Konsep:Ibrahim bin Sa'ad bin Ibrahim
| Nama lengkap | Ibrahim bin Sa'ad bin Ibrahim al-Qurasyi al-Zuhri |
|---|---|
| Kunyah | Abu Ishaq al-Madani |
| Gelar | Syaikh al-Syafi'i |
| Tempat tinggal | Madinah, Baghdad |
| Kerabat terkenal | Abdurrahman bin Auf |
| Mazhab | Imamiyah |
| Perawi dari Ma'shum | Imam Shadiq as |
| Guru-guru | Sa'ad bin Ibrahim, Muhammad bin Ishaq |
| Para perawi darinya | Ahmad bin Hanbal |
| Kredibilitas | Diperselisihkan |
| Topik riwayat | Hukum dan Maghazi |
| Karya | Nuskhat Ibrahim |
Ibrahim bin Sa'ad bin Ibrahim (bahasa Arab: ابراهیم بن سعد بن ابراهیم) adalah salah satu dari murid Imam Shadiq as, Fakih, dan Muhaddits terkenal di Madinah dan Baghdad. Ia berhijrah dari Madinah ke Baghdad dan dihormati oleh Harun al-Rasyid. Selain diangkat menjadi hakim (qadhi), ia juga menjadi pengelola Baitul Mal kota tersebut.
Ahlusunnah menganggap Ibrahim memiliki banyak riwayat; karena jumlah riwayat yang ada dalam ingatannya disebutkan lebih dari 17 ribu hadis. Riwayat-riwayatnya juga terdapat dalam kitab-kitab Kutubus Sittah. Ia dianggap sebagai murid ayahnya, Sa'ad, dan Hisyam bin Urwah, serta orang-orang seperti Ahmad bin Hanbal dan Abu Dawud al-Thayalisi disebut sebagai murid-muridnya.
Terdapat perbedaan pendapat mengenai mazhabnya. Beberapa ahli Rijal, dengan memperhatikan zhahir ucapan Syekh Thusi, menganggapnya bermazhab Imamiyah, sementara yang lain menganggap diamnya ulama Ahlusunah tentang dirinya sebagai bukti bahwa ia Sunni. Kurangnya informasi tentang kehidupannya menyebabkan beberapa ulama Ilmu Rijal Syiah menganggapnya sebagai orang yang majhul (tidak dikenal) atau tidak berkomentar tentang ketsiqahannya; sementara ulama Ahlusunah menganggapnya tsiqah dan dapat dipercaya.
Pengenalan Singkat
Ibrahim bin Sa'ad bin Ibrahim al-Qurasyi, yang juga disebut Ibrahim bin Sa'ad al-Zuhri,[1] adalah salah satu sahabat Imam Shadiq as,[2] salah satu fakih,[3] dan Muhaddits terkenal di kota Madinah,[4] di mana ulama besar dari tiga kota Kufah, Basrah, dan Baghdad disebut sebagai pengikutnya.[5]
Nasabnya sampai kepada Abdurrahman bin Auf, salah satu sahabat besar Nabi saw;[6] oleh karena itu ia juga diberi julukan 'Aufi[7] dan karena kakeknya Abdurrahman bin Auf berasal dari Bani Zuhrah, ia juga dikenal sebagai Zuhri.[8] Kuniyah Ibrahim adalah Abu Ishaq[9] al-Madani[10] atau al-Madini.[11] Ia juga disebut sebagai Syaikh al-Syafi'i.[12] Mengenai ciri fisiknya, dikatakan bahwa ia adalah orang yang berkulit hitam.[13]
Ibrahim lahir pada tahun 108 H[14] atau 110 H.[15] Ia dianggap sebagai Tabi'ut Tabi'in,[16] ulama, mutakallim, dan penghafal Al-Qur'an[17] yang tinggal di Baghdad.[18] Ia memegang jabatan peradilan dan penyampaian Hadis seperti ayahnya[19] di Madinah,[20] namun setelah beberapa waktu ia pergi ke Baghdad dan dihormati oleh Khalifah Abbasiyah Harun al-Rasyid,[21] diangkat menjadi hakim,[22] menjadi pengelola Baitul Mal kota,[23] dan tinggal di kota tersebut hingga akhir hayatnya.[24] Ibnu 'Asakir penulis kitab Tarikh Madinah Dimasyq meneliti kemungkinan lain mengenai kesamaan nama ini dengan orang lain bernama Abu Mikhnaf, Luth bin Yahya.[25]
