Konsep:Abdul Aziz bin Abi Hazim
| Nama Lengkap | Abdul Aziz bin Abi Hazim |
|---|---|
| Sahabat dari | Imam Shadiq as |
| Julukan | Abu Tammam |
| Gelar | Al-Madani |
| Populer dengan | Ibnu Abi Hazim |
| Kerabat termasyhur | Salamah bin Dinar (Ayah) |
| Lahir | 107/725-26 |
| Tempat Tinggal | Madinah |
| Wafat/Syahadah | 184/800-01 |
| Guru-guru besar | Malik bin Anas • Salamah bin Dinar |
| Aktivitas | Periwayatan hadis |
Abdul Aziz bin Abi Hazim (l. 107/725-26 – w. 184/800-01) adalah salah satu dari sahabat Imam Shadiq as serta termasuk fakih dan perawi hadis terkemuka pada abad ke-2 H/8 M. Ahmad bin Hanbal menyebutnya sebagai orang yang paling paham fikih setelah Malik bin Anas. Ayahnya, Salamah bin Dinar, juga dikenal sebagai salah satu muhaddits dan murid dari Imam Sajjad as serta Imam Baqir as.
Dalam sumber-sumber sejarah, tidak ditemukan informasi detail mengenai kehidupan dan hubungan pribadinya dengan Imam Shadiq as. Abdullah Mamaqani mengategorikannya sebagai seorang Imamiyah yang majhul (tidak dikenal detailnya), sementara Muhammad Taqi Syusytari berpendapat bahwa sikap diam para ulama Ahlussunnah mengenai identitas mazhabnya menunjukkan bahwa ia adalah seorang Sunni. Meskipun demikian, para ulama Ahlussunnah menganggapnya sebagai perawi yang tsiqah dan dapat dipercaya.
Ibnu Abi Hazim merupakan murid dari ayahnya sendiri dan Malik bin Anas, serta telah meriwayatkan hadis dari banyak orang. Oleh karena itu, ulama Ahlussunnah menjulukinya sebagai "Katsir al-Hadits" (perawi banyak hadis). Namanya tercatat dalam rangkaian sanad riwayat Kutubussittah dan sumber-sumber hadis Syiah. Salah satu riwayat terpenting yang ia sampaikan berkaitan dengan Dua Belas Imam yang bersumber dari Nabi Muhammad saw.
Pengenalan
Abdul Aziz bin Abi Hazim, yang lebih dikenal sebagai Ibnu Abi Hazim,[1] adalah putra dari Salamah bin Dinar al-Makhzumi.[2] Kunyahnya adalah Abu Tammam[3] dan ia dinisbatkan sebagai al-Madani.[4] Ia termasuk fukaha dan muhaddits Madinah[5] yang memiliki kedudukan tinggi.[6] Ia bahkan disebut sebagai pemimpin (imam) masyarakat dalam keilmuan setelah Malik bin Anas.[7] Dikatakan pula bahwa Ahmad bin Hanbal menganggapnya sebagai orang yang paling fakih di Madinah setelah Malik,[8] dan Malik bin Anas sendiri mengakui kepakarannya dalam fikih.[9] Terdapat laporan bahwa ketika Malik bin Anas tidak mampu menjawab suatu pertanyaan, ia mengarahkan si penanya kepada Ibnu Abi Hazim.[10]
Ia lahir pada tahun 107/725-26.[11] Ayahnya adalah seorang perawi hadis,[12] ahli fikih,[13] zahid, serta murid dari Imam Sajjad as dan Imam Muhammad Baqir as.[14]
Abdul Aziz bin Abi Hazim meninggal secara mendadak[15] di Madinah pada tahun 184/800-01.[16] Beberapa sumber menyebutkan bahwa ia wafat di dalam Masjid Nabawi saat sedang bersujud.[17] Ibnu Atsir mencatat tahun wafatnya pada 181/797-98,[18] sementara Syaikh al-Thusi mencatat pada tahun 185/801-02.[19] Ibnu Sa'ad dalam Al-Thabaqat al-Kubra melaporkan bahwa setelah kematiannya, rumahnya dijual dan ditemukan uang sebanyak empat ribu dinar yang tersimpan secara tersembunyi.[20]
Mazhab
