Lompat ke isi

Konsep:Ayat 238 Surah Al-Baqarah

Dari wikishia
Ayat 238 Surah Al-Baqarah
Informasi Ayat
NamaAyat 238 Surah Al-Baqarah
SurahAl-Baqarah
Ayat238
Juz2
Informasi Konten
Sebab
Turun
Ketidakpedulian kaum Muslimin untuk mengikuti salat berjamaah zuhur
Tempat
Turun
Madinah
TentangMenjaga Salat
Ayat-ayat terkaitAyat 9 Surah Al-Mukminun


Ayat 238 Surah Al-Baqarah menekankan pentingnya menjaga Salat, khususnya salat wustha.[1] Para mufasir dalam menafsirkan "wa al-shalati al-wustha" telah mengemukakan berbagai kemungkinan.[2] Thabarsi dalam Majma' al-Bayan menukil enam pendapat disertai argumennya dan menganggap setiap salat harian memiliki kemungkinan sebagai misdaq salat wustha.[3] Menurutnya, salat wustha seperti Lailatul Qadar yang disembunyikan di antara malam-malam bulan Ramadan agar memicu penjagaan terhadap seluruh salat.[4]

Sayid Abdul Husain Thayyib (wafat: 1991/1992), menganggap pandangan-pandangan tersebut sebagai ijtihad fi muqabalah al-nash dan dengan bersandar pada hadis-hadis, ia memperkenalkan salat wustha sebagai Salat Zuhur.[5] Dalam Tafsir Nemuneh, alasan penekanan pada salat zuhur disebutkan karena kelalaian sebagian kaum Muslimin dalam mengerjakannya akibat panasnya tengah hari atau kesibukan harian yang padat.[6]

Peliharalah kamu (kerjakanlah dengan tetap dan sempurna pada waktunya) segala sembahyang fardu, khasnya sembahyang Wusta (sembahyang Asar), dan berdirilah kerana Allah (dalam sembahyang kamu) dengan taat dan khusyuk.


Dalam ayat-ayat Al-Qur'an lainnya juga diisyaratkan pentingnya menjaga Salat, di antaranya 9 Al-Mukminun, 34 Al-Ma'arij dan 92 Al-An'am. Dinukil dari Imam Shadiq as bahwa yang dimaksud dengan menjaga salat adalah melaksanakannya di awal waktu.[7] Selain itu, maksud dari qunut dalam "qumu lillahi qanitin" dianggap sebagai doa qunut.[8]

Dalam syan nuzul ayat ini disebutkan bahwa sekelompok kaum munafik dengan alasan panasnya cuaca tidak mengikuti salat berjamaah zuhur, yang kemudian diikuti oleh sebagian kaum mukminin lainnya sehingga jumlah jemaah berkurang;[9] sedemikian rupa sehingga terkadang hanya satu atau dua baris saja yang terbentuk di belakang Nabi Akram saw. Kondisi ini membuat Nabi saw bersedih dan ayat pun turun[10] untuk menekankan pentingnya mendirikan salat zuhur.[11]

Catatan Kaki

  1. Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 2, hal. 206.
  2. Alusi, Tafsir Ruh al-Ma'ani, 1415 H, jld. 1, hal. 548.
  3. Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1382 HS, jld. 2, hal. 599-600.
  4. Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1382 HS, jld. 2, hal. 600.
  5. Thayyib, Athyab al-Bayan, 1378 HS, jld. 2, hal. 486.
  6. Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 2, hal. 207.
  7. Ayyasyi, al-Tafsir, 1380 H, jld. 1, hal. 127.
  8. Rawandi, Feqh al-Qur'an, 1405 H, jld. 1, hal. 115.
  9. Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 2, hal. 205.
  10. Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1382 HS, jld. 2, hal. 598; Suyuthi, al-Durr al-Mantsur, 1404 H, jld. 1, hal. 301.
  11. Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 2, hal. 205.

Daftar Pustaka

  • Alusi, Mahmoud bin Abdullah. Ruh al-Ma'ani fi Tafsir al-Qur'an al-'Azhim wa al-Sab' al-Matsani. Beirut, Penerbit Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, Mansyurat Muhammad Ali Baidun, 1415 H.
  • Ayyasyi, Muhammad bin Mas'ud. al-Tafsir. Riset: Rasuli Mahallati, Hashem. Teheran, al-Mathba'ah al-Ilmiyyah, Cetakan Pertama, 1380 H.
  • Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. al-Kafi. Riset: Ghaffari, Ali Akbar; Akhundi, Muhammad. Teheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Cetakan Keempat, 1407 H.
  • Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh (Tafsir Teladan). Teheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Cetakan Pertama, 1374 HS.
  • Raghib Isfahani, Husain bin Muhammad. al-Mufradat fi Gharib al-Qur'an. Riset: Dawudi, Safwan Adnan. Damaskus, Beirut, Dar al-Qalam, al-Dar al-Syamiyyah, Cetakan Pertama, 1412 H.
  • Rawandi, Quthbuddin. Feqh al-Qur'an. Riset: Husseini, Seyed Ahmad. Qom, Perpustakaan Ayatullah Mar'asyi Najafi, Cetakan Kedua, 1405 H.
  • Suyuthi, Jalaluddin. al-Durr al-Mantsur fi al-Tafsir al-Ma'tsur. Qom, Perpustakaan Ayatullah Mar'asyi Najafi, 1404 H.
  • Syaikh Shaduq, Muhammad bin Ali. Man La Yahdhuruhu al-Faqih. Riset: Ali Akbar Ghaffari. Qom, Daftare Entesyarat-e Eslami berafiliasi dengan Jami'ah Mudarrisin Hauzah Ilmiah Qom, Cetakan Kedua, 1413 H.
  • Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Pengantar: Balaghi, Muhammad Jawad. Teheran, Nashir Khosrow, Cetakan Ketiga, 1382 HS.
  • Thabathabai, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Qom, Daftare Entesyarat-e Eslami, Cetakan Kelima, 1417 H.
  • Thayyib, Sayid Abdul Husain. Athyab al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an (Penjelasan Terbaik dalam Tafsir Al-Qur'an). Teheran, Penerbit Eslam, Cetakan Kedua, 1378 HS.