Serangan Iran ke Israel (bahasa Arab:الهجوم الإيراني على إسرائيل) atau Operasi Wa'ad al-Shadiq (bahasa Arab:الوعد الصادق) adalah operasi militer Republik Islam Iran melawan Israel pada 14 April 2024, sebagai respons atas serangan rezim Zionis terhadap konsulat Iran di Damaskus. Operasi ini dianggap sebagai konfrontasi langsung pertama antara Iran dan Israel, serangan drone terbesar di dunia dan serangan rudal terbesar dalam sejarah Iran. Dalam Operasi Wa'ad Shadiq, lebih dari 300 drone dan rudal ditembakkan dari Iran menuju wilayah pendudukan dan beberapa dari rudal tersebut melewati sistem pertahanan Israel dan mengenai sasaran militer Israel, termasuk pangkalan udara Nevatim.

Serangan Iran ke Israel
Drone-drone Iran di atas kubah Masjid al-Aqsa
Drone-drone Iran di atas kubah Masjid al-Aqsa
Nama LainOperasi Wa'ad al-Shadiq
Dua Belah PihakIran dan Israel
Waktu14 April 2024
TempatPalestina, wilayah yang diduduki Israel
SebabBalasan atas serangan Israel terhadap Konsulat Iran di Suriah
KonsekuensiKerugian terhadap pangkalan udara Israel sekitar 1,08 hingga 1,35 miliar dolar Amerika untuk menghalau drone dan rudal

Para ulama dan berbagai tokoh agama serta politik, termasuk Ayatullah Nashir Makarim Syirazi dan Ayatullah Nuri Hamedani, di antara Marja' Taklid Syiah, bereaksi terhadap operasi ini dan mendukungnya; Tetapi, Amerika dan beberapa negara Eropa mengecamnya.

Perwakilan Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menganggap serangan militer Iran berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB dan sebagai bentuk pembelaan yang sah. Pembuktian Iran sebagai pemilik kekuatan rudal dan drone di kawasan dan dunia serta kemampuan Iran dalam merespons ancaman apa pun adalah salah satu dampak dan konsekuensi dari operasi ini. Beberapa pakar Iran, meskipun sistem pertahanan udara Israel sangat canggih, mereka menganggap sampainya rudal dan drone Iran ke wilayah pendudukan Palestina sebagai demonstrasi kemampuan Iran dan kegagalan rezim Zionis.

Deskripsi Operasi

Operasi ini dilakukan dengan kode "Ya Rasul Allah", dengan meluncurkan puluhan rudal dan pesawat tanpa awak dari Iran ke arah Israel pada akhir 13 April dan awal 14 April 2024 Masehi.[1] Ini dianggap sebagai konfrontasi langsung pertama antara Iran dan Israel.[2] Menurut pejabat militer Israel dalam operasi itu, 185 drone, 110 rudal kendali darat ke darat dan 36 rudal jelajah ditembakkan ke Israel, kebanyakan dari mereka dari Iran dan sejumlah dari Irak dan Yaman.[3] Serangan terhadap Pangkalan Udara Nevatim adalah salah satu target operasi rudal dan pesawat tak berawak Iran sebagai balasan atas serangan Zionis.[4] Menurut Euronews, dalam operasi ini Houthi Yaman, milisi Irak dan Hizbullah Lebanon turut serta membantu Iran, wilayah utara, selatan dan timur wilayah pendudukan serta Dataran Tinggi Golan yang diduduki juga menjadi turut sasaran.[5]

Operasi ini disebut sebagai serangan drone terbesar di dunia, serangan rudal terbesar dalam sejarah Iran[6] dan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.[7]

Apakah Drone Iran Mengenai Sasaran?

Menurut laporan sumber berita, beberapa negara seperti Amerika Serikat, Inggris[8] dan Yordania[9] membantu melacak sejumlah rudal dan pesawat tanpa awak Iran yang menuju ke Israel; namun, menurut laporan-laporan tersebut, sejumlah rudal dan pesawat tanpa awak tersebut mengenai Pangkalan Udara Ramon dan Nevatim di wilayah Palestina yang diduduki.[10] Menurut pejabat Iran, drone yang memasuki operasi 100 persen mengenai target mereka karena tidak satupun dari mereka pergi untuk menghancurkan dan hanya terbang untuk mengalihkan sistem pertahanan Israel sehingga rudal dapat mencapai target dengan pengalihan sistem pertahanan.[11]

Mengapa Iran Menyerang Israel?

 
Serangan Israel terhadap konsulat Iran di Damaskus (1 April 2024) yang berujung pada serangan Iran ke Israel.

