Konsep:Sifat Tsubutiyah Allah
Sifat Tsubutiyah Allah (bahasa Arab:الصفات الثبوتية) adalah lawan dari sifat Salbiyah[1] yaitu sifat-sifat yang menunjukkan kesempurnaan yang ada pada dzat Allah.[2] Seperti ilmu, kekuasaan (qudrah), dan hayat (hidup). Para pemikir Islam menyebut sifat Tsubutiyah Allah sebagai sifat Jamal (Keindahan) dan sifat Salbiyah sebagai sifat Jalal (Keagungan).[3] Namun, Imam Khumaini menganggap pembagian ini tidak tepat dan meyakini bahwa sifat Jamal seperti Rahman dan Rahim menimbulkan kecintaan dan kedekatan kepada Allah, sedangkan sifat Jalal seperti Qahhar (Maha Perkasa) dan Muntaqim (Maha Pembalas) menimbulkan rasa takut dan gentar, dan kedua jenis sifat tersebut (Jamal dan Jalal) bisa menjadi sifat positif dan kesempurnaan bagi Allah.[4]
Menurut para pemikir Islam, sifat-sifat seperti Ghani (yang bermakna tidak adanya kefakiran/kemiskinan) yang secara lahiriah tampak afirmatif (positif), namun di dalamnya tersembunyi makna negasi (peniadaan), tidak termasuk dalam hitungan sifat Tsubutiyah.[5] Akan tetapi menurut Muhammad Taqi Misbah Yazdi, semua sifat yang menunjukkan kesempurnaan wujud dan tidak mengandung kekurangan serta keterbatasan, dapat ditetapkan sebagai sifat Tsubutiyah bagi Allah.[6]
Sebagian peneliti berpendapat bahwa dokumen tertua mengenai pembagian sifat Tsubutiyah Allah dari kalangan ahli hadis, kembali pada ucapan Kulaini dalam kitab Ushul al-Kafi,[7] di bawah riwayat-riwayat para Imam Syiah, di mana ia membagi sifat-sifat menjadi dzatiyah dan fi'liyah serta berbicara mengenai perbedaannya.[8] Hal ini berbeda dengan sumber-sumber awal hadis Ahlusunah seperti Shahih al-Bukhari, di mana sifat-sifat Allah disebutkan tanpa pembagian di bawah bab Tauhid.[9]
Menurut para peneliti, pembagian sifat Tsubutiyah Ilahi di kalangan teolog dimulai oleh Syekh Mufid[10] dan di kalangan filsuf kembali pada kitab Fushush al-Hikmah karya Farabi,[11] dan setelahnya Ibnu Sina dalam Al-Syifa,[12] Syihabuddin Suhrawardi[13] serta Sadruddin Dashtaki,[14] telah menyatakannya.
Mulla Sadra menganggap pembagian sifat Allah menjadi Tsubutiyah dan Salbiyah terinspirasi dari Ayat 78 Surah Ar-Rahman Nomor surah atau ayat atau keduanya![15] dan dalam pembagian lain, ia membagi sifat Tsubutiyah Allah menjadi dua kategori: "Sifat Haqiqiyah" dan "Sifat Idhafiyah".[16] Dalam mendefinisikan kedua bagian ini, ia berpendapat bahwa setiap kali Allah disifati hanya dari segi dzat-Nya tanpa mempertimbangkan hubungan-Nya dengan makhluk, maka sifat-sifat tersebut adalah sifat Haqiqiyah.[17] Selain itu menurutnya, setiap kali Allah disifati dari segi hubungan-Nya dengan makhluk-Nya (dengan sifat-sifat seperti Mabda'iyah (sumber), Khaliqiyah (pencipta), dan Raziqiyah (pemberi rezeki)), maka sifat-sifat tersebut adalah sifat Idhafiyah.[18]
Setelah Mulla Sadra, para pengikut Hikmah Muta'aliyah seperti Mulla Abdullah Zanuzi,[19] Aqa Ali Mudarris Zanuzi,[20] Mulla Hadi Sabzwari[21] dan Allamah Thabathaba'i[22] terpengaruh oleh Mulla Sadra dalam pembagian mereka.
