Konsep:Ismail bin Mehran
| Nama lengkap | Ismail bin Mehran bin Abi Nashr al-Sakuni |
|---|---|
| Kunyah | Abu Ya'qub, Abu Muhammad |
| Tempat lahir | Kufah |
| Tempat tinggal | Kufah |
| Wafat | Hidup hingga tahun 224 H |
| Mazhab | Syiah |
| Perawi dari Ma'shum | Imam Shadiq as dan Imam Jawad as |
| Para perawi darinya | Shafwan bin Yahya, Hammad bin Utsman, Nadhr bin Suwaid |
| Kredibilitas | Tsiqah |
| Jumlah riwayat | Lebih dari 120 riwayat |
| Karya | Tsawab al-Qur'an, Khuthab Amirul Mukminin as, Shifat al-Mukmin wa al-Fajir |
Ismail bin Mehran al-Sakuni (bahasa Arab:اسماعیل بن مِهران سَکونی) (Hidup hingga 224 H) adalah salah satu sahabat Imam Ridha as dan perawi Imam Jawad as yang juga meriwayatkan hadis dengan perantara dari Imam Shadiq as. Ayatullah Khu'i dengan bersandar pada pandangan Syekh Thusi dan Najasyi menganggapnya tsiqah, dan meyakini bahwa kritik Ibnu Ghadhairi hanya merujuk pada penukilannya dari orang-orang lemah (dhu'afa) dan tidak menunjukkan ketidaktsiqahannya.
Ismail memiliki lebih dari 126 riwayat fikih dan meriwayatkan dari perawi seperti Shafwan bin Yahya, Shafwan Jammal, dan Zakariya bin Adam. Selain itu, Ibrahim bin Hasyim dan Ahmad bin Muhammad al-Barqi juga meriwayatkan darinya. Di antara karyanya adalah Tsawab al-Qur'an dan Khuthab Amirul Mukminin as.
Hubungan dengan Imam Syiah
Ismail bin Mehran bin Abi Nashr as-Sakuni[1] adalah salah satu perawi Kufah,[2] yang namanya disebutkan dalam sumber-sumber rijal sebagai salah satu perawi Imam Shadiq as, Imam Ridha as, dan Imam Jawad as.[3] Syekh Thusi dalam Rijal-nya, sekali menyebutnya sebagai sahabat Imam Shadiq as,[4] dan di bagian lain sebagai sahabat Imam Ridha as;[5] namun dalam Al-Fihrist, ia menegaskan bahwa Ismail meriwayatkan dari Imam Shadiq as dengan perantara.[6]
Abdullah Jawadi Amuli dalam kitab Rijal-e Tafsiri, dengan merujuk pada perbedaan naskah Rijal at-Thusi, mengemukakan kemungkinan bahwa penyebutan nama Ismail bin Mehran sebagai sahabat Imam Shadiq as disebabkan oleh perbedaan naskah; ia juga meyakini bahwa riwayat-riwayat yang secara lahiriah memperkenalkan Ismail bin Mehran sebagai perawi langsung Imam Shadiq as, sebenarnya berkaitan dengan Sulaiman bin Mehran al-A'masy yang dalam beberapa naskah secara keliru (mushahhaf) tertulis sebagai Ismail.[7]
Ismail bin Mehran juga bertemu dengan Imam Jawad as dan meriwayatkan hadis darinya.[8] Termasuk hadis yang di dalamnya ditegaskan tentang imamah Imam Hadi as.[9] Berdasarkan beberapa pandangan, hal ini menunjukkan bahwa ia bermazhab Imamiyah.[10] Secara keseluruhan, lebih dari 126 riwayat dinukil darinya dalam sumber-sumber hadis[11] yang sebagian besarnya dalam bidang Fikih.[12]
Ismail bin Mehran dikenal dengan kuniyah Abu Ya'qub,[13] atau Abu Muhammad.[14] Dalam beberapa sanad, ia disebut dengan gelar "Al-Kufi".[15] Tanggal kelahiran dan wafatnya tidak diketahui,[16] namun menurut beberapa laporan, ia masih hidup hingga tahun 224 H.[17]
