Lompat ke isi

Konsep:Qais al-Mashir

Dari wikishia

|| || || || || || || || editorial box

Qais al-Mashir
Mutakallim, Tokoh Syiah, Sahabat Imam Shadiq as
Nama lengkapQais bin Abi Muslim al-Mashir
GelarMashir
NasabBerafiliasi dengan kabilah Tsaqif atau Kindah
WafatHingga 130 H
Kerabat terkenalUmar bin Qais al-Mashir (anak) • Abdullah bin Qais al-Mashir (anak)
MazhabImamiyah
Perawi dari Ma'shumImam Sajjad asImam Baqir asImam Shadiq as
Kredibilitastsiqah


Qais al-Mashir (bahasa Arab: قَيس المَاصِر) atau Qais bin Abi Muslim al-Mashir (قيس بن أبي مسلم الماصر) dianggap sebagai salah satu dari sahabat Imam Sajjad as, Imam Baqir as, dan Imam Shadiq as. Ia adalah seorang mutakallim dan muhaddits Syiah pada abad pertama dan kedua H. Qais mempelajari teologi dari Imam Sajjad as. Mengenai julukan "Al-Mashir", dikatakan bahwa ia ditugaskan oleh Imam Ali as untuk membangun bendungan di sungai Tigris dan Efrat guna memungut pajak dari kapal-kapal.

Ketenaran Qais dalam teologi merujuk pada sebuah laporan sejarah di mana bersama beberapa mutakallim Syiah lainnya, ia berdebat dengan seorang pria dari Syam di hadapan Imam Shadiq as, dan Imam sambil mengkritiknya, menganggapnya ahli dalam ilmu kalam. Pandangan Imam Shadiq as tentangnya menyebabkan beberapa ahli Rijal menganggapnya sebagai sosok yang terpuji (mamduh).

Dua putranya, Umar dan Abdullah, adalah tokoh yang dikenal dalam sejarah, di mana yang pertama dianggap bermazhab Batriyah dan ahli Irja' (Murji'ah), sedangkan yang kedua dianggap menentang Ahlulbait as. Terdapat ketidakjelasan mengenai sejarah hidupnya; dikatakan bahwa ia hidup hingga tahun 130 H, di mana hal ini tidak terlalu sejalan dengan penerimaan tanggung jawab pada masa Imam Ali as.

Pengenalan

Qais bin Abi Muslim al-Mashir[1] adalah seorang ilmuwan,[2] muhaddits,[3] dan tokoh besar Syiah[4] pada abad pertama dan kedua Hijriah. Ia dianggap sebagai sahabat Imam Sajjad as,[5] Imam Baqir as,[6] dan Imam Shadiq as,[7] bahkan dianggap sebagai salah satu tokoh besar sahabat Imam Shadiq as.[8]

Keluarga Qais dinisbatkan kepada kabilah Tsaqif[9] atau Kindah[10] dan secara khusus kepada Asy'ats bin Qais al-Kindi.[11] Asal usul Qais al-Mashir kembali ke wilayah Dailam.[12] Ayahnya, Abu Muslim, dianggap berasal dari orang-orang Dailam yang ditawan oleh penduduk Kufah.[13] Abu Muslim kemudian memeluk Islam hingga ketaatannya dipuji oleh orang lain.[14] Yunus bin Habib al-Ijli yang berjuluk Abu Bisyr dianggap sebagai keturunan Qais.[15]

Julukan Al-Mashir

Dalam sebuah hadis dari kitab Al-Kafi, Al-Mashir disebut sebagai ayah Qais;[16] namun para sejarawan[17] dan ahli Rijal[18] menganggap Al-Mashir sebagai julukan Qais; hal ini juga disebutkan dalam catatan kaki beberapa naskah kitab Al-Kafi.[19]

Beberapa peneliti menyatakan ketidaktahuan mereka tentang alasan Qais dijuluki Al-Mashir;[20] namun berdasarkan sebagian laporan sejarah, penugasannya oleh Imam Ali as untuk membangun bendungan di Sungai Tigris dan Efrat adalah alasan penamaan ini.[21] Ahli bahasa mengartikan "Al-Mashir" sebagai penghalang,[22] bendungan,[23] atau dermaga tempat kapal berhenti;[24] demikian juga tali yang dipasang di sungai untuk memungut pajak dari kapal disebut "Mashir".[25] Ia dianggap sebagai orang pertama yang membangun bendungan di sungai Tigris dan Efrat.[26]

