Konsep:Al-'Afw
Templat:Tentang 2 Al-'Afw (Pemaafan) adalah mengabaikan balas dendam dan hukuman oleh seseorang yang memiliki hak dan kemampuan untuk melakukannya. Al-Qur'an dan riwayat menekankan pentingnya pemaafan sebagai perilaku mulia dan menganggapnya sebagai karakteristik orang-orang yang bertakwa dan keutamaan akhlak yang luhur.
Banyak dampak positif individu dan sosial yang disebutkan bagi pemaafan, yang akan diperoleh oleh orang yang memaafkan di dunia dan akhirat. Di antara dampak tersebut adalah perbaikan hubungan antarmanusia, pencegahan kekerasan, dan penciptaan ketenangan jiwa di masyarakat. Selain itu, pemaafan memiliki dampak duniawi seperti menolak bala dan menambah panjang umur, serta dampak ukhrawi seperti diampuninya dosa-dosa dan masuk surga. Pada saat yang sama, pemaafan harus disertai dengan hikmah dan kemaslahatan agar tidak menyebabkan meluasnya kezaliman. Dalam sirah Maksumin, pemaafan dikemukakan sebagai sebuah nilai akhlak dan diperkenalkan sebagai salah satu prinsip pemerintahan.
Pengenalan
Al-'Afw secara bahasa bermakna memaafkan, mengampuni, dan mengabaikan suatu masalah yang patut diperhatikan.[1] Dalam istilah agama dan akhlak, al-'Afw merujuk pada perilaku mulia di mana seseorang menahan diri dari balas dendam atau menghukum orang yang telah melakukan kesalahan terhadapnya.[2] Kemampuan untuk membalas dendam dianggap sebagai syarat dalam pemaafan. Seseorang yang tidak mampu membalas dendam, jika ia memaafkan, maka ia tidak disebut melakukan 'afw.[3] Mengenai hal ini Unsuri bersyair: Templat:Syiir Dalam teks-teks agama, ungkapan ini dianggap dekat dengan Safh dan Ghafr. Menurut Makarim Syirazi, seorang marja taklid dan peneliti akhlak Syiah, Safh bermakna mengabaikan kesalahan disertai dengan menjauhkan diri dari segala bentuk dendam dan kekesalan, sedangkan Ghafr bermakna menutupi dosa dan menciptakan penghalang bagi terungkapnya atau kembalinya dosa tersebut.[4]
Kedudukan
Banyak ayat Al-Qur'an yang mengisyaratkan tentang pemaafan; sebagaimana Makarim Syirazi telah menunjuk pada 10 kasus dari ayat-ayat ini.[5] Sebagai contoh, Allah dalam Ayat 134 Surah Ali 'Imran memperkenalkan pemaafan sebagai salah satu ciri orang-orang yang bertakwa.[6] Dalam riwayat-riwayat juga diisyaratkan mengenai kedudukan pemaafan sebagai salah satu sifat terpuji. Nabi Muhammad (saw) menganggap pemilik sifat pemaaf sebagai makhluk terbaik dan sifat ini sebagai salah satu sifat akhlak tertinggi.[7] Imam Ali (as) menyebut pemaafan sebagai mahkota keutamaan akhlak.[8] Sebagian muhadis Syiah seperti Kulaini dalam Al-Kafi[9] dan Faidh Kasyani dalam Al-Wafi[10] telah melaporkan hadis-hadis terkait pemaafan dalam bab tersendiri dengan judul "Bab al-'Afw". Para ilmuwan akhlak Syiah juga telah membahas makna, syarat, keutamaan, dan dampak pemaafan.[11]
Dampak dan Berkah Pemaafan
Pemaafan dan pengampunan memiliki pengaruh positif dalam kehidupan individu dan sosial. Mujtaba Tehrani, seorang peneliti akhlak Syiah, dengan pemahamannya terhadap teks-teks agama terkait pemaafan, meyakini bahwa pemaafan bukan hanya sebuah keutamaan individu, melainkan kebutuhan bagi kelangsungan kehidupan sosial.[12] Di antara dampak pemaafan dapat disebutkan hal-hal berikut:
- Memperkuat hubungan antarmanusia: Pemaafan menyebabkan terciptanya kasih sayang dan keakraban di antara individu.
