Konsep:Darakat Jahanam
Templat:Eskatologi-Vertikal Darakat Jahanam (peringkat-peringkat neraka) adalah tempat-tempat dan tingkatan-tingkatan yang berbeda bagi para pendosa di Neraka yang berada di hadapan Derajat Surga. Di neraka, seluruh penghuni neraka, baik dari golongan Jin maupun manusia, ditempatkan dalam tujuh darakah (peringkat) dan derajat berdasarkan amal perbuatan mereka dalam hal siksaan dan hukuman, di mana jenis serta intensitas azab mereka berbeda-beda.
Dalam Al-Qur'an, tempat kedudukan orang-orang Munafik disebut sebagai tingkatan neraka yang paling bawah dan paling rendah (Darak al-Asfal). Dalam riwayat-riwayat, disebutkan nama-nama darakat jahanam dan tingkatan masing-masing satu sama lain: Saqar, Kubar, Sa'ir, Hawiyah, Jahim, Mahiyah, Ghayy, dan Lazha adalah nama-nama dari darakat ini.
Terminologi
Menurut Raghib al-Isfahani, kata dark digunakan sebagai lawan dari darj; dark untuk turun ke bawah dan darj untuk naik ke atas. Oleh karena itu, kedudukan di surga disebut "Derajat Surga" dan tingkatan di neraka disebut "Darakat Jahanam".[1] Darakat adalah bentuk jamak dari kata dark atau darak, dan makna asalnya adalah mencapai suatu urusan atau menguasainya, baik dalam urusan materi maupun urusan maknawi dan akal.[2]
Kata dark dan derivasinya digunakan dalam Al-Qur'an; Ayat 145 Surah An-Nisa' menggambarkan tempat kedudukan orang-orang Munafik berada di tempat yang paling bawah dan paling rendah di Jahanam. Selain itu, dalam Ayat 77 Surah Thaha yang merujuk pada Wahyu Allah kepada Nabi Musa as untuk membawa orang-orang Mukmin keluar dari kota pada malam hari dan menciptakan jalan kering di laut, diwahyukan kepada Musa: "la takhafu daraka" (janganlah kamu takut akan tersusul [oleh Firaun]).
Dalam bahasa populer, untuk menunjukkan kebencian, ketidakpedulian, atau makian, digunakan kombinasi dengan kata dark, seperti: be dark (ke neraka saja), be dark-e asfal, be dark raftan (pergi ke neraka), dan be asfal al-safilin.[3]
Darakat dan Lapisan Neraka
Dalam Al-Qur'an[4] bagi setiap orang Mukmin dan Kafir, baik dari Jin maupun manusia, digambarkan sebuah peringkat di Surga atau neraka berdasarkan amal perbuatan mereka, yang mana nilai atau kerendahan peringkat dan kedudukan tersebut berbeda-beda dari sisi pahala dan siksa.[5] Berdasarkan Ayat 3 Surah Al-Waqi'ah (khafidhatun rafi'atun), pada hari Kiamat, kelompok yang di dunia memiliki kedudukan tinggi akan turun ke darakat jahanam berdasarkan amal buruknya, dan sekelompok orang yang di dunia berkedudukan rendah akan masuk ke derajat surga karena amal baiknya.[6]
Pintu, Lapisan, dan Darakat Neraka
Dalam ayat-ayat Al-Qur'an[7] disebutkan tentang Pintu-Pintu Neraka dan disebutkan ada tujuh pintu untuk neraka.[8] Dalam sebagian riwayat, tujuh pintu neraka ditafsirkan sebagai tujuh lapisannya.[9] Dalam sebuah riwayat dari Imam Baqir as, nama ketujuh lapisan ini disebutkan sebagai berikut: Jahim, Lazha, Saqar, Huthamah, Hawiyah, Sa'ir, dan Jahanam.[10] Para mufasir juga menyebutkan empat kemungkinan untuk pintu-pintu neraka, yang salah satunya bermakna lapisan-lapisan dan darakat jahanam.[11] Dalam sebagian hadis, letak dan perbedaan lapisan-lapisan ini (posisi bawah dan atas satu sama lain) telah dijelaskan.[12]
Allamah Thabathaba'i dalam Tafsir Al-Mizan meyakini bahwa dalam Al-Qur'an, bagaimana bentuk Pintu-Pintu Neraka dan apakah itu merupakan lapisan-lapisan atau darakat jahanam tidak dijelaskan secara eksplisit; namun dengan memperhatikan ayat-ayat Al-Qur'an lainnya, makna darakat untuk pintu-pintu tersebut lebih tepat. Menurut beliau, jika ayat 44 Surah Al-Hijr memiliki makna demikian, maka riwayat-riwayat yang datang mengenai klasifikasi azab neraka akan memperkuat hal tersebut.[13]