Keahlian dalam Ilmu Kalam

Qais al-Mashir dianggap sebagai seorang mutakallim,[27] bahkan tokoh besar teologi[28] pada masanya[29] dan tokoh yang dikenal dalam bidang kalam Syiah.[30] Ketenarannya dalam kalam merujuk pada sebuah hadis dari kitab Al-Kafi di mana Imam Shadiq as untuk berdebat dengan seorang pria dari Syam yang mengaku ahli dalam kalam dan fikih, mengirim salah satu sahabatnya bernama Yunus bin Ya'qub kepada para mutakallim agar hadir di majelis. Yunus pun membawa Humran bin A'yan, Mu'min al-Thaq, Hisyam bin Salim, dan Qais al-Mashir ke hadapan Imam.[31]

Dalam pandangan perawi, Qais al-Mashir mempelajari ilmu kalam dari Imam Sajjad as dan memiliki keahlian lebih dalam kalam dibandingkan sahabat lainnya yang disebutkan. Akhirnya, dengan kedatangan Hisyam bin Hakam, pria Syam itu menyerah dan beriman kepada keimamahan Imam Shadiq as. Dalam lanjutan laporan disebutkan bahwa Imam Shadiq as mengkritik metode kalam sahabat-sahabatnya termasuk Qais; meskipun beliau menganggap Qais sebagai ahli dalam ilmu kalam.[32] Beberapa ahli Rijal Syiah dengan bersandar pada laporan ini menganggapnya sebagai orang yang terpuji (mamduh).[33]

Anak-anak

Dua anak Qais bernama Umar dan Abdullah memiliki ketenaran dalam sejarah dan hadis.

Syekh Thusi dan Allamah Hilli memperkenalkan Umar bin Qais sebagai salah satu sahabat Imam Baqir as.[34] Najasyi dan Ibnu Dawud, ahli Rijal Syiah terdahulu, menyebutkan mazhabnya sebagai Batriyah;[35] namun sebagian lain menganggapnya Murji'ah.[36]

Abdullah bin Qais juga disebutkan dalam sebuah hadis dari Imam Shadiq as yang membahas percakapannya dengan ayahnya, Imam Baqir as.[37] Tentu saja dalam riwayat ini, ia memiliki pendekatan permusuhan terhadap Imam kelima dan berusaha merusak citra beliau;[38] oleh karena itu ia dianggap sebagai Ahlusunah[39] dan penentang Ahlulbait as.[40] Kitab-kitab Rijal awal tidak menyebutkan Abdullah karena tidak menukil hadis dari para Imam as,[41] atau menganggapnya orang yang majhul (tidak dikenal).[42] Namun yang lain karena hadis tersebut, menganggapnya sangat tercela.[43]

Penyimpangan anak-anak Qais al-Mashir dari jalan Ahlulbait as mendapat perhatian beberapa peneliti;[44] meskipun mengingat kasus-kasus serupa dalam kehidupan para nabi as dan Imam as serta ulama lainnya, hal itu tidak dianggap aneh[45] dan dianggap tidak penting.[46]

Tuduhan Tasawuf

Dalam beberapa laporan disebutkan adanya sahabat dan pengikut bagi Qais yang menukil riwayat dari Imam Shadiq as.[47] Mamaqani penulis kitab Rijal Tanqih al-Maqal menyebutkan orang-orang yang dengan bersandar pada riwayat ini dan adanya lingkaran sahabat dan pendukung, menganggapnya sebagai sufi terkenal Ahlusunah.[48] Syusytari penulis Qamus al-Rijal, tidak menganggap keberadaan lingkaran pendukung di sekitarnya sebagai alasan untuk mencelanya dan menyebutkan orang-orang yang memiliki sahabat sendiri namun tidak dicela.[49]

Ketidakjelasan dalam Sejarah Hidup Qais

Tidak ada informasi mengenai tanggal lahir dan wafat Qais al-Mashir. Tentu saja, beberapa penulis biografi meskipun mengakui ketidaktahuan tentang waktu kematian Qais[50] menganggapnya hidup setidaknya hingga tahun 130 H;[51] namun penerimaan tanggung jawab pada masa Imam Ali as[52] dan mempelajari teologi dari Imam Sajjad as[53] serta kehadiran dalam lingkaran sahabat kalam Imam Shadiq as[54] menambah ketidakjelasan waktu lahir dan kematiannya; sedemikian rupa sehingga sebagian orang merasa heran bahwa Umar bin Qais al-Mashir dihitung sebagai sahabat Imam Baqir as dan ayahnya sebagai sahabat Imam Shadiq as.[55]

