Konsep:Qasim bin Ma'n
| Nama Lengkap | Qasim bin Ma'n bin Abdurrahman bin Abdullah bin Mas'ud |
|---|---|
| Sahabat dari | Imam Shadiq as |
| Julukan | Abu Abdullah |
| Gelar | Mas'udi, al-Hudzali, al-Kufi |
| Populer dengan | Mas'udi, al-Qadhi |
| Garis keturunan | Abdullah bin Mas'ud |
| Kerabat termasyhur | Abdullah bin Mas'ud (kakek), Abu Ubaidah bin Ma'n (saudara) |
| Lahir | Setelah 100/718-19 |
| Tempat Tinggal | Kufah |
| Wafat/Syahadah | 175/791-92 |
| Tempat dimakamkan | Ra'sul 'Ain |
| Guru-guru besar | Imam Shadiq as, Abu Hanifah, Aban bin Taghlib |
| Murid-murid | Fadhl bin Dukain, Ibnu al-A'rabi |
| Karya-karya | Gharib al-Hadits, Nawadir al-Lughah, Kitab al-Nahwu |
| Dikenal untuk | Fakih, Hakim Kufah, Ahli Sastra, Tsiqah |
Qasim bin Ma'n Mas'udi adalah salah seorang fakih dan sahabat Imam ash-Shadiq (as) di kota Kufah. Selain fikih dan hadis, ia juga ahli dalam ilmu-ilmu lain seperti syair, kalam, nasab, dan sastra Arab. Qasim menulis beberapa kitab di berbagai bidang. Ilmunya beserta sifat-sifat akhlaknya telah membuatnya mendapatkan popularitas yang tinggi di kalangan masyarakat, sehingga mereka menyebutnya dengan gelar Imam.
Qasim bin Ma'n diangkat menjadi kadi di kota Kufah pada masa pemerintahan al-Mahdi al-Abbasi. Selain menjadi murid dan meriwayatkan riwayat dari Imam ash-Shadiq (as), ia juga menimba ilmu dari para guru lain seperti Abu Hanifah, Aban bin Taghlib, al-A'masy, dan Hisyam bin Urwah. Fadhl bin Dukain, Ibnu al-A'rabi, Ali bin Nashr al-Jahdhami, Mu'afi bin Sulaiman, dan Yahya bin Ziyad al-Farra' an-Nahwi adalah di antara murid-murid Qasim bin Ma'n.
Kebanyakan ahli rijal Syiah tidak memberikan pendapat mengenai mazhab dan ketsiqahan Qasim bin Ma'n, melainkan hanya menyebutkan statusnya sebagai murid Imam ash-Shadiq (as); namun al-Mamaqani menganggapnya bermazhab Imami dan meyakini bahwa tidak ada informasi yang tersedia mengenai ketsiqahannya. Sebagian pihak, dengan merujuk pada keimamiannya dan statusnya yang majhul al-hal, menganggapnya sebagai individu yang tsiqah dalam menukil hadis. Ahlusunah juga memperkenalkan Qasim sebagai sosok yang tsiqah dan saduk.
Pengenalan
Qasim bin Ma'n bin Abdurrahman adalah seorang fakih,[1] kadi,[2] dan bagian dari sahabat Imam ash-Shadiq (as)[3] di kota Kufah.[4] Ia dikenal sebagai keturunan Abdullah bin Mas'ud[5] yang merupakan sahabat Nabi Islam (saw).[6] Kunyahnya adalah Abu Abdullah[7] dan ia dikenal dengan gelar-gelar seperti al-Hudzali,[8] Kufi,[9] dan Mas'udi;[10] namun ia paling masyhur dengan sebutan Mas'udi,[11] sehingga disebutkan bahwa bersama dengan Abdurrahman bin Abdullah bin 'Utbah dan Ali bin Husain al-Mas'udi, penulis kitab Muruj adz-Dzahab, ia termasuk di antara tiga orang yang dikenal dengan gelar Mas'udi.[12] Oleh karena itu, sebagian orang menyebut namanya sebagai Qasim bin Ma'n Mas'udi.[13]
Qasim bin Ma'n dianggap sebagai sosok yang mulia,[14] dermawan,[15] berkedudukan tinggi,[16] dan bahkan pemilik seluruh sifat akhlak,[17] dan dikatakan bahwa ia adalah manusia terbaik dalam menjaga adab.[18] Ia sangat dicintai oleh masyarakat di masanya;[19] sehingga ada syair-syair yang digubah untuk memujinya.[20]
Tidak ada informasi pasti tentang waktu kelahirannya; namun dikatakan bahwa ia lahir setelah tahun 100 H.[21] Berdasarkan beberapa laporan, tahun wafatnya disebutkan pada tahun 175 H atau 188 H.[22] Ia meninggal di daerah Ra's al-'Ain ketika sedang dalam perjalanan ke Raqqah sebagai utusan dari Harun al-Abbasi.[23]
Saudaranya, Abu Ubaidah bin Ma'n, juga dikenal sebagai seorang ulama.[24]
Ahli dalam Berbagai Ilmu
