Konsep:Ayat Jaza' al-Fahsya
| Informasi Ayat | |
|---|---|
| Nama | Ayat Jaza' al-Fahsya |
| Surah | An-Nisa |
| Ayat | 15 |
| Juz | 5 |
| Informasi Konten | |
| Tempat Turun | Madinah |
| Tentang | Hukum sebelumnya mengenai hukuman Fahsya |
| Ayat-ayat terkait | Ayat Jald |
Ayat Jaza' al-Fahsya (bahasa Arab: آیه جزای فحشا) atau Ayat Habs (bahasa Arab: آیه حبس)(Kurungan) adalah ayat ke-15 Surah An-Nisa[1] yang mengisyaratkan pada hukuman bagi wanita bersuami yang melakukan Zina[2].[3] Menurut Thabarsi dalam Majma' al-Bayan, para mufasir sepakat bahwa yang dimaksud dengan fahisyah (perbuatan keji) dalam ayat ini adalah zina.[4] Sebagian orang menganggap Musahaqah (hubungan seksual sesama wanita) juga tercakup dalam hukum ayat ini.[5] Allah menetapkan hukuman bagi mereka setelah adanya kesaksian empat orang Muslim yang adil, berupa kurungan (penjara) seumur hidup.[6] Hukum ini, dengan memperhatikan kelanjutan ayat, dianggap sebagai hukum sementara.[7] Maksud dari hukum baru tersebut, dengan memperhatikan ayat-ayat lain dan riwayat, dianggap sebagai hudud Ilahi, Hukum Rajam, dan cambuk.[8] Alasan sifat sementara hukum ini dianggap sebagai kemaslahatan pada saat hukum tersebut dijelaskan,[9] kesiapan lingkungan dan opini publik masyarakat,[10] serta menghindari tindakan keras demi penyebaran Islam.[11] Islam juga pada awalnya menerima hukum ini[12] dan menjalankannya;[13] namun setelah Islam menguat, hukum kurungan diubah menjadi had (batas syariat).[14]
وَالّٰتِيْ يَأْتِيْنَ الْفَاحِشَةَ مِنْ نِسَائكُمْ فَاسْتَشْهِدُوْا عَلَيْهِنَّ اَرْبَعَةً مِّنْكُمْ ۚ فَاِنْ شَهِدُوْا فَاَمْسِكُوْهُنَّ فِى الْبُيُوْتِ حَتّٰى يَتَوَفّٰىهُنَّ الْمَوْتُ اَوْ يَجْعَلَ اللّٰهُ لَهُنَّ سَبِيْلًا
(Terjemahan: "Dan perempuan-perempuan yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, datangkanlah empat orang saksi di antara kamu (untuk menyaksikan); lalu jika mereka telah memberi kesaksian, maka kurunglah mereka (perempuan itu) di dalam rumah sampai maut menjemputnya, atau sampai Allah memberikan jalan lain kepadanya.") [ An-Nisa-15 ]
Menurut kebanyakan mufasir,[15] ayat ini telah di-nasakh (dihapus hukumnya) oleh ayat kedua Surah An-Nur[16] dan dalam membuktikan klaim mereka, mereka bersandar pada riwayat-riwayat di bidang ini.[17] Untuk zina ghairu muhshanah (belum menikah) hukumnya seratus kali cambuk dan pada Zina Muhshanah (sudah menikah), hukumnya adalah Rajam.[18] Hukum rajam tidak terdapat dalam Al-Qur'an dan ditetapkan dengan menggunakan riwayat.[19] Oleh karena itu, sebagian mufasir mengambil pemahaman dari ayat ini tentang kebolehan me-nasakh Al-Qur'an dengan Sunnah.[20] Sebaliknya, sekelompok orang meyakini bahwa ayat ini tidak di-nasakh,[21] karena nasakh terjadi pada hukum-hukum yang sejak awal dinyatakan secara mutlak; namun dalam ayat ini, hukum kurungan seumur hidup disebutkan sebagai hukum yang terbatas dan sementara.[22]
Catatan Kaki
- ↑ Sekelompok Peneliti, Farhang-nameh Ulum Qurani, 1394 HS, jld.1, hlm.363; Majlisi, Bihar al-Anwar, 1410, jld.90, hlm.6; Lembaga Ensiklopedia Fikih Islam, Farhang-e Fiqh, 1426, jld.1, hlm.174.
