Konsep:Risalah Liqa'ullah
| Penulis | Mirza Jawad Maliki Tabrizi |
|---|---|
Risalah Liqa'ullah adalah karya irfani dan akhlak dari Mirza Jawad Maliki Tabrizi (wafat 1343 H) dengan topik perjumpaan Ilahi dalam makna irfaninya dan pembuktian teori kesatuan wujud personal berdasarkan pandangan para arif, yang dianggap sebagai salah satu karya penting dalam bidang irfan Islam.
Bagian pertama kitab ini, yang ditulis dalam bahasa Persia, membahas penjelasan makna perjumpaan dengan Allah (Liqa'ullah) dari perspektif ulama Syiah dan menguraikan pandangan-pandangan irfani dalam bab ini. Bagian kedua kitab ini, yang ditulis dalam bahasa Arab, di dalamnya penulis dengan menerima teori kesatuan wujud personal, mengkaji kritikan-kritikan dari para pengkritik dan menghilangkan ambiguitas yang ada dalam bidang ini.
Karya ini pertama kali diterbitkan oleh Khalil Kamara'i dengan judul Sayr wa Suluk. Kemudian, Shadiq Hasanzadeh dengan menerjemahkan bagian bahasa Arabnya, dan melampirkan Risalah Liqa'ullah dari Imam Khomeini, Muhammad Muhsin Faiz Kasyani, dan sepucuk surat irfani dari Mirza Jawad kepada Kompani, serta sebuah kasidah dari Hasan Hasanzadeh Amuli, menerbitkan karya ini dalam satu jilid dengan nama "Risalah Liqa'ullah".
Signifikansi dan Kedudukan
Risalah Liqa'ullah adalah kitab irfani dan akhlak dari Mirza Jawad Agha Maliki Tabrizi yang menjelaskan tingkatan-tingkatan sayr wa suluk (perjalanan spiritual) dengan rancangan yang sederhana dan jelas. Dalam kitab ini, penulis dengan bersandar pada ayat-ayat Al-Qur'an al-Karim, mencari pembuktian untuk liqa dan perjumpaan Ilahi dalam makna irfaninya, yang mana telah mendapat perhatian dari para ahli suluk.[1] Imam Khomeini dalam kitab Syarh Chehel Hadits, memperkenalkan Risalah Liqa'ullah karya almarhum Maliki Tabrizi sebagai sumber yang komprehensif untuk bacaan lebih lanjut mengenai tata cara dan kualitas perjumpaan Ilahi.[2] Sayyid Muhammad Husain Husaini Tehrani menganggap kitab ini sebagai salah satu kitab paling berharga yang disusun dalam bidang irfan dan suluk.[3] Hasan Hasanzadeh Amuli juga memperkenalkan pembacaan Risalah Liqa'ullah sebagai sesuatu yang bermanfaat, dan ia sendiri pun telah mendapat banyak manfaat dari kitab tersebut.[4]
Penulis
Artikel terkait untuk kategori ini adalah Mirza Jawad Maliki Tabrizi.
