Konsep:Al-Jannah tahta aqdam al-ummahat
Kaligrafi Tsuluts "Al-Jannah tahta aqdam al-ummahat" | |
| Tema | Kedudukan ibu |
|---|---|
| Diriwayatkan dari | Nabi Muhammad saw |
| Sumber Syiah | Tafsir Majma' al-Bayan |
| Penegas dalam Riwayat | Riwayat "Fa inna al-jannah tahta rijlayha" dan "Fa inna al-jannah tahta aqdamihima" |
Al-Jannah tahta aqdam al-ummahat (Bahasa Arab: اَلْجَنَّةُ تَحْتَ أَقْدَامِ الْأُمَّهَات; Surga ada di bawah telapak kaki ibu) adalah sebuah ucapan yang dinisbahkan kepada Nabi Muhammad saw yang menjelaskan nilai dan kedudukan tinggi ibu dalam Islam. Berdasarkan ucapan ini, kerendahhatian di hadapan ibu dan membuat hatinya senang dianggap sebagai sebab masuknya seseorang ke dalam surga. Makna lain dari ungkapan ini adalah jika seorang ibu mendidik anaknya dengan baik, maka ia telah membimbingnya menuju surga. Penggunaan ungkapan semacam ini mengenai para ibu dianggap karena jerih payah ibu yang sangat besar mulai dari masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak.
Muhammad bin Ahmad al-Dulabi (wafat 310/922) salah seorang muhaddits Ahlusunah, dianggap sebagai orang pertama yang menukil ungkapan "Al-Jannah tahta aqdam al-ummahat" dari Rasulullah saw. Thabrisi (548/1153) salah seorang mufasir Syiah juga melaporkan ucapan ini dari Ahlusunah. Meskipun sebagian orang menilai riwayat ini sebagai hadits dhaif (lemah), namun kandungannya dinukil dalam beberapa riwayat lainnya.
Terjemahan ucapan ini juga terefleksikan dalam syair-syair Persia dan para penyair seperti Maulawi dan Jami telah menggubah syair mengenainya.
Konsep dan Kedudukan
Al-Jannah tahta aqdam al-ummahat (Surga ada di bawah telapak kaki ibu) adalah sebuah ucapan yang masyhur[1] dan dinisbahkan kepada Nabi Muhammad saw[2] yang dianggap menjelaskan kedudukan tinggi ibu dalam Islam.[3] Allamah Majlisi dalam menjelaskan ucapan ini, memperkenalkan ibu sebagai salah satu jalan untuk mencapai surga.[4] Juga dikatakan bahwa kerendahhatian di hadapan ibu dan membuat hatinya senang adalah jalan untuk menuju surga;[5] barangsiapa yang ingin masuk surga dan menjauh dari neraka, ia harus meraih keridhaan ibu; karena tidak ada yang masuk surga kecuali dengan keridhaan dan kepuasan Allah, dan Allah tidak akan ridha kepada seseorang yang ayah dan ibunya tidak ridha kepadanya.[6]
Husain Mazhahiri, salah seorang dari Marja Taklid Syiah, menilai makna lain dari ungkapan ini adalah jika seorang ibu mendidik anaknya dengan baik, maka ia telah membimbingnya ke jalan surga, dan sebaliknya, ketidakpedulian dan pendidikan yang salah dapat menyeret anak menuju penyimpangan dan neraka.[7]
Makarim Syirazi, salah seorang Marja Taklid Syiah, menganggap penggunaan ungkapan semacam ini tentang para ibu dikarenakan jerih payah ibu yang sangat banyak mulai dari masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak.[8]
Hadits-hadits Serupa
