Lompat ke isi

Konsep:Abu al-Jarud

Dari wikishia

Ziyad bin Munzir, yang lebih dikenal dengan nama Abu al-Jarud, adalah salah seorang mufasir (ahli tafsir) terkemuka pada abad ke-2 Hijriah dan termasuk dalam golongan ashab Imam Baqir as serta ashab Imam Shadiq as. Beberapa sumber juga menyebutkan bahwa ia termasuk dalam ashab Imam Sajjad as. Ia dikenal sebagai ahli dalam ilmu kalam dan mahir dalam berdebat.

Abu al-Jarud sempat berpihak kepada Zaid bin Ali dan aliran Zaidiyyah, turut serta dalam pemberontakan Zaid bin Ali, serta meriwayatkan khutbah dan hadis darinya. Menurut Sayyid Abul Qasim al-Khu'i, pada akhir hayatnya, Abu al-Jarud kembali memeluk mazhab Imamiyyah. Ziyad bin Munzir juga dianggap sebagai pendiri aliran Jarudiyyah dalam mazhab Zaidiyyah.

Riwayat-riwayat Abu al-Jarud dapat ditemukan dalam kitab-kitab seperti al-Kafi dan Kamil al-Ziyarat. Terdapat perbedaan pendapat mengenai ketsiqahannya—sebagian menganggapnya tsiqah, sementara yang lain mengkritiknya.

Tafsir Abu al-Jarud, yang dikatakan berasal dari penjelasan Imam Muhammad Baqir as, dianggap sebagai kitab tafsir pertama yang dinisbatkan kepada para Imam Syiah. Namun, terdapat perbedaan pendapat mengenai validitas penisbatan ini. Disebutkan bahwa tafsir ini ditulis sebelum ia berpindah ke mazhab Zaidiyyah, sehingga isinya banyak digunakan oleh mufasir lain seperti Tafsir Ali bin Ibrahim al-Qummi.

Biografi Singkat

Ziyad bin Munzir, yang dikenal dengan nama Abu al-Jarud atau Abu al-Najm,[1] merupakan salah seorang mufasir terkemuka pada abad ke-2 Hijriah.[2] Ia termasuk dalam ashab Imam Baqir as dan meriwayatkan hadis dari Imam Shadiq as.[3] Namun, dalam kitab Rijal al-Najasyi dan sumber-sumber lainnya, ia juga disebut sebagai sahabat tiga Imam, yaitu Imam Sajjad as, Imam Baqir as, dan Imam Shadiq as.[4] Abu al-Jarud menguasai ilmu kalam dan terkenal mahir dalam berdebat.[5]

Ziyad bin Munzir dijuluki dengan berbagai gelar seperti al-A'ma (yang buta),[6] al-Thaqafi al-Kufi,[7] dan al-Tabi'i (generasi tabi'in).[8] Berdasarkan pendapat para ahli rijal seperti al-Najasyi,[9] ia berasal dari kabilah Kharif[10] atau Harqah dari suku Hamadan Yaman.[11] Namun, karena ia juga dijuluki al-Mawla[12] atau al-Khurasani,[13] ada pula yang berpendapat bahwa ia berasal dari Iran.

Abu al-Jarud terlahir buta.[14] Tahun kelahirannya diperkirakan pada akhir abad ke-1 Hijriah berdasarkan riwayat-riwayat yang dinukil darinya.[15] Ia wafat pada tahun 150 H[16] hingga 160 H,[17] meskipun ada pula yang menyebutkan tahun 118 H sebagai tahun wafatnya.[18] Menurut Ibnu Nadim, sebelum wafat, Abu al-Jarud sempat mengonsumsi minuman keras dan menerima kepemimpinan orang-orang kafir.[19]

Keluarga Terkenal

Ayah Abu al-Jarud, Munzir bin Ziyad, diangkat sebagai gubernur wilayah Azadshir Khurrah pada masa pemerintahan Imam Ali as,[20] tetapi ia diinterogasi oleh Ali bin Abi Thalib atas tuduhan penggelapan harta publik.[21] Surat Imam Ali as kepadanya disebutkan dalam Nahj al-Balaghah.[22]

Kakeknya, Ziyad bin Jarud, yang dikenal sebagai ahli ibadah pada masanya, mendukung Imam Ali dalam peristiwa terkait Perang Jamal. Ketika Aisyah, istri Nabi, bersama Thalhah bin Ubaidillah dan Zubair bin Awwam pergi ke Basrah dan memicu Perang Jamal, Ziyad bersama anggota suku Rabi'ah dan Utsman bin Hunaif al-Anshari, utusan Imam Ali as, menghadang mereka.[23] Pertempuran antara kedua pihak terjadi sebelum kedatangan Ali as dan sebelum pecahnya Perang Jamal. Dalam pertempuran ini, Ziyad dan para pengikutnya gugur.[24]