Qasim bin Ma'n dianggap sebagai ahli dalam berbagai disiplin ilmu.[25] Selain kefakihannya[26] dan penukilan riwayatnya,[27] ia dikenal sebagai ahli dalam ilmu-ilmu seperti hadis, syair, kalam,[28] nasab,[29] dan sastra Arab.[30]
Penguasaan Qasim bin Ma'n yang komprehensif dalam berbagai disiplin ilmu telah membuat sebagian orang menganggapnya tidak tertandingi di Kufah[31] dan bahkan memasukkannya ke dalam empat ulama terkemuka pada masa yang berbeda.[32] Sebagian pihak sangat memuji Qasim karena ilmunya[33] dan memberinya gelar Imam,[34] atau memperkenalkannya sebagai Imam dalam bidang fikih karena kefakihannya.[35]
Dikatakan bahwa Qasim adalah manusia terbaik dalam ilmu hadis dan syair, serta orang yang paling berilmu dalam bidang fikih dan sastra Arab,[36] dan bahkan para ahli ilmu nahwu menganggapnya sebagai orang yang dapat dipercaya (tsiqah);[37] sebagaimana al-Farra'[38] dan Muhammad bin Ziyad al-A'rabi[39] dari kalangan ahli nahwu terkemuka diakui sebagai murid-muridnya. Keahliannya dalam sastra Arab dan ilmu nahwu menyebabkan ia diberi gelar an-Nahwi[40] dan juga diperkenalkan sebagai Imam dalam bidang sastra.[41]
Qasim bin Ma'n diketahui sebagai penulis buku di berbagai bidang[42] termasuk hadis, namun karya-karyanya tidak dipublikasikan.[43] Kitab Gharib al-Hadits, Kitab Nawadir al-Lughah, Kitab an-Nahwu,[44] dan Kitab Gharib al-Mushannaf disebutkan sebagai sebagian nama dari karya-karyanya.[45]
Menjadi Hakim di Kufah
Qasim bin Ma'n diangkat menjadi kadi (hakim) di kota Kufah oleh al-Mahdi al-Abbasi[46] atau al-Manshur al-Abbasi[47] [48] dan tetap menjabat pada posisi ini hingga masa Harun ar-Rasyid.[49] Dikatakan bahwa ia adalah sosok yang menjaga kesucian dirinya dan bertindak tegas dalam peradilan.[50] Hingga akhir hayatnya, ia tidak mencari nafkah dari jalan ini.[51] Qasim membagikan rezekinya kepada orang lain dan tidak ikut campur dalam rezeki orang lain.[52] Sikap zuhudnya menyebabkan sebagian orang menganggapnya sebagai seorang zahid.[53]
Sebagian orang, dengan bersandar pada mukasyafah (penyingkapan batin) beberapa orang saleh, menganggap Qasim sebagai salah satu dari tiga kadi di masanya yang termasuk ke dalam golongan orang-orang yang terselamatkan.[54]
Guru dan Murid
Selain menjadi murid dan meriwayatkan hadis dari Imam ash-Shadiq (as),[55] Qasim bin Ma'n juga memiliki banyak guru lain. Salah seorang di antaranya adalah Abu Hanifah; sehingga sebagian orang menganggapnya sebagai sahabat Abu Hanifah[56] dan bahkan sebagai salah satu murid terbesarnya[57] serta bagian dari dua belas orang sahabat terkenal Abu Hanifah.[58] Dalam beberapa laporan, terdapat ungkapan Abu Hanifah mengenai ketertarikannya terhadap Qasim.[59] Meskipun sebagian orang meyakini bahwa ia adalah teman duduk dan sahabat Abu Hanifah.[60] Disebutkan bahwa Qasim, dalam menjawab seseorang yang menuduhnya sebagai pelayan Abu Hanifah, menyatakan bahwa berteman dengan Abu Hanifah lebih bermanfaat daripada berteman dengan orang lain.[61]
Qasim meriwayatkan dari orang-orang lain seperti Aban bin Taghlib, al-Ajlah bin Abdullah al-Kindi, Hajjaj bin Arthah, Sulaiman at-Taimi, Abdul Malik bin Juraij, Manshur bin al-Mu'tamar, dan Yahya bin Sa'id al-Anshari.[62] Sumber-sumber Ahlusunah menyebut orang-orang lain seperti al-A'masy, Ashim al-Ahwal, Abdul Malik bin 'Umair, Manshur bin al-Mu'tamar, Thalhah bin Yahya bin Thalhah, Dawud bin Abi Hind, Muhammad bin 'Amr bin Alqamah, Hisyam bin Urwah, Abdurrahman al-Mas'udi,[63] Manshur bin al-Mu'tamar, Hushain bin Abdurrahman, dan lain-lain[64] sebagai guru-guru Qasim.
