Konsep:Ekspor Revolusi Islam
Penyebaran Revolusi Islam (bahasa Persia: صدور انقلاب اسلامی) adalah serangkaian kebijakan, tindakan, dan pendekatan Republik Islam Iran yang dilakukan untuk menyebarluaskan cita-cita dan nilai-nilai Revolusi Islam Iran di luar perbatasan negara tersebut. Topik ini telah dikemukakan sejak awal kemenangan Revolusi Islam Iran dan ditekankan dalam beberapa pasal Konstitusi Republik Islam Iran, khususnya Pasal 154.
Penyebaran Revolusi Islam tidak didefinisikan sebagai intervensi militer atau pemaksaan ideologi, melainkan sebagai promosi wacana Islam, dukungan terhadap kaum tertindas (mustadh'afin), dan penguatan gerakan pembebasan di dunia Islam. Imam Khomeini menganggap penyebaran revolusi sebagai kewajiban agama dan kemanusiaan untuk melawan kezaliman, arogansi (istikbar), dan sistem hegemonik.
Kebijakan ini dijalankan dalam berbagai bentuk, termasuk kegiatan budaya, media, diplomasi publik, dan dukungan moral terhadap gerakan Islam dan perlawanan regional. Meskipun demikian, penyebaran Revolusi Islam selalu menghadapi reaksi beragam dari kekuatan global, negara-negara kawasan, dan aliran politik dalam negeri, serta menjadi topik kontroversial dalam arena kebijakan luar negeri Iran.
Deskripsi dan Kedudukan
Sayid Ali Khamenei: Revolusi bukanlah sesuatu yang bisa disebarkan oleh seseorang. Revolusi bukan barang dagangan yang bisa disebarkan. Revolusi bukan kargo yang bisa dibawa ke tempat lain atau dikirim ke negara lain. Revolusi, jika benar dan logis serta menarik bagi bangsa-bangsa, akan menyebar dengan sendirinya; tanpa perlu ada yang ingin menyebarkannya. Kami tidak menyebaran revolusi. Revolusi disebarkan dengan daya tariknya sendiri. ... Hari ini kami tidak ingin menyebarkan revolusi. Revolusi disebarkan sekali; dan itu sudah terjadi! Bahwa Anda melihat hari ini di seluruh dunia, kecenderungan dan iman Islam hidup kembali; bahwa Anda melihat bangsa-bangsa di Afrika Utara dan Timur Tengah serta di timur dan barat negara-negara Islam telah bangkit; bahwa Anda melihat para pemuda Muslim di berbagai negara berpaling pada keindahan agama dan Al-Qur'an, semua ini menunjukkan bahwa Revolusi Islam telah disebarkan sejak awal kejadiannya.
Menurut Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Revolusi kedua, penyebaran revolusi Iran bermakna penyebaran budaya Islam dan nilai-nilai kemanusiaan[2] seperti monoteisme, akhlak Islam, semangat pengorbanan, keikhlasan, dan penyucian diri.[3] Imam Khomeini, pendiri Revolusi Islam, menyebutkan hakikat penyebaran revolusi sebagai sesuatu yang bersifat budaya dan spiritual.[4] Berdasarkan hal ini, penyebaran revolusi tidak dilakukan melalui cara militer dan keamanan,[5] melainkan melalui jalur reproduksi ajaran Islam dan pemberian identitas kepada masyarakat Muslim[6] guna memperkenalkan wajah asli Islam.[7]
Sayid Ali Khamenei menganggap sifat global gerakan Imam Khomeini dan daya tarik pembentukan pemerintahan Islam yang adil sebagai faktor penyebaran revolusi ke negara lain tanpa perlu campur tangan dalam urusan dalam negeri mereka.[8] Pasal 154 Konstitusi Iran juga menekankan pada penyebaran revolusi dengan menegaskan non-intervensi dalam urusan dalam negeri bangsa-bangsa lain, melalui dukungan terhadap gerakan politik Islam dan perjuangan mereka melawan arogansi global (istikbar).[9]
Menurut pandangan Imam Khomeini, tujuan dari penyebaran revolusi adalah pelaksanaan hukum Islam di dunia dan tercapainya kesejahteraan serta kebebasan bagi masyarakat dunia.[10] Oleh karena itu, penyebaran revolusi terwujud ketika hakikat Islam serta akhlak Islam dan kemanusiaan tumbuh terlebih dahulu di Iran,[11] dan negara ini berubah menjadi negara yang makmur, sejahtera, dan memiliki keadilan sosial serta nilai-nilai Islam lainnya.[12] Tujuan lain dari penyebaran revolusi juga disebutkan, di antaranya:
- Menerapkan tujuan global Islam di seluruh dunia
- Mempersiapkan landasan bagi pembentukan pemerintahan global Imam Zaman afs
- Menghidupkan kembali identitas Islam kaum Muslim
- Persatuan dan konvergensi umat Islam sedunia
- Kebangkitan bangsa-bangsa dan perjuangan mereka melawan arogansi global
- Menyebarkan pengalaman revolusi ke seluruh dunia[13]
- Menciptakan perdamaian antara pemerintah dan bangsa-bangsa[14]
Metode dan Sarana Penyebaran Revolusi
