Tahajjud

Prioritas: c, Kualitas: b
tanpa foto
tanpa alih
Dari wikishia


Tahajjud (bahasa Arab:التَهَجُّد) adalah sebuah kata yang diambil dari Al-Qur'an yang berarti terjaga di malam hari untuk melakukan salat malam, membaca Al-Qur'an, dzikir kepada Allah swt dan memohon ampunan dari-Nya.[1]

Kata Tahjjud digunakan di dalam Al-Qur'an pada ayat " وَ مِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ" (Pada sebagian malam lakukanlah salat tahajud).[2] Syekh Shaduq (W. 381 H) dengan mengutip kalimat ayat tersebut yakni "Fatahajjad" mengatakan bahwa kalimat dalam ayat tersebut menunjukkan hukum wajib salat tahajjud bagi Nabi saw dan mustahab bagi umat Islam lainnya.[3]

Juga ayat  "قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا” (bangunlah (untuk salat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil) yang memerintahkan Nabi saw untuk tetap terjaga hampir sepanjang malam.[4] Menurut Ayatullah Makarim Syirazi dalam tafsirnya Nemuneh, Nabi saw mencapai posisi Mahmud (posisi syafaat di Hari Hukuman/akhirat) adalah karena Tahajjud.[5]

Ada riwayat tentang keutamaan Tahajjud. Antara lain berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Imam Ali as, yang mengatakan bahwa bangun di waktu malam dapat membawa kesehatan bagi tubuh, mencapai keridhaan Allah swt, mendapatkan rahmat dan karunia-Nya, serta sebagai bentuk dari berpegang teguh pada akhlak para Nabi as.[6] Selain itu, dalam Al-Qur'an, meminta ampunan dari Allah swt di waktu sahar merupakan salah satu ciri-ciri dari orang-orang yang bertakwa.[7]

Allamah Thabathabai di dalam tafsirnya al-Mizan, menuliskan bahwa Tahajjud secara harfiah berarti bangun setelah tidur.[8] Menurut Allamah Majilisi, salat malam disebut juga Tahajjud.[9]

Catatan Kaki

  1. Mushallai Pur, Tahajjud, ensiklopdedia Jahan-e Eslam, jld. 8, hlm. 689.
  2. QS. Al-Isrā':79.
  3. Shaduq, Man Lā Yahdhuruh al-Faqīh, jld. 1, hlm. 484.
  4. QS. Muzammil:2.
  5. Makarim Syirazi, Tafsīr-e Nemune, jld. 12, hlm. 225.
  6. Majlisi, Bihār al-Anwār, jld. 82, hlm. 144.
  7. Lihat: QS. Āli Imrān:17; QS. Adz-Dzāriyāt:17-18.
  8. Thabathabai, Al-Mīzān, jld. 13, hlm. 175.
  9. Majlisi, Bihār al-Anwār, jld. 1, hlm. 222.

Daftar Pustaka

  • Majlisi, Muhammad Baqir. Bihār al-Anwār. Beirut: Dar Ihya' at-Turats al-'Arabi. Cet.2, 1403 H.
  • Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir-e Nemune. Tehran: Dar al-Kutub al-Islamiyah. Cet. 32, 1374 HS/1995.
  • Mushalai Pur, Abbas. Tahajjud. Ensiklopedia Jahan-e Eslam. Tehran: Bunyad-e Dayirah al-Ma'arif Buzurg-e Eslami, 1383 HS/2004.
  • Shaduq, Muhammad bin Ali. Man Lā Yahdhuruh al-Faqīh. Qom: Daftar-e Entesyarat-e Eslami. Cet. 2, 1413 H.
  • Thabathabai, Sayid Muhammad Husein. Al-Mīzān Fī Tafsīr al-Qur'ān. Beirut: Yayasan al-A'lami Li al-Mathbu'at, 1390 H.