Lompat ke isi

Konsep:Ayat 54 Surah Ali Imran

Dari wikishia
Ayat 54 Surah Ali Imran
Informasi Ayat
SurahSurah Ali Imran
Ayat54
Juz3
Informasi Konten
Tempat
Turun
Madinah
TentangDominasi rencana Allah atas makar para pembuat makar.
Ayat-ayat terkaitAyat 30 Surah Al-Anfal, Ayat 99 Surah Al-A'raf, Ayat 50 Surah An-Naml, Ayat 43 Surah Fathir, Ayat 15 Surah Ath-Thariq


Desain grafis dari konten ayat 54 Surah Ali Imran

Ayat 54 Surah Ali Imran (bahasa Arab: آیة ۵۴ سورة الآل‌عمران) mengisyaratkan kepada dominasi rencana-rencana Allah atas makar para pembuat makar dan memperkenalkan Allah sebagai sebaik-baik pembuat makar (perencana). Para mufasir meyakini bahwa yang dimaksud dengan "makar" di sini adalah konspirasi pembunuhan Nabi Isa as.[1] Dalam ayat ini, Allah mengubah orang yang bermaksud membunuh Isa menjadi serupa dengannya sehingga ia terbunuh menggantikan Isa, dan Isa diangkat ke langit.[2] Sebagian mufasir seperti Sayid Abdul Husain Thayyib, meyakini bahwa makar ini berkaitan dengan para Hawariyun (murid-murid Isa) yang secara lahiriah berjanji setia kepada Isa as, namun meninggalkannya sendirian saat bahaya datang.[3] Selain itu, dalam riwayat-riwayat disebutkan bahwa malam kenaikan Isa as, adalah sama dengan malam pemukulan terhadap Imam Ali as dan Lailatulqadar.[4]

وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

"Dan mereka (orang-orang kafir) pun merencanakan tipu daya, dan Allah merencanakan (tipu daya pula). Dan Allah adalah sebaik-baik perencana." (QS. Ali 'Imran: 54)

Dalam ayat 54 Surah Ali Imran, diisyaratkan mengenai keunggulan makar Allah dibandingkan makar-makar lainnya, di mana para mufasir telah meneliti alasan keunggulan ini:

  1. Nashir Makarim Syirazi, mufasir dan fakih Syiah, meyakini bahwa makar Allah lebih unggul daripada makar orang lain karena ilmu dan kekuasaan Allah tak terbatas, sedangkan di hadapan-Nya, ilmu dan kekuasaan orang lain sangat kecil dan terbatas.[5]
  2. Sultan Muhammad Gonabadi, penulis Tafsir Bayan al-Sa'adah, menganggap alasan keunggulan makar Allah terletak pada kelalaian makhluk dari sudut-sudut tersembunyi segala urusan dan juga karena bercampurnya makar makhluk dengan kezaliman.[6]
  3. Sebagian mufasir lain juga meyakini bahwa keunggulan makar Allah dikarenakan Allah membalas para pembuat makar dari jalan yang bahkan tidak terlintas dalam benak mereka.[7]
Ayat 54 Surah Ali Imran dalam Kaligrafi Mu'alla

Penyandaran sifat makar kepada Allah menimbulkan beberapa kerancuan, karena makar biasanya bermakna tipu daya, penyembunyian, dan penimpakan kerugian[8] dan biasanya dilakukan karena rasa takut atau kebutuhan.[9] Untuk menjawab kerancuan ini, para mufasir memiliki pandangan yang beragam:

  • Sebagian meyakini bahwa dalam bahasa Arab, makar bermakna perencanaan (mencari jalan keluar) secara mutlak yang bisa bersifat positif atau negatif, dan makar Allah dalam ayat ini adalah sejenis perencanaan yang positif.[10]
  • Sebagian lain menganggap makar Allah bermakna hukuman dan balasan bagi para pembuat makar.[11]
  • Sebagian juga mengartikan makar Allah sebagai membiarkan para pembuat makar dengan urusan mereka sendiri dan membiarkan hasil makar menimpa mereka.[12]
  • Sebagian mengaitkan makar Allah dengan sunnah Istidraj Ilahi, yang mana setelah memberikan nikmat yang melimpah, secara tiba-tiba Allah mencabutnya dari para pembuat makar.[13]
  • Murtadha Muthahhari melihat kemiripan makar Allah dan makar makhluk pada lahiriah perbuatannya, namun meyakini bahwa ruh (hakikat) keduanya sangat berbeda; makar Allah bersumber dari hikmah dan rahmat, sedangkan makar makhluk bersumber dari kejahatan (khabaits) dan kezaliman.[14]

