Konsep:Khianat dalam Amanah
Khianat dalam Amanah bermakna mengelola (tasharruf) dan penolakan orang yang dipercaya (amin) untuk membayarkan sesuatu yang telah dititipkan kepadanya sebagai amanah dan ia telah berkomitmen untuk membayarkannya. Khianat dalam amanah adalah haram dan termasuk di antara dosa-dosa besar, serta pelakunya akan dikenakan takzir. Dalam Al-Qur'anul Karim dan riwayat-riwayat Islam, diperintahkan untuk menjaga amanah dan larangan berkhianat di dalamnya, di mana Ayat 27 Surah Al-Anfal dan Dalil Akli disebutkan sebagai bukti keharaman khianat dalam amanah. Para fukaha menganggap tindakan melampaui batas (ta'addi) dan kelalaian (tafrith) orang yang dipercaya terhadap suatu benda sebagai perwujudan dari tindakan khianat dalam amanah, serta menyebutkan contoh-contohnya dalam berbagai bab fikih seperti bab Wadiah dan Ijarah.
Terminologi
Kata khianat hanya muncul dua kali dalam Al-Qur'anul Karim yaitu dalam Surah Al-Anfal (ayat 58, 71), namun kata turunannya digunakan sebanyak empat belas kali.[1] Khianat dalam amanah diperkenalkan sebagai salah satu dosa besarTemplat:Yad [2] dan dalam fikih disebutkan beberapa konsekuensi baginya; seperti hilangnya keadilan (adalah) terkait urusan yang mensyaratkan keadilan di dalamnya; seperti tidak diterimanya kesaksian orang yang berkhianat.[3]
Khianat dalam amanah bermakna penggunaan, penguasaan, pengelolaan, dan perusakan secara bersamaan dengan niat buruk terhadap harta yang dititipkan sebagai amanah kepada seseorang yang dipercaya.[4] Sedemikian rupa sehingga pengelolaan dan penggunaan ini dilakukan tanpa izin dari pemilik harta dan ke arah yang bertentangan dengan maksud pemberi amanah.[5] Menurut keyakinan Syaikh Thusi, khianat dalam amanah adalah penolakan untuk menunaikan hak yang telah dijamin penunaiannya.[6] Dalam kitab Fiqh al-Shadiq, khianat dalam amanah dimaknai sebagai menguasai harta orang lain tanpa memiliki hak atau wilayah (otoritas) atas harta tersebut.[7]
Bagi orang yang dianggap sebagai amin (orang yang dipercaya), disebutkan contoh-contohnya dalam Bab-bab Fikih; seperti: Templat:Mul
- Mustaudi' (penerima titipan) dalam akad wadiah[8]
- Musta'ir (peminjam) dalam Akad Ariyah[9]
- Murtahin (penerima gadai) dalam Akad Rahn[10]
- Wakil dalam Wakalah[11]
- Amil dalam Mudharabah[12]
- Amil dalam Muzara'ah dan Musaqat[13]
- Musta'jir (penyewa) dalam Akad Ijarah[14]
- Penemu benda yang hilang (luqathah)[15]
- Wali dan Qayyim (pengampu) dalam bab Wilayah dan Qayyumah[16]
|}
Dalil Keharaman Khianat
Fukaha dengan bersandar pada Al-Qur'anul Karim dan Dalil Akli menganggap khianat dalam amanah adalah haram.[17]
Ayat Khianat Amanah
Templat:Utama Dalam berbagai ayat Al-Qur'an ditegaskan akan sifat maksiatTemplat:Yad dari khianat dalam amanah dan urgensi mengembalikan amanah.[18] Ayat yang menunjukkan keharaman khianat dalam amanah adalah Ayat 27 Surah Al-Anfal.[19]
- "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan janganlah kamu mengkhianati amanah-amanahmu, sedang kamu mengetahui." (Surah Al-Anfal: 27)
Allamah Thabathaba'i dalam al-Mizan,[20] Fakhr Razi dalam kitab at-Tafsir al-Kabir,[21] dan Ibnu Asyur dalam at-Tahrir wa al-Tanwir[22] meyakini bahwa ayat ini menunjukkan keharaman khianat dalam amanah dikarenakan kalimat "janganlah kamu mengkhianati amanah-amanahmu" diathafkan pada kalimat sebelumnya.