Kecenderungan kepada Zaid bin Ali

Menurut Syaikh Thusi (w. 460 H) dan Allamah Hilli (w. 726 H), ulama fikih Syiah terkemuka, Abu al-Jarud menganut mazhab Zaidiyyah.[25] Bahkan, ia termasuk dalam golongan ulama Zaidiyyah.[26]

Disebutkan bahwa ia termasuk dalam kelompok ghulat (ekstrem) Zaidiyyah[27] dan menjauh dari jalan para Imam Syiah.[28] Menurut laporan sejarah, Abu al-Jarud berubah keyakinan saat pemberontakan Zaid bin Ali dan condong kepada Zaidiyyah.[29] Bahkan, disebutkan bahwa ia hadir dalam pemberontakan Zaid bin Ali.[30] Pandangannya tentang masalah imamah dan ketidakpatuhannya pada taqiyyah disebut sebagai alasan ia menjauh dari Imam Baqir dan Imam Shadiq as serta condong kepada Zaid bin Ali.[31]

Abu al-Jarud meriwayatkan khutbah Zaid bin Ali selama pemberontakan[32] serta hadis-hadis darinya[33] dan putranya, Yahya bin Zaid.[34] Sayyid Abul Qasim al-Khu'i, seorang faqih dan ahli rijal Syiah, menduga bahwa Abu al-Jarud kembali ke mazhab Imamiyyah pada akhir hayatnya.[35]

Pendirian Mazhab Jarudiyyah

Templat:Utama Disebutkan bahwa Abu al-Jarud menyampaikan beberapa ajaran pribadinya di antara kelompok pertama pendukung Zaid bin Ali[36] dan dengan menyampaikan pandangan-pandangan khusus mengenai masalah imamah, ia mengumpulkan sekelompok pengikut dari kalangan Zaidiyyah.[37] Menurut para peneliti aliran dan ahli rijal, mazhab Jarudiyyah[38] dan Surhubiyyah—salah satu cabang Zaidiyyah—dinisbatkan kepada Abu al-Jarud dan diyakini terpengaruh oleh pemikirannya.[39]

Para pengikut Jarudiyyah, mengikuti Abu al-Jarud, meyakini bahwa Imam Ali as adalah sahabat terbaik dan orang yang paling layak memimpin seluruh umat.[40] Menurut mereka, Nabi (s.a.w.) telah menunjuk imamah Ali as melalui isyarat, bukan dengan menyebut namanya secara eksplisit.[41]

Periwayatan Hadis

Nama Abu al-Jarud muncul dalam sanad banyak riwayat, mencapai 92 riwayat.[42] Selain meriwayatkan dari Imam Sajjad as, Imam Baqir as, dan Imam Shadiq as, ia juga meriwayatkan dari banyak tabi'in,[43] seperti Zaid bin Ali,[44] Yahya bin Zaid,[45] Ashbagh bin Nabatah, Hasan al-Bashri, Abdullah bin Hasan al-Mutsanna, Athiyyah bin Sa'd al-'Aufi,[46] dan Abu Sa'id 'Aqisa al-Taimi.[47]

Beberapa perawi yang meriwayatkan darinya antara lain:

Riwayat-riwayat Abu al-Jarud banyak ditemukan dalam karya-karya otoritatif Imamiyyah seperti: al-Kafi,[51] Kamil al-Ziyarat,[52] Tafsir Furat al-Kufi,[53] Tafsir Ali bin Ibrahim al-Qummi[54]

Riwayat-riwayatnya mencakup berbagai tema, termasuk: Akhlak[55] Tafsir[56] Fikih[57] Aqidah, termasuk imamah,[58] nash-nash para Imam,[59] dan mahdawiyyah.[60]

Disebutkan bahwa ulama Imamiyyah meriwayatkan lebih banyak hadis darinya dibandingkan ulama Zaidiyyah,[61] meskipun banyak riwayatnya juga ditemukan dalam sumber-sumber Zaidiyyah.[62]

Perbedaan Pendapat Mengenai Ketsiqahan Abu al-Jarud

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama ilmu rijal mengenai ketsiqahan Abu al-Jarud,[63] dan banyak komentar jarh wa ta'dil tentangnya dalam kitab-kitab rijal.[64] Syaikh Thusi, dalam kitab rijalnya, meskipun menyebut nama Abu al-Jarud, tidak memberikan penilaian khusus tentang ketsiqahannya.[65]

Ketidaktsiqahan

Dikatakan bahwa tidak ada penguatan (tawtsiq) dalam sumber-sumber mengenai Abu al-Jarud, dan ia sangat dicela.[66] Muhammad bin Umar al-Kasyi (w. sekitar 340 H) dan Allamah Hilli (w. 726 H) hanya menyampaikan perkataan para Imam Syiah yang mencela Abu al-Jarud.[67] Hasan bin Musa al-Nubakhti, seorang teolog Syiah abad ke-4 Hijriah, dan juga al-Kasyi, berdasarkan sebuah riwayat dari Imam Muhammad Baqir as, menyebutnya dengan julukan "Surhub" (setan buta yang tinggal di laut).[68] Nama Abu al-Jarud disebut dalam beberapa hadis dari Imam Shadiq as sebagai seorang kafir dan pembohong,[69] serta dilaknat.[70]