Syaikh al-Thusi[21] dan diikuti oleh ulama lainnya, mengategorikan Abdul Aziz sebagai salah satu sahabat Imam Shadiq as.[22] Namun, sumber-sumber sejarah tidak memberikan rincian tentang hubungan kesehariannya dengan Imam Shadiq as,[23] dan hanya menegaskan statusnya sebagai murid beliau.[24] Kurangnya informasi detail membuat Abdullah Mamaqani menyebutnya sebagai seorang Imamiyah yang majhul (tidak diketahui rinciannya).[25] Di sisi lain, Muhammad Taqi Syusytari, penulis kitab Qamus al-Rijal, berpendapat bahwa diamnya ulama Ahlussunnah seperti Ibnu Qutaibah mengindikasikan bahwa ia adalah seorang Sunni. Syusytari juga menegaskan bahwa pencantuman namanya dalam kitab Rijal al-Thusi tidak secara otomatis membuktikan ia seorang Syiah, karena kitab tersebut mencatat seluruh murid Imam dari berbagai latar belakang mazhab.[26]
Perawi Hadis
Ulama Ahlussunnah menyebut Abdul Aziz sebagai "Katsir al-Hadits" (banyak meriwayatkan hadis), meskipun jumlah riwayatnya dianggap lebih sedikit dibandingkan rekannya, Muhammad bin Yahya al-Darawardi.[27] Meski begitu, ia dinilai lebih fakih daripada al-Darawardi.[28] Sebagai murid dari Malik bin Anas dan ayahnya, Salamah bin Dinar,[29] ia meriwayatkan hadis dari nama-nama besar seperti Zaid bin Aslam, Sahl bin Sa'ad al-Sa'idi, Sa'id bin al-Musayyib, Atha bin Abi Rabah, Atha bin Yasar, dan Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif.[30]
Nama Abdul Aziz muncul dalam sanad kitab-kitab Syiah seperti Kifayah al-Atsar, Al-Mustarsyid, Al-Irsyad, dan Ilal al-Syarayi'.[31] Ia juga tercatat dalam Musnad Ahmad bin Hanbal serta Kutubussittah (Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Ibnu Majah, Sunan Abi Dawud, Sunan al-Tirmidzi, dan Sunan al-Nasa'i).
Salah satu riwayat penting yang disampaikannya berkaitan dengan Hadis Tsaqalain dan kesesuaiannya dengan Dua Belas Imam dari lisan Nabi Muhammad saw.[32] Ia juga meriwayatkan dari ayahnya bahwa di kalangan Bani Hasyim, tidak ada yang lebih utama dan mulia daripada Ali bin Husain as.[33] Selain itu, namanya ada dalam sanad hadis yang menjelaskan alasan penyematan gelar Abu Turab kepada Imam Ali as.[34]
Ulama Ahlussunnah umumnya menganggapnya tsiqah,[35] meski ada sebagian laporan yang menyebutnya tidak terlalu populer kecuali saat meriwayatkan dari ayahnya.[36] Beberapa kritik bahkan menyebutnya sebagai perawi yang lemah (dhaif) jika tidak meriwayatkan dari ayahnya,[37] meskipun riwayatnya dari sang ayah pun terkadang mendapat sorotan kritis dari sebagian kritikus hadis.[38]
Catatan Kaki
- ↑ Qadhi Iyadh, Jumhurah Tarajim al-Fuqaha al-Malikiyyah, 1423 H, jld. 2, hlm. 676.
- ↑ Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 5, hlm. 492; Ibnu Hajar al-Asqalani, Tahdzib al-Tahdzib, 1325 H, jld. 6, hlm. 333; Ibnu Qani' al-Baghdadi, Mu'jam al-Shahabah, 1424 H, jld. 1, hlm. 345; Lembaga Ilmiah Imam Shadiq as, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 2, hlm. 318.
- ↑ Ibnu Qutaibah al-Dinawari, Al-Ma'arif, 1992 M, hlm. 479; Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 5, hlm. 492; Syusytari, Qamus al-Rijal, 1410 H, jld. 6, hlm. 173.
- ↑ Al-Dzahabi, Tarikh al-Islam, 1413 H, jld. 12, hlm. 275.