Dalil Akli
Dalil akli disebutkan sebagai salah satu sandaran keharaman khianat dalam amanah,[23] dan berdasarkan dalil inilah, penulis Jawahir menganggap haram menerima amanah bagi seseorang yang tidak memiliki kemampuan menjaga harta amanah tersebut, serta menyebutkan alasan keharamannya adalah kelalaian (tafrith) terhadap harta amanah yang berujung pada kerugian bagi pemilik harta dan pengkhianatan terhadap hak pemilik harta.[24] Oleh karena itu, tindakan melampaui batas (ta'addi) dan kelalaian (tafrith) terhadap harta titipan oleh orang yang dipercaya dianggap sebagai penyebab terwujudnya khianat dalam amanah[25] dan dihukumi bahwa orang tersebut bertanggung jawab (dhaman) atas harta tersebut.[26]
Hukuman
Para fukaha Islam kecuali Hanabilah[27] memiliki kesepakatan pendapat atas tidak dipotongnya tangan pengkhianat amanah dan memberikan hukum takzir bagi pelakunya.[28] Dalam riwayat para Imam Maksum (as) ditetapkan hukuman penjara bagi pengkhianat amanah, seperti riwayat al-Kulaini dari Imam Ali (as): "Bahwa Amirul Mukminin (as) tidak memandang penjara kecuali dalam tiga hal: seseorang yang memakan harta anak yatim atau merampasnya, atau seseorang yang dipercaya atas suatu amanah lalu ia melenyapkannya."[29] Mohammad Baqir Khalisi, salah seorang fukaha Syiah, mengklaim bahwa ia tidak menemukan perbedaan pendapat di kalangan fukaha dalam masalah bolehnya memenjarakan pengkhianat atas permintaan pemilik harta.[30]
Catatan Kaki
- ↑ Abdul Baqi, Mu'jam al-Mufahras, di bawah kata "khawn".
- ↑ Dastghaib, Dosa-dosa Besar, 1388 HS, jld. 2, hlm. 252; Bahnasi, Madkhal al-Fiqh al-Jina'i al-Islami, 1409 H, hlm. 181.
- ↑ Syaikh Thusi, al-Nihayah, 1400 H, hlm. 325.
- ↑ Muhaqqiq Hilli, Syara'i al-Islam, 1408 H, jld. 2, hlm. 174; Jafari Langroudi, Terminologi Hoquq, 1370 HS, hlm. 270.
- ↑ Moin, Farhang-e Farsi, 1380 HS, jld. 1, hlm. 1467.
- ↑ Syaikh Thusi, at-Tibyān, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, jld. 5, hlm. 105.
- ↑ Rohani, Fiqh al-Shadiq (as), 1435 H, jld. 2, hlm. 211.
- ↑ Muhaqqiq Hilli, Mukhtashar al-Nafi', 1418 H, jld. 1, hlm. 150; Syahid Awal, al-Lum'ah al-Dimasyqiyyah, 1410 H, Kitab al-Wadiah.
- ↑ Imam Khomeini, Tahrir al-Wasilah, 1379 HS, jld. 1, hlm. 606; Syaikh Thusi, al-Mabsuth, 1351 HS, jld. 4, hlm. 134; Syahid Tsani, al-Raudhah al-Bahiyyah, 1410 H, jld. 3, hlm. 107.
- ↑ Syahid Tsani, al-Raudhah al-Bahiyyah, 1410 H, jld. 4, hlm. 235; Fazhel Miqdad, Kanz al-'Irfan, 1384 H, jld. 2, hlm. 76.
