Prioritas: a, Kualitas: c
tanpa navbox
tanpa referensi

Kitab Man La Yahdhuruhu al-Faqih (buku)

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari
Man La Yahdhuruhu al-Faqihhttp://en.wikishia.net
Judul Asli من لایحضره الفقیه
Pengarang Syaikh Shaduq
Bahasa Arab
Subyek Riwayat tentang Fikih
Seri 4 jilid
Diterbitkan oleh Muasasah al-Nashr al-Islami


Man La Yahdhuruhu al-Faqih (bahasa Arab: من لایحضره الفقیه) (berarti kitab (bagi) orang yang tidak menemukan (seorang fakih) adalah kitab kedua dari Kutub Arba'ah Imamiyah karya Syaikh Shaduq (381 H/991). Kitab yang berupa kumpulan hadis ini ditulis dengan tujuan mengumpulkan hadis-hadis sahih dan kredibel guna menjawab kebutuhan-kebutuhan agama seseorang yang tidak memiliki akses ke seorang fakih.

Kitab Man La Yahdhuruhu al-Faqih merupakan karya terbesar dan terpenting Syaikh Shaduq. Metode penulisannya adalah metode yang umum dipakai pada abad pertama Islam, yaitu para fakih Syiah cukup hanya dengan meriwayatkan dan menukilkan ucapan-ucapan para Imam as. Sekitar 6000 hadis dikumpulkan dalam kitab ini dan bertolak dari al-Kafi, hanya memuat riwayat-riwayat fikih.

Man La Yahdhuruhu al-Faqih mendapat perhatian para fakih Syiah dan mereka menulis pelbagai syarah (penjelasan)nya. Syarah terpopulernya adalah kitab Raudhah al-Muttaqin, karya Majlisi Pertama. Syaikh Shaduq mengkonklusi dan mengumpulkan hadis-hadis Man La Yahdhuruhu al-Faqih dari kitab-kitab para ulama terdahulu, seperti Huraiz bin Abdullah Sajistani, Syaikh Ajal Halabi, Ali bin Mahziyar al-Ahwazi, Ahmad bin Muhammad bin Isa dan Ibnu Abi Umair, Barqi dan Husein bin Said al-Ahwazi.

Tentang Penulis

Artikel Utama: Syaikh Shaduq

Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawaih al-Qummi, yang populer dengan Syaikh Shaduq (305-381 H/917-991) termasuk ulama terkemuka Syiah pada abad ke-4 Hijriah, ia dianggap sebagai ahli hadis dan fakih terkemuka fakultas hadis Qum dan kurang lebih 300 karya ilmiah telah dinisbahkan kepadanya, yang mayoritas darinya saat ini sudah tidak ada. Selain kitab Man La Yahdhuruhu al-Faqih, karya penting lainnya adalah Ma'āni al-Akhbār, 'Uyun al-Akhbār, al-Khishāl, 'Ilāl al-Syarayi' dan Shifāt al-Syiah.

Topik Kitab

Topik kitab ini adalah sekumpulan riwayat-riwayat Ahlulbait as seputar masalah-masalah fikih dan hukum-hukum syar'i dan Syaikh Shaqud dalam kitab tersebut mengumpulkan riwayat-riwayat fikih, yang menurut perspektifnya adalah hadis sahih dan kredibel.

Kedudukan Kitab

Kitab Man La Yahdhuruhu al-Faqih termasuk karya terbesar dan terpenting Syaikh Shaduq dan menurut pendapat para ulama dan cendekiawan, dikategorikan sebagai salah satu Kutub Arba'ah Syiah yang sampai saat ini menjadi tempat rujukan dan dipakai para mujtahid, para fakih dan orang-orang Syiah dan Ahlusunah. Puluhan ulama dan fakih Syiah telah mensyarahinya dan telah menulis hasyiah dan terjemahan-terjemahannya dalam bahasa Persia. Di antara karya-karya Syaikh hanya kitab Man La Yahdhuruhu al-Faqih, kitab komprehensif dalam fikih dan hukum-hukum mazhab Syiah Ja'fari. Karya lainnya biasanya dihiasi dengan nama sebuah topik dan menjelaskan hadis-hadis yang ada dalam jurusan dan topik tersebut.