Mirza Jawad Maliki Tabrizi (lahir pada akhir abad ke-13 atau awal abad ke-14 - wafat 1343 H di Tabriz) adalah seorang fakih, arif, dan guru akhlak Syiah abad keempat belas Hijriah.[5] Asrar ash-Shalah dan sebuah catatan pinggir berbahasa Persia atas Ghayah al-Qushwa adalah karya-karyanya yang lain.[6] Ia wafat pada tahun 1343 H (12 Tir 1304 HS).[7] Jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Syaikhan Qom.[8]
Isi Kitab
Templat:Kotak kutipan Penulis, dalam pengantar bagian pertama kitab, dengan mengkaji dan mengkritisi pandangan-pandangan ulama Syiah tentang cara perjumpaan dengan Allah dan makna benarnya, membuktikan kemungkinannya dan menjelaskan bagaimana terjadinya hal tersebut.[9] Bagian kedua dari risalah ini juga didedikasikan untuk membuktikan teori kesatuan wujud personal sesuai dengan pemahaman para arif.[10]
Bagian Pertama
Penulis, dengan menyatakan bahwa di satu sisi ungkapan perjumpaan dengan Allah (Liqa'ullah) dan memandang Allah terdapat dalam Al-Qur'an al-Karim dan perkataan para Imam (as), dan di sisi lain dalam riwayat-riwayat mengenai penyucian (tanzih) Allah Swt. terdapat kata-kata yang secara lahiriah menunjukkan penyucian mutlak dari seluruh tingkatan makrifat (pengenalan), dengan menerima pendapat sebagian mutakalim (penyucian mutlak) dalam bab ini, beliau mengemukakan pendapat-pendapat para ulama Syiah mengenai penyucian Allah Swt. (takwil penyucian dan kemungkinan menanggung penyucian).[11] Di akhir bagian dari risalah ini, beliau mengkaji makrifat pada diri (pengenalan diri) beserta peningkatannya, dan kualitas penyempurnaan ruh. [12]
Bagian Kedua
Mula-mula, dalam upaya membuktikan kesatuan wujud personal dan mempertahankannya; penulis dengan bersandar pada sebuah riwayat dari Imam al-Baqir (as) menyatakan bahwa para ahli sayr wa suluk dalam masalah ini mengalami berbagai kerancuan, ilusi, dan klaim yang bermacam-macam, yang mana sebagian teori tersebut tidak rasional dan sebagian di antaranya juga berujung pada penolakan dan pengafiran (takfir). [13] Selanjutnya, dengan menceritakan kisah seorang filsuf Isfahani; beliau mengajak para penentang kesatuan wujud untuk bernalar dan berpikir.[14] Penulis, dengan menyatakan bahwa "wujud yang membentang (munbasith) termasuk dari urusan-urusan wujud yang hakiki serta bagian dari manifestasi (zuhur) dan tajali (penampakan) Allah," menganalisis teori orang-orang yang melalui mukasyafah, telah mencapai kesatuan wujud secara irfani.[15]
Nama Kitab dan Penerbitannya
Penulis tidak memberikan nama untuk kitab ini, dan pemilihan nama Liqa'ullah untuknya berasal dari Mirza Khalil Kamara'i; sebagaimana dalam beberapa sumber dan biografi, kitab ini disebut dengan judul "Sayr wa Suluk".[16] Shadiq Hasanzadeh, dengan memperhatikan pernyataan Allamah Tehrani yang menyatakan bahwa telah terjadi distorsi dan penambahan di dalam kitab ini,[17] beliau membandingkan naskah aslinya (yang ada di Perpustakaan Ayatullah Mar'asyi Najafi) dengan cetakan-cetakan lain dari risalah ini yang diterbitkan oleh Penerbit Mushthafawi, Cetakan Hijrat, dan Cetakan Fahri, lalu mengoreksinya, dan menerbitkannya melalui Penerbit Al Ali (as).[18] Ia telah memberikan sumber dan rujukan untuk teks-teks bahasa Arab dan hadis-hadisnya, memberikan harakat, menerjemahkannya, dan menempatkannya di dalam tanda kurung siku (kurawal) di dalam teks kitab. Selain itu, catatan pinggir yang ditulis oleh penulis sendiri dalam salinan yang dikoreksi dengan tanda tangan "Minhu 'Ufiya 'Anhu" (Darinya, semoga dia dimaafkan), disebutkan dalam catatan kaki dengan frasa "Almarhum Mirza Jawad Agha Maliki Tabrizi" di dalam tanda kurung.[19]
Laporan Struktur dan Judul-judul Kitab
Risalah Liqa'ullah mencakup dua bagian beserta empat lampiran. Bagian pertamanya berbahasa Persia dan bagian keduanya ditulis dalam bahasa Arab.
Judul-judul
Bagian pertama mencakup:
- Pembahasan mengenai perjumpaan dengan Allah dan makna benarnya, serta bahwa perjumpaan itu mungkin dan ayat-ayat serta riwayat-riwayat menunjukkannya.
- Keputusan dan awal mula kembali kepada al-Haq.
- Kisah pertobatan pemuda pencuri kafan.
- Pertobatan Nabi Daud (as).
- Persiapan untuk pertobatan.
