Lompat ke isi

Konsep:Iddah min ashabina

Dari wikishia

Iddah min ashabina (Sejumlah orang Syiah) atau Jama'ah min ashabina (Sekelompok orang Syiah) adalah sebuah istilah dalam ilmu hadis yang digunakan untuk tujuan meringkas dalam penukilan sanad, sebagai ganti dari menyebutkan nama seluruh perawi. Ungkapan ini merupakan inovasi dari Kulaini dan telah digunakan dalam sanad lebih dari empat ribu riwayat di Buku Al-Kafi.

Iddah min ashabina merujuk pada sekelompok perawi yang nama sebagian dari mereka seperti Ibrahim bin Hasyim telah tercatat dalam sumber-sumber rijal. Meskipun demikian, dalam kasus-kasus di mana nama perawi-perawi ini tidak diketahui, riwayat tersebut diklasifikasikan ke dalam golongan riwayat mursal.

Metode ini, juga telah ditiru oleh para muhadis seperti Syekh Shaduq dan Syekh Thusi serta dalam sumber-sumber Ahlusunah juga digunakan dengan ungkapan-ungkapan yang serupa.

Kedudukan dan Kepentingan

Iddah min ashabina, adalah sebuah istilah dalam ilmu hadis[1] dan merujuk pada sekelompok perawi di mana para penulis buku-buku hadis untuk meringkas dalam penyebutan sanad, menahan diri dari menyebutkan nama mereka.[2] Ungkapan ini yang dianggap sebagai inovasi Kulaini di buku Al-Kafi, di kemudian hari juga ditiru oleh para muhadis seperti Syekh Shaduq dan Syekh Thusi.[3]

Kulaini sebagai ganti dari menyebutkan nama-nama perawi satu per satu dan menukil beberapa sanad, menggunakan ungkapan ini;[4] sedemikian rupa sehingga jika nama-nama "iddah" diidentifikasi, sanad hadis dalam beberapa kasus dipisahkan setidaknya menjadi empat sanad.[5] Menurut perkataan Hasan Ansari penulis artikel "Metode dan Cara Kulaini di Al-Kafi", ungkapan ini menunjukkan bahwa Kulaini untuk mengakses hadis-hadis perawi tingkat atas, memiliki sanad dan banyak sumber di tangannya.[6]

Ungkapan "Iddah min ashabina" digunakan dalam lebih dari empat ribu sanad riwayat Al-Kafi[7] dan utamanya terletak di awal sanad-sanad.[8] Terkadang juga ungkapan-ungkapan serupa seperti "Jama'ah min ashabina"[9] dan "Ghairu wahid min ashabina"[10] terlihat di buku ini. Sebagian orang-orang Wahabi, menganggap keberadaan istilah ini menyebabkan terputusnya sanad,[11] namun ungkapan serupa ini dalam sumber-sumber Ahlusunah juga digunakan dengan ungkapan-ungkapan seperti "Ba'dh ashabina"[12] dan "Ghairu wahid min ashabina"[13].

Siapakah Iddah min Ashabina Itu?

Identifikasi para perawi dalam ungkapan iddah min ashabina telah dikaji dalam sumber-sumber fikih dan hadis.[14]

Perawi yang Dikenal

Kulaini utamanya menggunakan ungkapan ini dalam sanad-sanad yang dinisbatkan kepada Ahmad bin Muhammad bin Isa, Ahmad bin Muhammad Barqi dan Sahl bin Ziyad.[15] Nama sebagian dari perawi ini seperti Ibrahim bin Hasyim telah disebutkan dalam sumber-sumber rijal seperti buku Allamah Hilli yang dinukil dari Kulaini[16] dan kehadiran mereka menyebabkan kredibilitas sanad.[17] Tentu saja Ja'far Subhani menukil dari Muhaqqiq Syusytari seorang ahli rijal Syiah bahwa pada sebagian nama "iddah" yang dinukil oleh Sahl bin Ziyad, telah terjadi distorsi (tahrif).[18]

Selain itu dalam kasus-kasus di mana Kulaini menyebutkan nama-nama perawi bersama dengan ungkapan ini seperti "Iddah min ashabina minhum Muhammad bin Yahya al-'Aththar", mereka dimasukkan ke dalam golongan perawi yang dikenal.[19]

Perawi yang Tidak Dikenal

Terdapat juga kasus-kasus di mana nama perawi tidak diketahui, seperti:

  • Iddah min ashabina 'an Ja'far bin Muhammad
  • Iddah min ashabina 'an Abdullah bin al-Bazzaz
  • Iddah min ashabina 'an Sa'd bin Abdullah
  • Iddah min ashabina 'an Muhammad bin Isa.[20]

Dalam kasus-kasus seperti itu, sebagian ulama rijal, mengklasifikasikan riwayat-riwayat ini ke dalam golongan riwayat mursal,[21] meskipun Syekh Hurr al-Amili menentang pandangan ini.[22] Menurut keyakinan Akbar Turabi Syahrdha'i seorang peneliti rijal, jika ungkapan ini terletak di tengah atau akhir sanad dan maksud Kulaini tidak jelas secara gamblang, karena tidak dipastikannya ketsiqahan perawi, riwayat tersebut dianggap mursal.[23]

Catatan Kaki

  1. Mujtahidi dan Jalali, "Rawesy Syenasi-e Tadwin-e Ahadits-e Kulaini dar Kafi", hlm. 4523.
  2. Qanbari, Syenakhtnameh-ye Kulaini wa al-Kafi, 1387 HS, jld. 1, hlm. 403.
  3. Mujtahidi dan Jalali, "Rawesy Syenasi-e Tadwin-e Ahadits-e Kulaini dar Kafi", hlm. 4523.
  4. "Iddah min ashabina dar Asnad-e Kafi", Madrasah Fiqhi Imam Muhammad Baqir (a).
  5. "Iddah min ashabina dar Asnad-e Kafi", Madrasah Fiqhi Imam Muhammad Baqir (a); Turabi Syahrdha'i, Pazhuhesyi dar Ilm-e Rijal, 1378 HS, hlm. 402-406.
  6. Ansari, "Rawesy wa Syiweh-ye Kulaini dar al-Kafi".
  7. Turabi Syahrdha'i, Pazhuhesyi dar Ilm-e Rijal, 1378 HS, hlm. 401.
  8. Turabi Syahrdha'i, Pazhuhesyi dar Ilm-e Rijal, 1378 HS, hlm. 401-407.
  9. Turabi Syahrdha'i, Pazhuhesyi dar Ilm-e Rijal, 1378 HS, hlm. 401.
  10. Subhani, Kulliyyat fi 'Ilm al-Rijal, 1425 H, hlm. 449.
  11. Yazdani, "'Iddah min Ashabina' dar Kitab Kafi wa Musyabeh-e An dar Bukhari wa Muslim".
  12. Bukhari, Shahih al-Bukhari, 1422 H, jld. 2, hlm. 100.
  13. Naisaburi, Shahih Muslim, Beirut, jld. 3, hlm. 1191.
  14. Nuri, Mustadrak al-Wasa'il, 1408 H, jld. 21, hlm. 507-534; Subhani, Kulliyyat fi 'Ilm al-Rijal, 1425 H, hlm. 444; Turabi Syahrdha'i, Pazhuhesyi dar Ilm-e Rijal, 1378 HS, hlm. 401; "Jalaseh-e Sizdahum - Kitab-e Kafi".
  15. Najasyi, Rijal al-Najasyi, 1365 HS, hlm. 378; Allamah Hilli, Rijal al-'Allamah al-Hilli, 1411 H, hlm. 271-272; Turabi Syahrdha'i, Pazhuhesyi dar Ilm-e Rijal, 1378 HS, hlm. 402-406.
  16. Allamah Hilli, Rijal al-'Allamah al-Hilli, 1411 H, hlm. 271.
  17. Turabi Syahrdha'i, Pazhuhesyi dar Ilm-e Rijal, 1378 HS, hlm. 402-406; Nur Mufidi, "Jalaseh-e Sizdahum - Kitab-e Kafi".
  18. Subhani, Kulliyyat fi 'Ilm al-Rijal, 1425 H, hlm. 445.
  19. Subhani, Kulliyyat fi 'Ilm al-Rijal, 1425 H, hlm. 444.
  20. "Iddah min ashabina dar Asnad-e Kafi", Madrasah Fiqhi Imam Muhammad Baqir (a).
  21. "Iddah min ashabina dar Asnad-e Kafi", Madrasah Fiqhi Imam Muhammad Baqir (a); Turabi Syahrdha'i, Pazhuhesyi dar Ilm-e Rijal, 1378 HS, hlm. 406.
  22. Rabbani, "Rawesy Syenasi-e Tadwin-e Hadits dar Wasa'il al-Syi'ah", hlm. 196.
  23. Turabi Syahrdha'i, Pazhuhesyi dar Ilm-e Rijal, 1378 HS, hlm. 406.

