tanpa referensi

Qunut

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
gambar orang qunut dalam salat berjamaah

Qunut (bahasa Arab: قنوت) adalah amalan mustahab dalam salat. Dalam qunut harus mengangkat tangan dan membaca doa. Sunnah bagi pelaku salat mengangkat tangan hingga ke depan wajah dan menengadahkan telapak tangan ke arah langit. Dalam kebanyakan salat, qunut hanya dilakukan sekali pada rakaat kedua setelah membaca Fatihah dan surah dan sebelum ruku'.

Dalam qunut, semua zikir dan doa boleh dibaca. Mengenai bolehnya membaca zikir selain bahasa Arab dalam qunut terjadi perbedaan pendapat di antara fukaha. Namun menurut pendapat semua fukaha hal itu (qunut selain bahasa arab) tidak menyebabkan batalnya salat. Di dalam qunut ada sebagian perbuatan mustahab yang dianjurkan seperti membaca takbir sebelum ruku, mengeraskan zikir qunut, membaca sebagian ayat Alquran, diantaranya ayat 201 surah Al-Baqarah.

Ahlusunnah memiliki perbedaan pendapat mengenai kesahihan qunut. Sebagian dari mereka membid'ahkan pembacaan qunut dalam salat wajib dan sebagian lagi membenarkan qunut hanya dalam salat subuh.

Definisi

Qunut dalam bahasa bermakna menjalankan perintah disertai dengan kerendahan hati.[1] Di dalam Alquran kata "qunut" dan derivasinya dimuat 13 kali dengan makna doa, ibadah, salat dan taat. Dalam istlah fikih, qunut adalah membaca doa dengan cara khusus setelah al-Fatihah dan surah dalam salat-salat wajib dan mustahab.[2]

Hukum

Di dalam qunut tangan harus diangkat. Sunnah merapatkan kedua tangan dan menengadahkan ke langit serta mengangkatnya hingga ke depan wajah. Demikian juga sunnah bagi pelaku salat melihat telapak tangan saat berqunut. Sebagian fukaha meyakini bahwa mengankat tangan dalam qunut tidak wajib.[3]

Membaca doa atau zikir khusus dalam qunut bukanlah syarat, tetapi boleh membaca zikir secara mutlak.[4] Lebih utama (bagi makmum) membaca qunut dengan suara keras kecuali jika menyebabkan imam jamaah mendengar suaranya.[5]

Perbedaan Qunut Dalam Salat

Selain dalam dua salat id, salat Jumat, salat ayat dan salat witir, dalam semua salat-salat yang lain qunut hanya dilakukan sekali setelah membaca al-Fatihah dan surah sebelum ruku' rakaat kedua. Dalam salat Idul Fitri dan qurban, qunut dibaca 5 kali pada rakaat pertama dan 4 kali pada rakaat kedua. Dalam salat ayat qunut dibaca 5 kali, dalam salat jumat qunut dibaca 2 kali; pertama sebelum ruku' rakaat pertama dan kedua setelah ruku' rakaat kedua, dan dalam salat witir dibaca setelah al-Fatihah dan surah pada rakaat pertama.[6]

Membaca Qunut Dengan Selain Bahasa Arab

Mengenai membaca qunut dengan selain bahasa Arab terdapat dua pendapat: sebagian ulama seperti imam Khomeini, Ayatullah Bahjat, Ayatullah Khomenei dan Ayatullah Nuri Hamedani mensahihkannya. Ulama seperti Ayatullah Makarim Syirazi dan Ayatullah Fadhil Langkarani tidak membenarkan pembacaan qunut selain bahasa Arab; namun disaat yang sama mereka yakin hal itu tidak membatalkan salat.[7]

Memutar Cincin Dalam Qunut Salat dan Lupa Berqunut

Sebagian orang memutar mata cincinnya ke arah telapak tangannya saat membaca qunut dalam salat. Menurut fatwa marja' taklid hal itu sama sekali bukan sunnah dan tidak ada riwayat mengenai kesunnahn perbuatan ini, tapi ia tidak membatalkan salat.[8]

Dalam sebagian sumber-sumber fikih dimuat bahwa apabila seseorang lupa qunut salat, jika ia ingat kembali dalam ruku' dan setelahnya hingga sebelum melakukan sujud, maka ia boleh melakukan qunut itu.[9]

Hal-hal Sunnah Dalam Qunut

Membaca sebagian ayat-ayat Alquran dan zikir-zikir dalam qunut adalah hal yang umum,[10] di antaranya adalah:

  • Membaca takbir dan mengangkat tangan hingga mendekati telinga sebelum qunut.
  • Mengangkat tangan hingga depan wajah dan menengadahkan telapak tangan ke langit saat berqunut.
  • Merapatkan jari-jari tangan satu dengan lainnya kecuali ibu jari dimana lebih baik dijauhkan dari jari-jari lainnya.
  • Memanjangkan qunut, tentu dalam salat jamaah harus memperhatikan kondisi makmum.
  • Mengeraskan bacaan zikir qunut dalam salat furada (sendirin).[11]