Catatan Kaki
- ↑ Thabathaba'i, Nihayah al-Hikmah, 1389 HS, jld. 4, hlm. 1110–1111.
- ↑ Ali Zamani, Sokhan Goftan az Khoda (Berbicara tentang Tuhan), 1386 HS, hlm. 360.
- ↑ Mulla Sadra, Al-Hikmah al-Muta'aliyah, 1381 HS, jld. 6, hlm. 109; Ardabili, Taqrirat-e Falsafeh Imam Khumaini (Laporan Filsafat Imam Khumaini), 1381 HS, hlm. 109; Sayid Zair, Tahlil wa Barrasi Sifat Tsubuti Dzati Ilahi (Analisis dan Tinjauan Sifat Tsubutiyah Dzatiyah Ilahi), 1399 HS, hlm. 29.
- ↑ Musawi Khumaini, Adab al-Shalat, 1368 HS, hlm. 333.
- ↑ Sayid Zair, Tahlil wa Barrasi Sifat Tsubuti Dzati Ilahi (Analisis dan Tinjauan Sifat Tsubutiyah Dzatiyah Ilahi), 1399 HS, hlm. 30.
- ↑ Misbah Yazdi, Amuzyesy-e Falsafeh (Pelajaran Filsafat), 1390 HS, jld. 2, hlm. 460.
- ↑ Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 1, hlm. 111.
- ↑ Allah Bedashti, Eraeh-ye Tarhi No dar Nazariyeh-ye Elahidanan-e Mosalman dar Taqsimbandi-ye Sifat-e Tsubuti (Menyajikan Desain Baru dalam Teori Teolog Muslim dalam Klasifikasi Sifat Positif), hlm. 34.
- ↑ Bukhari, Shahih al-Bukhari, Penerbit Dar al-Arqam, hlm. 1548.
- ↑ Allah Bedashti, Eraeh-ye Tarhi No dar Nazariyeh-ye Elahidanan-e Mosalman dar Taqsimbandi-ye Sifat-e Tsubuti (Menyajikan Desain Baru dalam Teori Teolog Muslim dalam Klasifikasi Sifat Positif), hlm. 35; Mufid, Awail al-Maqalat fi al-Madzahib, Maktabah al-Dawari, hlm. 185.
- ↑ Farabi, Fushush al-Hikmah, 1381 HS, pasal 6 hingga 21.
- ↑ Ibnu Sina, Al-Syifa, Penerbit Perpustakaan Ayatullah Mar'asyi, hlm. 342–460.
- ↑ Suhrawardi, Majmu'eh Mushannafat (Kumpulan Karya), 1387 HS, jld. 1, hlm. 41, 401, 408 dan jld. 4, hlm. 60.
- ↑ Dashtaki, Risalah fi Itsbat al-Wajib Ta'ala, 1385 HS, hlm. 108, 308 dan 311.
- ↑ Mulla Sadra, Al-Asfar al-Arba'ah, 1981 M, jld. 6, hlm. 118.
- ↑ Mulla Sadra, Al-Asfar al-Arba'ah, 1381 HS, jld. 6, hlm. 109 dan 114.
- ↑ Mulla Sadra, Al-Asfar al-Arba'ah, 1381 HS, jld. 6, hlm. 109; Mulla Sadra, Syarh Ushul al-Kafi, 1383 HS, jld. 3, hlm. 282; Ali Zamani, Sokhan Goftan az Khoda (Berbicara tentang Tuhan), 1386 HS, hlm. 360.
- ↑ Ali Zamani, Sokhan Goftan az Khoda (Berbicara tentang Tuhan), 1386 HS, hlm. 360.
