Konsep:Hauzah Ilmiah Qom
Hauzah Ilmiah Qom adalah salah satu dari dua hauzah ilmiah besar dalam dunia Syiah yang terbentuk pada abad-abad pertama kemunculan Islam, dan pada tahun 1301 Syamsiah, dibangun kembali dan dihidupkan kembali oleh Abdul Karim Hairi Yazdi. Lembaga ilmiah ini sepanjang abad ke-14 Hijriah Syamsiah dan dengan kehadiran serta kepemimpinan Sayid Husain Thabathabai Burujerdi, menjadi salah satu dari dua hauzah besar dunia Syiah dan setara dengan Hauzah Ilmiah Najaf, dan setelah berbagai kesulitan yang dihadapi Hauzah Najaf serta migrasi sebagian guru dan murid Najaf ke Qom, secara bertahap Hauzah Ilmiah Qom berubah menjadi pusat utama ilmu-ilmu keagamaan Syiah.
Banyak marja' taqlid yang hadir di Hauzah Ilmiah Qom; di antaranya adalah Abdul Karim Hairi Yazdi, Sayid Muhammad Ridha Golpaygani, Sayid Ahmad Khunsari, Sayid Kazhim Syariatmadari, Sayid Ruhullah Khomeini, Muhammad Ali Araki, dan kemudian Husain Wahid Khurasani, Nashir Makarim Syirazi, Sayid Ali Khamenei, Muhammad Taqi Bahjat, Husain Ali Muntazheri, dan Luthfullah Shafi Golpaygani. Selain itu, banyak ulama Syiah, baik Iran maupun non-Iran, yang menuntut ilmu atau hadir di Hauzah Ilmiah Qom; di antaranya adalah Sayid Musa Shadr, Murtadha Muthahhari, Sayid Muhammad Husain Thabathaba'i, Sayid Ridha Baha'uddin, Muhammad Taqi Falsafi, Ali Misykini, Sayid Ja'far Murtadha Amili, Muhammad Taqi Misbah Yazdi, Hasan Hasanzadeh Amuli, Muhammad Muhammadi Rey Syahri, Abdullah Jawadi Amuli, Ghulam Husain Ibrahimi Dinani, Isa Ahmad Qasim, Sayid Sajid Ali Naqawi, Husain Anshariyan, Muhsin Qira'ati dan Ibrahim Zakzaki.
Banyak karya tafsir, fikih, sejarah, filsafat, dan ensiklopedi Syiah yang ditulis di Hauzah Ilmiah Qom; di antaranya adalah tafsir Al-Mizan dan Nemuneh serta Tasnim, Tahrir al-Wasilah, al-Shahih min Sirah an-Nabi al-A'zhom, Ushul Falsafah wa Rawisy-e Realism, dan Jami' Ahadits al -Syiah. Berdasarkan informasi yang diterbitkan oleh Konferensi Kitab Tahun Hauzah, hingga tahun 1402 HS, lebih dari 23 ribu karya tulis telah dikirimkan ke konferensi ini.
Hauzah Ilmiah Qom dalam sistem Republik Islam Iran, merupakan bagian dari Markaz Mudiriyat Hauzah-ha-ye 'Ilmiah Iran yang perumusan kebijakannya dilakukan oleh Syura-ye 'Ali-ye Hauzah-ha-ye 'Ilmiah. Sehubungan dengan itu, berbagai lembaga dan pusat pendidikan serta penelitian juga telah didirikan oleh Pemimpin Iran, marja' taqlid, atau ulama hauzah; di antaranya adalah Lembaga Isra', Pusat Fikih Aimmah Athar, Lembaga Imam Khomeini, Universitas Mufid, Universitas Baqir al-Ulum, dan Pusat Penelitian Ilmu dan Kebudayaan Islam.
Peran politik Hauzah Ilmiah Qom pada masa Pahlevi, umumnya berada dalam rangka memajukan urusan-urusan keagamaan dan hauzah, dan dalam kerangka inilah usulan untuk memasukkan pendidikan agama dalam pendidikan formal disampaikan oleh Sayid Husain Burujerdi kepada pemerintah. Setelah Burujerdi, sekelompok ulama Hauzah Ilmiah Qom, termasuk Sayid Muhammad Ridha Golpaygani dan Sayid Kazhim Syariatmadari, meskipun menentang pemerintah, menghindari perlawanan keras terhadapnya. Namun, kelompok lain termasuk Imam Khomeini dan Sayid Muhammad Muhaqqiq Damad, dengan gigih menentang pemerintahan Pahlevi. Dikatakan bahwa para ulama Hauzah Ilmiah Qom, setelah kemenangan Revolusi Islam pada Bahman 1357, umumnya mendukung sistem Republik Islam dan hadir dalam banyak posisi pengawasan, eksekutif, dan legislatif.
Marja' taqlid dan ulama Syiah di Hauzah Ilmiah Qom, di samping mendirikan lembaga-lembaga di luar Iran untuk dakwah Syiah, juga mengambil langkah-langkah untuk kehadiran pelajar asing di Qom dan mendirikan lembaga-lembaga dalam bidang ini untuk mendidik pelajar non-Iran. Meskipun inti sistem pengajaran Hauzah Ilmiah Qom didasarkan pada pengajaran fikih dan pendidikan para mujtahid, ilmu-ilmu lain seperti kalam, filsafat, tafsir, akhlak, dan rijal juga diajarkan di sana. Berbagai aliran pemikiran hadir di Hauzah Ilmiah Qom dan dalam banyak kasus saling berhadapan satu sama lain; termasuk dalam menghadapi Fedaian Islam, dalam menghadapi pemikiran-pemikiran Ali Syariati, perbedaan pendapat mengenai marjai'iyat Sayid Kazem Syari'atmadari setelah kemenangan revolusi, dan juga konflik politik mengenai pidato Husain Ali Muntazheri pada tahun 1377 HS.
Para ulama Hauzah Ilmiah Qom telah melakukan aktivitas ilmiah dalam menghadapi aliran-aliran saingan dan pihak-pihak yang berbeda pandangan; termasuk penentangan terhadap Ahmad Kusrawi dan buku Asrar-e Hezar Saleh pada dekade 1330-an HS, perjuangan melawan Baha'iyah dan pemikiran-pemikiran atheis serta Marxis pada dekade 1330 hingga 1360, menghadapi Ahlusunah dan Wahabiyah, serta mengkritik pandangan dan pemikiran intelektual-intelektual agama seperti Mahdi Bazargan, Abdulkarim Sorousy, dan Muhammad Mojtahed Shabestari.
Kedudukan
Hauzah Ilmiah Qom merupakan hauzah ilmu Syiah terpenting dan terbesar di Iran pada abad keempat belas dan kelima belas Hijriah Syamsiah. Lembaga ini digambarkan sebagai fenomena yang tak tertandingi dalam sejarah Syiah[1] dan satu-satunya lembaga masyarakat sipil sepanjang sejarah Iran.[2] Setelah Hauzah Najaf menghadapi berbagai kesulitan pada abad keempat belas HS, dan beralihnya sebagian guru serta murid dari Najaf ke Qom, Hauzah Qom pun menjadi hauzah ilmu utama dalam Syiah. Dengan perpaduan para marja' taqlid, mujtahid, guru, murid, peneliti, penulis, serta ratusan sekolah, perpustakaan, pusat penelitian, dan lembaga ilmiah-budaya yang bergerak di berbagai disiplin ilmu agama, hauzah ini menjadi pusat utama produksi, pengajaran, dan penyebaran pemikiran keagamaan di Iran.[3]
Kemakmuran Hauzah Ilmiah Qom pada abad keempat belas HS menciptakan landasan untuk perpindahan sebagian marjai'yyah taqlid Syiah dari Najaf ke Qom.[4] Hal ini sedemikian rupa sehingga Sayid Husain Thabathabai Burujerdi (W. 1340 HS), seorang marja' taqlid Syiah yang berkedudukan di Qom, selama 15 tahun menjadi marja' taqlid umum terbesar dan satu-satunya di dunia Syiah.[5]
Disebutkan bahwa Hauzah Ilmiah Qom, dengan perlawanannya terhadap pemerintahan Pahlevi, menjadi faktor pendorong revolusi dan perubahan sistem politik Iran pada tahun 1357 HS serta terbentuknya sistem Republik Islam.[6] Perlawanan agama terhadap pemerintahan Pahlevi terutama dipimpin oleh para ulama Qom dengan dukungan dari marja' taqlid, khususnya Sayid Ruhullah Khomeini.[7]
Tokoh-Tokoh Terkenal Hauzah Ilmiah Qom
Selain marja' taqlid, terdapat pula ulama-ulama ternama lainnya yang hadir dan aktif di Hauzah Ilmiah Qom. Mereka dikenal sebagai penulis, orator, mufasir, teolog, dan sebagainya.
- Sayid Musa Shadr (hilang 1357 HS), Pemimpin Syiah Lebanon
- Murtadha Muthahhari (wafat 1358 HS), Filsuf, Ahli Teologi, dan penulis banyak karya dalam ilmu-ilmu agama
- Sayid Muhammad Husain Thabathaba'i (W. 1360 HS), Filsuf, Ahli Teologi, dan penulis Tafsir al-Mizan
- Sayid Ridha Baha'uddini (W. 1376 HS), Ahli Fikih, serta guru akhlak dan irfan amali
- Muhammad Taqi Falsafi (W. 1377 HS), Orator terkenal
- Ali Akbar Faiz Misykini (W. 1386 HS), Mujtahid, Imam Jum'at Qom, Ketua Majelis Khubregan Rahbari, dan penerjemah Al-Qur'an
- Sayid Ja'far Murtadha Amili (wafat 1398 HS), Peneliti sejarah asal Lebanon dan penulis al-Shahih min Sirah an-Nabi al-A'zhom
- Muhammad Taqi Misbah Yazdi (W. 1399 HS), Filsuf, Mufasir, dan perumus teori ilmu-ilmu Islam
- Hasan Hasanzadeh Amuli (W. 1400 HS), Guru filsafat dan irfan
- Muhammad Muhammadi Rey Syahri (W. 1401 HS), Ahli Hadis dan politisi Iran
- Abdullah Jawadi Amuli (lahir 1312 HS), Filsuf, Ahli Teologi, dan penulis Tafsir Tasnim
- Ghulam Husain Ibrahimi Dinani (lahir 1313 HS), Guru filsafat dan hikmah
- Isa Ahmad Qasim (lahir 1315 HS), Ulama Bahrain dan pemimpin protes Bahrain pada Februari 2011 M
- Sayid Sajid Ali Naqawi (lahir 1319 HS), Ulama Pakistan dan pemimpin Gerakan Jafariyah Pakistan
- Husain Anshariyan (lahir 1320 HS), Orator keagamaan
- Muhsin Qira'ati (lahir 1324 HS), Mufasir dan pembicara program Pelajaran dari Al-Qur'an
Ibrahim Zakzaki (lahir 1332 HS), Ulama asal Nigeria dan pemimpin Syiah Nigeria
Produksi dan Publikasi Karya Ilmiah
Hauzah Ilmiah Qom merupakan pusat terpenting dan utama untuk produksi dan publikasi pemikiran keagamaan.[8] Seiring dengan diwajibkannya penulisan tesis di Hauzah Ilmiah Qom, hingga tahun 1401 HS lebih dari 6000 tesis pada tingkat tiga dan empat telah dipertahankan.[9]
Publikasi Buku
Karya-karya ilmiah terkenal seperti buku-buku tafsir Al-Mizan, Nemuneh, dan Tasnim; Jami' Ahadits asy-Syiah,[10] Tahrir al-Wasilah beserta syarah-syarahnya, kumpulan 41 jilid Fiqh al-Shadiq, kumpulan At-Tamhid dengan topik Ilmu-ilmu Al-Qur'an,[11] kumpulan filsafat Rahiqi Makhtum, Da'iratul Ma'arif Qur'an Karim, serta buku 35 jilid Al-Shahih min Sirah an-Nabi al-A'zhom tentang sejarah kehidupan Nabi Muhammad saw, merupakan contoh karya ilmiah yang dihasilkan di Hauzah Ilmiah Qom.