Operasi ini dilakukan sebagai respons terhadap serangan Israel terhadap Konsulat Republik Islam Iran di Damaskus pada 1 April 2024.[12] Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran dengan jelas menyatakan bahwa alasan operasi ini adalah Israel melewati garis merah Iran dan menyerang konsulat Iran di Damaskus.[13] Dalam serangan Israel terhadap bangunan konsulat Iran, tujuh anggota Korps Garda Revolusi Islam termasuk Mohammad Reza Zahedi, seorang komandan senior Pasukan Quds gugur sebagai syuhada.[14] Perwakilan Iran di PBB menganggap operasi militer Iran sebagai tindakan yang sah berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB[catatan 1] dan sebagai bentuk pembelaan diri yang sah.[15] Dikatakan bahwa serangan Iran ke Israel terjadi sebagai bentuk kekecewaan dalam upayanya secara diplomatis dan melalui Dewan Keamanan PBB untuk mengutuk serangan terhadap kedutaan Iran di Damaskus dan mencegah terulangnya hal yang sama.[16]

Mengapa Dinamakan Operasi Wa'ad al-Shadiq?

Pasukan Garda Revolusi Islam menyebut operasi ini sebagai "Wa'ad al-Shadiq" dan menganggapnya sebagai bagian dari hukuman atas Israel yang dilakukan berdasarkan persetujuan Dewan Keamanan Nasional Iran dan di bawah pengawasan Komando Umum Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran.[17] Mereka juga melaporkan bahwa Tentara Republik Islam Iran serta Kementerian Pertahanan Republik Islam Iran ikut serta dalam operasi ini.[18] Sebelumnya, Ayatullah Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, telah menjanjikan hukuman bagi rezim Israel[19] dan mengecam tindakan mereka.[20]

Reaksi

 
Demostrasi masyarakat di Hamedan sebagai dukungan Operasi Wa'ad al-Shadiq (15 Apil 2024).[21]

Pada saat yang sama dengan operasi Korps Garda Revolusi Iran, sekelompok orang turun ke jalan di berbagai kota seperti Teheran, Isfahan dan Kerman,[22] serta di Lebanon,[23] Irak[24] dan bersukacita. Pada 14 April, demonstrasi spontanitas diadakan di kota-kota Iran[25] dan di beberapa negara lain[26] Demonstrasi spontanitas juga dilakukan untuk mendukung langkah tersebut. Begitu juga, tagar penghukuman agresor dan hari pembalasan menjadi tren di beberapa media sosial.

Para ulama dan berbagai tokoh mazhab dan politik bereaksi terhadap operasi ini, termasuk Ayatullah Makarim Syirazi salah satu Marja' Taklid, dimana menyebut hal ini sebagai sumber kebahagiaan dan kebanggaan bagi umat Islam.[27] Ayatullah Nuri Hamedani dalam sebuah pesan juga menganggap operasi ini tepat dan perlu untuk didukung.[28]

Reza Ramezani Gilani, Sekretaris Jenderal Lembaga Internasional Ahlulbait as bereaksi terhadap operasi ini dan menilainya sebagai kegagalan besar bagi rezim Zionis.[29] Selain itu, pada laman yang dikaitkan dengan Ahmed bin Hamad al-Khalili, Mufti Agung Kerajaan Oman, di jejaring sosial X, tindakan Iran ini digambarkan sebagai sesuatu yang membahagiakan.[30]

Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa seperti Inggris dan Jerman mengutuk "Operasi Wa'ad al-Shadiq" dalam mendukung Israel.[31] Sekretaris PBB, Rusia, Tiongkok dan beberapa negara Arab juga meminta Iran dan Israel untuk menahan diri.[32]

Konsekuensi

Pembuktian Iran sebagai pemilik kekuatan rudal dan drone di kawasan dan dunia serta kemampuan Iran dalam merespons ancaman apa pun adalah salah satu dampak dan konsekuensi dari operasi ini.[33] Beberapa pakar Iran, terlepas dari sistem pertahanan udara Israel seperti Iron Dome, Flakhan Dawood dan Arrow 3, menganggap kedatangan rudal dan drone Iran ke wilayah pendudukan Palestina sebagai demonstrasi kemampuan militer Iran dan menganggapnya sebagai kekalahan bagi rezim Zionis.[34] Mereka juga menganggap operasi ini menginjak-injak harga diri Zionis.[35] Hossein Alaei, komandan pertama Angkatan Laut IRGC, menganggap serangan Iran ke Israel sebagai pengumuman resmi dan bukan sebuah kejutan dan bangkitnya kekuatan pencegahan Iran.[36]