Qasim bin Ma'n memiliki banyak murid dan banyak orang yang meriwayatkan darinya. Sebagian dari mereka adalah: Malik bin Ismail, Khallad bin Khalid, Fadhl bin Dukain,[65] Ibnu al-A'rabi, Laits bin al-Muzhaffar,[66] Ibnu Mahdi, Ali bin Nashr al-Jahdhami, Abdullah bin Walid al-'Adani, Abu Ghassan an-Nahdi, Mu'afi bin Sulaiman ar-Ras'ani,[67] Abdurrahman bin Mahdi, Abu Nu'aim, Mu'alla bin Manshur, Minjab bin al-Harits,[68] Ismail bin Aban al-Warraq, Bisyr bin Adam al-Baghdadi, Muhammad bin al-Mundzir bin Sa'id al-Qabusi, Yahya bin Ziyad al-Farra' an-Nahwi, dan yang lainnya.[69]
Mazhab dan Kredibilitas
Mayoritas ahli rijal Syiah tidak memberikan pendapat tentang mazhab dan ketsiqahan Qasim bin Ma'n, melainkan hanya menyebut statusnya sebagai murid dari Imam ash-Shadiq (as).[70] Al-Mamaqani, salah seorang ulama ilmu rijal Syiah, menganggapnya bermazhab Imami; namun ia meyakini bahwa tidak ada informasi yang tersedia mengenai kepribadiannya dan hubungannya dengan Syiah.[71] Kurangnya informasi tentang Qasim menyebabkan sebagian orang menganggapnya sebagai sosok yang majhul[72] atau muhmal.[73] Sebagian orang, dengan mengisyaratkan kondisinya yang majhul al-hal, meyakini bahwa ia adalah seorang yang tsiqah dalam periwayatan hadis[74] dan bahkan dihitung di antara perawi tsiqah yang fadhil.[75]
Ahlusunah mengakui ketsiqahan Qasim bin Ma'n[76] dan menganggapnya sebagai tsiqah fadhil,[77] saduk,[78] dan hasan al-hadits;[79] oleh karena itu, sebagian orang menganggapnya sebagai ulama dan fakih terkemuka Ahlusunah[80] dan menyebut mazhabnya sebagai Hanafi.[81]
Catatan Kaki
- ↑ Sezgin. Tarikh at-Turats al-'Arabi. 1412 H. bag. 1. jld. 8. hlm. 201; al-Qifthi. Inbah ar-Ruwah. 1424 H. jld. 3. hlm. 31; Shiddiq Hasan Khan. Abjad al-'Ulum. 1420 H. jld. 3. hlm. 103.
- ↑ al-Yari Tabrizi. Bahjah al-Amal. 1412 H. jld. 5. hlm. 413; Ibnu Hajar al-'Asqalani. Taqrib at-Tahdzib. 1406 H. jld. 1. hlm. 73.
- ↑ Ath-Thusi. Rijal ath-Thusi. 1373 HS. hlm. 271; Taqiyuddin al-Hilli. Ar-Rijal. 1342 HS. bag. 1. hlm. 277.
- ↑ Yaqut al-Hamawi. Mu'jam al-Udaba. 1993 M. jld. 5. hlm. 2231; Az-Zirikli. Al-A'lam. 1989 M. jld. 5. hlm. 186.
- ↑ Yaqut al-Hamawi. Mu'jam al-Udaba. 1993 M. jld. 5. hlm. 2230; Ibnu al-Kalbi. Jamharah an-Nasab. 1407 H. hlm. 131.
- ↑ Yaqut al-Hamawi. Mu'jam al-Udaba. 1993 M. jld. 5. hlm. 2230; Adz-Dzahabi. Al-'Iqd ats-Tsamin. 1425 H. hlm. 167.