Ketsiqahan
Ayatullah Khu'i, pakar hadis Syiah, dengan bersandar pada pandangan Syekh Thusi, Najasyi, dan Ayyaszi, menganggap ketsiqahan Ismail sebagai hal yang pasti.[18] Ahmad bin Ali al-Najasyi, pakar rijal abad ke-4 H, memperkenalkan Ismail bin Mehran sebagai orang yang Tsiqah dan dapat dipercaya.[19] Kasysyi, seorang pakar rijal, dalam satu nukilan memuji Ismail dengan sebutan tsiqah, utama, dan bertakwa, dan dalam nukilan lain menuduhnya Ghuluw.[20]
Ibnu Ghadhairi, pakar rijal, meyakini bahwa Ismail bin Mehran banyak menukil hadis dari orang-orang lemah.[21] Ia juga menganggap hadis-hadisnya memiliki kekurangan dan menggambarkan kepribadiannya sebagai labil (mutazalzil).[22] Menurut Ayatullah Khu'i, perkataan Ibnu Ghadhairi tidak menunjukkan ketidaktsiqahan Ismail, melainkan hanya menunjukkan bahwa ia meriwayatkan hadis dari perawi-perawi yang lemah.[23]
Guru dan Murid
Beberapa perawi yang menjadi sumber riwayat Ismail bin Mehran antara lain:: Zakariya bin Adam, Nadhr bin Suwaid, Hammad bin Utsman, Ahmad bin Muhammad bin Abi Nashr, Shafwan bin Yahya, Shafwan Jammal, dan Hasan bin Ali bin Abi Hamzah al-Batha'ini.[24]
Selain itu, beberapa perawi yang meriwayatkan dari Ismail bin Mehran antara lain: Ibrahim bin Hasyim, Shalih bin Abi Hammad, Ahmad bin Muhammad al-Barqi, Ali bin Hasan bin Fadhal, Abu Abdillah ar-Razi, dan Ibnu Mas'adah.[25]
Karya
Dalam Rijal al-Najasyi dan Al-Fihrist karya Syekh Thusi, beberapa karya dinisbatkan kepada Ismail bin Mehran, antara lain Tsawab al-Qur'an, Al-Ihlilajah, Shifat al-Mukmin wa al-Fajir, dan Khuthab Amirul Mukminin as.[26] Aqa Buzurg Tehrani, bibliografer Syiah, menganggapnya sebagai penulis pertama di bidang Akhlak.[27]
Catatan Kaki
- ↑ Najasyi, Rijal al-Najasyi, 1365 HS, hlm. 27.
- ↑ Jawadi Amuli, Rijal-e Tafsiri, 1398 HS, hlm. 261.
- ↑ Najasyi, Rijal al-Najasyi, 1365 HS, hlm. 27; Syekh Thusi, Rijal at-Thusi, 1373 HS, hlm. 161.
- ↑ Syekh Thusi, Rijal at-Thusi, 1373 HS, hlm. 161.
- ↑ Syekh Thusi, Rijal at-Thusi, 1373 HS, hlm. 352.
- ↑ Thusi, Al-Fihrist, 1420 H, hlm. 27.
- ↑ Jawadi Amuli, Rijal-e Tafsiri, 1398 HS, hlm. 264.
- ↑ Syari'ati dan lain-lain, "Ismail bin Mehran", hlm. 244.
- ↑ Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 1, hlm. 323.
- ↑ Syari'ati dan lain-lain, "Ismail bin Mehran", hlm. 244.
- ↑ Khu'i, Mu'jam Rijal al-Hadits, Najaf al-Asyraf, jld. 4, hlm. 103.
- ↑ Syiyasi, "Guneh-syinasi-ye Riwayat-e Fiqhi-ye Ismail bin Mehran bin Muhammad bin Abi Nashr dar Abwab-e Thaharat, Shalat, Shaut wa Diyat", hlm. 2.
- ↑ Najasyi, Rijal al-Najasyi, 1365 HS, hlm. 27.
- ↑ Wasithi Baghdadi, Ar-Rijal (Ibnu Ghadhairi), 1364 HS, hlm. 38.
- ↑ Jawadi Amuli, Rijal-e Tafsiri, 1398 HS, hlm. 261.