Zirikli, penulis kitab Al-A’lam, berpendapat bahwa Ibrahim juga merupakan seorang musisi.[26] Disebutkan pula adanya laporan mengenai pengetahuannya dalam bidang musik (ghina).[27] Dinyatakan bahwa Ibrahim memandang sama' sebagai sesuatu yang Halal dan bahkan bernyanyi sambil memainkan alat musik oud.[28]
Wafatnya disebutkan pada tahun 183 H,[29] 184 H,[30] atau 185 H[31] di kota Madinah[32] atau Baghdad[33] pada usia 75 tahun.[34] Khathib Baghdadi berpendapat bahwa ia pergi ke Baghdad pada tahun 184 H dan meninggal pada tahun yang sama.[35]
Sebuah karya Ibrahim bin Sa'ad setebal dua puluh halaman masih ada yang dikenal sebagai Nuskhat Ibrahim[36] dan telah diterbitkan oleh beberapa penerbit.[37]
Perawi Hadis
Kalangan Ahlusunah menilai bahwa Ibrahim bin Sa'ad merupakan seorang periwayat hadis yang memiliki jumlah riwayat sangat banyak.[38] Namanya tercantum dalam rantai sanad berbagai kitab utama seperti Kutubus Sittah, termasuk Shahih al-Bukhari,[39] Shahih Muslim,[40] Sunan Ibnu Majah,[41] Sunan at-Tirmidzi,[42] dan Sunan Nasa’i.[43]
Diriwayatkan bahwa ia menghafal lebih dari 17 ribu Hadis[44] dalam bidang hukum.[45] Sebagian ulama bahkan menyebut bahwa hafalannya melebihi seluruh penduduk Madinah.[46] Jumlah tersebut tidak termasuk riwayat-riwayat yang ia kuasai dalam bidang sejarah dan peperangan (Maghazi),[47] sehingga ia juga dikenal sebagai penghafal kisah-kisah dan maghazi.[48] Ia meriwayatkan maghazi dari Muhammad bin Ishaq al-Waqidi.[49]
Guru dan Murid
Ibrahim meriwayatkan hadis dari ayahnya, Sa'ad, serta dari sejumlah tokoh terkemuka seperti Hisyam bin 'Urwah,[50] Muhammad bin Ishaq,[51] Shalih bin Kaisan, Al-Zuhri, dan beberapa ulama lainnya.[52]
Sementara itu, sejumlah perawi ternama seperti Abu Dawud al-Thayalisi, Ahmad bin Hanbal,[53] Yazid bin al-Hadd, Muhammad bin al-Shabbah, al-Walid bin Katsir, dan tokoh lain diketahui meriwayatkan hadis dari Ibrahim.[54]
Mazhab dan Validitas
Abdullah Mamaqani dari ulama Rijal Syiah, dengan memperhatikan zhahir ucapan Syekh Thusi, menganggap Ibrahim bin Sa'ad bermazhab Imamiyah[55] dan bahkan sebagian memperkenalkannya sebagai Imamiyah yang terpuji.[56] Penulis Qamus al-Rijal menganggapnya bermazhab Sunni; karena menurut keyakinannya, Rijal yang disebutkan dalam kitab Syekh Thusi bersifat umum dan mencakup semua sahabat para Imam dari berbagai mazhab.[57] Menurutnya, diamnya ulama Ahlusunah tentang dirinya dan tidak menuduhnya Syiah adalah bukti bahwa ia Sunni.[58]
Sayid Muhsin Amin berpendapat bahwa kesyiahannya tidak pasti[59] dan penyebutan namanya dalam bukunya A'yan al-Syi'ah karena ulama Syiah menganggap kemungkinannya menjadi Syiah sangat besar.[60] Mirza Abu al-Qasim Naraqi penulis kitab Sya'b al-Maqal dengan merujuk pada ucapan Ibnu Hajar mengenai ketsiqahan Ibrahim, meyakini bahwa kesaksian Ibnu Hajar tidak memiliki validitas bagi Syiah.[61]
Kurangnya informasi tentang kehidupannya menyebabkan beberapa ulama Ilmu Rijal Syiah menganggapnya sebagai orang yang majhul (tidak dikenal)[62] atau tidak berkomentar mengenai ketsiqahannya dan hanya menyebutkan bahwa ia berguru kepada Imam Shadiq as.[63]
Ahlusunah menganggap Ibrahim bin Sa'ad tsiqah;[64] sedemikian rupa sehingga dalam beberapa laporan ia dianggap sebagai ulama tsiqah dan dapat dipercaya[65] dan mereka memiliki kepercayaan penuh padanya dalam penukilan Hadis.[66]
Catatan Kaki
- ↑ Abu Makhramah, Qiladah al-Nahr, 1428 H, jld. 2, hlm. 285.