Dalam konteks yang sama, ulama Ahlus Sunnah juga tidak menganggapnya tsiqah dan tidak membolehkan meriwayatkan hadis darinya.[71] Selain itu, disebutkan bahwa Abu al-Jarud termasuk ghulat Kufah yang memalsukan riwayat-riwayat untuk mencela sahabat Nabi, serta menyampaikan klaim-klaim tidak berdasar tentang keutamaan Ahlulbait as.[72]

Ketsiqahan

Syaikh Mufid, seorang faqih dan teolog Syiah (w. 413 H), dalam risalah fikihnya al-Radd 'ala Ashab al-'Adad, meriwayatkan salah satu hadis dari Abu al-Jarud, tetapi tidak memberikan penilaian tentang ketsiqahannya.[73] Sayyid Abul Qasim al-Khu'i, seorang faqih dan ahli rijal Syiah, dalam kitab Mu'jam Rijal al-Hadits, meragukan beberapa riwayat yang mencela Abu al-Jarud dari sisi sanad dan historisitasnya.[74] Menurut al-Khu'i, penisbatan julukan "Surhub" kepada Abu al-Jarud oleh Imam Baqir as didasarkan pada riwayat mursal yang tidak dapat diandalkan, selain itu Abu al-Jarud belum berubah keyakinan di masa Imam Baqir as—perubahan sikapnya terjadi tujuh tahun setelah wafat Imam kelima Syiah—sehingga penamaan tersebut tidak mungkin berasal dari Imam Baqir as.[75]

Al-Khu'i juga—dengan merujuk pada keberadaan nama Abu al-Jarud dalam sanad kitab Kamil al-Ziyarat,Templat:Catatan periwayatan Hadits al-Lauh darinya oleh Syaikh Shaduq, serta kesaksian Ali bin Ibrahim al-Qummi tentang ketsiqahan semua perawi dalam kitab tafsirnya—menganggap Abu al-Jarud sebagai perawi tsiqah dan menerima riwayat serta kitabnya.[76]

Sayyid Muhsin al-Amin menyatakan bahwa Abu al-Jarud—sebelum menjadi penganut Zaidiyyah—termasuk perawi tsiqah dari kalangan Syiah.[77] Syaikh Abbas al-Qummi, setelah menyebutkan berbagai pendapat, menyimpulkan bahwa Abu al-Jarud hanya tsiqah dalam periwayatan hadis.[78]

Tafsir Abu al-Jarud

Templat:Utama Tafsir Abi al-Jarud, yang juga dikenal sebagai Kitab al-Baqir as atau Tafsir al-Baqir as,[79] adalah sebuah kitab yang dinisbatkan kepada Imam Muhammad Baqir as dan diriwayatkan melalui Abu al-Jarud.[80] Tafsir ini merupakan kitab tafsir pertama yang dinisbatkan kepada para Imam Syiah.[81]

Tidak ada perbedaan pendapat mengenai keberadaan kitab ini, tetapi terdapat perdebatan tentang penisbatannya kepada Imam Baqir as karena berbagai alasan.[82] Ahmad bin Ali al-Najasyi[83] dan Syaikh Thusi[84] telah menyebutkan keberadaan tafsir ini beserta sanadnya.[85]

Materi tafsir ini banyak digunakan dalam karya-karya mufasir lain, termasuk dalam kitab tafsir Ali bin Ibrahim al-Qummi.[86] Sebagian berpendapat bahwa Abu al-Jarud menulis tafsirnya sebelum berpindah ke mazhab Zaidiyyah, dan pada masa Imam Baqir as, ia masih menganut keyakinan Syiah Imamiyyah yang umum.[87] Dengan demikian, perubahan keyakinannya tidak memengaruhi pandangan tafsirnya.[88]

Selain tafsir, sebuah karya lain juga dinisbatkan kepada Abu al-Jarud, dan ia dianggap sebagai penulis salah satu dari 400 Ushul Syiah.[89]

