Konsep:Ayat Wasilah
Ayat Wasilah (Al-Maidah ayat 35) menyatakan bahwa kebahagiaan manusia bergantung pada tiga syarat: takwa, mencari wasilah (perantara) untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan berjihad di jalan-Nya.
Yang dimaksud dengan wasilah adalah setiap perbuatan yang menyebabkan seorang hamba mendekatkan diri kepada Allah. Para mufasir, dengan merujuk pada riwayat-riwayat, telah menyebutkan beberapa contoh untuknya, di antaranya adalah melaksanakan amal-amal saleh, bertawasul (mengambil perantara) kepada nabi dan Ahlulbaitnya, serta menjadikan Allah bersumpah dengan kedudukan mereka.
Teks dan Terjemah Ayat
Ayat 35 Surah Al-Maidah dikenal sebagai Ayat Wasilah.[1] Dalam ayat ini, kata "wasilah" digunakan dan dijadikan rujukan untuk membuktikan kesyariahan tawasul.[2]
Dalam ayat ini, taqwa, wasilah, dan jihad di jalan Allah disebutkan sebagai tiga jalan menuju kebahagiaan.[3] Menurut sebagian mufasir, jihad dalam ayat ini mencakup jihad melawan orang-orang kafir dan jihad melawan nafsu, dan merupakan bagian dari contoh wasilah.[4]Templat:Guf o gu
Makna Wasilah
Wasilah adalah perbuatan yang menyebabkan mendekatkan diri kepada Allah.[5] Allamah Thabathaba'i, seorang mufasir Syiah, memandang wasilah sebagai suatu jenis hubungan spiritual antara manusia dengan Allah yang diperoleh melalui jalan penghambaan, di mana ilmu dan amal merupakan kebutuhan-kebutuhannya.[6]
Contoh-contoh Wasilah
Dalam riwayat-riwayat Syiah, nabi,[7] Imam Ali as,[8] Ahlulbait Nabi[9] disebutkan sebagai contoh-contoh wasilah. Dalam Tafsir Nemuneh, dengan merujuk pada sebuah riwayat dari Imam Ali as,[10] perbuatan-perbuatan seperti shalat, puasa, infak, sedekah, mengingat Allah, haji, umrah, beriman kepada Allah dan Nabi, jihad, dan silaturahmi disebutkan sebagai contoh-contoh wasilah.[11] Selain itu, syafaat dari para nabi, imam-imam, dan orang-orang saleh, mengikuti mereka, serta menyumpah Allah dengan kedudukan mereka (khususnya Nabi dan Ahlulbait) juga dianggap sebagai contoh wasilah lainnya.[12]
Menurut penulis Athyab al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an, wasilah mencakup seluruh keyakinan, akhlak, dan perbuatan-perbuatan baik, dan Al-Qur'an, Nabi saw, Ahlulbait, atau kedudukan mereka di hari kiamat merupakan contoh yang paling sempurna darinya.[13]
Catatan Kaki
- ↑ Lihat 'Arifi dan Naji-bi, "Barresi Tatbiqi Ayat Wasilah az Nazar Manabi Tafsiri Fariqain", hlm. 59, judul artikel.
- ↑ Sebagai contoh lihat Subhani, A'in-e Wahhabiyyat, Daftar Intisharat Islami, hlm. 168.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jil. 4, hlm. 364.
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390 H, jil. 5, hlm. 328.
- ↑ Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jil. 3, hlm. 293; Fakhr Razi, Al-Tafsir al-Kabir, 1420 H, jil. 11, hlm. 349.
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390 H, jil. 5, hlm. 328.
- ↑ Lihat 'Arifi dan Naji-bi, "Barresi Tathbiqi Ayat Wasilah az Nazar Manabi Tafsiri Fariqain", hlm. 66.
- ↑ Bahrani, Al-Burhan, 1415 H, jil. 2, hlm. 292.
- ↑ Kasyani, Tafsir al-Mu'in, Perpustakaan Ayatullah Mar'asyi, jil. 1, hlm. 290.
- ↑ Ibnu Syu'bah al-Harrani, Tuhaf al-'Uqul, 1404 H, hlm. 149.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jil. 4, hlm. 364.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1371 HS, jil. 4, hlm. 366.
- ↑ Thayyib, Athyab al-Bayan, 1378 HS, jil. 4, hlm. 375.
Daftar Pustaka
- Ibnu Syu'bah al-Harrani, Hasan bin Ali, Tuhaf al-'Uqul, Tashih Ali Akbar al-Ghiffari, Qum, Intisharat-e Islami, 1404 Q.
- Bahrani, Sayid Hasyim bin Sulaiman, al-Burhan fi Tafsir al-Qur'an, Qum, Bunyad-e Bi'sath, 1415 Q.
- Subhani, Ja'far, A'in-e Wahhabiyyat, Qum, Daftar-e Intisharat-e Islami, tanpa tahun.
- Thabathaba'i, Muhammad Husain, al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an, Beirut, Mu'assasat al-A'lami li al-Matbu'at, 1390 Q.
- Thabarsi, Fadhl bin Hasan, Majma' al-Bayan, Tehran, Nasir Khusraw, 1372 HS.
- Thayyib, Abdul Husain, Athyab al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an, Tehran, Islam, 1378 HS.
- Arifi, Muhammad Yunus wa Muhammad Ali al-Najibi, "Barrasi-ye Tatbiqi-ye Ayat-e Wasilah' az Nazar-e Manabi-ye Tafsiri-ye Fariqayn", Muthali'at-e Tatbiqi-ye Qur'an wa Hadits, no. 23, Paiz wa Zimistan 1403 HS.
- Fakhrurazi, Muhammad bin Umar, al-Tafsir al-Kabir, Beirut, Dar Ihya' al-Turats al-Arabi, 1420 Q.
- Al-Kasyani, Muhammad bin Murtadha, Tafsir al-Mu'in, Tahqiq Husain Dargahi wa Mahmud al-Mar'ashi, Qum, Kitabkhanah Ayatullah al-Mar'ashi al-Najafi, tanpa tahun.
- Makarim Syirazi, Nashir, Tafsir-e Nemuneh, Tehran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1371 HS.