Salah satu kriteria penting kitab ini adalah kepercayaan dan keyakinan akan validitas isi dan riwayatnya, melebihi karya-karya lainnya yang ada. Syaikh Shaqud dalam pendahuluan kitab ini menuturkan sebagai berikut:

"Sebenarnya tujuan saya, adalah membawakan sekumpulan riwayat-riwayat yang dengannya saya berfatwa dan menghukumi keabsahannya. Keyakinan saya mengenainya adalah merupakan hujjah (dalil) antara saya dan Tuhanku, semua apa yang saya kemukakan di sini, diambil dari kitab-kitab masyhur, dapat dipercaya dan merupakan kitab induk". [1]

Oleh karenanya, meski kitab ini adalah kitab riwayat, namun Syaikh Shaduq menyebutnya sebagai sebuah kitab fikih kredibel sehingga dengannya dapat mengamalkan masalah-masalah syar'i; namun tidak ada pernyataan jaminan semacam ini tertulis dalam karya-karya yang lain, dan ia tidak memastikan semua keabsahan hadis-hadisnya. Namun validitas pembahasan yang tertera dalam kitab al-Muqni' juga sampai pada batas seperti kitab Man La Yahdhuruhu al-Faqih; sebagaimana yang ia katakan: "Pembahasan-pembahasan yang saya kemukakan dalam kitab ini diambil dari kitab-kitab Ushul, yang terpercaya dan diyakini oleh para ulama dan fukaha". [2]

Metode Penulisan

Syaikh Shaduq menulis kitab ini sebagai sebuah kitab fikih sehingga dengannya dapat mengamalkan masalah-masalah syar'i, namun metode penulisannya adalah metode yang marak ditulis pada abad pertama Islam, yaitu para fakih Syiah cukup hanya dengan meriwayatkan dan menukilkan ucapan-ucapan para Imam as dan tidak mengizinkan diri mereka untuk berbicara di hadapan atau di samping ucapan para imam suci as; karena menganggap mereka terhubung dengan sumber wahyu dan tambang hikmah.

Cakupan Pembahasan

Termasuk kriteria kitab ini adalah keluasan dan cakupan pembahasan yang memuat pelbagai bab fikih. Sebagian pembahasan-pembahasan tersebut adalah sebagai berikut:

Jumlah Bab dan Hadis

Kitab Man La Yahdhuruhu al-Faqih memiliki 4 bagian (jld), yang ada perbedaan tentang jumlah bab dan hadisnya. Haji Nuri menulis, hadis-hadis kitab ini berjumlah 5963 hadis, sementara 2050 hadis tersebut adalah mursal. [3] Muhaddits Bahrani mengatakan, kitab Man La Yahdhuruhu al-Faqih memiliki 4 juz, sementara babnya berjumlah 636 atau 666 dan hadisnya berjumlah 5998. [4] Sebab perselisihan dari jumlah hadis yang tertera ini karena banyaknya kemiripan fatwa Syaikh Shaduq dengan riwayat-riwayat yang ada dalam kitab dan juga karena adanya keteraturan antara hadis musnad dan hadis mursal.