- ↑ Fakhrur Razi, Mafatih al-Ghaib, 1420, jld.9, hlm.528; Thabathaba'i, Al-Mizan, 1390, jld.4, hlm.234.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir-e Nemuneh, 1371 HS, jld.3, hlm.307; Ridha'i Ishfahani, Tafsir-e Quran-e Mehr, 1387 HS, jld.4, hlm.67.
- ↑ Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld.3, hlm.34.
- ↑ Hasyimi Rafsanjani, Tafsir Rahnama, 1386 HS, jld.3, hlm.255.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir-e Nemuneh, 1371 HS, jld.3, hlm.307.
- ↑ Mughniyah, At-Tafsir al-Kasyif, 1424, jld.2, hlm.271.
- ↑ Bahrani, Al-Burhan fi Tafsir Al-Quran, 1416, jld.2, hlm.43.
- ↑ Ja'fari, Tafsir Kautsar, 1376 HS, jld.2, hlm.377.
- ↑ Ridha'i Ishfahani, Tafsir-e Quran-e Mehr, 1387 HS, jld.4, hlm.68.
- ↑ Sulthan Ali Syah, Bayan as-Sa'adah, 1408, jld.2, hlm.5.
- ↑ Hurr Amili, Wasa'il asy-Syi'ah, 1409, jld.28, hlm.67; Qumi, Tafsir al-Qummi, 1363 HS, jld.1, hlm.133; Qurthubi, Al-Jami' li Ahkam Al-Quran, 1364 HS, jld.5, hlm.84.
- ↑ Zamakhsyari, Al-Kusyysyaf, 1407, jld.1, hlm.487; Thabrani, At-Tafsir al-Kabir, 2008, jld.2, hlm.205.
- ↑ Hurr Amili, Wasa'il asy-Syi'ah, 1409, jld.28, hlm.67.
- ↑ Syekh Thusi, At-Tibyan, Beirut, jld.3, hlm.142.
- ↑ Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld.3, hlm.34; Ibnu Katsir, Tafsir Al-Quran al-Azhim, 1419, jld.2, hlm.204.
- ↑ Sebagai contoh lihat: Bahrani, Al-Burhan, 1416, jld.2, hlm.43.
- ↑ Syekh Thusi, At-Tibyan, Beirut, jld.3, hlm.142; Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld.3, hlm.34.
- ↑ Husaini Hamadani, Anwar-e Derakhshan, 1404, jld.3, hlm.374; Abul Futuh Razi, Raudh al-Jinan, 1408, jld.5, hlm.287.
- ↑ Thabrani, At-Tafsir al-Kabir, 2008, jld.2, hlm.205.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir-e Nemuneh, 1371 HS, jld.3, hlm.308; lihat juga: Ridha'i Ishfahani, Tafsir-e Quran-e Mehr, 1387 HS, jld.4, hlm.68.
- ↑ Makarim Syirazi, Tafsir-e Nemuneh, 1371 HS, jld.3, hlm.308; lihat juga: Ridha'i Ishfahani, Tafsir-e Quran-e Mehr, 1387 HS, jld.4, hlm.68.
Daftar Pustaka
- Abul Futuh Razi, Husain bin Ali. Raudh al-Jinan wa Ruh al-Jinan fi Tafsir Al-Quran. Masyhad: Astan Quds Razavi, 1408.
