Lompat ke isi

Konsep:Perjalanan Imam Ridha ke Marw

Dari wikishia
Perjalanan Imam Ridha ke Marw
Peta rute perjalanan Imam Ridha as dari Madinah ke Marw
Peta rute perjalanan Imam Ridha as dari Madinah ke Marw
Nama LainHijrah Imam Ridha as dari Madinah ke Marw
Dua Belah PihakImam Ridha as, Al-Ma'mun Abbasi, putra-putra Sahl Naubakhti, dan Raja' bin Abi al-Dhahhak
WaktuTahun 200/815-16 atau 201/816-17
ZamanAbbasiyah
TempatHijaz, Irak, dan Iran
TujuanMengontrol Imam Ridha as dan meredam kebangkitan Alawiyyin
HasilPengangkatan Wali Ahli dan syahidnya Imam Ridha as
KonsekuensiTerbentuknya Qadamgah-qadamgah untuk Imam Ridha as di Iran, penguatan Tasyayyu' di Iran, dan migrasi kaum Alawiyyin ke Iran


Perjalanan Imam Ridha dari Madinah ke Marw terjadi atas permintaan Al-Ma'mun, khalifah Abbasiyah, pada tahun 200/815-16. Peristiwa yang berujung pada pengangkatan Imam Ridha as sebagai wali ahli ini dianggap sebagai babak penting dalam sejarah politik Islam dan kehidupan Ahlulbait as. Geografi sejarah hijrah Imam Ridha as juga dipandang sebagai indikator tujuan Al-Ma'mun dalam menawarkan posisi wali ahli. Tindakan-tindakan Imam as selama perjalanan dan setelah menetap di Marw semakin memperjelas tujuan Al-Ma'mun, yang pada akhirnya berujung pada kesyahidan beliau.

Interaksi antara Imam Ridha as dan Al-Ma'mun dimulai melalui surat-menyurat yang mana berdasarkan beberapa sumber, Al-Ma'mun dalam surat-surat tersebut menjanjikan keterlibatan Imam as dalam pemerintahan. Laporan-laporan menunjukkan bahwa Imam as menerima perjalanan ini dengan rasa tidak puas dan di bawah paksaan. Bentuk perpisahan Imam as dengan Haram Nabawi dan keluarganya dinilai dalam kerangka tersebut.

Dalam kebanyakan sumber, Raja' bin Abi al-Dhahhak disebut sebagai petugas pendamping Imam Ridha as dari Madinah ke Marw. Menurut keyakinan beberapa penulis, Imam as terlebih dahulu pergi ke Mekah dan setelah berpamitan dengan Ka'bah, beliau berangkat menuju Marw.

Rute perjalanan Imam Ridha as melewati kota-kota seperti Basrah, Ahvaz, Fars, Naisabur, Thus, dan Sarakhs, meskipun terdapat riwayat mengenai rute-rute lainnya. Al-Ma'mun telah memerintahkan agar beliau tidak melewati daerah berpenduduk Syiah seperti Kufah dan Qom; namun kehadiran beliau di Khuzestan dan kota-kota seperti Ahvaz serta Syusy diiringi dengan sambutan masyarakat dan terjadinya beberapa Karamah. Di Naisabur, Imam as menyampaikan Hadis Silsilah al-Dzahab yang disambut luas oleh masyarakat. Di wilayah Thus, Imam as menyampaikan beberapa ramalan mengenai wafat beliau di tempat tersebut dan menunjukkan lokasi makam beliau di masa depan. Dikatakan bahwa Imam as disambut oleh Al-Ma'mun di Thus.

Dalam beberapa sumber, kota-kota seperti Kufah dan Baghdad serta wilayah di Iran seperti Qom, Kirman, Isfahan, Nain, dan Semnan disebut sebagai tempat kehadiran Imam Ridha as, dan beberapa qadamgah di kota-kota tersebut dinisbatkan kepada beliau, meskipun hal ini diragukan oleh beberapa peneliti.

Dampak perjalanan dan kehadiran Imam Ridha as di Iran dianggap sebagai faktor kemajuan keyakinan penduduk Khurasan Besar, pengokohan posisi Syiah, dan pertumbuhan Tasyayyu' di wilayah ini. Sebagaimana sebagian orang meyakini bahwa perjalanan ini membantu pembentukan dan kelestarian budaya serta Peradaban Islam. Perjalanan Imam as ke Iran berujung pada peningkatan migrasi Sadaat dan Alawiyyin ke negeri ini.

Urgensi dan Waktu Perjalanan

Perjalanan Imam Ridha as dari Madinah ke Marw dilakukan atas permintaan Al-Ma'mun, salah seorang dari khalifah Abbasiyah. Peristiwa ini, yang pada akhirnya berujung pada posisi wali ahli bagi Imam as, dianggap sebagai salah satu babak penting dalam sejarah politik Islam dan kehidupan Ahlulbait as.[1] Geografi sejarah hijrah beliau dipandang mencerminkan tujuan Al-Ma'mun dalam menawarkan posisi wali ahli dan hakikat dari peristiwa ini.[2] Imam as melakukan berbagai tindakan selama perjalanan yang pada akhirnya memperjelas tujuan Al-Ma'mun dan sikap beliau terhadap posisi wali ahli.[3] Sikap-sikap ini semakin menguat setelah penerimaan posisi wali ahli dan pada akhirnya menyebabkan kesyahidan beliau.[4]

Perjalanan Imam Ridha as ke Iran dan kehadiran beliau di wilayah ini dianggap memiliki berbagai dampak dan hasil. Di antaranya: kemajuan pemikiran dan keyakinan penduduk Khurasan Besar,[5] pengokohan posisi Syiah di wilayah ini,[6] tersedianya lahan bagi pertumbuhan dan penyebaran Tasyayyu' di Khurasan,[7] pembentukan dan kelestarian budaya serta peradaban Islam,[8] dan peningkatan migrasi Sadaat serta Alawiyyin ke Iran.[9]