Dalam pandangan Imam Khomeini, semua sarana yang sah dan sesuai dengan pendekatan budaya dan propaganda harus digunakan untuk penyebaran revolusi.[15] Berbagai lembaga seperti kedutaan besar, media, hauzah ilmiah, dan upacara keislaman termasuk di antara sarana untuk penyebaran revolusi.[16] Oleh karena itu, ditekankan bahwa penyebaran revolusi akan dilakukan dengan sarana budaya dan metode diplomatik.[17] Dalam hal ini, beberapa solusi untuk penyebaran revolusi telah diajukan, antara lain:
- Melakukan propaganda melalui berbagai media di luar negeri[18]
- Merekrut tenaga dan mengirim mereka ke luar negeri untuk menyebarkan budaya Islam[19]
- Menampilkan akhlak terpuji dan perilaku Islami oleh para pelancong dan peziarah di luar negeri[20]
- Mempengaruhi negarawan asing oleh pejabat Iran[21]
- Membentuk sel-sel perlawanan di seluruh dunia untuk menghadapi kekuatan Timur dan Barat[22]
- Mendukung gerakan pembebasan dan Islam di dunia
- Perjuangan terus-menerus dan tak kenal lelah melawan arogansi global yang dipimpin oleh Amerika Serikat[23]
- Menerapkan perintah Islam dan mengubah negara menjadi pemerintahan dan masyarakat Islam serta menjadikannya model sukses bagi orang lain[24]
- Menyelenggarakan seminar dan kongres untuk menjalin hubungan dengan bangsa-bangsa lain[25]
- Menerima dan mengirim mahasiswa ke negara lain untuk menjalin hubungan dengan masyarakat negara-negara tersebut[26]
Tindakan yang Dilakukan

Beberapa tindakan telah dilakukan oleh Republik Islam Iran yang dianggap sejalan dengan penyebaran revolusi. Beberapa di antaranya adalah:
- Menetapkan hari Jumat terakhir bulan Ramadan sebagai Hari Quds dan mengadakan pawai pada hari tersebut
- Menyelenggarakan upacara Bara'at min al-Musyrikin (Berlepas Diri dari Kaum Musyrikin) dalam ibadah haji
- Menetapkan hari kelahiran Nabi saw sebagai Pekan Persatuan dan berupaya menciptakan persatuan di antara umat Islam
- Menyelenggarakan Konferensi Pemikiran Islam
- Mengadakan seminar gerakan-gerakan pembebasan
- Menyelenggarakan perayaan dan upacara peringatan kemenangan Revolusi Islam Iran[27]
Hambatan dalam Jalur Penyebaran Revolusi
Setelah kemenangan revolusi dan upaya untuk mengpenyebaran revolusi ke wilayah lain, muncul hambatan dari dalam dan luar negeri yang menyulitkan arus penyebaran revolusi. Kekacauan dan ketidaktertiban situasi dalam negeri, terutama pada awal kemenangan revolusi, dianggap sebagai salah satu faktor tersebut. Selain itu, separatisme beberapa kelompok menyebabkan media Barat menampilkan citra buruk tentang revolusi Iran dan membuat suasana tidak kondusif bagi penyebaran revolusi.[28]
Terjadinya perang delapan tahun menyebabkan kemampuan pemerintah dan rakyat terfokus pada pertahanan negara dan sistem, sehingga isu penyebaran revolusi kurang mendapat perhatian. Selain itu, beberapa krisis yang muncul seperti sanksi dan isolasi Iran, wafatnya Imam Khomeini, dunia unipolar, dan kondisi rekonstruksi pasca-perang menyebabkan kebijakan ofensif penyebaran revolusi berubah menjadi kebijakan defensif.[29]
Dengan naiknya pemerintahan nasionalis di negara-negara Islam, kepentingan Islam dan Muslim digantikan oleh kepentingan nasional, yang bertentangan dengan sifat transnasional revolusi. Penindasan terhadap kelompok dan gerakan Islam oleh penguasa negara-negara Islam dianggap sebagai hambatan lain bagi penyebaran revolusi. Tindakan budaya melawan Syiah dan rakyat Iran dianggap sebagai hambatan penting lainnya bagi penyebaran revolusi.[30]
Penyebaran revolusi ke negara lain dianggap sebagai bahaya besar bagi kepentingan negara-negara adidaya. Oleh karena itu, negara-negara ini memberikan perhatian khusus untuk menghadapi Iran Islam secara menyeluruh dalam agenda mereka.[31]
Tantangan
Keputusan Iran untuk menyebarkan revolusi ke negara lain menyebabkan ketegangan dalam hubungan negara ini dengan dunia Arab dan menyebabkan ancaman Israel bagi Arab berubah menjadi ancaman sekunder, sementara Iran diperkenalkan sebagai ancaman utama.[32] Pengekangan dan penindasan gerakan Islamis di negara-negara seperti Irak, Mesir, Tunisia, dan Indonesia dianggap sebagai konsekuensi dari Revolusi Islam Iran.[33]
Mohammad Baqir Hesymazadeh, seorang profesor ilmu politik Iran, menganggap perang yang dipaksakan oleh Irak terhadap Iran sebagai salah satu konsekuensi dari penyebaran revolusi.[34] Menurutnya, negara-negara kawasan dan sistem internasional yang melihat eksistensi dan kepentingan mereka terancam oleh penyebaran revolusi, sepakat untuk memaksakan perang terhadap Iran dan memulai perang tersebut.[35]