Jumlah Darakat Jahanam
Jumlah darakat dan derajat neraka dikatakan ada tujuh, sama seperti jumlah lapisannya.[14] Dalam Tafsir Majma' al-Bayan, dinukil dari Dhahhak bahwa di setiap darakah, kelompok tertentu akan diazab: darakah pertama: ahli Tauhid berdasarkan amal dan umur mereka di dunia; darakah kedua: orang-orang Yahudi; darakah ketiga: orang-orang Kristen; darakah keempat: orang-orang Shabiin; darakah kelima: orang-orang Majusi; darakah keenam: orang-orang Musyrik dari kalangan Arab; darakah ketujuh: orang-orang Munafik.[15] Sebagian mufasir menganggap darakah dan derajat pertama sebagai tempat para pendosa dari ahli tauhid, dan enam darakah berikutnya sebagai tempat orang-orang kafir dan musyrik.[16]
Dalam beberapa tafsir, berdasarkan pendapat para mufasir atau riwayat, beberapa istilah Al-Qur'an tentang neraka dihitung sebagai nama dari salah satu darakat jahanam:
- Saqar.[17]
- Al-Nar al-Kubra.[18]
- Sa'ir.[19]
- Hawiyah.[20]
- Jahim.[21]
- Mahiyah.[22]
- Ghayy.[23]
- Lazha.[24]
Darakah Terendah di Neraka
Berdasarkan Ayat 145 Surah An-Nisa', titik terendah dan dasar neraka (Darak Asfal) diperuntukkan bagi orang-orang munafik: "Innal munafiqina fi al-darkil asfali minan nar".[25] Ayat ini, selain menjelaskan dengan terang jalan dan nasib akhir orang-orang munafik, menunjukkan bahwa menurut pandangan Al-Qur'an dan Islam, kemunafikan lebih berat daripada jenis-jenis kekafiran lainnya dan orang-orang munafik adalah makhluk yang paling jauh dari Allah[26] serta ditempatkan di darakat jahanam yang paling bawah. Karena tingkatan kemunafikan sebanyak jumlah orang munafik, masing-masing dari mereka ditempatkan pada suatu tingkatan dari darakat jahanam sesuai dengan penentangan dan karakter mereka, dan tidak ada bantuan seperti Syafaat, keringanan, atau penundaan hukuman yang diberikan kepada mereka;[27] kecuali mereka yang berdasarkan Ayat 146 Surah An-Nisa' ("illalladzina tabu wa ashlahu wa'tashamu billah..."), melakukan Tobat dan memperbaiki akidah serta perilaku mereka, berpegang teguh kepada Allah, dan tulus dalam beragama tanpa Ria, yang dalam hal ini mereka akan termasuk golongan orang-orang mukmin.[28] Dikatakan bahwa meskipun menurut ayat ini darakat terendah dari darakat jahanam adalah milik orang munafik; namun tidak ada penghalang bagi orang kafir seperti Firaun, Haman, dan Abu Jahal untuk masuk ke tempat ini juga.[29] Sebagian mufasir menganggap salah satu kemungkinan tafsir dari istilah Al-Qur'an "Asfal as-Safilin" dalam Ayat 5 Surah At-Tin adalah lapisan-lapisan neraka dan tingkatan azab yang paling rendah.[30]
Jenis Azab di Darakat Jahanam
Darakat jahanam dianggap berbeda-beda dari sisi jenis azabnya.[31] Perbedaan azab ini dikarenakan perbedaan penghuni neraka dalam kekafiran dan kefasikan.[32] Dalam pandangan penulis Tafsir Ruh al-Bayan, Allah menciptakan jiwa manusia berdasarkan keadaan dan bentuk neraka, dan berdasarkan setiap tujuh darakat jahanam, diletakkan tujuh sifat dalam jiwa yang menjadi jalan masuk ke neraka: kibur, hirs, Syahwat, Hasad, ghadab, bukhl, dan hiqd; maka jika seseorang melakukan tazkiyah pada dirinya dari sifat-sifat ini, ia akan melewati darakat neraka yang rendah dan mencapai derajat surga yang tinggi.[33]
Lihat Juga
Catatan Kaki
- ↑ Raghib, Al-Mufradat, 1412 H, hlm. 311.
