Konsep:Hakim al-Naisaburi
| Informasi Pribadi | |
|---|---|
| Nama Lengkap | Abu Abdillah Muhammad bin Abdillah Dhabbi Tahmani |
| Terkenal dengan | Ulama bermazhab Syafi'i |
| Lakab | Ibnu al-Bayyi' |
| Lahir | 321/933 |
| Tempat lahir | Naisabur |
| Tempat tinggal | Irak - Iran |
| Wafat/Syahadah | 3 Safar 405/1014 |
| Tempat dimakamkan | Naisabur |
| Informasi ilmiah | |
| Guru-guru | Muhammad bin Ya'qub al-Asham • Muhammad bin Abdillah bin Ahmad Isfahani Shaffar |
| Murid-murid | Al-Daraquthni • Ahmad bin Abi Utsman al-Hiri |
| Tempat pendidikan | Irak - Iran |
| Karya-karya | Al-Mustadrak 'ala al-Shahihain • Fadhail Fatimah al-Zahra • Ma'rifah Ulum al-Hadits |
| Kegiatan Sosial dan Politik | |
| Sosial | Hakim/Qadhi |
Abu Abdillah Muhammad bin Abdillah Dhabbi Tahmani (l. 321/933 – w. 405/1014) yang dikenal dengan sebutan Hakim al-Naisaburi, adalah seorang mubalig dan hakim bermazhab Syafi'i pada abad ke-4/10 yang tinggal di Naisabur. Beberapa sejarawan Ahlussunnah menganggapnya sebagai Syiah karena ia meriwayatkan hadis-hadis tentang keutamaan Ahlulbait as. Dinasti Samaniyah mengirim Hakim al-Naisaburi sebagai duta mereka ke hadapan Alu Buwaih. Buku Al-Mustadrak 'ala al-Shahihain yang berfungsi sebagai pelengkap bagi dua kitab Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, merupakan salah satu karyanya yang paling penting. Para ulama Ahlussunnah menganggapnya termasuk dalam golongan Asy'ariyah dalam mazhab teologi (kalam). Ia wafat pada 3 Safar 405/1014 di usia 84 tahun di Naisabur.
Kedudukan
Hakim al-Naisaburi telah mengumpulkan banyak riwayat yang berkaitan dengan Ahlulbait as yang memenuhi syarat Bukhari dan Muslim namun tidak diriwayatkan dalam Shahihain;[1] di antaranya adalah Hadis Ghadir, Hadis Manzilah, dan juga Hadis Thair Masywi yang berdasarkan makna yang terkandung di dalamnya, Imam Ali as dianggap sebagai mahluk yang paling dicintai di sisi Allah swt.[2] Apa yang dibawakan dalam bagian keutamaan Ahlulbait as dengan beberapa hadis, semuanya secara sepakat berbicara tentang Imam Ali as, Fatimah sa, dan Hasanain as sebagai perwujudan (misdak) dari Ahlulbait Rasulullah saw.[3] Kecenderungan Hakim terhadap Ahlulbait as juga tampak jelas dalam beberapa bukunya yang lain, termasuk buku Fadhail Fatimah al-Zahra.[4]
Beberapa ulama Ahlussunnah menyebut Hakim al-Naisaburi sebagai sosok yang tiada bandingannya pada masanya.[5] Menurut al-Dzahabi dalam kitab Siyar A'lam al-Nubala, Hakim al-Naisaburi adalah seorang yang Tsiqah dan termasuk penghafal hadis di Naisabur serta menguasai Ilmu Hadis dan Ilmu Rijal secara sempurna.[6] Ibnu al-Jazari, seorang ulama Ahlussunnah pada abad ke-9/15, meyakini bahwa Hakim al-Naisaburi mumpuni dalam ilmu Al-Qur'an dan Fikih, dan di samping ilmu-ilmu tersebut, ia juga hadir dalam majelis para mutakallim dan sufi; namun meski demikian, Hakim pada hakikatnya harus dianggap sebagai seorang ahli hadis dan pakar ilmu hadis.[7]
Biografi
