Konsep:Al-Jauharah fi Nasab al-Imam Ali wa Alihi (buku)
|| ||
|| - ||
||
||
||
||
| Penulis | Tilmisani |
|---|---|
| Bahasa | Arab |
| Subyek | Ahlulbait as |
| Diterbitkan oleh | Maktabah al-Nuri |
| Tanggal Penerbitan | 1402 H |
Al-Jauharah fi Nasab al-Imam Ali wa Alihi merupakan karya Muhammad bin Abi Bakr al-Tilimsani, seorang ulama Ahlusunah pada abad ke-7 Hijriyah, yang membahas tentang pribadi Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as serta riwayat dan kisah terkait beliau. Penulis menjelaskan silsilah keluarga Ali bin Abi Thalib kemudian memperkenalkan keturunan beliau, khususnya Imam Hasan as dan Imam Husain as. Al-Tilimsani selanjutnya menyebutkan beberapa keutamaan manusiawi, akhlak, dan spiritual Imam Ali as, serta membahas tentang zuhud, takwa, dan ibadah beliau. Penulis juga mengutip beberapa nasihat, hikmah, dan wasiat Amirul Mukminin mengenai masalah akhlak dan ibadah, serta di akhir kitab menjelaskan tentang kesyahidan beliau di tangan Khawarij.
Tentang Pengarang
Muhammad bin Abi Bakr Abdullah al-Anshari al-Tilimsani yang dikenal dengan nama al-Barri tidak terlalu terkenal. Penyunting kitab ini juga menyatakan tidak banyak mengetahui biografinya, kecuali bahwa kitab Al-Jauharah diselesaikan pada tahun 645 H. Beliau menyatakan:
- "Al-Tilimsani hidup di pulau Minorca Andalusia, dan mungkin tempat tinggalnya yang terpencil menyebabkan kita kurang mengetahui tentang dirinya. Al-Barri hidup pada abad ke-7 Hijriyah dan menghadiahkan kitabnya kepada penguasa pulau kecil tersebut."[1]
Nama Kitab
Peneliti kitab ini menyebutkan namanya sebagai Al-Jauharah fi Nasab al-Nabi wa Ashabihi al-'Asyrah", namun penerbit hanya menerbitkan bagian tentang Imam Ali as dan dua putra beliau. Dari judul aslinya yang membahas nasab sepuluh sahabat Nabi, jelas bahwa penulis termasuk Ahlusunah dan meyakini Asyarah Mubasysyarah. Peneliti kitab ini juga menyebutkan bahwa sebab kurang terkenalnya karya ini adalah karena sang pengarang hidup di daerah kecil dan terpencil di Andalusia.[2]
Metode Penulisan dan Isi
Al-Tilimsani menyampaikan materinya dengan metode periwayatan hadis, menyertakan sanad dan perawi, serta sering kali menyebutkan sumber-sumbernya. Sumber-sumbernya meliputi Kutub Sittah dan kitab-kitab seperti al-Kamil karya al-Mubarrad dan Al-Isti'ab.[3]
Dalam kitab ini, setelah penjelasan singkat tentang kehidupan Imam Ali as dan Sayidah Fatimah az-Zahra sa, dibahas pula kehidupan Imam Hasan as dan Imam Husain as beserta keutamaan-keutamaan mereka, kemudian kembali lagi membahas keutamaan dan kesyahidan Imam Ali as. Di antara materi awal kitab ini adalah riwayat dari Zaid bin Arqam yang menyebutkan bahwa Rasulullah saw diutus sebagai nabi pada hari Senin, sedangkan Ali as salat bersamanya pada hari Selasa.[4]
Daftar Isi
- Amirul Mukminin Abul Hasan Ali bin Abi Thalib as
- Hasan bin Ali as
- Husain bin Ali as
- Fadhail, Nasihat, dan Wasiat Imam Ali as
- Riwayat Ali bin Abi Thalib as tentang Kesederhanaan Hidup Duniawi
- Kisah Pembunuhan Abdullah bin Khabbab oleh Khawarij
- Kesyahidan Imam Ali as di Tangan Khawarij
- Maktal (Kisah Kesyahidan) Ali as[5]
Publikasi
Karya ini telah ditahqiq (diteliti) oleh Muhammad al-Tunji dan diterbitkan pada tahun 1402 H oleh Maktabah al-Nuri di Damaskus, serta oleh Mu'assasah al-A'lami lil Mathbu'at di Beirut.[6]
Catatan Kaki
- ↑ Al-Tilimsani, Al-Jauharah, 1402 H, hlm. 5.
- ↑ Al-Tilimsani, Muhammad bin Abi Bakr, Al-Jauharah, 1402 H, hlm. 5.
- ↑ Al-Jauharah fi Nasab al-Imam Ali wa Alihi, Perpustakaan Digital Nur.
- ↑ Al-Tilimsani, Al-Jauharah, Penerbit Maktabah al-Nuri, hlm. 8.
- ↑ Al-Tilimsani, Al-Jauharah, 1402 H, Daftar Isi Kitab.
- ↑ Thabathaba'i, Ahlul Bait fi al-Maktabah al-'Arabiyah, 1417 H, hlm. 130.
Daftar Pustaka
- Al-Jauharah fi Nasab al-Imam Ali wa Aalihi. Perpustakaan Digital Nur, Tanggal Akses: 12 Esfand 1398 HS.
- Thabathabai, Abdul Aziz. Ahl al-Bayt fi al-Maktabah al-Arabiyyah. Qom: Al al-Bayt, 1417 H.
- Tilmisani, Muhammad bin Abi Bakr. Al-Jauharah fi Nasab al-Imam Ali. Damaskus: Maktabah al-Nuri, 1402 H.