Lompat ke isi

Konsep:Ghina (buku)

Dari wikishia
Ghina'
Darsnameh-ye Ghina wa Musiqi (Buku Pelajaran Ghina dan Musik), Kitab Ghina wa Musiqi
Darsnameh-ye Ghina wa Musiqi (Buku Pelajaran Ghina dan Musik), Kitab Ghina wa Musiqi
PenulisAyatullah Sayid Ali Khamenei
SubyekGhina dan Musik
GenreTeks Dars Kharij Fikih
Diterbitkan olehPenerbit Revolusi Islam (Intisharat-e Enghelab-e Eslami)
Tanggal PenerbitanMusim Semi 1398 HS
Tempat PenerbitanTeheran
CetakanPertama
Teks lengkapPersia



Ghina atau Darsnameh-ye Ghina wa Musiqi (Buku Pelajaran Ghina dan Musik) adalah teks yang diterbitkan dari Dars Kharij fikih Ayatullah Khamenei mengenai Ghina' dan musik. Teks buku ini diajarkan mulai bulan 4 Azar 1387 HS hingga 6 Bahman 1388 HS. Dalam buku ini, dengan menjadikan hadis-hadis terkait ghina sebagai poros pembahasan, konsep ghina dan musik haram dijelaskan, serta hadis-hadis tersebut dan pandangan para fukaha dikaji. Selain itu, 48 pertanyaan terkait pembahasan ini juga dijawab.

Menurut pendapat Ayatullah Khamenei dalam buku ini, ghina itu sendiri tidak haram; melainkan kriteria keharamannya adalah sifat lahwi (sia-sia/melalaikan), menyesatkan, dan keluar dari jalan Allah. Kriteria musik haram juga adalah mengarahkan suasana menuju ketidakpedulian terhadap agama dan dosa.

Buku ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1398 HS oleh Lembaga Penelitian Budaya-Revolusi Islam (Muassasah Pazhuhesyi Farhangi-Enghelab Eslami) dalam bahasa Persia.

Penulis

! Artikel terkait untuk kategori ini adalah Ayatullah Sayid Ali Khamenei.

Ayatullah Khamenei adalah Pemimpin Republik Islam Iran dan salah satu dari Marja' Taklid Syiah.[1] Beliau mulai mengajar Dars Kharij Fikih sejak 1369 HS dan telah mengajarkan bab-bab Jihad, Qishash, Makasib Muharramah, dan Salat Musafir.[2]

Isi Buku

Darsnameh-ye Ghina wa Musiqi adalah teks yang disusun dari 75 sesi pengajaran Dars Kharij fikih Ayatullah Khamenei yang diajarkan dari 4 Azar 1387 HS hingga 6 Bahman 1388 HS.[3] Buku ini menjelaskan konsep Ghina' dan musik haram serta mengkaji berbagai aspeknya.[4] Di sela-sela kajian Hadis, dirujuk pula kitab-kitab dan pendapat para fukaha Syiah.[5] Di akhir buku, masalah tarian juga dibahas.[6]

Menurut Reza Mukhtari, salah satu sumber dari buku pelajaran ini adalah kitab empat jilid "Ghina, Musiqi" karya Muhsin Shadiqi dan Reza Mukhtari. Poros Dars Kharij fikih Ayatullah Khamenei awalnya adalah kitab Makasib Syekh Ansari; namun ketika sampai pada pembahasan ghina, beliau menyisihkan Makasib Syekh Ansari dan menjadikan kitab "Ghina, Musiqi" sebagai poros pembahasannya. Beliau meneliti seluruh riwayat dalam kitab tersebut dari segi sanad dan teks, serta membahas penelitian para fukaha yang terdapat dalam jilid-jilid lain kitab tersebut sesuai kebutuhan pembahasan.[7] Selain mengkaji dalil (petunjuk makna) dan sanad riwayat serta pendapat para fukaha, aspek sejarah masalah ghina dan musik yang membantu pemahaman yang benar terhadap riwayat juga diperhatikan.[8]

Metode Pembahasan

Dalam kitab Ghina, dibahas topik ghina, musik, dan tari. Dalam Dars Kharij fikih ghina, Ayatullah Khamenei membagi hadis-hadis terkait ghina menjadi lima kategori, kemudian menganalisis dan meneliti sanad dan dalil (makna) dari sekitar 100 Hadis. Lima kategori tersebut adalah:

