Konsep:Ayat 4 Surah Al-Isra
| Informasi Ayat | |
|---|---|
| Surah | Al-Isra' |
| Ayat | 4 |
| Juz | 15 |
| Informasi Konten | |
| Deskripsi | Dua kerusakan dan pemberontakan besar Bani Israil |
Ayat 4 Surah Al-Isra mengabarkan bahwa Bani Israil akan melakukan kerusakan dan pemberontakan sebanyak dua kali.[1] Ayat-ayat berikutnya (5, 6 dan 7 Al-Isra') menjelaskan kerusakan-kerusakan ini dan hukuman-hukuman Ilahi setelahnya.[2] Namun Al-Qur'an secara khusus tidak mengisyaratkan rincian kedua kerusakan ini.[3]
Para mufasir dan sejarawan menyebutkan berbagai peristiwa sebagai misdak (contoh nyata) dari dua kerusakan Bani Israil,[4] seperti pembunuhan Zakaria as dan Yahya as,[5] niat membunuh Isa as,[6] kezaliman terhadap masyarakat dan perampasan harta mereka.[7] Al-Qur'an secara khusus tidak mengisyaratkan misdak hukuman-hukuman tersebut, namun serangan Bukhtunnashr dan kehancuran Yerusalem disebutkan sebagai hukumannya.[8] Muhammad Jawad Mughniyah menukil dari sebagian orang bahwa kerusakan dan hukuman kedua mengacu pada peristiwa Palestina dan kezaliman Yahudi terhadap kaum muslimin, namun Mughniyah sendiri tidak menerima pandangan ini.[9]
| “ | وَقَضَيْنَا إِلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا
|
” |
Dan Kami menyatakan kepada Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan melakukan kerosakan di bumi (Palestin) dua kali, dan sesungguhnya kamu akan berlaku sombong angkuh dengan melampau."
Kata "qadha" dalam ayat 4 Al-Isra' bermakna pengumuman[10] dan pemberitaan[11] dan yang dimaksud dengan ungkapan "al-kitab" dalam ayat ini adalah Taurat.[12] Maksud dari "al-ardh" (bumi) berdasarkan indikator ayat-ayat berikutnya dianggap sebagai tanah Palestina.[13] Ungkapan kerusakan dan "uluw" Bani Israil dimaknai sebagai pemberontakan, pembangkangan[14] dan kezaliman.[15] Ungkapan "uluw" (kesombongan/ketinggian hati) di muka bumi dalam Al-Qur'an juga digunakan untuk Firaun.[16]
Sebagian mufasir menganggap ayat ini mengikuti Sunnatullah yang berlaku bagi semua orang bahkan orang-orang beriman. Sunnatullah ini adalah bahwa berbagai kaum dikarenakan kerusakan yang mereka buat, akan melihat hasil-hasil negatif[17] dan hukuman Ilahi.[18]
Catatan Kaki
- ↑ Mughniyah, At-Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 5, hlm. 15.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir Namuneh, 1374 HS, jld. 12, hlm. 25.
- ↑ Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 6, hlm. 615.
- ↑ Syah Abdul Azhim, Tafsir Itsna 'Asyari, 1363 HS, jld. 7, hlm. 329.
- ↑ Husseini Syirazi, Tabyin al-Qur'an, 1423 H, hlm. 294.
- ↑ Thabarsi, Tafsir Jawami' al-Jami', 1377 HS, jld. 2, hlm. 317.
- ↑ Syekh Thusi, At-Tibyan, Beirut, jld. 6, hlm. 448.
- ↑ Thabarsi, Tafsir Jawami' al-Jami', 1377 HS, jld. 2, hlm. 317.
- ↑ Mughniyah, At-Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 5, hlm. 16.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir Namuneh, 1374 HS, jld. 12, hlm. 25.
- ↑ Syekh Thusi, At-Tibyan, Beirut, jld. 6, hlm. 448.
- ↑ Faidh Kasyani, Tafsir ash-Shafi, 1415 H, jld. 3, hlm. 178.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir Namuneh, 1374 HS, jld. 12, hlm. 25.
- ↑ Mughniyah, At-Tafsir al-Kasyif, 1424 H, jld. 5, hlm. 16.
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 13, hlm. 39.
- ↑ Surah Al-Qashash, ayat 4.
- ↑ Fadhlullah, Tafsir Min Wahyi al-Qur'an, 1419 H, jld. 14, hlm. 32.
- ↑ Quthb, Fi Zhilal al-Qur'an, 1412 H, jld. 4, hlm. 2213.
Daftar Pustaka
- Fadhlullah, Sayid Muhammad Husain. Tafsir Min Wahyi al-Qur'an. Beirut, Dar al-Malak lil-Thiba'ah wa an-Nasyr, cetakan kedua, 1419 H.
- Faidh Kasyani, Mulla Muhsin. Tafsir ash-Shafi. Tahkik: Husain A'lami, Teheran, Intisharat ash-Shadr, cetakan kedua, 1415 H.
- Husseini Syirazi, Sayid Muhammad. Tabyin al-Qur'an. Beirut, Dar al-Ulum, cetakan kedua, 1423 H.
- Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir Namuneh. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan pertama, 1374 HS.
- Mughniyah, Muhammad Jawad. At-Tafsir al-Kasyif. Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan pertama, 1424 H.
- Quthb, Sayid Ibrahim Husain Syadzili. Fi Zhilal al-Qur'an. Beirut, Kairo, Dar ash-Syuruq, cetakan ketujuh belas, 1412 H.
- Syah Abdul Azhim, Husain bin Ahmad. Tafsir Itsna 'Asyari. Teheran, Miqat, cetakan pertama, 1363 HS.
- Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. At-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an. Pengantar: Syekh Agha Bozorg Tehrani, Tahkik: Ahmad Qashir Amili, Beirut, Dar Ihya at-Turats al-Arabi, tanpa tahun.
- Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Pengantar: Muhammad Jawad Balaghi, Teheran, Nashir Khusro, cetakan ketiga, 1372 HS.
- Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Tafsir Jawami' al-Jami'. Teheran, Intisharat-e Danesyqah-e Tehran, Mudiriyat-e Hauzah Ilmiah Qom, cetakan pertama, 1377 HS.
- Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Qom, Daftar-e Intisharat-e Eslami, cetakan kelima, 1417 H.