Dampak Revolusi terhadap Negara-negara Kawasan
Kemenangan Revolusi Islam Iran memunculkan gagasan penyebaran revolusi pada tahun 1358 HS/1979 M[36] dan menciptakan gelombang Islam politik di dunia Arab.[37] Dampak terpenting Revolusi Islam dalam bidang kebangkitan nilai-nilai Islam dianggap sebagai menghidupkan kembali Islam politik.[38] Perubahan ini mampu menyebarkan pemikiran revolusioner melawan konserwatisme di dunia[39] dan mempopulerkan model pemerintahan agama.[40] Dalam perjuangan politik, kecenderungan terhadap jihad meningkat dan gerakan-gerakan Islam menerima jihad, kesyahidan, dan pengorbanan sebagai prinsip dasar mereka.[41] Slogan-slogan Revolusi Islam digunakan dalam protes rakyat di berbagai negara.[42] Wilayah Timur Tengah terpengaruh oleh revolusi dan para pemimpin pemerintahan di kawasan tersebut mengalami ketakutan dan kekhawatiran.[43]
Dengan kemenangan Revolusi Islam, Hijab sebagai salah satu manifestasi revolusi menyebar dalam gerakan politik Islam.[44] Di Lebanon dan Aljazair, cadar wanita Iran digunakan dan di beberapa negara Islam bahkan di negara-negara Eropa, hijab menyebar.[45] Dampak langsung dan paling berkelanjutan dari Revolusi Islam dianggap berkaitan dengan negara Lebanon[46] yang salah satu hasilnya disebut sebagai pendirian Hizbullah Lebanon pada tahun 1983 M.[47] Di Palestina, Revolusi Islam Iran memicu kebangkitan Islam dan pembentukan aliran perlawanan.[48] Iran memainkan peran aktif dalam perkembangan Palestina dengan mendukung kelompok-kelompok seperti Jihad Islam dan Hamas.[49]
Terjadinya Revolusi Islam menyebabkan kebangkitan, intensifikasi, dan pengembangan aktivitas Partai Dakwah di Irak, yang dihadapi dengan reaksi keras pemerintah negara tersebut.[50] Pendirian Majelis Tinggi Revolusi Islam Irak di Teheran pada tahun 1361 HS/1982 M[51] dan pembentukan pasukan Al-Hasydu al-Sya'bi Irak untuk membebaskan negara ini dari ISIS dianggap sebagai kasus terpenting dari pengaruh Revolusi Islam Iran terhadap Irak.[52] Di Yaman, Revolusi Islam Iran dan pemikiran Imam Khomeini mampu mempengaruhi kaum Houthi di negara ini.[53] Pengaruh ini menyebabkan Ansarullah Yaman menggulingkan pemerintah yang berkuasa pada tahun 2011 M dan menguasai sebagian negara tersebut.[54]
Di Arab Saudi, tak lama setelah kemenangan revolusi, Syiah di negara ini melakukan demonstrasi di kota-kota Qatif, Safwa, Abqaiq, dan Saihat.[55] Di masjid-masjid kota berpenduduk Syiah, orang-orang menyebarkan selebaran melawan keluarga kerajaan dan para penceramah berbicara menentang pemerintah.[56] Revolusi Islam Iran menyebabkan kebangkitan politik dan agama Syiah Bahrain dan mereka menyatakan dukungan mereka dengan mengadakan demonstrasi besar-besaran.[57] Pembentukan Front Islam untuk Pembebasan Bahrain yang dipimpin oleh Sayyid Hadi al-Mudarresi (L. 1276 H) dianggap sebagai tanda nyata dari pengaruh ini.[58] Dengan sampainya gelombang kebangkitan Islam ke Bahrain, rakyat negara ini di bawah pimpinan Syekh Isa Qasim, salah satu ulama terkemuka Bahrain, pada tahun 2011 M bangkit membela hak-hak Syiah dan menentang pemerintah Bahrain.[59]
Pendukung dan Penentang
Kelompok dan front politik Iran mengambil sikap yang berbeda terhadap isu penyebaran revolusi; sebagian berpendapat bahwa penyebaran revolusi harus ditunda sampai negara mencapai tingkat kemampuan yang dapat diterima dan stabilisasi situasi internal, serta menghindari pendekatan agresif terhadap komunitas internasional.[60] Kelompok lain sangat percaya pada penyebaran revolusi secara militer. Mereka menganggap pembangunan internal sebagai bentuk kompromi dan menekankan pada penghancuran rezim-rezim di sekitar dengan sarana militer dan intelijen.[61]
Kelompok lain adalah kaum nasionalis, khususnya Mahdi Bazargan, perdana menteri pemerintahan sementara dan kabinetnya, yang menganggap penyebaran revolusi sebagai tindakan yang salah dan merugikan.[62] Meskipun memiliki keyakinan Islam, mereka menjadikan nasionalisme sebagai poros gerakan mereka dan memprioritaskan rekonstruksi nasional.[63] Kelompok ini menentang konfrontasi ideologis dengan sistem global dan menekankan pada hubungan dengan semua negara dan bergabung dengan komunitas internasional.[64] Mereka menganggap penyebaran revolusi bertentangan dengan prinsip-prinsip internasional dan menganggap nilai-nilai Islam terbatas pada perbatasan Iran.[65]