  1. Riwayat-riwayat yang terdapat di bawah ayat-ayat; termasuk riwayat terkait tafsir ayat[9] (seperti: وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِ wajtanibu qaul al-zur[10] - لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ la yasyhaduna al-zur[11] - لَهْوَ الْحَدِيثِ lahw al-hadits[12] - وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا wa idza marru bi al-laghwi marru kirama[13]) dan riwayat terkait istisyhad (pengambilan dalil) dari ayat.[14]
  2. Riwayat-riwayat yang tidak terdapat di bawah ayat (riwayat terkait keharaman ghina).[15]
  3. Riwayat tentang mendengarkan (istima') ghina.[16]
  4. Riwayat tentang penghasilan mughanniyah (penyanyi wanita/pendapatan dari ghina).[17]
  5. Riwayat terkait ghina dalam Al-Qur'an (ghina dalam pembacaan Al-Qur'an).[18]

Karakteristik

Menampilkan Alat Musik di Televisi

"Menampilkan alat-alat ini di televisi adalah sejenis promosi dan normalisasi. Penggunaan alat-alat ini dalam menciptakan suara lahwi lebih dominan daripada penggunaannya dalam suara non-lahwi. Artinya aspek haramnya lebih besar daripada aspek halalnya. Semakin kita mempromosikan ini, kita telah mempromosikan yang haram dan lahw."[19]

Beberapa karakteristik disebutkan untuk kitab Ghina, antara lain:

  • Menjadikan riwayat terkait pembahasan ghina (100 riwayat) sebagai poros;[20] dikatakan bahwa seluruh hadis ghina dan hal-hal yang berkaitan dengannya telah dikaji secara rinci baik dari segi sanad maupun teks.[21]
  • Memperkenalkan berbagai indikator ghina dan musik haram.[22]
  • Komprehensifitas pendapat dan teori para fukaha Syiah terdahulu (mutaqaddimin) dan terkemudian (muta'akhkhirin);[23] merujuk ke semua risalah terkait ghina dianggap sebagai salah satu fitur buku ini.[24]
  • Menjawab 48 pertanyaan terkait ghina dan musik haram.[25]
  • Penyusunan buku dalam struktur buku pelajaran (darsnameh).[26]

Dars Kharij fikih ghina ini dianggap sebagai salah satu pelajaran terpanjang di hauzah dalam topik khusus ghina.[27]

Pandangan-pandangan

Beberapa pandangan Ayatullah Khamenei dalam buku ini antara lain:

Ghina

  • Ghina, dengan sendirinya tidak haram. Kriteria keharamannya adalah lahw (sia-sia) dan idhlal 'an sabilillah (menyesatkan dan mengeluarkan manusia dari jalan Allah).[28]
  • Diagnosa sifat lahwi dan "idhlal 'an sabilillah" dipahami melalui salah satu hal berikut: membangkitkan syahwat, mendorong kepada perbuatan haram, menghalangi pelaksanaan kewajiban, dan menciptakan ketidakpedulian terhadap agama.[29]
  • Kasus-kasus yang meragukan (masykuk) tidak haram, dan padanya berlaku Asal Bara'ah (prinsip bebas dari tanggungan).[30]
Aturan Umum Musik Haram

"Setiap lagu dan suara yang mengarahkan suasana—suasana di mana suara ini disebarkan—menuju ketidakpedulian terhadap agama, menuju dosa, menuju pengabaian kewajiban dan taklif syar'i, adalah haram."[31]

Musik

  • Kriteria musik haram adalah mengarahkan suasana menuju ketidakpedulian dalam agama dan dosa.[32] Musik dengan sendirinya tidak haram, dan selama predikat "mengarahkan kepada dosa dan ketidakpedulian terhadap agama" tidak terpenuhi, maka tidak bisa diberikan fatwa haram.[33]
  • Rujukan untuk menentukan ghina dan musik haram adalah 'Urf (adat kebiasaan/pandangan umum).[34] Jika seorang Mukalaf ragu apakah suatu musik menurut 'urf masyarakat bersifat "mudhill 'an sabilillah" (menyesatkan dari jalan Allah) dan haram atau tidak, maka berdasarkan asas hilliyah (kehalalan), dihukumi halal.[35]