- ↑ Ibnu Sa'ad. Ath-Thabaqat al-Kubra. 1410 H. jld. 6. hlm. 358; Ibnu Hibban. Ats-Tsiqat. 1393 H. jld. 7. hlm. 339; Adz-Dzahabi. Al-'Iqd ats-Tsamin. 1425 H. hlm. 168.
- ↑ Ibnu Abi al-Wafa'. Al-Jawahir al-Mudhi'ah. Mu'assasah ar-Risalah. jld. 2. hlm. 708; Ibnu Hibban. Ats-Tsiqat. 1393 H. jld. 7. hlm. 339; Adz-Dzahabi. Al-'Iqd ats-Tsamin. 1425 H. hlm. 168.
- ↑ Ath-Thusi. Rijal ath-Thusi. 1373 HS. hlm. 271; Quhpa'i. Majma' ar-Rijal. 1364 HS. jld. 5. hlm. 52.
- ↑ Ath-Thusi. Rijal ath-Thusi. 1373 HS. hlm. 271; Taqiyuddin al-Hilli. Ar-Rijal. 1342 HS. bag. 1. hlm. 277.
- ↑ al-Baghdadi. Hadiyyah al-'Arifin. 1951 M. jld. 1. hlm. 825.
- ↑ al-Mamaqani. Tanqih al-Maqal. jld. 3. Al-Kuna. hlm. 57; al-Yari Tabrizi. Bahjah al-Amal. 1412 H. jld. 5. hlm. 413.
- ↑ Yaqut al-Hamawi. Mu'jam al-Udaba. 1993 M. jld. 5. hlm. 2230; al-Husaini. At-Tadzkirah bi Ma'rifah Rijal al-Kutub al-'Asyrah. 1418 H. jld. 3. hlm. 1379.
- ↑ Ibnu Abi al-Wafa'. Al-Jawahir al-Mudhi'ah. Mu'assasah ar-Risalah. jld. 2. hlm. 708; Ibnu Hajar al-'Asqalani. Tahdzib at-Tahdzib. 1325 H. jld. 8. hlm. 338.
- ↑ Ibnu Sa'ad. Ath-Thabaqat al-Kubra. 1410 H. jld. 6. hlm. 358; Ibnu Abi al-Wafa'. Al-Jawahir al-Mudhi'ah. Mu'assasah ar-Risalah. jld. 2. hlm. 709; Az-Zirikli. Al-A'lam. 1989 M. jld. 5. hlm. 186.
- ↑ Adz-Dzahabi. Al-'Iqd ats-Tsamin. 1425 H. hlm. 168.
- ↑ Ibnu an-Nadim. Al-Fihrist. Beirut. hlm. 103.
- ↑ Waki'. Akhbar al-Qudhah. 1422 H. hlm. 601.
- ↑ Ibnu Sa'ad. Ath-Thabaqat al-Kubra. 1410 H. jld. 6. hlm. 358; Adz-Dzahabi. Tarikh al-Islam. 1413 H. jld. 11. hlm. 297; asy-Syusytari. Qamus ar-Rijal. 1410 H. jld. 8. hlm. 501.
- ↑ Waki'. Akhbar al-Qudhah. 1422 H. hlm. 602; Yaqut al-Hamawi. Mu'jam al-Udaba. 1993 M. jld. 5. hlm. 2232.
- ↑ Adz-Dzahabi. Al-'Iqd ats-Tsamin. 1425 H. hlm. 168; Adz-Dzahabi. Siyar A'lam an-Nubala. 1405 H. jld. 8. hlm. 190; Tim Ilmiah Mu'assasah Imam Shadiq (as). Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha. 1418 H. jld. 2. hlm. 459.
- ↑ Yaqut al-Hamawi. Mu'jam al-Udaba. 1993 M. jld. 5. hlm. 2231; asy-Syusytari. Qamus ar-Rijal. 1410 H. jld. 8. hlm. 502; Syabastari. Al-Fa'iq fi Ruwat wa Ashhab al-Imam ash-Shadiq (as). 1418 H. jld. 2. hlm. 595.
- ↑ Yaqut al-Hamawi. Mu'jam al-Udaba. 1993 M. jld. 5. hlm. 2231; al-Qifthi. Inbah ar-Ruwah. 1424 H. jld. 1. hlm. 390.
- ↑ al-Jazari. Ghayah an-Nihayah. 1429 H. jld. 2. hlm. 885; Adz-Dzahabi. Al-'Iqd ats-Tsamin. 1425 H. hlm. 168.
- ↑ al-Qifthi. Inbah ar-Ruwah. 1424 H. jld. 3. hlm. 31.
