Konsep:Asif bin Barkhiya
| Wasi Nabi Sulaiman as | |
| Nama lengkap | Asif bin Barkhiya bin Sam'iya |
|---|---|
| Tempat tinggal | Baitul Maqdis |
| Peran penting | Pengetahuan tentang Ism al-A'ẓam |
| Aktivitas | Menghadirkan singgasana Ratu Saba' ke hadapan Sulaiman |
Asif bin Barkhiya bin Sam'iya (bahasa Arab:آصِف بن بَرخیا بن سمعیا)[1] (yang juga disebut dengan nama Nathaura[2]) adalah wasi Nabi Sulaiman as[3] dan karena pengetahuannya tentang Ism al-A'ẓam (Nama Teragung Allah),[4] doa-doanya terkabul.[5] Diriwayatkan dari Imam Baqir as bahwa Ism al-A'ẓam Allah terdiri dari 73 huruf dan Asif hanya mengetahui satu huruf darinya.[6] Beberapa sejarawan menganggapnya sebagai sepupu[7] atau keponakan (anak saudara perempuan)[8] Nabi Sulaiman. Menurut para peneliti, Asif juga merupakan sahabat,[9] menteri[10] dan juru tulis[11] Nabi Sulaiman.
Dikatakan bahwa Nabi Sulaiman di akhir hayatnya, atas perintah Ilahi, memilih Asif sebagai wasinya dan menyerahkan warisan, cahaya, dan Hikmah kepadanya.[12] Asif pun setelah wafat, sesuai perintah Ilahi, menyerahkan semua yang dimilikinya kepada putranya, Shafura, dan menjadikannya sebagai wasinya.[13] Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Asif memperkenalkan Nabi Zakariya as sebagai wasinya sepeninggalnya.[14]
Berdasarkan beberapa sumber, setelah wafatnya Nabi Sulaiman, Iblis berusaha mengatakan bahwa kekuatan Sulaiman berasal dari sihir. Dia menulis sebuah buku dan di bagian belakangnya mengisyaratkan bahwa ilmu ini berasal dari Asif bin Barkhiya.[15]
Berdasarkan ayat-ayat Al-Qur'an, Nabi Sulaiman meminta agar singgasana Ratu Saba dihadirkan.[16] Awalnya salah satu dari Jin mengklaim dapat menghadirkan singgasana itu sebelum Sulaiman bangkit dari tempat duduknya,[17] kemudian orang lain yang memiliki ilmu dari Kitab (Ilahi) berkata bahwa ia dapat membawanya sebelum mata berkedip dan ia pun melakukannya.[18] Nama orang ini tidak disebutkan dalam Al-Qur'an, namun sebagian besar mufasir menganggapnya sebagai Asif bin Barkhiya.[19] Sebagian juga menyebut orang ini sebagai Sulaiman as sendiri[20] atau Nabi Khidir.[21]
Catatan Kaki
- ↑ Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403 H, jld. 38, hlm. 55.
- ↑ Ibnu Habib, Al-Muhabbar, Beirut, hlm. 392.
- ↑ Syaikh Shaduq, Man La Yahdhuruhu al-Faqih, 1413 H, jld. 4, hlm. 176.
- ↑ Thabrasi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 7, hlm. 349.
- ↑ Fakhrurazi, Mafatih al-Ghaib, 1420 H, jld. 24, hlm. 556.
- ↑ Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 1, hlm. 230.
- ↑ Ibnu Nadim, Al-Fihrist, 1417 H, hlm. 430.
- ↑ Thabrasi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 7, hlm. 349.
- ↑ Fakhrurazi, Mafatih al-Ghaib, 1420 H, jld. 24, hlm. 556.
- ↑ Thabrasi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 7, hlm. 349.
- ↑ Ibnu Nadim, Al-Fihrist, 1417 H, hlm. 430.
- ↑ Mas'udi, Itsbat al-Washiyyah, 1384 HS, hlm. 75.
- ↑ Mas'udi, Itsbat al-Washiyyah, 1384 HS, hlm. 76.
- ↑ Syaikh Shaduq, Man La Yahdhuruhu al-Faqih, 1413 H, jld. 4, hlm. 176.
- ↑ Qumi, Tafsir al-Qumi, 1404 H, jld. 1, hlm. 55.
- ↑ Surah An-Naml, Ayat 38.
- ↑ Surah An-Naml, Ayat 39.
- ↑ Surah An-Naml, Ayat 40.
- ↑ Fakhrurazi, Mafatih al-Ghaib, 1420 H, jld. 24, hlm. 556.
- ↑ Fakhrurazi, Mafatih al-Ghaib, 1420 H, jld. 24, hlm. 557.
- ↑ Dikutip dari Fadhlullah, Min Wahyi al-Qur'an, 1419 H, jld. 17, hlm. 207.
Daftar Pustaka
- Fadhlullah, Sayid Muhammad Husain. Tafsir Min Wahyi al-Qur'an. Beirut: Dar al-Malak, Cetakan kedua, 1419 H.
- Fakhrurazi, Muhammad bin Umar. Mafatih al-Ghaib. Beirut: Dar Ihya al-Turats al-Arabi, Cetakan ketiga, 1420 H.
- Ibnu Habib. Al-Muhabbar. Tahqiq: Ilse Lichtenstadter, Beirut, Dar al-Afaq al-Jadidah, Tanpa tahun.
- Ibnu Nadim Baghdadi, Muhammad bin Ishaq. Al-Fihrist. Beirut: Dar al-Ma'rifah, Cetakan kedua, 1417 H.
- Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Al-Kafi. Tahqiq dan tashih: Ali Akbar Ghaffari, Muhammad Akhundi, Teheran: Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Cetakan keempat, 1407 H.
- Majlisi, Muhammad Baqir. Bihar al-Anwar. Beirut: Dar Ihya al-Turats al-Arabi, Cetakan kedua, 1403 H.
- Mas'udi, Ali bin Husain. Itsbat al-Washiyyah li al-Imam Ali bin Abi Thalib. Qom: Penerbit Ansarian, Cetakan ketiga, 1384 HS.
- Qumi, Ali bin Ibrahim. Tafsir al-Qumi. Tahqiq dan tashih: Sayid Thayib Musawi Jazairi, Qom: Dar al-Kitab, Cetakan ketiga, 1404 H.
- Syaikh Shaduq, Muhammad bin Ali. Man La Yahdhuruhu al-Faqih. Tahqiq dan tashih: Ali Akbar Ghaffari, Qom: Kantor Penerbitan Islam, Cetakan kedua, 1413 H.
- Thabrasi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Pengantar: Muhammad Jawad Balaghi, Teheran, Naser Khosrow, Cetakan ketiga, 1372 HS.