Pada masa Pahlevi II, buku Ushul Falsafah wa Rawisy-e Realism karya Sayid Muhammad Husain Thabathaba'i pada tahun 1332 HS, buku Filsuf-Namaha karya Nashir Makarim Syirazi pada tahun 1333 HS, dan buku Kavosh-ha-ye 'Aql-e Nazari karya Mahdi Ha'iri Yazdi pada tahun 1347 HS, memenangkan Penghargaan Buku Tahun Kerajaan. Pada masa Republik Islam juga, banyak buku yang merupakan produk Hauzah Qom telah memenangkan Penghargaan Buku Tahun Republik Islam. Sebagian besar karya ilmiah di Hauzah Ilmiah Qom dikirimkan ke Konferensi Kitab Tahun Hauzah. Menurut laporan penyelenggara konferensi ini, hingga tahun 1402 HS, lebih dari 23.000 karya tulis telah dikirimkan.[12]
Dalam artikel "Tokoh-Tokoh Tafsir Hauzah Ilmiah Qom dalam Satu Abad Terakhir" yang diterbitkan pada tahun 1403 HS, selain lima mufasir terkenal (Thabathaba'i, Jawadi Amuli, Misbah Yazdi, Subhani, dan Makarim Syirazi), tercantum pula 42 peneliti lainnya yang masing-masing memiliki karya tafsir.[13] Selain itu, dalam artikel lain pada tahun 1403 HS, diperkenalkan nama-nama 56 peneliti ilmu Al-Qur'an Hauzah Ilmiah Qom beserta karya-karya mereka.[14] Dalam artikel yang sama, disebutkan 24 terjemahan Al-Qur'an bahasa Persia yang dilakukan di Hauzah Ilmiah Qom.[15]
Publikasi Majalah Berkala
Ciri khas periode kontemporer Hauzah Ilmiah Qom (dari dekade 1370 HS dan seterusnya) dalam bidang penerbitan majalah adalah fokus pada tema tertentu dan spesialisasi.[16] Berdasarkan sebuah penelitian pada tahun 1402 HS, sebanyak 102 majalah telah dikategorikan ke dalam 15 topik dan bidang utama, yang semuanya diterbitkan di bawah pengawasan ulama Qom.[17]
Publikasi Digital
Pusat Penelitian Komputer untuk Ilmu-ilmu Islam juga hingga tahun 1404 HS telah memproduksi lebih dari 600 perangkat lunak dalam semua disiplin ilmu agama, termasuk hadis, tafsir, fikih, dan sejarah.[18] Perangkat lunak seperti Jami' al-Tafasir, Jami' al-Fiqh, Jami' al-Ahadits, dan Dirayat an-Nur termasuk di antara perangkat lunak ilmiah tersebut. Menurut sebuah laporan, volume publikasi elektronik di Hauzah Ilmiah Qom pada dekade 1390 HS mencapai lebih dari 4000 terbitan.[19]
Hauzah Qom, Basis Marjai'yyah Syiah
Setelah dihidupkannya kembali Hauzah Ilmiah Qom pada tahun 1301 HS, sebagian marjai'yyah taqlid Syiah terkonsentrasi di Qom[20] dan banyak Muslim Syiah Iran serta sebagian warga Iran yang tinggal di Irak bertaklid kepada Abdulkarim Ha'iri.[21] Burujerdi pada tahun-tahun 1325 hingga 1340 HS dianggap sebagai marja' tunggal dunia Syiah.[22]
Setelah wafatnya Burujerdi pada tahun 1340 HS, lulusan Hauzah Ilmiah Qom seperti Sayid Muhammad Ridha Golpaygani, Sayid Ahmad Khunsari, Sayid Kazhim Syari'atmadari, dan Sayid Ruhullah Khomeini diperkenalkan sebagai marja' terpenting di Qom. Setelah itu, para mujtahid Hauzah Ilmiah Qom selalu memegang sebagian marjai'yyah taqlid Syiah, dan dalam rentang waktu tahun 1370 hingga 1373 HS, marjai'yyah semacam itu berada di tangan Sayid Muhammad Ridha Golpaygani dan Muhammad Ali Araki yang merupakan lulusan Hauzah Qom.
Dengan wafatnya Muhammad Ali Araki, yang merupakan marja' terakhir dari generasi murid Ha'iri Yazdi, beberapa lembaga hauzah merekomendasikan individu-individu untuk marjai'yyah yang semuanya tinggal atau berpendidikan di Qom. Selain marja' yang tinggal di Najaf, marja' taqlid paling terkenal pada periode ini yang berasal dari Hauzah Qom adalah:
- Husain Wahid Khurasani (lahir 1300 HS)
- Husain Nuri Hamedani (lahir 1304 HS)
- Sayid Musa Syubairi Zanjani (lahir 1306 HS)
- Nashir Makarim Syirazi (lahir 1305 HS)
- Sayid Ali Husaini Khamenei (lahir 1318 HS)
- Mirza Jawad Tabrizi (W. 1385 HS)
- Muhammad Fadhil Lankarani (W. 1386 HS)
- Muhammad Taqi Bahjat (W. 1388 HS)
- Husain Ali Muntazheri (W. 1388 HS)
- Yusuff Shani'i (W. 1399 HS)
- Luthfullah Shafi Golpaygani (w. 1400 HS)
Sejarah
Templat:Utama Hauzah Ilmiah Qom dianggap memiliki latar belakang yang sangat tua, yang dimulai sejak abad-abad pertama Hijriah dengan migrasi ulama Syiah ke Qom.[23] Hauzah ini telah melalui berbagai periode dan pasang surut. Setelah abad keempat Hijriah ketika pengaruh Bani Asy'ari di Qom menghilang, hingga abad ke-7 dan invasi Mongol, dianggap sebagai masa stagnasi ilmiah Hauzah Ilmiah Qom,[24] dan periode setelah serangan Mongol pada tahun 621 H dinamai sebagai masa kemunduran dan keruntuhan Hauzah Ilmiah Qom.[25] Dari awal periode Safawiyah dan pemantapan Syiah sebagai mazhab resmi orang Iran hingga akhir abad ke-13 Hijriah Syamsiah disebut sebagai masa kebangkitan kembali hauzah ini.[26] Pada masa Safawiyah dan Qajar, Hauzah Ilmiah Qom beroperasi secara terbatas dan beberapa ulama aktif di dalamnya.[27] Ulama paling terkenal yang tinggal di Qom pada periode ini adalah Mirza-ye Qomi (1150-1231 H) yang sezaman dengan periode Qajar.[28]
Beberapa sekolah ilmu (madrasah) terpenting di Hauzah Ilmiah Qom telah didirikan sejak abad ketujuh Hijriah dan masih berdiri hingga kini; di antaranya adalah Madrasah Rizwiyah,[29] Feizhiyah, Dar asy-Syifa,[30] dan Hojjatiyah.[31]
Pembangunan Kembali
Templat:Utama Pada akhir abad ketiga belas Hijriah Syamsiah, meskipun terdapat ulama seperti Syekh Abul Qasim Qomi dan Mirza Jawad Aqa Maliki Tabrizi,[32] yang hadir di Hauzah Ilmiah Qom, namun sekolah-sekolah ilmu di kota ini belum terorganisir dengan baik. Melalui upaya dan undangan ulama yang tinggal di Qom, Abdul Karim Hairi Yazdi yang telah mendirikan sebuah hauzah di Arak, pada tahun 1340 H/ 1300 HS memasuki Qom dan mendirikan Hauzah Ilmiah Qom yang baru.
Dengan masuknya Ha'iri dan murid-muridnya ke Qom, sejumlah ulama dari kota-kota lain juga menetap di Qom[33] dan beberapa peristiwa lainnya seperti perjalanan yang mirip pengasingan para marja' taqlid Najaf,[34] migrasi protes ulama Isfahan,[35] dua kali kunjungan Ahmad Shah Qajar[36] dan konsultasi Reza Khan dengan ulama Qom pada tahun 1303 HS menjadi landasan bagi pemantapan Hauzah Qom.[37]
Setelah wafatnya Abdul Karim Hairi Yazdi pada tahun 1315 HS, tiga orang guru besar hauzah ini yang dikenal sebagai Maraje' Tsalats (yaitu; Sayid Muhammad Taqi Khunsari, Sayid Muhammad Hujjat Kuhkamari dan Sayid Sadruddin Shadr) mengambil alih kepemimpinan Hauzah Qom. Pada periode ini, karena tekanan pemerintah saat itu, serta tidak adanya sentralisasi dalam kepemimpinan dan marjai'yyah hauzah, kondisi umum Hauzah Ilmiah Qom tidak tertata dengan baik,[38] dan jumlah pelajar (thullab) Hauzah Ilmiah Qom berkurang dari sekitar seribu orang menjadi sekitar empat ratus orang.[39]
Marjai'yyah Ammah Sayid Husain Burujerdi dan Kepemimpinan Hauzah
Pada awal dekade 1320 HS, sejumlah tokoh dan guru besar Qom yang khawatir dengan tidak adanya manajemen terpusat di hauzah ini, meminta Sayid Husain Burujerdi untuk bermigrasi dari Borujerd ke Qom dan memimpin Hauzah Qom. Burujerdi menetap di Qom pada Muharram 1364 H/ Azar 1323 HS.[40] Manajemen terpusat Burujerdi menyebabkan jumlah pelajar (thullab) hauzah ini yang pada tahun 1326 HS berjumlah sekitar dua ribu orang,[41] meningkat menjadi 8.700 orang pada dekade 1340 HS.[42]
Pada akhir hayat Burujerdi, jumlah pengajar Kharij Fikih dan Ushul di Hauzah Qom telah meningkat secara signifikan. Khususnya, sejumlah murid terkemuka Ha'iri, seperti [Muhammad Ali] Araki, [Sayid Muhammad Reza] Golpayegani, [Sayid Muhammad] Damad, [Imam] Khomeini, [Sayid Kazem] Syari'atmadari, dan [Shihabuddin] Mar'ashi Najafi memiliki kelas pengajaran Kharij.[43] Perubahan-perubahan ini secara praktis menempatkan Hauzah Qom setara dengan hauzah paling terpercaya pada masa itu, yaitu Hauzah Ilmiah Najaf.[44] Setelah wafatnya Burujerdi pada Farvardin 1340 HS, kepemimpinan Hauzah Ilmiah Qom dipegang oleh empat orang guru Qom: Khomeini, Golpayegani, Syari'atmadari, dan Mar'ashi Najafi. Dengan pengasingan Imam Khomeini pada tahun 1343 HS, Hauzah Qom secara praktis dikelola oleh tiga orang lainnya.[45]
Perkembangan pada Masa Republik Islam
Setelah sistem Republik Islam di Iran mapan, struktur manajerial Hauzah Ilmiah Qom berubah dari kumpulan unit-unit terpisah di bawah naungan marja' taqlid menjadi sebuah pusat manajemen terpusat.[46] Anggota pertama Dewan Pengelola Hauzah dipilih pada 8 Esfand 1359 HS berdasarkan perintah Imam Khomeini dan dengan koordinasi marja' lainnya.[47] Sepuluh tahun kemudian, dengan kunjungan Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Republik Islam Iran saat itu, ke Qom, struktur organisasi Hauzah Qom kembali berubah. Dewan Tinggi Hauzah Ilmiah Qom didirikan dan [Muhammad Momen Qomi|Muhammad Momen] ditunjuk untuk memimpin hauzah.[48]
Menurut Alireza A'rafi, kepala pengelola hauzah-hauzah ilmu sejak 1395 HS, pada masa Republik Islam, Hauzah Ilmiah mengalami pertumbuhan yang sangat besar dalam hal jumlah pelajar dan guru, sekolah, fasilitas, dan kapasitas. Sistem pendidikan diatur berdasarkan penahapan dan spesialisasi, berbagai bidang spesialisasi dalam ilmu-ilmu Islam didefinisikan, berbagai lembaga didirikan di dalam dan di sekitar struktur hauzah yang aktif dalam penelitian dan pengajaran, perhatian diberikan pada bidang agama dan mazhab, dan banyak pelajar (thullab) yang telah familiar dengan bahasa asing. Komunikasi internasional Hauzah Ilmiah dengan pusat-pusat, tokoh-tokoh, dan massa masyarakat telah terbangun. Peningkatan signifikan dalam penulisan, penerjemahan, dan produksi massal dalam bentuk buku, majalah, dan perangkat lunak juga merupakan ciri dari periode ini.[49]
Pada periode ini, hauzah-hauzah ilmu untuk perempuan (akhawat) juga berkembang, banyak perpustakaan didirikan dan diperluas. Pada tahun 1394 HS, jumlah hauzah ilmu yang aktif di seluruh negara dilaporkan sekitar 480 sekolah, jumlah guru aktif di hauzah-hauzah ilmu seluruh negara adalah 7.000 orang, dan jumlah hauzah ilmu yang sedang dibangun adalah 170 unit.[50]
Secara administratif dan organisasi, Hauzah Ilmiah Qom dikelola di bawah pengawasan [Pusat Pengelolaan Hauzah-hauzah Ilmiah|Pusat Pengelolaan Hauzah Ilmiah Qom], yang merupakan bagian dari Pusat Pengelolaan Hauzah-hauzah Ilmiah di seluruh Iran. Selain itu, [Syarah Tinggi Hauzah-hauzah Ilmiah], yang merupakan dewan beranggotakan tujuh orang, bertanggung jawab atas perumusan kebijakan untuk hauzah-hauzah ilmu. Anggota dewan ini dipilih atas usulan [Jami'ye Mudarrisin Hauzah Ilmiah Qom] dan dengan koordinasi marja' taqlid, kemudian diajukan kepada Pemimpin Republik Islam, yang kemudian menerbitkan penunjukan (ahkam) bagi individu-individu tersebut.[51]
Pusat-pusat pendidikan dan penelitian telah didirikan oleh pimpinan sistem Republik Islam, marja' taqlid, beberapa guru hauzah, beberapa lembaga pemerintah, atau organisasi-organisasi hauzah. Lulusan Hauzah Ilmiah Qom menempuh pendidikan di berbagai bidang hauzah atau studi interdisipliner di pusat-pusat ini;[52] di antaranya adalah [Yayasan Internasional Ilmu-Ilmu Wahyu Isra'|Lembaga Isra'], [Pusat Fikih Aimmah Athar as], [Lembaga Pendidikan dan Penelitian Imam Khomeini], [Universitas Mufid], [Universitas Baqir al-Ulum], dan [Pusat Penelitian Ilmu dan Kebudayaan Islam].[53]
Hauzah Ilmiah Qom dan Politik
Ha'iri dan Ketegangan Politik