- ↑ Mustafawi, Al-Tahqiq fi Kalimat al-Quran al-Karim, 1360 HS, jld. 3, hlm. 202.
- ↑ Lughat-nama Dehkhoda, entri "dark".
- ↑ Lihat: Surah Al-Ahqaf, ayat 19; Surah Ali 'Imran, ayat 163; Surah Al-An'am, ayat 132.
- ↑ Lihat tafsir ayat-ayat tersebut, di antaranya: Qasimi, Mahasin al-Ta'wil, 1418 H, jld. 2, hlm. 452 dan jld. 4, hlm. 496; Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 7, hlm. 356 dan jld. 18, hlm. 204.
- ↑ Mullah Huwaysy, Bayan al-Ma'ani, 1382 H, jld. 2, hlm. 238.
- ↑ Lihat: Surah An-Nahl, ayat 29; Surah Ghafir, ayat 76.
- ↑ Surah Al-Hijr, ayat 44.
- ↑ Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 6, hlm. 519; Jawadi Amuli, Ma'ad dar Qur'an, 1394 HS, hlm. 426.
- ↑ Jawadi Amuli, Ma'ad dar Qur'an, 1394 HS, hlm. 426-428; menukil dari: Nur al-Tsaqalayn, jld. 3, hlm. 17, hadis 60.
- ↑ Asyariyah, "Berurusi Abwab-e Jahannam dar Qur'an", Misykat, 1396 HS, hlm. 28 dan 30.
- ↑ Jawadi Amuli, Ma'ad dar Qur'an, 1394 HS, hlm. 428-429 (menukil dari: Nur al-Tsaqalayn, jld. 3, hlm. 17, hadis 64).
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 12, hlm. 170 dan jld. 17, hlm. 352.
- ↑ Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 6, hlm. 520.
- ↑ Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 6, hlm. 520.
- ↑ Amin, Tafsir Makhzan al-'Irfan dar 'Ulum-e Qur'an, jld. 3, hlm. 323.
- ↑ Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 10, hlm. 586; Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 20, hlm. 87.
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 20, hlm. 269.
- ↑ Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 6, hlm. 519.
- ↑ Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 6, hlm. 519.
- ↑ Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 6, hlm. 519.
- ↑ Haqqi Burusawi, Tafsir Ruh al-Bayan, Dar al-Fikr, jld. 10, hlm. 500.
- ↑ Haqqi Burusawi, Tafsir Ruh al-Bayan, Dar al-Fikr, jld. 1, hlm. 34.
- ↑ Fakhr Razi, Mafatih al-Ghaib, 1420 H, jld. 30, hlm. 642 dan jld. 31, hlm. 186.
- ↑ Syaikh Thusi, Al-Tibyan, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, jld. 3, hlm. 368; Amin, Tafsir Makhzan al-'Irfan dar 'Ulum-e Qur'an, jld. 4, hlm. 203.
- ↑ Makarem Syirazi, Al-Amtsal fi Tafsir, 1421 H, jld. 3, hlm. 504-505.
- ↑ Huseini, Anwar-e Dirakhshan, 1404 H, jld. 4, hlm. 257.
- ↑ Huseini, Tabyin al-Qur'an, 1423 H, hlm. 112.
- ↑ Syaikh Thusi, Al-Tibyan, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, jld. 3, hlm. 368.
- ↑ Thabarsi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jld. 10, hlm. 776.
- ↑ Mullah Huwaysy, Bayan al-Ma'ani, 1382 H, jld. 4, hlm. 157; Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 5, hlm. 118.