Catatan Kaki

  1. Ibnu Nadim, al-Fihrist, Beirut, hlm. 253; Amin, A'yan al-Syi'ah, 1403 H, jil. 7, hlm. 83; Mamaqani, Taqrib al-Maqal, 1431 H, jil. 29, hlm. 55.
  2. Aqiqi Bakhshayishi, Thabaqat al-Mufassirin al-Syiah, 1387 H, hlm. 246.
  3. Najasyi, Rijal al-Najasyi, 1365 H, hlm. 170; Ibnu al-Ghadha'iri, al-Rijal, 1422 H, hlm. 61; Hilli, Khulashah al-Aqwal, 1411 H, hlm. 223.
  4. Najasyi, Rijal al-Najasyi, 1365 H, hlm. 170; Agha Buzurg Tehrani, al-Dhari'ah, 1408 H, jil. 4, hlm. 251; Bahrani, 'Awalam al-'Ulum, 1413 H, hlm. 248; Bahrani, al-Burhan fi Tafsir al-Qur'an, 1415 H, jil. 1, hlm. 16.
  5. Sayyaghi, al-Rawdh al-Nadhir, Beirut, jil. 1, hlm. 364.
  6. Barqi, Rijal al-Barqi, 1342 H, hlm. 13.
  7. Khafaji, al-Imam al-Baqir as wa Atsaruhu fi al-Tafsir, 1426 H, hlm. 155.
  8. Syaikh Thusi, Rijal al-Thusi, 1373 H, hlm. 135; Hilli, Khulashah al-Aqwal, 1411 H, hlm. 223.
  9. Najasyi, Rijal al-Najasyi, 1365 H, hlm. 170; Ibnu al-Ghadha'iri, al-Rijal, 1422 H, hlm. 61.
  10. Lajnah Ilmiyyah fi Mu'assasah al-Imam al-Shadiq as, Mu'jam Thabaqat al-Mutakallimin, 1424 H, jil. 1, hlm. 304.
  11. Amin, A'yan al-Syi'ah, 1403 H, jil. 7, hlm. 83.
  12. Syaikh Thusi, Rijal al-Thusi, 1373 H, hlm. 208.
  13. Mamaqani, Taqrib al-Maqal, 1431 H, jil. 29, hlm. 57; Amin, A'yan al-Syi'ah, 1403 H, jil. 7, hlm. 83.
  14. Najasyi, Rijal al-Najasyi, 1365 H, hlm. 170; Aqiqi Bakhshayishi, Thabaqat al-Mufassirin al-Syiah, 1387 H, hlm. 246; Khu'i, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1372 H, jil. 8, hlm. 335–336.
  15. Bahramian, «Abu al-Jarud», Ensiklopedia Islam Besar.
  16. Tim Ilmiah Mu'assasah Imam Shadiq as, Mausu'ah Thabaqat al-Fuqaha', 1418 H, jil. 2, hlm. 220; Aqiqi Bakhshayishi, Thabaqat al-Mufassirin al-Syiah, 1387 H, hlm. 246; Khu'i, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1372 H, jil. 8, hlm. 335–336.
  17. Ibnu Hajar al-Asqalani, Tahdzib al-Tahdzib, 1325 H, jil. 3, hlm. 387.
  18. Syusytari, Qamus al-Rijal, 1410 H, jil. 11, hlm. 249.
  19. Ibnu Nadim, al-Fihrist, Beirut, hlm. 253.
  20. Shan'ani, Nasmah al-Sahr, 1999 M, jil. 1, hlm. 528.
  21. Tsaqafi, al-Gharat, 1395 H, jil. 2, hlm. 897.
  22. Sharif al-Radhi, Nahj al-Balaghah, 1414 H, hlm. 461–462.
  23. Shan'ani, Nasmah al-Sahr, 1999 M, jil. 1, hlm. 528.
  24. Shan'ani, Nasmah al-Sahr, 1999 M, jil. 1, hlm. 528.
  25. Syaikh Thusi, al-Fihrist, 1420 H, hlm. 72; Hilli, Khulashah al-Aqwal, 1411 H, hlm. 223.
  26. Ibnu Nadim, al-Fihrist, Beirut, hlm. 253; Lajnah Ilmiyyah fi Mu'assasah al-Imam al-Shadiq as, Mu'jam Thabaqat al-Mutakallimin, 1424 H, jil. 1, hlm. 304.
  27. Ibnu Qani' al-Baghdadi, Mu'jam al-Shahabah, 1424 H, jil. 5, hlm. 1816; Ma'rifat, Tarikh al-Qur'an, 1382 H, hlm. 175.
  28. Ma'rifat, Siyanah al-Qur'an min al-Tahrif, 1386 H, hlm. 89.
