Lompat ke isi

Konsep:Ayat 6 Surah Al-A'raf

Dari wikishia

c || || || || || || || || editorial box

Ayat 6 Surah Al-A'raf
Informasi Ayat
SurahSurah Al-A'raf
Ayat6
Juz8
Informasi Konten
TentangPertanyaan kepada para nabi dan manusia pada hari kiamat.
Ayat-ayat terkaitAyat 24 Surah Shaffat • Ayat 78 Surah Al-Qashash • Ayat 29 Surah Al-Hajr • Ayat 39 Surah Ar-Rahman


Ayat 6 Surah Al-A'raf (bahasa Arab: آیه ۶ سوره اعراف) mengisyaratkan bahwa pada Hari Kiamat, baik para nabi maupun umat yang kepadanya nabi diutus, akan ditanyai dan dimintai pertanggungjawaban. Pertanyaan-pertanyaan ini berkaitan dengan bagaimana para nabi menyampaikan risalah, bagaimana perilaku umat terhadap mereka, dan motivasi dari perilaku tersebut. Para Mufasir menganggap tujuan dari interogasi ini adalah untuk mengancam orang-orang kafir, menghilangkan alasan, menekankan Keadilan Ilahi, serta memuliakan orang-orang beriman dan para nabi.

Para mufasir menafsirkan ayat-ayat yang mengisyaratkan tidak adanya pertanyaan kepada para pendosa pada Hari Kiamat sebagai tidak adanya pertanyaan untuk mencari tahu (karena Allah sudah tahu), atau mengaitkan perbedaan antara ayat-ayat dalam menghadapi para pendosa dengan perbedaan dan keragaman mawaqif (tempat pemberhentian) Kiamat.

Interogasi Para Nabi dan Umat Manusia di Hari Kiamat

Ayat 6 Surah Al-A'raf menyatakan bahwa Allah pada Hari Kiamat akan menanyai para nabi dan juga umat yang kepadanya nabi diutus.[1] Isi ayat ini sangat ditekankan oleh Allah dengan menggunakan sumpah dan perangkat penegas dalam bahasa Arab seperti nun taukid.[2]

فَلَنَسْأَلَنَّ الَّذِينَ أُرْسِلَ إِلَيْهِمْ وَلَنَسْأَلَنَّ الْمُرْسَلِينَ (Maka sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus rasul-rasul kepada mereka dan sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) rasul-rasul (Kami).)

Beberapa pihak menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan "orang-orang yang diutus kepada mereka" (al-mursalin) dalam ayat ini adalah para malaikat yang Allah turunkan kepada para nabi.[3] Jenis penafsiran ayat ini tidak diterima oleh mufasir seperti Allamah Thabathaba'i karena ketidakselarasannya dengan ayat-ayat sebelumnya yang berbicara tentang azab umat-umat terdahulu dan juga ayat-ayat sesudahnya.[4]

Para mufasir Al-Qur'an dengan merujuk pada ayat ini menyatakan bahwa semua manusia pada Hari Kiamat akan dihisab dan tidak ada seorang pun, bahkan para nabi, yang dikecualikan dari hal ini.[5]

Topik Pertanyaan

Menurut para Mufasir, pada Hari Kiamat, para nabi akan ditanya tentang bagaimana mereka menyampaikan risalah mereka.[6] Jenis penafsiran ayat ini didukung oleh riwayat Imam Ali as.[7] Umat manusia juga akan ditanya tentang bagaimana perilaku mereka terhadap para nabi dan penerimaan mereka terhadap dakwah para nabi tersebut[8] serta alasan dari perbuatan yang telah mereka lakukan.[9]

Menurut Allamah Thabathaba'i (1904-1981), manusia akan ditanya tentang Iman dan Amal Saleh yang diperintahkan untuk mereka lakukan, serta tentang mengatakan kebenaran dan melakukan perbuatan yang benar.[10] Dalam sebuah riwayat dari Nabi Muhammad saw, disebutkan bahwa manusia akan ditanya tentang bagaimana perilaku mereka terhadap Ahlulbait as.[11] Sebagian mengatakan bahwa para nabi akan ditanya tentang jenis jawaban (respon) kaum mereka.[12]

Alasan Bertanya kepada Manusia dan Para Nabi

Karena Al-Qur'an dalam ayat-ayat seperti Ayat 7 Surah Al-A'raf menegaskan bahwa Allah mengetahui segala urusan,[13] para Mufasir menyebutkan tujuan lain selain untuk mengetahui kenyataan dalam melakukan tanya jawab dengan manusia dan para nabi, yang beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Mengancam manusia dan mencegah ketidaktaatan mereka.[14]
  • Mengarahkan perhatian manusia pada masalah pengutusan para nabi dan menutup jalan alasan bagi mereka.[15]
  • Menekankan bahwa Allah tidak pernah menzalimi hamba-hamba-Nya.[16]
  • Mengarahkan perhatian bahwa hukuman bagi orang-orang kafir adalah akibat dari perbuatan mereka sendiri.[17]
  • Memuliakan orang-orang beriman dan mencela orang-orang kafir.[18]
  • Menghormati para nabi karena telah melaksanakan tugas Ilahi mereka.[19]
  • Mengambil pengakuan dari orang-orang zalim.[20]


