Konsep:Ma fi al-Dhimmah
Artikel ini merupakan artikel deskriptif umum tentang masalah fikih. |
Ma fi al-Dhimmah bermakna apa yang menjadi tanggungan manusia[1] dan merupakan salah satu istilah fikih-hukum yang digunakan dalam ibadah dan muamalah.[2]
Dalam ibadah seperti Salat dan Puasa, Ma fi al-Dhimmah menjelaskan kewajiban ibadah manusia dan mencakup wujub, istihbab, ada', dan qadha.[3] Misalnya jika seseorang mengetahui bahwa ia memiliki tanggungan salat empat rakaat namun tidak tahu apakah itu Zuhur atau Ashar, ia dapat melakukan salat empat rakaat dengan niat "Ma fi al-Dhimmah".[4] Demikian juga orang yang belum melakukan Salat Maghrib dan Isya hingga tengah malam, harus melaksanakannya sebelum azan subuh dengan niat Ma fi al-Dhimmah.[5]
Dalam hukum dan muamalah, Ma fi al-Dhimmah bermakna utang atau komitmen finansial yang harus ditunaikan[6] dan dibahas dalam bab-bab fikih seperti Hibah,[7] Perdamaian (Sulh),[8] Jual beli (Bai')[9] dan kepemilikan Ma fi al-Dhimmah.Templat:Y Sebagai contoh, jika seseorang berutang kepada ayahnya kemudian sang ayah wafat, maka anak tersebut karena merupakan ahli waris, ia sendiri yang menjadi pemilik utang yang sebelumnya menjadi tanggungannya.[10]
Catatan Kaki
- ↑ Montazeri, Ahkam wa Manasik-e Haj, 1428 H, hlm. 449.
- ↑ Sebagai contoh rujuk: Imam Khomeini, Taudhih al-Masail (Muhasya), 1424 H, jld. 1, hlm. 757; Syahroudi, Mu'jam Fiqh al-Jawahir, 1417 H, jld. 6, hlm. 226; Emami, Huquq-e Madani, Penerbit Islamiyyeh, jld. 2, hlm. 190.
- ↑ Mar'i, al-Qamus al-Fiqhi, 1413 H, hlm. 145.
- ↑ Makarem Syirazi, Risaleh Taudhih al-Masail, 1429 H, hlm. 226, m. 1201; Imam Khomeini, Taudhih al-Masail (Muhasya), 1424 H, jld. 1, hlm. 757.
- ↑ Imam Khomeini, Tahrir al-Wasilah, Muassasah Dar al-Ilm, jld. 1, hlm. 138.
- ↑ Jalali-zadeh, Mabadi wa Istilahat 'Ilm al-Fiqh, 1387 HS, hlm. 221; Emami, Huquq-e Madani, Penerbit Islamiyyeh, jld. 1, hlm. 32.
- ↑ Syahroudi, Mu'jam Fiqh al-Jawahir, 1417 H, jld. 6, hlm. 226; Morovaj, Istilahat-e Fiqhi, 1379 HS, hlm. 572.
- ↑ Syahroudi, Mu'jam Fiqh al-Jawahir, 1417 H, jld. 4, hlm. 245.
- ↑ al-Jawahiri, "al-Munaqashat", jld. 5-6, hlm. 187.
- ↑ Emami, Huquq-e Madani, Penerbit Islamiyyeh, jld. 2, hlm. 190-191.
Catatan
Daftar Pustaka
- Al-Jawahiri, Hasan. "Al-Munaqashat". Dalam jurnal Fiqh Ahl al-Bait as. Qom, Penerbit Muassasah Dairatul Ma'arif Fiqh Islami, tanpa tahun.
- Emami, Sayyid Hasan. Huquq-e Madani (Hukum Sipil). Teheran, Penerbit Islamiyyeh, tanpa tahun.
- Hashemi Syahroudi, Sayyid Mahmoud. Mu'jam Fiqh al-Jawahir. Beirut, Penerbit Al-Ghadir li al-Thiba'ah wa al-Nasyr wa al-Tauzi', cetakan pertama, 1417 H.
- Imam Khomeini, Sayyid Ruhullah. Tahrir al-Wasilah. Qom, Penerbit Muassasah Dar al-Ilm, tanpa tahun.
- Imam Khomeini, Sayyid Ruhullah. Taudhih al-Masail (Muhasya). Qom, Penerbit Daftar-e Entesyarat-e Islami, cetakan kedelapan, 1424 H.
- Jalali-zadeh, Jalal. Mabadi wa Istilahat 'Ilm al-Fiqh (Prinsip dan Istilah Ilmu Fikih). Teheran, Penerbit Ehsan, cetakan pertama, 1387 HS.
- Makarem Syirazi, Nasser. Risaleh Taudhih al-Masail. Qom, Penerbit Madrasah Imam Ali bin Abi Thalib as, cetakan ke-52, 1429 H.
- Mar'i, Husain Abdullah. al-Qamus al-Fiqhi. Beirut, Penerbit Dar al-Mujtaba, 1413 H.
- Montazeri, Husain Ali. Ahkam wa Manasik-e Haj (Hukum dan Manasik Haji). Qom, Penerbit Sayeh, cetakan keempat, 1428 H.
- Morovaj, Husain. Istilahat-e Fiqhi (Istilah-istilah Fikih). Qom, Penerbit Bakhsyayesy, cetakan pertama, 1379 HS.