Catatan Kaki

  1. Abu al-Syaikh, Thabaqat al-Muhadditsin bi Ashbahan, 1412 H, jld. 3, hlm. 44; Sam'ani, Al-Ansab, 1382 H, jld. 12, hlm. 40; Dzahabi, Tarikh al-Islam, 1413 H, jld. 8, hlm. 184–185.
  2. Syabestari, Al-Faiq fi Ruwat wa Ashab al-Imam al-Shadiq (as), 1418 H, jld. 2, hlm. 606.
  3. Syabestari, Al-Faiq fi Ruwat wa Ashab al-Imam al-Shadiq (as), 1418 H, jld. 2, hlm. 606; Barqa'i, Rahnamaye Daneshvaran dar Zhabte Namha, Nasabha va Nesbatha, 1384 HS, jld. 2, hlm. 214.
  4. Mufid, Al-Fushul al-Mukhtarah, 1413 H, hlm. 52.
  5. Mazandarani Ha'eri, Muntaha al-Maqal, 1416 H, jld. 5, hlm. 138.
  6. Mazandarani Ha'eri, Muntaha al-Maqal, 1416 H, jld. 5, hlm. 138.
  7. Khoei, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1413 H, jld. 14, hlm. 134; Komite Ilmiah Muassasah al-Imam al-Shadiq (as), Mu'jam Thabaqat al-Mutakallimin, 1424 H, jld. 1, hlm. 327; Mazandarani Ha'eri, Muntaha al-Maqal, 1416 H, jld. 5, hlm. 138; Namazi Syahrudi, Muntakhab al-Maqal, 1422 H, hlm. 391.
  8. Mazandarani Ha'eri, Muntaha al-Maqal, 1416 H, jld. 5, hlm. 138.
  9. Dzahabi, Tarikh al-Islam, 1413 H, jld. 8, hlm. 184; Ibnu Hajar al-Asqalani, Tahdzib al-Tahdzib, 1325 H, jld. 7, hlm. 489–490.
  10. Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 6, hlm. 329.
  11. Dzahabi, Tarikh al-Islam, 1413 H, jld. 8, hlm. 184.
  12. Dzahabi, Tarikh al-Islam, 1413 H, jld. 8, hlm. 185.
  13. Abu al-Syaikh, Thabaqat al-Muhadditsin bi Ashbahan, 1412 H, jld. 3, hlm. 44; Isfahani, Tarikh Ashbahan, 1410 H, jld. 2, hlm. 324.
  14. Sam'ani, Al-Ansab, 1382 H, jld. 12, hlm. 40; Ibnu Atsir, Al-Lubab fi Tahdzib al-Ansab, 1414 H, jld. 3, hlm. 149.
  15. Dzahabi, Tarikh al-Islam, 1413 H, jld. 8, hlm. 184; Ibnu Hajar al-Asqalani, Tahdzib al-Tahdzib, 1325 H, jld. 7, hlm. 490; Sam'ani, Al-Ansab, 1382 H, jld. 12, hlm. 40–41.
  16. Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 1, hlm. 171.
  17. Abu al-Syaikh, Thabaqat al-Muhadditsin bi Ashbahan, 1412 H, jld. 3, hlm. 44–45; Isfahani, Tarikh Ashbahan, 1410 H, jld. 2, hlm. 324; Sam'ani, Al-Ansab, 1382 H, jld. 12, hlm. 40–41.
  18. Syusytari, Qamus al-Rijal, 1410 H, jld. 12, hlm. 144; Namazi Syahrudi, Mustadrakat Ilm Rijal al-Hadits, 1414 H, jld. 8, hlm. 540.
  19. Kulaini, Al-Kafi, 1429 H, jld. 1, hlm. 418, catatan kaki 2.
  20. Barqa'i, Rahnamaye Daneshvaran dar Zhabte Namha, Nasabha va Nesbatha, 1384 HS, jld. 2, hlm. 214.
  21. Abu al-Syaikh, Thabaqat al-Muhadditsin bi Ashbahan, 1412 H, jld. 3, hlm. 44–45; Isfahani, Tarikh Ashbahan, 1410 H, jld. 2, hlm. 324; Sam'ani, Al-Ansab, 1382 H, jld. 12, hlm. 40–41.
  22. Zamakhsyari, Asas al-Balaghah, Beirut, hlm. 17; Ibnu Atsir, Al-Nihayah fi Gharib al-Hadits wa al-Atsar, 1399 H, jld. 4, hlm. 289.
  23. Raghib Isfahani, Mufradat Alfazh al-Quran, Beirut, hlm. 769.
  24. Ibnu Atsir, Al-Nihayah fi Gharib al-Hadits wa al-Atsar, 1399 H, jld. 4, hlm. 289; Raghib Isfahani, Mufradat Alfazh al-Quran, Beirut, hlm. 78.
  25. Farahidi, Al-'Ain, Qom, jld. 7, hlm. 147; Shahib bin Abbad, Al-Muhith fi al-Lughah, Beirut, jld. 8, hlm. 177; Ibnu Manzhur, Lisan al-Arab, Beirut, jld. 4, hlm. 24, jld. 5, hlm. 177.
  26. Abu al-Syaikh, Thabaqat al-Muhadditsin bi Ashbahan, 1412 H, jld. 3, hlm. 45; Isfahani, Tarikh Ashbahan, 1410 H, jld. 2, hlm. 324; Sam'ani, Al-Ansab, 1382 H, jld. 12, hlm. 40.
  27. Khoei, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1413 H, jld. 15, hlm. 102; Syabestari, Al-Faiq fi Ruwat wa Ashab al-Imam al-Shadiq (as), 1418 H, jld. 2, hlm. 606.