Abdurrazzaq (211/826),[9] Ahmad bin Hanbal (241/855)[10] dan Nasa'i (303/915)[11] dari muhaddits Ahlusunah, serta Warram bin Abi Firas (605/1208),[12] Faidh Kasyani (1091/1680)[13] dan Mahdi Naraqi (1209/1794)[14] dari ulama Syiah, dalam kitab-kitab mereka dengan lafaz yang berbeda-beda melaporkan bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi saw untuk berkonsultasi mengenai keikutsertaan dalam jihad; ditanyakan apakah engkau memiliki ibu? Ia menjawab: Ya. Nabi saw bersabda: "Falzamha, fa inna al-jannah tahta rijlayha" (Tetaplah bersamanya/berbaktilah padanya, karena sesungguhnya surga ada di bawah kedua kakinya). Tentu saja, riwayat ini dianggap berkaitan dengan masa ketika pasukan yang cukup untuk berperang sudah tersedia.[15]
Ungkapan-ungkapan serupa lainnya juga dinukil dalam sumber-sumber Syiah dan Ahlusunah, seperti "Tahta aqdam al-ummahat raudhatun min riyadh al-jannah" (Di bawah telapak kaki ibu terdapat sebuah taman dari taman-taman surga),[16] "Fa inna al-jannah 'inda rijlayha" (Karena sesungguhnya surga ada di sisi kedua kakinya)[17] atau "Fa inna al-jannah tahta aqdamihima" (Karena sesungguhnya surga ada di bawah telapak kaki keduanya/orang tua).[18]
Validitas Hadits
Muhammad bin Ahmad al-Dulabi (wafat 310/922) dari muhaddits Ahlusunah, dianggap sebagai orang pertama yang menukil ungkapan "Al-Jannah tahta aqdam al-ummahat" dalam kitab Al-Kuna wa al-Asma[19] dengan riwayat Anas bin Malik dari Nabi saw.[20] Jurjani (365/976) dari ulama Ilmu Rijal Ahlusunah, juga mencantumkan ucapan ini dalam kitab Al-Kamil fi Dhu'afa al-Rijal dan menyebut salah satu perawinya yang bernama "Musa bin Muhammad bin 'Atha" sebagai munkar[21] dan pencuri hadits.[22] Di antara sumber-sumber Syiah, Thabrisi (548/1153) dalam Majma' al-Bayan[23] juga menukil ucapan ini dari Ahlusunah dan menurut tulisan Mirza Husain Nuri, Quthb Rawandi (573/1177) melaporkannya dalam risalah Lubb al-Lubab dari Nabi saw.[24]
Menurut sebagian peneliti, meskipun riwayat ini dengan lafaz demikian dianggap sebagai hadits dhaif (lemah); namun kandungannya terlihat dalam riwayat-riwayat lain[25] dan secara istilah telah terjadi penukilan secara makna (naql bi al-ma'na) dari hadits-hadits serupa.[26]

Syair tentang Al-Jannah tahta aqdam al-ummahat
Terjemahan ungkapan Al-Jannah tahta aqdam al-ummahat (Surga ada di bawah telapak kaki ibu), juga terefleksikan dalam syair-syair Persia. Di antaranya, Maulawi, penyair abad ke-7 Hijriah bersenandung: Templat:Sajak Jami, penyair abad ke-9 Hijriah bersenandung demikian: Templat:Sajak
Catatan Kaki
- ↑ Rastegar dan Rahmat Panah, "Barresi-ye Sokhan-e Al-Jannah tahta aqdam al-ummahat", hlm. 130.
- ↑ Thabrisi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 8, hlm. 431; Nuri, Mustadrak al-Wasail, 1408 H, jld. 15, hlm. 180.
- ↑ Raysyahri, dkk, Hikmat Name-ye Payambar-e A'zham saw, 1387 HS, jld. 1, hlm. 79.
- ↑ Majlisi, Maladz al-Akhyar, 1406 H, jld. 9, hlm. 19.
- ↑ Zainuddin, Faidh al-Qadir, 1356 H, jld. 3, hlm. 361.
- ↑ Qudha'i, Syarh-e Farsi-ye Syahab al-Akhbar (Kalimat-e Qishar-e Payambar-e Khatam saw), 1361 HS, hlm. 42.
- ↑ Mazhahiri, Akhlaq wa Javan, 1387 HS, jld. 1, hlm. 65.
- ↑ Mengapa surga di bawah telapak kaki ibu?, Situs web kantor Ayatullah Makarim Syirazi.
- ↑ Abdurrazzaq, Al-Mushannaf, 1437 H, jld. 5, hlm. 176 dan 443.