- Pertobatan pembunuh tujuh puluh nabi.
- Rahmat Ilahi yang tak terhingga.
- Menyiapkan tabel muraqabah.
- Rintihan dan keluh kesah penulis.
- Pertobatan-pertobatan sejati.
- Tanda-tanda tangisan sejati.
- Musyarathah, Muraqabah, dan muhasabah.
- Karunia-karunia Ilahi dalam mimpi.
- Penyingkapan makrifat di alam mimpi.
- Mimpi-mimpi penulis yang membawa kabar gembira.
- Adab makan dan tidur.
- Dampak dan keutamaan salat malam dan menghidupkan malam.
- Sauth as-Suluk (Cambuk suluk).
Bagian kedua mencakup:
- Pembahasan mengenai kesatuan wujud.
- Hubungan alam-alam wujud satu sama lain dan cara keberadaan makhluk-makhluk di dalamnya.
| « | Dari kitab Risalah Liqa'ullah karya Maliki Tabrizi:
«Kini, wahai jiwaku! Setelah semua tingkatan ini, jika engkau melakukan ibadah jin dan manusia sebagai balasan atas semua nikmat (karunia) Ilahi yang besar ini, niscaya pekerjaanmu akan tetap berujung pada aib dan kehinaan, apalagi jika [engkau kosong dari tingkatan-tingkatan tinggi dan ibadah ini] dan menghabiskan malam-malam seperti bangkai dan menyia-nyiakan hari-hari dengan kesia-siaan dan pengangguran hingga malam tiba!? Bahkan, seandainya engkau tidak bangkit dari tempat tidurmu dan tidak membuka mata dari tidur nyenyak, sehingga mungkin engkau bisa lebih banyak memetik manfaat dari rasa malu dan canggung karena tertidur dan tidak bangun, daripada engkau bangkit dengan keadaan dan kondisi serta hati yang terbalik seperti itu. Bahkan jika engkau memeriksa dengan saksama hakikat keterjagaan malammu, bahkan kondisi keterjagaanmu yang paling mulia yaitu melaksanakan salat, dan engkau menyadari hakikat perbuatanmu, niscaya engkau akan beristigfar (Istigfar) atas salatmu lebih banyak daripada dosamu!? Dan engkau akan lebih merasa malu kepada Yang Maha Benar -Jalla Jalaluh.»[20] |
» |
Lampiran
- "Surat irfani dari penulis kepada Allamah Kompani" yang menjelaskan usulan metode untuk pengenalan diri dan mencapai tujuan irfani.[21]
- "Menuju Liqa'ullah karya Mulla Muhsin Faiz Kasyani" yang menjelaskan kemungkinan tajali (penampakan) Allah pada wujud manusia paripurna (insan kamil).[22]
- "Liqa'ullah dan Kualitasnya dari Imam Khomeini" yang menjelaskan kualitas perjumpaan Ilahi (Liqa'ullah), alasan-alasan pembuktiannya, dan motif orang-orang yang mengingkari perjumpaan dengan Allah.[23]
- "Kasidah Liqa'iyyah dari Allamah Hasan Hasanzadeh Amuli" dengan tema kualitas dan tata cara mencapai perjumpaan Ilahi.[24]
Catatan Kaki
- ↑ "Risalah Liqa'ullah", Situs Irfan wa Hekmat dar Partov-e Qur'an wa 'Itrat.
- ↑ Imam Khomeini. Syarh Chehel Hadits. 1380 HS. hlm. 453.
- ↑ Husaini Tehrani. Tauhid-e 'Ilmi wa 'Aini dar Makatib-e Hukmi wa 'Irfani. 1393 HS. hlm. 329.
- ↑ Hasanzadeh. Thabib-e Delha. 1390 HS. hlm. 175.
- ↑ Agha Bozorg Tehrani. Thabaqat A'lam asy-Syi'ah. 1404 H. jld. 1. hlm. 70.
- ↑ Sekelompok Penulis. Golshan-e Abrar. 1385 HS. jld. 2. hlm. 516 dan 517.
- ↑ Hasanzadeh Amuli. "Mirza Jawad Agha Maliki Tabrizi". hlm. 82.