Daftar Pustaka

  • Allamah Hilli, Hasan bin Yusuf. Rijal al-'Allamah al-Hilli. Pengoreksi: Muhammad Shadiq Bahrul Ulum. Najaf Asyraf, Dar al-Dzakha'ir, 1411 H.
  • Ansari, Hasan. "Rawesy wa Syiweh-ye Kulaini dar al-Kafi" (Metode dan Cara Kulaini di Al-Kafi). Taranuma-ye Barrasi-haye Tarikhi. Tanggal diakses 9 Mehr 1404 HS.
  • Bukhari, Muhammad bin Ismail. Shahih al-Bukhari. Peneliti: Muhammad Zuhair bin Nashir al-Nashir. Dar Thuq al-Najah, cetakan pertama, 1422 H.
  • "Iddah min ashabina dar Asnad-e Kafi". Madrasah Fiqhi Imam Muhammad Baqir (a). Tanggal dimuat: 9 Isfand 1394 HS, tanggal diakses: 31 Syahriwar 1404 HS.
  • Kani Tehrani, Ali. Taudhih al-Maqal fi 'Ilm al-Rijal. Dar al-Hadits, Qom, 1421 H.
  • Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. Al-Kafi. Koreksi: Ali Akbar Ghaffari dan Muhammad Akhundi. Taheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan keempat, 1407 H.
  • Mujtahidi, Hasyim dan Mujtaba Jalali. "Rawesy Syenasi-e Tadwin-e Ahadits-e Kulaini dar Kafi" (Metodologi Penyusunan Hadis Kulaini di Kafi). Majalah Jame'eh-syenasi Siyasi Iran, nomor 27, Bahman 1401 HS.
  • Naisaburi, Muslim bin Hajjaj. Shahih Muslim (Al-Musnad al-Shahih al-Mukhtashar bi Naql al-'Adl 'an al-'Adl ila Rasulillah (s)). Penelitian: Muhammad Fuad Abdul Baqi. Beirut, Penerbit Dar Ihya' al-Turats al-'Arabi, t.t.
  • Najasyi, Ahmad bin Ali. Rijal al-Najasyi. Mu'assasah al-Nasyr al-Islami, Qom, 1365 HS.
  • Nur Mufidi, Sayid Mujtaba. "Jalaseh-e Sizdahum - Kitab-e Kafi" (Sesi Ketiga Belas - Kitab Kafi). Pangkalan Informasi Ayatullah Sayid Mujtaba Nur Mufidi, tanggal dimuat: 13 Day 1389 HS, tanggal diakses: 31 Syahriwar 1404 HS.
  • Nuri, Husain bin Muhammad Taqi. Mustadrak al-Wasa'il wa Mustanbath al-Masa'il. Mu'assasah Al al-Bait, Qom, 1408 H.
  • Qanbari, Muhammad. Syenakhtnameh-ye Kulaini wa al-Kafi (Buku Pengenalan Kulaini dan Al-Kafi). Qom, Mu'assasah Ilmi Farhangi Dar al-Hadits, 1387 HS.
  • Rabbani, Sayid Hasan. "Rawesy Syenasi-e Tadwin-e Hadits dar Wasa'il al-Syi'ah" (Metodologi Penyusunan Hadis dalam Wasa'il al-Syi'ah). Faslnameh Fiqh, nomor 62, musim dingin 1388 HS.
  • Subhani, Ja'far. Kulliyyat fi 'Ilm al-Rijal. Qom, Mu'assasah al-Nasyr al-Islami, cetakan keenam, 1425 H.
  • Turabi Syahrdha'i, Akbar. Pazhuhesyi dar Ilm-e Rijal (Sebuah Penelitian dalam Ilmu Rijal). Qom, Uswah, cetakan pertama, 1378 HS.
  • Yazdani, Sayid Muhammad. "'Iddah min Ashabina' dar Kitab Kafi wa Musyabeh-e An dar Bukhari wa Muslim" ('Iddah min Ashabina' di Kitab Kafi dan Sejenisnya di Bukhari dan Muslim). Tanggal dimuat: 27 Farwardin 1387 HS, tanggal diakses: 31 Syahriwar 1404 HS.