- ↑ Ibnu Barraj, Jawahir al-Fiqh, 1411 H, hlm. 79; Najafi, Jawahir al-Kalam, 1362 HS, jld. 27, hlm. 423.
- ↑ Najafi, Jawahir al-Kalam, 1362 HS, jld. 26, hlm. 378; Isfahani, Sirath al-Najah, 1388 HS, hlm. 335.
- ↑ Thabathaba'i Yazdi, al-'Urwah al-Wutsqa, 1377 HS, Kitab al-Muzara'ah, hlm. 165; Yazdi, al-'Urwah al-Wutsqa, 1417 H, jld. 2, hlm. 539.
- ↑ Ibnu Zuhrah, Ghunyah al-Nuzu', 1417 H, hlm. 601; Ibnu Hamzah, al-Wasilah, 1408 H, hlm. 711; Syahid Awal, al-Lum'ah al-Dimasyqiyyah, 1410 H, hlm. 155; Muhaqqiq Hilli, Syara'i al-Islam, 1408 H, jld. 2, hlm. 422.
- ↑ Muhaqqiq Hilli, Syara'i al-Islam, 1408 H, jld. 3, hlm. 809; Syahid Awal, al-Lum'ah al-Dimasyqiyyah, 1410 H, Kitab al-Luqathah; Imam Khomeini, Tahrir al-Wasilah, 1379 HS, jld. 2, hlm. 230.
- ↑ Najafi, Jawahir al-Kalam, 1362 HS, jld. 26, hlm. 101; Khu'i, Minhaj al-Shalihin, 1410 H, jld. 2, hlm. 190; Imam Khomeini, Tahrir al-Wasilah, 1379 HS, jld. 2, hlm. 13 dan 15.
- ↑ Allamah Hilli, Tadzkirah al-Fuqaha, 1414 H, jld. 12, hlm. 147.
- ↑ Bahnasi, Madkhal al-Fiqh al-Jina'i al-Islami, 1409 H, hlm. 181; Audah, at-Tasyri' al-Jina'i, 1419 H, jld. 1, hlm. 139.
- ↑ Rasyad, Ushul-e Fiqh, 1367 HS, hlm. 113; Makarem Syirazi, Bar-gozideh Tafsir Nemuneh, 1382 HS, jld. 2, hlm. 145.
- ↑ Allamah Thabathaba'i, al-Mizan, 1390 H, jld. 9, hlm. 54.
- ↑ Fakhr Razi, at-Tafsir al-Kabir, 1417 H, jld. 5, hlm. 475.
- ↑ Ibnu Asyur, Tafsir at-Tahrir wa al-Tanwir, 1420 H, jld. 9, hlm. 324.
- ↑ Bahrani, al-Hada'iq an-Nadhirah, 1408 H, jld. 22, hlm. 87; Syahid Tsani, al-Raudhah al-Bahiyyah, 1410 H, jld. 3, hlm. 88.
- ↑ Najafi, Jawahir al-Kalam, 1362 HS, jld. 28, hlm. 105.
- ↑ Najafi, Jawahir al-Kalam, 1362 HS, jld. 27, hlm. 28.
- ↑ Abu al-Shalah al-Halabi, al-Kafi fi al-Fiqh, 1366 HS, hlm. 232.
- ↑ Jaziri, al-Fiqh 'ala al-Madzahib al-Arba'ah, 1419 H, jld. 5, hlm. 164.
- ↑ Syaikh Mufid, al-Muqni'ah, 1410 H, hlm. 804; Syaikh Thusi, al-Mabsuth, 1351 HS, jld. 8, hlm. 22; Khu'i, Mabani Takmilah al-Minhaj, 1438 H, jld. 1, hlm. 285; Imam Khomeini, Mausu'ah al-Imam al-Khomeini, 1393 HS, jld. 2, hlm. 614; Syahid Tsani, Masalik al-Afham, 1367 HS, hlm. 118; Allamah Hilli, Irsyad al-Adzhan, 1410 H, jld. 2, hlm. 182; Najafi, Jawahir al-Kalam, 1362 HS, jld. 41, hlm. 493.