Abu Abdillah Muhammad bin Abdillah Dhabbi Tahmani, yang dikenal sebagai Hakim al-Naisaburi, lahir pada tahun 321/933 di Naisabur.[8] Pada usia sembilan tahun, di bawah bimbingan ayah dan pamannya, ia mulai mendengarkan hadis (sama'). Pada usia 20 tahun, ia pergi ke Irak untuk mendengarkan Hadis, dan dari sana ia menuju Hijaz untuk menunaikan ibadah Haji, kemudian kembali ke Khorasan dan Transoksiana lalu menetap di Naisabur.[9] Julukannya adalah Ibnu Bayyi', dan menurut nukilan al-Sam'ani, ketenarannya sebagai Ibnu Bayyi' kemungkinan berkaitan dengan latar belakang pekerjaan keluarganya dalam bidang perdagangan.[10] Pada masa pemerintahan Samaniyah, ia diangkat sebagai hakim kota Nisa (salah satu kota kuno Iran di Khorasan) dan menjadi duta pemerintah Samaniyah di istana Alu Buwaih, serta ikut serta dalam urusan politik, peradilan, dan sosial.[11] Hakim wafat pada hari Selasa, 3 Safar 405/1014 di usia 84 tahun di Naisabur.[12]
Mazhab
Menurut al-Sam'ani, sejarawan dan pakar nasab asal Khorasan, beberapa penulis biografi Ahlussunnah mencatat bahwa Hakim al-Naisaburi memiliki kecenderungan kepada Syiah. Alasan klaim ini adalah karena ia meriwayatkan "Hadis Thair" tentang keutamaan Imam Ali as dan Hadis Ghadir dalam buku Al-Mustadrak 'ala al-Shahihain, serta menukil hal-hal yang berkaitan dengan Syiah seperti Ziarah Jami'ah Kabirah.[13]
Subki, penulis kitab Thabaqat al-Syafi'iyyah al-Kubra, menolak ke-Syiah-an Hakim al-Naisaburi dengan menyebutkan beberapa alasan. Ia meyakini bahwa penukilan hadis-hadis seperti ini dalam keutamaan Ahlulbait as oleh Hakim tidak sampai pada tahap bahwa ia mengunggulkan Imam Ali as di atas Syaikhain. Menurut keyakinannya, penyebutan bab tentang keutamaan Abu Bakar, Umar, dan Utsman di atas para sahabat lainnya dalam kitab Al-Arba'in milik Hakim adalah bukti atas ke-Sunni-annya.[14]
Menurut Ja'far Subhani, beberapa peneliti seperti Agha Buzurg Tehrani, Syaikh al-Hurr al-Amili, dan Shahib al-Riyadh, menganggap Hakim al-Naisaburi sebagai Syiah.[15]
Fikih dan Kalam
Menurut Muhammad bin Ahmad al-Dzahabi, Hakim al-Naisaburi dalam Fikih bermazhab Syafi'i dan karena itulah ia menyusun kitab Manaqib al-Syafi'i.[16]
Mazhab kalamnya dipengaruhi oleh konflik teologi antara Asy'ariyah dan Karramiyah pada abad ke-4 dan ke-5/10 dan 11 di Naisabur.[17] Subki meyakini bahwa beberapa peristiwa sejarah menunjukkan kecenderungan Hakim kepada Asy'ariyah. Menurut pandangannya, Hakim adalah salah satu tokoh yang berpengaruh dalam memfasilitasi penyebaran kalam Asy'ari di Naisabur.[18] Ibnu Asakir juga mencantumkan namanya dalam daftar pengikut Asy'ariyah dalam kitab Tabyin Kadzib al-Muftari.[19]
Guru dan Murid
Guru-guru
Di antara guru-guru Hakim al-Naisaburi adalah:
- Muhammad bin Ya'qub al-Asham
- Muhammad bin Abdillah bin Ahmad Isfahani Shaffar
- Abu Bakar Ahmad bin Ishaq Shibghi
- Abu Hatim bin Hibban.[20]
Murid-murid
Beberapa murid Hakim adalah:
- Ibnu al-Mudhaffar
- Al-Daraquthni
- Ahmad bin Abi Utsman al-Hiri
- Ibnu al-Qashshar al-Razi.[21]
Karya Tulis
- Al-Mustadrak 'ala al-Shahihain
- Ma'rifah Ulum al-Hadits
- Tasmiyah man Akhrajahum al-Bukhari wa Muslim wa ma Infarada bihi Kullu Wahidin Minhuma
- Sualat al-Hakim li al-Daraquthni fi al-Jarh wa al-Ta'dil