Menghilangkan Kontradiksi dengan Ayat Lain

Dalam beberapa ayat Al-Qur'an seperti Ayat 78 Surah Al-Qashash, disebutkan bahwa pada Hari Kiamat, dosa para pendosa tidak akan ditanyakan.[21] Untuk menghilangkan kontradiksi antara ayat-ayat ini dan ayat 6 Surah Al-A'raf, para mufasir menyatakan bahwa di mana dikatakan pertanyaan tidak akan diajukan, itu berarti Allah mengetahui dosa semua hamba dan tidak perlu bertanya,[22] dan di mana ada pembicaraan tentang interogasi, tujuan lain seperti menegur individu yang dimaksud.[23] Sebagian juga menganggap bertanya berkaitan dengan mawaqif (posisi/tempat) hisab dan tidak bertanya berkaitan dengan waktu pelaksanaan (hukuman/kejadian).[24]

Fakhrurrazi, teolog dan mufasir Ahlusunah, juga untuk menghilangkan kontradiksi ini mengatakan bahwa pada Hari Kiamat tidak akan ditanya tentang perbuatan Dosa, tetapi akan ditanya tentang alasan dan motivasi melakukannya.[25]

Catatan Kaki

  1. Thabrisi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 4, hlm. 614.
  2. Thusi, Al-Tibyan, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, jld. 4, hlm. 347-348.
  3. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390 H, jld. 8, hlm. 9.
  4. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390 H, jld. 8, hlm. 9.
  5. Qara'ati, Tafsir Nur, 1388 HS, jld. 3, hlm. 22; Fakhrurrazi, Mafatih al-Ghaib, 1420 H, jld. 14, hlm. 201.
  6. Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jld. 6, hlm. 87.
  7. Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jld. 6, hlm. 87.
  8. Sabzawari, Al-Jadid fi Tafsir al-Qur'an, 1406 H, jld. 3, hlm. 120; Thusi, Al-Tibyan, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, jld. 4, hlm. 348.
  9. Alusi, Ruh al-Ma'ani, 1415 H, jld. 4, hlm. 323.
  10. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390 H, jld. 8, hlm. 9.
  11. Qara'ati, Tafsir Nur, 1388 HS, jld. 3, hlm. 20.
  12. Thabrisi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 4, hlm. 614.
  13. Mudarrisi, Min Huda al-Qur'an, 1419 H, jld. 3, hlm. 275.
  14. Thusi, Al-Tibyan, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, jld. 4, hlm. 348.
  15. Thabrisi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 4, hlm. 614-615.
  16. Thabrisi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 4, hlm. 614-615.
  17. Thabrisi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 4, hlm. 614-615.
  18. Thabrisi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 4, hlm. 614-615.
  19. Shadiqi Tehrani, Al-Furqan, 1406 H, jld. 11, hlm. 27; Shabuni, Shafwah al-Tafasir, 1421 H, jld. 1, hlm. 405.
  20. Mudarrisi, Min Huda al-Qur'an, 1419 H, jld. 3, hlm. 275.
  21. Kasyani, Manhaj al-Shadiqin, 1336 HS, jld. 4, hlm. 6.
  22. Thusi, Al-Tibyan, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, jld. 4, hlm. 349.
  23. Thusi, Al-Tibyan, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, jld. 4, hlm. 349.
  24. Kasyani, Manhaj al-Shadiqin, 1336 HS, jld. 4, hlm. 6.
  25. Fakhrurrazi, Mafatih al-Ghaib, 1420 H, jld. 14, hlm. 201.

Daftar Pustaka

  • Alusi, Mahmud bin Abdullah. Ruh al-Ma'ani fi Tafsir al-Qur'an al-Azhim wa al-Sab' al-Matsani. Peneliti: Ali Abdul Bari Athiyah. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, cetakan pertama, 1415 H.
  • Sabzawari, Muhammad. Al-Jadid fi Tafsir al-Qur'an al-Majid. Beirut: Dar al-Ta'aruf lil Mathbu'at, cetakan pertama, 1406 H.
  • Shabuni, Muhammad Ali. Shafwah al-Tafasir. Beirut: Dar al-Fikr, cetakan pertama, 1421 H.
  • Shadiqi Tehrani, Muhammad. Al-Furqan fi Tafsir al-Qur'an bi al-Qur'an wa al-Sunnah. Qom: Farhang-e Islami, cetakan kedua, 1406 H.
  • Thabathaba'i, Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut: Muassasah al-A'lami lil Mathbu'at, cetakan kedua, 1390 H.
  • Thabrisi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Korektor: Fadhlullah Yazdi dan Hasyim Rasuli. Teheran: Nashir Khusruw, cetakan ketiga, 1372 HS.
  • Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an. Korektor: Ahmad Habib Amili. Beirut: Dar Ihya al-Turats al-Arabi, cetakan pertama, Tanpa Tahun.
  • Fakhrurrazi, Muhammad bin Umar. Al-Tafsir al-Kabir (Mafatih al-Ghaib). Beirut: Dar Ihya al-Turats al-Arabi, cetakan ketiga, 1420 H.
  • Qara'ati, Muhsin. Tafsir Nur. Teheran: Markaz Farhangi Darsha-e az Quran, cetakan pertama, 1388 HS.
  • Kasyani, Mulla Fathullah. Tafsir Manhaj al-Shadiqin fi Ilzam al-Mukhalifin. Teheran: Kitabfurusyi Muhammad Hasan Ilmi, cetakan ketiga, 1336 HS.
  • Mudarrisi, Muhammad Taqi. Min Huda al-Qur'an. Teheran: Dar Muhibbi al-Husain, cetakan pertama, 1419 H.
  • Makarim Syirazi, Naser. Tafsir Nemuneh. Teheran: Dar al-Kutub al-Islamiyah, cetakan kesepuluh, 1371 HS.