Catatan Kaki

  1. Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 3, hlm. 206; Thabathaba'i, Terjemah Tafsir al-Mizan, 1374 HS, jld. 3, hlm. 323; Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 2, hlm. 757; Qara'ati, Tafsir Nur, 1383 HS, jld. 1, hlm. 522.
  2. Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 2, hlm. 757; Ridha'i Ishfahani, Tafsir Qur'an Mehr, 1387 HS, jld. 3, hlm. 1.
  3. Thayyib, Athyab al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an, 1386 HS, jld. 3, hlm. 217.
  4. Kasyani, Tafsir Kabir Manhaj ash-Shadiqin fi Ilzam al-Mukhalifin, 1336 HS, jld. 2, hlm. 2.
  5. Makarim Syirazi, Tafsir Namuneh, 1374 HS, jld. 2, hlm. 564.
  6. Gonabadi, Bayan as-Sa'adah fi Maqamat al-Ibadah, 1408 H, jld. 3, hlm. 263.
  7. Kasyani, Tafsir Kabir Manhaj ash-Shadiqin fi Ilzam al-Mukhalifin, 1336 HS, jld. 1, hlm. 205; Tsaqafi Tehrani, Rawan-e Javid dar Tafsir Qur'an Majid, tanpa tahun, jld. 1, hlm. 421.
  8. Burujerdi, Tafsir Syams, 1401 HS, jld. 1, hlm. 420.
  9. Najafi Khomeini, Tafsir Asan, 1398 H, hlm. 297.
  10. Makarim Syirazi, Tafsir Namuneh, 1374 HS, jld. 2, hlm. 566; Ridha'i Ishfahani, Tafsir Qur'an Mehr, 1387 HS, jld. 3, hlm. 2.
  11. Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 2, hlm. 757; Najafi Khomeini, Tafsir Asan, 1398 H, hlm. 297.
  12. Syah Abdul Azhim, Tafsir Itsna 'Asyari, 1363 HS, jld. 2, hlm. 114.
  13. Abul Futuh Razi, Raudh al-Jinan wa Ruh al-Jinan fi Tafsir Al-Qur'an, 1371 HS, jld. 4, hlm. 345.
  14. Mutahhari, Majmu'ah Atsar-e Ustad Syahid Mutahhari, 1390 HS, jld. 26, hlm. 625–623.

Daftar Pustaka

  • Abul Futuh Razi, Husain bin Ali. Raudh al-Jinan wa Ruh al-Jinan fi Tafsir Al-Qur'an. Masyhad: Astan Quds Razawi, 1371 HS.
  • Bahrani, Hasyim. Al-Burhan fi Tafsir Al-Qur'an. Riset: Qism ad-Dirasat al-Islamiyyah Muassasah al-Ba'tsah, Teheran: Bonyad-e Be'tsat, cetakan pertama, 1416 H.
  • Burujerdi, Musthafa. Tafsir Syams. Qom: Bustan-e Kitab, 1401 HS.
  • Gonabadi, Sulthan Muhammad bin Haidar. Bayan as-Sa'adah fi Maqamat al-Ibadah. Beirut: Muassasah al-A'lami lil-Mathbu'at, 1408 H.
  • Kasyani, Fathullah bin Syukrullah. Tafsir Kabir Manhaj ash-Shadiqin fi Ilzam al-Mukhalifin. Teheran: Kitabfarusyi wa Chapkhaneh Muhammad Hasan Elmi, 1336 HS.
  • atas Insiden di Masyhad oleh Sejumlah Kelompok, Dosen, dan Insan Media Afghanistan, Situs ISNA, tanggal dimuat: 17 Farwardin 1401 HS, tanggal kunjungan: 27 Syahriwar 1403 HS.
  • Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir Namuneh. Teheran: Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan pertama, 1374 HS.
  • Mutahhari, Murtadha. Majmu'ah Atsar-e Ustad Syahid Mutahhari. Teheran dan Qom: Intisharat Sadra, 1390 HS.
  • Najafi Khomeini, Muhammad Jawad. Tafsir Asan. Teheran: Intisharat Islamiyyah, cetakan pertama, 1398 H.
  • Pidato di Salat Jumat Teheran, Situs Informasi Kantor Pelestarian dan Publikasi Karya Ayatullah Khamenei, tanggal dimuat: 27 Dey 1398 HS, tanggal kunjungan: 27 Syahriwar 1403 HS.
  • Qara'ati, Mohsin. Tafsir Nur. Teheran: Markaz-e Farhangi-ye Dars-haye az Qur'an, cetakan ke-11, 1383 HS.
  • Ridha'i Ishfahani, Muhammad Ali. Tafsir Qur'an Mehr. Qom: Pazuhesy-haye Tafsir wa Ulum-e Qur'an, cetakan pertama, 1387 HS.
  • Muhammad Rasulullah saw Mengutuk Insiden Teroris Teheran, Kantor Berita Mehr, tanggal dimuat: 18 Khurdad 1396 HS, tanggal kunjungan: 27 Syahriwar 1403 HS.
  • Besar Secara Tidak Sengaja Melayani Terwujudnya Cita-cita Palestina, Kantor Berita Mehr, tanggal dimuat: 18 Azar 1396 HS, tanggal kunjungan: 27 Syahriwar 1403 HS.
  • Syah Abdul Azhim, Sayid Husain. Tafsir Itsna 'Asyari. Teheran: Miqat, cetakan pertama, 1363 HS.
  • Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan li Ulum Al-Qur'an. Teheran: Nashir Khusro, cetakan ketiga, 1372 HS.
  • Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir Al-Qur'an. Qom: Maktabah al-Nasyr al-Islami, cetakan kelima, 1417 H.
  • Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Tafsir al-Mizan. Terjemahan Muhammad Baqir Musawi Hamadani, Qom: Daftar-e Intisharat-e Islami Jami'ah Mudarrisin Hauzah Ilmiah Qom, 1374 HS.
  • Thayyib, Abdul Husain. Athyab al-Bayan fi Tafsir Al-Qur'an. Qom: Muassasah Sibthain, 1386 HS.
  • Tsaqafi Tehrani, Muhammad. Rawan-e Jawid dar Tafsir Qur'an Majid. Teheran: Burhan, tanpa tahun.