  29. Najasyi, Rijal al-Najasyi, 1365 H, hlm. 170.
  30. Abu al-Faraj al-Isfahani, Maqatil al-Thalibiyyin, 1419 H, hlm. 133; Hilli, Khulashah al-Aqwal, 1411 H, hlm. 223; Nubakhti, Firaq al-Syi'ah, Beirut, hlm. 55.
  31. Bahramian, «Abu al-Jarud», Ensiklopedia Islam Besar.
  32. Ibnu Harun, Taisir al-Mathalib, 1422 H, hlm. 277.
  33. Furat al-Kufi, Tafsir, 1410 H, hlm. 151.
  34. Sayyaghi, al-Rawdh al-Nadhir, Beirut, jil. 1, hlm. 364, jil. 2, hlm. 171; Ahmad bin Isa, Ra'b al-Shad', 1428 H, jil. 1, hlm. 197.
  35. Khu'i, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1372 H, jil. 8, hlm. 335–336.
  36. Taqizadeh Davari, Gambaran Para Imam Syiah dalam Ensiklopedia Islam, 1385 H, hlm. 246.
  37. Aqanuri, Asal-Usul Syiah dan Kemunculan Mazhab-Mazhab Syiah di Masa Para Imam, 1385 H, hlm. 270.
  38. Asy'ari, Maqalat al-Islamiyyin, 1400 H, hlm. 66; Syahrastani, al-Milal wa al-Nihal, 1364 H, jil. 1, hlm. 183; Syaikh Thusi, Rijal al-Thusi, 1373 H, hlm. 135; Ibnu Dawud, Rijal Ibnu Dawud, 1342 H, hlm. 455; Hilli, Khulashah al-Aqwal, 1411 H, hlm. 223.
  39. Kasyi, Rijal al-Kasyi, 1409 H, jil. 1, hlm. 229; Tafrashi, Naqd al-Rijal, 1377 H, jil. 2, hlm. 279; Aqiqi Bakhshayishi, Thabaqat al-Mufassirin al-Syiah, 1387 H, hlm. 246.
  40. Nubakhti, Firaq al-Syi'ah, Beirut, hlm. 55; Lajnah Ilmiyyah fi Mu'assasah al-Imam al-Shadiq as, Mu'jam Thabaqat al-Mutakallimin, 1424 H, jil. 1, hlm. 305.
  41. Sam'ani, al-Ansab, 1382 H, jil. 3, hlm. 168; Lajnah Ilmiyyah fi Mu'assasah al-Imam al-Shadiq as, Mu'jam Thabaqat al-Mutakallimin, 1424 H, jil. 1, hlm. 305; Sayyaghi, al-Rawdh al-Nadhir, Beirut, jil. 1, hlm. 364.
  42. Khu'i, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1372 H, jil. 22, hlm. 81.
  43. Ma'rifat, Tafsir wa al-Mufassirun, 1379 H, jil. 2, hlm. 160.
  44. Allamah Hilli, Rijal al-Allamah al-Hilli, 1411 H, hlm. 223; Furat al-Kufi, Tafsir, 1410 H, hlm. 151.
  45. Sayyaghi, al-Rawdh al-Nadhir, Beirut, jil. 1, hlm. 364, jil. 2, hlm. 171; Ahmad bin Isa, Ra'b al-Sad', 1428 H, jil. 1, hlm. 197.
  46. Lajnah Ilmiyyah fi Mu'assasah al-Imam al-Shadiq as, Mu'jam Thabaqat al-Mutakallimin, 1424 H, jil. 1, hlm. 304.
  47. Khu'i, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1372 H, jil. 22, hlm. 81.
  48. Najasyi, Rijal al-Najasyi, 1365 H, hlm. 170.
  49. Khu'i, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1372 H, jil. 22, hlm. 81.
  50. Lajnah Ilmiyyah fi Mu'assasah al-Imam al-Shadiq as, Mu'jam Thabaqat al-Mutakallimin, 1424 H, jil. 1, hlm. 305.
  51. Kulaini, al-Kafi, 1407 H, jil. 1, hlm. 11.
  52. Ibnu Qulawaih, Kamil al-Ziyarat, 1356 H, hlm. 47.
  53. Furat al-Kufi, Tafsir, 1410 H, hlm. 187.
  54. Qummi, Tafsir al-Qummi, 1363 H, jil. 1, hlm. 102.