Abdul Karim Hairi Yazdi (1238-1315 HS) pada tahun-tahun pertama kedatangannya di Qom, bersama-sama dengan Sayid Abul Hasan Isfahani dan Muhammad Husain Na'ini, menentang upaya perubahan sistem kerajaan menjadi republik yang digalakkan oleh Reza Pahlevi, perdana menteri saat itu.[54][55]
Sepanjang masa tinggalnya selama lima belas tahun (1340-1355 H) di Qom, Ha'iri menjauhi ketegangan-ketegangan politik untuk menjaga dan meningkatkan hauzah. Hal ini terlihat, misalnya, ketika dalam peristiwa serangan Pahlevi I terhadap Syekh Muhammad Taqi Bafqi di Qom, ia tidak menunjukkan reaksi yang jelas.[56] Demikian pula, ketika rezim Pahlevi berencana mengadakan ujian ilmiah bagi para pelajar hauzah, Ha'iri tanpa menyatakan keberatan, hanya meminta agar ujian dilaksanakan di Qom dan dia sendiri yang akan mengawasinya.[57]
Namun demikian, dalam peristiwa pelarangan hijab dan penyeragaman pakaian, Ha'iri melakukan intervensi dengan lebih gigih dan penuh perhatian. Di antaranya adalah melalui sebuah telegram pada tanggal 11 Tir 1314 HS, di mana ia menyatakan bahwa pelarangan hijab bertentangan dengan mazhab Syiah.[58]
Penanganan terhadap penyusupan paham Baha'iyah ke dalam pusat-pusat pemerintahan juga dianggap sebagai bagian dari aktivitas politik hauzah pada periode ini.[59] Demikian pula dukungan terhadap rakyat Palestina dan penerbitan pernyataan dalam masalah ini pada tahun 1327 HS (tahun berdirnya Israel).[60]
Tindakan Politik dan Sosial Burujerdi
Sayid Husain Burujerdi (1254-1340 HS), pemimpin Hauzah Ilmiah Qom sejak 1323 HS, untuk memajukan urusan agama dan hauzah, menunjuk beberapa orang sebagai perantara dirinya dengan pemerintah. Melalui mereka, ia menyampaikan pesan, protes, dan peringatannya kepada Muhammad Reza Pahlevi, raja saat itu, atau pejabat lainnya.[61] Di antaranya adalah usulan untuk memasukkan pendidikan agama dalam kurikulum sekolah,[62] serta permintaan agar kereta api berhenti di stasiun untuk melaksanakan salat.[63]
Pemikiran Wilayah Fakih dan Islam Politik
Teori Wilayah Fakih dan Islam Politik, yang merupakan teori politik-religius paling terkenal di kalangan Syiah pada abad keempat belas HS, dirumuskan oleh Sayid Ruhullah Khomeini, salah seorang marja' taqlid Hauzah Qom. Ia adalah seorang marja' taqlid Iran, lulusan Hauzah Qom, dan murid Syekh Abdul Karim Hairi Yazdi, meskipun pelajaran-pelajaran Wilayah Fakih-nya disampaikan di Najaf. Namun, para promotor utama teori ini adalah para ulama Hauzah Qom.[64]
Periode Terpolitisasi Hauzah Ilmiah Qom; Perlawanan terhadap Pemerintahan Pahlevi
Periode perlawanan terhadap kebijakan dan hakikat pemerintahan Pahlevi dalam rentang waktu 1340 HS hingga 1357 HS, dianggap sebagai periode paling politis dalam aktivitas dan kehidupan Hauzah Ilmiah Qom.[65] Sebagian ulama Qom, termasuk Sayid Muhammad Ridha Golpaygani, Sayid Kazem Syari'atmadari, dan Sayid Shihabuddin Mar'ashi Najafi, meskipun menentang rezim Pahlevi, menghindari perlawanan keras terhadapnya. Namun, kelompok lain seperti Sayid Ruhullah Khomeini dan sebagian murid Sayid Husain Burujerdi serta Sayid Muhammad Mohaqqeq Damad, dengan serius memasuki arena politik.[66]
Pada tahun 1341 HS, sikap tegas marja' taqlid Qom mengenai pengesahan Rancangan Undang-Undang Dewan-Dewan Provinsi dan Kota memaksa pemerintah untuk secara resmi, melalui telegram kepada Sayid Muhammad Ridha Golpaygani, mengumumkan bahwa rancangan tersebut tidak akan dilaksanakan.[67] Pada tahun yang sama, marja' Qom juga menentang referendum untuk Revolusi Putih.[68] Dalam kunjungan Muhammad Reza Pahlevi ke Qom pada Bahman 1341 HS, para ulama dan pelajar (thullab) tidak menyambut kedatangan Shah.[69] Akibatnya, Shah memasuki Qom tanpa sambutan yang berarti dan dalam pidatonya berbicara menentang para ulama.[70]
Serangan pasukan pemerintah Pahlevi ke Madrasah Feizhiyah pada 2 Farvardin tahun 1342 HS, yang bertepatan dengan hari Kesyahadan Imam Shadiq as, memicu reaksi keras dari para ulama dan marja' Qom serta marja' Najaf seperti Sayid Abul Qasem Khoei, Sayid Abdullah Syirazi, dan Sayid Muhsin Hakim.[71] Pemerintahan Pahlevi setelah peristiwa ini memberlakukan wajib militer bagi para pelajar ilmu agama (thullab).[72]
Pidato protes dan keras Sayid Ruhullah Khomeini pada hari Asyura tahun 1342 HS di Madrasah Feizhiyah, yang disampaikan sebagai bentuk penentangan terhadap Shah dan Israel, menyebabkan penangkapannya pada malam 15 Khordad. Pemerintah saat itu menindak unjuk rasa kelompok-kelompok masyarakat yang memprotes penangkapannya. Berkat upaya para marja' dan ulama Qom serta kota-kota lain, Imam Khomeini dibebaskan pada 15 Farvardin 1343 HS dan kembali ke Qom. Namun, setelah pidatonya yang menentang kapitulasi pada 4 Aban tahun yang sama,[73] pada 13 Aban 1343 HS ia ditangkap dan diasingkan ke Turki.[74]
Penekanan dua belas orang pengajar (mudarris) Qom pada marjai'yyah Sayid Ruhullah Khomeini setelah wafatnya Sayid Muhsin Hakim di Najaf pada tahun 1349 HS,[75] pengasingan 25 orang ulama dan pengajar Qom selama tiga tahun,[76] serangan militer pada Khordad 1354 HS terhadap acara peringatan Insiden Madrasah Feizhiyah serta penangkapan, pemenjaraan, dan pengasingan sejumlah orang hauzah,[77] dan penentangan hauzah terhadap perubahan Kalender Hijriah Syamsiah menjadi Kalender Kekaisaran (Shahanshahi)[78] termasuk di antara aktivitas politik lainnya di Hauzah Ilmiah Qom.
Publikasi sebuah artikel yang dikatakan mengandung penghinaan terhadap Imam Khomeini, pada 17 Dey 1356 HS di Surat Kabar Ettela'at, memicu aksi protes para ulama hauzah pada 19 Dey, yang berujung pada penangkapan dan tewasnya beberapa pelajar (thullab) serta pengasingan sejumlah pengajar hauzah.[79] Serangkaian aktivitas di Hauzah Qom yang dipimpin oleh Imam Khomeini dan didukung oleh mayoritas pelajar dan guru hauzah, akhirnya berujung pada terbentuknya Republik Islam Iran.[80]
Dukungan terhadap Sistem Republik Islam
Hauzah Qom telah terikat erat dengan sistem Republik Islam Iran,[81] dan mayoritas hauzah-hauzah ilmu, khususnya Hauzah Ilmiah Qom, dianggap mendukung sistem pemerintahan yang berkuasa.[82] Selain peran aktif ulama dan marja' taqlid dalam keruntuhan sistem Pahlevi, sejumlah marja' taqlid saat itu seperti Sayid Muhammad Ridha Golpaygani dan Sayid Shihabuddin Mar'ashi Najafi mendukung pemberian suara untuk pembentukan sistem Republik Islam.[83]
Dalam perumusan Konstitusi Republik Islam pada tahun 1358 HS, banyak ulama tinggi yang menjadi anggota Majelis Khubregan Qanun-e Asasi.[84] Dalam struktur hukum sistem Republik Islam, berbagai posisi telah ditetapkan yang harus dijalankan oleh ulama, atau ulama dapat aktif di dalamnya. Jabatan-jabatan seperti para fakih di Syura-ye Negahban,[85] Kepala Lembaga Yudikatif, anggota Majelis Khubregan, dan para Imam Jum'at adalah contoh dari jabatan-jabatan ini.[86] Lotfollah Shafi Golpayegani (yang kemudian menjadi marja' taqlid Syiah), untuk waktu yang lama menjabat sebagai sekretaris Dewan Penjaga Konstitusi dan dianggap menyampaikan pandangan Sayid Muhammad Ridha Golpaygani sebagai marja' taqlid dan pemimpin Hauzah Ilmiah Qom.[87]
Dalam struktur politik dan eksekutif sistem Republik Islam, terdapat jabatan-jabatan yang dalam praktiknya dipegang oleh ulama; seperti para perwakilan Wali Fakih di universitas-universitas atau beberapa organisasi pemerintah, dan bagian ideologi-politis lembaga-lembaga militer dan penegak hukum. Selain itu, ulama juga hadir dalam jabatan lain seperti presiden, kementerian-kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Irshad, Dalam Negeri, serta keanggotaan di Majelis Permusyawaratan Islam.[88] Pada dua periode pertama Majelis Permusyawaratan Islam, ulama membentuk mayoritas mutlak anggota.[89]
Para ulama Hauzah Qom memiliki keterlibatan serius dalam berbagai peristiwa, seperti Perang Irak-Iran[90] dan sebuah brigade khusus para pelajar (thullab) dibentuk untuk berpartisipasi dalam perang.[91] Selain itu, mereka hadir secara aktif dalam pemilu, unjuk rasa, dan acara-acara sosial, serta melakukan aktivitas dakwah untuk mendukung sistem Republik Islam, berpidato, dan memproduksi konten ilmiah atau promosi. Buku dan artikel yang sangat banyak dalam bidang Fiqh-e Siyasi[92] dengan tema pembelaan terhadap Islam politik, teori Wilayah Fakih, dan topik-topik lain terkait pemerintahan Islam telah diterbitkan di Hauzah Ilmiah Qom.[93]
Interaksi dengan Dunia Islam
Marja' dan ulama Hauzah Ilmiah Qom telah melakukan banyak aktivitas pasca masa pembangunan kembali hauzah dalam hal hubungan dan interaksi dengan lembaga-lembaga keagamaan lain di dunia, serta mendirikan pusat-pusat kebudayaan dan menyebarkan pengetahuan Islam di berbagai negara.[94] Perekrutan pelajar non-Iran dan pendidikan mereka di Hauzah Ilmiah Qom juga dilakukan dalam kerangka ini.[95]
Perwakilan di Luar Iran
Sayid Husain Burujerdi, pemimpin Hauzah Ilmiah Qom, mengutus [Sayid Muhammad Taqi Thaleqani Al-Ahmad] (saudara [Jalal Al-Ahmad]) pada tahun 1331 HS untuk mengepalai Syiah-Syiah di Madinah. Setelahnya, ia mengutus [Sayid Ahmad Lavasani] dan kemudian [Abdolhossein Faqihi Rashti]. Ia juga mengirim [Sayid Zainul Abidin Kasyani] ke [Kuwait], [Muhammad Hasan Nasyir al-Islam Syusytari] ke [Zanzibar], [Syari'at-Zadeh Isfahani] ke [Pakistan], [Mahdi Ha'iri Yazdi] ke [Amerika], dan [Sayid Shadruddin Balaqi] sebagai perwakilan kelilingnya ke Eropa.[96] [Pusat Islam Hamburg] juga dibentuk pada periode ini dengan dukungan Burujerdi.[97] Selain itu, Sayid Muhammad Ridha Golpaygani mendirikan Pusat Islam London pada tahun 1353 HS.[98]
Di antara tindakan internasional lainnya Burujerdi adalah mendapatkan dukungan dan persetujuan [[Muhammad Taqi Qomi[] untuk mendirikan [Dar at-Taqrib Bain al-Madzahib al-Islamiyah|Dar at-Taqrib] di [Mesir]. Dikatakan bahwa sebagai hasil upaya Qomi, [[Mahmud Syaltut[], Syekh [[Universitas Al-Azhar][, pada 1337 HS mengakui mazhab Syiah di samping mazhab-mazhab fikih Ahlusunah lainnya.[99] [Imam Musa Shadr|Sayid Musa Shadr], pemimpin Syiah Lebanon, juga adalah lulusan Hauzah Qom yang, sejak tahun 1338 HS atas rekomendasi Burujerdi dan beberapa ulama lainnya, menetap di Lebanon[100] dan dianggap sebagai nama paling cemerlang dalam dakwah Islam internasional.[101]
Dakwah Agama di Luar Iran
Majma' Jahani Taqrib Madzahib Islami dan Majma' Jahani Ahlulbait as, dikelola dari Qom dan bergerak dalam aktivitas dakwah global.[102] Dua lembaga, yaitu Muasseseh-ye Beyn al-Melali-ye Mutaale'at-e Eslami dan Jami'ah al-Murteza[103] serta pusat-pusat seperti lembaga penerbitan karya-karya Sayid Mujtaba Muswi Lari dan Penerbitan Ansharian didirikan untuk tujuan dakwah internasional.[104]
Selain itu, jaringan telivisi Velayat didukung oleh Nashir Makarim Syirazi, seorang marja' taqlid yang bermukim di Qom.[105] Jaringan satelit Marja'iyyat juga memproduksi program dalam tiga bahasa: Persia, Arab, dan Inggris, dengan dukungan Sayid Shadiq Syirazi.[106]
Pendidikan Pelajar Non-Iran
Pada masa marjai'yyah Sayid Husain Burujerdi (1324-1340 HS), para pelajar (thullab) dari negara-negara lain menuntut ilmu di Qom. Perekrutan pelajar non-Iran pada dekade 1340 dan 1350 HS dilakukan melalui Dar at-Tabligh al-Islami,[107] dan pada masa Republik Islam, dilakukan oleh "Sazeman-e Madares-e Kharej az Keshvar" dan "Markaz-e Jahani-ye 'Ulum-e Eslami".[108] Kedua organisasi tersebut bergabung ke dalam Jami'ah al-Musthafa al-'Alamiyah pada tahun 1386 HS.[109]
