Konsep:Hadis Hasan
Hadis Hasan adalah sebuah riwayat yang salah satu dari perawinya atau semuanya, bermazhab Imami dan terpuji (mamduh); namun mereka tidak tsiqah dan tidak ada ketegasan mengenai keadilan personal mereka.[1]
Terhadap definisi ini, Mamaqani menambahkan sebuah syarat bahwa sifat terpuji dan keterterimaan perawi harus sedemikian rupa sehingga tidak ada cercaan atau kecaman yang menentangnya yang dapat melemahkan perawi tersebut.[2]
Menurut pandangan Reza Moaddab, penulis buku Ilmu Dirayah Tathbiqi, definisi Ahlusunnah mengenai hadis hasan adalah sebagai berikut: riwayat muttasil (bersambung) yang para perawinya adil; namun mereka lemah dalam hafalan hadis, dan juga tidak terdapat cacat dalam silsilah sanad-nya. Selain itu, ada kemungkinan teksnya berhadapan dengan hadis mutabi' dan syahid.[3]Templat:Catatan
Catatan Kaki
- ↑ Bahai, al-Wajizah fi 'Ilm al-Dirayah, 1398 H, jld. 1, hlm. 5; Syahid Tsani, al-Ri'ayah fi 'Ilm al-Dirayah, 1367 HS, jld. 1, hlm. 81; Mamaqani, Miqbas al-Hidayah, 1385 HS, jld. 1, hlm. 132.
- ↑ Mamaqani, Miqbas al-Hidayah, 1385 HS, jld. 1, hlm. 132.
- ↑ Moaddab, Ilmu Dirayah Tathbiqi, 1391 HS, hlm. 335.
Catatan
Daftar Pustaka
- Bahai, Muhammad bin Husain, al-Wajizah fi 'Ilm al-Dirayah, Qom, Bashirati, 1398 H.
- Syahid Tsani, Zainuddin bin Ali, al-Ri'ayah fi 'Ilm al-Dirayah, riset: Abdul Husain Muhammad Ali Baqqal, Qom, Penerbit Perpustakaan Ayatullah Mar'asyi Najafi, 1367 HS.
- Mamaqani, Abdullah, Miqbas al-Hidayah, Qom, Dalil-e Ma, 1385 HS.
- Moaddab, Reza, Ilmu Dirayah Tathbiqi, Qom, Pusat Internasional Penerjemahan dan Penerbitan Al-Mustafa, 1391 HS.