- ↑ Az-Zirikli. Al-A'lam. 1989 M. jld. 5. hlm. 186; Shiddiq Hasan Khan. Abjad al-'Ulum. 1420 H. jld. 3. hlm. 103; al-Qifthi. Inbah ar-Ruwah. 1424 H. jld. 3. hlm. 31.
- ↑ Ibnu Sa'ad. Ath-Thabaqat al-Kubra. 1410 H. jld. 6. hlm. 358.
- ↑ Waki'. Akhbar al-Qudhah. 1422 H. hlm. 601.
- ↑ Ibnu an-Nadim. Al-Fihrist. Beirut. hlm. 103; asy-Syusytari. Qamus ar-Rijal. 1410 H. jld. 8. hlm. 502.
- ↑ al-Khatib al-Baghdadi. Tarikh Baghdad. 1417 H. jld. 14. hlm. 250; Syabastari. Al-Fa'iq fi Ruwat wa Ashhab al-Imam ash-Shadiq (as). 1418 H. jld. 2. hlm. 595.
- ↑ Yaqut al-Hamawi. Mu'jam al-Udaba. 1993 M. jld. 5. hlm. 2231.
- ↑ al-Khatib al-Baghdadi. Tarikh Baghdad. 1417 H. jld. 12. hlm. 409; Ibnu Asakir. Tarikh Madinah Dimasyq. 1415 H. jld. 49. hlm. 63.
- ↑ Sezgin. Tarikh at-Turats al-'Arabi. 1412 H. bag. 1. jld. 8. hlm. 202.
- ↑ Adz-Dzahabi. Al-'Iqd ats-Tsamin. 1425 H. hlm. 167.
- ↑ Ibnu Abi al-Wafa'. Al-Jawahir al-Mudhi'ah. Mu'assasah ar-Risalah. jld. 2. hlm. 709.
- ↑ Adz-Dzahabi. Al-'Iqd ats-Tsamin. 1425 H. hlm. 168; Ibnu Abi al-Wafa'. Al-Jawahir al-Mudhi'ah. Mu'assasah ar-Risalah. jld. 2. hlm. 709.
- ↑ Adz-Dzahabi. Al-'Iqd ats-Tsamin. 1425 H. hlm. 168.
- ↑ Yaqut al-Hamawi. Mu'jam al-Udaba. 1993 M. jld. 5. hlm. 2231.
- ↑ Adz-Dzahabi. Al-'Iqd ats-Tsamin. 1425 H. hlm. 168.
- ↑ al-Qifthi. Inbah ar-Ruwah. 1424 H. jld. 3. hlm. 30.
- ↑ Ibnu Abi al-Wafa'. Al-Jawahir al-Mudhi'ah. Mu'assasah ar-Risalah. jld. 2. hlm. 709.
- ↑ Yaqut al-Hamawi. Mu'jam al-Udaba. 1993 M. jld. 5. hlm. 2230-2231; Ibnu an-Nadim. Al-Fihrist. Beirut. hlm. 103; Syabastari. Al-Fa'iq fi Ruwat wa Ashhab al-Imam ash-Shadiq (as). 1418 H. jld. 2. hlm. 595.
- ↑ al-Qifthi. Inbah ar-Ruwah. 1424 H. jld. 3. hlm. 31.
- ↑ Syabastari. Al-Fa'iq fi Ruwat wa Ashhab al-Imam ash-Shadiq (as). 1418 H. jld. 2. hlm. 595; Sezgin. Tarikh at-Turats al-'Arabi. 1412 H. bag. 1. jld. 8. hlm. 202; al-Baghdadi. Hadiyyah al-'Arifin. 1951 M. jld. 1. hlm. 825.
- ↑ Kahhalah. Mu'jam al-Mu'allifin. 1376 H. jld. 8. hlm. 126.
- ↑ Adz-Dzahabi. Tarikh al-Islam. 1413 H. jld. 11. hlm. 297; al-Qifthi. Inbah ar-Ruwah. 1424 H. jld. 3. hlm. 30; Syabastari. Al-Fa'iq fi Ruwat wa Ashhab al-Imam ash-Shadiq (as). 1418 H. jld. 2. hlm. 595.
- ↑ Yaqut al-Hamawi. Mu'jam al-Udaba. 1993 M. jld. 5. hlm. 2232.
- ↑ asy-Syusytari. Qamus ar-Rijal. 1410 H. jld. 8. hlm. 502.
- ↑ Yaqut al-Hamawi. Mu'jam al-Udaba. 1993 M. jld. 5. hlm. 2232.
- ↑ al-Qifthi. Inbah ar-Ruwah. 1424 H. jld. 3. hlm. 30.
