Konsep:Ayat 37 Surah Al-Isra
| Informasi Ayat | |
|---|---|
| Surah | Al-Isra' |
| Ayat | 37 |
| Juz | 15 |
| Informasi Konten | |
| Tempat Turun | Mekkah |
| Tentang | Larangan Sombong (Takabur) |
| Ayat-ayat terkait | Ayat 23 hingga 39 Surah Al-Isra' • Ayat 63 Surah Al-Furqan • Ayat 18 Surah Luqman |
Ayat 37 Surah Al-Isra melarang manusia dari sifat sombong (takabur)[1] dan mengajak kepada kerendahan hati.[2] Berdasarkan ayat 39 surah ini, larangan ini termasuk dari misdak (contoh nyata) hikmah-hikmah Ilahi yang diwahyukan kepada Nabi saw.[3] Allamah Thabathaba'i meyakini bahwa larangan ini berpijak pada sebuah argumentasi akal; karena menganggap diri besar adalah khayalan yang batil bagi manusia, sebab di alam semesta terdapat makhluk-makhluk yang lebih besar dan lebih kuat darinya.[4] Para mufasir menganggap argumentasi ini bersifat kiasan (kinayah);[5] dalam artian bahwa manusia yang sombong tidak dapat membelah bumi dengan langkah kakinya yang kuat, dan tidak pula dapat menyamai tingginya gunung dengan menegakkan lehernya.[6]
| “ | وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا
|
” |
Dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan berlagak sombong, kerana sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembusi bumi, dan engkau tidak akan dapat menyamai setinggi gunung-ganang.
Menurut para mufasir, ayat 37 Surah Al-Isra' menunjukkan bahwa ketika manusia melihat dirinya sebagai makhluk yang kecil dan tak berarti,[7] ia akan menjadi rendah hati.[8] Ayat ini juga mengingatkan manusia bahwa kekayaan, kemuliaan, dan kekuasaan pada hakikatnya adalah hal-hal imajiner yang tidak memiliki realitas eksternal.[9] Sebagian mufasir dengan bersandar pada ayat 63 Surah Al-Furqan dan ayat 18 Surah Luqman[10] menafsirkan cara berjalan di muka bumi sebagai tanda kerendahan hati atau kesombongan.[11] Selain itu, dalam sebagian riwayat, bergerak di jalan ketaatan Ilahi disebutkan sebagai misdak dari berjalan dengan rendah hati.[12]
Catatan Kaki
- ↑ Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 6, hlm. 641; Thabathaba'i, Al-Mizan, 1393 H, jld. 13, hlm. 96; Makarim Syirazi, Tafsir Namuneh, 1374 HS, jld. 12, hlm. 121.
- ↑ Mughniyah, At-Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 5, hlm. 45.
- ↑ Fadhlullah, Min Wahyi al-Qur'an, 1419 H, jld. 14, hlm. 124.
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1393 H, jld. 13, hlm. 97.
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1393 H, jld. 13, hlm. 97; Mughniyah, At-Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 5, hlm. 45.
- ↑ Abul Futuh Razi, Raudh al-Jinan, 1408 H, jld. 12, hlm. 199; Thabathaba'i, Al-Mizan, 1393 H, jld. 13, hlm. 97.
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1393 H, jld. 13, hlm. 97.
- ↑ Mudarrisi, Min Huda al-Qur'an, 1419 H, jld. 13, hlm. 246.
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1393 H, jld. 13, hlm. 97.
- ↑ Sebagai contoh lihat: Makarim Syirazi, Walatarin Bandegan, 1383 HS, hlm. 57-58.
- ↑ Makarim Syirazi, Walatarin Bandegan, 1383 HS, hlm. 56; Subhani, Simay-e Ensan-e Kamel dar Qur'an, 1377 HS, hlm. 243.
- ↑ Faidh Kasyani, Tafsir ash-Shafi, 1415 H, jld. 3, hlm. 193.
Daftar Pustaka
- Abul Futuh Razi, Husain bin Ali. Raudh al-Jinan wa Ruh al-Jinan fi Tafsir al-Qur'an. Tahkik: Muhammad Ja'far Yahaqqi dan Muhammad Mahdi Nashih, Masyhad, Bonyad-e Pajuhesy-haye Eslami Astan Quds Razavi, 1408 H.
- Fadhlullah, Sayid Muhammad Husain. Min Wahyi al-Qur'an. Beirut, Dar al-Malak, 1419 H.
- Faidh Kasyani, Muhammad bin Syah Murtadha. Tafsir ash-Shafi. Teheran, Maktabah ash-Shadr, 1415 H/1373 HS.
- Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir Namuneh. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1374 HS.
- Makarim Syirazi, Nashir. Walatarin Bandegan. Penyusun: J. Farazmand, Qom, Intisharat-e Nasl-e Javan, 1383 HS.
- Mudarrisi, Sayid Muhammad Taqi. Min Huda al-Qur'an. Teheran, Dar Muhibbi al-Husain, 1419 H.
- Mughniyah, Muhammad Jawad. At-Tafsir al-Kasyif. Qom, Dar al-Kitab al-Islami, 1424 H.
- Subhani, Ja'far. Simay-e Ensan-e Kamel dar Qur'an (Tafsir Sureh Furqan). Qom, Markaz-e Intisharat-e Daftar-e Tablighat-e Eslami Hauzah Ilmiah Qom, 1377 HS.
- Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Tahkik: Sayid Hasyim Rasuli Mahallati dan Sayid Fadhlullah Yazdi Thabathaba'i, Teheran, Intisharat-e Nashir Khusro, 1372 HS.
- Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Muassasah al-A'lami lil-Mathbu'at, 1392 H.