- Tarikh al-Naisabur
- Muzakki al-Akhbar
- Al-Iklil
- Fadhail Fatimah al-Zahra
- Fadhail al-Syafi'i
- Kitab al-Dhu'afa'
- Ilal al-Hadits
- Mafakhir al-Ridha.[22]
Al-Mustadrak 'ala al-Shahihain
Al-Mustadrak 'ala al-Shahihain, menurut pengakuan penulisnya, mengumpulkan hadis-hadis yang dianggap sahih berdasarkan metode Bukhari dan Muslim serta memenuhi syarat-syarat keduanya, namun tidak tercantum dalam kedua kitab tersebut. Hakim juga menambahkan hadis-hadis yang ia anggap sahih menurut penilaiannya sendiri.[23]
Hakim al-Naisaburi dalam teks Mustadrak menyebutkan bukunya yang lain dengan nama Al-Mustadrak 'ala al-Syaikhain.[24] Kitab Al-Mustadrak memiliki 8.803 hadis, 51 bab (kitab), dan 3.647 judul; sebagian besar hadisnya bertema fikih.[25]
Beberapa golongan Ahli Hadis mengkritik Hakim dan bukunya karena meriwayatkan hadis-hadis seperti Hadis Thair Masywi dan Hadis Ghadir.[26] Menurut Ahmad Paktchi, penyebutan Rafidhi dan Syiah kepada Hakim diberikan karena keberadaan hadis-hadis ini di dalam kitab Al-Mustadrak.[27]
Fadhail Fatimah al-Zahra
Buku Fadhail Fatimah al-Zahra sa yang memuat sebagian dari keutamaan Sayidah Zahra sa pertama kali diterbitkan di Kairo pada tahun 2008 M. Dalam buku ini, terdapat 232 riwayat tentang Sayidah Fatimah sa yang dinukilkan, dan Hakim menulisnya dengan motivasi untuk membela Sayidah Fatimah sa serta keutamaan-keutamaannya dari para pengingkar dan pemalsu hadis.
Catatan Kaki
- ↑ Hakim al-Naisaburi, Al-Mustadrak, Penerbit Dar al-Ma'rifah, jld. 3, hlm. 107.
- ↑ Hakim al-Naisaburi, Al-Mustadrak, Penerbit Dar al-Ma'rifah, jld. 3, hlm. 130-132.
- ↑ Hakim al-Naisaburi, Al-Mustadrak, Penerbit Dar al-Ma'rifah, jld. 3, hlm. 146-151.
- ↑ Subki, Thabaqat al-Syafi'iyyah al-Kubra, 1964, jld. 4, hlm. 166.
- ↑ Subki, Thabaqat al-Syafi'iyyah al-Kubra, 1964, jld. 4, hlm. 159; Ibnu Asakir, Tabyin Kadzib al-Muftari, 2010, hlm. 229.
- ↑ Al-Dzahabi, Siyar A'lam al-Nubala, 1414 H, jld. 17, hlm. 163, no. 100.
- ↑ Ibnu al-Jazari, Al-Mukhtar min al-Tarikh, 1408 H, jld. 2, hlm. 185.
- ↑ Mas'udi, "Al-Mustadrak 'ala al-Shahihain", Situs Hawzah.
- ↑ Mas'udi, "Al-Mustadrak 'ala al-Shahihain", Situs Hawzah.
- ↑ Sam'ani, Al-Ansab, 1382 H, jld. 1, hlm. 433.
- ↑ Mas'udi, "Al-Mustadrak 'ala al-Shahihain", Situs Hawzah.
- ↑ Khalili Qazwini, Al-Irsyad fi Ma'rifah Ulama al-Hadits, 1409 H, jld. 3, hlm. 852.
- ↑ Khathib al-Baghdadi, Tarikh Baghdad, 1407 H, jld. 3, hlm. 510.
- ↑ Subki, Thabaqat al-Syafi'iyyah al-Kubra, 1964, jld. 4, hlm. 167.
- ↑ Subhani Tabrizi, Ushul al-Hadits wa Ahkamuhu fi 'Ilmi al-Dirayah, 1426 H, hlm. 10-11.
- ↑ Al-Dzahabi, Siyar A'lam al-Nubala, 1414 H, jld. 17, hlm. 170.
- ↑ Subki, Thabaqat al-Syafi'iyyah al-Kubra, 1964, jld. 4, hlm. 128.
- ↑ Subki, Thabaqat al-Syafi'iyyah al-Kubra, 1964, jld. 4, hlm. 128.
- ↑ Ibnu Asakir, Tabyin Kadzib al-Muftari, 2010, hlm. 228.
- ↑ Al-Dzahabi, Tarikh al-Islam wa Wafayat al-Masyahir wa al-A'lam, 1409 H, jld. 28, hlm. 122-123, no. 183.
- ↑ Ibnu Asakir, Tabyin Kadzib al-Muftari fi ma Nusiba ila al-Imam Abi al-Hasan al-Asy'ari, 2010, hlm. 227.