- ↑ Ibnu Sa'ad. Ath-Thabaqat al-Kubra. 1410 H. jld. 6. hlm. 358; asy-Syusytari. Qamus ar-Rijal. 1410 H. jld. 8. hlm. 502; al-Qifthi. Inbah ar-Ruwah. 1424 H. jld. 3. hlm. 30.
- ↑ Kan al-Qasim yuqassim arzaqahu idza ja'athu wa la yastahillu an ya'khudz rizqan. Waki'. Akhbar al-Qudhah. 1422 H. hlm. 602.
- ↑ Yaqut al-Hamawi. Mu'jam al-Udaba. 1993 M. jld. 5. hlm. 2231.
- ↑ Ibnu Khallikan. Wafayat al-A'yan. Beirut. jld. 2. hlm. 200.
- ↑ al-Khoei. Mu'jam Rijal al-Hadits. 1413 H. jld. 15. hlm. 62.
- ↑ Yaqut al-Hamawi. Mu'jam al-Udaba. 1993 M. jld. 5. hlm. 2231.
- ↑ Adz-Dzahabi. Al-'Iqd ats-Tsamin. 1425 H. hlm. 168; Ibnu Abi al-Wafa'. Al-Jawahir al-Mudhi'ah. Mu'assasah ar-Risalah. jld. 2. hlm. 709.
- ↑ Ibnu Abi al-Wafa'. Al-Jawahir al-Mudhi'ah. Mu'assasah ar-Risalah. jld. 2. hlm. 147.
- ↑ Antum masarru qalbi wa jala'u huzni. Ibnu Abi al-Wafa'. Al-Jawahir al-Mudhi'ah. Mu'assasah ar-Risalah. jld. 2. hlm. 708.
- ↑ Ibnu an-Nadim. Al-Fihrist. Beirut. hlm. 103; al-Qifthi. Inbah ar-Ruwah. 1424 H. jld. 3. hlm. 31.
- ↑ Waki'. Akhbar al-Qudhah. 1422 H. hlm. 601; al-Qifthi. Inbah ar-Ruwah. 1424 H. jld. 3. hlm. 31.
- ↑ Tim Ilmiah Mu'assasah Imam Shadiq (as). Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha. 1418 H. jld. 2. hlm. 460.
- ↑ Ibnu Hajar al-'Asqalani. Tahdzib at-Tahdzib. 1325 H. jld. 8. hlm. 338.
- ↑ Adz-Dzahabi. Al-'Iqd ats-Tsamin. 1425 H. hlm. 168.
- ↑ Syabastari. Al-Fa'iq fi Ruwat wa Ashhab al-Imam ash-Shadiq (as). 1418 H. jld. 2. hlm. 595.
- ↑ Sezgin. Tarikh at-Turats al-'Arabi. 1412 H. bag. 1. jld. 8. hlm. 201.
- ↑ Ibnu Hajar al-'Asqalani. Tahdzib at-Tahdzib. 1325 H. jld. 8. hlm. 338.
- ↑ Adz-Dzahabi. Al-'Iqd ats-Tsamin. 1425 H. hlm. 168.
- ↑ Tim Ilmiah Mu'assasah Imam Shadiq (as). Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha. 1418 H. jld. 2. hlm. 460.
- ↑ Sebagai contoh, lihat: Ath-Thusi. Rijal ath-Thusi. 1373 HS. hlm. 271; Taqiyuddin al-Hilli. Ar-Rijal. 1342 HS. bag. 1. hlm. 277; an-Nuri. Mustadrak al-Wasa'il. 1429 H. jld. 26. hlm. 316; al-Khoei. Mu'jam Rijal al-Hadits. 1413 H. jld. 15. hlm. 62; Quhpa'i. Majma' ar-Rijal. 1364 HS. jld. 5. hlm. 52; al-Ardabili. Jami' ar-Ruwat. 1403 H. jld. 2. hlm. 22.
- ↑ al-Mamaqani. Tanqih al-Maqal. jld. 2. bag. kedua. hlm. 25.
- ↑ Murtadha. Zubdah al-Maqal. 1426 H. jld. 2. hlm. 171.
- ↑ Khwansari. Raudhat al-Jannat. 1390 H. jld. 4. hlm. 284.
- ↑ al-Yari Tabrizi. Bahjah al-Amal. 1412 H. jld. 5. hlm. 413; Syabastari. Al-Fa'iq fi Ruwat wa Ashhab al-Imam ash-Shadiq (as). 1418 H. jld. 2. hlm. 595; al-Husaini. At-Tadzkirah bi Ma'rifah Rijal al-Kutub al-'Asyrah. 1418 H. jld. 3. hlm. 1379.