Reaksi Luar Negeri
Para pemimpin Revolusi Islam Iran dengan menekankan pada penyebaran revolusi ke negara lain, memicu kekhawatiran negara-negara pesisir Teluk Persia.[66] Hal ini berdampak negatif pada hubungan negara ini dengan negara-negara Arab.[67] Negara-negara Arab sejak awal kemenangan revolusi di Iran mulai menentangnya, di mana Arab Saudi lebih dari negara lain menentang berdirinya Revolusi Islam di Iran.[68]
Menurut beberapa peneliti, negara-negara Eropa untuk menghadapi Revolusi Islam dan penyebarannya beralih ke kebijakan seperti Islamofobia dan Iranofobia serta berusaha menampilkan wajah kekerasan dari Islam.[69]

Monografi
Berbagai buku telah ditulis mengenai topik penyebaran Revolusi Islam Iran. Beberapa di antaranya adalah:
- Sodur-e Enqelab az Manzar-e Imam Khomeini (Penyebaran Revolusi dari Perspektif Imam Khomeini): Buku ini ditulis oleh Abbas Ali Farzandi, yang di dalamnya menjelaskan dasar-dasar dan prinsip-prinsip penyebaran revolusi serta menyajikan strategi terkait menurut pandangan Imam Khomeini.[70]
- Siyasat-e Sodur-e Enqelab-e Eslami (Politik Penyebaran Revolusi Islam): Buku ini membahas dampak Revolusi Islam Iran pada masyarakat lain. Buku tersebut ditulis oleh Ali Fallah-Nejad dan diterbitkan oleh Pusat Dokumen Revolusi Islam.[71]
- Sodur-e Enqelab-e Eslami; Fursat-ha wa Chalesh-ha (Penyebaran Revolusi Islam; Peluang dan Tantangan): Buku ini tentang Revolusi Islam Iran dan pengaruhnya terhadap kebangkitan Islam, ditulis oleh Ghulamreza Iraqi.[72]
- Sodur-e Enqelab-e Eslami; Zamineh-ha wa Payamad-haye Bainul-Melali-ye An (Penyebaran Revolusi Islam; Latar Belakang dan Konsekuensi Internasionalnya): Buku ini ditulis oleh Bahram Nawazani dan diterbitkan oleh Institut Uruj.[73]
Catatan Kaki
- ↑ https://farsi.khamenei.ir/speech-content?id=2661
- ↑ Khamenei, Bayanat dar Didar-e Aqsyar-e Mukhtalef-e Mardum, Situs Kantor Pelestarian dan Publikasi Karya Ayatullah Khamenei.
- ↑ Khamenei, Bayanat dar Didar-e Aqsyar-e Mukhtalef-e Mardom, Situs Kantor Pelestarian dan Publikasi Karya Ayatullah Khamenei.
- ↑ Qaemi, Enqelab-e Eslami wa Gofteman-haye Sodur-e Enqelab, hlm. 497.
- ↑ Khamenei, Bayanat dar Didar-e Tollab-e Gheir-e Irani Hauzah Ilmiah Qom, Situs Kantor Pelestarian dan Publikasi Karya Ayatullah Khamenei.
- ↑ Khamenei, Bayanat dar Didar-e Tollab-e Gheir-e Irani Hauzah Ilmiah Qom, Situs Kantor Pelestarian dan Publikasi Karya Ayatullah Khamenei.
- ↑ Khomeini, Sodur-e Enqelab az Didgah-e Imam Khomeini, 1387 HS, hlm. 36; Qaemi, Enqelab-e Eslami wa Gofteman-haye Sodur-e Enqelab, hlm. 496.
- ↑ Khamenei, Khutbah-haye Namaz-e Jom'eh dar Bist-o Yekomin Salgard-e Rehlat-e Imam Khomeini, Situs Kantor Pelestarian dan Publikasi Karya Ayatullah Khamenei; Khamenei, Bayanat dar Awwalin Didar ba Namayandegan-e Majles-e Hasytom, Situs Kantor Pelestarian dan Publikasi Karya Ayatullah Khamenei.
- ↑ Qorbani, Negahi be Jaygah-e Sodur-e Enqelab dar Qanun-e Asasi, Situs Berita Analisis 598.
- ↑ Khomeini, Sodur-e Enqelab az Didgah-e Imam Khomeini, 1387 HS, hlm. 9.
- ↑ Khomeini, Shahifah Imam, 1389 HS, jld. 13, hlm. 488.
- ↑ Qaemi, Enqelab-e Eslami wa Gofteman-haye Sodur-e Enqelab, hlm. 498-499.
- ↑ Farzandi Ardakani, Daramadi bar Estratezhi-ye Sodur-e Enqelab az Manzar-e Imam Khomeini, hlm. 201-209; Asefari dkk, Barresi-ye Ta'sirat-e Mo'allefe-haye Gofteman-e Sodur-e Enqelab bar Amniyat-e Jomhuri-ye Eslami-ye Iran hlm. 410.
- ↑ Khomeini, Shahifah Imam, 1389 HS, jld. 13, hlm. 96.
- ↑ Parwaneh, Sodur-e Enqelab be Masabeh-ye Naqsyeh-ye Rah-e Jahan-gerayi dar Andisyeh-ye Siyasi-ye Imam Khomeini, hlm. 179.
- ↑ Farzandi Ardakani, Daramadi bar Estratezhi-ye Sodur-e Enqelab az Manzar-e Imam Khomeini, hlm. 221-222.
- ↑ Qaemi, Enqelab-e Eslami wa Gofteman-haye Sodur-e Enqelab, hlm. 498.
- ↑ Khomeini, Sodur-e Enqelab az Didgah-e Imam Khomeini, 1387 HS, hlm. 52.
- ↑ Khomeini, Sodur-e Enqelab az Didgah-e Imam Khomeini, 1387 HS, hlm. 52; Yazdani dkk, Barresi-ye Abzarha wa Syiwe-haye Sodur-e Arzesy-haye Enqelab-e Eslami-ye Iran, hlm. 264.
- ↑ Khomeini, Sodur-e Enqelab az Didgah-e Imam Khomeini, 1387 HS, hlm. 52.
- ↑ Khomeini, Sodur-e Enqelab az Didgah-e Imam Khomeini, 1387 HS, hlm. 56.