- Mencegah balas dendam dan kekerasan: Pemaafan mencegah berlanjutnya perselisihan dan pendendaman di masyarakat.[13]
- Ketenangan jiwa: Seseorang yang memaafkan akan terbebas dari beban dendam dan kemarahan serta mencapai ketenangan.[14]
- Dampak duniawi: Berdasarkan riwayat, menolak bala,[15] Panjang umur,[16] kemuliaan[17] dan kemenangan[18] adalah dampak duniawi dari pemaafan.[19]
- Dampak ukhrawi: Diampuni,[20] terbebas dari azab Ilahi,[21] berhak mendapatkan pahala[22] dan masuk surga[23] juga termasuk dampak ukhrawi yang disebutkan bagi pemaafan.[24] Saadi, penyair abad ketujuh bersyair demikian:
Templat:Syiir Templat:Kotak kutipan
Penegakan Hak atau Pemaafan?
Berdasarkan analisis Misbah Yazdi, dalam akhlak Islam, baik pemaafan maupun penegakan hak memiliki kedudukan khusus dan pilihan di antara keduanya bergantung pada kondisi. Pemaafan bernilai ketika membantu memperbaiki individu atau mencegah kerusakan lebih lanjut, namun dalam kasus di mana pemaafan menyebabkan dorongan untuk berbuat zalim atau membahayakan orang lain, Islam menganjurkan penegakan hak dan bahkan kisas.[25]
Imam Ali (as) menganggap pemaafan itu baik selama tidak merugikan agama atau kekuatan pemerintahan Islam,[26] dan Syeikh Mufid menukil bahwa pemaafan memperbaiki orang mulia, namun merusak orang hina.[27]
Pemaafan dalam Sirah Maksumin
Dalam sirah Nabi saw dan sirah Imam-imam Syiah, terdapat banyak contoh kasus pemaafan dan pengampunan. Pada Fathu Makkah, Nabi (saw) memaafkan semua musuhnya yang telah menzalimi beliau dan para sahabatnya serta bersabda: "Pergilah, kalian semua bebas."[28] Setelah Perang Jamal, Imam Ali (as) memaafkan musuh-musuh yang memberontak melawannya dan memerintahkan agar orang-orang yang melarikan diri tidak dikejar, tawanan dan orang-orang yang terluka tidak disakiti, dan bahkan mereka dibantu. Selain itu, harta rampasan dari musuh dikembalikan kepada pemiliknya.[29] Pada Hari Asyura, Hurr bin Yazid al-Riyahi yang telah menutup jalan bagi Imam Husain (as), setelah bertobat dimaafkan oleh Imam Husain (as).[30]
Pemaafan dalam Pemerintahan
Ajaran agama menganjurkan para penguasa untuk memaafkan dan mengampuni rakyat. Dalam sebuah ungkapan, Imam Ali (as) menganggap keadilan dalam pemerintahan dan pemaafan di saat mampu dan berkuasa sebagai keindahan politik.[31] Templat:Yad Dalam surat perjanjian Malik al-Asytar, Imam Ali (as) juga berpesan kepada Malik: Sebagaimana ia suka Allah memaafkannya, ia pun hendaknya memberikan pemaafan kepada rakyat.[32]
Di Republik Islam Iran, pengampunan bagi terpidana telah diantisipasi dalam undang-undang. Dalam pasal 110 ayat 11 Undang-Undang Dasar, pemberian amnesti atau pengurangan hukuman bagi terpidana dalam batas-batas syariat Islam setelah usulan dari Ketua Kekuasaan Kehakiman, termasuk dalam wewenang Pemimpin.[33] Pada hari-hari seperti Dekade Fajar,[34] Idul Nowruz,[35] Idulghadir,[36] Idulfitri,[37] Iduladha,[38] Idul Mab'ats,[39] Maulid Nabi (saw)[40] dan Nisfu Sya'ban[41] sejumlah terpidana dicakup oleh pelaksanaan undang-undang ini.
