Lompat ke isi

Konsep:Ayat 15 Surah Al-Ahqaf

Dari wikishia
Ayat 15 Surah Al-Ahqaf
Informasi Ayat
SurahAl-Ahqaf
Ayat15
Juz26
Informasi Konten
Tempat
Turun
Mekkah
TentangBerbakti kepada Orang Tua / Kesulitan masa Kehamilan dan penyusuan
Ayat-ayat terkaitAyat Radha'Ayat Berbakti kepada Orang Tua


Ayat 15 Surah Al-Ahqaf menekankan pada Berbakti kepada Orang Tua dan memberikan kedudukan khusus bagi ibu dikarenakan ia menanggung kesulitan masa Kehamilan dan Penyusuan.[1] Para mufasir berdasarkan ayat ini, menganggap perilaku yang layak terhadap orang tua adalah Wajib,[2] dan berterima kasih kepada mereka merupakan pendahuluan bagi bersyukur kepada Allah.[3] Ayat ini juga mengisyaratkan pada pelaksanaan Amal Saleh, Doa, dan memohon taufik bersyukur.[4] Dalam Tafsir al-Qumi, kalimat "Ashlih li fi dzurriyyati" dianggap sebagai doa yang dinisbatkan kepada Imam Husain as yang telah dikabulkan.[5]

Dalam Tafsir Majma' al-Bayan, mengenai tafsir kalimat "Balagha arba'ina sanah" disebutkan bahwa sampainya manusia pada usia empat puluh tahun menunjukkan kematangan pemikiran dan akalnya.[6] Dikatakan bahwa para nabi umumnya diutus menjadi nabi pada usia empat puluh tahun.[7] Syaikh Shaduq dengan bersandar pada sebuah riwayat dari Imam Baqir as menyatakan bahwa setelah usia empat puluh tahun, uzur manusia atas Dosa tidak lagi diterima.[8]

Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung susah payah dan telah melahirkannya dengan menanggung susah payah. Sedang tempoh mengandungnya berserta dengan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa tiga puluh bulan. Setelah ia besar sampai ke peringkat dewasa yang sempurna kekuatannya dan sampai ke peringkat umur empat puluh tahun, berdoalah ia dengan berkata: "Wahai Tuhanku, ilhamkanlah daku supaya tetap bersyukur akan nikmatmu yang engkau kurniakan kepadaku dan kepada ibu bapaku, dan supaya aku tetap mengerjakan amal soleh yang Engkau redai; dan jadikanlah sifat-sifat kebaikan meresap masuk ke dalam jiwa zuriat keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepadamu, dan sesungguhnya aku dari orang-orang Islam (yang tunduk patuh kepadamu)".


Para mufasir dari penggabungan ayat ini dengan Ayat Radha' menyimpulkan bahwa batas minimal waktu kehamilan adalah enam bulan.[9] Menurut Sayid Hashem Bahrani, Imam Ali as dengan bersandar pada ayat ini menyelamatkan seorang wanita yang telah melahirkan pada usia kandungan enam bulan dari hukuman sengsara.[10]

Beberapa riwayat menganggap ayat ini berkaitan dengan kelahiran Imam Husain as dan berita kesyahidannya;[11] riwayat lain menyatakan bahwa Fatimah sa awalnya merasa enggan terhadap kelahiran anaknya, hingga Jibril memberikan kabar gembira mengenai Imamah pada keturunan Husain as.[12] Allamah Thabathabai tidak menerima sebab turun ini dan menganggapnya sebagai bentuk penerapan (tathbiq).[13]

Ayat 15 Surah Al-Ahqaf berada dalam Daftar Ayat-ayat al-Ahkam dan para fakih Syiah dengan bersandar padanya, telah mengkaji masalah berbakti kepada orang tua dan durasi waktu penyusuan.[14]

Catatan Kaki

  1. Mughniyah, Al-Kasyif, 1424 H, jld. 7, hal. 45.
  2. Irawani, Durus Tamhidiyyah fi Tafsir Ayat al-Ahkam, 1428 H, jld. 2, hal. 901.
  3. Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 21, hal. 325.
  4. Thabathabai, Al-Mizan, 1417 H, jld. 18, hal. 202.
  5. Qumi, Tafsir al-Qumi, 1367 HS, jld. 2, hal. 298.
  6. Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 9, hal. 130.
  7. Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, 1374 HS, jld. 21, hal. 328.
  8. Shaduq, al-Khishal, 1362 HS, jld. 2, hal. 545.
  9. Thabathabai, Al-Mizan, 1417 H, jld. 18, hal. 201.
  10. Bahrani, al-Burhan, 1416 H, jld. 5, hal. 42-43.
  11. Kulaini, al-Kafi, 1407 H, jld. 1, hal. 464, hadis 3.
  12. Kulaini, al-Kafi, 1407 H, jld. 1, hal. 464, hadis 4.
  13. Thabathabai, Al-Mizan, 1417 H, jld. 18, hal. 208.
  14. Makarim Syirazi, Kitab al-Nikah, 1380-1381 HS, jld. 7, hal. 147.

Daftar Pustaka

  • Bahrani, Sayid Hashem. al-Burhan fi Tafsir al-Qur'an. Teheran, Bunyad-e Bi'tsat, Cetakan Pertama, 1416 H.
  • Irawani, Baqir. Durus Tamhidiyyah fi Tafsir Ayat al-Ahkam. Qom, Dar al-Feqh li al-Thiba'ah wa al-Nasyr, 1428 H.
  • Kulaini, Muhammad bin Ya'qub. al-Kafi. Teheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Cetakan Keempat, 1407 H.
  • Makarim Syirazi, Nashir. Kitab al-Nikah. Qom, Madrasah al-Imam Ali bin Abi Thalib as, 1380-1381 HS.
  • Makarim Syirazi, Nashir. Tafsir Nemuneh (Tafsir Teladan). Teheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Cetakan Pertama, 1374 HS.
  • Mughniyah, Muhammad Jawad. al-Tafsir al-Kasyif. Teheran, Penerbit Dar al-Kutub al-Islamiyyah, Cetakan Pertama, 1424 H.
  • Qumi, Ali bin Ibrahim. Tafsir al-Qumi. Qom, Dar al-Kitab, Cetakan Keempat, 1367 HS.
  • Shaduq, Muhammad bin Ali. al-Khishal. Riset: Ali Akbar Ghaffari. Qom, Jami'ah Mudarrisin, Cetakan Pertama, 1362 HS.
  • Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Teheran, Nashir Khosrow, Cetakan Ketiga, 1372 HS.
  • Thabathabai, Sayid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Qom, Jami'ah Mudarrisin, Cetakan Kelima, 1417 H.