- ↑ Farzandi Ardakani, Daramadi bar Estratezhi-ye Sodur-e Enqelab az Manzar-e Imam Khomeini, hlm. 202.
- ↑ Farzandi Ardakani, Daramadi bar Estratezhi-ye Sodur-e Enqelab az Manzar-e Imam Khomeini, hlm. 212-221.
- ↑ Yazdani dkk, Barresi-ye Abzarha wa Syiwe-haye Sodur-e Arzesy-haye Enqelab-e Eslami-ye Iran, hlm. 256.
- ↑ Yazdani dkk, Barresi-ye Abzarha wa Syiwe-haye Sodur-e Arzesy-haye Enqelab-e Eslami-ye Iran, hlm. 257.
- ↑ Yazdani dkk, Barresi-ye Abzarha wa Syiwe-haye Sodur-e Arzesy-haye Enqelab-e Eslami-ye Iran, hlm. 272.
- ↑ Hesymazadeh, Ta'sir-e Enqelab-e Eslami-ye Iran bar Kesywar-haye Eslami, 1386 HS, hlm. 69.
- ↑ Mohammadi, Siyasat-e Sodur-e Enqelab-e Eslami; Mawane' wa Rah-karha, Situs Islam Times.
- ↑ Mohammadi, Siyasat-e Sodur-e Enqelab-e Eslami; Mawane' wa Rah-karha, Situs Islam Times.
- ↑ Mohammadi, Siyasat-e Sodur-e Enqelab-e Eslami; Mawane' wa Rah-karha, Situs Islam Times.
- ↑ Mohammadi, Siyasat-e Sodur-e Enqelab-e Eslami; Mawane' wa Rah-karha, Situs Islam Times.
- ↑ Hesymazadeh, Ta'sir-e Enqelab-e Eslami-ye Iran bar Kesywar-haye Eslami, 1386 HS, hlm. 73.
- ↑ Asefari dkk, Barresi-ye Ta'sirat-e Mo'allefe-haye Gofteman-e Sodur-e Enqelab bar Amniyat-e Jomhuri-ye Eslami-ye Iran hlm. 421.
- ↑ Hesymazadeh, Ta'sir-e Enqelab-e Eslami-ye Iran bar Kesywar-haye Eslami, 1386 HS, hlm. 51.
- ↑ Hesymazadeh, Ta'sir-e Enqelab-e Eslami-ye Iran bar Kesywar-haye Eslami, 1386 HS, hlm. 51.
- ↑ Hesymazadeh, Ta'sir-e Enqelab-e Eslami-ye Iran bar Kesywar-haye Eslami, 1386 HS, hlm. 51.
- ↑ Hesymazadeh, Ta'sir-e Enqelab-e Eslami-ye Iran bar Kesywar-haye Eslami, 1386 HS, hlm. 72.
- ↑ Akbari Karimabadi, Ta'sir-e Enqelab-e Eslami bar Khizesh-haye Mardomi dar Kesywar-haye Arabi-ye Khawar-e Miyaneh hlm. 34.
- ↑ Asefari dkk, Barresi-ye Ta'sirat-e Mo'allefe-haye Gofteman-e Sodur-e Enqelab bar Amniyat-e Jomhuri-ye Eslami-ye Iran hlm. 420.
- ↑ Asefari dkk, Barresi-ye Ta'sirat-e Mo'allefe-haye Gofteman-e Sodur-e Enqelab bar Amniyat-e Jomhuri-ye Eslami-ye Iran hlm. 423.
- ↑ Syirudi, Enqelab-e Eslami-ye Iran wa Janbesy-haye Jahan-e Eslam, hlm. 31.
- ↑ Syirudi, Enqelab-e Eslami-ye Iran wa Janbesy-haye Jahan-e Eslam, hlm. 32-33.
- ↑ Mojarrad, Ta'sir-e Enqelab-e Eslami bar Siyasat-e Bein-ol-Melal, 1386 HS, hlm. 199.
- ↑ Syirudi, Enqelab-e Eslami-ye Iran wa Janbesy-haye Jahan-e Eslam, hlm. 33-34.
- ↑ Syirudi, Enqelab-e Eslami-ye Iran wa Janbesy-haye Jahan-e Eslam, hlm. 33-34.
- ↑ Mojarrad, Ta'sir-e Enqelab-e Eslami bar Siyasat-e Bein-ol-Melal, 1386 HS, hlm. 201.
- ↑ Hesymazadeh, Ta'sir-e Enqelab-e Eslami-ye Iran bar Kesywar-haye Eslami, 1386 HS, hlm. 121-122.
- ↑ Salehi, dan Shahabi, Ta'sir-e Enqelab-e Eslami-ye Iran bar Bidari-ye Eslami-ye Mantaqeh-ye Khawar-e Miyaneh, hlm. 57.
- ↑ Hedayat Syahidani, dan Babaei, Mehwar-e Moqawemat; Syarhi bar Wizegi-ha wa wujuh-e Mukhtalef, 1399 HS, hlm. 116.
- ↑ Hafeznia dan Ahmadi, Tabyin-e Zheopolitiki-ye Asargozari-ye Enqelab-e Eslami bar Siyasi-shodan-e Syi'ian-e Jahan, hlm. 86.
- ↑ Hafeznia dan Ahmadi, Tabyin-e Zheopolitiki-ye Asargozari-ye Enqelab-e Eslami bar Siyasi-shodan-e Syi'ian-e Jahan, hlm. 93.
- ↑ Hafeznia dan Ahmadi, Tabyin-e Zheopolitiki-ye Asargozari-ye Enqelab-e Eslami bar Siyasi-shodan-e Syi'ian-e Jahan, hlm. 34 dan 152.