==Ilmu-Ilmu yang Lazim di Hauzah Ilmiah Qom==/ Templat:Utama Sistem pengajaran Hauzah Ilmiah Qom, seperti hauzah-hauzah ilmu lainnya, berpusat pada ilmu fikih dan pendidikan para mujtahid dalam fikih.[110] Di samping pelajaran-pelajaran dasar seperti sastra Arab dan logika, serta pelajaran-pelajaran fikih, ushul fikih, kalam Islam, filsafat Islam, dan tafsir Al-Qur'an, pengajaran akhlak, ilmu rijal, dan beberapa ilmu terapan lainnya seperti matematika dan astronomi juga lazim dilakukan di Hauzah Qom dengan cakupan yang lebih terbatas.[111]
Mazhab Fikih Qom
Templat:Utama Dikatakan bahwa Mazhab Fikih Qom adalah buah dari pembentukan Hauzah Qom pada abad keempat belas Hijriah yang dimulai dengan pemikiran-pemikiran Abdul Karim Hairi Yazdi dan Sayid Husain Burujerdi dan dikembangkan oleh murid-murid mereka.[112] Mazhab Fikih Qom, yang dibandingkan dengan Mazhab Fikih Najaf, digambarkan dengan karakteristik sebagai berikut: perhatian pada konteks pengucapan (faza-ye sodur), cara pengucapan, dan pemikiran perawi hadis; mengkaji hubungan antara riwayat-riwayat para Imam as dan fatwa-fatwa fakih Ahlusunah; mengkaji hubungan antara riwayat Syiah dan Ahlusunah; perhatian yang lebih luas pada Al-Qur'an; sedikit merujuk pada prinsip-prinsip praktis (ushul 'amaliyah); dan bersandar pada akumulasi dugaan (tarakum-e zunun).[113]
Filsafat
Sebelum dimulainya aktivitas Sayid Muhammad Husain Thabathaba'i di Qom, pelajaran filsafat terabaikan di kota ini.[114] Dikatakan bahwa sesi-sesi tafsir Sayid Muhammad Husain Thabathaba'i dan gayanya yang khusus dalam tafsir Al-Qur'an menghasilkan beberapa mufasir dan juga menghidupkan kembali pembahasan Al-Qur'an di Hauzah Qom. Ulama-ulama seperti Ali Misykini, Nashir Makarim Syirazi, serta sejumlah murid Thabathaba'i seperti Abdullah Jawadi Amuli, Muhammad Taqi Misbah Yazdi, dan Ja'far Subhani mulai mengajar atau menulis tafsir Al-Qur'an.[115]
Filsafat di Hauzah Ilmiah Qom lebih banyak diajarkan oleh murid-murid Thabathaba'i, yang semuanya termasuk dalam Mazhab Filsafat Mulla Shadra[116] dan dikenal dengan nama filsuf-filsuf Neo-Shadraian.[117] Selain itu, dikatakan bahwa dengan langkah Thabathaba'i ini, landasan untuk masuknya pembahasan baru filsafat Barat ke Hauzah Qom telah tersedia.[118]
Berbagai Aliran Pemikiran di Hauzah Ilmiah Qom
Beragam aliran pemikiran hadir di Hauzah Ilmiah Qom.[119] Perbedaan landasan teoritis dan pendekatan para pengajar dan pelajar Hauzah Qom terkadang juga tampak secara lahiriah dan sosial, serta berujung pada sikap-sikap terbuka; termasuk penentangan dan dukungan terhadap metode-metode Fedaian Islam dan pemimpin kelompok ini, Navab Safavi, pada dekade 1320 dan 1330 HS,[120] peristiwa penerbitan buku Syahid-e Jawid pada tahun 1349 HS,[121] dukungan dan penentangan terhadap pemikiran-pemikiran Ali Syariati pada tahun-tahun dekade 1350 HS,[122] perbedaan pendapat mengenai marjai'yyah Sayid Kazem Syari'atmadari pada tahun-tahun awal dekade 1360 HS,[123] serta pidato Husainali Montazeri pada tahun 1376 HS dan reaksi-reaksi setelahnya.[124]
Di sisi lain, munculnya perbedaan pendapat dan pandangan pemikiran yang beragam di Hauzah Ilmiah Qom dianalisis berasal dari beberapa hal, yang sebagian di antaranya adalah: mekanisme ijtihad dalam syariat, alat-alat ilmiah yang tidak memiliki orisinalitas keagamaan dan sejauh mana kemungkinan pemanfaatannya dalam fikih,[125] modernisme agama,[126] pers modern,[127] masalah perempuan,[128] universitas-universitas dan pusat penelitian modern,[129] serta fenomena revolusi dan Republik Islam.[130]
Aliran-Aliran Pemikiran Besar di Hauzah Qom
Muhsin Thabathaba'ifar, penulis buku Jaryan-haye Fekri dar Hauzeh-ye Mu'aser-e Qom, berpendapat bahwa terdapat tiga kecenderungan utama di hauzah ini: tekstualis (nash-gera), ijtihadi, dan berpusat pada akal ('aql-mehvar).[131] Ia membagi kecenderungan ijtihadi ke dalam dua mazhab: Ijtihad Tradisional dan Ijtihad Dinamis,[132] kecenderungan tekstualis ke dalam dua aliran: yang tidak memperhatikan rasionalitas dan yang memperhatikan rasionalitas secara relatif,[133] dan akhirnya kecenderungan berpusat pada akal juga dikategorikan ke dalam dua pendekatan: rasionalitas teologis (kalami) dan rasionalitas filosofis.[134]
Dalam penelitian lain, aliran-aliran hadis di Hauzah Qom kontemporer dibagi menjadi moderat, hadis-sentris (Akhbari), yang hanya berpegang pada Al-Qur'an (Qur'an-basandeh), dan yang berpusat pada Al-Qur'an (Qur'an-mehvar).[135] Selain itu, diperkenalkan pula sebuah aliran bernama "Kritik Hadis Syiah" yang mengevaluasi dan mengkritik hadis dalam tiga bidang: sanad, sumber, dan matan.[136]
Selain itu, Abdulwahab Farati membagi aliran pemikiran Hauzah Ilmiah Qom menjadi tradisional dan revisionis. Kemudian, ia mengkategorikan kelompok tradisional ke dalam tiga golongan: tradisional murni, tradisional pragmatis, dan tradisional fundamentalis.[137] Ia mendefinisikan perwakilan kelompok tradisional ini sebagai Farhangistan 'Ulum-e Eslami yang dipimpin oleh Muniruddin Hashemi dan Sayid Mahdi Mirbaqeri, serta Muasseseh-ye Amuzeshi wa Pajhuheshi-ye Imam Khomeini dengan pemikiran-pemikiran Muhammad Taqi Misbah Yazdi.[138] Menurutnya, aliran revisionis dikenal melalui dua pendekatan: pendekatan "Kembali kepada Al-Qur'an" yang diwakili oleh Muhammad Shadeqi Tehrani[139] dan pendekatan "Dialog Kritis dengan Tradisi" yang diwakili oleh Ne'matullah Salehi Najaf-Abadi.[140]
Penelitian Terkait
Rasul Ja'fariyan, dalam bukunya Jaryan-ha wa Sazeman-ha-ye Mazhabi-Siyasi-ye Iran yang mengkaji tahun-tahun dari tahun 1320 hingga tahun 1357 HS, menyebutkan beberapa aliran pemikiran di Hauzah Qom. Juga, Abdulwahab Farati, peneliti dalam bidang fikih politik, dalam buku-bukunya Ruhaniyat wa Tajaddod,[141] Ruhaniyat wa Siyasat,[142] Ruhaniyat wa Dowlat-e Modern,[143] serta Guneh-syenasi-ye Fekri-Siyasi-ye Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom, telah mempelajari perbedaan pemikiran para ulama Hauzah Qom.[144]
Buku-buku Jaryan-haye Fekri dar Hauzeh-ye Mu'aser-e Qom[145] dan Guneh-syenasi-ye Jaryan-haye Fekri-ye Hauzeh wa Nesbat-e an ba Andisheh-ye Enqelab-e Eslami[146], keduanya ditulis oleh Sayid Muhsin Thabathaba'ifar, buku Guneh-syenasi-ye Raftar-e Siyasi-ye Maraje'-e Taqlid-e Syi'ah[147] karya Sayid Hasan Hasyimiyan-Far, serta buku Faqihan wa Enqelab-e Iran yang ditulis oleh Sayid Hadi Thabathaba'i[148] adalah penelitian-penelitian yang subjek utamanya adalah mempelajari perbedaan landasan teoritis, pendekatan, dan metode-metode berbagai ulama hauzah, khususnya ulama Hauzah Ilmiah Qom.
Hauzah Ilmiah Qom dan Gerakan Pemikiran Pesaing
Kritik dan penolakan terhadap pemikiran pihak-pihak oposan agama, mazhab, dan para pembaharu dalam mazhab (dgardandishan-e darun-mazhabi), seperti halnya di hauzah-hauzah ilmu lainnya, juga mengalir di Hauzah Ilmiah Qom.[149] Aktivitas tertua melawan para pembaharu dari pihak Hauzah Ilmiah Qom adalah berbagai tanggapan terhadap tulisan-tulisan Ahmad Kusrawi dan kemudian buku Asrar-e Hezar Saleh karya Ali Akbar Hikmati-Zadeh.[150] Penulisan buku Kasyf al-Asrar oleh Sayid Ruhullah Khomeini pada tahun 1323 HS adalah produk dari periode ini.[151]
Sebagian tenaga Hauzah Ilmiah Qom pada dekade 1330 hingga 1360 HS, dicurahkan untuk perjuangan melawan Baha'iyah.[152] Dalam satu kasus, atas perintah Sayid Husain Burujerdi, [Muhammad Taqi Falsafi|Falsafi], seorang orator terkenal, berbicara di radio selama satu bulan menentang aliran Baha'iyah.[153] Selain itu, marja' Qom, dengan mengeluarkan fatwa, menyatakan bahwa bermuamalah dengan penganut Baha'i adalah terlarang, dan dengan memberikan izin penggunaan dana-dana syar'i (wujuhât), mereka memperkuat Anjuman Hojjatiyah yang aktif menentang Baha'iyah.[154]
Perjuangan Melawan Pemikiran Marxis
Perjuangan melawan pemikiran ateis dan non-agama di Hauzah Ilmiah Qom, pada dekade 1330 HS, diwujudkan dalam bentuk perlawanan terhadap Marxisme dan Komunisme. Dikatakan bahwa kalangan ulama menganggap Marxisme lebih berbahaya daripada pemikiran lainnya, bahkan daripada Liberalisme dan Sekularisme.[155] Karena alasan inilah, hauzah-hauzah, khususnya Hauzah Ilmiah Qom, memusatkan perhatian utama mereka pada kritik dan perlawanan terhadap Marxisme.[156]
Sayid Muhammad Husain Thabathaba'i, Murtadha Muthahhari, dan murid-murid Thabathaba'i lainnya dianggap sebagai ulama paling terkenal yang aktif dalam bidang kritik terhadap pemikiran non-agama. Buku-buku seperti Ushul Falsafah wa Rawisy-e Realism, karya Thabathaba'i dengan catatan kaki (footnote) oleh Muthahhari,[157] dan Filsuf-Nemaha, karya Nashir Makarim Syirazi, adalah karya-karya terkenal di bidang ini yang ditulis di Hauzah Ilmiah Qom.[158] Muthahhari juga menyelenggarakan banyak sesi untuk mengkritik Marxisme, dan sesi-sesi ini bertahun-tahun kemudian diterbitkan dalam bentuk buku Naqdi bar Marxism.[159] Sejalan dengan ini, buku Pasdari az Sangar-ha-ye Ideologhik, karya Muhammad Taqi Misbah Yazdi[160] juga ditulis pada dekade 1350 HS dan diterbitkan pada tahun 1360 HS.[161]
Menghadapi Ahlusunah dan Wahabiyah
Penulisan kritik terhadap pemikiran mazhab-mazhab Islam lainnya merupakan bagian dari tugas para ulama. Di Hauzah Ilmiah Qom, banyak lembaga pendidikan, penelitian, dan dakwah yang aktif dalam mengkritik keyakinan non-Syiah, dan banyak majalah serta buku yang telah diterbitkan mengenai hal ini. Sebagian besar upaya di bidang ini dicurahkan untuk mengkritik Ahlusunah dan khususnya aliran Salafi serta Wahabi. Penerbitan ulang buku Ihqaq al-Haqq beserta lampiran-lampirannya, penerbitan kumpulan Al-Ghadir dengan penelitian baru oleh Muassasah Fiqh Ahlulbait, penulisan ratusan jilid buku dan artikel tak terhitung jumlahnya dalam mengkritik Wahabiyah adalah contoh dari aktivitas ulama Hauzah Qom dalam mengkritik keyakinan agama saingan. Sebagai contoh, Nashir Makarim Syirazi, seorang marja' taqlid Syiah, mendirikan Muasseseh Dar al-A'lam li Madrasati Ahlulbait dengan tujuan ini.[162]
Pada tahun 1394 dan 1395 HS, Kongres Internasional Melawan Aliran-Aliran Ekstremis dan Takfiri diselenggarakan oleh marja' Qom.[163] Dalam sebuah laporan pada tahun 1393 HS, dilaporkan terdapat 202 tesis dengan topik kritik terhadap Wahabiyah, yang sebagian darinya adalah tesis tingkat tiga dan empat hauzah.[164]
Mengkritik Para Pembaharu dan Intelektual
Kritik-kritik yang diterbitkan terhadap ucapan dan tulisan Ali Syariati, termasuk artikel-artikel majalah Maktab-e Eslam pada dekade 1350 HS,[165] serta pidato, artikel, dan buku-buku yang ditulis dan diterbitkan sebagai tanggapan terhadap pandangan Mahdi Bazargan, Abdulkarim Sorousy, dan Muhammad Mujtahid Syabestari, adalah contoh pendekatan ulama Hauzah Qom dalam menghadapi kecenderungan-kecenderungan pembaharuan. Juga dikatakan bahwa para cendekiawan Hauzah Ilmiah Qom mendedikasikan sebagian karya ilmiah mereka untuk mengkritik metode-metode tafsir yang berbeda dengan metode-metode hauzah yang lazim dan yang mereka anggap menyimpang.[166]
Catatan Kaki
- ↑ Thabathaba'ifar, Jaryan-haye Fekri-ye Hauzeh-ye Mu'aser-e Qom, 1394 HS, hlm. 13.