Kebanyakan sumber sejarah[10] dan hadis[11] menyebutkan tahun 200/815-16 sebagai tahun dimulainya perjalanan ini, namun waktu tepatnya tidak ditentukan secara rinci. Beberapa sumber heresiografi seperti kitab Firaq al-Syiah[12] dan Al-Maqalat wa al-Firaq[13] menganggap akhir tahun 200/816 sebagai waktu dimulainya perjalanan. Sementara itu, beberapa laporan berbicara tentang kehadiran Imam Ridha as di Khurasan Besar pada tahun 200/815-16[14] dan menganggap kedatangan beliau di Naisabur[15] atau pelaksanaan wali ahli terjadi pada akhir tahun tersebut.[16] Qadhi Nu'man, sejarawan dan fakih Ismailiyah, (wafat 363/973-74) meyakini Imam Ridha as memasuki Marw pada sepuluh Jumadil Tsani tahun 201/816-17.[17]

Korespondensi Al-Ma'mun dengan Imam as

Interaksi antara Imam Ridha as dan Al-Ma'mun dimulai melalui surat-menyurat yang dikirimkan di antara keduanya.[18] Beberapa sumber, tanpa merujuk pada rincian dan jumlah surat, hanya menyebutkan hasil dari korespondensi ini yaitu keberangkatan secara paksa.[19]

Menurut keyakinan beberapa peneliti, Al-Ma'mun bermaksud menyembunyikan niat aslinya dalam mengundang Imam as ke Marw.[20] Meskipun demikian, beberapa sejarawan seperti Mas'udi, sejarawan abad ke-4/ke-10, secara implisit membahas isi surat-surat tersebut dan berbicara tentang janji Al-Ma'mun untuk melibatkan Imam as dalam pemerintahan.[21] Terdapat juga laporan bahwa putra-putra Sahl, (Sahl bin Zadanfarukh) termasuk Fadl bin Sahl[22] dan Hasan bin Sahl,[23] juga berperan dalam bidang ini dan menulis surat-surat dengan kandungan serupa.

Ketidakpuasan Imam as

Beberapa berita menginformasikan tentang ketidakpuasan dan paksaan terhadap Imam Ridha as untuk melakukan perjalanan dari Madinah ke Marw.[24] Bentuk perpisahan beliau dengan Haram Nabawi[25] dan keluarganya dinilai dalam kerangka ini. Imam as memerintahkan keluarganya di Madinah yang hadir dalam upacara pelepasan untuk menangisinya.[26] Imam as selain menyampaikan beberapa ramalan mengenai perjalanannya yang tidak akan kembali,[27] juga menyiapkan sejumlah harta untuk keluarga beliau[28] dan memperkenalkan putra kecil beliau, Imam Jawad as, sebagai pengganti kepada para wakilnya.[29]

Petugas Pendamping Imam as

Kebanyakan sumber sejarah[30] dan hadis,[31] menganggap utusan khusus Al-Ma'mun untuk mendampingi Imam Ridha as dalam perjalanan ke Marw adalah Raja' bin Abi al-Dhahhak. Ia yang merupakan kerabat Fadl bin Sahl,[32] datang ke Madinah[33] dan setelah menetap selama beberapa hari, ia mempersiapkan Imam as untuk perjalanan ke Marw.[34] Dalam beberapa sumber juga disebutkan tentang Isa bin Yazid al-Jalludi sebagai utusan Al-Ma'mun.[35] Qadhi Nu'man, penulis kitab Syarh al-Akhbar, meyakini bahwa kedua orang tersebut hadir dalam mendampingi Imam as; dengan rincian Al-Jalludi bertugas mendampingi hingga Fars dan Raja' bin Abi al-Dhahhak mendampingi Imam as dari Fars hingga Marw.[36] Beberapa peneliti menganggap laporan pendampingan Al-Jalludi tidak benar dan alasannya adalah permusuhan Isa terhadap Imam as di tengah peristiwa serangan Al-Jalludi ke Madinah yang mana secara natural ia tidak bisa menjadi pilihan yang baik untuk pendampingan secara terhormat[37] dan meyakinkan beliau dalam rangka tujuan Al-Ma'mun untuk posisi wali ahli.[38]

Rute dan Pemberhentian

Untuk perjalanan dari Madinah ke Marw pada saat itu terdapat dua jalan. Satu rute Basrah dan melalui Suq al-Ahwaz (Ahvaz) ke Fars kemudian dari tengah gurun dan padang pasir di antara provinsi Fars dan Khurasan Besar, sampai ke Marw. Rute lainnya adalah Madinah kemudian Kufah dan Baghdad dan dari sana berlanjut ke arah Ray, Qom dan pada akhirnya Khurasan dan Marw.[39] Berdasarkan informasi yang ada dalam kitab Atlas Syiah, rute perjalanan Imam Ridha as adalah sebagai berikut: Madinah, Naqrah, Hausajah, Nibaj, Hafr Abu Musa, Basrah, Ahvaz, Behbehan, Istakhr, Abarkuh, Deh-syir (Farasyah), Yazd, Kharaniq, Ribath Pusyte Bam, Naisabur, Qadamgah, Deh-e Surkh, Thus, Sarakhs dan pada akhirnya Marw.[40]

Beberapa peneliti berkeyakinan bahwa Imam Ridha as dalam rute perjalanannya ke Marw, terlebih dahulu pergi ke Mekah dan setelah berpamitan dengan Ka'bah dan putranya Imam Jawad as yang mendampinginya dalam perjalanan ini, beliau berangkat menuju Khurasan.[41] Tentu saja berdasarkan beberapa laporan, Imam Ridha as pada tahun yang sama dengan perjalanan ke Marw dan pada hari-hari haji, berpamitan dengan Rumah Allah dan dalam perjalanan ini Imam Jawad as juga mendampingi beliau.[42]

Pemilihan Rute oleh Al-Ma'mun

Dikatakan bahwa pemilihan rute Basrah dan kemudian Fars dilakukan atas pertimbangan Al-Ma'mun[43] dan bahkan ia menulis surat mengenai hal ini kepada Imam Ridha as.[44] Dalam berita lain, Al-Ma'mun memerintahkan para petugasnya untuk mendampingi beliau melalui rute ini hingga Marw.[45] Beberapa peneliti berkeyakinan bahwa pemilihan rute ini adalah untuk mencegah Imam as melewati Baghdad dan juga wilayah-wilayah berpenduduk Syiah[46] seperti Kufah[47] dan Qom.[48] Hal itu dikarenakan Baghdad berada di bawah kontrol kaum Abbasiyah yang fanatik dan lawan politik Al-Ma'mun serta dalam perselisihan politik antara Al-Ma'mun dan saudaranya Al-Amin, telah menjadi pusat konspirasi melawan Al-Ma'mun.[49] Pemilihan rute tersebut secara geografi alam, sosial, politik dan agama adalah langkah yang penuh perhitungan dan kembali pada rasa takut Al-Ma'mun akan perkumpulan kaum Syiah dan dukungan luas mereka terhadap Imam as.[50] Karena kota Kufah juga sebagai pusat perkumpulan kaum Syiah dan basis kaum Alawiyyin, selalu menyaksikan kebangkitan dan gerakan kaum Alawi melawan para penguasa Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah.[51] Qom juga sebagai salah satu kota penting Iran dikenal dengan kecenderungan Syiah dan kecintaan kepada keluarga Imam Ali as.[52]