- ↑ al-Yari Tabrizi. Bahjah al-Amal. 1412 H. jld. 5. hlm. 413; Khwansari. Raudhat al-Jannat. 1390 H. jld. 4. hlm. 284.
- ↑ Ibnu Hajar al-'Asqalani. Taqrib at-Tahdzib. 1406 H. jld. 1. hlm. 73; Adz-Dzahabi. Tarikh al-Islam. 1413 H. jld. 11. hlm. 297; al-Qifthi. Inbah ar-Ruwah. 1424 H. jld. 3. hlm. 31; Yaqut al-Hamawi. Mu'jam al-Udaba. 1993 M. jld. 5. hlm. 2231.
- ↑ Ibnu Hajar al-'Asqalani. Taqrib at-Tahdzib. 1406 H. jld. 1. hlm. 73.
- ↑ Ibnu Abi al-Wafa'. Al-Jawahir al-Mudhi'ah. Mu'assasah ar-Risalah. jld. 2. hlm. 709 mengutip dari Ibnu Abi Hatim.
- ↑ Syabastari. Al-Fa'iq fi Ruwat wa Ashhab al-Imam ash-Shadiq (as). 1418 H. jld. 2. hlm. 595.
- ↑ Syabastari. Al-Fa'iq fi Ruwat wa Ashhab al-Imam ash-Shadiq (as). 1418 H. jld. 2. hlm. 594.
- ↑ Yaqut al-Hamawi. Mu'jam al-Udaba. 1993 M. jld. 5. hlm. 2230-2231; Ibnu Abi al-Wafa'. Al-Jawahir al-Mudhi'ah. Mu'assasah ar-Risalah. jld. 2. hlm. 708; al-Baghdadi. Hadiyyah al-'Arifin. 1951 M. jld. 1. hlm. 825.
Daftar Pustaka
- adz-Dzahabi, Syamsuddin Muhammad bin Ahmad. Al-'Iqd ats-Tsamin fi Tarajim an-Nahwiyyin. Kairo, Dar al-Hadits, 1425 H.
- adz-Dzahabi, Syamsuddin Muhammad bin Ahmad. Siyar A'lam an-Nubala. Beirut, Mu'assasah ar-Risalah, 1405 H.
- adz-Dzahabi, Syamsuddin Muhammad bin Ahmad. Tarikh al-Islam wa Wafayat al-Masyahir wa al-A'lam. Pentahkik: Umar Abdus Salam Tadmuri. Beirut, Dar al-Kitab al-'Arabi, cetakan kedua, 1413 H.
- al-Ardabili, Muhammad bin Ali. Jami' ar-Ruwat wa Izahah al-Isytibahat 'an ath-Thuruq wa al-Asnad. Beirut, Dar al-Adhwa', 1403 H.
- al-Baghdadi, Ismail. Hadiyyah al-'Arifin, Asma' al-Mu'allifin wa Atsar al-Mushannifin. Beirut, Dar Ihya' at-Turats al-'Arabi, 1951 M.
- al-Husaini, Muhammad bin Ali. At-Tadzkirah bi Ma'rifah Rijal al-Kutub al-'Asyrah. Kairo, Maktabah al-Khanji, 1418 H.
- al-Jazari, Muhammad bin Muhammad. Ghayah an-Nihayah fi Thabaqat al-Qurra. Mesir, Thantha, Dar ash-Shahabah li at-Turats, 1429 H.
- al-Khatib al-Baghdadi, Ahmad bin Ali. Tarikh Baghdad. Beirut, Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, 1417 H.
- al-Khoei, Abu al-Qasim. Mu'jam Rijal al-Hadits wa Tafshil Thabaqat ar-Ruwat. Tanpa penerbit, tanpa tempat, cetakan kelima, 1413 H.
- al-Mamaqani, Abdullah. Tanqih al-Maqal fi 'Ilm ar-Rijal. Rahli, tanpa penerbit, tanpa tempat, tanpa tahun.
- al-Qifthi, Ali bin Yusuf. Inbah ar-Ruwah 'ala Anbah an-Nuhah. Beirut, Al-Maktabah al-'Ashriyyah, 1424 H.
- al-Yari Tabrizi, Ali bin Abdullah. Bahjah al-Amal fi Syarh Zubdah al-Maqal. Teheran, Bunyad Farhang Islami Kusyanpur, cetakan kedua, 1412 H.