- ↑ Thusi, Rijal al-Thusi, 1373 HS, hlm. 156.
- ↑ Ibnu al-Imad al-Hanbali, Syadzarah al-Dzahab, 1406 H, jld. 2, hlm. 380.
- ↑ Sezgin, Tarikh al-Turats al-Arabi, 1412 H, Bagian 1, jld. 1, hlm. 176.
- ↑ Ibnu al-Imad al-Hanbali, Syadzarah al-Dzahab, 1406 H, jld. 2, hlm. 380.
- ↑ Bandaniji Qadiri, Jami' al-Anwar, 1422 H, hlm. 179.
- ↑ Syabestari, Al-Faiq, 1418 H, jld. 1, hlm. 41.
- ↑ Syusytari, Qamus al-Rijal, 1410 H, jld. 1, hlm. 187.
- ↑ Nawawi, Tahdzib al-Asma wa al-Lughat, 1430 H, hlm. 77; Bandaniji Qadiri, Jami' al-Anwar, 1422 H, hlm. 179.
- ↑ Husaini, Al-Tadzkirah bi Ma'rifah Rijal al-Kutub al-'Asyarah, 1418 H, jld. 1, hlm. 19; Tafresyi, Naqd al-Rijal, 1377 HS, jld. 1, hlm. 62.
- ↑ Abu Makhramah, Qiladah al-Nahr, 1428 H, jld. 2, hlm. 285.
- ↑ Nawawi, Tahdzib al-Asma wa al-Lughat, 1430 H, hlm. 77.
- ↑ Shafadi, Al-Wafi bi al-Wafayat, 1401 H, jld. 5, hlm. 352.
- ↑ Bandaniji Qadiri, Jami' al-Anwar, 1422 H, hlm. 179; Amin, A'yan al-Syi'ah, 1403 H, jld. 2, hlm. 139.
- ↑ Abu Makhramah, Qiladah al-Nahr, 1428 H, jld. 2, hlm. 285.
- ↑ Nawawi, Tahdzib al-Asma wa al-Lughat, 1430 H, hlm. 77–78.
- ↑ Syabestari, Al-Faiq, 1418 H, jld. 1, hlm. 41.
- ↑ Amin, A'yan al-Syi'ah, 1403 H, jld. 2, hlm. 139; Nawawi, Tahdzib al-Asma wa al-Lughat, 1430 H, hlm. 77.
- ↑ Shafadi, Al-Wafi bi al-Wafayat, 1401 H, jld. 5, hlm. 352.
- ↑ Ibnu al-Imad al-Hanbali, Syadzarah al-Dzahab, 1406 H, jld. 2, hlm. 380; Syabestari, Al-Faiq, 1418 H, jld. 1, hlm. 41.
- ↑ Khathib Baghdadi, Tarikh Baghdad, 1417 H, jld. 6, hlm. 82; Shafadi, Al-Wafi bi al-Wafayat, 1401 H, jld. 5, hlm. 352.
- ↑ Syabestari, Al-Faiq, 1418 H, jld. 1, hlm. 41.
- ↑ Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 7, hlm. 234; Nawawi, Tahdzib al-Asma wa al-Lughat, 1430 H, hlm. 78; Syabestari, Al-Faiq, 1418 H, jld. 1, hlm. 41.
- ↑ Qumi, Al-Kuna wa al-Alqab, 1429 H, hlm. 295.
- ↑ Ibnu 'Asakir, Tarikh Madinah Dimasyq, 1415 H, jld. 6, hlm. 399.
