Lompat ke isi

Konsep:Ayat 250 Surah Al-Baqarah

Dari wikishia
Ayat 250 Surah Al-Baqarah
Informasi Ayat
NamaAyat 250 Surah Al-Baqarah
SurahAl-Baqarah
Ayat250
Juz2
Informasi Konten
TentangDoa pasukan Thalut saat berhadapan dengan Jalut dan pasukannya


Ayat 250 Surah Al-Baqarah menjelaskan doa Thalut dan pasukannya ketika berhadapan dengan Jalut dan tentaranya.[1] Menurut ayat ini, Thalut dan sekelompok orang beriman dari Bani Israil saat memasuki medan perang dan menyusun barisan memanjatkan tiga doa: 1. Memohon kesabaran; 2. Memohon keteguhan hati dan tidak melarikan diri dari perang; 3. Memohon kemenangan atas orang-orang kafir yang menjadi lawan mereka.[2] Menurut Fakhr Razi, dengan memperhatikan Ayat 146 dan 147 Surah Ali 'Imran, doa ini dibaca di setiap tempat di mana pasukan para nabi, khususnya Nabi Akram saw, berdiri menghadapi kekufuran.[3]

Dan apabila mereka (yang beriman itu) keluar menentang Jalut dan tenteranya, mereka berdoa dengan berkata: "Wahai Tuhan kami! Limpahkanlah sabar kepada kami, dan teguhkanlah tapak pendirian kami serta menangkanlah kami terhadap kaum yang kafir"


Menurut para mufasir, doa pengikut Thalut berasal dari lubuk hati dan kedalaman jiwa mereka,[4] dan yang dimaksud dengan ungkapan "Afrigh 'alaina shabran" adalah hiperbola (mubalaghah) dalam memohon kesabaran, yang bermakna dicurahkannya sumber kesabaran Ilahi sebagaimana bejana air yang dikosongkan saat dituangkan.[5]

Menurut pandangan Syaikh Thusi, ungkapan "Tsabbit aqdamana" dalam ayat ini dimungkinkan dalam dua bentuk: 1. Menguatkan hati orang-orang beriman Bani Israil; 2. Menanamkan rasa takut dan kegelisahan di hati musuh-musuh mereka.[6] Thabarsi dalam Tafsir Jawami' al-Jami' menganggap terkabulnya doa ini adalah terbunuhnya Jalut oleh Dawud as, yang dengan tindakan tersebut hati orang-orang beriman menjadi kuat dan hati orang-orang kafir menjadi gentar.[7] Menukil dari Tafsir at-Tibyan, pertolongan dan kemenangan atas orang-orang kafir diperoleh melalui cara-cara seperti menanamkan rasa takut di hati orang kafir, pengetahuan orang beriman atas titik kelemahan mereka, terlihat banyaknya jumlah orang beriman, dan terciptanya perpecahan di antara musuh.[8]

Catatan Kaki

  1. Makarim Syirazi, Tarjamah-ye Qur'an, 1373 HS, hal. 41; Thabari, Jami' al-Bayan, 1412 H, jld. 2, hal. 396.
  2. Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jld. 2, hal. 245.
  3. Fakhr Razi, Tafsir al-Kabir, 1420 H, jld. 6, hal. 514.
  4. Thusi, At-Tibyan, Dar Ihya' at-Turats al-Arabi, jld. 2, hal. 298.
  5. Thusi, At-Tibyan, Dar Ihya' at-Turats al-Arabi, jld. 2, hal. 298; Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 2, hal. 619; Fakhr Razi, Tafsir al-Kabir, 1420 H, jld. 6, hal. 514.
  6. Thusi, At-Tibyan, Dar Ihya' at-Turats al-Arabi, jld. 2, hal. 298.
  7. Thabarsi, Jawami' al-Jami', 1412 H, jld. 1, hal. 137.
  8. Thusi, At-Tibyan, Dar Ihya' at-Turats al-Arabi, jld. 2, hal. 299.

Daftar Pustaka

  • Fakhr Razi, Muhammad bin Umar. At-Tafsir al-Kabir. Lebanon, Penerbit Dar Ihya' at-Turats al-Arabi, Cetakan Ketiga, 1420 H.
  • Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh. Teheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Cetakan Kesepuluh, 1371 HS.
  • Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Jawami' al-Jami'. Qom, Markaz Modiriyyat Hauzah Ilmiah Qom, Cetakan Pertama, 1412 H.
  • Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Iran, Nashir Khosrow, Cetakan Ketiga, 1372 HS.
  • Thabari, Muhammad bin Jarir. Jami' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Beirut, Penerbit Dar al-Ma'rifah, Cetakan Pertama, 1412 H.
  • Thusi, Muhammad bin Hasan. At-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an. Tahqiq: Ahmad Qashir Amili. Beirut, Dar Ihya' at-Turats al-Arabi, tanpa tahun.