- ↑ Ahmad bin Hanbal, Al-Musnad, 1421 H, jld. 24, hlm. 299.
- ↑ Nasa'i, Sunan al-Nasai, 1348 H, jld. 6, hlm. 11.
- ↑ Warram bin Abi Firas, Majmu'ah Warram, 1410 H, jld. 2, hlm. 284.
- ↑ Faidh Kasyani, Al-Mahajjah al-Baidha, 1417 H, jld. 3, hlm. 437.
- ↑ Naraqi, Jami' al-Sa'adat, Penerbit A'lami, jld. 2, hlm. 275.
- ↑ Pidato Pemimpin Tertinggi dalam pertemuan dengan berbagai lapisan kaum perempuan, Basis Data Informasi Kantor Pelestarian dan Publikasi Karya Ayatullah Khamenei.
- ↑ Nuri, Mustadrak al-Wasail, 1408 H, jld. 15, hlm. 181.
- ↑ Ibn al-Bay', Al-Mustadrak 'ala al-Shahihain, 1411 H, jld. 4, hlm. 167.
- ↑ Haitsami, Majma' al-Zawaid, 1414 H, jld. 8, hlm. 138.
- ↑ Dulabi Razi, Al-Kuna wa al-Asma, 1421 H, jld. 3, hlm. 1091.
- ↑ Rastegar dan Rahmat Panah, "Barresi-ye Sokhan-e Al-Jannah tahta aqdam al-ummahat", hlm. 131.
- ↑ Para pemikir ilmu rijal menggunakan istilah "Munkar al-Hadits" untuk men-jarh (mencacatkan) perawi dan melemahkan riwayatnya. (Ammarlu, dkk, "Ta'yin-e Gostare-ye Munkar al-Hadits dar Danesh-e Jarh wa Ta'dil", hlm. 221.)
- ↑ Jurjani, Al-Kamil fi Dhu'afa al-Rijal, 1418 H, jld. 8, hlm. 64.
- ↑ Thabrisi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 8, hlm. 431.
- ↑ Nuri, Mustadrak al-Wasail, 1408 H, jld. 15, hlm. 180.
- ↑ Hadits Al-Jannah tahta aqdam al-ummahat, Situs web Dar al-Ifta al-Mishriyyah.
- ↑ Rastegar dan Rahmat Panah, "Barresi-ye Sokhan-e Al-Jannah tahta aqdam al-ummahat", hlm. 140.
Daftar Pustaka
- Abdurrazzaq bin Hammam, al-Shan'ani. Al-Mushannaf. Kairo, Dar al-Ta'shil, Cetakan Kedua, 1437 H.
- Ammarlu, Thayibah, dkk. "Ta'yin-e Gostare-ye Munkar al-Hadits dar Danesh-e Jarh wa Ta'dil" (Menentukan Cakupan Munkar al-Hadits dalam Ilmu Jarh wa Ta'dil). Dalam Jurnal Dua Tahunan Kitab-e Qayyim, No. 17, 1396 HS.
- Dulabi al-Razi, Muhammad bin Ahmad. Al-Kuna wa al-Asma. Tahqiq: Nazhar Muhammad Faryabi. Beirut, Dar Ibn Hazm, Cetakan Pertama, 1421 H.
- Faidh Kasyani, Muhammad. Al-Mahajjah al-Baidha fi Tahdzib al-Ihya. Tashih: Ali Akbar Ghaffari. Qom, Jami'ah Mudarrisin Hauzah Ilmiah Qom, 1417 H.
- Haitsami, Abu al-Hasan Nuruddin. Majma' al-Zawaid wa Manba' al-Fawaid. Tahqiq: Husamuddin al-Qudsi. Kairo, Maktabah al-Qudsi, 1414 H.
- Ibn al-Bay', Muhammad bin Abdullah. Al-Mustadrak 'ala al-Shahihain. Tahqiq: Mushthafa Abdul Qadir 'Atha. Beirut, Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, Cetakan Pertama, 1411 H.
- Ibn Hanbal, Ahmad bin Muhammad. Al-Musnad al-Imam Ahmad bin Hanbal. Tahqiq: Syu'aib al-Arnauth, dkk. Damaskus, Muassasah al-Risalah, Cetakan Pertama, 1421 H.
