Lompat ke isi

Konsep:Muhammad bin Ismail bin Bazi'

Dari wikishia
Muhammad bin Ismail bin Bazi'
Nama lengkapMuhammad bin Ismail bin Bazi'
KunyahAbu Ja'far
GelarIbnu Bazi'
Tempat tinggalKufah
Tempat dikuburkanKota Fayd
Kerabat terkenalIsmail bin Bazi' dan Hamzah bin Bazi'
MazhabSyiah
Sahabat NabiImam Kazim as, Imam Ridha as, Imam Jawad as
Perawi dari Ma'shumImam Kazim as, Imam Ridha as, Imam Jawad as
Para perawi darinyaHammad bin Isa al-Juhani, Shafwan bin Yahya, Muhammad bin Sinan
KredibilitasTsiqah
Jumlah riwayat229 riwayat dengan nama Muhammad bin Ismail bin Bazi'
KaryaKitab al-Hajj, Kitab Tsawab al-Hajj




Muhammad bin Ismail bin Bazi (bahasa Arab: محمد بن اسماعیل بن بزیع) adalah salah satu sahabat Imam Kazim as, Imam Ridha as, dan Imam Jawad as yang memiliki kedudukan istimewa di sisi mereka. Para ahli Rijal Syiah memperkenalkannya sebagai orang yang Tsiqah (terpercaya) dan Syekh Thusi menganggap riwayat-riwayatnya shahih(valid). Banyak riwayat dalam teks-teks hadis yang dinukil dengan nama Muhammad bin Ismail bin Bazi', yang jumlahnya dilaporkan mencapai 229 riwayat. Ia meriwayatkan hadis dari Imam Kazim as, Imam Ridha as, dan Imam Jawad as, serta dari perawi seperti Hammad bin Isa, Shafwan bin Yahya, dan Muhammad bin Sinan. Adapun perawi seperti Ibrahim bin Hasyim, Ahmad bin Muhammad bin Khalid, Sahl bin Ziyad, dan Ali bin Mahziyar meriwayatkan hadis darinya. Muhammad bin Ismail memiliki banyak kitab, namun hanya dua kitab yang disebutkan namanya, yaitu Tsawab al-Hajj dan Kitab al-Hajj.

Muhammad bin Ismail diperkenalkan sebagai salah satu menteri di istana Abbasiyah yang memiliki perhatian besar dalam menyelesaikan masalah Syiah dan membantu mereka.

Waktu kelahirannya diperkirakan pada pertengahan abad ke-2 Hijriah. Ia meninggal dunia di kota "Fayd" saat melakukan perjalanan haji dan dimakamkan di sana.

Biografi

Muhammad bin Ismail bin Bazi', yang dikenal sebagai Ibnu Bazi', memiliki Kunyah Abu Ja'far.[1] Ia berasal dari Kufah[2] dan termasuk perawi Imamiyah[3] pada abad ke-2 dan ke-3 Hijriah.[4] Ayahnya, Ismail bin Bazi', adalah seorang Muhaddits dan sahabat Imam Kazim as[5] dan keluarganya memiliki reputasi khusus pada masa itu.[6]

Banyak riwayat dalam teks-teks hadis dinukil dengan nama Muhammad bin Ismail bin Bazi', yang jumlahnya dilaporkan mencapai 229 riwayat.[7] Dalam sumber-sumber Syiah, riwayat-riwayat Muhammad bin Ismail mencakup topik fikih,[8] Akhlak,[9] dan Imamah.[10] Najasyi, pakar hadis Syiah, menyebutkan bahwa Muhammad bin Ismail bin Bazi' memiliki banyak karya tulis, namun hanya menyebutkan dua kitabnya, yaitu "Tsawab al-Hajj" dan "Kitab al-Hajj".[11]

Waktu kelahiran Muhammad bin Ismail dilaporkan pada pertengahan abad ke-2 Hijriah.[12] Menurut Abul Hasan Rabbani, peneliti hadis, tidak banyak informasi mengenai tanggal wafatnya, namun ia meninggal dunia di kota "Fayd" (sebuah kota kecil di jalur perjalanan dari Kufah ke Mekah) saat pergi atau pulang dari Haji, dan dimakamkan di sana.[13] Sebelum wafatnya, Imam Jawad as mengirimkan baju beliau sendiri sebagai kafan untuknya.[14]

Jabatan Kementerian

Najasyi, ahli Rijal Syiah, menyebut Muhammad bin Ismail bin Bazi' sebagai salah satu menteri di istana Abbasiyah.[15] Menurut Najasyi, Imam Ridha as berpesan kepada Muhammad bin Ismail agar membela para wali Allah di pemerintahan para penindas dan berusaha menyelesaikan masalah kaum Muslim agar ia menjadi orang kepercayaan Allah di dunia dan dimuliakan di Kiamat.[16]

Hubungan dengan Para Imam as

Dalam sumber-sumber Rijal Syiah, Muhammad bin Ismail bin Bazi' disebutkan dalam daftar sahabat Imam Kazim as,[17] Imam Ridha as,[18] dan Imam Jawad as.[19] Imam Ridha as sangat menyukainya[20] dan ia dipercaya oleh Imam Jawad as.[21]

Ibnu Syahr Asyub, sejarawan Syiah, juga menyebut Muhammad bin Ismail bin Bazi' dalam daftar sahabat Imam Baqir as.[22] Menurut Sayid Abu al-Qasim al-Musawi al-Khui, ahli Rijal Syiah, penukilan riwayat Muhammad bin Ismail dari Abu Ja'far (as) menyebabkan Ibnu Syahr Asyub keliru menduga bahwa yang dimaksud dengan Abu Ja'far adalah Imam Baqir as, padahal yang dimaksud adalah Imam Jawad as.[23] Para ahli Rijal Syiah memperkenalkan Muhammad bin Ismail bin Bazi' sebagai orang yang sangat Tsiqah.[24]