Bibliografi
Topik pemaafan dan beberapa materi terkait dengannya telah ditulis dalam berbagai karya berbahasa Persia dan Arab oleh para penulis muslim, seperti:
- Al-Taubah wa al-'Afw al-Ilahi, ditulis oleh Thahir Abu Raghib, Penerbit Al-Dar al-Islamiyah Beirut, 1408 H, 1987 M.[42]
- Al-'Afw fi al-Fiqh al-Islami wa Dhawabithuhu wa Majalatuhu, ditulis oleh Aiman Jabrin Juwailis, Penerbit: Dar al-Nafais - Amman - Yordania 1435 H, 2014 M.[43]
- Afv va Qesas az Manzar-e Allameh Javadi Amoli (Pemaafan dan Kisas dalam Pandangan Allamah Jawadi Amuli), ditulis oleh Abdullah Jawadi Amuli, Penerbit Isra, Qom 1401 HS.[44]
- Ravesy-haye Tarbiyati dar Qur'an (Metode-metode Pendidikan dalam Al-Qur'an): (Pembelajaran Hikmah, Pemaafan dan Pengampunan, Pemuliaan dan Penghormatan, Kelembutan dan Toleransi, Ihsan), ditulis oleh Sayid Ali Husaini Zadeh, Penerbit Pazhuhesykadeh Hauzah wa Danesyqah Teheran.[45]
- Sazegari va Gozasyt (Toleransi dan Pemaafan) (Madara wa 'Afw), ditulis oleh Javad Iravani, Penerbit Universitas Ilmu Islami Razavi, Teheran, tahun 1390 HS.[46]
Catatan Kaki
- ↑ Musthafavi, Al-Tahqiq fi Kalimat al-Qur'an al-Karim, 1368 HS, jld. 8, hlm. 182.
- ↑ Tehrani, Akhlaq-e Allahi, 1402 HS, jld. 6, hlm. 136; Amili, Nur al-Haqiqah wa Nur al-Hadiqah, 1387 HS, hlm. 257.
- ↑ Tehrani, Akhlaq-e Allahi, 1402 HS, jld. 6, hlm. 136.
- ↑ Makarim Syirazi, Akhlaq dar Qur'an, 1385 HS, jld. 3, hlm. 421.
- ↑ Makarim Syirazi, Akhlaq dar Qur'an, 1385 HS, jld. 3, hlm. 410-411.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 3, hlm. 98.
- ↑ Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 2, hlm. 107.
- ↑ Laitsi Wasithi, Uyun al-Hikam wa al-Mawa'izh, 1376 HS, hlm. 19.
- ↑ Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 2, hlm. 107.
- ↑ Faidh Kasyani, Al-Wafi, 1406 H, jld. 4, hlm. 441.
- ↑ Sebagai contoh lihat: Naraqi, Jami' al-Sa'adat, Muassasah al-A'lami lil-Mathbu'at, jld. 1, hlm. 337-338; Naraqi, Mi'raj al-Sa'adah, 1378 HS, hlm. 247-249; Tehrani, Akhlaq-e Allahi, 1402 HS, jld. 6, hlm. 134-154.
- ↑ Tehrani, Akhlaq-e Allahi, 1402 HS, jld. 6, hlm. 143.
- ↑ Tehrani, Akhlaq-e Allahi, 1402 HS, jld. 6, hlm. 143-144.
- ↑ Tehrani, Akhlaq-e Allahi, 1402 HS, jld. 6, hlm. 144.
- ↑ Warram bin Abi Firas, Majmu'ah Warram, 1410 H, jld. 2, hlm. 120.
- ↑ Karajiki, Kanz al-Fawaid, 1410 H, jld. 1, hlm. 135.
- ↑ Nuri, Mustadrak al-Wasail wa Mustanbath al-Masail, 1408 H, jld. 9, hlm. 7.
- ↑ Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 2, hlm. 108.
- ↑ Tehrani, Akhlaq-e Allahi, 1402 HS, jld. 6, hlm. 149-151.
- ↑ Surah An-Nur, ayat 22.
- ↑ Laitsi Wasithi, Uyun al-Hikam wa al-Mawa'izh, 1376 HS, hlm. 27.
- ↑ Surah Asy-Syura, ayat 40.
- ↑ Imam Askari (as), Al-Tafsir al-Mansub ila Al-Imam Al-Hasan Al-Askari (as), 1409 H, hlm. 646.