Tari

  • Tarian adalah haram dan kriteria keharamannya adalah sifat lahwi-nya, berbeda dengan tarian istri untuk suami yang tidak lahwi.[36]

Publikasi

Kitab Ghina diterbitkan pada tahun 1398 HS oleh Lembaga Penelitian Budaya-Revolusi Islam dalam 560 halaman. Buku ini adalah karya pertama dari rangkaian pelajaran fikih Ayatullah Khamenei yang diterbitkan oleh lembaga ini.[37]

Lihat Juga

Catatan Kaki

  1. Behbudi, Syarh-e Esm, 1391 HS, hlm. 78.
  2. "Negahi Gozara be Zendeginameh-ye Hazrat-e Ayatollah al-Uzhma Sayid Ali Husaini Khamenei" (Sekilas Biografi Ayatullah al-Uzhma Sayid Ali Husaini Khamenei), Kantor Pelestarian dan Publikasi Karya Ayatullah al-Uzhma Khamenei.
  3. Khamenei, Ghina, 1398 HS, Pendahuluan buku, hlm. Gh.
  4. Khamenei, Ghina, 1398 HS, Pendahuluan buku, hlm. Dh.
  5. Khamenei, Ghina, 1398 HS, Pendahuluan buku, hlm. Dh.
  6. Khamenei, Ghina, 1398 HS, hlm. 511.
  7. "Talasy-e Bi Nazhir-e Ayatollah Khamenei baraye Fiqh-e Musiqi/ Mufasshal-tarin Dars-e Kharij-e Fiqh dar Mauzhu'-e Ghina" (Upaya Tak Tertandingi Ayatullah Khamenei untuk Fikih Musik/ Dars Kharij Fikih Paling Rinci tentang Topik Ghina), Kantor Berita Khabar Online.
  8. "Talasy-e Bi Nazhir-e Ayatollah Khamenei baraye Fiqh-e Musiqi/ Mufasshal-tarin Dars-e Kharij-e Fiqh dar Mauzhu'-e Ghina" (Upaya Tak Tertandingi Ayatullah Khamenei untuk Fikih Musik...), Kantor Berita Khabar Online.
  9. Khamenei, Ghina, 1398 HS, hlm. 8.
  10. Surah Al-Hajj, ayat 30.
  11. Surah Al-Furqan, ayat 72.
  12. Surah Luqman, ayat 6.
  13. Surah Al-Furqan, ayat 72.
  14. Khamenei, Ghina, 1398 HS, hlm. 85.
  15. Khamenei, Ghina, 1398 HS, hlm. 99.
  16. Khamenei, Ghina, 1398 HS, hlm. 110.
  17. Khamenei, Ghina, 1398 HS, hlm. 139.
  18. Khamenei, Ghina, 1398 HS, hlm. 155.
  19. Khamenei, Ghina, 1398 HS, hlm. 444.
  20. Khamenei, Ghina, 1398 HS, hlm. 5.
  21. "Ghina wa Musiqi" (Ghina dan Musik), Situs Penerbit Revolusi Islam.
  22. Khamenei, Ghina, 1398 HS, hlm. 252, 444.
  23. Khamenei, Ghina, 1398 HS, hlm. Gh.
  24. "Ghina wa Musiqi" (Ghina dan Musik), Situs Penerbit Revolusi Islam.
  25. Khamenei, Ghina, 1398 HS, hlm. 449-510.
  26. Khamenei, Ghina, 1398 HS, Pendahuluan buku, hlm. Gh.
  27. "Ghina wa Musiqi" (Ghina dan Musik), Situs Penerbit Revolusi Islam.
  28. Khamenei, Ghina, 1398 HS, hlm. 452.
  29. Khamenei, Ghina, 1398 HS, hlm. 444.
  30. Khamenei, Ghina, 1398 HS, hlm. 337.
  31. Khamenei, Ghina, 1398 HS, hlm. 444.
  32. Khamenei, Ghina, 1398 HS, hlm. 444.
  33. Khamenei, Ghina, 1398 HS, hlm. 444.
  34. Khamenei, Ghina, 1398 HS, hlm. 465.
  35. Khamenei, Ghina, 1398 HS, hlm. 466.
  36. Khamenei, Ghina, 1398 HS, hlm. 525.
  37. Khamenei, Ghina, 1398 HS, Pendahuluan.

Daftar Pustaka