  55. Kulaini, al-Kafi, 1407 H, jil. 1, hlm. 41; jil. 2, hlm. 90; Syaikh Mufid, al-Ikhtishash, 1413 H, hlm. 226.
  56. Qummi, Tafsir al-Qummi, 1363 H, jil. 1, hlm. 102.
  57. Kulaini, al-Kafi, 1407 H, jil. 4, hlm. 362; jil. 6, hlm. 477.
  58. Mas'udi, Itsbat al-Washiyyah, 1426 H, hlm. 179; Ibnu Babawaih, al-Imamah wa al-Tabshirah, 1404 H, hlm. 137; Syaikh Mufid, al-Ikhtishash, 1413 H, hlm. 269; Thabarsi, al-Ihtijaj, 1403 H, jil. 2, hlm. 324.
  59. Kulaini, al-Kafi, 1407 H, jil. 1, hlm. 298, 303, 532.
  60. Mas'udi, Itsbat al-Washiyyah, 1426 H, hlm. 262.
  61. Ibnu al-Ghadha'iri, al-Rijal, 1422 H, hlm. 61; Tafrashi, Naqd al-Rijal, 1377 H, jil. 2, hlm. 279.
  62. Ibnu Harun, Taisir al-Mathalib, 1422 H, hlm. 64, 156.
  63. Qummi, al-Kuni wa al-Alqab, 1368 H, jil. 1, hlm. 34.
  64. Khafaji, al-Imam al-Baqir as wa Atsaruhu fi al-Tafsir, 1426 H, hlm. 155–158.
  65. Syaikh Thusi, Rijal al-Thusi, 1373 H, hlm. 208.
  66. Mamaqani, Tanqih al-Maqal, 1431 H, jil. 29, hlm. 64, mengutip Talkhis al-Maqal.
  67. Kasyi, Rijal al-Kasyi, 1409 H, jil. 1, hlm. 229–230; Allamah Hilli, Rijal al-Allamah al-Hilli, 1411 H, hlm. 223.
  68. Kasyi, Rijal al-Kasyi, 1409 H, jil. 1, hlm. 229; Nubakhti, Firaq al-Syi'ah, Beirut, hlm. 55.
  69. Kasyi, Rijal al-Kasyi, 1409 H, jil. 1, hlm. 230.
  70. Ibnu Nadim, al-Fihrist, Beirut, hlm. 267.
  71. Ibnu Qani' al-Baghdadi, Mu'jam al-Shahabah, 1424 H, jil. 5, hlm. 1815–1816.
  72. Ibnu Qani' al-Baghdadi, Mu'jam al-Shahabah, 1424 H, jil. 5, hlm. 1816.
  73. Syaikh Mufid, al-Radd 'ala Ashab al-'Adad, 1413 H, hlm. 30.
  74. Khu'i, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1372 H, jil. 8, hlm. 332–334.
  75. Khu'i, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1372 H, jil. 8, hlm. 334.
  76. Khu'i, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1372 H, jil. 8, hlm. 332–336.
  77. Amin, A'yan al-Syi'ah, 1403 H, jil. 1, hlm. 125.
  78. Qummi, al-Kuni wa al-Alqab, 1368 H, jil. 1, hlm. 34.
  79. Ibnu Nadim, al-Fihrist, Beirut, hlm. 37.
  80. Najasyi, Rijal al-Najasyi, 1365 H, hlm. 170.
  81. Ibnu Nadim, al-Fihrist, Beirut, hlm. 50; Syabar, al-Jauhar al-Thamin, 1407 H, jil. 1, hlm. 10.
  82. Babai, Makatib al-Tafsiriyyah, 1381 H, jil. 1, hlm. 101–102.
  83. Najasyi, Rijal al-Najasyi, 1365 H, hlm. 170.
  84. Syaikh Thusi, al-Fihrist, 1420 H, hlm. 72.
  85. Husainzadah, «Kajian Tafsir Abu al-Jarud».
  86. Askari, al-Qur'an al-Karim wa Riwayat al-Madrasatayn, 1374 H, jil. 3, hlm. 63.
  87. Agha Buzurg Tehrani, al-Dhari'ah, 1408 H, jil. 4, hlm. 251.
  88. Khu'i, Mu'jam Rijal al-Hadits, 1372 H, jil. 8, hlm. 334; Aqiqi Bakhshayishi, Thabaqat al-Mufassirin al-Syiah, 1387 H, hlm. 246.
  89. Syaikh Thusi, al-Fihrist, 1420 H, hlm. 72; Ibnu Syahr Ashub, Ma'alim al-'Ulama', 1380 H, hlm. 52; Amin, A'yan al-Syi'ah, 1403 H, jil. 7, hlm. 84.

