Lompat ke isi

Konsep:Jaringan Al Mayadeen

Dari wikishia
Jaringan Al Mayadeen

Jaringan Al Mayadeen (bahasa Arab:قَناةُ المَیادین) adalah sebuah jaringan televisi dan satelit yang bermarkas di Beirut dan memiliki kantor perwakilan di sejumlah kota di dunia Islam. Jaringan ini didirikan pada tahun 2012, pasca gelombang Kebangkitan Islam di negara-negara Islam, dengan tujuan meliput berita Poros Perlawanan di wilayah Timur Tengah. Pendirinya adalah Ghassan bin Jiddo, seorang anggota yang mengundurkan diri dari jaringan Al Jazeera. Dengan pendekatan profesional, Al Mayadeen berhasil mengukuhkan posisinya sebagai salah satu jaringan berita terkemuka di dunia Arab dan menjadi pesaing bagi media-media besar lainnya di kawasan tersebut.
Karena liputan beritanya mengenai Poros Perlawanan dan produksi film dokumenter televisi, jaringan ini berkali-kali menghadapi penentangan dari media-media musuh, dan siarannya melalui satelit juga sempat dihentikan.

Kedudukan dan Pentingnya Media

Al Mayadeen adalah jaringan berita dan televisi yang berpusat di kota Beirut, ibu kota Lebanon.[1] Jaringan ini menyusun kebijakannya berdasarkan Poros Perlawanan di Timur Tengah, dan pendekatan serta orientasi utamanya sejalan dengan front perlawanan dan aspirasi masyarakat kawasan tersebut.[2] Jaringan Al Mayadeen sepenuhnya independen dan dikelola dengan investasi non-pemerintah.[3] Disebutkan bahwa jaringan ini merupakan salah satu jaringan terpopuler di dunia Arab yang memiliki kantor perwakilan di kota-kota seperti Teheran, Washington, Ankara, Beijing, Baghdad, Kabul, Kairo, dan Tunis.[4]

Jaringan Al Mayadeen, tanpa terpengaruh oleh kekuatan dan pengaruh Arab Saudi terhadap media berita, berupaya untuk merefleksikan berita Timur Tengah dan dunia Arab secara realistis.[5] Selain itu, dengan pendekatan profesional dalam manajemen, staf eksekutif, dan teknik pemberitaan, jaringan ini mampu menjelaskan dan memaparkan berita serta perkembangan dunia kepada audiensnya, serta menjadi pesaing bagi jaringan terkemuka dunia lainnya seperti BBC, Al Arabiya, dan Al Jazeera.[6]

Sejarah Pendirian

Ghassan bin Jiddo, pendiri dan direktur Jaringan Al Mayadeen

Jaringan Al Mayadeen memulai kegiatannya pada 11 Juni 2012 di bawah manajemen Ghassan bin Jiddo (lahir 1962), seorang jurnalis keturunan Tunisia-Lebanon.[7] Ghassan bin Jiddo adalah salah satu koresponden jaringan Al Jazeera yang mengundurkan diri karena menilai Al Jazeera telah keluar dari jalur profesional dan realistis, serta adanya perbedaan pandangan terkait gerakan protes di Suriah dan Bahrain.[8]

Alasan Penamaan

Mengenai penamaan jaringan ini dengan "Al Mayadeen", disebutkan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada dua alasan:

  • "Mayadeen" adalah bentuk jamak dari "Maydan" (Medan/Lapangan), yang berkaitan dengan lapangan-lapangan seperti Tahrir, Taghyeer, Al-Lu'lu', dan lapangan lainnya tempat masyarakat di negara-negara Arab berkumpul dan terjadinya Kebangkitan Islam.
  • Al Mayadeen merupakan gabungan dari "Alif Lam Mim Ya Din" dan memiliki konotasi Islami.[9]

Slogan Jaringan

Slogan jaringan Al Mayadeen adalah "Al-Waqi' kama Huwa" yang berarti "Kenyataan sebagaimana adanya". Menurut Kepala Kantor Berita Al Mayadeen di Teheran, slogan ini diambil dari hadis Nabi Muhammad saw: "Allahumma arinil asyya'a kama hiya" (Terjemahan: Ya Allah! Tunjukkanlah kepadaku hakikat segala sesuatu sebagaimana adanya).[10]

Produksi Dokumenter Televisi

Wawancara Ghassan bin Jiddo, Direktur Jaringan Al Mayadeen, dengan Sayid Hasan Nasrullah, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon waktu itu

Selain memproduksi berita kawasan dan Poros Perlawanan, jaringan Al Mayadeen juga membuat film dokumenter dan program televisi tentang tokoh-tokoh Poros Perlawanan. Dokumenter berdurasi 50 menit berjudul "Nasrullah di Mata Musuh" tentang Sayid Hasan Nasrullah[11] dan 4 dokumenter tentang Qasim Sulaimani dengan judul "72 Jam" (72 Sa'at), "Prajurit Qasim Sulaimani" (Sarbaz Qasem Soleimani), "Qasim yang Kita Rindukan" (Qasemi ke Del-e-man Barayas Tang Misjavad), dan "Syahid Al-Quds" (Syahid-e Quds) adalah beberapa produksi dari jaringan ini.[12]