Basrah

Dalam banyak sumber sejarah,[53] hadis[54] dan heresiografi,[55] Basrah disebutkan sebagai salah satu pemberhentian Imam Ridha as dalam rute perjalanan ke Marw. Dari sudut pandang sebagian penulis, Basrah dikarenakan sejarah Utsmaniyah dan permusuhan dengan Imam Ali as di masa kekhalifahannya, tampak sebagai pilihan yang cerdas.[56]

Terdapat laporan mengenai durasi dan kualitas menetapnya Imam as di Basrah. Dikatakan bahwa beliau menempati beberapa pemukiman di kota ini.[57] Juga dinukil bahwa beliau menetap di masjid sebuah desa bernama Nibaj, di dekat Basrah.[58] Berbagai sumber menceritakan tentang pertemuan seseorang bernama Abu Habib al-Nibaji dengan Imam as di tempat ini.[59] Dalam beberapa berita disebutkan bahwa Imam as menetap satu hari di desa ini dan kemudian melanjutkan perjalanannya ke arah Khurasan.[60] Dikatakan Ibrahim putra Mahdi Abbasi (162/778-79-224/838-39), di Basrah dengan berdiskusi bersama anggota Bani Abbasiyah lainnya, bermaksud membunuh Imam as.[61]

Khuzestan

Ahvaz sebagai salah satu wilayah Irak[62] dianggap sebagai kota yang berada dalam rute gerakan Imam Ridha as ke Marw.[63] Sebagaimana Al-Ma'mun juga merujuk pada penentuan rute perjalanan ke Ahvaz.[64] Beberapa ahli geografi mengingat tentang masjid yang kemudian dibangun di tempat pemberhentian Imam as di Ahvaz.[65] Terdapat laporan bahwa Imam Ridha as di sekitar jembatan Arbaq di wilayah Ahvaz atau Ramhormoz[66] membantah keyakinan Waqifiyah mengenai kemahdian Imam Kadzim as dan melaknat kaum Waqifi.[67]

Kedatangan Imam Ridha as di Ahvaz terjadi di puncak musim panas,[68] dan beberapa peneliti mengaitkan sakit beliau dengan kondisi cuaca.[69] Imam as meminta para pendamping untuk memanggil tabib dan menyediakan tebu serta tanaman obat tertentu.[70] Orang-orang di sekitar terheran dengan permintaan ini, karena tebu pada saat itu langka, namun desakan Imam as menyebabkan benda tersebut ditemukan.[71] Peristiwa ini meningkatkan kecintaan penduduk Ahvaz kepada Imam as dan Raja' bin Abi al-Dhahhak memerintahkan pergerakan beliau yang lebih cepat dari wilayah tersebut.[72]

Selain Ahvaz, kota-kota lain di Khuzestan juga diajukan sebagai rute lintasan Imam Ridha as. Laporan mengenai kehadiran di Syusy, sambutan kaum Syiah wilayah tersebut, pengiriman hadiah untuk beliau dan munculnya karamah-karamah dari sisi Imam as ada tertulis.[73] Selain itu, di sekitar Syusytar dan Dezful, terlihat qadamgah-qadamgah yang dinisbatkan kepada Imam Ridha as.[74]

Naisabur

Gambar Qadamgah Naisabur

Sumber-sumber sejarah membahas tentang kehadiran Imam as di Naisabur dan sambutan luas masyarakat.[75] Beberapa peneliti menganggap Naisabur sebagai salah satu qadamgah beliau yang paling pasti dan penting dalam perjalanan ke Marw serta merujuk pada banyak laporan dalam bidang ini.[76]

Kehadiran Imam kedelapan di Naisabur diiringi dengan peristiwa spiritual dan munculnya karamah-karamah[77] dan sebuah qadamgah juga dinisbatkan kepada beliau di kota ini.[78] Laporan mengenai dialog Imam as dengan beberapa kaum sufi[79] dan juga kisah tentang kesembuhan seseorang melalui Karamah beliau saat keluar dari Naisabur dan di Ribath Sa'ad telah dicatat.[80] Antusiasme penduduk Naisabur untuk menemui Imam Ridha as,[81] sambutan beberapa pembesar kota[82] dan pelepasan beliau hingga tujuan berikutnya[83] termasuk hal-hal lain yang dikemukakan oleh para sejarawan atas kehadiran Imam as di Naisabur.

Hadis Silsilah al-Dzahab

Templat:Utama Pada masa kehadiran Imam Ridha as di Naisabur, terjadi peristiwa penting yang mana yang paling menonjol adalah penyampaian Hadis masyhur Silsilah al-Dzahab.[84] Hadis-hadis dari Imam Ridha as dengan kandungan serupa hadis ini, telah dilaporkan pada tahun-tahun sebelum kehadiran beliau di Naisabur[85] atau di tempat-mana seperti Sarakhs (Lā ilāha illallāhu ismī man qālahū mukhlisan min qalbihī dakhala hishnī wa man dakhala hishnī amina min 'adzābī).[86]

Thus dan Sarakhs

Gambar Qadamgah Deh-e Surkh di dekat Masyhad

Wilayah Thus dilaporkan sebagai tujuan berikutnya Imam Ridha as setelah Naisabur.[87] Berdasarkan sumber-sumber, beliau hadir di sebuah desa bernama "Qaryat al-Hamra'" atau "Deh-e Surkh" saat ini[88] dan beberapa karamah telah dinukil dari beliau di tempat ini.[89] Penulis kitab Bahru al-Ansab juga merujuk pada sambutan Al-Ma'mun terhadap Imam as di Thus dan membahas beberapa karamah beliau di wilayah ini.[90]