- ↑ Jawadi Amuli, Rijal-e Tafsiri, 1398 HS, hlm. 262.
- ↑ Syari'ati dan lain-lain, "Ismail bin Mehran", hlm. 245.
- ↑ Khu'i, Mu'jam Rijal al-Hadits, Najaf al-Asyraf, jld. 4, hlm. 107.
- ↑ Najasyi, Rijal al-Najasyi, 1365 HS, hlm. 27.
- ↑ Kasysyi, Rijal al-Kasysyi, 1409 H, hlm. 589.
- ↑ Wasithi Baghdadi, Al-Rijal (Ibnu Ghadhairi), 1364 HS, hlm. 38.
- ↑ Wasithi Baghdadi, Ar-Rijal (Ibnu Ghadhairi), 1364 HS, hlm. 38.
- ↑ Khu'i, Mu'jam Rijal al-Hadits, Najaf al-Asyraf, jld. 4, hlm. 107.
- ↑ Khu'i, Mu'jam Rijal al-Hadits, Najaf al-Asyraf, jld. 4, hlm. 103.
- ↑ Khu'i, Mu'jam Rijal al-Hadits, Najaf al-Asyraf, jld. 4, hlm. 103.
- ↑ Najasyi, Rijal al-Najasyi, 1365 HS, hlm. 27; Thusi, Al-Fihrist, 1420 H, hlm. 27.
- ↑ Tehrani, Al-Dzari'ah, 1408 H, hlm. 47.
Daftar Pustaka
- Jawadi Amuli, Abdullah. Rijal-e Tafsiri. Qom: Isra, cetakan kedua, 1398 HS.
- Kasysyi, Muhammad bin Umar. Rijal al-Kasysyi. Masyhad: Muassasah Nasyr Universitas Masyhad, cetakan pertama, 1409 H.
- Khu'i, Sayid Abul Qasim. Mu'jam Rijal al-Hadits. Najaf al-Asyraf: Muassasah al-Imam al-Khu'i al-Islamiyyah, tanpa tahun.
- Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Al-Kafi. Peneliti: Ali Akbar Ghaffari dan Muhammad Akhundi. Teheran: Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan ke-4, 1407 H.
- Najasyi, Ahmad bin Ali. Rijal al-Najasyi. Qom: Muassasah al-Nasyr al-Islami al-Tabi'ah li Jama'ah al-Mudarrisin, cetakan keenam, 1365 HS.
- Syari'ati, Shalih dan lain-lain. "Ismail bin Mehran". Dalam Danesynameh Imam Reza as. Qom: Markaz-e Beinulmilali Tarjumeh wa Nasyr-e Al-Mustafa saw, tanpa tahun.
- Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. Fihrist Kutub al-Syiah wa Ushulihim wa Asma' al-Mushannifin wa Ashhab al-Ushul. Korektor: Abdul Aziz Thabathaba'i. Qom: Maktabah al-Muhaqqiq al-Thabathaba'i, cetakan pertama, 1420 H.
- Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. Rijal al-Thusi. Qom: Muassasah al-Nasyr al-Islami al-Tabi'ah li Jama'ah al-Mudarrisin, cetakan Ke-3, 1373 HS.
- Syiyasi, Muhammad. "Guneh-syinasi-ye Riwayat-e Fiqhi-ye Ismail bin Mehran bin Muhammad bin Abi Nashr dar Abwab-e Thaharat, Shalat, Shaut wa Diyat" (Tipologi Riwayat Fikih Ismail bin Mehran bin Muhammad bin Abi Nashr dalam Bab Thaharah, Salat, Suara, dan Diyat). Dimuat di Bunyad-e Ilmi Farhangi-ye Had. Tanggal dimuat: 14 Februari 2024 M. Tanggal akses: 6 Mehr 1404 HS.
- Tehrani, Agha Buzurg. Al-Dzari'ah ila Tashanif al-Syiah. Qom: Muassasah Ismailiyan, 1408 H.
- Wasithi Baghdadi, Ahmad bin Husain. Al-Rijal (Ibnu Ghadhairi). Koreksi: Muhammad Reza Husaini. Qom: Dar al-Hadits, cetakan pertama, 1364 HS.