  28. Komite Ilmiah Muassasah al-Imam al-Shadiq (as), Mu'jam Thabaqat al-Mutakallimin, 1424 H, jld. 1, hlm. 327.
  29. Khoei, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1413 H, jld. 14, hlm. 134.
  30. Syabestari, Al-Faiq fi Ruwat wa Ashab al-Imam al-Shadiq (as), 1418 H, jld. 2, hlm. 606; Komite Ilmiah Muassasah al-Imam al-Shadiq (as), Mu'jam Thabaqat al-Mutakallimin, 1424 H, jld. 1, hlm. 326.
  31. Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 1, hlm. 171.
  32. Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 1, hlm. 171–173.
  33. Mamaqani, Tanqih al-Maqal, tanpa tahun, jld. 2, Bagian Kedua, hlm. 33–34; Syabestari, Al-Faiq fi Ruwat wa Ashab al-Imam al-Shadiq (as), 1418 H, jld. 2, hlm. 605–606.
  34. Syekh Thusi, Rijal Thusi, 1373 HS, hlm. 142; Allamah Hilli, Rijal Allamah Hilli, 1402 H, hlm. 240.
  35. Kasyi, Rijal al-Kasyi, 1404 H, hlm. 219–221; Ibnu Dawud, Rijal Ibnu Dawud, Qom, hlm. 489–490.
  36. Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 6, hlm. 329; Ibnu Qutaibah, Al-Ma'arif, 1992 M, hlm. 625; Khathib Baghdadi, Tarikh Baghdad, 1417 H, jld. 13, hlm. 377.
  37. Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 3, hlm. 161–163.
  38. Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 3, hlm. 162.
  39. Mamaqani, Tanqih al-Maqal, tanpa tahun, jld. 2, Bagian Kedua, hlm. 203; Astarabadi, Manhaj al-Maqal, 1422 H, jld. 7, hlm. 109; Kazhimi, Takmilah al-Rijal, 1425 H, jld. 2, hlm. 90.
  40. Khoei, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1413 H, jld. 11, hlm. 307; Murtadha, Zubdah al-Maqal, 1426 H, jld. 1, hlm. 632.
  41. Syusytari, Qamus al-Rijal, 1410 H, jld. 6, hlm. 562.
  42. Murtadha, Zubdah al-Maqal, 1426 H, jld. 1, hlm. 632.
  43. Mamaqani, Tanqih al-Maqal, tanpa tahun, jld. 2, Bagian Kedua, hlm. 203; Astarabadi, Manhaj al-Maqal, 1422 H, jld. 7, hlm. 109; Mazandarani Ha'eri, Muntaha al-Maqal, 1416 H, jld. 4, hlm. 220.
  44. Sejumlah Ulama, Catatan Kaki Al-Ushul al-Sittah 'Asyar, 1423 H, hlm. 293; Mamaqani, Tanqih al-Maqal, tanpa tahun, jld. 2, Bagian Kedua, hlm. 336.
  45. Khoei, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1413 H, jld. 14, hlm. 134–135.
  46. Mazandarani Ha'eri, Muntaha al-Maqal, 1416 H, jld. 5, hlm. 138.
  47. Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 1, hlm. 266; Bahrani, Al-Burhan fi Tafsir al-Quran, 1374 HS, jld. 5, hlm. 336–337; Al-Arusi al-Huwaizi, Tafsir Nur al-Tsaqalain, 1415 H, jld. 5, hlm. 280–281; 389–390.
  48. Mamaqani, Tanqih al-Maqal, tanpa tahun, jld. 2, Bagian Kedua, hlm. 34.
  49. Syusytari, Qamus al-Rijal, 1410 H, jld. 8, hlm. 548.
  50. Komite Ilmiah Muassasah al-Imam al-Shadiq (as), Mu'jam Thabaqat al-Mutakallimin, 1424 H, jld. 1, hlm. 327.
  51. Komite Ilmiah Muassasah al-Imam al-Shadiq (as), Mu'jam Thabaqat al-Mutakallimin, 1424 H, jld. 1, hlm. 326.
  52. Abu al-Syaikh, Thabaqat al-Muhadditsin bi Ashbahan, 1412 H, jld. 3, hlm. 44–45; Isfahani, Tarikh Ashbahan, 1410 H, jld. 2, hlm. 324; Sam'ani, Al-Ansab, 1382 H, jld. 12, hlm. 40–41.
  53. Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 1, hlm. 171; Khoei, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1413 H, jld. 14, hlm. 134; Komite Ilmiah Muassasah al-Imam al-Shadiq (as), Mu'jam Thabaqat al-Mutakallimin, 1424 H, jld. 1, hlm. 326.
  54. Namazi Syahrudi, Muntakhab al-Maqal, 1422 H, hlm. 391.
  55. Khoei, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1413 H, jld. 14, hlm. 134–135; Mamaqani, Tanqih al-Maqal, tanpa tahun, jld. 2, Bagian Kedua, hlm. 336.