- ↑ Kulaini, al-Kafi, 1407 H, bagian 7, jld. 7, hlm. 263.
- ↑ Khalisi, Ahkam al-Mahbusin fi al-Fiqh al-Ja'fari, 1413 H, hlm. 134.
Daftar Pustaka
- Abdul Baqi, Muhammad Fuad. Mu'jam al-Mufahras li Alfazh al-Qur'an al-Karim. Tehran, Penerbit Islami, 1374 HS.
- Abu al-Shalah al-Halabi. al-Kafi fi al-Fiqh. 1366 HS.
- Allamah Hilli, Hasan bin Yusuf. Irsyad al-Adzhan ila Ahkam al-Iman. Riset: Faris Tabrizian. Qom, Jami'ah al-Mudarrisin, 1410 H.
- Allamah Hilli, Hasan bin Yusuf. Tadzkirah al-Fuqaha. Qom, Muassasah Al al-Bayt (as) li Ihya al-Turats, 1414 H.
- Audah, Abdul Qadir. at-Tasyri' al-Jina'i al-Islami Muqaranan bi al-Qanun al-Wadh'i. Beirut, Muassasah Risalah, 1419 H.
- Bahrani, Yusuf bin Ahmad. al-Hada'iq an-Nadhirah fi Ahkam al-'Itrat ath-Thahirah. Riset: Muhammad Taqi Iravani. Qom, Muassasah al-Nasyr al-Islami, 1408 H.
- Bahnasi, Ahmad Fathi. al-'Uqubah fi al-Fiqh al-Islami. Beirut, Dar al-Syuruq, 1401 H.
- Bahnasi, Ahmad Fathi. Madkhal al-Fiqh al-Jina'i al-Islami. Beirut, Dar al-Syuruq, 1409 H.
- Dastghaib, Abdul Husain. Guna-han-e Kabireh (Dosa-dosa Besar). Qom, Jami'ah al-Mudarrisin Hauzah Ilmiah, 1388 HS.
- Fakhr Razi, Muhammad bin Umar. at-Tafsir al-Kabir. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1417 H.
- Fakhrul Muhaqqiqin, Muhammad bin Hasan. Idhah al-Fawa'id fi Syarh Musykilat al-Qawa'id. Koreksi: Sayid Husain Musawi Kermani. Qom, Penerbit Isma'iliyan, 1389 HS.
- Fazhel Miqdad, Miqdad bin Abdullah. Kanz al-'Irfan fi Fiqh al-Qur'an. Koreksi: Muhammad Baqir Behbudi. Tehran, Maktabah al-Murtadhawiyyah, 1384 H.
- Ibnu Asyur, Muhammad Thahir. Tafsir at-Tahrir wa al-Tanwir. Beirut, Muassasah al-Tarikh al-Arabi, 1420 H.
- Ibnu Barraj, Abdul Aziz bin Nahrir. Jawahir al-Fiqh. Riset: Ibrahim Bahadori. Qom, Muassasah al-Nasyr al-Islami, 1411 H.
- Ibnu Hamzah, Muhammad bin Ali. al-Wasilah ila Nail al-Fadhilah. Riset: Muhammad Hassun. Qom, Perpustakaan Umum Ayatullah al-Mar'asyi al-Najafi (ra), 1408 H.
- Ibnu Zuhrah, Hamzah bin Ali. Ghunyah al-Nuzu' ila 'Ilmay al-Ushul wa al-Furu'. Qom, Lembaga Imam Shadiq (as), 1417 H.
- Imam Khomeini, Sayid Ruhullah. Mausu'ah al-Imam al-Khomeini. Tehran, Lembaga Pengaturan dan Penerbitan Karya Imam Khomeini (ra), 1393 HS.
- Imam Khomeini, Sayid Ruhullah. Tahrir al-Wasilah. Tehran, Lembaga Pengaturan dan Penerbitan Karya Imam Khomeini (ra), 1379 HS.