- ↑ Nasr Isfahani, Ta'sir-e Naqsh-e Mafhumi-ye Enqelab-e Eslami bar Hoviyat-khahi-ye Syi'ian-e Yaman ba Ta'kid bar Janbesy-e Houthi, 66.
- ↑ Nasr Isfahani, Ta'sir-e Naqsh-e Mafhumi-ye Enqelab-e Eslami bar Howiyat-khahi-ye Syi'ian-e Yaman ba Ta'kid bar Janbesy-e Houthi, 71.
- ↑ Syirudi, Enqelab-e Eslami-ye Iran wa Janbesy-haye Jahan-e Eslam, hlm. 34.
- ↑ Hesymazadeh, Ta'sir-e Enqelab-e Eslami-ye Iran bar Kesywar-haye Eslami, 1386 HS, hlm. 93.
- ↑ Hazbavi, dan Karimifard, Nazariyeh-ye Pakhsh wa Ta'sir-e Enqelab-e Eslami-ye Iran bar Syi'ian-e Bahrain, hlm. 197.
- ↑ Hafeznia dan Ahmadi, Tabyin-e Zheopolitiki-ye Asargozari-ye Enqelab-e Eslami bar Siyasi-syodan-e Syi'ian-e Jahan, hlm. 88.
- ↑ Hafeznia dan Ahmadi, Tabyin-e Zheopolitiki-ye Asargozari-ye Enqelab-e Eslami bar Siyasi-shodan-e Syi'ian-e Jahan, hlm. 88-89.
- ↑ Tawakoli, Bahsi Piramun-e Nazarat-e Mowafeqat wa Mokhalefan-e Sodur-e Enqelab, hlm. 56; Asefari dkk, Barresi-ye Ta'sirat-e Mo'allefe-haye Gofteman-e Sodur-e Enqelab bar Amniyat-e Jomhuri-ye Eslami-ye Iran hlm. 404; Pourmohammadi, Sodur-e Enqelab, Cherayi, Chisti wa Chegunegi, Situs Informasi Hawzah.
- ↑ Tawakoli, Bahsi Piramun-e Nazarat-e Mowafeqat wa Mokhalefan-e Sodur-e Enqelab, hlm. 56; Pourmohammadi, Asefari dkk, Barresi-ye Ta'sirat-e Mo'allefe-haye Gofteman-e Sodur-e Enqelab bar Amniyat-e Jomhuri-ye Eslami-ye Iran hlm. 403; Sodur-e Enqelab, Cherayi, Chisti wa Chegunegi, Situs Informasi Hawzah.
- ↑ Tawakoli, Bahsi Piramun-e Nazarat-e Mowafeqat wa Mokhalefan-e Sodur-e Enqelab, hlm. 56; Asefari dkk, Barresi-ye Ta'sirat-e Mo'allefe-haye Gofteman-e Sodur-e Enqelab bar Amniyat-e Jomhuri-ye Eslami-ye Iran hlm. 402-403; Pourmohammadi, Sodur-e Enqelab, Cherayi, Chisti wa Chegunegi, Situs Informasi Hawzah.
- ↑ Tawakoli, Bahsi Piramun-e Nazarat-e Mowafeqat wa Mokhalefan-e Sodur-e Enqelab, hlm. 56; Asefari dkk, Barresi-ye Ta'sirat-e Mo'allefe-haye Gofteman-e Sodur-e Enqelab bar Amniyat-e Jomhuri-ye Eslami-ye Iran hlm. 402-403; Pourmohammadi, Sodur-e Enqelab, Cherayi, Chisti wa Chegunegi, Situs Informasi Hawzah.
- ↑ Tawakoli, Bahsi Piramun-e Nazarat-e Mowafeqat wa Mokhalefan-e Sodur-e Enqelab, hlm. 56; Asefari dkk, Barresi-ye Ta'sirat-e Mo'allefe-haye Gofteman-e Sodur-e Enqelab bar Amniyat-e Jomhuri-ye Eslami-ye Iran hlm. 402-403; Pourmohammadi, Sodur-e Enqelab, Cherayi, Chisti wa Chegunegi, Situs Informasi Hawzah.
- ↑ Tawakoli, Bahsi Piramun-e Nazarat-e Mowafeqat wa Mokhalefan-e Sodur-e Enqelab, hlm. 56; Asefari dkk, Barresi-ye Ta'sirat-e Mo'allefe-haye Gofteman-e Sodur-e Enqelab bar Amniyat-e Jomhuri-ye Eslami-ye Iran hlm. 402-403; Pourmohammadi, Sodur-e Enqelab, Cherayi, Chisti wa Chegunegi, Situs Informasi Hawzah.
- ↑ Al-Dhab' Faiz dan Muhammad Hasan Muluk, Mauqif al-Duwal al-Khalijiyyah min al-Tsaurah al-Iraniyyah, hlm. 192.
- ↑ Al-Dhab' Faiz dan Muhammad Hasan Muluk, Mauqif al-Duwal al-Khalijiyyah min al-Tsaurah al-Iraniyyah, hlm. 187.
- ↑ Al-Dhab' Faiz dan Muhammad Hasan Muluk, Mauqif al-Duwal al-Khalijiyyah min al-Tsaurah al-Iraniyyah, hlm. 187.
- ↑ Baqeri Dowlatabadi dan Fakhraei, Asib-syenasi-ye Sodur-e Enqelab-e Eslami be Europa bar Asas-e Nazariyeh-ye Gofteman, hlm. 87-88.