Daftar Pustaka

  • Abu al-Syaikh, Abdullah bin Muhammad. Thabaqat al-Muhadditsin bi Ashbahan wa al-Waridin 'Alaiha. Beirut: Muassasah al-Risalah, cetakan kedua, 1412 H.
  • Al-Arusi al-Huwaizi, Abdul Ali bin Jum'ah. Tafsir Nur al-Tsaqalain. Qom: Ismailiyan, cetakan keempat, 1415 H.
  • Allamah Hilli, Hasan bin Yusuf. Rijal al-Allamah al-Hilli. Qom: Al-Syarif al-Radhi, cetakan kedua, 1402 H.
  • Astarabadi, Muhammad bin Ali. Manhaj al-Maqal fi Tahqiq Ahwal al-Rijal. Qom: Muassasah Aal al-Bayt (as) li Ihya al-Turats, 1422 H.
  • Bahrani, Sayid Hasyim bin Sulaiman. Al-Burhan fi Tafsir al-Quran. Qom: Muassasah Bi'tsat, 1374 HS.
  • Barqa'i, Ali Akbar. Rahnamaye Daneshvaran dar Zhabte Namha, Nasabha va Nesbatha. Qom: Jame'eh Modarresin Hauzah Ilmiyah Qom, 1384 HS.
  • Dzahabi, Muhammad bin Muhammad. Tarikh al-Islam wa Wafayat al-Masyahir wa al-A'lam. Tahkik: Umar Abdussalam Tadmuri. Beirut: Dar al-Kitab al-Arabi, cetakan kedua, 1413 H.
  • Farahidi, Khalil bin Ahmad. Kitab al-'Ain. Qom: Nasyr-e Hejrat, cetakan kedua, tanpa tahun.
  • Ibnu Atsir, Abu al-Sa'adat al-Mubarak bin Muhammad. Al-Nihayah fi Gharib al-Hadits wa al-Atsar. Tahkik: Thahir Ahmad al-Zawi dan Mahmud Muhammad al-Thanahi. Beirut: Al-Maktabah al-Ilmiyah, 1399 H.
  • Ibnu Atsir, Ali bin Muhammad. Al-Lubab fi Tahdzib al-Ansab. Beirut: Dar Shadir, cetakan ketiga, 1414 H.
  • Ibnu Dawud Hilli, Hasan bin Ali. Rijal Ibnu Dawud. Qom: Mansyurat Radhi, tanpa tahun.
  • Ibnu Faris, Ahmad bin Faris. Mu'jam Maqayis al-Lughah. Qom: Maktabah al-A'lam al-Islami, tanpa tahun.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani, Ahmad bin Ali. Tahdzib al-Tahdzib. Beirut: Dar Shadir, 1325 H.
  • Ibnu Manzhur, Muhammad bin Mukarram. Lisan al-Arab. Beirut: Dar Shadir, cetakan ketiga, tanpa tahun.
  • Ibnu Qutaibah, Abdullah bin Muslim. Al-Ma'arif. Tahkik: Tsarwat Ukasyah. Kairo: Al-Ha'iah al-Mishriyah al-Ammah li al-Kitab, cetakan kedua, 1992 M.
  • Ibnu Sa'ad, Muhammad. Al-Thabaqat al-Kubra. Tahkik: Muhammad Abdul Qadir Atha. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1410 H.
  • Isfahani, Ahmad bin Abdullah. Tarikh Ashbahan. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1410 H.