Daftar Pustaka

  • Aqa Buzurg Tehran, Muhammad Hasan, adz-Dzari'ah ila Tasanif asy-Syi'ah, Qum, Isma'iliyan, 1408 H.
  • Aqanuri, 'Ali, Khastgah Tasyi' wa Pidayesy Firqa-ye Syi'ah dar 'Asr Imam-an, Qum, Pajuheshgah 'Ulum wa Ma'arif Farhang Islam, cetakan kedua, 1385 SH.
  • Abu al-Faraj Isfahani, 'Ali bin Husain, Muqatil ath-Thalabiyyin, Beirut, Mu'assasat al-A'lami lil Matbu'at, cetakan ketiga, 1419 H.
  • Ibn Babawaih, 'Ali bin Husain, al-Imamah wa at-Tabsarah, Qum, Madrasah al-Imam al-Mahdi (aj), 1404 H.
  • Ibn Hajar 'Asqalani, Ahmad bin 'Ali, Tahdzib at-Tahdzib, Beirut, Dar Shadir, 1325 H.
  • Ibn Da'ud, Hasan bin 'Ali bin Da'ud, Rijal Ibn Da'ud, Tehran, Universitas Tehran, 1342 H.
  • Ibn Syahr Asyub, Muhammad bin 'Ali, Ma'alim al-'Ulama' fi Fihrist Kutub asy-Syi'ah wa Asma' al-Mu'allifin minhum Qadiman wa Haditsan, Najaf, al-Matba'ah al-Haydariyyah, 1380 H.
  • Ibn Ghadha'iri, Ahmad bin Husain, al-Rijal, Qum, Mu'assasah 'Ilmi Farhangi Dar al-Hadits, 1422 H.
  • Ibn Qani' Baghdadi, 'Abd al-Baqi, Mu'jam as-Sahabah, Beirut, Dar al-Fikr, 1424 H.
  • Ibn Qulawaih, Ja'far bin Muhammad, Kamil az-Ziyarat, Najaf, Dar al-Murtadhwiyah, 1356 SH.
  • Ibn Nadim, Muhammad bin Is-haq, al-Fihrist, Beirut, Dar al-Ma'rifah, tanpa tahun.
  • Ibn Harun, Yahya bin Husain, Taysir al-Matalib fi Amali Abi Thalib, Shana', Mu'assasat al-Imam Zaid bin 'Ali ath-Thaqafiyyah, 1422 H.
  • Ahmad bin 'Isa, Ra'ab as-Sad'a, bi kausyisy 'Ali bin Isma'il San'ani, Beirut, Dar al-Muhajjah al-Bayda', 1428 H.
  • Asy'ari, Abu al-Hasan, Maqalat al-Islamiyyin wa Ikhtilaf al-Musallin, Wiesbaden, Frans Sthayiner, 1400 H.
  • Amin, Muhsin, A'yan al-Syi'ah, Beirut, Dar al-Ta'aruf lil Matbu'at, 1403 H.
  • Irawani, Muhammad Baqir, Durus Tamhidiyyah fi al-Qawa'id ar-Rijaliyyah, Qum, Intisyarat Madin, 1431 H.
  • Baba'i, 'Ali Akbar, Maktab Tafsiri, Qum, Markaz Tahqiq wa Tawsa' 'Ulum Insaniyyah, 1381 SH.
  • Bahrani Isfahani, 'Abdullah bin Nurallah, 'Awalam al-'Ulum wa al-Ma'arif wa al-Ahwal min al-Ayat wa al-Akhbar wa al-Aqwal, tahqiq Muhammad Baqir Muwahhid, Qum, Mu'assasat al-Imam Mahdi (aj), 1413 H.
  • Bahrani, Hashim bin Sulaiman, al-Burhan fi Tafsir al-Qur'an, Qum, Mu'assasat al-Ba'thah, 1415 H.
  • Barqi, Ahmad bin Muhammad, Rijal Barqi, Tehran, Universitas Tehran, 1342 SH.
  • Bahrampourian, 'Ali, "Abu al-Jarud", Ensiklopedia Besar Islam, tanggal penulisan artikel: 21 Khordad 1399 SH, tanggal akses: 31 Tir 1404 SH.
  • Tafresyi, Mustafa bin Husain, Naqd ar-Rijal, Qum, Mu'assasat Al al-Bayt (as) li Ihya' at-Turath, 1377 SH.
  • Taqizadeh Dauri, Mahmud, Taswir Imam-an Syi'ah dalam Daira al-Ma'arif al-Islam, Qum, Mu'assasat Syi'ah Syenas, 1385 SH.
  • Tsaqafi, Ibrahim bin Muhammad bin Sa'id bin Hillal, al-Gharat aw al-Istinfar wa al-Gharat, Tehran, Anjuman Athar Milii, 1395 H.
  • Husainzadeh, 'Ali, "Pembahasan Tafsir Abi al-Jarud", dalam majalah Pajuhesh-ha-ye Qurani, nomor 5 dan 6, bulan Murad 1375 SH.
  • Khafaji, Hikmat 'Abid, al-Imam al-Baqir (as) wa Atsarnya dalam Tafsir, Beirut, Mu'assasat al-Balagh, 1426 H.
  • Khui, Sayid Abu al-Qasim, Mu'jam Rijal al-Hadits wa Tafsil Thabaqat ar-Ruwat, Qum, Markaz Nashr ath-Thaqafah al-Islamiyyah, cetakan kelima, 1372 SH.