Salah satu laporan berkaitan dengan kehadiran beliau di Desa Sanabad Thus, tempat di mana beliau dimakamkan pada tahun 203/818-19.[91] Di desa ini, Imam as bertemu dengan sebuah gunung yang dari batunya dibuat peralatan dan kuali batu. Beliau mengafirmasi tindakan ini dan memerintahkan agar wadah-wadah dibuat dari batu gunung tersebut dan hanya di dalam wadah itulah makanan dimasak.[92] Beberapa sumber menganggap gunung ini adalah gunung batu masyhur Masyhad yang sama.[93] Kemudian Imam as pergi ke kebun Humaid bin Qahthabah dan sembari meramalkan wafatnya, beliau menentukan lokasi makamnya.[94]

Imam Ridha as sebelum sampai ke Marw, memasuki Sarakhs dan di tempat ini beliau menyampaikan sebuah riwayat yang mirip dengan Hadis Silsilah al-Dzahab kepada seseorang yang mendampingi beliau dari Naisabur hingga Sarakhs dan meminta penukilan Hadis dari beliau.[95] Berdasarkan laporan dari Syekh Shaduq, Imam Ridha as sempat ditahan di wilayah ini selama beberapa waktu.[96] Sementara itu, Mas'udi, sejarawan abad ke-4/ke-10, mengklaim bahwa Al-Ma'mun telah memerintahkan para utusannya untuk membawa beliau ke hadapannya dengan penuh penghormatan.[97]

Klaim Wilayah Lain

Dalam beberapa sumber, dibicarakan tentang kehadiran Imam Ridha as di wilayah-wilayah lain selain wilayah yang telah disebutkan selama perjalanan dari Madinah ke Marw.

Kufah

Beberapa sumber sejarah, terlepas dari upaya Al-Ma'mun untuk tidak memilih Kufah sebagai rute gerakan Imam as ke Marw, menyebutkan kota ini atau Qadisiyyah (15 farsakh dari Kufah)[98] sebagai salah satu tujuan perjalanan paksa. Beberapa orang meyakini Imam as setelah berhenti sejenak di Qadisiyyah, tidak memasuki Kufah dan langsung bergerak ke arah Nibaj, namun beberapa penulis dengan memperhatikan bukti geografi menganggap rute ini tidak valid.[99]

Baghdad

Ya'qubi dalam kitab Tarikh al-Ya'qubi, memperkenalkan Baghdad sebagai salah satu tempat pemberhentian Imam Ridha as dalam rute ke Marw.[100] Dalam sumber dari abad ke-5/ke-11 dirujuk adanya penetapan selama satu minggu beliau di Baghdad dan Baiat Thahir bin Husain, panglima Al-Ma'mun, dengan Imam as.[101] Juga beberapa karamah-karamah disebutkan untuk Imam Ridha as di Baghdad, namun beberapa peneliti kontemporer dengan bersandar pada rute yang ditentukan oleh Al-Ma'mun dan kondisi Baghdad pada saat itu, serta kehadiran Thahir bin Husain di waktu yang sama di wilayah Riqqah, menolak riwayat-riwayat tersebut.[102]

Wilayah Iran Lainnya

Di berbagai titik di Iran, masjid-masjid dan qadamgah-qadamgah dinisbatkan kepada Imam Ridha as. Berdasarkan beberapa riwayat, beliau bergerak dari rute-rute yang umum saat ini seperti Qom, Semnan dan Damghan ke arah Sabzevar dan Naisabur.[103] Meskipun demikian, riwayat-riwayat ini tidak selaras dengan laporan sejarah kuno yang merujuk pada upaya Al-Ma'mun untuk mencegah Imam as melewati wilayah seperti Qom.[104] Tentu saja beberapa orang seperti Sayid Ibnu Thawus (wafat 664/1265-66) berbicara tentang lintasan beliau dari Qom dan penetapan beliau untuk beberapa waktu di kota ini yang mana kemudian sebuah madrasah (Madrasah Radhawiyyah) dibangun di tempat tersebut.[105]

Meskipun demikian, di wilayah tengah Iran juga terlihat tanda-tanda lintasan dan kehadiran beliau. Di antara wilayah-wilayah ini dapat dirujuk ke kota-kota seperti Kirman,[106] Isfahan dan khususnya Nain. Juga sebuah kisah mengenai Karamah Imam Ridha as di wilayah Semnan yang masyhur dengan nama "Ahuwan", telah dinukil. Kisah ini merujuk pada peristiwa kebaikan Imam as terhadap kijang (ahu) di wilayah ini dan tetap lestari dalam budaya penduduk wilayah ini serta mereka mengingat Imam as dengan julukan Dhamin-e Ahu.[107]