- ↑ Al-Dzahabi, Tadzkiroh al-Huffazh, tanpa tahun, jld. 3, hlm. 143; Muhammadi Rey Shahri, Syinakht Nameh Hadits, 1397 HS, jld. 3, hlm. 196-198.
- ↑ Haji Khalifah, Kasyf al-Zhunun, 1410 H, jld. 2, hlm. 1672.
- ↑ Hakim al-Naisaburi, Al-Mustadrak, tanpa tahun, jld. 4, hlm. 488: dinukil dari Paktchi, Pajouheshi Piramun-e Javame'-e Haditsi-ye Ahl-e Sonnat, 1391 HS, jld. 2, hlm. 83.
- ↑ Hakim al-Naisaburi, Al-Mustadrak, Beirut, jld. 1, hlm. 3.
- ↑ Haji Khalifah, Kasyf al-Zhunun, 1410 H, jld. 2, hlm. 1672; Sam'ani, Al-Ansab, 1373 HS, jld. 2, hlm. 402.
- ↑ Paktchi, Pajouheshi Piramun-e Javame'-e Haditsi-ye Ahl-e Sonnat, 1391 HS, jld. 2, hlm. 89.
Daftar Pustaka
- Al-Dzahabi, Muhammad bin Ahmad. Siyar A'lam al-Nubala. Beirut, Penerbit Muassasah al-Risalah, 1414 H.
- Al-Dzahabi, Muhammad bin Ahmad. Tadzkiroh al-Huffazh. Beirut, Penerbit Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, tanpa tahun.
- Al-Dzahabi, Muhammad bin Ahmad. Tarikh al-Islam wa Wafayat al-Masyahir wa al-A'lam. Beirut, Penerbit Dar al-Kitab al-Arabi, 1409 H.
- Haji Khalifah, Mushthafa bin Abdillah. Kasyf al-Zhunun 'an Asami al-Kutub wa al-Funun. Beirut, Penerbit Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1410 H.
- Hakim al-Naisaburi, Muhammad bin Abdillah. Al-Mustadrak 'ala al-Shahihain. Beirut, Penerbit Dar al-Ma'rifah, tanpa tahun.
- Hakim al-Naisaburi, Muhammad bin Abdillah. Fadhail Fatima al-Zahra. Riset: Mahmud Nemati. Tanpa tempat, Tanpa penerbit, tanpa tahun.
- Ibnu al-Jazari, Muhammad bin Muhammad. Al-Mukhtar min al-Tarikh. Beirut, Penerbit Dar al-Kitab al-Arabi, 1408 H.
- Ibnu Asakir, Ali bin Hasan. Tabyin Kadzib al-Muftari fi ma Nusiba ila al-Imam Abi al-Hasan al-Asy'ari. Kairo, Penerbit Al-Maktabah al-Azhariyyah li al-Turats, 2010.
- Jafarian, Rasul. "Mengapa Hakim Naisaburi Menulis Buku Fadhail Fatima?". Situs Khabar Online. Diakses pada 30 Farvardin 1402 HS.
- Khalili Qazwini, Khalil bin Abdillah. Al-Irsyad fi Ma'rifah Ulama al-Hadits. Riyadh, Penerbit Muhammad Said, 1409 H.
- Khathib al-Baghdadi, Ahmad bin Ali. Tarikh Baghdad aw Madinah al-Salam. Beirut, Penerbit Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1407 H.
- Mas'udi, Javad. "Al-Mustadrak 'ala al-Shahihain". Situs Hawzah. Diakses pada 26 Farvardin 1402 HS.
- Muhammadi Rey Shahri, Muhammad. Syinakht Nameh Hadits (Buku Pengenalan Hadis). Qom, Penerbit Dar al-Hadits, 1397 HS.
- Paktchi, Ahmad. Pajouheshi Piramun-e Javame'-e Haditsi-ye Ahl-e Sonnat (Penelitian Seputar Kumpulan Hadis Ahlusunah). Teheran, Penerbit Universitas Imam Sadiq as, 1391 HS.
- Sam'ani, Abd al-Karim bin Muhammad. Al-Ansab. India, Penerbit Mathba'ah Majlis Dairah al-Ma'arif al-Utsmaniyyah, 1382 H.
- Subhani Tabrizi, Ja'far. Ushul al-Hadits wa Ahkamuhu fi 'Ilmi al-Dirayah. Qom, Penerbit Jami'ah Mudarrisin Hauzah Ilmiah Qom, 1426 H.
- Subki, Abd al-Wahhab bin Ali. Thabaqat al-Syafi'iyyah al-Kubra. Kairo, Penerbit Mahmud Muhammad Thanahi, 1964.