Prioritas: aa, Kualitas: b
tanpa navbox

Kutub Arba'ah

Dari WikiShia
Lompat ke: navigasi, cari

Kutub Arba'ah (bahasa Arab:الكتب الأربعة) atau Ushul Arba'ah adalah sebutan untuk kumpulan empat kitab hadis penting Syiah. Kitab-kitab ini menjadi rujukan utama akidah dan fikih Syiah setelah Alquran. Nama-nama terkenal keempat kitab tersebut yaitu al-Kafi, Tahdzib al-Ahkam, al-Istibshar dan Kitab Man La Yahdhuruhu al-Faqih.

Kitab Ushul al-Kafi

Pandangan Syiah Terhadap Kutub Arba'ah

Orang-orang Syiah memandang keempat kitab ini sebagai sumber dan rujukan hadis paling terpercaya. Meskipun tentunya mereka tidak memandang wajib mengamalkan semua riwayat yang terdapat di dalamnya. Oleh karena itu, para ulama Syiah menulis berbagai syarah (penjelasan) atas kitab-kitab ini yang meneliti sanad dan dalil-dalil riwayatnya, juga menjelaskan perihal kesahihan dan kelemahan riwayat-riwayat tersebut.[1]

Kitab Man Laa Yahdhuruh al-Faqih

Al-Kafi

Kitab ini terkenal dengan al-Kafi yang ditulis oleh Syaikh Abu Ja'far Kulaini (wafat 329 H/941) pada masa Ghaibah Shughra Imam Mahdi afs. Al-Kafi memuat 16.000 hadis yang terhimpun dalam tiga bagian: ushul, furu' dan raudhah.

Al-Ushul min al-Kafi memuat hadis-hadit tentang akidah dan Al-Furu' min al-Kafi memuat riwayat-riwayat yang berkenaan dengan fikih dan hukum-hukum amali. sedangka Raudhat al-Kafi lebih banyak memuat hadis-hadis tentang akhlak dan teladan-teladan.[2]

Man Laa Yahdhuruh al-Faqih

Kitab Tahdzib al-Ahkam

Kitab Man Laa Yahdhuruh al-Faqih ditulis oleh Abu Ja'far Muhammad bin Ali bin Husain bin Babawaih Qummi (wafat 381 H/992).

Kitab ini memuat 6.000 hadis yang khusus mengenai bahasan fikih dan hukum-hukum amali. Keistimewaan kitab ini yaitu Syaikh Shaduq meyakini hanya menuliskan hadis-hadis sahih di dalamnya dan ia sendiri memberikan fatwa berdasarkan hadis-hadis tersebut.[3]

Tahdzib al-Ahkam

Kitab Al-Istibshar fi Maa Ikhtalafa min al-Akhbar

Kitab Tahdzib al-Ahkam ditulis oleh Syaikh al-Thaifah Abu Ja'far bin Hasan Thusi (wafat 460 H/1068). Kitab ini merupakan salah satu kumpulan riwayat Syiah paling terpercaya dan kitab ketiga dari kutub arba'ah. Tahdzib al-Ahkam memuat kumpulan riwayat fikih dan hukum syar'i dari Ahlulbait as.

Syaikh Thusi menulis kitab ini atas perintah Syaikh Mufid sebagai syarah dan penjelasan kitab al-Muqni'ah karya Syaikh Mufid sendiri.

Dalam Tahdzib al-Ahkam, Syaikh Thusi hanya menjelaskan furu' (cabang) dan hukum-hukum syar'i mulai dari pembahasan thaharah (bersuci) sampai diyat (tebusan). Susunan penulisannya seperti susunan kitab al-Muqni'ah. Kitab Tahdzib berisi 393 bab dan 13.590 hadis. Pada bagian akhir kitab terdapat Masyikhah, yaitu sanad Syaikh Thusi atas kitab-kitab yang diambil riwayat darinya.[4]

Al-Istibshar fi Maa Ikhtalafa min al-Akhbar

Kitab Al-Istibshar juga ditulis oleh Syaikh Thusi (wafat 460 H/1068). Syaikh Thusi menulis kitab ini setelah kitab Tahdzib al-Ahkam, atas permintaan sebagian muridnya. Dalam kitab ini hanya dimuat riwayat-riwayat mengenai berbagai permasalahan fikih dan riwayat-riwayat lain yang bertentangan dengannya. Oleh karena itu, kitab ini tidak memuat seluruh permasalah fikih.

Syaikh Thusi terlebih dahulu menyebutkan riwayat-riwayat yang dinilainya sahih dan terpercaya, kemudian ia menyebutkan riwayat-riwayat lain yang bertentangan dengannya. Setelah itu Syaikh Thusi memberikan kesimpulan hasil penelitiannnya atas hadis-hadis yang bertentangan tersebut. Susunan bab dalam kitab ini seperti kitab fikih lainnya, dimulai dari bab thaharah (bersuci) dan ditutup dengan bab diyat (tebusan)—bab di sini artinya pasal atau bahasan. Kitab Istibshar memuat 5511 buah riwayat.[5]

Catatan Kaki

  1. Amini, Al-Ghadir, jld. 3, hlm. 383-384.
  2. Mudir Shanehci, Tarikh Hadits, hlm. 116-119.
  3. Mudir Shanehci, Tarikh Hadits, hlm. 130-135.
  4. Mudir Shanehci, Tarikh Hadits, hlm. 138-140.
  5. Mudir Shanehci, Tarikh Hadits, hlm. 148-150.

Daftar Pustaka

  • Amini. Al-Ghadir fi al-Kitab wa al-Sunah wa al-Adab. Riset oleh: Markaz al-Ghadir li al-Dirasah al-Islamiyah. Qom: 1416 H/1990 M.
  • Mudir Shanehci, Kazhim. Tarikh Hadis, Tehran: Intisyarat Semat, 1377.