Catatan Kaki

  1. Irfan-manesy, Jughrafiya-ye Tarikhi-ye Hijrat-e Emam Ridha (as) az Madineh be Marw, 1387 HS, hlm. 9.
  2. Irfan-manesy, Jughrafiya-ye Tarikhi-ye Hijrat-e Emam Ridha (as) az Madineh be Marw, 1387 HS, hlm. 9-10.
  3. Irfan-manesy, Jughrafiya-ye Tarikhi-ye Hijrat-e Emam Ridha (as) az Madineh be Marw, 1387 HS, hlm. 9-10.
  4. Irfan-manesy, Jughrafiya-ye Tarikhi-ye Hijrat-e Emam Ridha (as) az Madineh be Marw, 1387 HS, hlm. 9-10.
  5. Muntazharal-Qa'im, Tarikh-e Emamat (Sejarah Imamah), 1399 HS, hlm. 227.
  6. Naseri Davoudi, Tasyayyu' dar Khurasan-e Ahd-e Teymouriyan, 1378 HS, hlm. 67.
  7. Muntazharal-Qa'im, Tarikh-e Emamat, 1399 HS, hlm. 229.
  8. Abul-Qasemi, "Hijrat-e Emam (as) be Marw wa Tasir-e on bar Belkou-ha-ye Sazandeh-ye Farhang wa Tamaddun-e Islami dar Qarn-e Sewwom wa Chaharom-e Hijri ba Takid bar Onsor-e Wahdat-bakhsy", hlm. 104.
  9. Dehqan-pour dan Tarafdari, "Hijrat-e Emam Ridha (as) be Iran wa Tasir-e on bar Rawand-e Hijrat-e Alawiyyan dar Dawreh-ye Abbasi", hlm. 168.
  10. Thabari, Tarikh al-Thabari, 1967 M, jld. 8, hlm. 544; Mas'udi, Muruj al-Dzahab, 1409 H, jld. 3, hlm. 440; Qummi, Tarikh Qom, 1361 HS, hlm. 199, 228.
  11. Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 147.
  12. Naubakhti, Firaq al-Syiah, 1404 H, hlm. 87.
  13. Asy'ari Qummi, Al-Maqalat wa al-Firaq, 1360 HS, hlm. 95.
  14. Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 165.
  15. Dzahabi, Siyar A'lam al-Nubala', 2006 M, jld. 7, hlm. 105 dinukil dari Hakim Naisaburi.
  16. Qummi, Tarikh Qom, 1361 HS, hlm. 199.
  17. Qadhi Nu'man, Syarh al-Akhbar, 1416 H, jld. 3, hlm. 340.
  18. Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 149.
  19. Kulaini, Al-Kafi (buku), 1407 H, jld. 1, hlm. 488-489; Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 149.
  20. Qadhi Nu'man, Syarh al-Akhbar, 1416 H, jld. 3, hlm. 338.
  21. Mas'udi, Itsbat al-Washiyyah, 1384 HS, hlm. 211.
  22. Rafii Qazvini, Al-Tadwin fi Akhbar Qazvin, 1408 H, jld. 3, hlm. 425-426.
  23. Qadhi Nu'man, Syarh al-Akhbar, 1416 H, jld. 3, hlm. 339.
  24. Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 141.
  25. Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 217; Thabari Amuli Shaghir, Dala'il al-Imamah, 1413 H, hlm. 349.
  26. Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 217-218; Mas'udi, Itsbat al-Washiyyah, 1384 HS, hlm. 211; Thabari Amuli Shaghir, Dala'il al-Imamah, 1413 H, hlm. 349.
  27. Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 217-218; Mas'udi, Itsbat al-Washiyyah, 1384 HS, hlm. 211; Thabari Amuli Shaghir, Dala'il al-Imamah, 1413 H, hlm. 349.
  28. Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 217-218; Mas'udi, Itsbat al-Washiyyah, 1384 HS, hlm. 211; Thabari Amuli Shaghir, Dala'il al-Imamah, 1413 H, hlm. 349.
  29. Mas'udi, Itsbat al-Washiyyah, 1384 HS, hlm. 211; Thabari Amuli Shaghir, Dala'il al-Imamah, 1413 H, hlm. 349.
  30. Untuk contoh lihat: Thabari, Tarikh al-Thabari, 1967 M, jld. 8, hlm. 544; Mas'udi, Muruj al-Dzahab, 1409 H, jld. 3, hlm. 440; Khathib Baghdadi, Tarikh Baghdad, 1417 H, jld. 19, hlm. 141.
  31. Untuk contoh lihat: Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 147, 165, 180-183, 205; Thusi, Al-Tsaqib fi al-Manaqib, 1419 H, hlm. 488-489.
  32. Ya'qubi, Tarikh al-Ya'qubi, Beirut, jld. 2, hlm. 448, 452.
  33. Ya'qubi, Tarikh al-Ya'qubi, Beirut, jld. 2, hlm. 448; Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 217, 218, 180; Qummi, Tarikh Qom, 1361 HS, hlm. 199.
  34. Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 180-183.
  35. Abul Faraj al-Isfahani, Maqatil al-Thalibiyyin, Beirut, hlm. 454; Syekh Mufid, Al-Irsyad, 1413 H, jld. 2, hlm. 259; Fattal Naisaburi, Raudhah al-Wa'izhin, 1375 HS, jld. 1, hlm. 224.
  36. Qadhi Nu'man, Syarh al-Akhbar, 1416 H, jld. 3, hlm. 339-340.
  37. Mas'udi, Muruj al-Dzahab, 1409 H, jld. 3, hlm. 440.
  38. Amin, A'yan al-Syiah, 1998 M, jld. 2, hlm. 552; Murtadha Amili, Al-Hayah al-Siyasiyyah li al-Imam al-Ridha (as), 1416 H, hlm. 366; Irfan-manesy, Jughrafiya-ye Tarikhi-ye Hijrat-e Emam Ridha (as) az Madineh be Marw, 1387 HS, hlm. 13, 172.