Perbandingan dengan Pustaka Hadis Syiah Komprehensif

Kumpulan Penting Hadis Syiah Penulis Tanggal Wafat Jumlah Hadis-hadis Keterangan
Al-Mahasin Ahmad bin Muhammad Barqi 274 H Sekitar 2604 Sekumpulan dari riwayat-riwayat dengan pelbagai tema seperti fiqih dan akhlak
Al-Kafi Muhammad bin Yakub al-Kulaini 329H. Sekitar 16000 Pembagian hadis-hadis akidah dan keyakinan, akhlak daan moral serta hukum fiqih
Kitab Man La Yahdhuruhu al-Faqih Syaikh Shaduq 381 H Sekitar 6000 Hadis-hadis Fiqih
Tahdzib al-Ahkam Syaikh Thusi 460 H Sekitar 13600 Hadis-hadis tentang Fiqih
Al-Istibshar Syaikh Thusi 460 H Sekitar 5500 Hadis-hadis Fiqih
Al-Wafi Faidh al-Kasyani 1091H Sekitar 50000 Kumpulan riwayat-riwayat kitab-kitab Arb'ah dengan membuang hadis-hadis pengulangan dan penerangan sebagian riwayat
Wasail al-Syi'ah Syaikh Hurr al-Amili 1104 H 35850 Hadis-hadis Fiqih yang ada di kitab-kitab Arba'ah dan lebih dari tujuh puluh kitab hadis lainnya
Bihar al-Anwar Allamah Majlisi 1110 H Sekitar 85000 Kumpulan terbanyak riwayat-riwayat para maksum dalam pelbagai topik
Mustadrak al-Wasail Mirza Husain Nuri 1320H 23514 Pelengkap hadis-hadis fiqih kitab Wasail al-syiah
Safinatul al-Bihar Syaikh Abbas Qummi 1359 H 10 jilid pemberian daftar isi untuk kitab Bihar al-Anwar sesuai dengan huruf alif ba
Mustadrak Safinatu al-Bihar Syaikh Ali Namazi 1405 H 10 jilid Takmil Safinatu al-Bihar
Jami' Ahadits Syiah Ayatullah Burujerdi 1380H 48342 Mencakup pustaka hadis-hadis fiqih Syiah yang sesuai pada tempatnya
Mizan al-Hikmah Muhammadi Rey Syahri Kontemporer 23030 564 tema selain fiqih
Al-Hayat Muhamamd Ridha al-Hakim Kontemporer 12 jilid 40 pasal dalam pelbagai topik pemikiran dan keilmuan

Tujuan Penulisan

Tujuan Syaikh Shaqud dari penulisan kitab Man La Yahdhuruhu al-Faqih adalah pengumpulan hadis-hadis sahih dan yang terpercaya. [5] Syaikh Shaduq menulis kitab ini atas permintaan salah satu sayid (keturunan Rasulullah saw) kota Balkh, yaitu Syarifuddin Abu Abdillah Muhammad bin Husain, yang masyhur dengan Ni'mat.

Ia meminta Syaikh Shaduq supaya menulis sebuah kitab dalam ilmu fikih yang menyerupai kitab Man la Yahdhuruhu al-Thabib, Muhammad bin Zakariya al-Razi dalam ilmu kedokteran sehingga dapat digunakan oleh orang-orang yang tidak dapat bertemu dengan para ulama dan fakih terkemuka dan dapat mengetahui hukum-hukum syar'i dan kewajiban-kewajibannya dengan merujuk pada kitab tersebut. [6]

Acuan Kitab

Syaikh Shaduq mengeluarkan dan mengumpullkan hadis-hadis kitab Man La Yahdhuruhu al-Faqih dari kitab-kitab para ulama terdahulu, seperti Huraiz bin Abdullah Sajistani, Syaikh Ajal Halabi, Ali bin Mahziyar al-Ahwazi, Ahmad bin Muhammad bin Isa, Ibnu Abi Umair, Barqi dan Husain bin Sa'id al-Ahwazi.

Analogi kitab Man La Yahdhuruhu al-Faqih dengan kitab al-Kafi

Pustaka kitab hadis pertama Syiah yang komprehensif yang ditulis pada masa Ghaibah Sughra yang lebih komprehensif ketimbang kitab-kitab empat lainnya, dari aspek isi dan riwayatnya adalah kitab al-Kafi karya Syaikh Kulaini. Analogi antara kitab al-Kafi dan kitab Man La Yahdhuruhu al-Faqih adalah bahwa kitab Man La Yahdhuruhu al-Faqih ditulis dalam masalah-masalah yang berkaitan hukum-hukum amali dan fikih; sebagaimana penegasan Syaikh Shaduq sendiri akan hal ini. Ia menulis:

"Saya menjadikan kitab ini semata-mata untuk fikih dan bukan selainnya". [7]

Namun, kitab al-Kafi selain hukum dan masalah-masalah fikih, juga memuat hadis-hadis akidah dan akhlak. Terkait sanad riwayat kitab Man La Yahdhuruhu al-Faqih dan analoginya dengan al-Kafi, harus dikatakan: Syaikh Shaduq memakai sanad pendek, namun Syaikh Kulaini tidak menggunakan metode tersebut, sebagaimana Syaikh Shaduq dan Syaikh Thusi, namun tabiatnya dalam ranah sanad adalah melampirkan secara sempurna dalam kitabnya tersebut.

Syarah dan Hasyiyah (Penjelasan dan Catatan Pinggir)

Sampai sekarang ini sudah tercatat 23 syarah kitab Man La Yahdhuruhu al-Faqih, yang mayoritasnya sekarang ini sudah tidak ada dan tidak dapat diakses dan atau yang ada hanya naskah tulisannya saja dan tidak dipublikasikan secara luas. Sebagian syarah tersebut adalah:

Sebagian terjemahan kitab tersebut adalah sebagai berikut:

  • Al-Lawami' al-Qudsiyyah atau Lawami' Shahib Qarani, karya al-Majlisi Pertama, yang ditulis untuk Syah Abbas Shafawi, yang bergelar Shahib Qaran dan dicetak pada tahun 1322-1324 H.
  • Teks dan terjemahan kitab Man La Yahdhuruhu al-Faqih, kitab ini diterjemahkan dan disyarahi dalam 6 jilid oleh Ali Akbar Ghaffari, Shadr Balaghi dan Muhammad Jawad Ghaffari.
  • Guzideh kitab Man La Yahdhuruhu al-Faqih, penerjemahnya adalah Muhammad Baqir Behbudi.

Status Cetak

  • Cetak Offset di Lucknow India pada tahun 1306 H, dalam 6 jilid folio.
  • Cetak Offset di Tabriz pada tahun 1324 H, dalam 1 jilid folio.
  • Cetak Offset di Tehran pada tahun 1345 H, dalam 1 jilid folio.
  • Cetak Huruf di Najaf pada tahun 1371 H, dalam 4 jilid standar.
  • Cetak Huruf di Tehran pada tahun 1376 H, dalam 1 jilid folio.
  • Cetak Huruf di Najaf pada tahun 1392 H, dalam 4 jilid folio.
  • Cetak Huruf di Qom pada tahun 1413 H, dalam 4 jilid standar.

Catatan Kaki

  1. Syaikh Shaduq, Man La Yahdhuruhu al-Faqih, jld. 1, hlm. 3.
  2. Ibid., al-Muqni', hlm. 5.
  3. Ibid., Man La Yahdhuruhu al-Faqih, jld. 4, hlm. 538-539, catatan kaki.
  4. Bahrani, hlm. 395.
  5. Nadzari.
  6. Amin, jld. 1, hlm. 122.
  7. Syaikh Shaduq, Man La Yahdhuruhu al-Faqih, jld., jld. 4, hlm. 180.

Daftar Pustaka

  • Amin, Sayid Muhsin, A'yan al-Syiah, Dar al-ta'aruf lil Mathbu'at, Beirut, 1406 H.
  • Bahrani, Yusuf, Laulat al-Bahrain, Najaf, Dar al-Nu'man, 1386 H.
  • Ibid., kitab Man La Yahdhuruhu al-Faqih, editor, Ali Akbar Ghaffarni, Daftar Intisyarat Islami, Qom, cet. 2, 1413 H.
  • Nadzari, Mahmud, Pazuheshi darboreye Kitab Man La Yahdhuruhu al-Faqih, Majalleh Masjid, no 34, tahun 1376.
  • Syaikh Shaduq, al-Muqni', Muassasah Imam Hadi, Qom, 1415 H.