- ↑ Sekelompok Penulis. Golshan-e Abrar. 1385 HS. jld. 2. hlm. 518.
- ↑ Maliki Tabrizi. Risalah Liqa'ullah. 1385 HS. hlm. 11.
- ↑ Maliki Tabrizi. Risalah Liqa'ullah. 1385 HS. hlm. 174.
- ↑ Maliki Tabrizi. Risalah Liqa'ullah. 1385 HS. hlm. 24-60.
- ↑ Maliki Tabrizi. Risalah Liqa'ullah. 1385 HS. hlm. 69.
- ↑ Maliki Tabrizi. Risalah Liqa'ullah. 1385 HS. hlm. 174.
- ↑ Maliki Tabrizi. Risalah Liqa'ullah. 1385 HS. hlm. 178.
- ↑ Maliki Tabrizi. Risalah Liqa'ullah. 1385 HS. hlm. 190-216.
- ↑ Sekelompok Penulis. Da'irah al-Ma'arif Tasyayyu. 1394 HS. jld. 15. hlm. 492.
- ↑ Husaini Tehrani. Allah Syenasi. 1392 HS. jld. 2. hlm. 90.
- ↑ Maliki Tabrizi. Risalah Liqa'ullah. 1385 HS. hlm. 11.
- ↑ Maliki Tabrizi. Risalah Liqa'ullah. 1385 HS. hlm. 11.
- ↑ Maliki Tabrizi. Risalah Liqa'ullah. 1385 HS. hlm. 174.
- ↑ Maliki Tabrizi. Risalah Liqa'ullah. 1385 HS. hlm. 267.
- ↑ Maliki Tabrizi. Risalah Liqa'ullah. 1385 HS. hlm. 273.
- ↑ Maliki Tabrizi. Risalah Liqa'ullah. 1385 HS. hlm. 285.
- ↑ Maliki Tabrizi. Risalah Liqa'ullah. 1385 HS. hlm. 295.
Daftar Pustaka
- Agha Bozorg Tehrani, Muhammad Muhsin. Thabaqat A'lam asy-Syi'ah. Masyhad, Dar al-Murtadha li an-Nasyr, 1404 H.
- Sekelompok Penulis. Da'irah al-Ma'arif Tasyayyu. Teheran, Nasyr Hikmat, 1394 HS.
- Sekelompok Peneliti Hauzah Ilmiah Qom. Golshan-e Abrar. Qom, Nasyr Ma'ruf, 1378 HS.
- Hasanzadeh Amuli, Hasan. "Mirza Jawad Agha Maliki Tabrizi". dalam Nasriyah Keyhan-e Andisheh, Syomareh 8, Mehr dan Aban 1365 HS.
- Hasanzadeh, Shadiq. Thabib-e Delha: Gofteh-ha wa Nagofteh-ha Darbareh-e 'Aref-e Kamel Mirza Jawad Agha Maliki Tabrizi Rahmatullah 'Alaih. Teheran, Nasyr Mu'minin, 1390 HS.
- Husaini Tehrani, Sayyid Muhammad Husain. Tauhid-e 'Ilmi wa 'Aini dar Makatib-e Hukmi wa 'Irfani. Teheran, Nasyr Allamah Thabathaba'i, 1393 HS.
- Husaini Tehrani, Sayyid Muhammad Husain. Allah Syenasi. Teheran, Nasyr Allamah Thabathaba'i, 1392 HS.
- Khomeini, Sayyid Ruhullah. Syarh Chehel Hadits. Qom, Mu'assasah Tanzhim wa Nasyr Atsar Imam Khomeini, 1380 HS.
- Reza'i, Ali. "Risalah Liqa'ullah". Situs Irfan wa Hekmat dar Partov-e Qur'an wa 'Itrat. Tanggal unggah: 6 Syahrivar 1393 HS, Tanggal akses: 15 Bahman 1401 HS.
- Maliki Tabrizi, Mirza Jawad. Risalah Liqa'ullah be Dhamimeh-e Risalah Liqa'ullah Imam Khomeini. Qom, Nasyr Al Ali, 1385 HS.