- ↑ Tehrani, Akhlaq-e Allahi, 1402 HS, jld. 6, hlm. 151-154.
- ↑ Misbah Yazdi, Akhlaq dar Qur'an, 1391 HS, hlm. 383-388.
- ↑ Laitsi Wasithi, Uyun al-Hikam wa al-Mawa'izh, 1376 HS, hlm. 223; Agha Jamal Khwansari, Syarh Agha Jamal Khwansari bar Ghurar al-Hikam wa Durar al-Kalim, 1366 HS, jld. 3, hlm. 374.
- ↑ Syeikh Mufid, Al-Irsyad, 1413 H, jld. 1, hlm. 298.
- ↑ Ibnu Hisyam, Al-Sirah al-Nabawiyah, Dar al-Ma'rifah, jld. 2, hlm. 412.
- ↑ Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 5, hlm. 68-69.
- ↑ Abu Mikhnaf, Waq'ah al-Thaff, 1417 H, hlm. 213-215.
- ↑ Laitsi Wasithi, Uyun al-Hikam wa al-Mawa'izh, 1376 HS, hlm. 223.
- ↑ Nahjul Balaghah, Koreksi Subhi Shalih, Surat 53, hlm. 428.
- ↑ Qanun-e Asasi-ye Jumhuri-ye Eslami-ye Iran, 1397 HS, hlm. 42.
- ↑ Sebagai contoh lihat: Khomeini, Shahifeh Imam, 1378 HS, jld. 17, hlm. 291; "Pemaafan dan pengurangan hukuman dalam rangka Yaumullah 22 Bahman", Paygah Ettela'resani Daftar-e Maqam-e Muazzam-e Rahbari; "Persetujuan amnesti dan pengurangan hukuman sejumlah terpidana dalam rangka Dekade Fajar", Situs Daftar-e Hifz wa Nasyr-e Atsar-e Ayatullah Khamenei.
- ↑ Sebagai contoh lihat: Khomeini, Shahifeh Imam, 1378 HS, jld. 17, hlm. 367; "Pengampunan sejumlah tahanan dalam rangka Idul Nowruz dan bulan Ramadan", Kantor Berita Tasnim.
- ↑ Sebagai contoh lihat: Khomeini, Shahifeh Imam, 1378 HS, jld. 11, hlm. 19; "Pemaafan dan pengurangan hukuman terpidana menjelang Idul Ghadir Khum", Paygah Ettela'resani Daftar-e Maqam-e Muazzam-e Rahbari;
- ↑ Sebagai contoh lihat: Khomeini, Shahifeh Imam, 1378 HS, jld. 16, hlm. 398; "Persetujuan Pemimpin Revolusi atas amnesti atau pengurangan hukuman lebih dari dua ribu terpidana pengadilan", Paygah Ettela'resani Daftar-e Maqam-e Muazzam-e Rahbari.
- ↑ Sebagai contoh lihat: Khomeini, Shahifeh Imam, 1378 HS, jld. 18, hlm. 138; "Persetujuan amnesti atau pengurangan hukuman sejumlah terpidana dalam rangka Idul Adha dan Ghadir", Situs Daftar-e Hifz wa Nasyr-e Atsar-e Ayatullah Khamenei.
- ↑ Sebagai contoh lihat: Khomeini, Shahifeh Imam, 1378 HS, jld. 14, hlm. 364; "Pemaafan dan pengurangan hukuman sejumlah terpidana dalam rangka datangnya Idul Mab'ats", Paygah Ettela'resani Daftar-e Maqam-e Muazzam-e Rahbari.
- ↑ Sebagai contoh lihat: Khomeini, Shahifeh Imam, 1378 HS, jld. 15, hlm. 477; "Persetujuan Pemimpin Revolusi atas amnesti atau pengurangan dan pengubahan hukuman sekitar tiga ribu terpidana", Paygah Ettela'resani Daftar-e Maqam-e Muazzam-e Rahbari.
- ↑ Sebagai contoh lihat: Khomeini, Shahifeh Imam, 1378 HS, jld. 14, hlm. 425; "Pemaafan dan pengurangan hukuman terpidana dalam rangka Nisfu Sya'ban", Paygah Ettela'resani Daftar-e Maqam-e Muazzam-e Rahbari.
