Lompat ke isi

Konsep:Zikir Kalbu

Dari wikishia

Akhlak


Ayat-ayat Akhlak
Ayat-Ayat IfkAyat UkhuwahAyat Istirja'Ayat Ith'amAyat Naba'Ayat Najwa


Hadis-hadis Akhlak
Hadis ''Qurb Nawafil''Hadis Makarim AkhlakHadis MikrajHadis ''junud aql'' dan ''jahl''


Keutamaan-keutamaan Akhlak
Rendah HatiKepuasanDermawanMenahan AmarahIkhlasLembutZuhud


Keburukan-keburukan Moral
CongkakTamakHasudDustaGibahGunjingkikirMendurhakai orang tuaHadis ''Nafs''Besar DiriMengupingMemutus hubungan silaturahmiPenyebaran Kekejian


Istilah-istilah Akhlak
Jihad NafsNafsu LawamahNafsu AmarahJiwa yang tenangPerhitunganMuraqabahMusyaratahDosaPelajaran AkhlakRiadat


Ulama Akhlak
Mulla Mahdi NaraqiMulla Ahmad NaraqiSayid Ali QadhiSayid Ridha BahauddiniDastgheibMuhammad Taqi Bahjat


Sumber Referensi Akhlak

Al-Qur'anNahjul BalaghahMishbah al-Syari'ahMakarim al-AkhlaqAl-Mahajjah al-Baidha' Majmu'atu WaramJami' al-Sa'adatMi'raj al-Sa'adahAl-Muraqabat

Zikir Kalbu (Persia: ذکر قلبی; Dzikr Qalbi) adalah perhatian mendalam dan batiniah manusia kepada Allah yang muncul dari lubuk hati.[1] Jenis zikir ini, berbeda dengan Zikir Lisan, tidak hanya terbatas pada ucapan saja, melainkan sebuah keadaan kehadiran mental dan spiritual yang terjadi di dalam hati manusia.[2] Dalam keadaan ini, manusia mengingat Allah di setiap momen kehidupannya dan melalui jalan ini ia menyadari keagungan dan kekuasaan-Nya.[3] Zikir kalbu di kalangan Sufi dikenal sebagai zikir khafi (tersembunyi) dan berbeda dengan zikir jali (zikir lisan) yang dilakukan di tengah orang banyak dan di dalam lingkaran-lingkaran zikir, jenis zikir ini dilakukan sendirian dan dalam kesunyian.[4]

Zikir kalbu sebagaimana Zikir Lisan memiliki akar Qur'ani dan hadis. Ayat-ayat Al-Qur'an termasuk Ayat 205 Surah Al-A'raf, ayat 55 Surah Al-A'raf, dan Ayat 63 Surah Al-An'am dianggap merujuk pada pembagian zikir menjadi zikir kalbu dan zikir lisan.[5] Dalam sebuah riwayat dari Rasulullah saw kepada Abu Dzar disebutkan bahwa ingatlah Allah dengan zikir khamil, dan ketika ditanya apa itu zikir khamil, beliau menjawab: "Yaitu zikir khafi."[6]

Pengaruh luar biasa terhadap penyucian jiwa, pembentukan keutamaan akhlak, dan kedekatan kepada Allah dianggap sebagai pengaruh terpenting dari zikir kalbu dalam diri manusia.[7] Keselarasan antara lidah dan hati, mengalirnya zikir Allah di lisan, terciptanya semangat keikhlasan dan permohonan (tadharru'), menjauhi riya, pengaruh zikir kalbu pada tubuh karena hubungan antara ruh dan jasad,[8] pencegahan dari melakukan keharaman-keharaman ilahi, dan terciptanya kesiapan dalam diri manusia untuk sir dan suluk adalah pengaruh lain yang disebutkan untuk zikir kalbu.[9]

Menurut para peneliti ilmu akhlak, zikir kalbu berbeda dengan zikir lisan karena menghadapi hambatan-hambatan yang utamanya bersumber dari perbuatan manusia. Hambatan terpenting zikir kalbu adalah kelalaian yang diakibatkan oleh perbuatan-perbuatan buruk yang menciptakan hijab dan jarak antara manusia dan Allah.[10] Hambatan lainnya mencakup angan-angan yang mustahil, sifat membanggakan diri, dan takatsur (bermegah-megahan karena kekayaan dan aset).[11]

Lihat Juga

Catatan Kaki

  1. Thayyib, Ath-Thayyib al-Bayan, 1366 HS, jld. 1, hlm. 168; Ma'arif-e Qur'an, 1387 HS, jld. 3, hlm. 100-101.
  2. Qurasyi, Qamus-e Qur'an, 1412 H, jld. 3, hlm. 15.
  3. Makarim Syirazi, Akhlaq dar Qur'an, 1377 HS, jld. 1, hlm. 362.
  4. Mablaghi Abadani, Tarikh-e Sufi va Sufigari (Sejarah Sufi dan Sufisme), 1376 HS, jld. 2, hlm. 82.
  5. Thabrasi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 4, hlm. 662; Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390 HS, jld. 8, hlm. 382; Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jld. 6, hlm. 209.
  6. Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403 H, jld. 90, hlm. 342.
  7. Makarim Syirazi, Akhlaq dar Qur'an, 1377 HS, jld. 1, hlm. 362.
  8. Fakhr Razi, At-Tafsir al-Kabir, 1420 H, jld. 15, hlm. 442.
  9. "Zikir Allah Ilham Bakhsy-e Qolub" (Zikir Allah Pemberi Ilham bagi Kalbu), situs Pasdar-e Islam.
  10. Makarim Syirazi, Akhlaq dar Qur'an, 1377 HS, jld. 1, hlm. 363.
  11. "Atsar va Mavane'-e Dzikr" (Pengaruh dan Hambatan Zikir), Jaringan Sekolah Nasional Rosyd.

Daftar Pustaka

  • Fakhr Razi, Muhammad bin Umar. At-Tafsir al-Kabir (Tafsir Besar). Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1420 H.
  • Mablaghi Abadani, Abdullah. Tarikh-e Sufi va Sufigari (Sejarah Sufi dan Sufisme). Qom, Penerbit Hurr, 1376 HS.
  • Majlisi, Muhammad Baqir. Bihar al-Anwar (Lautan Cahaya). Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1403 H.
  • Makarim Syirazi, Nasir. Akhlaq dar Qur'an (Akhlak dalam Al-Qur'an). Qom, Madrasah al-Imam Ali bin Abi Thalib as, 1377 HS.
  • Makarim Syirazi, Nasir. Tafsir Nemuneh (Tafsir Teladan). Teheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1371 HS.
  • Qurasyi, Ali Akbar. Qamus-e Qur'an (Kamus Al-Qur'an). Teheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1412 H.
  • Sekelompok penulis. Ma'arif-e Qur'an (Pengetahuan-pengetahuan Al-Qur'an). Teheran, Departemen Pendidikan Ideologi dan Politik Perwakilan Wali Fakih di Korps Garda Revolusi, cetakan kelima, 1387 HS.
  • Thabathaba'i, Sayyid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an (Timbangan dalam Tafsir Al-Qur'an). Beirut, Muasseseh al-A'lami lil Matbu'at, 1390 HS.
  • Thabrasi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an (Kumpulan Penjelasan dalam Tafsir Al-Qur'an). Teheran, Nashir Khosrow, 1372 HS.
  • Thayyib, Sayyid Abdul Husain. Ath-Thayyib al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an (Penjelasan yang Baik dalam Tafsir Al-Qur'an). Teheran, Islam, 1366 HS.

Templat:Tuhan

Templat:Pemeringkatan