- ↑ Ibnu Imad al-Hanbali, Syadzarat al-Dzahab, 1406 H, jld. 2, hlm. 381; Lembaga Ilmiah Imam Shadiq as, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 2, hlm. 318.
- ↑ Al-Dzahabi, Tarikh al-Islam, 1413 H, jld. 12, hlm. 275.
- ↑ Qadhi Iyadh, Jumhurah Tarajim al-Fuqaha al-Malikiyyah, 1423 H, jld. 2, hlm. 676.
- ↑ Ibnu Hajar al-Asqalani, Tahdzib al-Tahdzib, 1325 H, jld. 6, hlm. 333; Ibnu Imad al-Hanbali, Syadzarat al-Dzahab, 1406 H, jld. 2, hlm. 381; Al-Dzahabi, Tarikh al-Islam, 1413 H, jld. 12, hlm. 276.
- ↑ Qadhi Iyadh, Jumhurah Tarajim al-Fuqaha al-Malikiyyah, 1423 H, jld. 2, hlm. 676.
- ↑ Qadhi Iyadh, Jumhurah Tarajim al-Fuqaha al-Malikiyyah, 1423 H, jld. 2, hlm. 676.
- ↑ Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 5, hlm. 492; Qadhi Iyadh, Jumhurah Tarajim al-Fuqaha al-Malikiyyah, 1423 H, jld. 2, hlm. 677.
- ↑ Ibnu Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, 1415 H, jld. 22, hlm. 16.
- ↑ Lembaga Ilmiah Imam Shadiq as, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 1, hlm. 379.
- ↑ Lembaga Ilmiah Imam Shadiq as, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 1, hlm. 378-379.
- ↑ Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 5, hlm. 492.
- ↑ Ibnu Qutaibah al-Dinawari, Al-Ma'arif, 1992 M, hlm. 479; Al-Shafadi, Al-Wafi bi al-Wafayat, 1401 H, jld. 18, hlm. 472; Al-Dzahabi, Al-I'lam bi Wafayat al-A'lam, 1413 H, jld. 1, hlm. 117; Al-Daraquthni, Dzikr Asma' al-Tabi'in, 1406 H, jld. 1, hlm. 227.
- ↑ Ibnu Atsir, Al-Kamil fi al-Tarikh, 1385 H, jld. 6, hlm. 153; Ibnu Hajar al-Asqalani, Tahdzib al-Tahdzib, 1325 H, jld. 6, hlm. 334; Qadhi Iyadh, Jumhurah Tarajim al-Fuqaha al-Malikiyyah, 1423 H, jld. 2, hlm. 676.
- ↑ Ibnu Atsir, Al-Kamil fi al-Tarikh, 1385 H, jld. 6, hlm. 153.
- ↑ Syaikh al-Thusi, Rijal al-Thusi, 1373 HS, hlm. 239.
- ↑ Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 5, hlm. 492.
- ↑ Syaikh al-Thusi, Rijal al-Thusi, 1373 HS, hlm. 239.
- ↑ Astarabadi, Manhaj al-Maqal, 1422 H, jld. 6, hlm. 387; Ardabili, Jami' al-Ruwat, 1403 H, jld. 1, hlm. 458; Mazandarani Hairi, Muntaha al-Maqal, 1416 H, jld. 4, hlm. 133; Nuri, Mustadrak al-Wasail, 1408 H, jld. 26, hlm. 135; Syusytari, Qamus al-Rijal, 1410 H, jld. 6, hlm. 173; Al-Khui, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1413 H, jld. 11, hlm. 32.
- ↑ Lihat contoh: Al-Dzahabi, Tarikh al-Islam, 1413 H, jld. 12, hlm. 275-277; Ibnu Hajar al-Asqalani, Tahdzib al-Tahdzib, 1325 H, jld. 6, hlm. 333; Qadhi Iyadh, Jumhurah Tarajim al-Fuqaha al-Malikiyyah, 1423 H, jld. 2, hlm. 676.
- ↑ Al-Khui, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1413 H, jld. 11, hlm. 32; Namazi Syahrudi, Mustadrakat Ilm Rijal al-Hadits, 1414 H, jld. 4, hlm. 438.
- ↑ Mamaqani, Tanqih al-Maqal, jld. 2, bagian 1, hlm. 154.
- ↑ Syusytari, Qamus al-Rijal, 1410 H, jld. 6, hlm. 173.