- ↑ Thabathaba'ifar, Jaryan-haye Fekri-ye Hauzeh-ye Mu'aser-e Qom, 1394 HS, hlm. 7.
- ↑ Estadiyan-Khani dan lain-lain, "Barresi-ye Chegunegi-ye Naqsh-Avari-ye 'Elmi-ye Hauzeh-ye 'Elmiyah-ye Qom dar Ba'd-e Hefz va Ta'ali-ye Enqelab-e Eslami", hlm. 135-138.
- ↑ Saburian, Takwin-e Nehad-e Marja'iyyat-e Taqlid-e Syi'ah, 1398 HS, hlm. 337.
- ↑ Algar, "BORŪJERDĪ, HOSAYN ṬABĀṬABĀʾĪ".
- ↑ Salehi, Dogane-ye Hauzeh-ye Najaf, Hauzeh-ye Qom, 1396 HS, hlm. 67 dan 81.
- ↑ Salehi, Dogane-ye Hauzeh-ye Najaf, Hauzeh-ye Qom, 1396 HS, hlm. 81.
- ↑ Estadiyan-Khani dan lain-lain, "Barresi-ye Chegunegi-ye Naqsh-Avari-ye 'Elmi-ye Hauzeh-ye 'Elmiyah-ye Qom dar Ba'd-e Hefz va Ta'ali-ye Enqelab-e Eslami", hlm. 135-138.
- ↑ Farmanian, "Yeksad Sal-e Faraz va Forud...".
- ↑ Farhan Al-Qasem, Tarikh al-Hawzat al-'Ilmiah, 1393 HS, jil. 6, hlm. 178.
- ↑ Baqeri, "Hajm-e Asar-e 'Elmi-ye Asar-gozar-e Hauzeh-ye 'Elmiyah-ye Qom dar Zamine-ye 'Ulum-e Qur'an dar Sad-e Akhir", hlm. 99.
- ↑ Spesial Twenty-Fifth Conference of the Book of the Hauzah, 1402 HS, hlm. 104.
- ↑ Tasyakkori Saleh, "Syakhsiyat-ha-ye Tafsiri-ye Hauzeh-ye 'Elmiyah-ye Qom dar Sad-e Akhir", hlm. 265-290.
- ↑ Husaini Ali-Abad, "Danishvaran-e 'Ulum-e Qur'an-e Sad-e Akhir-e Hauzeh-ye 'Elmiyah-ye Qom", hlm. 316-347.
- ↑ Husaini Ali-Abad, "Danishvaran-e 'Ulum-e Qur'an-e Sad-e Akhir-e Hauzeh-ye 'Elmiyah-ye Qom", hlm. 347.
- ↑ Husaini Harandi, "Hauzeh-ye 'Elmiyah-ye Qom wa Sayr-e Tatavvorat-e Nasyriyat (Matbu'at)-e Dini dar Sad-e Akhir (2)", hlm. 37.
- ↑ Husaini Harandi, "Hauzeh-ye 'Elmiyah-ye Qom wa Sayr-e Tatavvorat-e Nasyriyat (Matbu'at)-e Dini dar Sad-e Akhir (2)", hlm. 38-49.
- ↑ "Daftar Perangkat Lunak Lembaga Nur", Situs Pusat Penelitian Komputer untuk Ilmu-ilmu Islam.
- ↑ Farmanian, "Yeksad Sal-e Faraz va Forud...".
- ↑ Saburian, Takwin-e Nehad-e Marja'iyyat-e Taqlid-e Syi'ah, 1398 HS, hlm. 380.
- ↑ Saburian, Takwin-e Nehad-e Marja'iyyat-e Taqlid-e Syi'ah, 1398 HS, hlm. 384.
- ↑ Hasyimiyan-Far, Guneh-syenasi-ye Raftar-e Siyasi-ye Maraje'-e Taqlid-e Syi'ah, 1390 HS, hlm. 103.
- ↑ A'rafi, Hauzeh-ye 'Ilmiah..., 1395 HS, hlm. 327.
- ↑ Farhan Al-Qasem, Tarikh al-Hawzat al-'Ilmiah, 1393 HS, jil. 6, hlm. 78.
- ↑ Farhan Al-Qasem, Tarikh al-Hawzat al-'Ilmiah, 1393 HS, jil. 6, hlm. 83.
- ↑ Farhan Al-Qasem, Tarikh al-Hawzat al-'Ilmiah, 1393 HS, jil. 6, hlm. 86.
- ↑ Farhan Al-Qasem, Tarikh al-Hawzat al-'Ilmiah, 1393 HS, jil. 6, hlm. 86-108.
- ↑ Safari dan Haderi, "Ihya wa Tasbit-e Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom dar Iran-e Mu'aser", hlm. 297.
- ↑ Zohreh Kashani, Tarikh-e 1200 Sale-ye Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom..., 1397 HS, hlm. 68-70.
- ↑ Zohreh Kashani, Tarikh-e 1200 Sale-ye Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom..., 1397 HS, hlm. 81-84.
- ↑ Zohreh Kashani, Tarikh-e 1200 Sale-ye Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom..., 1397 HS, hlm. 156.
- ↑ Reyhan Yazdi, Ayine-ye Danesyvaran, 1372 HS, hlm. 144-145; Syarif Razi, Asar al-Hujjah..., 1332 HS, jil. 1, hlm. 39.
- ↑ Asytiyani, "Muqaddimah", hlm. 139; Reza-Nezhad, "Muqaddimah", hlm. 21; Estadi, "Kitab-ha wa Asar-e 'Elmi-ye Imam Khomeini", hlm. 143.
- ↑ Syarif Razi, Asar al-Hujjah, 1332 HS, jil. 1, hlm. 24.
- ↑ Syarif Razi, Asar al-Hujjah, 1332 HS, jil. 1, hlm. 28; Najafi, Andisye-ye Siyasi wa Tarikh-e Nahzat-e Haji Aqa Nurullah Isfahani, 1378 HS, hlm. 237-300.
- ↑ Maki, Tarikh-e Bist Sale-ye Iran, 1362 HS, jil. 2, hlm. 432; Syarif Razi, Asar al-Hujjah, 1332 HS, jil. 1, hlm. 85.
- ↑ Ha'iri Yazdi, Khaterat-e Doktor Mahdi Ha'iri Yazdi, 1381 HS, hlm. 118.
- ↑ Shirkhani dan Zare', Tahavvolat-e Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom..., 1384 HS, hlm. 34-35; Karaji, Qom wa Marja'iyyat, 1383 HS, hlm. 41.
- ↑ Imam Khomeini, Shafihah-ye Imam, 1378 HS, jil. 2, hlm. 407, jil. 11, hlm. 454; Pur-Hadi, Khaterat..., 1382 HS, hlm. 66.
- ↑ Badla, "Mosahebeh ba Hujjat al-Islam wa al-Muslimin Sayid Husain Badla", hlm. 93-94; Syarif Razi, Asar al-Hujjah, 1332 HS, jil. 2, hlm. 2.
- ↑ Jafarian, Barg-ha-i az Tarikh-e Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom, 1381 HS, hlm. 31.
- ↑ Jughrafiya-ye Tarikhi-ye Shahrestan-e Qom, 1383 HS, hlm. 218.
- ↑ Syarif Razi, Asar al-Hujjah, 1332 HS, jil. 2, hlm. 172-176.
- ↑ Wakili Qomi, Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom, 1348 HS, hlm. 19.
- ↑ Wakili Qomi, Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom, 1348 HS, hlm. 21, 38.
- ↑ Sulaimaniyeh, Pol ta Jazireh, 1397 HS, hlm. 42.
- ↑ Imam Khomeini, Shafihah-ye Imam, 1378 HS, jil. 14, hlm. 60.
- ↑ Sulaimaniyeh, Pol ta Jazireh, 1397 HS, hlm. 43.
- ↑ A'rafi, Hauzeh-ye 'Ilmiah..., 1395 HS, hlm. 279-281.
- ↑ "Akharin-e Amar-e Tollab-e Hauzeh-ha-ye 'Ilmiah", Situs Tabnak.
- ↑ Farati, Ruhaniyat wa Siyasat, 1390 HS, hlm. 55.
- ↑ Farati, Ruhaniyat wa Siyasat, 1390 HS, hlm. 56-57.
- ↑ Farati, Ruhaniyat wa Siyasat, 1390 HS, hlm. 56-57.
- ↑ Zakeri, "Hauzeh wa Ghughaye-ye Jomhuri-ye Reza Khan dar Aghaz-e Qarn-e Akhir", hlm. 99.
- ↑ Zakeri, "Hauzeh wa Ghughaye-ye Jomhuri-ye Reza Khan dar Aghaz-e Qarn-e Akhir", hlm. 103.
- ↑ Syarif Razi, Asar al-Hujjah, 1322-1333 HS, jil. 1, hlm. 35-36, 46; Maki, Tarikh-e Bist Sale-ye Iran, 1362 HS, jil. 4, hlm. 287.
- ↑ Syarif Razi, Asar al-Hujjah, 1322-1333 HS, jil. 1, hlm. 46; Basirat-Manesh, Olama wa Rezhim-e Reza Shah..., 1376 HS, hlm. 252.
- ↑ Syarif Razi, Asar al-Hujjah, 1332 HS, jil. 1, hlm. 51; Amini, Chalesh-ha-ye Ruhaniyat ba Reza Shah, 1382 HS, hlm. 347, Dokumen 14; Basirat-Manesh, Olama wa Rezhim-e Reza Shah..., 1376 HS, hlm. 258.
- ↑ Falsafi, Khaterat wa Mubarezat-e Hujjat al-Islam Falsafi, 1376 HS, hlm. 190-191, 469; Soltani Thabathaba'i, "Mosahebeh ba Ayatullah Sayid Muhammad Baqir Soltani Thabathaba'i", hlm. 48-49.
- ↑ Manzur al-Ajdad, Marja'iyyat dar Arse-ye Ejtem'a wa Siyasat, 1379 HS, hlm. 457, Dokumen 36-38.
- ↑ Ha'iri Yazdi, Khaterat-e Doktor Mahdi Ha'iri Yazdi, 1381 HS, hlm. 47, 56, 57; Falsafi, Khaterat wa Mubarezat-e Hujjat al-Islam Falsafi, 1376 HS, hlm. 187, 189.
- ↑ Falsafi, Khaterat wa Mubarezat-e Hujjat al-Islam Falsafi, 1376 HS, hlm. 189; Manzur al-Ajdad, Marja'iyyat dar Arse-ye Ejtem'a wa Siyasat, 1379 HS, hlm. 459.
- ↑ Manzur al-Ajdad, Marja'iyyat dar Arse-ye Ejtem'a wa Siyasat, 1379 HS, hlm. 460.
- ↑ Estadiyan-Khani dan lain-lain, "Barresi-ye Chegunegi-ye Naqsh-Avari-ye 'Elmi-ye Hauzeh-ye 'Elmiyah-ye Qom dar Ba'd-e Hefz va Ta'ali-ye Enqelab-e Eslami", hlm. 144.
- ↑ Thabathaba'ifar, Jaryan-haye Fekri-ye Hauzeh-ye Mu'aser-e Qom, 1394 HS, hlm. 17.
- ↑ Jafarian, Jaryan-ha wa Sazeman-ha-ye Mazhabi-Siyasi-ye Iran, 1386 HS, hlm. 238-241.
- ↑ Asnad-e Enqelab-e Eslami, 1374 HS, jil. 1, hlm. 44.
- ↑ Asnad-e Enqelab-e Eslami, 1374 HS, jil. 1, hlm. 57; Ruhani, Barresi wa Tahllili az Nahzat-e Imam Khomeini dar Iran, 1358 HS, jil. 1, hlm. 230.
- ↑ Hashemi Rafsanjani, Duran-e Mubarezeh, 1376 HS, jil. 1, hlm. 133.