- an-Nuri, Husain bin Muhammad Taqi. Mustadrak al-Wasa'il wa Mustanbath al-Masa'il. Beirut, Mu'assasah Al al-Bait (as) li Ihya' at-Turats, 1429 H.
- asy-Syusytari, Muhammad Taqi. Qamus ar-Rijal. Qom, Mu'assasah an-Nasyr al-Islami, cetakan kedua, 1410 H.
- az-Zirikli, Khairuddin. Al-A'lam Qamus Tarajim li Asyhar ar-Rijal wa an-Nisa min al-'Arab wa al-Musta'ribin wa al-Mustasyriqin. Beirut, Dar al-'Ilm li al-Malayin, cetakan kedelapan, 1989 M.
- Ibnu Abi al-Wafa', Abdul Qadir bin Muhammad. Al-Jawahir al-Mudhi'ah fi Thabaqat al-Hanafiyyah. Tanpa tempat, Mu'assasah ar-Risalah, cetakan kedua, tanpa tahun.
- Ibnu al-Kalbi, Hisyam bin Muhammad. Jamharah an-Nasab. Tanpa tempat, 'Alam al-Kutub, 1407 H.
- Ibnu an-Nadim, Muhammad bin Ishaq. Al-Fihrist. Beirut, Dar al-Ma'rifah, tanpa tahun.
- Ibnu Asakir, Ali bin Hasan. Tarikh Madinah Dimasyq wa Dzikru Fadhliha wa Tasmiyah Man Hallaha min al-Amasil aw Ijtaza bi Nawahiha min Waridiha wa Ahliha. Beirut, Dar al-Fikr, 1415 H.
- Ibnu Hajar al-'Asqalani, Ahmad bin Ali. Tahdzib at-Tahdzib. Beirut, Dar Shadir, 1325 H.
- Ibnu Hajar al-'Asqalani, Ahmad bin Ali. Taqrib at-Tahdzib. Suriah, Dar ar-Rasyid, 1406 H.
- Ibnu Hibban, Muhammad. Ats-Tsiqat. Hyderabad, Da'irah al-Ma'arif al-'Utsmaniyyah, 1393 H.
- Ibnu Khallikan, Ahmad bin Muhammad. Wafayat al-A'yan wa Anba' Abna' az-Zaman. Beirut, Dar al-Fikr, tanpa tahun.
- Ibnu Sa'ad, Muhammad. Ath-Thabaqat al-Kubra. Pentahkik: Muhammad Abdul Qadir 'Atha. Beirut, Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, 1410 H.
- Kahhalah, Umar Ridha. Mu'jam al-Mu'allifin. Beirut, Dar Ihya' at-Turats al-'Arabi, 1376 H.
- Khwansari, Muhammad Baqir bin Zainal Abidin. Raudhat al-Jannat fi Ahwal al-'Ulama wa as-Sadat. Qom, Dihqani (Isma'iliyan), 1390 H.
- Murtadha, Bassam. Zubdah al-Maqal min Mu'jam ar-Rijal. Beirut, Dar al-Mahajjah al-Baidha', 1426 H.
- Quhpa'i, 'Inayatullah. Majma' ar-Rijal. Qom, Isma'iliyan, cetakan kedua, 1364 HS.
- Sezgin, Fuat. Tarikh at-Turats al-'Arabi. Qom, Perpustakaan Umum Ayatullah al-'Uzhma Mar'asyi Najafi (ra), cetakan kedua, 1412 H.
- Shiddiq Hasan Khan, Muhammad Shiddiq. Abjad al-'Ulum. Beirut, Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, 1420 H.
- Syabastari, Abdul Husain. Al-Fa'iq fi Ruwat wa Ashhab al-Imam ash-Shadiq (as). Qom, Mu'assasah an-Nasyr al-Islami, 1418 H.
- Syaikh ath-Thusi, Muhammad bin Hasan. Rijal ath-Thusi. Qom, Mu'assasah an-Nasyr al-Islami, cetakan ketiga, 1373 HS.
- Taqiyuddin al-Hilli, Hasan bin Ali. Ar-Rijal. Teheran, Universitas Teheran, 1342 HS.
- Tim Ilmiah Mu'assasah Imam Shadiq (as), di bawah pengawasan Ja'far Subhani. Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha. Qom, Mu'assasah al-Imam ash-Shadiq (as), 1418 H.
- Waki', Muhammad bin Khalaf. Akhbar al-Qudhah. Beirut, 'Alam al-Kutub, 1422 H.
- Yaqut al-Hamawi, Yaqut bin Abdullah. Mu'jam al-Udaba. Beirut, Dar al-Gharb al-Islami, 1993 M.