- Jurjani, Abu Ahmad bin 'Adi. Al-Kamil fi Dhu'afa al-Rijal. Tahqiq: Adil Ahmad Abdul Maujud dan Ali Muhammad Mu'awwadh. Beirut, Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, Cetakan Pertama, 1418 H.
- Majlisi, Muhammad Baqir. Maladz al-Akhyar fi Fahm Tahdzib al-Akhbar. Tashih: Mahdi Raja'i. Qom, Perpustakaan Ayatullah Mar'asye Najafi, Cetakan Pertama, 1406 H.
- Mazhahiri, Husain. Akhlaq wa Javan (Akhlak dan Pemuda). Qom, Syafaq, Cetakan Keempat, 1387 HS.
- Maulawi, Jalaluddin Muhammad bin Muhammad. Matsnawi-ye Ma'nawi. Diupayakan oleh Taufiq Hasyempur Subhani. Teheran, Sazman-e Chap va Intisharat, 1373 HS.
- Muhammadi Raysyahri, Muhammad, dkk. Hikmat Name-ye Payambar-e A'zham saw (Kitab Hikmah Nabi Agung saw). Qom, Muassasah Ilmiah Budaya Dar al-Hadits, 1387 HS.
- Naraqi, Mahdi. Jami' al-Sa'adat. Tashih: Muhammad Kalantar. Beirut, Muassasah al-A'lami lil-Mathbu'at, Cetakan Keempat, Tanpa Tahun.
- Nasa'i, Ahmad bin Ali. Sunan al-Nasai. Dengan Syarah Jalaluddin Suyuthi. Kairo, Al-Maktabah al-Tijariyyah al-Kubra, Cetakan Pertama, 1348 H.
- Nuri, Husain bin Muhammad Taqi. Mustadrak al-Wasail wa Mustanbath al-Masail. Qom, Muassasah Aalulbayt, Cetakan Pertama, 1408 H.
- Pidato Pemimpin Tertinggi dalam pertemuan dengan berbagai lapisan kaum perempuan, Basis Data Informasi Kantor Pelestarian dan Publikasi Karya Ayatullah al-Uzhma Khamenei, Tanggal posting: 27 Azar 1403 HS, Tanggal kunjungan: 6 Azar 1403 HS.
- Jami, Risalah Arba'in, Situs web Ganjoor, Tanggal kunjungan: 8 Bahman 1403 HS.
- Mengapa surga di bawah telapak kaki ibu?, Situs web Kantor Ayatullah Makarim Syirazi; Tanggal kunjungan: 7 Bahman 1403 HS.
- Hadits Al-Jannah tahta aqdam al-ummahat, Situs web Dar al-Ifta al-Mishriyyah, Tanggal posting: 5 September 2018, Tanggal kunjungan: 6 Bahman 1403 HS.
- Qudha'i, Muhammad bin Salamah. Syarh-e Farsi-ye Syahab al-Akhbar (Kalimat-e Qishar-e Payambar-e Khatam saw) (Syarah Persia Syahab al-Akhbar; Kata-kata Mutiara Nabi Penutup saw). Teheran, Pusat Penerbitan Ilmiah dan Budaya, 1361 HS.
- Rastegar, Parviz dan Muhammad Taqi Rahmat Panah. "Barresi-ye Sokhan-e Al-Jannah tahta aqdam al-ummahat" (Mengkaji Ucapan Al-Jannah tahta aqdam al-ummahat). Dalam Jurnal Hadits Pajuhi, No. 14, Musim Gugur dan Musim Dingin 1394 HS.
- Thabrisi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Teheran, Nashir Khusro, Cetakan Ketiga, 1372 HS.
- Warram bin Abi Firas, Mas'ud bin Isa. Majmu'ah Warram. Qom, Maktabah al-Faqih, Cetakan Pertama, 1410 H.
- Zainuddin, Muhammad. Faidh al-Qadir, Syarh al-Jami' al-Shaghir. Mesir, Al-Maktabah al-Tijariyyah al-Kubra, Cetakan Pertama, 1356 H.