  39. Irfan-manesy, Jughrafiya-ye Tarikhi-ye Hijrat-e Emam Ridha (as) az Madineh be Marw, 1387 HS, hlm. 9-10.
  40. Jafarian, Atlas al-Syiah, 1387 HS, hlm. 95.
  41. Adib Heravi, Hadiqat al-Ridhawiyyah, 1327 HS, hlm. 73-74; Athardi, Musnad al-Imam al-Ridha (as), 1406 HS, mukadimah, hlm. 53.
  42. Mas'udi, Itsbat al-Washiyyah, 1384 HS, hlm. 210; Arbili, Kasyf al-Ghummah, 1421 H, jld. 2, hlm. 874.
  43. Kulaini, Al-Kafi (buku), 1407 H, jld. 1, hlm. 486; Naubakhti, Firaq al-Syiah, 1404 H, hlm. 87; Abul Faraj al-Isfahani, Maqatil al-Thalibiyyin, Beirut, hlm. 454.
  44. Kulaini, Al-Kafi (buku), 1407 H, jld. 1, hlm. 489; Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 149; Mas'udi, Itsbat al-Washiyyah, 1384 HS, hlm. 211.
  45. Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 180; Khathib Baghdadi, Tarikh Baghdad, 1417 H, jld. 19, hlm. 141.
  46. Mutahhari, Majmu'eh Atsar, 1381 HS, jld. 18, hlm. 124.
  47. Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 149.
  48. Kulaini, Al-Kafi (buku), 1407 H, jld. 1, hlm. 489; Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 149, 180.
  49. Irfan-manesy, Jughrafiya-ye Tarikhi-ye Hijrat-e Emam Ridha (as) az Madineh be Marw, 1387 HS, hlm. 9-10.
  50. Irfan-manesy, Jughrafiya-ye Tarikhi-ye Hijrat-e Emam Ridha (as) az Madineh be Marw, 1387 HS, hlm. 9-10.
  51. Irfan-manesy, Jughrafiya-ye Tarikhi-ye Hijrat-e Emam Ridha (as) az Madineh be Marw, 1387 HS, hlm. 9-10.
  52. Irfan-manesy, Jughrafiya-ye Tarikhi-ye Hijrat-e Emam Ridha (as) az Madineh be Marw, 1387 HS, hlm. 9-10.
  53. Ya'qubi, Tarikh al-Ya'qubi, Beirut, jld. 2, hlm. 448; Abul Faraj al-Isfahani, Maqatil al-Thalibiyyin, Beirut, hlm. 454; Dzahabi, Siyar A'lam al-Nubala', 2006 M, jld. 7, hlm. 105 dinukil dari Tarikh Naisabur.
  54. Kulaini, Al-Kafi (buku), 1407 H, jld. 1, hlm. 489; Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 149, 165, 180; Syekh Mufid, Al-Irsyad, 1413 H, jld. 2, hlm. 259.
  55. Naubakhti, Firaq al-Syiah, 1404 H, hlm. 87; Asy'ari Qummi, Al-Maqalat wa al-Firaq, 1360 HS, hlm. 95.
  56. Murtadha Amili, Al-Hayah al-Siyasiyyah li al-Imam al-Ridha (as), 1416 H, hlm. 369; Irfan-manesy, Jughrafiya-ye Tarikhi-ye Hijrat-e Emam Ridha (as) az Madineh be Marw, 1387 HS, hlm. 22-23.
  57. Ibnu Syahrasyub, Al-Manaqib, 1379 H, jld. 4, hlm. 342.
  58. Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 210; Thabari Amuli Shaghir, Dala'il al-Imamah, 1413 H, hlm. 367-368; Thabarsi, I'lam al-Wara, 1417 H, jld. 2, hlm. 54 dinukil dari Hakim Naisaburi.
  59. Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 210; Arbili, Kasyf al-Ghummah, 1421 H, jld. 2, hlm. 831-832; Thusi, Al-Tsaqib fi al-Manaqib, 1419 H, hlm. 483-484.
  60. Mas'udi, Itsbat al-Washiyyah, 1384 HS, hlm. 211-212.
  61. Qadhi Nu'man, Syarh al-Akhbar, 1416 H, jld. 3, hlm. 339.
  62. Syekh Shaduq, Kamaluddin, 1395 H, jld. 2, hlm. 445; Thabari Amuli Shaghir, Dala'il al-Imamah, 1413 H, hlm. 540; Syekh Thusi, Al-Ghaibah, 1411 H, hlm. 264.
  63. Khushaibi, Al-Hidayah al-Kubra, 1419 H, hlm. 279; Mas'udi, Itsbat al-Washiyyah, 1384 HS, hlm. 212; Qadhi Nu'man, Syarh al-Akhbar, 1416 H, jld. 3, hlm. 339; Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 205.
  64. Kulaini, Al-Kafi (buku), 1407 H, jld. 1, hlm. 488-489; Khushaibi, Al-Hidayah al-Kubra, 1419 H, hlm. 427; Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 149, 180.
  65. Yaqut al-Hamawi, Mu'jam al-Buldan, 1995 M, jld. 1, hlm. 285.
  66. Yaqut al-Hamawi, Mu'jam al-Buldan, 1995 M, jld. 1, hlm. 137; Baghdadi, Marashid al-Ithila', 1412 H, jld. 1, hlm. 50.
  67. Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 216; Thusi, Al-Tsaqib fi al-Manaqib, 1419 H, hlm. 491-492.
  68. Thusi, Al-Tsaqib fi al-Manaqib, 1419 H, hlm. 488; Rawandi, Al-Kharaij wa al-Jaraih, 1409 H, jld. 2, hlm. 661.
  69. Irfan-manesy, Jughrafiya-ye Tarikhi-ye Hijrat-e Emam Ridha (as) az Madineh be Marw, 1387 HS, hlm. 49.
  70. Thusi, Al-Tsaqib fi al-Manaqib, 1419 H, hlm. 488-489; Rawandi, Al-Kharaij wa al-Jaraih, 1409 H, jld. 2, hlm. 661-662.