- ↑ Ruhani, Barresi wa Tahllili az Nahzat-e Imam Khomeini dar Iran, 1358 HS, jil. 1, hlm. 265.
- ↑ Asnad-e Enqelab-e Eslami, 1374 HS, jil. 1, hlm. 80-81, 84; Rajabi, Zendegi-nameh-ye Siyasi-ye Imam Khomeini, 1377 HS, Dokumen 51.
- ↑ Mansouri, Tarikh-e Qiyam-e Panzdah-e Khordad be Revayat-e Asnad, 1377-1378 HS, jil. 1, Dokumen 15/3.
- ↑ Imam Khomeini, Shafihah-ye Imam, 1378 HS, jil. 1, hlm. 415; Davani, Nahzat-e Ruhaniyun-e Iran, 1360 HS, jil. 4, hlm. 324.
- ↑ Ruhani, Barresi wa Tahllili az Nahzat-e Imam Khomeini dar Iran, 1358 HS, jil. 1, hlm. 744.
- ↑ Jami'ye Mudarrisin Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom, jil. 1, hlm. 270; Shirkhani dan Zare', Tahavvolat-e Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom..., 1384 HS, hlm. 37-38.
- ↑ Jami'ye Mudarrisin Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom, jil. 1, hlm. 268-269.
- ↑ Madani, Tarikh-e Siyasi-ye Mu'aser-e Iran, 1361-1362 HS, jil. 2, hlm. 222-223.
- ↑ Madani, Tarikh-e Siyasi-ye Mu'aser-e Iran, 1361-1362 HS, jil. 2, hlm. 232-234.
- ↑ Jami'ye Mudarrisin Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom, jil. 1, hlm. 464-498.
- ↑ Thabathaba'ifar, Guneh-syenasi-ye Jaryan-haye Fekri-ye Hauzeh, 1395 HS, hlm. 19.
- ↑ Thabathaba'ifar, Guneh-syenasi-ye Jaryan-haye Fekri-ye Hauzeh, 1395 HS, hlm. 15.
- ↑ Farati, Ruhaniyat wa Siyasat, 1390 HS, hlm. 51.
- ↑ "Maraje'-e Taqlid: be Jomhuri-ye Eslami Ra'y Khahim Dad", Situs Enqelab-e Eslami.
- ↑ Piruzmand, "Rabeteh-ye Ruhaniyat wa Dowlat dar Jame'e-sazi-ye Qabl wa Ba'd az Enqelab-e Eslami", hlm. 135.
- ↑ Piruzmand, "Rabeteh-ye Ruhaniyat wa Dowlat dar Jame'e-sazi-ye Qabl wa Ba'd az Enqelab-e Eslami", hlm. 135.
- ↑ Piruzmand, "Rabeteh-ye Ruhaniyat wa Dowlat dar Jame'e-sazi-ye Qabl wa Ba'd az Enqelab-e Eslami", hlm. 136-137.
- ↑ Hashemi Rafsanjani, Be Su-ye Sarnevesht, 1386 HS, hlm. 45.
- ↑ Piruzmand, "Rabeteh-ye Ruhaniyat wa Dowlat dar Jame'e-sazi-ye Qabl wa Ba'd az Enqelab-e Eslami", hlm. 136-137.
- ↑ Piruzmand, "Rabeteh-ye Ruhaniyat wa Dowlat dar Jame'e-sazi-ye Qabl wa Ba'd az Enqelab-e Eslami", hlm. 136.
- ↑ Piruzmand, "Rabeteh-ye Ruhaniyat wa Dowlat dar Jame'e-sazi-ye Qabl wa Ba'd az Enqelab-e Eslami", hlm. 137.
- ↑ "Farmandeh-ye Tiyp-e Mustaqel-e 83 Imam Ja'far Shadiq as: Ruhaniyun-e Razmi-ye Tabligi Gof: 18 Hezar Parvandeh-ye Isargari dar Tiyp-e Imam Shadiq as Vojud Darad" Situs Sepah News.
- ↑ Al-Sayid Ghafur, "Sair-e Tatavvor wa Mojahedeh-ye Olama ba Ahadits-e Siyasi Pas az Baz-Ta'sis-e Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom", hlm. 50-51.
- ↑ Estadiyan-Khani dan lain-lain, "Barresi-ye Chegunegi-ye Naqsh-Avari-ye 'Elmi-ye Hauzeh-ye 'Elmiyah-ye Qom dar Ba'd-e Hefz va Ta'ali-ye Enqelab-e Eslami", hlm. 144.
- ↑ Ebrahimi, "Ertebatat va Ta'amolat-e Resaneh'i-ye Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom ba Digar Nehad-ha-ye Dini-ye Jahan dar Sad-e Akhir", hlm. 110.
- ↑ Moshki dan Ramezani, "Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom wa Tabligh-e Beyn al-Melal dar Sad Sal-e Akhir", hlm. 16; Farhan Al-Qasem, Tarikh al-Hawzat al-'Ilmiah, 1393 HS, jil. 6, hlm. 319.
- ↑ Syarif Razi, Asar al-Hujjah, 1332 HS, jil. 2, hlm. 14; Falsafi, Khaterat wa Mubarezat..., 1376 HS, hlm. 203; Badla, "Mosahebeh ba Hujjat al-Islam wa al-Muslimin Sayid Husain Badla", hlm. 103-104; Husainian, Bist Sal-e Takapu-ye Eslam-e Syi'i dar Iran..., 1381 HS, hlm. 386.
- ↑ Moshki dan Ramezani, "Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom wa Tabligh-e Beyn al-Melal dar Sad Sal-e Akhir", hlm. 12.
- ↑ Moshki dan Ramezani, "Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom wa Tabligh-e Beyn al-Melal dar Sad Sal-e Akhir", hlm. 14.
- ↑ Falsafi, Khaterat wa Mubarezat..., 1376 HS, hlm. 179-180; Husainian, Bist Sal-e Takapu-ye Eslam-e Syi'i dar Iran..., 1381 HS, hlm. 390-391.
- ↑ Kamalian, "Sarfasl-ha-i az Zendegani-ye Imam Musa Shadr", Situs Muasseseh-ye Farhangi-ye Tahqiqati-ye Imam Musa Shadr; Jafarian, Atlas-e Syi'eh, 1387 HS, hlm. 523.
- ↑ Mushki dan Ramezani, "Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom wa Tabligh-e Beyn al-Melal dar Sad Sal-e Akhir", hlm. 15.
- ↑ Ebrahimi, "Ertebatat va Ta'amolat-e Resaneh'i-ye Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom ba Digar Nehad-ha-ye Dini-ye Jahan dar Sad-e Akhir", hlm. 116.
- ↑ Musyki dan Ramezani, "Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom wa Tabligh-e Beyn al-Melal dar Sad Sal-e Akhir", hlm. 23.
- ↑ Moshki dan Ramezani, "Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom wa Tabligh-e Beyn al-Melal dar Sad Sal-e Akhir", hlm. 23-31.
- ↑ Ebrahimi, "Ertebatat va Ta'amolat-e Resaneh'i-ye Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom ba Digar Nehad-ha-ye Dini-ye Jahan dar Sad-e Akhir", hlm. 118.
- ↑ "Syabakeh-ye Mahvareh'i-ye Marja'iyyat", Situs Kantor Ayatullah Sayid Shadiq Syirazi.
- ↑ Moshki dan Ramezani, "Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom wa Tabligh-e Beyn al-Melal dar Sad Sal-e Akhir", hlm. 16.
- ↑ Farhan Al-Qasem, Tarikh al-Hawzat al-'Ilmiah, 1393 HS, jil. 6, hlm. 319.
- ↑ Farhan Al-Qasem, Tarikh al-Hawzat al-'Ilmiah, 1393 HS, jil. 6, hlm. 320.
- ↑ Ha'iri Syirazi, "Jaryan-syenasi-ye Ruykard-ha-ye Haditsi-ye Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom", hlm. 8-9.
- ↑ Syarif Razi, Asar al-Hujjah, 1332 HS, jil. 2, hlm. 178-188.
- ↑ Rahmani, "Emkan-syenasi-ye Paydayi-ye Maktab-e Fiqhi az Andisyeh-ye Syekh-e Mu'asses", hlm. 123-124.
- ↑ 'Asya'iri, "Muhimmtarin Tafavot-ha-ye Maktab-e Qom wa Najaf".
- ↑ Murtadha Langarudi, "Musahebeh ba Ayatullah Haj Sayid Muhammad Hasan Murtadha Langarudi", hlm. 51.
- ↑ Elahi, "Ravesh-ha-ye Tadris wa Amuzesh-e Tafsir-e Qur'an dar Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom dar Sad-e Akhir", hlm. 163.
- ↑ Farahani, "Aya be Ruykard-ha-ye Hadits-Mahvaraneh Baz Khahim Gasht?".
- ↑ Rashad, "Gofteman-e Falsafi-ye Nu-Shadra'i", hlm. 60.
- ↑ Wakili Qomi, Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom, 1348 HS, hlm. 67-68; Jafarian, Jaryan-ha wa Sazeman-ha-ye Mazhabi-Siyasi-ye Iran, 1386 HS, hlm. 234.
- ↑ Farati, Guneh-syenasi-ye Fekri-ye Siyasi-ye Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom, 1395 HS, hlm. 125; Thabathaba'ifar, Jaryan-haye Fekri dar Hauzeh-ye Mu'aser-e Qom, 1394 HS, hlm. 23.
- ↑ Jafarian, Jaryan-ha wa Sazeman-ha-ye Mazhabi-Siyasi-ye Iran, 1382 HS, hlm. 122-126.
- ↑ Jafarian, Jaryan-ha wa Sazeman-ha-ye Mazhabi-Siyasi-ye Iran, 1382 HS, hlm. 371.
- ↑ Rahnama, Musalmani dar Jostoju-ye Nakuja-Abad, 1383 HS, hlm. 382; Beheshti, Doktor Syariati Jostojugari dar Masir-e Shodan, 1390 HS, hlm. 116-119.
- ↑ "Gozari bar Zendegi-ye 'Elmi wa Siyasi-ye Aqa-ye Sayid Kazem Syari'atmadari", Situs Markaz-e Barresi-ye Asnad-e Tarikhi.
- ↑ "Rahbar-e Enqelab: Az Haqq-e Shakhsi-ye Khodam Migozaram Amma Az Haqq-e Mardam Motlaqan Eghmaz Nakhaham Kard", Situs Ramz-e Obur.
- ↑ Thabathaba'ifar, Jaryan-haye Fekri-ye Hauzeh-ye Mu'aser-e Qom, 1394 HS, hlm. 8.
- ↑ Farati, Ruhaniyat wa Tajaddod, 1389 HS, hlm. 220.
- ↑ Farati, Ruhaniyat wa Tajaddod, 1389 HS, hlm. 222.
- ↑ Farati, Ruhaniyat wa Tajaddod, 1389 HS, hlm. 226.
- ↑ Farati, Ruhaniyat wa Tajaddod, 1389 HS, hlm. 227.
- ↑ Thabathaba'ifar, Guneh-syenasi-ye Jaryan-haye Fekri-ye Hauzeh, 1395 HS, hlm. 42.
- ↑ Thabathaba'ifar, Jaryan-haye Fekri dar Hauzeh-ye Mu'aser-e Qom, 1394 HS, hlm. 43.
- ↑ Thabathaba'ifar, Jaryan-haye Fekri dar Hauzeh-ye Mu'aser-e Qom, 1394 HS, hlm. 61.
- ↑ Thabathaba'ifar, Jaryan-haye Fekri dar Hauzeh-ye Mu'aser-e Qom, 1394 HS, hlm. 92.
- ↑ Thabathaba'ifar, Jaryan-haye Fekri dar Hauzeh-ye Mu'aser-e Qom, 1394 HS, hlm. 135.
- ↑ Ha'iri Syirazi, "Jaryan-syenasi-ye Ruykard-ha-ye Haditsi-ye Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom", hlm. 10-14.
- ↑ Ha'iri Syirazi, "Jaryan-syenasi-ye Ruykard-ha-ye Haditsi-ye Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom", hlm. 22.
- ↑ Farati, Ruhaniyat wa Tajaddod, 1389 HS, hlm. 270.
- ↑ Farati, Ruhaniyat wa Tajaddod, 1389 HS, hlm. 376.
- ↑ Farati, Ruhaniyat wa Tajaddod, 1389 HS, hlm. 386.
- ↑ Farati, Ruhaniyat wa Tajaddod, 1389 HS, hlm. 415.
- ↑ Farati, Ruhaniyat wa Tajaddod, 1389 HS.
- ↑ Farati, Ruhaniyat wa Siyasat: Masa'el wa Peyamad-ha, 1390 HS.
- ↑ Farati, Ruhaniyat wa Dowlat-e Modern, 1400 HS, hlm. 97-269.
- ↑ Farati, Guneh-syenasi-ye Fekri-ye Siyasi-ye Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom, 1395 HS.
- ↑ Thabathaba'ifar, Jaryan-haye Fekri dar Hauzeh-ye Mu'aser-e Qom, 1394 HS.
- ↑ Thabathaba'ifar, Guneh-syenasi-ye Jaryan-haye Fekri-ye Hauzeh, 1395 HS.
- ↑ Hasyimiyan-Far, Guneh-syenasi-ye Raftar-e Siyasi-ye Maraje'-e Taqlid-e Syi'ah, 1390 HS.
- ↑ Thabathaba'i, Faqihan wa Enqelab-e Iran, 1395 HS.