- ↑ Zirikli, Al-A’lam, 1989 M, jld. 1, hlm. 40.
- ↑ Khathib Baghdadi, Tarikh Baghdad, 1417 H, jld. 6, hlm. 82; Shafadi, Al-Wafi bi al-Wafayat, 1401 H, jld. 5, hlm. 352.
- ↑ Zirikli, Al-A’lam, 1989 M, jld. 1, hlm. 40.
- ↑ Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 5, hlm. 475, jld. 7, hlm. 234; Bandaniji Qadiri, Jami' al-Anwar, 1422 H, hlm. 179; Shafadi, Al-Wafi bi al-Wafayat, 1401 H, jld. 5, hlm. 353.
- ↑ Dzahabi, Al-I'lam bi Wafayat al-A'lam, 1413 H, jld. 1, hlm. 117; Nawawi, Tahdzib al-Asma wa al-Lughat, 1430 H, hlm. 78; Ibnu al-Imad al-Hanbali, Syadzarah al-Dzahab, 1406 H, jld. 2, hlm. 380.
- ↑ Qumi, Al-Kuna wa al-Alqab, Maktabah al-Shadr, jld. 2, hlm. 302; Astarabadi, Manhaj al-Maqal, 1422 H, jld. 1, hlm. 279.
- ↑ Abu Makhramah, Qiladah al-Nahr, 1428 H, jld. 2, hlm. 285.
- ↑ Bandaniji Qadiri, Jami' al-Anwar, 1422 H, hlm. 179.
- ↑ Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 5, hlm. 475; Ibnu al-Imad al-Hanbali, Syadzarah al-Dzahab, 1406 H, jld. 2, hlm. 380; Nawawi, Tahdzib al-Asma wa al-Lughat, 1430 H, hlm. 78.
- ↑ Khathib Baghdadi, Tarikh Baghdad, 1417 H, jld. 6, hlm. 82.
- ↑ Zirikli, Al-A'lam, 1989 M, jld. 1, hlm. 40.
- ↑ Khalaf, Istidrakat 'ala Tarikh al-Turats al-Arabi li Fuat Sezgin fi Ilm al-Hadits, 1421 H, hlm. 85.
- ↑ Ibnu Sa’ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 7, hlm. 234; Nawawi, Tahdzib al-Asma wa al-Lughat, 1430 H, hlm. 78.
- ↑ Bukhari, Shahih al-Bukhari, 1410 H, jld. 1, hlm. 7; jld. 7, hlm. 61.
- ↑ Muslim, Shahih Muslim, 1412 H, jld. 3, hlm. 1343.
- ↑ Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, 1418 H, jld. 1, hlm. 50.
- ↑ Tirmidzi, Sunan at-Tirmidzi, 1419 H, jld. 4, hlm. 541.
- ↑ Nasa’i, Sunan Nasa’i, Amman, jld. 1, hlm. 100, hadis 254; jld. 4, hlm. 73, hadis 217.
- ↑ Bandaniji Qadiri, Jami’ al-Anwar’', 1422 H, hlm. 179.
- ↑ Dzahabi, Tarikh al-Islam, 1413 H, jld. 12, hlm. 52; Husaini, Al-Tadzkirah bi Ma’rifah Rijal al-Kutub al-'Asyarah, 1418 H, jld. 1, hlm. 19.
- ↑ Husaini, Al-Tadzkirah bi Ma’rifah Rijal al-Kutub al-'Asyarah, 1418 H, jld. 1, hlm. 19.
- ↑ Syusytari, Qamus al-Rijal, 1410 H, jld. 1, hlm. 188, mengutip dari Mizan Dzahabi.
- ↑ Bandaniji Qadiri, Jami’ al-Anwar, 1422 H, hlm. 179.
- ↑ Ibnu Sa’ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 5, hlm. 475.
- ↑ Bandaniji Qadiri, Jami' al-Anwar, 1422 H, hlm. 179.
- ↑ Nawawi, Tahdzib al-Asma wa al-Lughat, 1430 H, hlm. 78.
- ↑ Ibnu Sa'ad, Al-Thabaqat al-Kubra, 1410 H, jld. 5, hlm. 475; Abu Makhramah, Qiladah al-Nahr, 1428 H, jld. 2, hlm. 285.