- ↑ Sodur-e Enqelab az Manzar-e Imam Khomeini, Situs Penerbit Lembaga Riset Budaya dan Pemikiran Islam.
- ↑ Ketab-e Sodur-e Enqelab-e Eslami; Forsat-ha wa Chalesh-ha be Chap-e Chaharom Resid, Situs Lembaga Riset Manajemen Informasi dan Dokumen Islam.
- ↑ Sodur-e Enqelab-e Eslami: Forsat-ha wa Chalesh-ha, Situs Rumah Buku dan Sastra Iran.
- ↑ Sodur-e Enqelab-e Eslami : Zamineh-ha wa Payamad-haye Bein-ol-Melali-ye An, Situs Toko Publikasi Imam Khomeini.
Daftar Pustaka
- Asefari, Mohammad Hassan, Hamid Salehi, dan Ahmad Golmohammadi, Barresi-ye Ta'sirat-e Mo'allefe-haye Gofteman-e Sodur-e Enqelab bar Amniyat-e Jomhuri-ye Eslami-ye Iran, Faslnameh Majles wa Rahbord, No. 121, tahun ke-32, Khurdad 1404 HS.
- Aghamohammadi, Morteza, dan Jahangiri, Yahya, Qiyam-e Mahdi-ye Doroughin wa Eshghal-e Masjid al-Haram dar Sal-e 1979 Miladi, Faslnameh Elmi Tarwiji Pazhuhesy-haye Mahdawi, No. 14, Tahun ke-4, Musim Gugur 1394 HS.
- Akbari Karimabadi, Noureddin, Ta'sir-e Enqelab-e Eslami bar Khizesy-haye Mardomi dar Kesywar-haye Arabi-ye Khawar-e Miyaneh, Faslnameh 15 Khurdad, No. 28, tahun ke-8, 1390 HS.
- Baqeri Dowlatabadi, Ali dan Fakhraei, Hossein, Asib-syenasi-ye Sodur-e Enqelab-e Eslami be Europa bar Asas-e Nazariyeh-ye Gofteman, Do Faslnameh Siyasat wa Rawabet-e Bein-ol-Melal, No. 2, tahun pertama, Musim Gugur dan Musim Dingin 1396 HS.
- Parwaneh, Mahmoud, Sodur-e Enqelab be Masabeh-ye Naqsheh-ye Rah-e Jahan-gerayi dar Andisyeh-ye Siyasi-ye Imam Khomeini, Faslnameh Din wa Siyasat, No. 19-20, Syahriwar 1388 HS.
- Pourmohammadi, Mohsen, Sodur-e Enqelab, Cherayi, Chisti wa Chegunegi, Situs Informasi Hawzah, tanggal posting: 8 Aban 1390 HS, diakses: 22 Syahriwar 1404 HS.
- Tawakoli, Yaqub, Bahsi Piramun-e Nazarat-e Mowafeqat wa Mokhalefan-e Sodur-e Enqelab, Majallah Sureh, No. 45, Musim Dingin 1388 HS.
- Janbesy-haye Shi'i-ye Bahrain, Situs Shia Studies, tanggal posting: 22 Mehr 1397 HS, diakses: 8 Syahriwar 1404 HS.
- Haeri, Ali, Ruzshomar-e Qamari, Qom: Markaz Pazhuhesy-haye Eslami, 1386 H.
- Hafeznia, Mohammad Reza dan Ahmadi, Seyed Abbas Tabyin-e Zheopolitiki-ye Asargozari-ye Enqelab-e Eslami bar Siyasi-syodan-e Syi'ian-e Jahan Faslnameh Syi'a-syenasi, Tahun ke-7, No. 25, 1388 HS.
- Hazbavi, Khaled dan Karimifard, Hossein, Nazariyeh-ye Pakhsh wa Ta'sir-e Enqelab-e Eslami-ye Iran bar Syi'ian-e Bahrain, Faslnameh Motale'at-e Siyasi-ye Jahan-e Eslam, Tahun ke-5, No. 18, 1395 HS.
- Hesymazadeh, Mohammad Baqir, *Ta'sir-e Enqelab-e Eslami-ye Iran bar Kesywar-haye Eslami, Teheran: Sazman Entesyarat Pazhuhesygah Farhang wa Andisyeh Eslami, 1386 HS.
- Khamenei, Sayid Ali, Bayanat dar Awwalin Didar ba Namayandegan-e Majles-e Hasytom, Situs Kantor Pelestarian dan Publikasi Karya Ayatullah Khamenei, tanggal posting: 21 Khurdad 1387 HS, diakses: 6 Murdad 1404 HS.
- Khamenei, Sayid Ali, Bayanat dar Didar-e A'zaye Majma-e Ali-ye Basij-e Mostaz'afin, Situs Kantor Pelestarian dan Publikasi Karya Ayatullah Khamenei, tanggal posting: 10 Urdibehesyt 1382 HS, tanggal posting: 6 Azar 1393 HS, diakses: 6 Murdad 1404 HS.
- Khamenei, Sayid Ali, Bayanat dar Didar-e Aqsyar-e Mukhtalef-e Mardom, Situs Kantor Pelestarian dan Publikasi Karya Ayatullah Khamenei, tanggal posting: 19 Tir 1368 HS, diakses: 6 Murdad 1404 HS.
- Khamenei, Sayid Ali, Bayanat dar Didar-e Jam'i az Kargaran wa Mo'alleman, Situs Kantor Pelestarian dan Publikasi Karya Ayatullah Khamenei, diakses: 6 Murdad 1404 HS.