  71. Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 206.
  72. Thusi, Al-Tsaqib fi al-Manaqib, 1419 H, hlm. 489; Rawandi, Al-Kharaij wa al-Jaraih, 1409 H, jld. 2, hlm. 662.
  73. Khushaibi, Al-Hidayah al-Kubra, 1419 H, hlm. 279-280.
  74. Irfan-manesy, Jughrafiya-ye Tarikhi-ye Hijrat-e Emam Ridha (as) az Madineh be Marw, 1387 HS, hlm. 54-67.
  75. Ibnu Jauzi, Al-Muntazham, 1992 M, jld. 10, hlm. 120; Khathib Baghdadi, Tarikh Baghdad, 1417 H, jld. 19, hlm. 141 dinukil dari Hakim Naisaburi.
  76. Irfan-manesy, Jughrafiya-ye Tarikhi-ye Hijrat-e Emam Ridha (as) az Madineh be Marw, 1387 HS, hlm. 126.
  77. Untuk contoh: Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 132-133, 135-136; Hakim Naisaburi, Tarikh Naisabur, 1375 HS, hlm. 207-212; Thusi, Al-Tsaqib fi al-Manaqib, 1419 H, hlm. 496.
  78. Irfan-manesy, Jughrafiya-ye Tarikhi-ye Hijrat-e Emam Ridha (as) az Madineh be Marw, 1387 HS, hlm. 133-134.
  79. Ibnu Sabbagh Maliki, Al-Fushul al-Muhimmah, 1422 H, jld. 2, hlm. 1004-1005.
  80. Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 211; Thusi, Al-Tsaqib fi al-Manaqib, 1419 H, hlm. 484-485.
  81. Arbili, Kasyf al-Ghummah, 1421 H, jld. 2, hlm. 827; Ibnu Sabbagh Maliki, Al-Fushul al-Muhimmah, 1422 H, jld. 2, hlm. 1002.
  82. Syekh Thusi, Al-Amali, 1414 H, hlm. 589; Hakim Naisaburi, Tarikh Naisabur, 1375 HS, hlm. 210.
  83. Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 137.
  84. Imam Ridha as dalam menjawab permintaan masyarakat untuk menyampaikan riwayat, menyampaikan sebuah hadis qudsi dengan menukil dari ayah-ayah beliau hingga Rasulullah saw yang di dalamnya, tauhid diperkenalkan sebagai benteng yang kokoh untuk selamat dari api neraka. Imam as menganggap masuk ke dalam benteng tersebut bergantung pada syarat-syarat tertentu dan memperkenalkan diri beliau sebagai bagian dari syarat-syarat tersebut. (Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 134, 135 dan dengan beberapa perbedaan: Syekh Thusi, Al-Amali, 1414 H, hlm. 588-589.)
  85. Syekh Shaduq, Al-Tauhid, 1398 H, hlm. 24.
  86. Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 137.
  87. Ibnu Syahrasyub, Al-Manaqib, 1379 H, jld. 4, hlm. 341.
  88. Irfan-manesy, Jughrafiya-ye Tarikhi-ye Hijrat-e Emam Ridha (as) az Madineh be Marw, 1387 HS, hlm. 138-139.
  89. Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 136; Thusi, Al-Tsaqib fi al-Manaqib, 1419 H, hlm. 145-146, 198; Ibnu Syahrasyub, Al-Manaqib, 1379 H, jld. 4, hlm. 343.
  90. Abu Mikhnaf, Bahru al-Ansab, naskah manuskrip, Teheran, hlm. 132-133.
  91. Syekh Mufid, Al-Irsyad, 1413 H, jld. 2, hlm. 271.
  92. Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 136-137; Ibnu Syahrasyub, Al-Manaqib, 1379 H, jld. 4, hlm. 343-344.
  93. Athardi, Musnad al-Imam al-Ridha (as), 1406 HS, jld. 1, hlm. 173-174; Irfan-manesy, Jughrafiya-ye Tarikhi-ye Hijrat-e Emam Ridha (as) az Madineh be Marw, 1387 HS, hlm. 139.
  94. Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 136-137; Ibnu Syahrasyub, Al-Manaqib, 1379 H, jld. 4, hlm. 343-344.
  95. Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 137.
  96. Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 183.
  97. Mas'udi, Muruj al-Dzahab, 1409 H, jld. 3, hlm. 440.
  98. Yaqut al-Hamawi, Mu'jam al-Buldan, 1995 M, jld. 4, hlm. 291.
  99. Irfan-manesy, Jughrafiya-ye Tarikhi-ye Hijrat-e Emam Ridha (as) az Madineh be Marw, 1387 HS, hlm. 28-29.
  100. Ya'qubi, Tarikh al-Ya'qubi, Beirut, jld. 2, hlm. 448.
  101. Beyhaqi, Tarikh Beyhaqi, 1376 HS, jld. 1, hlm. 216-218.
  102. Akbari, Tarikh-e Hukumat-e Taheriyan az Aghaz ta Anjam, 1387 HS, hlm. 118.
  103. Balaghi, Farhang-e Tarikh-e Na'in, 1369 H, hlm. 236; Sahab, Zendegani-ye Emam Ridha (as), 1354 HS, hlm. 243.
  104. Kulaini, Al-Kafi (buku), 1407 H, jld. 1, hlm. 489; Syekh Shaduq, Uyun Akhbar al-Ridha (as), 1387 H, jld. 2, hlm. 149, 180.
  105. Ibnu Thawus, Farhah al-Ghari, Qom, hlm. 130-131.
  106. Mas'udi, Itsbat al-Washiyyah, 1384 HS, hlm. 211.
  107. Sahab, Zendegani-ye Emam Ridha (as), 1354 HS, hlm. 245.