- ↑ Ibnu al-Imad al-Hanbali, Syadzarah al-Dzahab, 1406 H, jld. 2, hlm. 380; Amin, A'yan al-Syi'ah, 1403 H, jld. 2, hlm. 139.
- ↑ Abu Makhramah, Qiladah al-Nahr, 1428 H, jld. 2, hlm. 285.
- ↑ Mamaqani, Tanqih al-Maqal, 1431 H, jld. 4, hlm. 19.
- ↑ Syabestari, Al-Faiq, 1418 H, jld. 1, hlm. 41.
- ↑ Syusytari, Qamus al-Rijal, 1410 H, jld. 1, hlm. 187.
- ↑ Syusytari, Qamus al-Rijal, 1410 H, jld. 1, hlm. 187–188.
- ↑ Amin, A'yan al-Syi'ah, 1403 H, jld. 2, hlm. 139.
- ↑ Amin, A'yan al-Syi'ah, 1403 H, jld. 2, hlm. 139.
- ↑ Naraqi, Sya'b al-Maqal, 1422 H, hlm. 158.
- ↑ Murtadha, Zubdah al-Maqal min Mu'jam al-Rijal, 1426 H, jld. 1, hlm. 68.
- ↑ Khoei, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1413 H, jld. 1, hlm. 205; Nuri, Mustadrak al-Wasa'il, 1408 H, jld. 25, hlm. 120; Naraqi, Sya'b al-Maqal, 1422 H, hlm. 157; Tafresyi, Naqd al-Rijal, 1377 HS, jld. 1, hlm. 62; Namazi Syahrudi, Mustadrakat Ilm Rijal al-Hadits, 1414 H, jld. 1, hlm. 149.
- ↑ Husaini, Al-Tadzkirah bi Ma'rifah Rijal al-Kutub al-'Asyarah, 1418 H, jld. 1, hlm. 19; Ibnu al-Imad al-Hanbali, Syadzarah al-Dzahab, 1406 H, jld. 2, hlm. 380.
- ↑ Shafadi, Al-Wafi bi al-Wafayat, 1401 H, jld. 5, hlm. 352.
- ↑ Ibnu al-Imad al-Hanbali, Syadzarah al-Dzahab, 1406 H, jld. 2, hlm. 380.
Daftar Pustaka
- Abu Makhramah, Abdullah Thayib bin Abdullah. Qiladah al-Nahr fi Wafayat A'yan al-Dahr. Beirut: Dar al-Minhaj, 1428 H.
- Amin, Muhsin. A'yan al-Syi'ah. Beirut: Dar al-Ta'aruf li al-Mathbu'at, 1403 H.
- Astarabadi, Muhammad bin Ali. Manhaj al-Maqal fi Tahqiq Ahwal al-Rijal. Qom: Muassasah Aal al-Bayt as li Ihya al-Turats, 1422 H.
- Bandaniji Qadiri, Isa Shafauddin. Jami' al-Anwar fi Manaqib al-Akhyar. Beirut: Al-Dar al-Arabiyah lil-Mausu'at, 1422 H.
- Bukhari, Muhammad bin Ismail. Shahih al-Bukhari. Kairo: Wizarah al-Awqaf, cetakan kedua, 1410 H.
- Dzahabi, Muhammad bin Ahmad. Al-I'lam bi Wafayat al-A'lam. Beirut: Muassasah al-Kutub al-Tsaqafiyah, 1413 H.
- Dzahabi, Muhammad bin Ahmad. Tarikh al-Islam wa Wafayat al-Masyahir wa al-A'lam. Tahkik: Umar Abdussalam Tadmuri. Beirut: Dar al-Kitab al-Arabi, cetakan kedua, 1413 H.
- Husaini, Muhammad bin Ali. Al-Tadzkirah bi Ma'rifah Rijal al-Kutub al-'Asyarah. Kairo: Maktabah al-Khanji, 1418 H.
- Ibnu al-Imad al-Hanbali, Abu al-Falah Abdul Hayy bin Ahmad al-'Ukari. Syadzarah al-Dzahab fi Akhbar man Dzahab. Tahkik: Al-Arnauth. Beirut: Dar Ibnu Katsir, 1406 H.