Pemutusan Siaran Satelit

Masa pembentukan Al Mayadeen bertepatan dengan dimulainya gerakan protes di Timur Tengah dan beberapa negara Afrika, namun seiring dengan dimulainya perang Suriah melawan ISIS, jaringan ini dikenal sebagai media Poros Perlawanan.[13] Hal ini memicu penentangan dari musuh-musuh front perlawanan, dan beberapa negara seperti Arab Saudi mulai melawannya dan mencegah penyiarannya melalui satelit Nilesat dan Arabsat.[14]

Arab Saudi mengaitkan alasan tindakan ini dengan kritik salah satu tamu jaringan tersebut terhadap mismanajemen negara itu dalam peristiwa Tragedi Mina tahun 2015, dan dengan bantuan negara-negara Barat, mereka memblokir akun Facebook jaringan ini. Arab Saudi juga memaksa Mesir untuk memutus siaran jaringan Al Mayadeen dengan membayar suap.[15]

Catatan Kaki

  1. Hakim; Muhammadpur, Barresi-ye Moghayese-i Pusyesy-e Khabari-ye Bohran-e Suriye dar Sayt-haye Syabake-ye Khabari-ye Al-Jazeera va Al-Mayadeen (Studi Komparatif Liputan Berita Krisis Suriah di Situs Jaringan Berita Al Jazeera dan Al Mayadeen), hlm. 57.
  2. "Jaygah-e Syabake-ye Al-Mayadeen va Negah-e Bazigaran-e Arabi be An" (Posisi Jaringan Al Mayadeen dan Pandangan Aktor Arab Terhadapnya), Kantor Berita IRNA.
  3. "Aghaz be Kar-e Syabake-ye Al-Mayadeen ba Hozur-e Jodasydegan-e Al-Jazeera" (Peluncuran Jaringan "Al Mayadeen" dengan Kehadiran Mantan Anggota "Al Jazeera"), Situs Berita Asr Iran.
  4. Hakim; Muhammadpur, Barresi-ye Moghayese-i Pusyesy-e Khabari-ye Bohran-e Suriye dar Sayt-haye Syabake-ye Khabari-ye Al-Jazeera va Al-Mayadeen (Studi Komparatif Liputan Berita Krisis Suriah di Situs Jaringan Berita Al Jazeera dan Al Mayadeen), hlm. 57; "Syabake-ye Khabari-ye «Al-Mayadeen» Rah-andazi Syod" (Jaringan Berita "Al Mayadeen" Diluncurkan), Portal Berita Entekhab.
  5. "Jaygah-e Syabake-ye Al-Mayadeen va Negah-e Bazigaran-e Arabi be An" (Posisi Jaringan Al Mayadeen dan Pandangan Aktor Arab Terhadapnya), Kantor Berita IRNA.
  6. Kazemzadeh, Barkhord-e Ideolozhik dar Ghat'-e Rasane-haye Moghavemat (Bentrokan Ideologis dalam Pemutusan Media Perlawanan), hlm. 164.
  7. Hakim; Muhammadpur, Barresi-ye Moghayese-i Pusyesy-e Khabari-ye Bohran-e Suriye dar Sayt-haye Syabake-ye Khabari-ye Al-Jazeera va Al-Mayadeen (Studi Komparatif Liputan Berita Krisis Suriah di Situs Jaringan Berita Al Jazeera dan Al Mayadeen), hlm. 57; "Aghaz be Kar-e Syabake-ye Al-Mayadeen ba Hozur-e Jodasydegan-e Al-Jazeera" (Peluncuran Jaringan "Al Mayadeen" dengan Kehadiran Mantan Anggota "Al Jazeera"), Situs Berita Asr Iran.
  8. Abu Lahia, Suriyah wa al-Harb al-Kauniyah, 1439 H, hlm. 333; "Jaygah-e Syabake-ye Al-Mayadeen va Negah-e Bazigaran-e Arabi be An" (Posisi Jaringan Al Mayadeen dan Pandangan Aktor Arab Terhadapnya), Kantor Berita IRNA.
  9. "Syabake-ye Khabari-ye «Al-Mayadeen» Rah-andazi Syod" (Jaringan Berita "Al Mayadeen" Diluncurkan), Portal Berita Entekhab.
  10. "Syabake-ye Khabari-ye «Al-Mayadeen» Rah-andazi Syod" (Jaringan Berita "Al Mayadeen" Diluncurkan), Portal Berita Entekhab.
  11. "Mostanad-e Al-Mayadeen ba Onvan-e Nasrullah dar Chesym-e Dosyman" (Dokumenter Al Mayadeen dengan Judul Nasrullah di Mata Musuh), Situs Berita Jahan News.
  12. "Chahar Mostanad-e Syabake-ye Al-Mayadeen Darbare-ye Syahid Soleimani" (Empat Dokumenter Jaringan Al Mayadeen tentang Syahid Soleimani), Kantor Berita IRNA.
  13. Kazemzadeh, Barkhord-e Ideolozhik dar Ghat'-e Rasane-haye Moghavemat (Bentrokan Ideologis dalam Pemutusan Media Perlawanan), hlm. 165.
  14. Kazemzadeh, Barkhord-e Ideolozhik dar Ghat'-e Rasane-haye Moghavemat (Bentrokan Ideologis dalam Pemutusan Media Perlawanan), hlm. 165.
  15. Kazemzadeh, Barkhord-e Ideolozhik dar Ghat'-e Rasane-haye Moghavemat (Bentrokan Ideologis dalam Pemutusan Media Perlawanan), hlm. 166.

Daftar Pustaka