Daftar Pustaka

  • Abul-Faraj al-Isfahani, Ali bin al-Husain. Maqatil al-Thalibiyyin. Riset: Sayid Ahmad Saqr. Beirut, Dar al-Ma'rifah, tanpa tahun.
  • Abu Mikhnaf, Luth bin Yahya al-Khuza'i. Bahru al-Ansab (Manuskrip). Teheran, Perpustakaan Majelis, no. 15204.
  • Ibnu Jauzi, Abdurrahman bin Ali. Al-Muntazham fi Tarikh al-Umam wa al-Muluk. Riset: Muhammad Abdul Qadir Ata dan Mushthafa Abdul Qadir Ata. Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1992 M.
  • Ibnu Syahrasyub, Muhammad bin Ali. Al-Manaqib. Riset: Hashem Rasuli dan Muhammad Husain Asytiani. Qom, Allamah, 1379 H.
  • Ibnu Sabbagh al-Maliki, Ali bin Muhammad. Al-Fushul al-Muhimmah fi Ma'rifah al-Aimmah (as). Riset: Sami al-Ghurayzi. Qom, Dar al-Hadits, 1422 H.
  • Ibnu Thawus, Abdul Karim bin Ahmad. Farhah al-Ghari fi Ta'yin Qabri Amirul Mu'minin Ali bin Abi Thalib (as) fi al-Najaf. Qom, Radhi, tanpa tahun.
  • Adib Heravi, Muhammad Hasan. Hadiqat al-Ridhawiyyah. Masyhad, Syerkat Chapkhanyeh Khurasan, 1327 HS.
  • Arbili, Ali bin Isa. Kasyf al-Ghummah fi Ma'rifah al-Aimmah. Qom, Syarif Radhi, 1421 H.
  • Asy'ari Qummi, Sa'ad bin Abdullah. Al-Maqalat wa al-Firaq. Riset: Muhammad Javad Masykur. Teheran, Markaz Entesyarat-e Elmi wa Farhangi, 1360 HS.
  • Akbari, Amir. Tarikh-e Hukumat-e Taheriyan az Aghaz ta Anjam. Masyhad, Bonyad-e Pazuhesh-ha-ye Islami Astan Quds Razavi, 1387 HS.
  • Amin, Muhsin. A'yan al-Syiah. Riset: Hasan Amin. Beirut, Dar al-Ta'aruf li al-Mathbu'at, 1998 M.
  • Bastami, Norouz-Ali. Tuhfah al-Ridhawiyyah. Cetakan lithography. Teheran, Karkhanyeh Mirza Ali Akbar, 1288 H.
  • Baghdadi, Ibnu Abdul Haq. Marashid al-Ithila' 'ala Asma' al-Amkinah wa al-Biqa'. Riset: Ali Muhammad al-Bijawi. Beirut, Dar al-Jil, 1412 H.
  • Balaghi, Abdul Husain. Farhang-e Tarikh-e Na'in. Teheran, Chapkhanyeh Mazhaheri, 1369 H.
  • Beyhaqi, Abul Fadhl. Tarikh Beyhaqi. Riset: Manouchehr Danesy-pazhouh. Teheran, Hirmand, 1376 HS.
  • Jafarian, Rasul. Atlas al-Syiah. Teheran, Penerbit Organisasi Geografi Pasukan Bersenjata, 1387 HS.
  • Hakim Naisaburi, Muhammad bin Abdullah. Tarikh Naisabur. Penerjemah: Muhammad bin Husain Khalifah Naisaburi. Koreksi: Muhammad Reza Syafii Kadkani. Teheran, Penerbit Agah, 1375 HS.
  • Khushaibi, Husain bin Hamdan. Al-Hidayah al-Kubra. Beirut, Al-Balagh, 1419 H.
  • Khathib Baghdadi, Ahmad bin Ali. Tarikh Baghdad aw Madinah al-Salam. Riset: Mushthafa Abdul Qadir Ata. Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1417 H.
  • Adz-Dzahabi, Muhammad bin Ahmad. Siyar A'lam al-Nubala'. Riset: Mahmoud Syakir. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 2006 M.
  • Rafii Qazvini, Abdul Karim bin Muhammad. Al-Tadwin fi Akhbar Qazvin. Riset: Azizullah Athardi. Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1408 H.
  • Rawandi, Quthbuddin. Al-Kharaij wa al-Jaraih. Riset: Muassasah Imam Mahdi (as). Qom, Muassasah Imam Mahdi (as), 1409 H.
  • Sahab, Abul Qasim. Zendegani-ye Emam Ridha (as). Teheran, Muassasah Entesyarat-e Danesy, 1354 HS.
  • Syekh Shaduq, Muhammad bin Ali. Al-Tauhid. Riset: Hashem Husaini Tehrani. Qom, Daftar Entesyarat-e Islami, 1398 H.
  • Syekh Shaduq, Muhammad bin Ali. Tsawab al-A'mal wa 'Iqab al-A'mal. Qom, Syarif Radhi, 1406 H.
  • Syekh Shaduq, Muhammad bin Ali. Uyun Akhbar al-Ridha (as). Riset: Mahdi Lajevardi. Teheran, Nasyr Jahan, 1378 H.
  • Syekh Shaduq, Muhammad bin Ali. Kamaluddin wa Tamam al-Ni'mah. Riset: Ali Akbar Ghaffari. Teheran, Islamiyah, 1395 H.
  • Syekh Shaduq, Muhammad bin Ali. Ma'ani al-Akhbar. Riset: Ali Akbar Ghaffari. Qom, Daftar Entesyarat-e Islami, 1403 H.
  • Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Amali. Riset: Muassasah al-Bi'tsah. Qom, Dar al-Tsaqafah, 1414 H.
  • Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. Al-Ghaibah. Riset: Abadullah Tehrani dan Ali Ahmad Nashih. Qom, Dar al-Ma'arif al-Islamiyyah, 1411 H.
  • Syekh Mufid, Muhammad bin Muhammad bin Nu'man. Al-Irsyad. Riset: Muassasah Alu al-Bait (as). Qom, Kongres Milenium Syekh Mufid, 1413 H.
  • Shaffar, Muhammad bin Hasan. Basha'ir al-Darajat. Riset: Mohsen Kouche-baghi. Qom, Perpustakaan Ayatullah Mar'asyi, 1404 H.
  • Shafadi, Khalil bin Aybak. Al-Wafi bi al-Wafayat. Riset: Komite Peneliti di bawah pengawasan Helmut Ritter. Wiesbaden (Jerman), Franz Steiner, 1401 H.
  • Thabarsi, Fadhl bin Hasan. I'lam al-Wara. Riset: Muassasah Alu al-Bait (as). Qom, Alu al-Bait, 1417 H.
  • Thabari Amuli Shaghir, Muhammad bin Jarir. Dala'il al-Imamah. Riset: Divisi Studi Islam Muassasah al-Bi'tsah. Qom, Bi'tsah, 1413 H.
  • Thabari, Muhammad bin Jarir. Tarikh al-Thabari. Riset: Muhammad Abul Fadhl Ibrahim. Beirut, Dar al-Turats, 1967 M.
  • Thusi, Ibnu Hamzah. Al-Tsaqib fi al-Manaqib. Riset: Nabil Ridha Alwan. Qom, Ansharian, 1419 H.
  • Irfan-manesy, Jalil. Jughrafiya-ye Tarikhi-ye Hijrat-e Emam Ridha (as) az Madineh ta Marw. Masyhad, Bonyad-e Pazuhesh-ha-ye Islami, 1387 HS.
  • Athardi, Azizullah. Musnad al-Imam al-Ridha (as). Masyhad, Astan Quds Razavi, 1406 HS.
  • Fattal Naisaburi, Muhammad bin Hasan. Raudhah al-Wa'izhin. Qom, Penerbit Radhi, 1375 HS.
  • Qadhi Nu'man, Nu'man bin Muhammad. Syarh al-Akhbar. Riset: Muhammad Husain Husaini Jalali. Qom, Daftar Entesyarat-e Islami, 1416 H.
  • Qummi, Hasan bin Muhammad. Tarikh Qom. Penerjemah: Hasan bin Ali bin Abdul Malik Qummi. Koreksi: Sayid Jalaluddin Tehrani. Teheran, Thus, 1361 HS.
  • Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Al-Kafi. Riset: Ali Akbar Ghaffari dan Muhammad Akhundi. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1407 H.
  • Murtadha Amili, Ja'far. Al-Hayah al-Siyasiyyah li al-Imam al-Ridha (as) Dirasah wa Tahlil. Qom, Daftar Entesyarat-e Islami, 1416 H.
  • Mas'udi, Ali bin al-Husain. Itsbat al-Washiyyah. Qom, Ansharian, 1384 HS.
  • Mas'udi, Ali bin al-Husain. Muruj al-Dzahab. Riset: As'ad Daghir. Qom, Dar al-Hijrah, 1409 H.
  • Mutahhari, Murtadha. Majmu'eh Atsar (jld. 18). Teheran, Penerbit Sadra, 1381 HS.
  • Muntazharal-Qa'im, Ashghar. Tarikh-e Emamat. Qom, Ma'arif, 1399 HS.
  • Naseri Davoudi, Abdul Majid. Tasyayyu' dar Khurasan-e Ahd-e Teymouriyan. Masyhad, Bonyad-e Pazuhesh-ha-ye Islami Astan Quds Razavi, 1378 HS.
  • Naubakhti, Hasan bin Musa. Firaq al-Syiah. Beirut, Dar al-Adhwa', 1404 H.
  • Yaqut al-Hamawi. Mu'jam al-Buldan. Beirut, Dar Sadir, 1995 M.
  • Ya'qubi, Muhammad bin Abi Ya'qub. Tarikh al-Ya'qubi. Beirut, Dar Sadir, tanpa tahun.