- Ibnu 'Asakir, Ali bin Hasan. Tarikh Madinah Dimasyq wa Dzikr Fadhliha wa Tasmiyah Man Hallaha min al-Amatsil aw Ijtaza bi Nawahiha min Waridiha wa Ahliha. Beirut: Dar al-Fikr, 1415 H.
- Ibnu Majah, Muhammad bin Yazid al-Qazwini. Sunan Ibnu Majah. Beirut: Dar al-Jil, 1418 H.
- Ibnu Sa'ad, Muhammad. Al-Thabaqat al-Kubra. Tahkik: Muhammad Abdul Qadir Atha. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1410 H.
- Khalaf, Najm Abdurrahman. Istidrakat 'ala Tarikh al-Turats al-Arabi li Fuat Sezgin fi Ilm al-Hadits. Beirut: Dar al-Basyair al-Islamiyah, 1421 H.
- Khathib Baghdadi, Ahmad bin Ali. Tarikh Baghdad. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1417 H.
- Khoei, Abu al-Qasim. Mu'jam Rijal al-Hadits wa Tafshil Thabaqat al-Ruwat. Tanpa penerbit, tanpa tempat, cetakan kelima, 1413 H.
- Mamaqani, Abdullah. Tanqih al-Maqal fi Ilm al-Rijal. Qom: Muassasah Aal al-Bayt as li Ihya al-Turats, 1431 H.
- Murtadha, Bassam. Zubdah al-Maqal min Mu'jam al-Rijal. Beirut: Dar al-Mahajjah al-Baidha', 1426 H.
- Muslim bin Hajjaj. Shahih Muslim. Kairo: Dar al-Hadits, 1412 H.
- Namazi Syahrudi, Ali. Mustadrakat Ilm Rijal al-Hadits. Teheran: Anak Penulis, 1414 H.
- Naraqi, Abu al-Qasim bin Muhammad. Sya'b al-Maqal fi Darajat al-Rijal. Qom: Kongres Peringatan Peneliti Mullah Mahdi dan Mullah Ahmad Naraqi, cetakan kedua, 1422 H.
- Nasa'i, Ahmad bin Ali. Al-Mujtaba min al-Sunan (Al-Masyhur bi Sunan al-Nasa'i). Amman: Bait al-Afkar al-Dauliyah, tanpa tahun.
- Nawawi, Yahya bin Syaraf. Tahdzib al-Asma wa al-Lughat. Damaskus: Dar al-Risalah al-Alamiyah, 1430 H.
- Nuri, Husain bin Muhammad Taqi. Mustadrak al-Wasa'il wa Mustanbath al-Masa'il. Qom: Muassasah Aal al-Bayt as, 1408 H.
- Qumi, Abbas. Al-Kuna wa al-Alqab. Qom: Muassasah al-Nasyr al-Islami, cetakan kedua, 1429 H.
- Sezgin, Fuat. Tarikh al-Turats al-Arabi. Qom: Perpustakaan Umum Ayatullah al-Uzhma Mar'asyi Najafi (ra), cetakan kedua, 1412 H.
- Shafadi, Khalil bin Aibak. Al-Wafi bi al-Wafayat. Beirut: Dar al-Nasyr, cetakan kedua, 1401 H.
- Syabestari, Abdul Husain. Al-Faiq fi Ruwat wa Ashab al-Imam al-Shadiq as. Qom: Muassasah al-Nasyr al-Islami, 1418 H.
- Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. Rijal al-Thusi. Qom: Muassasah al-Nasyr al-Islami, cetakan ketiga, 1373 HS.
- Syusytari, Muhammad Taqi. Qamus al-Rijal. Qom: Muassasah al-Nasyr al-Islami, cetakan kedua, 1410 H.
- Tafresyi, Mushthafa bin Husain. Naqd al-Rijal. Qom: Muassasah Aal al-Bayt as li Ihya al-Turats, 1377 HS.
- Tirmidzi, Muhammad bin Isa. Al-Jami' al-Shahih wa Huwa Sunan al-Tirmidzi. Kairo: Dar al-Hadits, 1419 H.
- Zirikli, Khairuddin. Al-A'lam Qamus Tarajim li-Asyhar al-Rijal wa al-Nisa min al-'Arab wa al-Musta'ribin wa al-Mustasyriqin. Beirut: Dar al-Ilm li al-Malayin, cetakan kedelapan, 1989 M.