- ↑ Zanuzi, Lama'at Ilahiyah, 1362 HS, hlm. 232 dan 233.
- ↑ Mudarris Zanuzi, Badai' al-Hikam, 1376 HS, hlm. 11.
- ↑ Sabzwari, Syarh al-Manzhumah, Dar al-Ilm, jld. 2, hlm. 157.
- ↑ Thabathaba'i, Nihayah al-Hikmah, Dar al-Tabligh al-Islami, hlm. 250.
Daftar Pustaka
- Ali Zamani, Amir Abbas. Sokhan Goftan az Khoda (Berbicara tentang Tuhan). Teheran: Pazhuhesygah Farhang wa Andisyeh Eslami, 1386 HS.
- Allah Bedashti, Ali. Eraeh-ye Tarhi No dar Nazariyeh-ye Elahidanan-e Mosalman dar Taqsimbandi-ye Sifat-e Tsubuti (Menyajikan Desain Baru dalam Teori Teolog Muslim dalam Klasifikasi Sifat Positif). Pazhuhesy-haye Falsafi wa Kalami. No. 50, Isfand 1390 HS.
- Ardabili, Sayid Abdul Ghani. Taqrirat-e Falsafeh Imam Khumaini (Laporan Filsafat Imam Khumaini). Teheran: Muassasah Tanzhim wa Nasyr Atsar Imam Khumaini, 1381 HS.
- Asytiyani, Sayid Jalaluddin. Muntakhabati az Atsar-e Hukama-ye Elahi-ye Iran (Pilihan dari Karya-karya Filsuf Ilahi Iran). Qom: Bustan-e Kitab, 1378 HS.
- Bukhari, Muhammad bin Ismail. Shahih al-Bukhari. Beirut: Dar al-Arqam, Tanpa Tahun.
- Dashtaki, Sadruddin Muhammad. Risalah fi Itsbat al-Wajib Ta'ala. Korektor: Muhsin Churamqi. Qom: Muassasah Tanzhim wa Nasyr Atsar Imam Khumaini. 1385 HS.
- Fakhruddin Razi, Muhammad bin Umar. Lawami' al-Bayyinat (Syarh Asmaillah Ta'ala wa al-Shifat). Kairo: Maktabah al-Kulliyat al-Azhariyah, 1406 H.
- Farabi, Abu Nashr Muhammad bin Muhammad. Fushush al-Hikmah. Teheran: Penerbit Universitas Teheran: 1381 HS.
- Ibnu Sina, Husain bin Abdullah. Al-Syifa (Al-Ilahiyat). Korektor: Hasan Hasanzadeh. Qom: Perpustakaan Ayatullah Mar'asyi, Tanpa Tahun.
- Imam Khumaini, Sayid Ruhullah. Adab al-Shalat. Penerjemah: Sayid Ahmad Fahri. Teheran: Payam Azadi, 1368 HS.
- Imam Khumaini, Sayid Ruhullah. Syarh Du'a-ye Sahar (Syarah Doa Sahur). Penerjemah: Sayid Ahmad Fahri. Teheran: Nahdhat Zanan Mosalman, 1359 HS.
- Imam Khumaini, Sayid Ruhullah. Thalab wa Iradah. Penerjemah: Sayid Ahmad Fahri. Teheran: Markaz Intisharat Ilmi wa Farhangi, 1362 HS.
- Jawadi Amuli, Abdullah. Syarh Hikmat Muta'aliyah Asfar Arba'ah. Teheran: Al-Zahra, 1368 HS.
- Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Al-Kafi. Peneliti dan Korektor: Ali Akbar Ghaffari dan Muhammad Akhundi. Teheran: Dar al-Kutub al-Islamiyah, Cetakan keempat, 1407 H.
- Lahiji, Abdurrazzaq. Gauhar-e Murad. Teheran: Sayeh, 1383 HS.