- Khamenei, Sayid Ali, Bayanat dar Didar-e Tollab-e Gheir-e Irani Hauzah Ilmiah Qom, Situs Kantor Pelestarian dan Publikasi Karya Ayatullah Khamenei, tanggal posting: 3 Aban 1398 HS, diakses: 6 Murdad 1404 HS.
- Khamenei, Sayid Ali, Khutbah-haye Namaz-e Jom'eh dar Bist o Yekomin Salgard-e Rehlat-e Imam Khomeini, Situs Kantor Pelestarian dan Publikasi Karya Ayatullah Khamenei, tanggal posting: 14 Khurdad 1389 HS, diakses: 6 Murdad 1404 HS.
- Khomeini, Ruhullah, Shahifah Imam, Teheran: Muassasah Tanzim wa Nasyr Atsar Imam Khomeini, 1389 HS.
- Khomeini, Ruhullah, Sodur-e Enqelab az Didgah-e Imam Khomeini, Teheran: Muassasah Nasyr wa Tanzim Atsar Imam Khomeini, 1387 HS.
- Daneshyar, Alireza, Barresi-ye Ta'sir-e Enqelab-e Eslami-ye Iran bar Rawabet-e Bein-ol-Melal, Qom: Al-Mustafa, 1395 HS.
- Syirudi, Morteza, Enqelab-e Eslami-ye Iran wa Janbesy-haye Jahan-e Eslam, dalam Majallah Rawaq-e Andisyeh, No. 30, Khurdad 1383 HS.
- Salehi, Jawad dan Shahabi, Mahdieh Ta'sir-e Enqelab-e Eslami-ye Iran bar Bidari-ye Eslami-ye Mantaqeh-ye Khawar-e Miyaneh, Dofaslnameh Bidari-ye Eslami, Tahun Pertama, No. 1, 1391 HS.
- Sodur-e Enqelab-e Eslami; Zamineh-ha wa Payamad-haye Bein-ol-Melali-ye An, diakses: 8 Mehr 1404 HS.
- Sodur-e Enqelab-e Eslami: Forsat-ha wa Chalesh-ha, Situs Rumah Buku dan Sastra Iran, diakses: 8 Mehr 1404 HS.
- Sodur-e Enqelab az Manzar-e Imam Khomeini, Situs Penerbit Lembaga Riset Budaya dan Pemikiran Islam, diakses: 8 Mehr 1404 HS.
- Al-Dhab' Faiz Muhammad, Mahmud dan Muhammad Hasan Muluk, Muhammad, Mauqif al-Duwal al-Khalijiyyah min al-Tsaurah al-Iraniyyah, *Dauriyah al-Insaniyyat*, No. 64, 2025 M.
- Fazelinia, Nafiseh, Zheopolitik-e Shi'eh wa Negarani-ye Gharb az Enqelab-e Eslami, Qom: Syia-syenasi, 1386 HS.
- Farzandi Ardakani, Abbasali, Daramadi bar Estratezhi-ye Sodur-e Enqelab az Manzar-e Imam Khomeini, Faslnameh Elmi Pazhuhesy-haye Enqelab-e Eslami, No. 4, Tahun ke-2, Musim Semi 1392 HS.
- Qaemi, Yaser, Enqelab-e Eslami wa Gofteman-haye Sodur-e Enqelab, dalam Faslnameh Motale'at-e Siyasi-ye Bein-ol-Nahrain, No. 4, tahun ke-3, Bahman 1403 HS.
- Qorbani, Mohammad, Negahi be Jaygah-e Sodur-e Enqelab dar Qanun-e Asasi, Situs Berita Analisis 598, tanggal posting: 20 Esfand 1390 HS, diakses: 8 Mehr 1404 HS.
- Ketab-e Sodur-e Enqelab-e Eslami; Forsat-ha wa Chalesh-ha be Chap-e Chaharom Resid, Situs Lembaga Riset Manajemen Informasi dan Dokumen Islam, tanggal posting: 8 Aban 1401 HS, diakses: 20 Mehr 1404 HS.
- Mojarrad, Mohsen, Ta'sir-e Enqelab-e Eslami bar Siyasat-e Bein-ol-Melal, Teheran: Markaz Asnad Enqelab Eslami, 1386 HS.
- Mohammadi, Amir, Siyasat-e Sodur-e Enqelab-e Eslami; Mawane' wa Rah-karha, Situs Islam Times, tanggal posting: 18 Bahman 1396 HS, diakses: 10 Syahriwar 1404 HS.
- Nasr Isfahani, Mohsen, Ta'sir-e Naqsh-e Mafhumi-ye Enqelab-e Eslami bar Hoviyat-khahi-ye Syi'ian-e Yaman ba Ta'kid bar Janbesy-e Houthi, Faslnameh Elmi Motale'at-e Bidari-ye Eslami, Tahun ke-11, No. 1, 1401 HS.
- Hedayat Syahidani, Mehdi dan Babaei, Mohammadreza, Mehwar-e Moqawemat; Syarhi bar Wijegi-ha wa Wojuh-e Mukhtalef, Teheran: Muassasah Motale'at Andisyeh-sazan Nur, Cetakan pertama, 1399 HS.
- Yazdani, Enayatullah, Alireza Aghahosseini, dan Ehsan Sheikhoun, Barresi-ye Abzarha wa Syiwe-haye Sodur-e Arzesy-haye Enqelab-e Eslami-ye Iran (ba Ta'kid bar Andisyeh-haye Imam Khomeini), Faslnameh Pazhuhesh-haye Enqelab-e Eslami, No. 1, Tahun Pertama, Musim Panas 1391 HS.