Konsep:Hukum Imdhai
Hukum Imdhai, berlawanan dengan Hukum Ta'sisi, merujuk pada aturan dan tradisi yang lazim di kalangan masyarakat dan kaum uqala sebelum Islam, yang setelah syariat datang, dikonfirmasi oleh Syara' dengan syarat-syarat tertentu.[1] Menurut keyakinan Makarem Syirazi, hukum imdhai adalah hukum-hukum rasional dan konvensional yang dikonfirmasi oleh Islam karena adanya kemaslahatan umum; seperti jual beli, Ijarah, Hibah, Wasiat, Sulh, dan sebagian hukum Nikah serta Talak.[2] Menurut Makarem Syirazi, sebagian dari hukum-hukum ini berakar pada akal (seperti buruknya kezaliman dan baiknya keadilan) dan sebagian lainnya muncul dari tradisi dan perilaku kaum uqala terkait hubungan sosial.[3] Meskipun tidak dibahas secara independen dalam sumber-sumber fikih dan ushul, hukum-hukum seperti jual beli dan nikah dianggap sebagai contoh nyatanya.[4]
Istilah ini juga digunakan dalam Ushul Fikih untuk beberapa kasus,[5] dan dalam ranah hukum, ia merujuk pada hukum-hukum konvensional sebelum pengesahan oleh legislator; seperti Sarqofli yang lazim di kalangan masyarakat sebelum adanya undang-undang hak usaha.[6]
Para Fukaha menyebutkan dua cara utama agar sebuah hukum rasional menjadi hukum imdhai: pertama, pernyataan eksplisit dari Syara' untuk mengonfirmasinya, seperti jual beli dalam Ayat 275 Surah Al-Baqarah;[7] dan kedua, diamnya Syara' terhadap hal tersebut, seperti duka cita setelah pemakaman di hadapan Nabi Muhammad saw atau Imam maksum (as).[8] Sebagian juga menyebutkan cara ketiga; pengonfirmasian sira al-uqala melalui pengetahuan Imam terhadap rujukan masyarakat kepada para fakih pada Masa Gaib.[9]
Catatan Kaki
- ↑ Mohaqqiq Damad Yazdi, Qawa'id-e Fiqh (Kaidah-Kaidah Fikih), 1406 H, jld. 1, hlm. 6; Markaz-e Ettela'at wa Manabi-e Eslami, Farhang-nameh-ye Ushul-e Fiqh (Kamus Ushul Fikih), 1389 HS, jld. 1, hlm. 103; Hashemi Shahroudi, Farhang-e Fiqh-e Farsi (Kamus Fikih Bahasa Persia), Penerbit Muasasah Dairat al-Ma'arif al-Fiqh al-Islami, jld. 3, hlm. 352.
- ↑ Makarim al-Syirazi, Mausu'ah al-Fiqh al-Islami al-Muqaran, disusun oleh sekelompok ulama, jld. 1, hlm. 525.
- ↑ Makarim al-Syirazi, Mausu'ah al-Fiqh al-Islami al-Muqaran, disusun oleh sekelompok ulama, jld. 1, hlm. 526.
- ↑ Makarem Syirazi, Dairat al-Ma'arif-e Fiqh-e Muqaran, 1427 H, jld. 1, hlm. 561.
- ↑ Makarem Syirazi, Dairat al-Ma'arif-e Fiqh-e Muqaran, 1427 H, jld. 1, hlm. 569.
- ↑ Bonyad Da'irat al-Ma'arif-e Eslami, Danisy-nameh-ye Jahan-e Eslami (Ensiklopedi Dunia Islam), 1388 HS, jld. 6, hlm. 269.
- ↑ Makarem Syirazi, Dairat al-Ma'arif-e Fiqh-e Muqaran, 1427 H, jld. 1, hlm. 563.
- ↑ Makarem Syirazi, Dairat al-Ma'arif-e Fiqh-e Muqaran, 1427 H, jld. 1, hlm. 563.
- ↑ Imam Khomeini, al-Rasail, Penerbit Isma'iliyyan, jld. 2, hlm. 130.
Daftar Pustaka
- Bonyad Da'irat al-Ma'arif-e Eslami. Danisy-nameh-ye Jahan-e Eslami (Ensiklopedi Dunia Islam). Teheran, Penerbit Ketab-e Marja', 1388 HS.
- Hashemi Shahroudi, Sayid Mahmud. Farhang-e Fiqh-e Farsi (Kamus Fikih Bahasa Persia). Qom, Penerbit Muasasah Dairat al-Ma'arif al-Fiqh al-Islami, tanpa tahun.
- Imam Khomeini, Sayid Ruhullah. al-Rasail. Qom, Penerbit Isma'iliyyan, tanpa tahun.
- Makarem Syirazi, Naser. Dairat al-Ma'arif-e Fiqh-e Muqaran (Ensiklopedi Fikih Perbandingan). Qom, Madrasah al-Imam Ali bin Abi Thalib, 1427 H.
- Markaz-e Ettela'at wa Manabi-e Eslami. Farhang-nameh-ye Ushul-e Fiqh (Kamus Ushul Fikih). Qom, Penerbit Pusat Ilmu dan Kebudayaan Islam, 1389 HS.
- Mohaqqiq Damad Yazdi, Sayid Mustafa. Qawa'id-e Fiqh (Kaidah-Kaidah Fikih). Teheran, Penerbit Pusat Penerbit Ilmu Islam, 1406 H.
- Wala'i, Isa. Farhang-e Tasyrihi-ye Istilahat-e Ushul (Kamus Deskriptif Istilah-Istilah Ushul). Teheran, Penerbit Ney, 1387 HS.