah, 1389 HS, hlm. 135-139.
- ↑ Fekri, Farhang-ge Estelahat-e Hajj wa Umrah, 1393 HS, hlm. 179.
- ↑ Fekri, Farhang-ge Estelahat-e Hajj wa Umrah, 1393 HS, hlm. 179.
- ↑ Jafarian, Atsar-e Eslami-ye Makkah va Madinah, 1389 HS, hlm. 135-139.
Daftar Pustaka
- Chalabi, Awliya. Al-Rihlah al-Hijaziyyah. Kairo: Penerbit Dar al-Afaq al-Arabiyyah, 1999 M.
- Fakihi, Muhammad bin Ishaq. Akhbar Makkah fi Qadim al-Dahr wa Haditsih. Makkah: Maktabah al-Asadi, 1424 H.
- Fekri, Masud. Farhang-ge Estelahat-e Hajj wa Umrah. Teheran: Penerbit Masy'ar, 1393 HS.
- Haritsi, Nashir bin Ali. Al-Atsar al-Islamiyyah fi Makkah al-Mukarramah. Riyadh: Penerbit Nashir bin Ali al-Haritsi, 1430 H.
- Ibnu Fahd, Umar bin Muhammad. Ithaf al-Wara bi Akhbar Umm al-Qura. Makkah al-Mukarramah: Wizarah al-Ta'lim al-'Ali, 1403-1408 H.
- Jafarian, Rasul. Atsar-e Eslami-ye Makkah wa Madinah. Teheran: Penerbit Masy'ar, 1389 HS.
- Qa'idan, Asghar. Darsnameh-ye Amaken-e Madzhabi-ye Makkah al-Mukarramah wa Madinah al-Munawwarah. Teheran: Penerbit Masy'ar, 1390 HS.