  • Kasyi, Muhammad bin Umar. Ikhtiyar Ma'rifah al-Rijal. Qom: Muassasah Aal al-Bayt (as) li Ihya al-Turats, 1404 H.
  • Kazhimi, Abdunnabi. Takmilah al-Rijal. Qom: Anwar al-Huda, 1425 H.
  • Khathib Baghdadi, Ahmad bin Ali. Tarikh Baghdad. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1417 H.
  • Khoei, Abu al-Qasim. Mu'jam Rijal al-Hadits wa Tafshil Thabaqat al-Ruwat. Tanpa penerbit, tanpa tempat, cetakan kelima, 1413 H.
  • Komite Ilmiah Muassasah al-Imam al-Shadiq (as). Mu'jam Thabaqat al-Mutakallimin. Qom: Muassasah al-Imam al-Shadiq (as), 1424 H.
  • Kulaini, Muhammad bin Ya'qub bin Ishaq. Al-Kafi. Qom: Dar al-Hadits, 1429 H.
  • Kulaini, Muhammad bin Ya'qub bin Ishaq. Al-Kafi. Teheran: Dar al-Kutub al-Islamiyah, cetakan keempat, 1407 H.
  • Mamaqani, Abdullah. Tanqih al-Maqal fi Ilm al-Rijal. Ukuran folio, tanpa penerbit, tanpa tempat, tanpa tahun.
  • Mazandarani Ha'eri, Muhammad bin Ismail. Muntaha al-Maqal fi Ahwal al-Rijal. Qom: Muassasah Aal al-Bayt (as) li Ihya al-Turats, 1416 H.
  • Mufid, Muhammad bin Muhammad. Al-Fushul al-Mukhtarah. Qom: Kongres Syekh Mufid, 1413 H.
  • Murtadha, Bassam. Zubdah al-Maqal min Mu'jam al-Rijal. Beirut: Dar al-Mahajjah al-Baidha', 1426 H.
  • Namazi Syahrudi, Ali. Mustadrakat Ilm Rijal al-Hadits. Teheran: Anak Penulis, 1414 H.
  • Namazi Syahrudi, Ali. Mustadrakat al-Ma'ali atau Muntakhab al-Maqal wa al-Aqwal fi Ilm al-Rijal. Teheran: Muassasah Naba', 1422 H.
  • Raghib Isfahani, Husain bin Muhammad. Mufradat Alfazh al-Quran. Beirut: Dar al-Qalam, tanpa tahun.
  • Sam'ani, Abdul Karim bin Muhammad. Al-Ansab. Hyderabad: Da'irah al-Ma'arif al-Utsmaniyah, 1382 H.
  • Sejumlah Ulama. Al-Ushul al-Sittah 'Asyar. Qom: Muassasah Dar al-Hadits al-Tsaqafiyah, 1423 H.
  • Shahib bin Abbad, Ismail bin Abbad. Al-Muhith fi al-Lughah. Beirut: Alam al-Kutub, tanpa tahun.
  • Syabestari, Abdul Husain. Al-Faiq fi Ruwat wa Ashab al-Imam al-Shadiq (as). Qom: Muassasah al-Nasyr al-Islami, 1418 H.
  • Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. Rijal al-Thusi. Qom: Muassasah al-Nasyr al-Islami, cetakan ketiga, 1373 HS.
  • Syusytari, Muhammad Taqi. Qamus al-Rijal. Qom: Muassasah al-Nasyr al-Islami, cetakan kedua, 1410 H.
  • Zamakhsyari, Mahmud bin Umar. Asas al-Balaghah. Beirut: Dar Shadir, tanpa tahun.