Lompat ke isi

Konsep:Sifat dzatiah

Dari wikishia

Sifat Dzati Tuhan sebagai lawan dari Sifat Fi'li (Sifat Perbuatan) merujuk pada sifat-sifat yang merupakan bagian dari hakikat dan Dzat Tuhan, di mana tanpa sifat-sifat tersebut Tuhan tidak mungkin ada,[1] seperti kekuasaan (qudrah), ilmu, dan kehidupan. Pembagian sifat menjadi Dzati dan Fi'li oleh para mutakallim (teolog) didasarkan pada dua kriteria:

Kriteria Lama: Sifat-sifat yang dengannya Tuhan pasti disifati dan tidak dapat dinegasikan dari-Nya adalah sifat Dzat. Oleh karena itu, kekuasaan, ilmu, dan hayat termasuk sifat Dzati Ilahi, karena Tuhan tidak disifati dengan lawan atau kebalikan dari sifat-sifat tersebut, sebab lawan dari sifat-sifat itu adalah kekurangan wujud.[2] Pembagian jenis ini dikemukakan oleh Kulaini[3] (W. 329 H) dan Mir Sayid Syarif Jurjani[4] (W. 816 H) juga meyakini hal yang sama.

Kriteria Umum: Sifat-sifat Dzatiyah adalah sifat-sifat yang dalam penyifatan Dzat Ilahi dengannya, cukup hanya dengan membayangkan Dzat tersebut (tanpa perlu membayangkan makhluk lain), dan setiap sifat tersebut diabstraksikan dari Dzat Ilahi dengan memperhatikan suatu jenis kesempurnaan, seperti hayat, ilmu, kekuasaan, dan kehendak (iradah).[5] Dikatakan bahwa istilah ini lebih umum digunakan dalam buku-buku filsafat dan kalam.[6]

Dalam pandangan para hakim (filosof) dan mutakallim Imamiyah, sifat-sifat Ilahi adalah sama dengan Dzat Tuhan;[7] artinya sifat-sifat Tuhan tidak hanya tidak terpisah dari Dzat-Nya, melainkan 'ain (identik) dengan Dzat-Nya.[8] Ini berarti bahwa meskipun dalam bahasa dan konsep, sifat dan Dzat Tuhan tampak berbeda, namun dari segi misdaq (wujud luar), tidak ada perbedaan sama sekali, dan sifat-sifat tersebut juga seperti Dzat-Nya, tak terbatas, mutlak, dan azali.[9] Oleh karena itu, pengenalan sempurna terhadap Dzat dan sifat Tuhan tidak mungkin bagi manusia.[10]

Sifat Dzat terbagi menjadi dua jenis: hakiki dan idhafi (relatif/tambahan). Sifat Dzati hakiki, seperti ilmu dan kekuasaan, adalah sifat yang secara hakiki melekat pada Dzat. Namun sifat idhafi diabstraksikan dari sifat hakiki, seperti 'alimiyyah (ke-Maha Mengetahui-an) dan qadiriyyah (ke-Maha Kuasa-an), yang muncul hanya dari hubungan ilmu dan kekuasaan dengan Dzat, dan sifat-sifat ini sendiri tidak memiliki hakikat yang independen.[11]

Sifat Dzati hakiki terbagi menjadi dua jenis: hakiki mahdh (murni), yang hanya berkaitan dengan Dzat Tuhan, seperti hayat, dan hakiki Dzat-e idhafah (hakiki yang memiliki korelasi), yang berkaitan dengan selain Dzat juga, seperti ilmu dan kekuasaan.[12]

Catatan Kaki

  1. Thabathaba'i, Al-Rasail al-Tauhidiyyah, 1419 H, hlm. 24.
  2. Jawadi Amuli, Tauhid dar Qur'an , 1395 HS, hlm. 293-294; Subhani, Al-Ilahiyyat 'ala Huda al-Kitab wa al-Sunnah wa al-Aql, 1413 H, jil. 1, hlm. 84; Rabbani Golpaygani, Aqaid-e Istedlali , Nashr-e Hajar, jil. 1, hlm. 105.
  3. Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jil. 1, hlm. 111.
  4. Jurjani, Al-Ta'rifat, 1412 H, hlm. 95.
  5. Mishbah Yazdi, Amuzyesh-e Aqaid (Pelajaran Akidah), 1384 HS, hlm. 74; Rabbani Golpaygani, Aqaid-e Istedlali (1), Nashr-e Hajar, hlm. 105.
  6. Rabbani Golpaygani, Aqaid-e Istedlali (1), Nashr-e Hajar, hlm. 106.
  7. Jawadi Amuli, Tauhid dar Qur'an , 1395 HS, hlm. 290, 297 dan 304.
  8. Jawadi Amuli, Tauhid dar Qur'an , 1395 HS, hlm. 246 dan 297.
  9. Jawadi Amuli, Tauhid dar Qur'an , 1395 HS, hlm. 290 dan 293.
  10. Jawadi Amuli, Tauhid dar Qur'an , 1395 HS, hlm. 305.
  11. Rabbani Golpaygani, Aqaid-e Istedlali , Nashr-e Hajar, jil. 1, hlm. 105.
  12. Rabbani Golpaygani, Aqaid-e Istedlali (1), Nashr-e Hajar, hlm. 106.

Daftar Pustaka

  • Jawadi Amuli, Abdullah. Tauhid dar Qur'an: Tafsir-e Maudhu'i-ye Qur'an-e Karim (Tauhid dalam Al-Qur'an: Tafsir Tematik Al-Qur'an). Tahqiq dan penyusunan Haidar Ali Ayyubi. Qom: Isra, Cetakan kedelapan, 1395 HS.
  • Jurjani, Ali bin Muhammad. Al-Ta'rifat. Teheran, Entesharat-e Nashr-e Khosrow, 1412 H.
  • Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Al-Kafi. Teheran: Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1407 H.
  • Mishbah Yazdi, Muhammad Taqi. Amuzyesh-e Aqaid (Pelajaran Akidah). Teheran: Syerkat-e Chap va Nashr-e Beinulmelal Sazman-e Tablighat-e Eslami, Cetakan ketujuh belas, 1384 HS.
  • Rabbani Golpaygani, Ali. Aqaid-e Istedlali . Qom: Nashr-e Hajar, Tanpa tahun.
  • Subhani, Ja'far. Al-Ilahiyyat 'ala Huda al-Kitab wa al-Sunnah wa al-Aql. Qom: Muassasah al-Imam al-Shadiq as, 1413 H.
  • Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Rasail al-Tauhidiyyah. Beirut: Muassasah al-Nu'man, 1419 H.