Setelah serangan drone dan rudal Iran ke Israel, beberapa pejabat Israel menjanjikan pembalasan yang keras dan penuh penyesalan; Janji ini tidak ditepati dengan tidak adanya persetujuan dan dukungan Amerika, sekalipun Amerika adalah pendukung dan sekutu terbesar Israel. Presiden AS Joe Biden, dalam panggilan telepon dengan Perdana Menteri Israel Netanyahu, memperingatkannya agar tidak menanggapi serangan Iran dan menyatakan bahwa jika Israel merespons, ia seharusnya tidak mengharapkan dukungan dari Amerika Serikat.[37] Surat kabar The Guardian, dalam Sebuah laporan dari Menteri Pertahanan Israel saat ini dan mantan Menteri Pertahanan Israel mengutip bahwa tanggapan langsung Israel terhadap Iran masih belum pasti dan Netanyahu belum membuat keputusan resmi mengenai hal itu.[38]Menurut laporan surat kabar yang ditulis oleh Raz Zimmit, seorang peneliti di Institut Studi Keamanan Nasional Israel, Israel menghadapi tiga masalah dalam menanggapi Iran: Balasan keras Iran terhadap tanggapan apa pun dari Israel, kurangnya dukungan Amerika dan keterlibatan Israel dalam perang di Gaza.[39]

Perwakilan Israel di PBB juga menuntut lebih banyak sanksi terhadap Iran dan dimasukkannya Korps Garda Revolusi Islam dalam daftar organisasi teroris.[40] Beberapa sumber telah menyebutkan terkait tekad Amerika Serikat untuk memberikan sanksi baru terhadap Iran.[41]

Menurut laporan Al-Jazeera menukil dari surat kabar Yedioth Ahronoth. Zionis Israel telah menghabiskan sekitar $ 1,08 miliar hingga $ 1,35 miliar untuk melawan drone dan rudal Iran dalam operasi tersebut dan Iran telah menghabiskan sekitar 10 persen dari jumlah itu.[42] Menurut kantor berita TRT (situs resmi badan penyiaran negara Turki), angka $ 1,35 miliar hanyalah biaya mencegat drone dan tidak termasuk biaya menerbangkan puluhan pesawat serta kerusakan yang disebabkan oleh serangan rudal.[43]

Menurut analisis yang diterbitkan oleh surat kabar berbahasa Inggris Guardian, Yordania telah menghadapi situasi yang sulit dan menjadi sasaran kemarahan publik di dalam negeri dan kawasan karena bekerja sama dengan Israel dalam mencegat drone Iran.[44]

Pranala Terkait

Catatan

  1. Tidak ada sesuatu ketentuan dalam Piagam ini yang boleh merugikan hak perseorangan atau bersama untuk membela diri apabila suatu serangan bersenjata terjadi terhadap suatu Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, sampai Dewan Keamanan mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan untuk memelihara perdamaian serta keamanan internasional... (Piagam PBB dan Statuta Mahkamah Internasional, halaman. 39, Pasal. 51)