- ↑ Thabathaba'i, Al-Mizan, 1417 H, jld. 5, hlm. 118.
- ↑ Haqqi Burusawi, Tafsir Ruh al-Bayan, Dar al-Fikr, jld. 2, hlm. 62.
Daftar Pustaka
- Amin, Nusrat Beigum. Tafsir Makhzan al-'Irfan dar 'Ulum-e Qur'an. Tanpa Tempat, Tanpa Penerbit, Tanpa Tahun.
- Asyariyah, Rahman dkk. "Berurusi Abwab-e Jahannam dar Qur'an". Dalam majalah Misykat, Nomor 136, Musim Gugur 1396 HS.
- Dehkhoda, Ali Akbar. Lughat-nama Dehkhoda. Teheran, Rozaneh, 1373 HS.
- Fakhr Razi, Muhammad bin Umar. Mafatih al-Ghaib. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, Cetakan Ketiga, 1420 H.
- Haqqi Burusawi, Ismail. Tafsir Ruh al-Bayan. Beirut, Dar al-Fikr, Tanpa Tahun.
- Huseini, Sayyid Muhammad. Tabyin al-Qur'an. Beirut, Dar al-'Ulum, Cetakan Kedua, 1423 H.
- Huseini Hamadani, Sayyid Muhammad Husain. Anwar-e Dirakhshan. Riset: Muhammad Baqir Behbudi. Teheran, Kitabforushi Lutfi, Cetakan Pertama, 1404 H.
- Ibnu Manzhur, Muhammad bin Mukarram. Lisan al-'Arab. Beirut, Dar Sadir, Cetakan Ketiga, 1414 H.
- Jawadi Amuli, Abdullah. Ma'ad dar Qur'an (Eskatologi dalam Al-Qur'an). Qom, Isra, Cetakan Kedelapan, 1394 HS.
- Khani, Reza dan Hasyimullah Riyadhi. Terjemahan Bayan al-Sa'adah fi Maqamat al-'Ibadah. Teheran, Universitas Payame Nur, Cetakan Pertama, 1372 HS.
- Makarem Syirazi, Nasir. Al-Amtsal fi Tafsir Kitab Allah al-Munzal. Qom, Madrasah Imam Ali bin Abi Thalib as, Cetakan Pertama, 1421 H.
- Mohammadi Rey Syahri, Mohammad dan Sayyid Rasul Musawi. Behesht wa Duzakh az Nigah-e Qur'an wa Hadits (Surga dan Neraka dari Sudut Pandang Al-Qur'an dan Hadis). Terjemahan Hamid Reza Sheikhi. Qom, Dar al-Hadits, 1390 HS.
- Mullah Huwaysy al-Ghazi, Abdul Qadir. Bayan al-Ma'ani. Damaskus, Mathba'ah al-Taraqqi, Cetakan Pertama, 1382 H.
- Mulla Sadra. Tafsir al-Qur'an al-Karim. Riset: Muhammad Khajawi. Qom, Penerbit Bidar, Cetakan Kedua, 1366 HS.
- Mustafawi, Hasan. Al-Tahqiq fi Kalimat al-Quran al-Karim. Teheran, Bongah-e Tarjumeh wa Nashr-e Kitab, 1360 HS.
- Qasimi, Muhammad Jamaluddin. Mahasin al-Ta'wil. Riset: Muhammad Basil 'Uyun al-Sud. Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, Cetakan Pertama, 1418 H.
- Raghib Isfahani, Husain bin Muhammad. Al-Mufradat fi Gharib al-Qur'an. Riset: Safwan Adnan Dawudi. Beirut-Syam, Dar al-Ilm-al-Dar al-Syamiyah, Cetakan Pertama, 1412 H.
- Syaikh Thusi. Al-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an. Riset: Ahmad Qashir Amili. Beirut, Dar Ihya al-Turats al-Arabi, Tanpa Tahun.
- Thabarsi, Fadhl bin Hasan. Majma' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an. Teheran, Penerbit Nashir Khusraw, Cetakan Ketiga, 1372 HS.
- Thabathaba'i, Sayyid Muhammad Husain. Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an. Qom, Penerbit Eslami, Cetakan Kelima, 1417 H.