- ↑ Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 5, hlm. 492; Lembaga Ilmiah Imam Shadiq as, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 2, hlm. 318.
- ↑ Lembaga Ilmiah Imam Shadiq as, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 2, hlm. 318.
- ↑ Qadhi Iyadh, Jumhurah Tarajim al-Fuqaha al-Malikiyyah, 1423 H, jld. 2, hlm. 676.
- ↑ Lembaga Ilmiah Imam Shadiq as, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha, 1418 H, jld. 1, hlm. 379.
- ↑ Khazzaz Razi, Kifayah al-Atsar, 1401 H, hlm. 91; Thabari Amoli Kabir, Al-Mustarsyid, 1415 H, hlm. 171; Syaikh al-Mufid, Al-Irsyad, 1413 H, jld. 2, hlm. 141; Syaikh al-Shaduq, Ilal al-Syarayi', 1385 HS, jld. 1, hlm. 232; Syaikh al-Hurr al-Amili, Wasail al-Syi'ah, 1409 H, jld. 4, hlm. 98.
- ↑ Khazzaz Razi, Kifayah al-Atsar, 1401 H, hlm. 91-92; Syaikh al-Hurr al-Amili, Itsbat al-Hudah, 1425 H, jld. 2, hlm. 161; Bahrani, Al-Inshaf, 1378 HS, hlm. 367-368.
- ↑ Syaikh al-Shaduq, Ilal al-Syarayi', 1385 HS, jld. 1, hlm. 232; Syaikh al-Mufid, Al-Irsyad, 1413 H, jld. 2, hlm. 141; Bahrani, Hilyah al-Abrar, 1411 H, jld. 4, hlm. 252.
- ↑ Ibnu Bathriq, Umdah 'Uyun Shihah al-Akhbar, 1407 H, hlm. 25.
- ↑ Ibnu Hajar al-Asqalani, Tahdzib al-Tahdzib, 1325 H, jld. 6, hlm. 333.
- ↑ Qadhi Iyadh, Jumhurah Tarajim al-Fuqaha al-Malikiyyah, 1423 H, jld. 2, hlm. 676.
- ↑ Qadhi Iyadh, Jumhurah Tarajim al-Fuqaha al-Malikiyyah, 1423 H, jld. 2, hlm. 677.
- ↑ Al-Dzahabi, Tarikh al-Islam, 1413 H, jld. 12, hlm. 275.
Daftar Pustaka
- Al-Daraquthni, Ali bin Umar. Dzikr Asma' al-Tabi'in wa Man Ba'dahum mimman Sahhat Riwayatuhu 'an al-Thiqat 'inda al-Bukhari wa Muslim. Beirut: Penerbit Muassasah al-Risalah, 1406 H.
- Al-Dzahabi, Muhammad bin Ahmad. Al-I'lam bi Wafayat al-A'lam. Beirut: Penerbit Muassasah al-Kutub al-Thaqafiyyah, 1413 H.
- Al-Dzahabi, Muhammad bin Ahmad. Tarikh al-Islam wa Wafayat al-Masyahir wa al-A'lam. Beirut: Penerbit Dar al-Kitab al-Arabi, 1413 H.
- Al-Khui, Abul Qasim. Mu'jam Rijal al-Hadits. Cetakan Kelima, 1413 H.
- Al-Shafadi, Khalil bin Aibak. Al-Wafi bi al-Wafayat. Beirut: Penerbit Dar al-Nashr, 1401 H.
- Ardabili, Muhammad bin Ali. Jami' al-Ruwat. Qom: Penerbit Maktabah Ayatullah Mar'ashi Najafi, 1403 H.
- Astarabadi, Muhammad bin Ali. Manhaj al-Maqal fi Tahqiq Ahwal al-Rijal. Qom: Penerbit Al al-Bait as, 1422 H.
- Bahrani, Sayid Hasyim bin Sulaiman. Al-Inshaf fi al-Nash 'ala al-A'immah al-Itsnai 'Asyar. Teheran: Penerbit Daftar-e Nashr-e Farhang-e Eslami, 1378 HS.
- Bahrani, Sayid Hasyim bin Sulaiman. Hilyah al-Abrar fi Ahwal Muhammad wa Alih al-Ath-har as. Qom: Penerbit Al-Ma'arif al-Islamiyyah, 1411 H.