- ↑ A'rafi, Hauzeh-ye 'Ilmiah..., 1395 HS, hlm. 55-62.
- ↑ Jafarian, Jaryan-ha wa Sazeman-ha-ye Mazhabi-Siyasi-ye Iran, 1390 HS, hlm. 48-54.
- ↑ Jafarian, Jaryan-ha wa Sazeman-ha-ye Mazhabi-Siyasi-ye Iran, 1390 HS, hlm. 55.
- ↑ Muhammadi, "Baz-khani-ye Tahllili-ye Naqsh-e Ayatullah Burujerdi wa Imam Khomeini dar Mubarezeh ba Eslam-setizi wa Nofuz-e Baha'iyan dar Hokumat-e Pahlevi", hlm. 71.
- ↑ Muhammadi, "Baz-khani-ye Tahllili-ye Naqsh-e Ayatullah Burujerdi wa Imam Khomeini dar Mubarezeh ba Eslam-setizi wa Nofuz-e Baha'iyan dar Hokumat-e Pahlevi", hlm. 75.
- ↑ Heidari Cherati, "Naqsh-e Olama-ye Qom dar Mubarezeh ba Baha'iyat dar Sad-e Akhir", hlm. 168-170.
- ↑ Farati, Ruhaniyat wa Tajaddod, 1389 HS, hlm. 141.
- ↑ Farati, Ruhaniyat wa Tajaddod, 1389 HS, hlm. 136.
- ↑ Jafarian, Jaryan-ha wa Sazeman-ha-ye Mazhabi-Siyasi-ye Iran, 1390 HS, hlm. 32.
- ↑ Jafarian, Jaryan-ha wa Sazeman-ha-ye Mazhabi-Siyasi-ye Iran, 1390 HS, hlm. 32.
- ↑ Farati, Ruhaniyat wa Tajaddod, 1389 HS, hlm. 156.
- ↑ Fana'i Eshkevari, "Pishgaman-e Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Syi'eh dar Mojahedeh ba Falsafeh-ye Gharb", hlm. 175.
- ↑ "Pasdari az Sangar-ha-ye Ideologhik Jeld 1", Situs Informasi Karya Ayatullah Misbah Yazdi.
- ↑ Ebrahimi, "Ertebatat va Ta'amolat-e Resaneh'i-ye Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom ba Digar Nehad-ha-ye Dini-ye Jahan dar Sad-e Akhir", hlm. 118.
- ↑ Ebrahimi, "Ertebatat va Ta'amolat-e Resaneh'i-ye Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom ba Digar Nehad-ha-ye Dini-ye Jahan dar Sad-e Akhir", hlm. 118.
- ↑ Nasr Isfahani, "Fehrestware-ye Payan-name-ha-ye Hauzawi-Daneshgahi dar Mowzu'-e Salafi-geri wa Naqd-e Wahhabiyyat", hlm. 160.
- ↑ Rahnama, Musalmani dar Justeju-ye Nakuja-Abad, 1383 HS, hlm. 391-392.
- ↑ 'Azimi-Far, "Moqabeleh-ye Hauzeh-ye 'Ilmiah-ye Qom ba Jaryan-haye Enherafi-ye Sad-e Akhir dar Arse-ye Tafsir wa 'Ulum-e Qur'an".
Daftar Pustaka
- «Akhirin-i amar-i thullab-i hawzah-ha-yi 'ilmiyah», Sayt-i Tab Nak, Tarikh-i darj-i mathlab: 10 Shahrivar 1393 HS, Tarikh-i bazdid: 13 Mehr 1404 HS.
- Ashtiyani, Sayid Jalal al-Din, «Muqaddimah», dar al-Shawahid al-Rububiyah fi al-Manahij al-Sulukiyah, ba hawashi-yi Mulla Hadi Sabzawari, Tehran, 1360 HS.
- Al-Sayid Ghafur, Sayid Sijad, «Sayr-i tathawwur wa muwajahah-yi 'ulama ba ahadith-i siyasi pas az baz-ta'sis-i hawzah-yi 'ilmiyah-yi Qum», dar Dufaslnamah-yi Hadith wa Andishah, Shumarah-yi 34, Pa'iz wa Zamistan 1401 HS.
- Ibrahimi, 'Arif, «Irtibathat wa ta'amulat-i risanah'i-yi hawzah-yi 'ilmiyah-yi Qum ba digar nihadha-yi dini-yi jahan dar sad-i akhir», dar Dufaslnamah-yi Ilahiyat-i Hunar, Shumarah-yi 23, Bahar wa Tabestan 1402 HS.
- Istadi, Ridha, «Kitabha wa athar-i 'ilmi-yi Imam Khumayni», dar Kayhan-i Andishah, Sh 29, Farwardin wa Urdibihisht 1369 HS.
- Istadiyan Khani, 'Ali Ridha, wa Husain Arjini wa Muhammad Jawad Nuruzi, «Barrasi-yi chigunagi-yi naqsh-afarini-yi 'ilmi-yi hawzah-yi 'ilmiyah-yi Qum dar ba'd-i hifzh wa ta'ali-yi inqilab-i Islami», dar Faslnamah-yi Pazhuhish'ha-yi Inqilab-i Islami, Shumarah-yi 44, Bahar 1402 HS.
- Asnad-i Inqilab-i Islami, j 1, Tehran, Markaz-i Asnad-i Inqilab-i Islami, 1374 HS.
- A'rafi, 'Ali Ridha, Hawzah-yi 'Ilmiyah: Chisti, Guzashtah, Hal, Ayandah, Tadwin-i Muhammad Azadi, Qum, Mu'assasah-yi Ishraq wa 'Irfan, 1395 HS.
- Algar, Hamid, «BORŪJERDĪ, HOSAYN ThABAThABAʾĪ», Da'irat al-Ma'arif-i Anlayn Īranika, Tarikh-i darj-i mathlab: 15 Disambar 1989, Tarikh-i bazdid: 14 Mehr 1404 HS.
- Ilahi, 'Abbas, «Rawish'ha-yi tadris wa amuzish-i tafsir-i Qur'an dar hawzah-yi 'ilmiyah-yi Qum dar sad-i akhir», dar Dufaslnamah-yi Qur'an Shinakht, Shumarah-yi 32, Bahar wa Tabestan 1403 HS.
- Imam Khumayni, Sayid Ruh Allah, Ṣahifah-yi Imam, Tehran, Mu'assasah-yi Tanzhim wa Nashr-i Athar-i Imam Khumayni, 1378 HS.
- Amini, Dawud, Chalish'ha-yi ruhaniyat ba Ridha Shah: Barrasi-yi 'ilal-i chalish'ha-yi sunnat-garayi ba naw-garayi-yi 'asr-i Ridha Shah, Tehran, Sapas, 1382 HS.
- Baqiri, 'Ali Awsat, «Hajm-i athar-i 'ilmi-yi asar-gudhar-i hawzah-yi 'ilmiyah-yi Qum dar zaminah-yi 'ulum-i Qur'an dar sad-i akhir», dar Dufaslnamah-yi Qur'an Shinakht, Shumarah-yi 32, Bahar wa Tabestan 1403 HS.
- Badla, Sayid Husain, «Musahabah ba Hujjat al-Islam wa al-Muslimin Sayid Husain Badla», dar Majallah-yi Hawzah, Sal 8, Sh 1 wa 2 (Farwardin- Tir 1370 HS).
- Basirat Manish, Hamid, 'Ulama wa rizhim-i Ridha Shah: Nazhari bar karkard-i siyasi-farhangi-yi ruhaniyun dar salha-yi 1305-1320 HS, Tehran, Mu'assasah-yi Chap wa Nashr-i 'Uruj, 1376 HS.
- **Beheshti, Sayid Muhammad, Doktor Shari'ati Justujugari dar Masir-i Shudan**, Tadwin-i Bonyad-i Nashr-i Athar wa Andishah'ha-yi Shahid Ayat Allah Doktor Beheshti, Tehran, Ruzanah, 1390 HS.
- «Pasdari az Sangarha-yi Īdiyuluzhik Jild 1», Paygah-i Iththila'rasani-yi Athar-i Ayat Allah Misbah Yazdi, Tarikh-i bazdid: 13 Mehr 1404 HS.
- Pur Hadi, Yad Allah, Khathirat-i Hujjat al-Islam wa al-Muslimin Pur Hadi, Tadwin-i 'Abd al-Ridha Ahmadi wa Ma'sumah Husaini, Tehran, Markaz-i Asnad-i Inqilab-i Islami, 1382 HS.
- Piruzmand, 'Ali Ridha, «Rabithah-yi ruhaniyat wa dawlat dar jami'ahsazi-yi qabl wa ba'd az inqilab-i Islami», dar Ruhaniyat wa Inqilab-i Islami, jild-i awwal, bih ihtimam-i Abdul Wahhab Farati, Qum, Pazhuhishgah-i 'Ulum wa Farhang-i Islami, 1389 HS.
- Tashakkuri Ṣalih, Abu Dharr, «Shakhsiyatha-yi tafsiri-yi hawzah-yi 'ilmiyah-yi Qum dar sad-i akhir», dar Dufaslnamah-yi Qur'an Shinakht, Shumarah-yi 32, Bahar wa Tabestan 1403 HS.
- Jami'ah-yi Mudarrisin-i Hawzah-yi 'Ilmiyah-yi Qum az Aghaz ta Aknun, Zir-i nazhar-i Sayid Muhsin Ṣalih, Tehran, Markaz-i Asnad-i Inqilab-i Islami, 1385 HS.
- Ja'fariyan, Rasul, Athlas-i Syi'ah, Tehran, Sazman-i Jughrafiya'i-yi Niruha-yi Musallah, 1387 HS.
- Ja'fariyan, Rasul, Barg'ha'i az tarikh-i hawzah-yi 'ilmiyah-yi Qum, Tehran, Markaz-i Asnad-i Inqilab-i Islami, 1381 HS.
- Ja'fariyan, Rasul, Jaryanha wa Sazmanha-yi Mazhabi-Siyasi-yi Īran: Az ru-yi kar amadan-i Muhammad Ridha Shah ta piruzi-yi inqilab-i Islami: Salha-yi 1320-1357 HS, Tehran, Pazhuhishgah-i Farhang wa Andishah-yi Islami, 1382 HS.
- Ja'fariyan, Rasul, Jaryanha wa Sazmanha-yi Mazhabi-Siyasi-yi Īran: Az ru-yi kar amadan-i Muhammad Ridha Shah ta piruzi-yi inqilab-i Islami: Salha-yi 1320-1357, Tehran, Nashr-i 'Ilm, 1390 HS.
- Ja'fariyan, Rasul, Jaryanha wa Sazmanha-yi Mazhabi-Siyasi-yi Īran: Az ru-yi kar amadan-i Muhammad Ridha Shah ta piruzi-yi inqilab-i Islami: Salha-yi 1320-1357, Qum, Pazhuhishgah-i Farhang wa Andishah-yi Islami, 1386 HS.
- Jughrafiya-yi Tarikhi-yi Syahrestan-i Qum, bih kushish-i Abu al-Fadhl 'Arab-Zadah, Qum, Intisharat-i Za'ir, 1383 HS.
- Ha'iri Shirazi, Muhammad, «Jaryan-shinasi-yi ruykardha-yi hadithi-yi hawzah-yi 'ilmiyah-yi Qum az ibtida-yi baz-ta'sis ta kunun dar sad-i guzashtah», dar Dufaslnamah-yi Hadith wa Andishah, Shumarah 34, Pa'iz wa Zamistan 1401 HS.
- Ha'iri Yazdi, Mahdi, Khathirat-i Doktur Mahdi Ha'iri Yazdi, bih kushish-i Habib Lajwardi, Tehran, Nashr-i Nadir, 1381 HS.
- Husaini 'Ali Abad, Sayid Ruhullah, «Danishwaran-i 'Ulum-i Qur'an-i Ṣad-i Akhir-i Hawzah-yi 'Ilmiyah-yi Qum», dar Dufaslnamah-yi Qur'an Shinakht, Shumarah 32, Bahar wa Tabestan 1403 HS.
- Husaini Harandi, Sayid Muhammad Husain, «Hawzah-yi 'Ilmiyah-yi Qum wa Sayr-i Tathawwurat-i Nashriyat (Mathbu'at)-i Dini dar Ṣad-i Akhir (2)», dar Faslnamah-yi Ilahiyat-i Hunar, Shumarah 23, Tir 1402 HS.
- Husainiyan, Ruh Allah, Bist Sal-i Takapu-yi Islam-i Shi'i dar Īran: 1320-1340, Tehran, Markaz-i Asnad-i Inqilab-i Islami, 1381 HS.
- Haydari Chirati, Hujjat, «Naqsh-i 'Ulama-yi Qum dar Mubarizah ba Baha'iyat dar Ṣad-i Akhir», dar Faslnamah-yi Intizhar-i Maw'ud, Shumarah 80, Bahar 1402 HS.
- Dawani, 'Ali, Nahdhat-i Ruhaniyun-i Īran, Tehran, Markaz-i Asnad-i Inqilab-i Islami, 1360 HS.
- Zakiri, 'Ali Akbar, «Hawzah wa Ghugha-yi Jumhuri-yi Ridha Khan dar Aghaz-i Qarn-i Akhir», dar Dufaslnamah-yi Tarikh-i Islam dar Ayinah-yi Pazhuhish, Shumarah 52, Bahar wa Tabestan 1401 HS.
- Rajabi, Muhammad Hasan, Zandeginamah-yi Siyasi-yi Imam Khumayni, Tehran, Markaz-i Asnad-i Inqilab-i Islami, 1377 HS.