- Bahrani, Hasyim bin Sulaiman. Al-Burhan fi Tafsir Al-Quran. Riset: Yayasan Bi'tsat, Qom: Muassasah al-Bi'tsah, 1416.
- Fakhrur Razi, Muhammad bin Umar. At-Tafsir al-Kabir (Mafatih al-Ghaib). Beirut: Dar Ihya at-Turats al-Arabi, cetakan ketiga, 1420.
- Hasyimi Rafsanjani, Akbar dkk. Tafsir Rahnama. Qom: Bustan-e Ketab, cetakan pertama, 1386 HS.
- Hurr Amili, Muhammad bin Hasan. Tafshil Wasa'il asy-Syi'ah ila Tahshil Masa'il asy-Syari'ah. Qom: Muassasah Aal al-Bait as, 1409.
- Husaini Hamadani, Muhammad. Anwar-e Derakhshan dar Tafsir-e Quran. Teheran: Luthfi, 1404.
- Ibnu Katsir, Ismail bin Umar. Tafsir Al-Quran al-Azhim. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1419.
- Ja'fari, Ya'qub. Tafsir Kautsar. Qom: Muassasah Intisyarat-e Hejrat, 1376 HS.
- Lembaga Ensiklopedia Fikih Islam. Farhang-ge Fiqh Muthabiq Madzhab Ahl-e Bait as (Kamus Fikih Sesuai Mazhab Ahlulbait as). Di bawah pengawasan Sayid Mahmud Hasyimi Syahrudi, Qom: Muassasah Da'irah al-Ma'arif Fiqh-e Eslami, 1426.
- Majlisi, Muhammad Baqir. Bihar al-Anwar al-Jami'ah li-Durar Akhbar al-A'immah al-Athhar as. Beirut: Muassasah ath-Thab' wa an-Nasyr, 1410.
- Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir-e Nemuneh (Tafsir Contoh). Teheran: Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan kesepuluh, 1371 HS.
- Mughniyah, Muhammad Jawad. At-Tafsir al-Kasyif. Qom: Dar al-Kitab al-Islami, 1424.
- Qumi, Ali bin Ibrahim. Tafsir al-Qummi. Qom: Dar al-Kitab, cetakan ketiga, 1363 HS.
- Qurthubi, Muhammad bin Ahmad. Al-Jami' li Ahkam Al-Quran. Teheran: Nashir Khusro, 1364 HS.
- Ridha'i Ishfahani, Muhammad Ali. Tafsir-e Quran-e Mehr. Qom: Pazhuhesy-haye Tafsir wa Ulum-e Quran, 1387 HS.
- Sekelompok Penulis. Farhang-nameh Ulum Qurani. Qom: Pusat Riset Ilmu dan Budaya Islam, 1394 HS.
- Sulthan Ali Syah, Muhammad bin Haidar. Bayan as-Sa'adah fi Maqamat al-Ibadah. Beirut: Muassasah al-A'lami lil-Mathbu'at, 1408.
- Syekh Thusi, Muhammad bin Hasan. At-Tibyan fi Tafsir Al-Quran. Beirut: Dar Ihya at-Turats al-Arabi, tanpa tanggal.
- Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir Al-Quran. Teheran: Nashir Khusro, cetakan ketiga, 1372 HS.
- Thabathaba'i, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan. Beirut: Muassasah al-A'lami lil-Mathbu'at, cetakan kedua, 1390.
- Thabrani, Sulaiman bin Ahmad. At-Tafsir al-Kabir: Tafsir Al-Quran al-Azhim. Irbid Yordania: Dar al-Kitab ats-Tsaqafi, 2008 M.
- Zamakhsyari, Mahmud bin Umar. Al-Kusyysyaf 'an Haqa'iq Ghawamidh at-Tanzil wa 'Uyun al-Aqawil fi Wujuh at-Ta'wil. Beirut: Dar al-Kitab al-Arabi, cetakan ketiga, 1407.