- Mazandarani, Muhammad Shalih. Syarh Ushul al-Kafi. Korektor dan Catatan: Allamah Sya'rani. Teheran: Al-Maktabah al-Islamiyyah, 1382 H.
- Misbah Yazdi, Muhammad Taqi. Amuzyesy-e Falsafeh (Pelajaran Filsafat). Qom: Muassasah Amuzesyi wa Pazhuhesyi Imam Khumaini, Cetakan pertama, 1390 HS.
- Mudarris Zanuzi, Aqa Ali. Badai' al-Hikam. Pengantar: Ahmad Wa'izhi. Qom: Penerbit Allamah Thabathaba'i, 1376 HS.
- Mufid, Muhammad bin Nu'man. Awail al-Maqalat fi al-Madzahib wa al-Mukhtarat wa Syarh Aqaid al-Shaduq. Qom: Maktabah al-Dawari, Tanpa Tahun.
- Mulla Sadra, Muhammad bin Ibrahim. Al-Hikmah al-Muta'aliyah fi al-Asfar al-Aqliyyah al-Arba'ah. Beirut: Dar Ihya al-Turats al-Arabi, 1981 M.
- Mulla Sadra, Muhammad bin Ibrahim. Al-Hikmah al-Muta'aliyah fi al-Asfar al-Aqliyyah al-Arba'ah. Teheran: Bunyad Hikmat Islami Sadra, 1381 HS.
- Mulla Sadra, Muhammad bin Ibrahim. Al-Syawahid al-Rububiyyah fi al-Minhaj al-Sulukiyyah. Teheran: Bunyad Hikmat Islami Sadra, 1382 HS.
- Mulla Sadra, Muhammad bin Ibrahim. Mafatih al-Ghaib. Teheran: Anjuman Hikmat wa Falsafeh Iran, 1363 HS.
- Mulla Sadra, Muhammad bin Ibrahim. Syarh Ushul al-Kafi. Penerjemah: Muhammad Khajavi. Teheran: Pazhuhesygah Ulum Insani wa Muthala'at Farhang, 1383 HS.
- Qadhi Sa'id Qummi, Muhammad bin Muhammad. Syarh al-Tauhid al-Shaduq. Teheran: Muassasah al-Thiba'ah wa al-Nasyr Wizarah al-Tsaqafah wa al-Irsyad al-Islami, 1419 HS.
- Sabzwari, Mulla Hadi. Syarh al-Manzhumah. Qom: Dar al-Ilm, Tanpa Tahun.
- Sayid Zair, Abbas. Tahlil wa Barrasi Sifat Tsubuti Dzati Ilahi dar Andisyeh Ayatullah Muhsini (Analisis dan Tinjauan Sifat Tsubutiyah Dzatiyah Ilahi dalam Pemikiran Ayatullah Muhsini). Tesis Magister Jurusan Kalam Islam. Qom: Jami'atul Mustafa al-Alamiyah, 1399 HS.
- Suhrawardi, Syihabuddin. Majmu'eh Mushannafat (Kumpulan Karya). Qom: Software Perpustakaan Hikmah Islami, 1387 HS.
- Syirazi, Sayid Radhi. Dars-haye Syarh Manzhumah Hakim Sabzwari (Pelajaran Syarah Manzhumah Hakim Sabzwari). Teheran: Hikmat, 1383 HS.
- Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Nihayah al-Hikmah. Qom: Dar al-Tabligh al-Islami, Tanpa Tahun.
- Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Nihayah al-Hikmah. Qom: Muassasah Amuzesyi wa Pazhuhesyi Imam Khumaini, 1389 HS.
- Zanuzi, Mulla Abdullah. Lama'at Ilahiyah. Korektor: Sayid Jalaluddin Asytiyani. Teheran: Muassasah Muthala'at wa Tahqiqat Farhangi, Universitas Teheran: 1362 HS.