Catata Kaki

  1. Dahha Farwand-e Pahpad Wa Musyak Be Samt-e Sarzaminha-e Esyghali Syellik Syud. Site IRNA.
  2. Ruyarui-e Mustaqim-e Nezami Ba Israil Ce Ta'siri Bar Zendegi-e Syahrwandan-e Adi-e Iran Mi Guzarad? Site Euro News; Motamedi, "True Promise": Why and how did Iran launch a historic attack on Israel? Site Aljazeera.
  3. New York Times: Israil Dar Hamle-e Iran Ba Taslihati-e Bissyar Picide Wa Pisyrafte Ruberu Syud. Site ISNA.
  4. Awwalin Tashawir-e Mahware Az Khesarat Be Paigah-e Nevatim Dar Pasukh-e Iran. Site ISNA.
  5. Review a scenario how will be the possible response of israel to Iran attacks? Euronews.
  6. Motamedi, "‘True Promise’: Why and how did Iran launch a historic attack on Israel? Al Jazeera Media Network
  7. Pasukh Ihtimali Tel Aviv be Tehran; Aya Niru-ye Hawayi Israil mitawanad Iran ra Zamingir Kunad? Euronews.
  8. Al-Quwwāt al-Amrīkiyyah Wa al-Brīthāniyyah I'taradhat Aktsar Min 100 Musayyarah Īrāniyyah Qabl Wushūlihā Ilā Isrā'īl. Site RT Arabic.
  9. Al-Urdun: I'taradhnā Ajsāman Thā'irah Dakhalat Majālanā al-Jawwī. Site Aljazeera.
  10. ABC News: 9 Musyak-e Iran Be 2 Paigah-e Israil Esabat Kard. Site IRNA.
  11. Musak Haipersonic Iran be Ahdaf Israeli Ishabat kard Khabar Online.
  12. Hamle-e Gustarde-e Musyaki Wa Pahpadha-e Iran Be Israil Aghaz Syud. Site Tasnim.
  13. Sarlasykar Baqiri: Ghunbad-e Ahanin Tawanest Muqabele Qabele Tawajuhi Ba Amaliyatte Ma Dasyte Basyad, site Al-Alam News.
  14. Hamle-e Israil Be Konsulgari-e Iran Dar Suriye Wa Syahadat-e 7 Uzw-e Arsyad-e Sepah (Video+Foto). Site Asiran.
  15. Nemayandegi-e Iran Ba Husydar Be Israil: Eqdam-e Nezami Bar Asas-e Band-e 51 Mansyur-e Sazman-e Melal Bud. Site IRNA.
  16. Husein Alayi:120 Janggande Baraye Muqabele Ba Iran Be Parvaz Daramad Khabar Online.
  17. Dahha Farwand-e Pahpad Wa Musyak Be Samt-e Sarzaminha-e Esyghali Syellik Syud. Site IRNA.
  18. Dahha Farwand-e Pahpad Wa Musyak Be Samt-e Sarzaminha-e Esyghali Syellik Syud. Site IRNA.
  19. Khutbeha-e Namaz-e Id-e Fitr. Site Khamenei.
  20. Payam Dar Pei Syahadat-e Sar Lasykar-e Pasdar Muhammad Reza Zahedi Wa Hamrazmanasy. Site Khamenei.
  21. [1] Hawzah News.
  22. Husyūd Īrāniyyah Tahtafī Bi al-Hujūm 'Alā Isrā'īl. Site Aljazeera.
  23. Lubnaniha Amaliyyat-e Iran Alaih Rezim-e Sahyunisti Ra Jasyn Gereftand. Site Mashregh News.
  24. Syadi-e Mardum-e Iraq Dar Khiyabanha-e Baghdad Az Hamalat-e Musyaki Wa Pahpadi-e Iran Be Israil. Site Aparat.
  25. Sebagai contoh, lihat Ijtima-ye Hauzawiyan dar Hemayat az Amaliyat "Wa'ad al-Shadiq, Hauzah News.
  26. Lihat: Hamiyan-e Amaliyat-e "Wa'de-e SHadiq" Dar Pakistan Be Khiyaban Amadan. Site IRNA.
  27. Payam-e Hazrat-e Ayatullah al-'Udzhma Makarim Syirazi . Site Makarem.
  28. Payam-e Marja'-e Ali Qadr Hazrat-e Ayatullah al-Uzma Nuri Hamedani (Mudda Dzhilluh al-'Ālī) Dar Hemayat Az Pasukh Kubande-e Jumhuri-e Eslami-e Iran Wa Guruha-e Muqawemat Be Tajawuzat-e Rezim-e Sahyunisti. Site Noori Hamedani.
  29. Ayatollah Ramezani: Rezim Shayunisti Ghude Sarathani va Tahdidi baraye Dunya-e Basyari ast / Israel agar Isytibahi kunad, Pasukh-e Iran Sanghintar Khohad bud, AhlulBayt News Agency.
  30. Al-Muftī al-'Ām Li Salthanah 'Ummān: Ar-Radd al-Īrānī 'Alā al-Kiyān as-Shuhyūnī Amrun Yasurru al-Khāthir Haqqan + Photo). Site Abna24.
  31. Iran Israel war in unsc guterres Tehran says it had no choice israel calls for sanctions Euro News
  32. Iran Israel war in unsc guterres Tehran says it had no choice israel calls for sanctions Euro News
  33. Muadelat Mantheqe pas az Wa'de-ye Shadiq. Donya-e Eqtesad.
  34. Muadelat Mantheqe pas az Wa'de-ye Shadiq. Donya-e Eqtesad.
  35. Muadelat Mantheqe pas az Wa'de-ye Shadiq. Donya-e Eqtesad.
  36. Huseini Alai: 120 Janggande-e Pisyrafte Baraye Muqabele Ba Iran Parwaz Daramadan Amma... Site Khabar Online.
  37. Pasukh-e Ehtemali-e Tel Aviv Be Tehran: Aya Niru-e Hawai-e Israil Mitawanad Iran Ra Zamin Gir Kunad? Site Parsi Euronews.
  38. How will Israel respond to Iran’s attack and could it cope with a war? Site The Guardian.
  39. How will Israel respond to Iran’s attack and could it cope with a war? Site The Guardian.
  40. Jangg-e Iran Wa Israil Dar Nesyasyt-e Syura-e Amniyyat. SIte Parsi Euronews.
  41. Shalal adn Lawder, US to hit Iran with new sanctions in "coming days", Yellen says. Site Reuters.
  42. Isrāīl Anfaqat 1,5 Milyār Dūlār Fī Lailah Wāhidah Li Shadd al-Hujūm al-Īrānī. Site Aljazeera.
  43. Asib-e Eqtesadi-e Hamle-e Pahbadi-e Iran Be Israil 1.35 Milyard Dollar Baraward. Site TRT.
  44. Jordan faces difficult balancing act amid row over role in downing Iranian drones. Site The Guardian.

Daftar Pustaka