- Ibnu Asakir, Ali bin Hasan. Tarikh Madinah Dimasyq. Beirut: Penerbit Dar al-Fikr, 1415 H.
- Ibnu Atsir, Ali bin Abi al-Karam. Al-Kamil fi al-Tarikh. Beirut: Penerbit Dar Shadir, 1385 H.
- Ibnu Bathriq, Yahya bin Hasan. Umdah 'Uyun Shihah al-Akhbar fi Manaqib Imam al-Abrar. Qom: Penerbit Al-Nashr al-Islami, 1407 H.
- Ibnu Hajar al-Asqalani, Ahmad bin Ali. Tahdzib al-Tahdzib. India: Penerbit Majlis Dairah al-Ma'arif al-Nizamiyyah, 1325 H.
- Ibnu Imad al-Hanbali, Abdul Hay bin Ahmad. Syadzarat al-Dzahab fi Akhbar Man Dzahab. Beirut: Penerbit Dar Ibnu Katsir, 1406 H.
- Ibnu Qani' al-Baghdadi, Abdul Baqi. Mu'jam al-Shahabah. Madinah: Penerbit Maktabah al-Ghuraba al-Atsariyyah, 1424 H.
- Ibnu Qutaibah al-Dinawari, Abdullah bin Muslim. Al-Ma'arif. Kairo: Penerbit Al-Hai'ah al-Mishriyyah al-Ammah lil Kitab, 1992 M.
- Ibnu Sa'ad, Muhammad. Al-Thabaqat al-Kubra. Beirut: Penerbit Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1410 H.
- Khazzaz Razi, Ali bin Muhammad. Kifayah al-Atsar fi al-Nash 'ala al-A'immah al-Itsnai 'Asyar. Qom: Penerbit Bidar, 1401 H.
- Lembaga Ilmiah Imam Shadiq as. Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha. Qom: Penerbit Muassasah al-Imam al-Shadiq as, 1418 H.
- Mamaqani, Abdullah. Tanqih al-Maqal fi 'Ilm al-Rijal. Najaf: Penerbit Al-Matba'ah al-Murtadhawiyyah, 1352 H.
- Mazandarani Hairi, Muhammad bin Ismail. Muntaha al-Maqal fi Ahwal al-Rijal. Qom: Penerbit Al al-Bait as, 1416 H.
- Namazi Syahrudi, Ali. Mustadrakat Ilm Rijal al-Hadits. Teheran: Penerbit Farzand-e Muallif, 1414 H.
- Nuri, Husain bin Muhammad Taqi. Mustadrak al-Wasail wa Mustanbath al-Masail. Qom: Penerbit Al al-Bait as, 1408 H.
- Qadhi Iyadh, Iyadh bin Musa. Jumhurah Tarajim al-Fuqaha al-Malikiyyah. Dubai: Penerbit Dar al-Buhuts, 1423 H.
- Syaikh al-Hurr al-Amili, Muhammad bin Hasan. Itsbat al-Hudah bi al-Nushush wa al-Mu'jizat. Beirut: Penerbit Al-A'lami, 1425 H.
- Syaikh al-Hurr al-Amili, Muhammad bin Hasan. Wasail al-Syi'ah. Qom: Penerbit Al al-Bait as, 1409 H.
- Syaikh al-Mufid, Muhammad bin Muhammad. Al-Irsyad fi Ma'rifah Hujajillah 'ala al-Ibad. Qom: Kongres Syaikh Mufid, 1413 H.
- Syaikh al-Shaduq, Muhammad bin Ali. Ilal al-Syarayi'. Qom: Penerbit Kitabforushi-ye Davari, 1385 HS.
- Syaikh al-Thusi, Muhammad bin Hasan. Rijal al-Thusi. Qom: Penerbit Al-Nashr al-Islami, 1373 HS.
- Syusytari, Muhammad Taqi. Qamus al-Rijal. Qom: Penerbit Al-Nashr al-Islami, 1410 H.
- Thabari Amoli Kabir, Muhammad bin Jarir. Al-Mustarsyid fi Imamat Ali bin Abi Thalib as. Qom: Penerbit Koushanpur, 1415 H.
```