  • Sam'ani, 'Abd al-Karim bin Muhammad, al-Ansab, Haiderabad Hind, Matba'at Majlis wa Da'irat al-Ma'arif al-'Uthmaniyyah, 1382 H.
  • Siyaghi, Husain, al-Raudh an-Nadhir Syarh Majmu' Fiqh al-Kabir, Beirut, Dar al-Jil, tanpa tahun.
  • Syubbar, 'Abdullah, al-Jauhar al-Tsamin fi Tafsir al-Kitab al-Mubin, Kuwait, Syarikat Maktabah al-Alfain, 1407 H.
  • Syarif al-Radhi, Muhammad bin Husain, Nahj al-Balaghah (li as-Sabqi Shalih), Qum, Hijrah, 1414 H.
  • Syusytari, Muhammad Taqi, Qamus ar-Rijal, Qum, Mu'assasat al-Nashr al-Islami, cetakan kedua, 1410 H.
  • Syahrestani, Muhammad bin 'Abd al-Karim, al-Milal wa an-Nihal, tahqiq Muhammad Badran, Qum, Syarif Radhi, cetakan ketiga, 1364 SH.
  • Syekh Thusi, Muhammad bin al-Hasan, Rijal Thusi, tahqiq Jawad Qaumi Isfahani, Qum, Mu'assasat an-Nashr al-Islami, 1373 SH.
  • Syekh Thusi, Muhammad bin al-Hasan, Fihrist Kutub asy-Syi'ah wa Ushuluhum wa Asma' al-Mu'allifin wa Ashab al-Ushul, tahqiq 'Abd al-'Aziz Thabathabai, Qum, Maktabah al-Muhaqqiq Thabathabai, 1420 H.
  • Syekh Mufid, Muhammad bin Muhammad bin Nu'man, al-Ikhtisas, Qum, Kongres Syekh Mufid, 1413 H.
  • Syekh Mufid, Muhammad bin Muhammad bin Nu'man, al-Radd 'ala Ashab al-'Iddah: Jawabat Ahl al-Mosul fi al-'Iddah wa ar-Ru'yah, Qum, Kongres Jahani Hazarah Syekh Mufid, 1413 H.
  • San'ani, Yusuf bin Yahya, Nasmat as-Sahr bi Dzkar Man Tasyi'a wa Syi'r, Beirut, Dar al-Mu'arrikh, 1999 M.
  • Thabarsi, Ahmad bin 'Ali, al-Ihtijaj, Mashhad, Nashr Murtadha, 1403 H.
  • Askari, Murtadha, al-Qur'an al-Karim wa Rawayat al-Madrasatayn, Qum, Kulliyah Ushul ad-Din, 1374 SH.
  • Aqiqi Bakhshayeshi, Abdurrahim, Thabaqat Mufassirin Syi'ah, Qum, Daftar Nashr Nauwaid Islam, cetakan keempat, 1387 SH.
  • Allamah Hilli, Hasan bin Yusuf, Rijal al-'Allamah al-Hilli, tahqiq Muhammad Shadiq Bahru al-'Ulum, Najaf, Dar adh-Dzakhir, 1411 H.
  • Furat Kufi, Furat bin Ibrahim, Tafsir Furat al-Kufi, tahqiq Muhammad Kazim Mahmudi, Tehran, Sazman Chap wa Intisyarat Wizarat Irshad Islam, 1410 H.
  • Qumi, 'Abbas, al-Kunya wa al-Alqab, Tehran, Maktabah al-Sadr, cetakan kelima, 1368 SH.
  • Qumi, 'Ali bin Ibrahim, Tafsir al-Qumi, Qum, Dar al-Kitab, 1363 SH.
  • Kasysyi, Muhammad bin 'Umar, Rijal al-Kasysyi, tahqiq Hasan Mustafawi, Mashhad, Mu'assasat Nashr Daneshgah Mashhad, 1409 H.
  • Kulaini, Muhammad bin Ya'qub bin Is-haq, al-Kafi, Tehran, Dar al-Kutub al-Islamiyyah, cetakan keempat, 1407 H.
  • Guruh 'Ilmi Mu'assasat al-Imam Shadiq (as), Mausu'at Thabaqat al-Fuqaha', Qum, Mu'assasat al-Imam Shadiq (as), 1418 H.
  • Lajnah 'Ilmiyyah fi Mu'assasat al-Imam Shadiq (as), Mu'jam Thabaqat al-Mutakallimin, Qum, Mu'assasat al-Imam Shadiq (as), 1424 H.
  • Mamaqani, Abdullah, Tanjih al-Ma'qal fi 'Ilm ar-Rijal, Qum, Mu'assasat Al al-Bayt (as) li Ihya' at-Turath, 1431 H.
  • Mas'udi, 'Ali bin Husain, Itsbat al-Washiyyah, Qum, Ansarian, 1426 H.
  • Ma'rifat, Muhammad Hadi, Tarikh al-Qur'an, Tehran, Samt, cetakan kelima, 1382 SH.
  • Ma'rifat, Muhammad Hadi, Tafsir wa Mufassirun, Qum, al-Tamhid, 1379 SH.
  • Ma'rifat, Muhammad Hadi, Sayyinat al-Qur'an min at-Taharif, Qum, al-Tamhid, 1386 SH.
  • Najasyi, Ahmad bin 'Ali, Rijal Najashi, Qum, Mu'assasat an-Nashr al-Islami, 1365 SH.
  • Naubakhti, Hasan bin Musa, Firaq al-Syi'ah, Beirut, Dar al-Adhwa', tanpa tahun.