Konsep:Asma binti Yazid al-Anshari
| Nama lengkap | Asma binti Yazid bin al-Sakan bin Rafi' bin Imri' al-Qais al-Asyhaliyyah al-Anshariyyah |
|---|---|
| Kunyah | Ummu Salamah |
| Gelar | Khathibah al-Nisa (Juru Bicara Wanita) |
| Sahabat Nabi | Nabi Muhammad saw |
| Para perawi darinya | Mahmud bin Muhammad, Syahr bin Hausyab, Ishaq bin Rasyid, dll. |
| Lain-lain | Hadir dalam acara malam pengantin Fatimah sa dan Perang Yarmuk |
Asma binti Yazid al-Anshari (bahasa Arab:أسماء بنت یزید الأنصاري), adalah salah satu sahabat dan perawi hadis dari Nabi saw. Kunyah-nya adalah Ummu Salamah dan ia dikenal dengan gelar Khathibah al-Nisa (Juru Bicara Wanita).[1] Orang-orang seperti Mahmud bin Muhammad, Syahr bin Hausyab, dan Ishaq bin Rasyid telah menukil riwayat darinya.[2]
Dalam sebuah riwayat, Asma mewakili para wanita bertanya kepada Nabi saw tentang kaum laki-laki yang menikmati pahala-pahala spiritual seperti jihad, haji, dan mengantar jenazah, sementara peran wanita lebih terbatas pada mengurus suami dan mendidik anak. Setelah memuji cara bertanya Asma, Nabi saw menyamakan perlakuan baik terhadap suami (husn al-tabaul), mencari keridhaan suami, dan menaati pendapat suami dengan amal-amal tersebut.[3] Menurut laporan Al-Durr al-Manthur, setelah mendengar ucapan Asma, Nabi saw menoleh kepada para sahabat dan memuji kemampuannya dalam mengajukan masalah agama, kemudian beliau bersabda kepada Asma untuk menyampaikan pesan ini kepada para wanita; Asma pun kembali dengan gembira sambil bertahlil dan bertakbir.[4]
Berdasarkan beberapa laporan, Asma binti Yazid dianggap sebagai wanita yang hadir di samping Fatimah sa pada malam pengantinnya untuk memenuhi kebutuhannya, dan Nabi saw mendoakannya: "Wahai Asma, semoga Allah memenuhi kebutuhan dunia dan akhiratmu".[5] Meskipun demikian, Mahalati dalam Riyahin al-Syari'ah setelah mengutip laporan ini, menganggap pandangan Al-Arbali dalam Kasyf al-Ghummah lebih benar dan menilai kehadiran Salma binti Umais, istri Hamzah dan saudara perempuan Asma binti Umais, pada malam zafaf (pengantin) Fatimah sa lebih valid.[6] Asma binti Yazid juga berpartisipasi dalam Perang Yarmuk dan dikatakan bahwa ia membunuh 9 orang Romawi dengan tiang tenda.[7]
Catatan Kaki
- ↑ Hassun dan Masykur, A'lam al-Nisa' al-Mu'minat, 1379 HS, hlm. 149-150.
- ↑ Ibnu 'Abdil Barr, Al-Isti'ab, 1412 H, jld. 4, hlm. 1787; Ibnu al-Atsir, Usd al-Ghabah, 1409 H, jld. 6, hlm. 18.
- ↑ Hassun dan Masykur, A'lam al-Nisa' al-Mu'minat, 1379 HS, hlm. 149-150.
- ↑ Al-Suyuthi, Al-Durr al-Manthur, Dar al-Fikr, jld. 2, hlm. 518.
- ↑ Al-Majlisi, Bihar al-Anwar, 1403 H, jld. 43, hlm. 132; Mahalati, Riyahin al-Syari'ah, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, jld. 2, hlm. 311.
- ↑ Mahalati, Riyahin al-Syari'ah, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, jld. 2, hlm. 311.
- ↑ Ibnu al-Atsir, Usd al-Ghabah, 1409 H, jld. 6, hlm. 18.
Daftar Pustaka
- Al-Majlisi, Muhammad Baqir. Bihar al-Anwar al-Jami'ah li-Durar Akhbar al-A'immah al-Athhar. Beirut: Dar Ihya al-Turats al-'Arabi, cetakan kedua, 1403 H.
- Al-Suyuthi, Jalaluddin. al-Durr al-Manthur fi al-Tafsir bi al-Ma'tsur. Beirut: Dar al-Fikr.
- Hassun, Muhammad Masykur, Ummu Ali. A'lam al-Nisa' al-Mu'minat. Teheran: Uswah, 1379 HS.
- Ibnu 'Abdi al-Barr, Yusuf bin Abdullah. al-Isti'ab fi Ma'rifah al-Ash'hab. Beirut: Dar al-Jil, 1412 H.
- Ibnu al-Atsir, Ali bin Muhammad. Usd al-Ghabah fi Ma'rifah al-Shahabah. Beirut: Dar al-Fikr, 1409 H.
- Mahalati, Dzabihullah. Riyahin al-Syari'ah. Teheran: Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1368-1370 HS.