Lompat ke isi

Konsep:Khotbah 143 Nahjul Balaghah

Dari wikishia

Templat:Artikel terkait

Templat:Infobox riwayat Khotbah 143 Nahjul Balaghah adalah perkataan dari Imam Ali (as) yang dibacakan setelah Salat Istisqa.[1] Imam dalam khotbah ini berpesan agar masyarakat melakukan istigasah kepada Allah di saat terjadi kekeringan[2] dan berlindung kepada rahmat-Nya.[3]

Dari ungkapan "Ya Allah! Kami datang kepada-Mu dari rumah-rumah tempat kami berada..." dalam khotbah ini, disimpulkan bahwa Imam mendirikan Salat Istisqa di ruang terbuka dan tanpa atap.[4] Allamah Majlisi menggunakan khotbah ini untuk menunjukkan kesunnahan mendirikan Salat Istisqa di bawah langit terbuka.[5] Imam Ali (as) di awal khotbah ini menyatakan bahwa bumi dan langit bukanlah sumber rezeki; melainkan keduanya menaati Allah dalam menyampaikan rezeki kepada para hamba.[6] Imam selanjutnya menjelaskan bahwa Allah menghalangi nikmat-nikmat-Nya dari para hamba sebagai balasan atas perbuatan-perbuatan buruk mereka.[7]

Ali (as) dalam khotbah ini mengingatkan masyarakat bahwa seseorang harus berusaha agar layak menerima rahmat Allah.[8] Imam menyebutkan jalan keluar dari kesulitan ini adalah[9] dengan menjadikan tobat sebagai sebab melimpahnya rezeki dan rahmat bagi makhluk.[10] Beberapa ulama di bawah penjelasan ini mengingatkan poin bahwa meskipun istigfar menjadi sebab ampunan Allah, namun tetap harus ada usaha untuk mendapatkan rezeki.[11]

Dalam salah satu bagian khotbah ini, Imam mengisyaratkan bahwa mereka keluar dengan harapan akan nikmat Allah setelah mendengar teriakan hewan-hewan dan rintihan anak-anak, kemudian beliau berdoa agar Allah memuaskan mereka dengan hujan.[12] Ibnu Maitsam al-Bahrani, salah seorang pensyarah Nahjul Balaghah, mendeskripsikan kalimat-kalimat Imam ini sebagai "kalimat yang menyenangkan dan menyentuh hati" yang bertujuan untuk "mengekspresikan kerinduan akan turunnya rahmat, serta menunjukkan harapan pada karunia dan nikmat Tuhan."[13]

Nomor khotbah dalam berbagai versi Nahjul Balaghah
Subhi Shalih Faiz al-Islam Ibnu Maitsam Muhammad Javad Mughniyah Habibullah Khu'i Ibnu Abil Hadid Mulla Shalih Qazwini Muhammad Abduh Mulla Fathullah Kasyani
143 143 142 141 143 143 143 136 170[14]

Teks dan Terjemahan

Templat:Teks Khotbah 143 Nahjul Balaghah

Catatan Kaki

  1. ↑ Mughniyah, Fi Zhilal Nahjul Balaghah, 1400 H, jld. 2, hlm. 315.
  2. ↑ Musawi, Syarh Nahjul Balaghah, 1418 H, jld. 2, hlm. 422.
  3. ↑ Jafari, Tarjamah wa Tafsir-e Nahjul Balaghah, 1418 H, jld. 24, hlm. 124.
  4. ↑ Mughniyah, Fi Zhilal Nahjul Balaghah, 1400 H, jld. 2, hlm. 318.
  5. ↑ Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403 H, jld. 88, hlm. 314.
  6. ↑ Al-Bahrani, Ibnu Maitsam, Ikhtiyar Misbah al-Salikin, 1408 H, hlm. 303.
  7. ↑ Al-Bahrani, Ibnu Maitsam, Syarh Nahjul Balaghah, 1404 H, jld. 3, hlm. 185.
  8. ↑ Al-Bahrani, Ibnu Maitsam, Syarh Nahjul Balaghah, 1404 H, jld. 3, hlm. 186.
  9. ↑ Al-Bahrani, Ibnu Maitsam, Ikhtiyar Misbah al-Salikin, 1408 H, hlm. 303.
  10. ↑ Syarif al-Radhi, Nahjul Balaghah (versi Subhi Shalih), 1414 H, khotbah 143, hlm. 199.
  11. ↑ Mughniyah, Fi Zhilal Nahjul Balaghah, 1400 H, jld. 2, hlm. 316.
  12. ↑ Nahjul Balaghah, koreksi Subhi Shalih, khotbah 143, hlm. 199.
  13. ↑ Al-Bahrani, Ibnu Maitsam, Syarh Nahjul Balaghah, 1404 H, jld. 3, hlm. 186.
  14. ↑ Dashti dan Mohammadi, al-Mu'jam al-Mufahras li Alfazh Nahj al-Balaghah, 1357 HS, hlm. 511.

Daftar Pustaka

  • Al-Bahrani, Ibnu Maitsam. Ikhtiyar Misbah al-Salikin. Riset: Muhammad Hadi Amini. Masyhad, Majma' al-Buhuts al-Islamiyyah, 1408 H.
  • Al-Bahrani, Ibnu Maitsam. Syarh Nahjul Balaghah. Tanpa tempat, Daftar Nasyr al-Kitab, 1404 H.
  • Dashti, Mohammad dan Kazem Mohammadi. al-Mu'jam al-Mufahras li Alfazh Nahj al-Balaghah. Qom, Lembaga Budaya Riset Amirul Mukminin, 1375 HS.
  • Jafari, Muhammad Taqi. Tarjamah wa Tafsir-e Nahjul Balaghah (Terjemahan dan Tafsir Nahjul Balaghah). Tehran, Maktabah Nasyr al-Tsaqafah al-Islamiyyah, 1418 H.
  • Majlisi, Muhammad Baqir. Bihar al-Anwar. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, cetakan kedua, 1403 H.
  • Mughniyah, Muhammad Javad. Fi Zhilal Nahjul Balaghah. Beirut, Dar al-Ilm lil Malayin, 1400 H.
  • Musawi, Sayid Abbas Ali. Syarh Nahjul Balaghah. Beirut, Dar al-Rasul al-Akram, 1418 H.
  • Syarif al-Radhi, Muhammad bin Husain. Nahjul Balaghah (versi Subhi Shalih). Qom, Penerbit Hijrat, cetakan pertama, 1414 H.