Doa-doa Yang Umum Dibaca

Dalam matan riwayat dan fikih, membaca sebagian ayat-ayat Alquran dan zikir-zikir dianjurkan. Antara lain adalah:

  • Ayat: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار; Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di kahirat.[12]
  • Ayat: رَ‌بَّنَا اغْفِرْ‌ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ; Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu-bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan.[13]
  • Ayat: رَ‌بَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَ‌حْمَةً ; Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan kruniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu.[14]
  • Doa: لٰا الٰهَ الَّا اللّٰهُ الْحَلٖیمُ الْکَرٖیمُ لٰا الٰهَ الَّا اللّٰهُ الْعَلِی الْعَظٖیمُ سُبْحٰانَ اللّٰهِ رَبِّ السَّماواتِ السَّبْعِ وَرَبِّ الْارَضینَ السَّبْعِ وَمٰا فیهِنَّ وَمٰا بَینَهُنَّ وَ ربِّ الْعَرْشِ الْعَظٖیمِ وَالْحَمْدُللّٰهِ رَبِّ ‌الْعٰالَمٖینَ; Tiada Tuhan selain Allah swt Yang Maha Tahu Maha Pemurah, tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Tinggi Maha Agung, Maha suci Allah Tuhan langit yang tujuh dan bumi yang tujuh beserta isinya dan apa-apa yang terdapat di antara keduanya, dan Tuhan Arasy yang besar, dan segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.[15]

Legalitas Qunut Menurut Pandangan Ahlusunnah

Terkait keabsahan qunut, Ahlusunnah memiliki perbedaan pandangan; mazhab Hanafi dan Hanbali membid'ahkan bacaan qunut pada selain salat witir, sementara mazhab Syafii dan Maliki disamping mensunahkan qunut dalam salat witir, juga mensunahkan qunut dalam salat subuh.[16]

Catatan Kaki

  1. Raghib Isfahani, al-Mufradāt fi Gharib Alquran, jld.1, 684
  2. Misykini, Musthalahāt al-Fiqh, hlm.431
  3. Bani Hasyimi Khumaini, Taudhih al-Masāil Marāji; masalah No. 1117-1119, hlm.600-601
  4. Banj Hasyimi, Khumaini, Taudhih al-Masāil Marāji', masalah No. 1117-1119, hlm.305-306
  5. Bani Hasyimi Khumaini, Taudhih al-Masāil Marāji', masalah No. 1120, hlm.306
  6. Banj Hasyimi Khumaini, Taudhih al-Masāil Marāji', masalah No. 1117-1119, hlm.305-306
  7. Hukum Membaca Qunut Dengan Bahasa Arab; Site Islamquest
  8. Hukum memutar cincin dalam qunut salat, Pusat Jawaban Nasional
  9. Hukum lupa qunut, Portal anhar
  10. Zikir qunut salat sesuai anjuran Alquran, Site Tibyan
  11. Bani Hasyimi Khumaini, Taudhih al-Masāil Marāji', masalah No. 1118-1119, hlm.305-306
  12. QS. Al-Baqarah: 201
  13. QS. Ibrahim: 41
  14. QS. Ali Imran: 8
  15. Hal-hal sunnah dalam qunut, Situs Islamquest
  16. Husain pur, Tafāutha-ye Namāz Syi'ayān wa Ahli Tasannun

Daftar Pustaka

  • Bani Hasyimi Khomeini, Sayid Muhammad Hasan. Taudhīh al-Masāil Marāji' . Cet. I. Qom: Daftar-e Entesyarat-e Islami Jami'ah Mudarrisin Hawzah 'Ilmiyyah, 1372 HS (1993).
  • Hukm-e Carkhondan-e Angusytar dar Qunūt-e Namāz (Hukum Memutar Cincin dalam Qunut Salat. Situs Markaz-e Posukhguyi Milli ( Pusat Jawaban Nasional).
  • Hukm-e Farāmusy Kardan-e Qunūt (Hukum Lupa membaca Qunut) . Situs Portal Anhar.
  • Hukm-e Khandan-e Qunūt be Zabān-e Arabī (Hukum Membaca Qunut dengan Bahasa Arab) . Situs Islam Quest.
  • Husain Pur, sayid Muhammad Mahdi. Tafāwuthā-ye Namāz-e Syi'ayān wa Ahl-e Tasannun (Perbedaan Salat Syi'ah dan Ahlussunnah) . Situs Porseman (Tanya Jawab) Danesyjui.
  • Misykini, Ali. Mushthalahāt al-Fiqh. Qom: Nasyr al-Hadi, 1428 H.
  • Mustahabbāt-e Qunūt (Hal-Hal Sunnah dalam Qunut). Situs Islam Quest.
  • Raghib Isfahani, Husain bin Muhammad. Al-Mufradāt fī Gharīb al-Qur'ān. Riset Shofwan 'Adnan ad-Dawudi. Beirut: Dar al-Qalam, 1412 H.