Guru dan Murid

Muhammad bin Ismail meriwayatkan hadis dari Imam Kazim as, Imam Ridha as, dan Imam Jawad as. Ia juga meriwayatkan hadis dari guru dan perawi lain, di antaranya:

Beberapa murid dan perawi yang meriwayatkan hadis dari Muhammad bin Ismail bin Bazi' antara lain:

Catatan Kaki

  1. Rabbani Shaleh Abadi, «Muhammad bin Ismail bin Bazi': Tabalvor-e Iman Moarrafi», hlm. 40.
  2. Syekh Thusi, Rijal al-Thusi, 1373 HS, hlm. 364.
  3. Kasysyi, Rijal al-Kasysyi, 1409 H, hlm. 564.
  4. Rabbani Shaleh Abadi, «Muhammad bin Ismail bin Bazi': Tabalvor-e Iman Moarrafi», hlm. 40.
  5. Rabbani Shaleh Abadi, «Muhammad bin Ismail bin Bazi': Tabalvor-e Iman Moarrafi», hlm. 40.
  6. Rabbani Shaleh Abadi, «Muhammad bin Ismail bin Bazi': Tabalvor-e Iman Moarrafi», hlm. 40.
  7. Khui, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1372 HS, jld. 16, hlm. 108.
  8. Sebagai contoh lihat: Syekh Thusi, Tahdzib al-Ahkam, 1407 H, jld. 1, hlm. 123 dan 234.
  9. Sebagai contoh lihat: Syekh Shaduq, Al-Khishal, 1362 HS, jld. 1, hlm. 282.
  10. Sebagai contoh lihat: Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 1, hlm. 286 dan 384.
  11. Najasyi, Rijal al-Najasyi, 1365 HS, hlm. 330.
  12. Rabbani Shaleh Abadi, «Muhammad bin Ismail bin Bazi': Tabalvor-e Iman Moarrafi», hlm. 40.
  13. Rabbani Shaleh Abadi, «Muhammad bin Ismail bin Bazi': Tabalvor-e Iman Moarrafi», hlm. 43.
  14. Kasysyi, Rijal al-Kasysyi, 1409 H, hlm. 564.
  15. Najasyi, Rijal al-Najasyi, 1365 HS, hlm. 331.
  16. Najasyi, Rijal al-Najasyi, 1365 HS, hlm. 331.
  17. Syekh Thusi, Rijal al-Thusi, 1373 HS, hlm. 344.
  18. Syekh Thusi, Rijal al-Thusi, 1373 HS, hlm. 364.
  19. Syekh Thusi, Rijal al-Thusi, 1373 HS, hlm. 377.
  20. Najasyi, Rijal al-Najasyi, 1365 HS, hlm. 332.
  21. Kulaini, Al-Kafi, 1407 H, jld. 5, hlm. 209.
  22. Ibnu Syahr Asyub, Al-Manaqib, 1379 H, jld. 4, hlm. 211.
  23. Khui, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1372 HS, jld. 16, hlm. 108.
  24. Najasyi, Rijal al-Najasyi, 1365 HS, hlm. 330; Syekh Thusi, Rijal al-Thusi, 1373 HS, hlm. 364; Allamah Hilli, Rijal al-Allamah al-Hilli, 1411 H, hlm. 140.
  25. Khui, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1372 HS, jld. 16, hlm. 108.
  26. Khui, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1372 HS, jld. 16, hlm. 108.

Daftar Pustaka

  • Ibnu Syahr Asyub, Muhammad bin Ali, Al-Manaqib, Qom, Allamah, 1379 H.
  • Khui, Sayid Abul Qasim, Mu'jam Rijal al-Hadits, Tanpa Penerbit, Tanpa Tempat, 1372 HS.
  • Rabbani Shaleh Abadi, Abul Hasan, "Muhammad bin Ismail bin Bazi': Tabalvor-e Iman Moarrafi", Majalah Farhang Kautsar, No. 39, Khordad 1379 HS.
  • Syekh Shaduq, Muhammad bin Ali, Al-Khishal, Tashih: Ali Akbar Ghaffari, Qom, Jame'ah Modarresin, Cetakan pertama, 1362 HS.
  • Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan, Tahdzib al-Ahkam, Tahqiq: Hasan al-Musawi al-Kharsan, Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Cetakan keempat, 1407 H.
  • Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan, Rijal al-Thusi, Tashih: Javad Qayyumi Isfahani, Qom, Muassasah al-Nasyr al-Islami al-Tabi'ah li Jami'ah al-Mudarrisin, Cetakan ketiga, 1373 HS.
  • Allamah Hilli, Hasan bin Yusuf, Rijal al-Allamah al-Hilli, Tashih: Muhammad Shadiq Bahrul Ulum, Najaf Asyraf, Dar al-Dzakha'ir, 1411 H.
  • Kasysyi, Muhammad bin Umar, Rijal al-Kasysyi, Masyhad, Muassasah Nasyr Daneshgah Masyhad, Cetakan pertama, 1409 H.
  • Kulaini, Muhammad bin Ya'qub, Al-Kafi, Tashih: Ali Akbar Ghaffari dan Muhammad Akhundi, Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Cetakan keempat, 1407 H.
  • Najasyi, Ahmad bin Ali, Rijal al-Najasyi, Qom, Muassasah al-Nasyr al-Islami al-Tabi'ah li Jami'ah al-Mudarrisin, Cetakan keenam, 1365 HS.