- ↑ Perpustakaan Digital Noor
- ↑ Perpustakaan Digital Noor
- ↑ Khaneh Ketab wa Adabiyat Iran, [1]
- ↑ Khaneh Ketab wa Adabiyat Iran [2]
- ↑ Khaneh Ketab wa Adabiyat Iran, [3]
Catatan
Daftar Pustaka
- Abu Mikhnaf, Luth bin Yahya. Waq'ah al-Thaff. Qom, Jama'ah al-Mudarrisin fi al-Hauzah al-'Ilmiyah bi-Qom, Muassasah al-Nasyr al-Islami, 1417 H.
- Agha Jamal Khwansari, Muhammad bin Husain. Syarh Agha Jamal Khwansari bar Ghurar al-Hikam wa Durar al-Kalim. Teheran, Danesyqah Teheran, 1366 HS.
- Amili, Husain bin Abdul Shamad. Nur al-Haqiqah wa Nur al-Hadiqah. Teheran, Fikr, 1387 HS.
- Faidh Kasyani, Muhammad Muhsin bin Syah Murtadha. Al-Wafi. Isfahan, Kitabkhaneh Imam Amir al-Mukminin Ali alaihis salam, 1406 H.
- Ibnu Hisyam, Abdul Malik Ibnu Hisyam. Al-Sirah al-Nabawiyah. Beirut, Dar al-Ma'rifah, Tanpa Tahun.
- Ibnu Sa'ad, Muhammad bin Sa'ad. Al-Thabaqat al-Kubra. Beirut, Dar al-Kutub al-'Ilmiyah, 1410 H.
- Imam Askari (as), Hasan bin Ali. Al-Tafsir al-Mansub ila Al-Imam Al-Hasan Al-Askari (as). Qom, Madrasah al-Imam al-Mahdi (aj), 1409 H.
- Karajiki, Muhammad bin Ali. Kanz al-Fawaid. Qom, Dar al-Dzakhair, 1410 H.
- Khomeini, Ruhullah. Shahifeh Imam. Teheran, Muassasah Tanzhim wa Nasyr Atsar Imam Khomeini (ra), 1378 HS.
- Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Al-Kafi. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1407 H.
- Laitsi Wasithi, Ali bin Muhammad. Uyun al-Hikam wa al-Mawa'izh. Qom, Dar al-Hadits, 1376 HS.
- Makarim Syirazi, Nasir. Akhlaq dar Qur'an (Akhlak dalam Al-Qur'an). Qom, Madrasah al-Imam Ali bin Abi Thalib, 1385 HS.
- Makarim Syirazi, Nasir. Tafsir Nemuneh. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1374 HS.
- Misbah Yazdi, Muhammad Taqi. Akhlaq dar Qur'an (Akhlak dalam Al-Qur'an). Qom, Muassasah Amuzesyi Pazhuhesyi Imam Khomeini (ra), 1391 HS.
- Musthafavi, Hasan. Al-Tahqiq fi Kalimat al-Qur'an al-Karim. Teheran, Vezarat-e Farhang wa Irsyad-e Eslami, 1368 HS.
- Naraqi, Ahmad bin Muhammad Mahdi. Mi'raj al-Sa'adah. Qom, Hijrat, 1378 HS.
- Naraqi, Muhammad Mahdi bin Abi Dzar. Jami' al-Sa'adat. Beirut, Muassasah al-A'lami lil-Mathbu'at, Tanpa Tahun.
- Nuri, Husain bin Muhammad Taqi. Mustadrak al-Wasail wa Mustanbath al-Masail. Qom, Muassasah Alu al-Bait alaihimus salam, 1408 H.
- "Pengampunan sejumlah tahanan dalam rangka Idul Nowruz dan bulan Ramadan", Kantor Berita Tasnim, Tanggal posting: 22 Isfand 1402 HS, Tanggal kunjungan: 13 Bahman 1403 HS.
- "Pemaafan dan pengurangan hukuman dalam rangka Yaumullah 22 Bahman", Paygah Ettela'resani Daftar-e Maqam-e Muazzam-e Rahbari, Tanggal posting: 20 Bahman 1373 HS, Tanggal kunjungan: 13 Bahman 1403 HS.