- Rahmani, 'Ali, «Imkan-sinasi-yi Paydayi-yi Maktab-i Fiqhi az Andishah-yi Shaykh-i Mu'assisa», dar Justarha-yi Fiqhi wa Usuli, Shumarah 28, Pa'iz 1401 HS.
- Rashad, 'Ali Akbar, «Guftiman-i Falsafi-yi Nu-Ṣadra'i», dar Faslnamah-yi Qabsat, Shumarah 10-11, Zamistan 1377 wa Bahar 1378 HS.
- Ridha Nizhad, Gholam Ridha, «Muqaddimah», dar Majmu'ah-yi Rasa'il wa Maqalat-i Falsafi-yi Hakim-i Muta'allih 'Allamah Sayid Abu al-Hasan Rafi'i Qazwini, Tehran, Mu'assasah-yi Pazhuhishi-yi Hikmat wa Falsafah-yi Īran, 1386 HS.
- Ruhani, Sayid Hamid, Barrasi wa Tahlili az Nahdhat-i Imam Khumayni dar Īran, Jild 1, Tehran, Rah-i Imam, 1358 HS.
- «Rahbar-i Inqilab: Az Haqq-i Shakhsi-yi Khudam Miguzaram Amma Az Haqq-i Mardam Muthlaqan Ighmazh Nakhwaham Kard», Sayt-i Ramz-i 'Ubur, Tarikh-i Bazdid: 13 Mehr 1404 HS.
- Rahnama, 'Ali, Musalmani dar Justuju-yi Nakuja Abad, Tarjumah-yi Kiyumarth Qarqlu, Tehran, Gam-i Naw, 1383 HS.
- Rayhan Yazdi, 'Ali Ridha, Ayinah-yi Danishwaran, ba Muqaddimah wa Ta'liqat wa Idhafat-i Nasir Baqiri Bidahandi, Qum, Kitabkhanah-yi 'Umumi Hazhrat Ayat Allah al-'Uzhma Mar'ashi Najafi, 1372 HS.
- Sulthani Thabathaba'i, Sayid Muhammad Baqir, «Musahabah ba Ayat Allah Sayid Muhammad Baqir Sulthani Thabathaba'i», dar Majallah-yi Hawzah, Sal 8, Sh 1 wa 2 (Farwardin-Tir 1370 HS).
- Zuhrah Kashani, 'Ali Akbar, Tarikh-i 1200 Salah-yi Hawzah-yi 'Ilmiyah-yi Qum: ba Ruykard-i Amuzishi wa Pazhuhishi, Qum, Pazhuhishgah-i Hawzah wa Danishgah, 1394 HS.
- «Shabkah-yi Mahwarah'i-yi Marja'iyat», Paygah-i Iththila'rasani-yi Daftar-i Ayat Allah Sayid Ṣadiq Shirazi, Tarikh-i Bazdid: 13 Mehr 1404 HS.
- Sharif Razi, Muhammad, Athar al-Hujjah ya Tarikh wa Da'irat al-Ma'arif-i Hawzah-yi 'Ilmiyah-yi Qum, Qum, Kitabfurushi-yi Barq'i, 1332 HS.
- Shirkhani, 'Ali, wa 'Abbas Za'ir, Tahawwulat-i Hawzah-yi 'Ilmiyah-yi Qum Pas az Piruzi-yi Inqilab-i Islami, Tehran, Markaz-i Asnad-i Inqilab-i Islami, 1384 HS.
- Ṣalihi, Hamid, Duganah-yi Hawzah-yi Najaf, Hawzah-yi Qum, Tehran, Mu'assasah-yi Muthala'at-i Andishahsazan-i Nur, 1396 HS.
- Ṣaburiyan, Muhsin, Takwin-i Nihad-i Marja'iyat-i Taqlid-i Shi'ah, Tehran, Pazhuhishgah-i Farhang, Hunar wa Irtibathat, 1398 HS.
- Ṣafari, Amir, wa 'Ali Muhammad Hadhiri, «Ihya wa Tathbit-i Hawzah-yi 'Ilmiyah-yi Qum dar Īran-i Mu'asir», dar Dufaslnamah-yi Jami'ah Shinasi-yi Tarikhi, Sal-i Chahardahum, Shumarah 2, Pa'iz wa Zamistan 1401 HS.
- Thabathaba'i, Sayid Hadi, Faqihan wa Inqilab-i Īran, Tehran, Nashr-i Kawir, 1395 HS.
- Thabathaba'i Far, Sayid Muhsin, Jaryanha-yi Fikri dar Hawzah-yi Mu'asir-i Qum, Tehran, Nashr-i Ni, 1394 HS.
- Thabathaba'i Far, Sayid Muhsin, Gunah Shinasi-yi Jaryanha-yi Fikri-yi Hawzah wa Nisbat-i An ba Andishah-yi Inqilab-i Islami, Qum, Makt-i Andishah, 1395 HS.
- 'Ashya'iri, Muhammad Hasan, «Muhimmtarin Tafawut'ha-yi Maktab-i Qum wa Najaf», Paygah-i Khabari-yi Miftah-i Insani-yi Islami, Tarikh-i Darj-i Mathlab: 15 Khurdad 1398 HS, Tarikh-i Bazdid: 17 Khurdad 1404 HS.
- 'Azhimi Far, 'Ali Ridha, «Muqabalah-yi Hawzah-yi 'Ilmiyah-yi Qum ba Jaryanha-yi Inhirafi-yi Ṣad-i Akhir dar 'Arsah-yi Tafsir wa 'Ulum-i Qur'an», dar Dufaslnamah-yi Qur'an Shinakht, Shumarah 32, Bahar wa Tabestan 1403 HS.
- Farati, Abdul Wahhab, Ruhaniyat wa Tajaddud, Qum, Pazhuhishgah-i 'Ulum wa Farhang-i Islami, 1389 HS.
- Farati, Abdul Wahhab, Ruhaniyat wa Dawlat-i Mudirn, Tehran, Pazhuhishgah-i Farhang wa Andishah-yi Islami, 1400 HS.
- Farati, Abdul Wahhab, Ruhaniyat wa Siyasat: Masa'il wa Payamadha, Tehran, Pazhuhishgah-i Farhang wa Andishah-yi Islami, 1390 HS.
- Farati, Abdul Wahhab, Gunah Shinasi-yi Fikri Siyasi-yi Hawzah-yi 'Ilmiyah-yi Qum, Tehran, Pazhuhishgah-i Farhang wa Andishah-yi Islami, 1395 HS.
- Farahani, Wahid, «Aya bih Ruykardha-yi Hadith-Mahwaranah Baz Khwahim Gasht?», Sayt-i Mobahithat, Tarikh-i Darj-i Mathlab: 15 Tir 1397 HS, Tarikh-i Bazdid: 2 Tir 1404 HS.
- Farhan Al Qasim, 'Adnan, Tarikh al-Hawzat al-'Ilmiyah wa al-Madaris al-Diniyah 'inda al-Shi'ah al-Imamiyah, Qum, Jami'at al-Musthafa al-'Alamiyah, 1393 HS.
- «Farmandah-yi Tip-i Mustaqil-i 83 Imam Ja'far Ṣadiq (AS) Ruhaniyun-i Razmi Tablighi Guft: 18 Hizar Parwandah-yi Īsargari dar Tip-i Imam Ṣadiq (AS) Wujud Darad.», Sipah Niwz, Tarikh-i Darj-i Mathlab: 18 Tir 1402 HS, Tarikh-i Bazdid: 4 Tir 1404 HS.
- Farmaniyan, «Yiksad Sal-i Faraz wa Furud-i Taqrib-i Madhahib dar Hawzah-yi 'Ilmiyah-yi Qum», Sayt-i Markaz-i Asnad-i Inqilab-i Islami, Tarikh-i Darj-i Mathlab: 28 Urdibihisht 1404, Tarikh-i Bazdid: 21 Tir 1404 HS.
- Falsafi, Muhammad Taqi, Khathirat wa Mubarizat-i Hujjat al-Islam Falsafi, Tehran, Markaz-i Asnad-i Inqilab-i Islami, 1376 HS.
- Fana'i Ishkawari, Muhammad, «Pishgaman-i Hawzah-yi 'Ilmiyah-yi Shi'ah dar Muwajahah ba Falsafah-yi Gharb», dar Faslnamah-yi 'Ulum-i Siyasi, Shumarah 44, Zamistan 1387 HS.
- «Fihrist-i Narm Afzarha-yi Mu'assasah-yi Nur», Sayt-i Markaz-i Tahqiqat-i Kampyutari-yi 'Ulum-i Islami, Tarikh-i Bazdid: 13 Mehr 1404 HS.
- Karji, 'Ali, Qum wa Marja'iyat, Qum, Nashr-i Za'ir, 1383 HS.
- Kamaliyan, «Sarfaslha'i az Zindagani-yi Imam Musa Ṣadr», Sayt-i Mu'assasah-yi Farhangi Tahqiqati-yi Imam Musa Ṣadr, Tarikh-i Bazdid: 13 Mehr 1404 HS.
- «Guzari bar Zindagi-yi 'Ilmi wa Siyasi-yi Aqa-yi Sayid Kazhim Shari'atmadari», Sayt-i Markaz-i Barrasi-yi Asnad-i Tarikhi, Tarikh-i Darj-i Mathlab: 11 Farwardin 1404 HS, Tarikh-i Bazdid: 13 Mehr 1404 HS.
- Muhammadi, Muslim, «Bazkhani-yi Tahlili-yi Naqsh-i Ayat Allah Burujirdi wa Imam Khumayni dar Mubarizah ba Islam-sitizi wa Nufudh-i Baha'iyan dar Hukumat-i Pahlavi», dar Faslnamah-yi Muthala'at-i Inqilab-i Islami, Shumarah 25, Tabestan 1390 HS.
- Madani, Jalal al-Din, Tarikh-i Siyasi-yi Mu'asir-i Īran, Qum, Daftar-i Nashr-i Islami, 1361-1362 HS.
- «Maraji'-i Taqlid: bih Jumhuri-yi Islami Ra'y Khwahim Dad», Sayt-i Inqilab-i Islami, Tarikh-i Darj-i Mathlab: 9 Farwardin 1397 HS, Tarikh-i Bazdid: 4 Tir 1404 HS.
- Murtadhawi Langarudi, Sayid Muhammad Hasan, «Musahabah ba Hazhrat Ayat Allah Hajj Sayid Muhammad Hasan Murtadhawi Langarudi», dar Majallah-yi Hawzah, Sal 10, Sh 1 (Farwardin wa Urdibihisht 1372 HS).
- Manzhur al-Ajdad, Sayid Muhammad Husain, Marja'iyat dar 'Arsah-yi Ijtima' wa Siyasat: Asnad wa Guzarish'ha'i az Ayat-i 'Uzhama Na'ini, Isfahani, Qumi, Ha'iri wa Burujirdi: 1292-1339 Shamsi, Tehran, Shirazah, 1379 HS.
- Mashki, Majid, wa 'Adhil Ramadhani, «Hawzah-yi 'Ilmiyah-yi Qum wa Tabligh-i Bayn al-Milal dar Ṣad Sal-i Akhir», dar Pazhuhishnamah-yi Tabligh-i Islami, Shumarah 10, Pa'iz wa Zamistan 1402 HS.
- Makki, Husain, Tarikh-i Bist Salah-yi Īran, Jild 2 wa 4, Tehran, Bungah-i Tarjumah wa Nashr-i Kitab, 1362 HS.
- Mansuri, Jawad, Tarikh-i Qiyam-i Panzdah-i Khurdad bih Riwayat-i Asnad, Tehran, Markaz-i Asnad-i Inqilab-i Islami, 1377-1378 HS.
- Najafi, Musa, Andishah-yi Siyasi wa Tarikh-i Nahdhat-i Hajj Aqa Nur Allah Isfahani, Tehran, Mu'assasah-yi Muthala'at-i Tarikh-i Mu'asir-i Īran, 1378 HS.
- Nasr Isfahani, Abadhur, «Fihristwarah-yi Payannamah'ha-yi Hawwi-Danishgahi dar Mawzhu'-i Salafigari wa Naqd-i Wahhabiyat», dar Faslnamah-yi Siraj-i Munir, Shumarah 14, Tabestan 1393 HS.
- Wakili Qumi, Abu Muhammad, Hawzah-yi 'Ilmiyah-yi Qum, Tehran, Mu'assasah-yi Muthala'at wa Tahqiqat-i Ijtima'i Danishgah-i Tehran, 1348 HS.
- Wizhah Namah-yi Bist wa Panjumin Hamayish-i Kitab-i Sal-i Hawzah, Dabirkhanah-yi Hamayish-i Kitab-i Sal-i Hawzah, 1402 HS, Nuskhah-yi Iliktirunik.
- Hasyimi Rafsanjani, Akbar, Bih Su-yi Sarinishat: Karnamah wa Khathirat-i Sal-i 1363, Tehran, Daftar-i Nashr-i Ma'arif-i Inqilab, 1386 HS.
- Hasyimi Rafsanjani, Akbar, Duran-i Mubarizah, Zir-i Nazhar-i Muhsin Hashimi, Tehran, Daftar-i Nashr-i Ma'arif-i Inqilab, 1376 HS.
- Hasyimiyan Far, Sayid Hasan, Gunah Shinasi-yi Raftar-i Siyasi-yi Maraji'-i Taqlid-i Shi'ah: 1332-1357, Tehran, Danishgah-i Imam Ṣadiq as, 1390 HS.