- Isfahani, Sayid Abu al-Hasan. Sirath al-Najah. Terjemahan: Abu al-Qasim Safavi. Isfahan, Pusat Riset Komputer Hauzah Ilmiah Isfahan, 1388 HS.
- Jafari Langroudi, Muhammad Jafar. Terminologi Hoquq. Tehran, Perpustakaan Ganj-e Danesy, 1370 HS.
- Jaziri, Abdurrahman. al-Fiqh 'ala al-Madzahib al-Arba'ah. Beirut, Dar al-Tsaqalain, 1419 H.
- Khalisi, Muhammad Baqir. Ahkam al-Mahbusin fi al-Fiqh al-Ja'fari. Qom, Muassasah al-Nasyr al-Islami, 1413 H.
- Khu'i, Sayid Abu al-Qasim. Mabani Takmilah al-Minhaj. Riset: Muhammad Shadiq Ismailpour. Najaf, tanpa penerbit, 1410 H.
- Khu'i, Sayid Abu al-Qasim. Minhaj al-Shalihin. Qom, Madinah al-Ilm, 1410 H.
- Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. al-Kafi. Koreksi: Ali Akbar Ghaffari. Tehran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1407 H.
- Moin, Mohammad. Farhang-e Farsi-ye Moin. Tehran, Penerbit Amir Kabir, 1386 HS.
- Makarem Syirazi, Nasir. Bar-gozideh Tafsir Nemuneh. Riset: Ahmad Ali-Babaei. Tehran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1382 HS.
- Muhaqqiq Hilli, Jafar bin Hasan. Syara'i al-Islam fi Masail al-Haram wa al-Halal. Qom, Muassasah Isma'iliyan, 1408 H.
- Najafi, Mohammad Hassan. Jawahir al-Kalam fi Syarh Syara'i al-Islam. Koreksi Abbas Quchani dan Ali Akhundi. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, cetakan ketujuh, 1362 HS.
- Rohani, Sayid Muhammad Shadiq. Fiqh al-Shadiq (as). Qom, Penerbit Ijtihad, 1435 H.
- Rasyad, Mohammad. Ushul-e Fiqh. Tehran, Penerbit Iqbal, 1367 HS.
- Syahid Awal, Muhammad bin Makki. al-Lum'ah al-Dimasyqiyyah fi Fiqh al-Imamiyyah. Riset: Ali Asghar Morvarid. Beirut, Dar al-Turats, 1410 H.
- Syahid Tsani, Zainuddin bin Ali. al-Raudhah al-Bahiyyah fi Syarh al-Lum'ah al-Dimasyqiyyah. Qom, Maktab al-I'lam al-Islami, 1410 H.
- Syahid Tsani, Zainuddin bin Ali. Masalik al-Afham ila Tanqih Syara'i al-Islam. Qom, Muassasah al-Ma'arif al-Islamiyyah, 1367 HS.
- Syaikh Thusi, Muhammad bin Hasan. al-Mabsuth fi Fiqh al-Imamiyyah. Riset: Muhammad Baqir Behbudi. Tehran, Maktabah Murtadhawiyyah, 1351 HS.
- Syaikh Thusi, Muhammad bin Hasan. al-Nihayah fi Mujarrad al-Fiqh wa al-Fatawa. Beirut, Dar al-Kitab al-Arabi, 1400 H.
- Syaikh Thusi, Muhammad bin Hasan. at-Tibyān fi Tafsir al-Qur'an. Koreksi: Ahmad Habib Amili. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, tanpa tahun.
- Syaikh Mufid, Muhammad bin Muhammad. al-Muqni'ah. Qom, Muassasah al-Nasyr al-Islami, 1410 H.
- Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Muassasah al-A'lami lil Mathbu'at, 1390 H.
- Thabathaba'i Yazdi, Sayid Muhammad Kazim. al-'Urwah al-Wutsqa. Qom, Maktabah al-Dawari, 1414 H.