- "Pemaafan dan pengurangan hukuman sejumlah terpidana dalam rangka datangnya Idul Mab'ats", Paygah Ettela'resani Daftar-e Maqam-e Muazzam-e Rahbari, Tanggal posting: 6 Azar 1376 HS, Tanggal kunjungan: 13 Bahman 1403 HS.
- "Pemaafan dan pengurangan hukuman terpidana menjelang Idul Ghadir Khum", Paygah Ettela'resani Daftar-e Maqam-e Muazzam-e Rahbari, Tanggal posting: 4 Ordibehesyt 1376 HS, Tanggal kunjungan: 13 Bahman 1403 HS.
- "Pemaafan dan pengurangan hukuman terpidana dalam rangka Nisfu Sya'ban", Paygah Ettela'resani Daftar-e Maqam-e Muazzam-e Rahbari, Tanggal posting: 14 Bahman 1371 HS, Tanggal kunjungan: 13 Bahman 1403 HS.
- "Persetujuan amnesti dan pengurangan hukuman sejumlah terpidana dalam rangka Dekade Fajar", Situs Daftar-e Hifz wa Nasyr-e Atsar-e Ayatullah Khamenei, Tanggal posting: 23 Bahman 1378 HS, Tanggal kunjungan: 13 Bahman 1403 HS.
- "Persetujuan amnesti atau pengurangan hukuman sejumlah terpidana dalam rangka Idul Adha dan Ghadir", Situs Daftar-e Hifz wa Nasyr-e Atsar-e Ayatullah Khamenei, Tanggal posting: 27 Khurdad 1403 HS, Tanggal kunjungan: 13 Bahman 1403 HS.
- "Persetujuan Pemimpin Revolusi atas amnesti atau pengurangan hukuman lebih dari dua ribu terpidana pengadilan", Paygah Ettela'resani Daftar-e Maqam-e Muazzam-e Rahbari, Tanggal posting: 18 Farvardin 1403 HS, Tanggal kunjungan: 13 Bahman 1403 HS.
- "Persetujuan Pemimpin Revolusi atas amnesti atau pengurangan dan pengubahan hukuman sekitar tiga ribu terpidana", Paygah Ettela'resani Daftar-e Maqam-e Muazzam-e Rahbari, Paygah Ettela'resani Daftar-e Maqam-e Muazzam-e Rahbari, Tanggal posting: 29 Syahrivar 1403 HS, Tanggal kunjungan: 13 Bahman 1403 HS.
- Qanun-e Asasi-ye Jumhuri-ye Eslami-ye Iran. Teheran, Pazhuhesykadeh Syura-ye Negahban, 1397 HS.
- Qur'an al-Karim.
- Saadi, Mushlih bin Abdullah. Kulliyat Saadi. Koreksi Muhammad Ali Furughi. Teheran, Chapkhaneh-ye Borukhim, 1320 HS.
- Sayid Radhi, Muhammad bin Husain. Nahjul Balaghah. Koreksi Subhi Shalih. Qom, Hijrat, 1414 H.
- Syeikh Mufid, Muhammad bin Muhammad. Al-Irsyad fi Ma'rifah Hujaj Allah 'ala al-'Ibad. Qom, Kongreh Syeikh Mufid, 1413 H.
- Syeikh Shaduq, Muhammad bin Ali. Man La Yahdhuruhu al-Faqih. Qom, Daftar Intisharat-e Eslami wabasteh be Jame'eh Mudarrisin Hauzah Ilmiah Qom, 1413 H.
- Tehrani, Mujtaba. Akhlaq-e Allahi. Teheran, Sazman-e Intisharat-e Pazhuhesygah Farhang wa Andisyeh Eslami, 1402 HS.
- Unsuri, Hasan bin Ahmad. Divan. Teheran, Kitabkhaneh Ibn Sina, 1341 HS.
- Warram bin Abi Firas, Mas'ud bin Isa. Majmu'ah Warram. Qom, Maktabah Faqih, 1410 H.
- Warram, Mas'ud bin Isa. Majmu'ah Warram "Adab va Akhlaq dar Eslam". Terjemahan Muhammad Ridha Atha'i. Masyhad, Astan Quds Razavi, 1369 HS.